• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TINGKAT UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. PRIMA JAYA OGAN KOMERING ULU TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH TINGKAT UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. PRIMA JAYA OGAN KOMERING ULU TIMUR"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

66 | P a g e

PENGARUH TINGKAT UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. PRIMA JAYA

OGAN KOMERING ULU TIMUR

Rian Mamora, Wahid Eka Saputra

Program Studi Manajemen, STIE Trisna Negara OKU Timur, Sumatera Selatan

Jl. M.P. Bangsa Raja No. 27 Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan

E-Mail : [email protected] Abstrak

Pengaruh Tingkat Upah Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah bagimana pengaruh tingkat upah terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh tingkat upah terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur. Hipotesis yang digunakan adalah pengaruh tingkat upah terhadap produktivitas kerja karyawan yang ingin diraih oleh CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur terdapat hubungan yang kuat. Tehnik pengumpulan data dengan mengadakan wawancara, observasi dokumentasi, studi keperpustakaan dan quisioner, dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data yang diambil menggunakan quisioner yang dibagikan kepada 32 responden karyawan CV.

Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur. Jenis penelitian, yaitu bertujuan untuk memperjelas/menerangkan pengaruh dari beberapa variabel, adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan Pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur yang berjumlah 32 responden untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel digunakan analisis regresi linear berganda. Tujuan hasil penelitian, dari hasil pengolahan data yang dilakukan dapat diketahui bahwa regresi Y= 0,150 + 0,911 X1 + 0,126 X2 sangat signifikan dan linear artinya konstanta sebesar 0,150 menyatakan jika tidak ada tingkat upah maka produktivitas kerja Karyawan Pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur akan tetap sebesar 0,150, koefisien regresi X1 sebesar 0,911 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 poin skor tingkat upah akan meningkatkan produktivitas kerja Karyawan Pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur sebesar 0,911 poin, koefisien regresi X2 sebesar 0,126 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 poin tingkat upah meningkatkan produktivitas kerja Karyawan Pada CV.

Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur sebesar 0,126 poin. Saran/rekomendasi, CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur berkaitan dengan peningkatan tingkat upah karyawan yang sesuai, tentang produktivitas kerja karyawan diperlukan peningkatan kepuasan kerja dalam ekonomi khususnya pada tunjangan dan insentif.

Kata Kunci : Pengaruh, Tingkat Upah, CV. Primajaya, Kepuasan Kerja, Tunjangan PENDAHULUAN

Sumber daya manusia memiliki kedudukan yang sangat penting dan strategis di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan karena ditangannyalah semua pelimpahan tugas dan wewenang yang diberikan organisasi kepadanya dapat terlaksana dengan baik atau tidak. Untuk itu, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam setiap sendi organisasi menjadi suatu tuntunan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bila ingin mencapai suatu keberhasilan.

Mengingat perkembangan pembangunan yang dilaksanakan juga semakin pesat dan penuh tantangan.

Otonomi daerah yang diberlakukan membawa perubahan dalam sistem pemerintahan di Indonesia dari bentuk terpusat (sentralisasi) menjadi bentuk terdelegasikan (desentralisasi), daerah menjadi berubah menjadi daerah otonomi. Dengan demikian dengan mengacu pada

(2)

sistem ketahanan nasional, setiap daerah harus merumuskan dan memperhatikan masalah- masalah spesifik daerah. Dan kebutuhan aspirasi masyarakat daerah serta inovasi yang muncul dan berkembang di daerah. Pemerintah daerah telah diserahi suatu pekerjaan yang cukup besar tanggung jawabnya, dimana daerah otonomi atau daerah swantantra adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas wilayah tertentu, yang berhak, berwewenang, dan berkewajiban mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Daerah dibentuk berdasarkan asas desentralisasi.

Meningkatkan atau menumbuhkan produktivitas kerja yang tinggi kepada para karyawan tentunya bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dilaksanakan karena banyak faktor- faktor yang mempengaruhinya. Sehingga satu faktor yang perlu diperhatikan kerja para karyawannya adalah pengembangan karier yang tersistem dengan baik yang dapat mengakomodasi antara kepentingan karyawan dan kepentingan instansi.

Berdasarkan pendapat tersebut secara teoritis jelaslah bahwa tingkat upah merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja yang dilaksanakan oleh seorang karyawan, atau dengan kata lain, jika tingkat upa tidak sesuai maka diduga akan dapat mempengaruhi menurunnya produktivitas kerja karyawan sehingga akan mengganggu terwujudnya pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Faktor yang tidak dapat diabaikan berkaitan dengan produktivitas kerja adalah tingkat upah. Upah adalah sebuah kesanggupan dari perusahaan untuk menilai karyawannya dan memposisikan diri dalam bermarketing dalam dunia industri. Perusahaan wajib memiliki kerangka dasar system pengupahan yang baku dan standar untuk dijadikan acuan dalam pembicaraan negosiasi gaji. Tujuan utama dari ini adalah untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi serta memuaskan karyawan agar tetap bertahan dan berkarya di perusahaan kita.

Dalam suatu hubungan kerja, sistem pengupahan merupakan suatu hal yang memegang peranan yang sangat penting. Seolah-olah merupakan jembatan penghubung antara pemilik modal, atasan maupun pekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk menentukan upah bagi seorang pekerja bukanlah merupakan hal yang mudah dan sederhana, karena menyangkut faktor-faktor yang sangat kompleks dan dinamis, diantaranya menyangkut kesejahteraan para pekerja, kontinuitas dan perkembangan perusahaan dan sebaginya.

1.1. Permasalahan Dan Ruang Lingkup 1.1.1. Permasalahan

Berdasarkan uraian pada latar belakang maka permasalahnnya adalah bagaimana pengaruh tingkat upah terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur.

1.1.2. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian adalah karyawan pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur.

1.2. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh penetapan tingkat upah terhadap produktivitas kerja yang ingin diraih CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur.

2. Untuk mengetahui langkah dan cara yang ditempuh CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur.

1.4. Metodologi Penelitian 1.4.1. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah : a. Data primer

Yaitu data yang diperoleh dengan cara penelitian langsung dilapangan.

b. Data Sekunder

(3)

Yaitu suatu data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan dari mempelajari literatur yang berhubungan dengan penulisan penelitian ini.

1.4.2. Pengumpulan dan Pengolahan data

Adapun metode pengumpulan dan pengolahan data adalah sebagai berikut : a. Studi Kepustakaan (Library research)

Pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan cara membaca buku-buku literatur yang berhubungan dengan penulisan penelitian ini.

b. Studi Lapangan (Field research)

Pengumpulan data dengan cara meninjau langsung kelapangan tempat objek yang diteliti dengan cara yaitu :

1. Interview

Pengumpulan data dengan mengadakan dialog langsung dengan pihak yang terkait dalam penulisan penelitian ini.

2. Observasi

Pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung ketempat objek penelitian dengan mencatat sistematika data yang di butuhkan.

3. Kuisioner

Pengumpulan data dengan memberikan angket yang berisikan pernyataan mengenai variabel yang diteliti.

1.5. Alat Analisis 1.5.1. Analisis Kualitatif

Analisis data dengan menggunakan kata-kata dan secara non matematis yang berkaitan dengan serangkaian teori-teori informasi sebagai pendukung penyelesaian masalah.

1.5.2. Analisis Kuantitatif

Analisis data dengan menggunakan angka-angka. Data ini akan diselesaikan dengan cara memecahkannya. Rumus yang digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan atau tidak antara tingkat upah terhadap produktivitas kerja adalah Koefisien Korelasi yang rumusnya adalah :

n. Xn2. X( .YX)2(

 

.nX.)(Y2Y) ( Y)2

r  −   − 

= 

(Anto Dajan, 2012 hlm 376) Keterangan :

r = Korelasi

x = Variabel bebas (Perencanaan) y = Variabel terikat (Kinerja) Σ = Jumlah sample

n = Sample

XY = Hasil perkalian variabel bebas dan terikat

Setelah diketahui “ r “ ( koefisien korelasi ), maka akan dilihat besar kecilnya korelasi yang timbul oleh pengaruh tingkat upah terhadap produktivitas kerja. Untuk mengetahui erat atau tidaknya pengaruh tersebut penulis mengunakan standard konservatif sebagai berikut :

Koefisien Penentu (KP) adalah merupakan kadar prosentase dari pengaruh yang ditimbulkan dari hubungan tingkat upah dengan produktivitas kerja. Untuk mengetahui kadar prosentase dari pengaruh tersebut penulis menggunakan rumus :

KP = r2 x 100 % Keterangan :

KP = Kadar prosenase dan pengaruh r = Koefisien korelasi

(4)

Setelah diketahui kadar prosentase yang dipengaruhi tingkat upah (X) dan terhadap produktivitas kerja (Y), maka faktor lain yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah 100 % dikurangi kadar prosentase (100% - KP). Untuk menguji hipotesis yang telah diuraikan dapat atau tidaknya diterima, maka penulis menggunakan rumus :

t = 2

1 ) 2 (

r n r

− (Suryabrata, 2012; hlm 216) Keterangan :

t = Penguji koefisien korelasi r = Koefisien korelasi n = Jumlah sampel

“ t “ dapat dicari dengan melihat tabel “ t ‘ dengan derajat kebebasan 0,05 untuk (n - 2), apabila

“ t “ hitung lebih besar dari t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak dan apabila “ t ” hitung lebih kecil dari “ t “ tabel maka Ha ditolak dan Ho diterima.

KAJIAN TEORITIS 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Tingkat Upah

Upah merupakan penghargaan dari tenaga karyawan atau karyawan yang dimanifestasikan sebagai hasil produksi yang berwujud uang, atau sesuatu jasa yang dianggap sama seperti itu, tanpa suatu jaminan yang pasti dalam tiap-tiap minggu atau bulan. Gaji juga sebenarnya upah, tetapi sudah pasti banyaknya dan waktunya. Artinya banyaknya upah yang diterima itu sudah pasti jumlahnya pada setiap waktu yang telah ditentukan. Dalam hal waktu yang lazim yang di gunakan di Indonesia adalah bulan. Gaji merupakan upah kerja yang dibayar dalam waktu yang telah ditetapkan. Sebenarnya bukan saja waktu yang ditetapkan, tetapi secara relatif banyaknya upah itu sudah pasti juga jumlahnya.

Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan kepada karyawan untuk suatu pekerjaan atau jasa, yang telah dilakukan yang dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan atas dasar suatu persetujuan atau peraturan perundang-undangan serta dibayar atas suatu perjanjian kerja antara pengusaha dan karyawan termasuk tunjangan, baik untuk karyawan maupun keluarganya. ( Sumarsono, 2013:141)

Sebagai seorang tenaga kerja, maka pekerja berhak untuk mendapatkan balas jasa atau upah yang sesuai dengan pengorbanannya. Pemberian upah oleh pengusaha terhadap tenaga kerja sangat menentukan tinggi rendahnya penghasilan suatu perusahaan. Dimana pada dasarnya upah merupakan sumber utama penghasilan. Oleh sebab itu, upah harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup karyawan dan keluarganya dengan wajar. Kewajaran dapat dinilai daridan diukur dengan kebutuhan hidup minimum ( Simanjuntak, 2014:132 ).Menurut Tohardi (2012:279) upah adalah suatu penerimaan sebagai suatu imbalan dari pemberian kerja kepada penerima kerja untuk pekerjaan atau jasa yang telah dan atau akan dilakukan, berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusian dan produksi, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu pekerjaan ayas dasar suatu perjanjian kerja.

Menurut Irawan (2011 : 91) upah adalah “ jumlah keseluruhan yang harus dibayarkan sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan tenaga kerja meliputi masa atau syarat tertentu”.

Selanjutnya menurut Prasetya Irawan (2014 : 156), definisi upah adalah “pemberian pembayaran fiansial kepada karyawan sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivasi pelaksanaan kegiatan diwaktu yang akan datang”.

(5)

2.1.2. Pengertian Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja merupakan suatu hasil kerja dari seorang pegawai. Hasil kerja pegawai ini merupakan suatu proses bekerja dari seseorang dalam mengasilkan suatu barang atau jasa. Proses kerja dari pegawai ini merupakan kinerja dari pegawai. Sering terjadi produktivitas kerja pegawai menurun dikarenakan kemungkinan adanya ketidaknyamanan dalam bekerja, upah yang minim dan juga ketidak puasan dalam bekerja.

Permasalahan tentang produktivitas kerja ini merupakan permasalahan umum yang terjadi pada setiap perusahaan. Kadang produktivitas kerja seorang pegawai cenderung menurun dan pengaruhnya adalah merosotnya suatu perusahaan. Bila tidak diatasi dengan baik maka perusahaan tersebut akan cenderung mengalami penurunan yang signifikan.

Permasalahan-permasalahan yang timbul mengenai produktivitas kerja ini merupakan suatu indikasi bahwa peranan manajemen sebagai pengelolaan sumberdaya manusia diperlukan.

Hal ini merupakan suatu cara meningkatkan suatu produktivitas kerja pegawai. Kadang kemajuan dari suatu organisasi tidak diimbangi oleh sumber daya yang baik pula. Hal ini mengakibatkan tidak akuratnya antara keinginan dengan realita yang ada. Produktivitas kerja ini dapat menurun kemungkinan adanya persaingan yang tidak sehat, kecemburuan sosial antara para anggotanya. Kurangnya pemahaman dalam berpola pikir akan mengakibatkan kemerosotan kemajuan dari pada peningkatan organisasi.

Menurut Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo (2013; hlm 281) produktivitas kerja adalah :“Sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut”.

Sedangkan George J. Washinis (Rusli Syarif, 2013; hlm 1) memberi pendapat bahwa :“Produktivitas mencakup dua konsep dasar yaitu daya guna dan hasil guna. Daya guna menggambarkan tingkat sumber-sumber manusia, dana, dan alam yang diperlukan untuk mengusahakan hasil tertentu, sedangkan hasil guna menggambarkan akibat dan kualitas dari hasil yang diusahakan”.

Produktivitas kerja merupakan suatu istilah yang sering digunakan dalam perencanaan pengembangan industri pada khususnya dan perencanaan pengembangan ekonomi nasional pada umumnya. Pengertian produktivitas pada umumnya lebih dikaitkan dengan pandangan produksi dan ekonomi, sering pula dikaitkan dengan pandangan sosiologi. Tidak dapat diingkari bahwa pada akhirnya apapun yang dihasilkan melalui kegiatan organisasi dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk di dalamnya pegawai itu sendiri.

METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada CV. Prima Jaya Ogan Komering Ulu Timur. Waktu pelaksanaan penelitian dari 11 Nopember 2016 sampai dengan 11 April 2017.

3.2. Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penjelasan (explanatory atau Confirmatory Research) yang menyoroti pengaruh antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.

3.2.1. Sumber Data

Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini berdasarkan dari 2 (dua) sumber :

1. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dengan cara observasi, wawancara dan quisioner.

2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari studi kepustakaan dan dokumentasi dengan cara berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini.

3.2.2. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan dalam penulisan ini, teknik yang dipergunakan adalah :

(6)

1. Observasi yakni mengadakan pengamatan secara langsung terhadap lokasi penelitian.

2. Interview yakni mengadakan dialog secara langsung terhadap responden untuk mendapatkan data dan informasi tentang masalah yang ada pada obyek penelitian.

3. Dokumentasi yakni teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pencatatan terhadap dokumen yang ada pada obyek penelitian.

4. Quesioner yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan penyebaran angket atau pertanyaan-pertanyaan kepada responden penelitian.

3.3. Teknik Analisis Data 3.3.1. Analisis Kualitatif

Yaitu analisis yang tidak menggunakan model matematika, model statistik, dan ekonometrik atau model-model tertentu lainnya. Analisis data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya, yaitu pengecekan data dan tabulasi. Dalam hal ini, sekedar membaca tabel-tabel, grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran.

3.3.2. Analisis Kuantitatif.

Data yang didapat dari berbagai variabel independen maupun dependent, yaitu data dari tingkat upah terhadap produktivitas kerja yang semuanya merupakan data kuantitatif. Untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat baik secara sendiri- sendiri maupun secara bersama-sama digunakan analisis regrasi linear berganda dengan rumus sebagai berikut:

Y= a+ b1X1+b2X2 --- (Iqbal, 2014:74) Keterangan :

Y = variabel terikat X = Variabel bebas a = intercep

b = koefisien regresi Rumus hipotesis :

H0 : 0 = 0 (Regresi tidak ada artinya bila dipakai untuk membuat kesimpulan)

H1 : 0  0 (Regresi ada artinya bila dipakai untuk membuat kesimpulan) PERENCANAAN WAKTU DAN BIAYA PENELITIAN

4.1. Perencanaan Waktu

Kegiatan penelitian mulai dari pembuatan proposal sampai dengan penyusunan laporan ini direncanakan selama 5 (Lima) bulan dan akan dilaksanakan pada bulan Nopember 2016 sampai dengan bulan April 2017. Tahapan dan waktu kegiatan penelitian akan diuraikan pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1. Rencana waktu dan tahapan kegiatan penelitian KEGIATAN

TAHUN 2016 2017

BULAN Nop Des Jan Feb Mar Apr

MINGGU 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pembuatan

Proposal Persiapan

• Administrasi

• Perlengkapan

(7)

• Study Litaratur Penelitian Lapangan Pengolahan Data Konsultasi Pembuatan Laporan Presentasi Hasil Penelitian

4.2. Perencanaan Belanja

Berdasarkan tahapan penelitian yang ada maka perencanaan rincian anggaran biaya untuk kegiatan penelitian adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2. Rencana Biaya Kegiatan Penelitian

No Keterangan Biaya

1. Persiapan

• Administrasi

• Pengadaan alat dan bahan

Rp. 750.000 Rp. 1.000.000 2. Penelitian Lapangan

• Transfortasi

• Konsumsi

• Akomodasi

Rp. 1.000.000 Rp. 750.000 Rp. 1.000.000 3. Analisa Laboratorium

• Pembuatan Analisa

• Analisa Lapangan

• Analisa Aspek

Rp. 750.000 Rp. 500.000 Rp. 500.000

4. Pembuatan dan pengadaan data Rp. 1.000.000

5. Cuci cetak foto dan penggandaan Rp. 1.000.000

6. Penyusunan dan penggandaan laporan Rp. 500.000

7. Seminar hasil Rp. 750.000

8. Biaya lain-lain Rp. 500.000

Total Biaya Rp. 10.000.000

Terbilang : Sepuluh Juta Rupiah

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Allan, Jane, 1991. Mengatasi Masalah Manusia di dalam Organisasi. Jakarta: Binarupa, aksara.

Anwar, Dessy, 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Abditama.

Buyung A. Safei, 2003. Evaluasi Kinerja (Performance Apraisale) tentang Kinerja dan Evaluasi Kinerja (Bahan kuliah MM Trisna Negara Belitang).

Handoko, Hani T, 1985. Manajemen, Yogyakarta: BPFE.

Keith Davis, 1982. Humas Behavior at Work.

Program Pascasarjana STIE Trisna Negara, 2008. Pedoman Penyusunan Tesis MM STIE Trisna Negara Cetakan ke-13. Belitang

Robbines, Steven P. 2003. Perilaku Organisasi, Edisi Bahasa Indonesia Jilid 2. Jakarta: PT Indek Kelompok Gramedia.

Robert Bachal, 2005, 2005. Performance Management, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Simamora, B. 2002. Panduan Riset Perilaku Konsumen, , Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Stephen P. 1998. Perilaku Organisasi, Konsep Kontroversi, Aplikasi, Edisi Bahasa Indonesia Jilid 1. Jakarta: PT. Prenhalids.

Stoner, James AF., R. Edward Freeman, Daniel R G R. Gilbert Jr., Manajemen, 1996.

Diterjemahkan Sindiro. , Jakarta: PT. Prenhalido.

Umar Husein, 2000. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta; PT. Gramedia Pustaka Utama.

Umar Husein, 2003. Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gambar

Tabel 4.1.   Rencana waktu dan tahapan kegiatan penelitian  KEGIATAN
Tabel 4.2. Rencana Biaya Kegiatan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah insentif dan jaminan sosial terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan dan mengetahui faktor yang dominan terhadap

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel upah terhadap variable produktivitas kerja. Menganalisis pengaruh variabel motivasi terhadap variabel produktivitas

PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN..

ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PELATIHAN KERJA DAN UPAH TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA..

Nilai t hitung variabel upah lembur sebesar 8,709 adalah lebih besar dari nilai t tabel (4,303) berarti pengaruh variabel upah lembur terhadap produktivitas adalah signifikan;

Hasil penelitian dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa: pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja dengan t hitung sebesar

(2) Ada pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial dari umur, pengalaman kerja, upah, teknologi, dan lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan pada

Pada sistem upah harian tidak ada pengaruh peningkatan produktivitas kerja karyawan karena besarnya upah tidak dihitung berdasarkan jumlah output yang dihasilkan tetapi sesuai dengan