BAB III
DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Deskripsi Hasil Penelitian
3.1.1 Sejarah Singkat Kantor Pos Gorontalo
Kantor Pos pertama didirikan di Batavia oleh Gubernur Jendral FW Baron pada tanggal 26 Agustus tahun 1746. Pada tahun 1906 Pos bernama Jawatan PTT atau Post Telegraafent Telefoon Diensts.
Jawatan PTT Republik Indonesia ditandai dengan pengambil alihan Kantor Pusat PTT di Bandung oleh Angkatan Mudah PTT dari pemerintahan militer Jepang pada tanggal 27 September 1945 dan tanggal tersebut di peringati sebagai Hari Bakti Postel yang diperingati setiap tahunnya.
Berdasarkan peraturan pemerintah No. 240 Tahun 1961 status Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos Dan Telekomunikasi. PN Pos dan Telekomunikasi dibagi menjadi PN Pos dan Giro berdasarkan peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1965 dan PN Telekomunikasi berdasarkan peraturan pemerintah No. 36 Tahun 1965.
Berdasarkan peraturan pemerintah No. 9 Tahun 1978 status perusahaan Negara Pos Dan Giro diubah menjadi perusahaan umum (Perum) Pos Dan Giro. Perum Pos Dan Giro beralih status menjadi perseroan terbatas (PT) pada Tanggal 20 Juni 1995 berdasarkan undang-undang No. 1 Tahun 1995, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 5 Tahun 1995 tentang pengalihan bentuk status umum (Perum) Pos Dan Giro menjadi perusahaan (Perseroan) lembaran negara RI Tahun 1995 No. 11 yang anggaran dasarnya tercantum dalam akta notaris Supjito SH No. 117 Tanggal 20 Juni 1995 tentang pendirian perusahaan Persero PT Pos Indonesia
sebagaimana telah diubah dengan akta notaris Sutjipto, SH No. 89 Tanggal 21 September 1998 dan No. 111 Tanggal 28 Tahun 1998.
Kantor Pos Gorontalo yang terletak di jalan Hi Nani Wartabone No. 15 adalah merupakan salah satu gudang yang menjadi saksi sejarah saat terjadi peristiwa Heroik 23 Januari 1942 dimana masyarakat Gorontalo Memproklamasikan Kemerdekaan lepas dari penjajahan Belanda yang dilaksanakan dihalaman Kantor Pos Gorontalo sehingga oleh pemerintah pusat pada tahun 2010 bangunan kantor pos gorontalo termasuk salah satu Asset Cagar Budaya yang ada di Provinsi Gorontalo dan dilindungi serta tidak bisa dirubah sruktur bangunan aslinya terkecuali tampilan dalam gedungnya. Terakhir Kantor Pos Gorontalo di renovasi pada Tanggal 30 Desember 1959.
3.1.2 Visi Dan Misi Kantor Pos Gorontalo
Sama seperti Instansi Pemerintah lainnya PT Pos Indonesia yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Pemrintah dimana pemegang saham Mayoritas adalah pemerintah dituntut untuk selalu dapat menghasilkan laba/keuntungan demi kelangsungan perusahaan,maka perusahaan mempunyai visi misi yang diatur dengan keputusan direksi dan dijabarkan kepada karyawan.
1. Visi Kantor Pos
Pos indonesia mempunyai Visi dimana tahun 2009-2010 sebagai penyedia jaringan layanan untuk pengiriman surat, Barang dan jasa keuangan tahun 2011-2013 merupakan pemimpin dalam layanan pengiriman surat,barang dan jasa keuangan di Indonesia tahun 2014- 2018 menjadi industri perposan yang terbesar di kawasan Asean.
Visi dari PT Pos Indonesia akan berubah dan disesuaikan dengan tuntutan masyarakat pengguna jasa pos dan seiring perkembangan pasar.
2. MISI Kantor Pos
Pos Indonesia menyediakan solusi handal dalam surat, barang dan jasa dengan menggunakan jaring bisnis dan infrastruktur terluas dan terpadu serta mengembangkan hubungan kolaboratif.
3.1.3 Struktur, Tugas pokok Dan Fungsi Kantor Pos Gorontalo
Sebagai instansi yang bergerak dibidang pelayanan dan jasa, Kantor Pos Gorontalo dalam menjalankan peran dan fungsinya dilengkapi pula dengan struktur organisasi. Struktur organisasi menspesifikasi pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau aktivitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu, juga menunjukkan tingkat spesialisasi aktivitas kerja, struktur organisasi juga menunjukkan hierarki dan struktur otoritas
organisasi serta memperlihatkan hubungan pelaporannya. Dengan adanya struktur organisasi, setiap pegawai akan selalu mengetahui posisi dan tanggung jawabnya atas bidang unit yang ditempatinya. Adapun struktur organisasi ini dapat dilihat pada bagan berikut :
Struktur organisasi kantor pos gorontalo
Kepala Kantor Pos Karim Maku
Manajer pengawasan pelayanan luar dan agen pos
Syafrudin monoarfa
Manajer pemasaran Mon taufik
Kantor pos cabang Manajer proses dan antaran
Rahman katili
Manajer audit dan mutu Umar idrus
Manajer pelayanan Devi a pranasa Manajer akuntansi
Annis zulaecha
Manajer keuangan dan BPM Alimin iumuilah
Manajer sumbser daya manusia dan sarana
Abdulah alkasni
Sumber Data : Kantor Pos Gorontalo Tahun 2012
Adapun tugas-tugas dari masing-masing supervisor dan tenaga lainnya adalah sebagai berikut:
1. Supervisor Pelayanan betugas mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga bidang pelayanan publik saat melakukan transaksi di teller. Adapun transaksi tersebut adalah penyetoran uang,pengiriman barang maupun pembayaran transaksi lainnya, disamping itu supervisor pelayanan dituntut harus memberikan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh customer atau pengguna jasa.
2. Supervisor Pelayanan Luar bertugas mengawasi setiap alur proses pekerjaan yang dilakukan oleh Kantor Pos Cabang baik dari segi kualitas maupun kwantitas pekerjaan, disamping hal tersebut seorang Supervisor Pelayanan Luar harus mengawasi likuiditas serta peredaran uang yang ada di kantor pos cabang secara jeli dan cermat mengingat ada beberapa kantor cabang yang jarak tempuhnya sangat jauh dengan Kantor Pos Pemeriksa.
3. Supervisor Keuangan bertugas mengawasi transaksi keluar masuk uang dan pemanfaatannya disamping itu Supervisor Keuangan bertugas menata, menyediakan stok benda dan meterai.
4. Supervisor Akuntansi bertugas mengawasi pembukuan pendapatan dan pengeluaran serta mencatat daftar rugi laba
5. Supervisor pengolahan bertugas mengawasi alur lalu lintas pos dan Antaran serta memeriksa setiap kendaraan dinas yang dipergunakan dalam lalu lintas pos.
6. Supervisor SDM dan Asset bertugas mengawasi setiap surat keluar masuk, pemberian kesejahteraan pegawai (gaji dan lain-lain) dan mengawasi perbaikan kantor apabila
terjadi kerusakan serta menjaga asset perusahaan dan membukukan sebagai harta yang tidak bergerak
7. Supervisor Marketing bertugas melakukan prospek pasar, menjual produk dan melakukan pendekatan kepada user untuk meraih pelanggan.
8. Quality Control berama-sama kepala kantor melakukan pemeriksaan pekerjaan periodik baik ditingkat supervisor maupun tenaga pelaksana serta Kantor Pos Cabang terhadap transaksi keuangan dan lain-lain
3.1.4 Keadaan Karyawan
Kantor Pos Gorontalo memiliki sejumlah karyawan yang turut membantu pimpinan dalam melaksanakan tugas dalam melayani masyarakat khususnya dalam pengiriman dan pengantaran surat/paket. Adapun keadaan pegawai pada Kantor Pos Gorontalo dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel.1
Keadaan Karyawan Menurut Jabatan
No Nama Jabatan
1 Karim maku, A .Md Kepala Kantor Pos
2 Umar Idrus Manajer Audit Dan Mutu
3 Reinhart A. Daenunu Staf
4 Devi Anggraini Pranasari, S.Pd Manajer Pelayanan
5 Tri Maya Shinta Mardjoen Staf
6 Novalia Wahyuni Abdul Staf
7 Mohammad Taufiq Manajer Pemasaran
8 Roy Hasan Staf
9 Annis Julaecha, S.Pd Manajer Akuntansi
10 Ridwan Ali Monoarfa Staf
11 Alimin Ilimullah Manajer Keuangan
12 Tamrin Igirisa Staf
13 Abdullah Al Hasni, S.Pd Manajer Sumber Daya Manusia
14 Dewi Roswita Talani Staf
15 Rahman Katili Manajer Operasional
16 Husin Alimullah Staf
17 Hartono Mursali Staf
18 Samsi Darise Staf
19 Abdul Rahman Dudu Staf
20 Hariyono Pautina Staf
21 Ishak P. Pou Staf
22 Suleman Tanaiyo Staf
23 Jamin Isa Staf
24 Djoni J. Abdul Staf
25 Syamsudin Sinto Daud Staf
26 Carda Dj Muda Staf
27 Junus Musa Dudu Staf
28 Winarko Wijil Staf
29 Tahir Bokiu Staf
30 Hasan Ali Staf
31 Abdul Rahman Mustapa Staf
32 Syafruddin Monoarfa Manajer Pengawasan KPC
33 Sri Sulistiawati Staf
34 Rahim Bempah Fungsional Perusahaan
35 Munawir Hasiru Fungsional Perusahaan
Sumber Data : Kantor Pos Gorontalo Tahun 2012
Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa Kantor Pos Gorontalo memiliki karyawan yang cukup banyak dalam membatu melaksanakan tugas-tugas yang ada.
Tabel.2
Keadaan Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Pendidikan Jumlah
1 SD 4 Orang
2 SMP 10 Orang
3 SMA 15 Orang
4 Diploma 3 Orang
5 Sarjana 3 Orang
Sumber Data : Kantor Pos Gorontalo Tahun 2012
Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan karyawan Kantor Pos Gorontalo masih rendah, karena masih didominasi oleh tamatan SMA.
Tabel. 3
Keadaan Karyawan Berdasarkan Kepangkatan/Grade
No Pangkat/Grade Jumlah
1 Grade 9 3 Orang
2 Grade 10 8 Orang
3 Grade 11 6 Orang
4 Grade 12 4 Orang
5 Grade 13 11 Orang
6 Grade 15 3 Orang
Sumber Data : Kantor Pos Gorontalo Tahun 2012
Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar karyawan Kantor Pos Gorontalo masih berpangkat/grade 13.
3.2 PEMBAHASAN
3.2.1 Perilaku karyawan Dalam Organisasi Pada Kantor Pos Gorontalo
Menangani manusia didalam organisasi seyogyanya bertitik tolak dari pandangan bahwa dalam diri setiap manusia terdapat sifat-sifat yang positif disamping adanya sifat-sifat yang negatif. Dengan perkataan lain, karena tidak ada manusia yang sempurna, maka setiap manusia mempunyai sifat-sifat yang baik meskipun dalam dirinya terdapat pula sifat-sifat yang mengandung kelemahan-kelemahan. Unsur yang positif perlu dikenali untuk diarahkan dan
dikembangkan sehingga menjadi faktor pendorong yang strategis dalam pencapaian tujuan bersama, sedangkan yang negatif dicegah sehingga tidak menjadi faktor penghalang yang menonjol.
Kaitannya dengan penelitian ini dimana peneliti telah melakukan pengamatan dan wawancara dengan pihak dalam organisasi, dalam hal ini dengan Ibu Devi Anggaraini Pranasari, S.Pd mengenai perilaku dalam organisasi pada Kantor Pos Gorontalo, bahwa secara internal tugas-tugas dinas karyawan telah dijalankan dengan baik yang dapat dilihat dari kemampuan bekerjasama dengan orang lain, dan mampu mewujudkan persepsi yang tepat tentang peranan dan kedudukan dalam kehidupan organisasi. Akan tetapi disisi lain masih terdapat perilaku yang kurang baik yang berpengaruh pada efisiensi pekerjaan mereka yaitu disiplin. Tipe permasalahan dalam disiplin itu antara lain ketidakhadiran tanpa alasan, perilaku dalam bekerja, dan ketidaktepatan waktu. Tidak dapat dipungkiri pula konflik sering kali timbul dalam organisasi, dimana apabila sistem komunikasi tidak menemui sasarannya timbullah kesalah pahaman atau tidak saling mengerti. Sedangkan menurut pendapat Bapak Rahman Katili mengenai perilaku dalam organisasi pada Kantor Pos Gorontalo, bahwa memang tugas-tugas dinas karyawan sudah dijalan dengan baik dan benar. Akan tetapi disisi lain masih terdapat masalah-masalah yang dihadapi yaitu kurangnya kerjasama yang baik antar karyawan pada Kantor Pos Gorontalo yang menyebabkan terjadinya perselisihan. Perselisihan ini terjadi dikarenakan kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi yang baik antar karyawan Kantor Pos Gorontalo.
Dengan demikian perilaku tersebut tentunya kurang menunjang dalam pencapaian tujuan organisasi, yang jika dibiarkan lama-kelamaan akan menjadi budaya negatif organisasi yang bisa merusak bahkan menimbulkan citra negatif terhadap organisasi.
3.2.2 Faktor-Faktor Yang Berkaitan Dengan Masalah-Masalah Perilaku Dalam Organisasi Pada Kantor Pos Gorontalo
Dalam kaitannya dengan penelitian ini dimana peneliti telah melakukan pengamatan dan wawancara dengan Ibu Devi Anggraini Pranasa, S.Pd mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan masalah-masalah perilaku dalam organisasi pada Kantor Pos Gorontalo, yaitu :
a. kepribadian
Faktor yang penting dalam kepribadian seseorang adalah sistem nilai yang dianut.
Manusia sebagai mahluk tuhan yang termulia mempunyai ciri-ciri dan kepribadian yang khas sifatnya. Dalam kehidupan organisasi, ciri-ciri dan kepribadian itu selalu ingin ditunjukkan dalam integritas pribadinya. Artinya setiap orang selalu ingin menunjukkan kesan bahwa dirinya adalah seseorang yang terhormat, dapat dipercaya, jujur dan memiliki nilai-nilai hidup hidup yang tinggi. Dengan perkataan lain setiap orang selalu ingin memberikan bahwa dirinya terdapat kekuatan-kekuatan tertentu. Sebaiknya selaku mahluk yang rasional setiap manusia menyadari pula adanya kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya.
Oleh karena itu ditinjau dari segi keprilakuan, pendekatan yang tepat untuk digunakan oleh seorang pimpinan adalah untuk bertitik tolak dari kekuatan-kekuatan kepribadian yang dimiliki oleh para bawahan tersebut untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang memang terdapat dalam diri bawahan tersebut. Dengan demikian integritas pribadi dari bawahan tersebut akan semakin kokoh yang pada gilirannya akan mendorong disiplin, loyalitas, dan efektifitas bawahan yang bersangkutan.
b. Lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud disini adalah hubungan antar karyawan, hubungan dengan pimpinan, suhu, penerangan dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan
perhatian karena sering karyawan enggan bekerja karena tidak ada kekompakkan dalam kelompok kerja, serta ruang kerja yang tidak menyenangkan akan mengganggu konsentrasi karyawan.
Selain itu faktor lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan pergaulan yang dihadapi setiap hari, jelas pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku akan sangat besar.
Artinya apabila seseorang selalu melihat bahkan terlibat dalam gaya hidup damai, penuh toleransi, dan menyenangkan perilakunya pun tumbuh menjadi perilaku yang positif. Sebaliknya dalam suasana saling mencurigai, tidak aman dan kotor sukar membayangkan berkembangnya perilaku positif.
Dari kenyataan ini jelas bahwa kehidupan organisasional seseorang dimulai sejak dilahirkan sehingga menjadi dewasa dan oleh karnanya, logis pula bahwa perilaku organisasional yang dikembangkan sejak kecil akan terus menampakkan dirinya dalam kehidupan organisasional dikemudian hari.
c. Energi fisik
Perilaku seseorang dipengaruhi juga oleh kondisi fisiknya. Orang yang memiliki kondisi fisik yang baik mempunyai daya tahan tumbuh yang tinggi yang pada gilirannya tercemin pada kegairahan bekerja dengan tingkat produktifitas yang tinggi. Sebaliknya seseorang yang kondisi fisiknya kurang memuaskan akan mudah dihinggapi oleh berbagai penyakit, yang apabila terjadi bukan saja akan menurunkan efektifitas kerja, tetapi juga bisa menghambat dalam pencapaian tujuan organisasi.
Menurut pendapat Bapak Rahman Katili mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan masalah-masalah perilaku dalam organisasi pada Kantor Pos Gorontalo, yaitu :
a. Kepimimpinan
Peran kepemimpinan dalam kelompok merupakan suatu karakteristik penting dalam organisasi, yang dimaksud dengan kepemimpinan disini adalah suatu dalam bentuk apapun yang dimiliki oleh seseorang yang mengakibatkan orang lain datang kepadanya untuk bertanya, meminta pendapat atau memperoleh nasihat. Asumsi yang dipergunakan untuk mengatakan demikian adalah bahwa terlepas dari tinggi rendahnya kedudukan seseorang itu dalam organisasi, dalam dirinya terdapat kelebihan dibandingkan dengan orang lain.
Mengenai gaya kepemimpinan pada Kantor Pos Gorontalo, dari hasil pengamatan dan wawancara, bahwa pimpinan selalu berikap baik , bersahabat, menghargai pendapat bawahan, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Dari sikap-sikap tersebut menunjukkan bahwa pimpinan pada kantor pos gorontalo menerapkan gaya kepemimpinan demokratis. Pemimpin seperti ini sangat diharapkan oleh bawahan. Tetapi hal ini juga sering kali menimbulkan sikap remeh dan acuh dari bawahan, baik terhadap pimpinan maupun terhadap aturan.
b. Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis yang berlangsung seumur hidup dalam rangka pengalihan pengetahuan oleh seseorang kepada orang lain. Pendidikan juga berpengaruh pada perilalu seseorang yang dimana orang yang mempunyai pendidikan tinggi tidak sama dengan orang yang hanya berpendidikan rendah karena salah satu bagian yang teramat penting dari upaya pendidikan adalah pembinaan watak seseorang.