• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Bahwa berdasarkan Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Landasan Pemikiran yang menjadi prinsip/azas dalam pengaturan mengenai desa adalah Rekognisi, Subsidiaritas, keanekaragaman, Kebersamaan, Kegotongroyongan, Kekeluargaan, Musyawarah, Demokratisasi, Kemandirian, partisipasi, Kesetaraan, Pemberdayaan, dan Keberlanjutan.

Berdasarkan pola pemikiran dimaksud, dimana bahwa desa berwenang mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan, atau dibentuk dalam sistem Pemerintah Nasional dan bersifat otonom, maka sebuah desa diharuskan mempunyai perencanaan yang matang berlandaskan partisipasi dan transparansi serta demokratisasi yang berkembang di desa. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Bab IX tentang Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Pasal 79 maka Desa diwajibkan menyusun Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun dan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD) sebagai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan daerah/ kabupaten secara partisipatif dan transparan.

(2)

RKP Desa adalah Rencana Kerja Pemerintah Desa yang dibuat untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang berdasarkan penjabaran dari RPJM Desa, hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya, prioritas kebijakan supra desa dan atau hal- hal yang karena keadaan darurat/

bencana alam. Sebagai Rencana strategis pembangunan tahunan Desa, RKP Desa merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang bersifat regular yang pelaksanaannya dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa yang di beri mandat oleh Kepala Desa atau sebutan lain sebagai lembaga yang bertanggung jawab di desa.

RKP Desa merupakan satu-satunya pedoman atau acuan pelaksanaan pembangunan bagi Pemerintah Desa dalam jangka waktu satu tahun yang selanjutnya dimasukkan dalam APB Desa tahun anggaran bersangkutan.

B. DASAR HUKUM

Peraturan perundangan yang dijadikan dasar dan acuan penyusunan RKP Desa Betumonga Tahun Anggaran 2022 antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014 Tentang Desa (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nmor 123, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5539) Sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014 Tentang Desa (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nmor 157, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5717).

(3)

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Peraturan Di Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2091);

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa;

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2094);

6. Peraturan Daerah Kabuaten Kepulauan Mentawai Nomor : 12 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2017-2022 (Lembar Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2017 Nomor 12)

7. Peraturan Desa Betumonga Nomor 8 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Betumonga Tahun 2022-2027 (Lembaran Desa Betumonga Tahun 2022 Nomor );

C. TUJUAN DAN MANFAAT

Sebagaimana amanah dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495); Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014 Tentang Desa (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nmor 123, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5539) Sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014 Tentang Desa

(4)

(Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5717), maka dipandang perlu disusun Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2022.

1. Tujuan Penyusunan RKP Desa Betumonga yaitu:

a. Agar desa memiliki dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang berkekuatan hukum tetap.

b. Sebagai dasar/pedoman kegiatan atau pelaksanaan pembangunan di desa.

c. Menetapkan rancangan kerangka ekonomi desa d. Menetapkan program dan kegiatan prioritas e. Menetapkan kerangka pendanaan

2. Manfaat Penyusunan RKP Desa Betumonga antara lain:

a. Lebih menjamin kesinambungan pembangunan di tingkat desa.

b. Sebagai pedoman dan acuan pembangunan desa.

c. Pemberi arah kegiatan pembangunan tahunan di desa.

d. Menampung aspirasi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan dipadukan dengan program pembangunan supra desa.

e. Dapat mendorong partisipasi dan swadaya dari masyarakat.

D. PROSES PENYUSUNAN

Berikut adalah proses penyusunan RKP Desa Betumonga Tahun Anggaran 2021

1. Penyusunan Rencana Pembangunan Desa melalui Musyawarah Desa 2. Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa

3. Pencermatan Pagu Indikatif Desa dan Penyelarasan Program/Kegiatan yang masuk ke Desa

4. Pencermatan Ulang RPJM Desa 5. Penyusunan Rancangan RKP Desa

(5)

6. Penyusunan RKP Desa melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang)

7. Penetapan RKP Desa dengan Peraturan Desa (Perdes) 8. Perubahan RKP Desa

9. Pengajuan DU-RKP Desa.

E. SISTEMATIKA RKP DESA BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.2 Dasar Hukum 1.3 Tujuan dan Manfaat 1.4 Proses Penyusunan 1.5 Sistematika RKP Desa

BAB II GAMBARAN UMUM PEMERINTAHAN 2.1 Visi-Misi Kepala Desa

2.2 Data Kemiskinan dan Profil Desa 2.3 Kebijakan Pendapatan Desa 2.4 Kebijakan Belanja Desa 2.5 Kebijakan Pembiayaan Desa BAB III RUMUSAN PRIORITAS MASALAH

3.1 Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan pada RKP Desa Tahun Sebelumnya (2020)

3.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan RPJM Desa

3.3 Identifikasi Masalah Berdasarkan Analisa Keadaan Darurat Antara Lain Bencana Alam, Krisis Politik, Krisis Ekonomi, dan Kerusuhan Sosial yang Berkepanjangan

3.4 Identifikasi Masalah Berdasarkan Prioritas Kebijakan Pembangunan Daerah

(6)

BAB IV ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA

4.1 Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Skala Desa Tahun Anggaran 2022

4.1.1 Berdasarkan Kewenangan Hak Asal-Usul 4.1.2 Berdasarkan Kewenangan Lokal Skala Desa

4.2 Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2022

4.3 Pagu Indikatif Program dan Kegiatan masing-masing Bidang/Sektor

BAB V PENUTUP LAMPIRAN :

1. Tabel Daftar Prioritas Kegiatan dan Rencana Anggaran Desa 2. Tabel Daftar Usulan RKP Desa

3. Berita Acara Penetapan RKP Desa 4. Lampiran SK Tim Penyusun RKP Desa

5. Lampiran Daftar Hadir Musyawarah RKP Desa

(7)

BAB II

GAMBARAN UMUM PEMERINTAH DESA A. VISI-MISI KEPALA DESA

1. VISI

Sebagai dokumen perencanaan yang menjabarkan dari Dokumen RPJM Desa, maka seluruh rencana program dan kegiatan pembangunan yang akan dilakukan oleh Desa secara bertahap dan berkesinambungan harus dapat menghantarkan tercapainya Visi – Misi Kepala Desa.

Visi – Misi Kepala Desa Betumonga disamping merupakan Visi- Misi Kepala Desa Terpilih, juga diintegrasikan dengan keinginan bersama masyarakat desa untuk mengatasi permasalahan yang ada dan pengembangan Desa ke depan, dimana proses penyusunannya dilakukan secara partisipatif mulai dari tingkat Dusun sampai tingkat Desa.

Adapun Visi Kepala Desa Betumonga, sebagai berikut : “TERWUJUDNYA DESA BETUMONGA MAJU, ADIL,

MANDIRI DAN HARMONIS”

2. MISI

Selain penyusunan Visi juga ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar Visi desa dapat tercapai. Pernyataan visi ini dijabarkan ke dalam misi agar dapat dioperasionalkan dan dikerjakan. Sebagaimana penyusunan visi, misi pun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan dengan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Betumonga.

Sebagaimana proses yang dilakukan maka misi Desa Betumonga adalah:

(8)

a. Menata Aparatur Pemerintahan Desa Betumonga sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai tugas pokoknya masing-masing.

b. Membina dan menciptakan kerukunan masyarakat Desa Betumonga secara netral dan mandiri.

c. Meningkatkan peran serta pemuda dan remaja di bidang pembangunan, olahraga, seni dan kemasyarakatan.

d. Meningkatkan dan memotivasi keragaman bersama kegiatan Desa Betumonga

e. Meningkatkan sarana dan prasarana umum sesuai dengan aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

B. DATA KEMISKINAN DAN PROFIL DESA 1) Sejarah Desa

Desa Betumonga merupakan daerah yang berada dipantai barat Kecamatan Sipora Utara. Hutan di Betumonga masih sangat asri dan belum terjamah oleh aktivitas penebangan liar. Desa Betumonga dikenai dengan Desa yang mempunyai ombak yang sangat tinggi dan besar.

Selain itu ombak yang memecah ditengah laut begitu besar terutama pada bulan Juni, Agustus, Oktober dan November. Besarnya ombak ini dipengaruhi oleh musim dan perkiraan cuaca penghujan, air deras dan musim anggau.

Asal usul kata Betumonga berasal dari dua suku kata yaitu Betu dan Monga. Betu berarti ombak memecah sampai masuk kemuara sungai dan Monga berarti muara sungai asal ombak memecah. Jadi Betumonga adalah ombak memecah sampai masuk kemuara sungai asal ombak memecah, sehingga sampai saat ini dikenal dengan Desa Betumonga.

(9)

Desa Betumonga memiliki beragam suku, diantaranya Suku Tatubeket, Sakerebau, Sabaggalet, Taileleu, Saogo, sababalat dan Samangilailai mereka hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari meskipun mereka dari suku yang berbeda-beda akan tetapi mereka diikat oleh adat istiadat berupa aturan tidak tertulis namun memiliki sanksi secara adat yang begitu kuat. Contoh yang masih ada saat ini berupa tulou atau autak.

Desa betumonga memiliki wilayah luas dari perbatasan Desa Tuapejat, Beriulou dan Desa Mara, terdiri dari tujuh Dusun. Adapun nama dusunnya yaitu Dusun Sipaarau, Dusun Sibujai, Dusun Moria, Dusun Taraet Mabukku, Dusun Taraet Borsa, Dusun Majawak dan Dusun Mabolak. Didalam wilayah tersebut memiliki potensi yang tinggi seperti : Parawisata dengan keindahan alam bawah laut dan pesisir pantai yang masih asri. Potensi alam lainnya berupa Eko Wisata Alam berupa Air Terjun di Dusun Taraet Borsa dan Matuptuman dan penghasil kepala yang besar sehingga diwacanakan menjadi Sentral Industry Virgin Oil (VCO) atau minyak kelapa murni pada tahun 2016, selain itu penghasil Anggau dan Lobster terbesar dipulau Sipora.

Profil Desa Desa Betumonga secara global dapat dilihat pada gambar

(10)

2.1.GAMBAR 2.1 PETA WILAYAH DESA BETUMONGA

a) Demografi 1. Batas Wilayah

Desa Betumonga merupakan Desa yang terletak ± 12 mil dari pusat Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kecamatan Sipora Utara Secara administratif batas – batas Desa Betumonga adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Desa Tuapejat Sebelah Selatan : Selat Hindia Sebelah Barat : Desa Beriulou Sebelah Timur : Desa Mara

2. Topografi dan Iklim

Kecamatan Sipora Utara mempunyai Ketinggian permukaan daratan ± 25 s/d 200 M dilihat dari permukaan laut (Dpl), dengan

(11)

topografi bergelombang, lereng dan terjal dengan derajat kemiringan antara 15-20 derajat.

Kondisi Agroklimat Kecamatan Sipora Utara secara umum memiliki ciri iklim tropis, dimana temperatur udara secara rata-rata berada dalam interval Kira-kira 20-300 Celcius dan kecepatan angin rata-rata 20 KM/Jam.

Pergantian musim jika berada dalam kondisi normal memiliki tingkat pergantian antara bulan September s/d Maret merupakan musim hujan, dan bulan April s/d Agustus merupakan musim kemarau.

Tingkat curah hujan 5 sampai 7 bulan basah, terutama pada musim hujan, antara bulan Oktober s/d Maret. Curah hujan diprkirakan rata- rata 287 MM/tahun dengan rata-rata hujan perbulan 22 hari.

Jenis tanah yang ada disebagian besar wilayah ini memiliki klasifikasi jenis tanah latosol, alluvial dan Gambut.

b) Wilayah Administrasi Pemerintahan Desa

Desa Betumonga terdiri atas Tujuh (7) Dusun yakni Dusun Majawak, Dusun Mabolak , Dusun Taraet Borsa, Dusun Mabukku, Dusun Sibujai, Dusun Moria, dan Dusun Sipa’arau dengan jumlah Penduduk 1.393 Jiwa.

2) Keadaan Ekonomi a) Jumlah Penduduk

1) Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pengelompokan Umur.

Penduduk Desa Betumonga terdiri atas 340 KK dengan total jumlah jiwa 1.341 Jiwa. Berikut perbandingan jumlah penduduk perempuan dengan laki-laki.

(12)

Tabel 2.1 Jumlah Penduduk di Desa Betumonga

NO NAMA

DUSUN

JENIS KELAMIN JUMLAH

JIWA

LK PR

1 2 3 4 5 6 7

Majawak Mabolak Taraet Borsa Mabukku Sibujai Moria Sipa’arau

32 39 48 37 46 33 64

6 8 7 4 3 6 7

148 207 230 164 178 156 258

JUMLAH 299 652 1.341

2) Jumlah Jiwa Berdasarkan Mata Pencaharian

Desa Betumonga adalah sebagian besar adalah Petani dan nelayan sehingga sektor Pertanian, perikanan, Perkebunan dan Peternakan menjadi tumpuan hidup atau mata penacaharian utamanya.

Tabel 2.2 Jenis Potensi Khusus Material Desa Betumonga

JENIS POTENSI KHUSUS

NO JENIS POTENSI KHUSUS VOLUME

MATERIAL

1

RUMAH

RUMAH MENURUT DINDING

(13)

- Tembok - Kayu - Bambu

RUMAH MENURUT LANTAI - Keramik

- Semen - Kayu - Tanah

7 buah 330 buah 6 buah 4 buah 250 buah 89 buah

2

HEWAN TERNAK - Sapi

- Ayam - Bebek - Kambing - babi

0 825 ekor

50 ekor 4 ekor 10 ekor

3

TANAH - Sawah

a. Tanah Hujan b. Tanah Irigasi - Tanah Kering

1. Tegal / Ladang 2. Pemukiman

55 Ha 55 Ha - Ha

b) Jenis Potensi Umum

(14)

Tabel 2.3 Jenis Potensi Umum Desa Betumonga

JENIS POTENSI UMUM

NO JENIS POTENSI UMUM VOLUME

MATERIAL 1 JALAN

- Jalan tanah - Jalan Beton

11 km 12 km 2 JEMBATAN

- Jembatan beton - Jembatan kayu - Jembatan bambu

2 unit 6 Unit

- 3 SUMBER AIR

- Mata air - Sumur gali - Sumur pompa - Terminal air - Sungai

7 titik 150Unit

- - 5 buah 4 RUMAH IBADAH

- Gereja - Masjid

8 unit 1 unit

5 KANTOR

- Kantor Desa - Kantor BPD

1 unit 1 unit

(15)

- Kantor Balai Pertemuan - Kantor Dusun

- Kantor PKK - Kantor LPMD

- unit - - - 6 PRASARANA KESEHATAN

- Pustu - Posyandu

3 unit 3 tempat

7 SEKOLAH

- SD/MIS - SLTP - SMA - TK/PAUD

3 unit 1 unit - unit 3 unit

8 PRASARANA OLAH RAGA - Lapangan Sepak Bola - Lapangan Volly - Lapangan Takrow - Meja Tennis Meja

1 Unit 6 Unit 3 unit 2 unit

3 Deskripsi dan Statistik Kebudayaan Desa

Perspektik budaya masyarakat di Desa Betumonga masih sangat kental dengan budaya Mentawai, walaupun budaya-budaya dari suku lain misalnya Minang, Batak, Nias, Jawa dan budaya dari suku lainnya juga ada. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai masih kuat Tradisi dan Budaya Mentawai.

(16)

Dari latar belakang, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan Agama yang dianut misalnya, Kristen sebagai Agama mayoritas yang dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental tradisi budaya mentawai. Tradisi budaya Mentawai sendiri berkembang dengan banyak dipengaruhi ritual-ritual atau kepercayaan masyarakat sebelum Agama Kristen masuk.

Hal ini menjelaskan mengapa kegiatan peringatan-peringatan keagamaan yang dimasyarakat terutama Kristen, karena dipeluk masyarakat, dalam menjalankanya muncul kesan nuansa tradisinya.

Atau kegiatan-kegiatan budaya yang bercampur dengan nuansa Agama Kristen. Contoh yang kita biasa lihat adalah peringatan Natal dan Paskah.

Secara idividual didalam keluarga masyarakat Desa Betumonga, tradisi Mentawai lama dipadu dengan Agama Kristen, juga tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai bagian cara untuk bersosialisi dan berinteraksi dimasyarakat.

Tetapi yang perlu diwaspadai adalah muncul dan berkembangnya pemahaman keyakinan terhadap agama ataupun kepercayaan tidak berakar dari pemahaman terahadap tardisi dan budaya masyarakat yang sudah ada. Hal ini mengakibatkan munculnya kerenggangan sosial di masyarakat dan gesekan antara masyarakat.

4 Deskripsi Dan Statistik Sarana Dan Prasarana Desa

Berikut gambaran sarana dan prasana yang ada di Desa Betumonga 1. Sarana Umum

(17)

Tabel 2.4 Sarana Umum Desa Betumonga Sarana Jumlah

Pasar -

Kantor Desa 1 Buah

Balai Desa -

2. Sarana Pendidikan

Tabel 2.5 Sarana Pendidikan Desa Betumonga

Sarana Jumlah

TK dan PAUD 3 buah

SD / MIS 3 buah

SLTP 1 buah

SMA -

3. Sarana Keagamaan

Tabel 2.6 Sarana Keagamaan Desa Betumonga

Sarana Jumlah

Gereja 8 buah

Masjid 1 buah

(18)

4. Sarana Pertanian

Tabel 2.7 Sarana Pertanian Desa Betumonga

Sarana Jumlah

Irigasi -

Jalan usaha tani 250 m

3. Kelembagaan Desa a. Kepala Desa

Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Kepala Desa mempunyai wewenang:

1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan Desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD

2) Mengajukan rancangan Peraturan Desa

3) Menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD

4) Menyusun dan mengajukan rancangan peraturan Desa mengenai APB Desa untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD.

5) Membina kehidupan masyarakat Desa.

6) Membina perekonomian Desa.

7) Mengkoordinasikan pembangunan Desa secara pertisipatif.

(19)

Bagan 2.1. Struktur Pemerintah Desa Betumonga

b. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Tugas BPD adalah menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat dan menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa.

Wewenang yang lain antara lain :

1. Menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

2. Mengawasi pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa.

Oleh sebab itu dalam kegiatan penyusunan perencanaan pembangunan Desa, maka BPD berperan antara lain:

a. Menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

b. Mengawasi pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa.

(20)

Oleh sebab itu dalam kegiatan penyusunan perencanaan pembangunan Desa, maka BPD berperan antara lain :

1. Menggali Aspirasi.

2. Merumuskan aspirasi 3. Menyalurkan aspirasi

4. Menetapkan Peraturan Desa yang berhubungan dengan hasil Musrenbang Desa.

Gambar 2.3

Struktur Organisasi Badan Permusyawatan Desa (BPD)

c. Lembaga Kemasyarakatan

Lembaga Kemasyarakatan atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat.

KETUA BPD OKULI SAMOIRI

WAKIL KETUA SRIANTO

SEKRETARIS IAL ALVADIUS

ANGGOTA FRANSISKUS

ANGGOTA MIRWENTI

(21)

1. Tugas Lembaga Kemasyarakatan.

Lembaga Kemasyarakatan di Desa adalah membantu Pemerintah Desa dan merupakan mitra dalam memberdayakan masyarakat Desa antara lain:

a. Menyusun Rencana Pembangunan secara partisipatif.

b. Melaksanakan, mengendalikan, memanfaatkan, memelihara dan mengembangkan pembangunan secara partisipatif.

c. Menggerakkan dan mengembangkan partisipasi, gotong royong, dan swadaya masyarakat.

d. Menumbuhkembangkan kondisi dinamis masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

2. Fungsi Lembaga Kemasyarakatan

Fungsi Lembaga Kemasyarakatan di Desa yaitu:

1) Penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan.

2) Penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dalam kerangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3) Peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

4) Penyusunan rencana, pelaksana, pengendali, pelestarian dan pengembangan hasil – hasil pembangunan secara partisipatif.

5) Penumbuhkembangkan dan penggerak prakarsa, partisipasi serta swadaya gotong royong masyarakat.

6) Pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

7) Pemberdayaan hak politik masyarakat.

(22)

3. Lembaga Kemasyarakatan di Desa Betumonga 1) LPMD

Adapun fungsi LPMD, yaitu:

a) Penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan.

b) Penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dalam kerangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

c) Peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

d) Penyusunan rencana, pelaksanaan, pelestarian dan pengembangan hasil – hasil pembangunan secara partisipatif.

e) Penumbuhkembangan dan penggerak prakarsa, partisipasi, serta swadaya gotong royong masyarakat.

Penggali, pendayagunaan dan pengembangan potensi sumber daya alam serta keserasian lingkungan hidup.

2) Lembaga Adat

Lembaga Adat mempunyai tugas untuk membina dan melestarikan budaya dan adat istiadat serta hubungan antar tokoh adat dengan pemerintah Desa. Adapun fungsi Lembaga Adat adalah sebagai berikut :

a. Penampung dan penyalur pendapat atau aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Desa serta menyelesaikan perselisihan yang menyangkut hukum adat, adat istiadat dan kebiasaan – kebiasaan masyarakat.

b. Pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan kebiasaan – kebiasaan masyarakat dalam rangka

(23)

memperkaya budaya masyarakat serta memberdayakan masyarakat dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan Desa.

c. Penciptaan hubungan yang demokratis dan harmonis serta objektif antara Kepala Adat/Pemangku adat/ketua adat atau pemuka adat dengan aparat pemerintahan Desa.

3) Tim Penggerak PKK Desa

Tim Penggerak PKK Desa mempunyai tugas membantu pemerintah Desa dan merupakan mitra dalam pemberdayaaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Adapun tugas Tim Penggerak PKK meliputi :

a) Menyusun rencana kerja PKK Desa, sesuai dengan hasil Rakerda Kabupaten.

b) Melaksanaka kegiatan sesuai jadwal yang disepakati.

c) Menyuluh dan menggerakkan kelompok – kelompok PKK Dusun/Lingkungan, Dusun dan Dasa Wisma agar dapat mewujudkan kegiatan – kegiatan yang telah disusun dan disepakati.

d) Menggali, menggerakkan dan mengembangkan potensi masyarakat, khususnya keluarga yang meningkatkan Kesejahteraan Keluarga sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan.

e) Melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada keluarga yang mencakup kegiatan bimbingan dan motivasi dalam upaya mencapai keluarga sejatera.

f) Mengadakan pembinaan dan bimbingan mengenai pelaksanaan program kerja.

g) Berpartisipasi dalam pelaksanaan program instansi yang

(24)

berkaitan dengan kesejahteraan keluarga di Desa.

h) Membuat laporan hasil kegiatan kepada Tim Penggerak PKK Kecamatan dengan tembusan kepada ketua dewan penyantun Tim Penggerak PKK setempat.

i) Melaksanakan tertib administrasi

j) Mengadakan konsultasi dengan ketua dewan penyantun Tim Penggerak PKK setempat.

Adapun fungsi dari Tim Penggerak PKK Desa, yaitu:

a. Penyuluh, motivator dan penggerak masyarakat agar mau dan mampu melaksanakan program PKK.

Fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, pembina dan pembimbing gerakan PKK

Gambar 2.5 Struktur Organisasi TP-PKK Desa Betumonga

DEWAN PENYANTUN

Kepala Desa

KETUA FATMAWATI

WAKIL KETUA ASTER

BENDAHARA LIDYA THEOVANI

SEKRETARIS HIDAYATI

POKJA I GUSTINA

AMINA MIDAR IDASTI IDAR

POKJA II NOVA HANDAYANI

SARLI DESERLINA

BERJA INEL

POKJA IV MARTELINA

DELTI JUMER DESNA MELISA POKJA III

HARTATI NOVA JUMEIDA

MISNA TORSINA

(25)

4) Karang Taruna

Karang Taruna mempunyai tugas menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Karang Taruna dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi : a) Penyelenggaraan usaha kesejahteraan sosial.

b) Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat.

c) Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.

d) Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.

e) Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggungjawab sosial generasi muda.

f) Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai – nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

g) Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggungjawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.

h) Penyelenggara rujukan, pendampingan dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.

(26)

i) Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.

j) Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.

k) Pengembangan kreatifitas remaja, pencegahan kenakalan, penyalahgunaan obat terlarang (Narkoba) bagi remaja.

Penanggulangan masalah-masalah sosial, baik secara preventif, rehabilitatif, dalam rangka pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang (Narkoba) bagi remaja

Bagan 2.6 Struktur Organisasi Karang Taruna

PEMBINA KETUA

SALATIEL

MAJELIS PERTIMBANGAN

WAKIL KETUA SRIANTO

BENDAHARA OLYU

SEKRETARIS ROGERTINUS

ANGGOTA

(27)

5) Kader Posyandu

Tabel 2.8 Daftar Nama-nama Kader Posyandu Desa Betumonga

NO N A M A JABATAN

1 2 3

1 Evi Gusnawati Ketua Posyandu Dusun Betumonga

2 Suriani Anggota Posyandu Dusun Betumonga

3 Meisel Rita Anggota Posyandu Dusun Betumonga

4 Idasti Anggota Posyandu Dusun Betumonga

5 Nurtina Anggota Posyandu Dusun Betumonga

6 Mei Risnawati Anggota Posyandu Dusun Betumonga

7 Deserlina Ketua Posyandu Dusun Taraet

8 Nurleli Anggota Posyandu Dusun Taraet

9 Nijar Anggota Posyandu Dusun Taraet

10 Nora Vika Anggota Posyandu Dusun Taraet

11 Seminar Anggota Posyandu Dusun Taraet

12 Restina Anggota Posyandu Dusun Taraet

13 Jermina Ketua Posyandu Matuptuman

14 Despri Anggota Posyandu Matuptuman

15 Nenen Anggota Posyandu Matuptuman

16 Desna Anggota Posyandu Matuptuman

17 Melisa Anggota Posyandu Matuptuman

18 Christinar Anggota Posyandu Matuptuman

(28)

6) Kader Pemberdayaan Masyarakat

Upaya Pemberdayaan Masyarakat merupakan gerakan yang bercirikan “dari, oleh, untuk masyarakat” (DOUM). Gerakan dari, oleh, untuk masyarakat dapat terjadi apabila ada warga menjadi pelopor atau penggerak. Oleh sebab itu di masing- masing Desa harus ada kader yang disebut dengan Kader Pemberdayaan Masyarakat. Peran Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) secara umum menjadi fasilitatior dalam proses pemberdayaan masyarakat. Adapun pokok-pokok peran Kader Pemberdayaan Masyarakat adalah sebagai berikut : a. Pelopor, yaitu yang merintis atau melopori gagasan-

gagasan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

b. Penggerak, yaitu yang memotivasi, mendorong dan menggerakkan partisipasi, swadaya dan gotong royong masyarakat untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

c. Pembimbing, yaitu yang memfasilitasi, membelajarkan, memberi masukan atau mendampingi kelompok sasaran kegiatan pemberdayaan masyarakat.

d. Perencana, yaitu memproses perencanaan kegiatan secara partisipatif, mulai dari masalah kebutuhan, prioritas dan rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat.

e. Perantara, yaitu yang menghubung-hubungkan antara berbagai kepentingan atau antara kebutuhan dengan sumber daya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

f. Pelaksana, yaitu melaksanakan hal-hal teknis dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang belum dapat dilakukan oleh warga masyarakat.

g. Pembaharuan, yaitu memperbaiki atau memperbaharui

(29)

kegiatan pemberdayaan masyarakat ke arah lebih baik atau lebih unggul.

Dari peran KPM tersebut di atas maka peran KPM dalam perencanaan pembangunan Desa dapat sebagai:

a) Pencari Data b) Narasumber

c) Pemandu proses perencanaan d) Mediator

B. KEBIJAKAN PENDAPATAN DESA

Pendapatan Desa sebagaimana meliputi semua penerimaan uang melalui Rekening Desa yang merupakan hak Desa dalam 1 (satu) Tahun Anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh Desa.

Perkiraan pendapatan Desa disusun berdasarkan asumsi realisasi pendapatan Desa tahun sebelumnya dan atau dengan kebijakan umum Anggaran 2021 (N+1) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai serta mempertimbangkan perkiraan peningkatan berdasarkan potensi yang menjadi sumber pendapatan asli Desa, Bagian Dana Perimbangan, Bantuan Keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, Hibah dan Sumbangan Pihak Ketiga.

Adapun asumsi Pendapatan Desa Betumonga Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 2.260.763.949-, (Dua Miliar Dua Ratus Enam Puluh Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Empat Puluh Sembilan Rupiah) yang berasal dari:

(30)

1) Pendapatan Asli Desa (PADesa); Rp. -,

- Hasil Usaha Desa : Rp 0-,

- Hasil Kekayaan Desa : Rp 0-,

- Hasil Swadaya dan Partsipasi masyarakat : Rp 0-,

- Lain-lain pendapatan desa yang sah : Rp 0-, - Pendapatan Transfer : Rp. 2.260.763.949-,

- Alokasi Dana Desa : Rp 1.242.573.700-,

- Dana Desa : Rp 992.783.000-,

- Bagi Hasil Pajak/Retribusi Kabupaten : Rp 24.210.339-, - Bagi Hasil Retribusi : Rp 1.196.910-, Surplus/Depisit (Silpa) : Rp. -,

JUMLAH : Rp 2.260.763.949-,

C. KEBIJAKAN BELANJA DESA

Belanja desa sebagaimana dimaksud meliputi semua pengeluaran dari rekening desa yang merupakan kewajiban desa dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh desa. Belanja sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang atau Jasa dan Belanja Modal.

D. KEBIJAKAN PEMBIAYAAN DESA

Pembiayaan desa sebagaimana dimaksud meliputi semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Namun demikian dalam RKPDesa Tahun 2021 ini, Pemerintah Desa Betumonga belum dapat menyusun kebijakan pembiayaan disebabkan disamping sistem

(31)

baru juga belum disusunnya perubahan dan atau perhitungan APBDesa tahun sebelumnya. Sebagai tindak lanjut Pemerintah Desa Betumonga akan memperhitungkan pada RKPDesa tahun berikutnya.

BAB III

RUMUSAN PRIORITAS MASALAH

Rumusan permasalahan yang cukup besar di tingkat desa, bukan semata-mata disebabkan oleh internal desa, melainkan juga disebabkan permasalahan makro baik di tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Permasalahan yang terjadi akan semakin besar manakala tidak pernah dilakukan identifikasi permasalahan sesuai sumber penyebab masalah beserta tingkat signifikasinya secara partisipatif. Ketidak-cermatan mengidentifikasi permasalahan sesuai suara masyarakat secara tidak langsung menghambat efektifitas dan efisiensi perencanaan program pembangunan yang pada akhirnya inefisiensi anggaran.

Dalam menyusun RKPDesa tahun 2022 berdasarkan 4 aspek pembahasan , sebagai berikut :

A. EVALUASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PADA RKP Desa SEBELUMNYA (TAHUN ANGGARAN 2020)

B. IDENTIFIKASI MASALAH BERDASARKAN RPJM Desa

Berdasarkan Peraturan Desa Betumonga Nomor Tahun 2022 tentang RPJM Desa Betumonga Tahun 2022-2027 prioritas masalah yang harus diselesaikan meliputi masalah Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan Masyarakat, dan Pembinaan Kemasyarakatan Desa, maupun Pemberdayaan masyarakat. Secara rinci permasalahan tersebut adalah:

1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa a. Pemenuhan Operasional Pemerintah Desa

(32)

b. Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pemerintah Desa c. Revitaslisasi BUMDesa

2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan

a. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Desa Untuk Pendidikan Dan Kesehatan

b. Pembangunan Jalan Tani Desa c. Pembangunan Jalan Lingkungan

d. Pembangunan Drainase Dan Saluran Irigasi Desa e. Pembangunan Jaringan Air Bersih untuk Warga Desa 3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan

a. Operasional Lembaga Desa

b. Pembina Keamanan Dan Ketertiban c. Penyuluhan Hukum

d. Pembinaan Kerukunan Dan Gotong-royong Masyarakat Desa

4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat

a. Peningkatan Kapasitas Lembaga Desa (LPMD, Karang Taruna, PKK, Posyandu, KPMD Dan Lembaga Desa Lainnya)

b. Percepatan Pengentasan Kemiskinan Dengan Proritas Usaha Mikro Kelompok Warga Miskin

c. Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Berdasar Potensi Lokal

C. IDENTIFIKASI MASALAH BERDASARKAN ANALISA KEADAAN DARURAT ANTARA LAIN BENCANA ALAM, KRISIS POLITIK, KRISIS EKONOMI, DAN ATAU KERUSUHAN SOSIAL YANG BERKEPANJANGAN

Analisa keadaan darurat dilakukan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul secara tiba-tiba, baik disebabkan oleh bencana

(33)

alam dan ataupun sebab lain yang apabila tidak segera diatasi akan semakin menimbulkan masalah bagi masyarakat. Berdasarkan analisa pemerintah desa dan laporan yang disampaikan oleh masyarakat, ada beberapa masalah mendesak yang harus secepatnya diatasi oleh pemerintah desa.

Masalah tersebut meliputi:

1. Tindakan medis kurang memadai apabila ada masyarakat yang sakit, karena jarak tempuh dari lokasi ke sarana kesehatan jauh.

2. Jalan tergenang air dan Rusak di waktu musim penghujan 3. Jalan termakan air karena drainase jalan tidak baik.

4. Kerusakan akibat kejadian alam baik hujan (Tanah Longsor) dan angin kencang.

D. IDENTIFIKASI MASALAH BERDASARKAN PRIORITAS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH

RKP Desa sebagai satu kesatuan mekanisme perencanaan daerah dalam proses penyusunannya harus juga memperhatikan prioritas kebijakan pembangunan daerah, mulai dari evaluasi Renja Kecamatan dan ataupun hasil evaluasi pelaksanaan RKP Daerah tahun sebelumnya serta prioritas kebijakan daerah tahun berikutnya. Masukan ini mutlak diperlukan agar RKP Desa benar-benar mendorong terwujudnya visi-misi daerah secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil paparan terkait dengan prioritas kebijakan pembangunan daerah, maka penekanan masalah diprioritaskan bagaimana daerah secara efektif mampu mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi pengembangan sektor ekonomi rakyat. Disamping itu untuk mendukung tercapainya prioritas tersebut perlu didukung sumber daya manusia melalui peningkatan alokasi pendanaan pada sektor pendidikan serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

(34)

BAB IV

ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA

Prioritas kebijakan program pembangunan Desa Betumonga yang tersusun dalam RKP Desa Tahun Anggaran 2021 sepenuhnya didasarkan pada berbagai permasalahan sebagaimana tersebut dalam rumusan masalah di atas. Sehingga diharapkan prioritas program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 nantinya benar-benar berjalan efektif untuk menanggulangi permasalahan di masyarakat, terutama upaya meningkatkan keberpihakan pembangunan terhadap kebutuhan hak-hak dasar masyarakat, seperti Pendidikan, Kesehatan, pendapatan Ekonomi, dan lain-lain. Dengan demikian arah dan kebijakan pembangunan desa secara langsung dapat berperan aktif menanggulangi kemiskinan pada level Desa.

Namun jika ada beberapa rencana kerja pembangunan karena sesuatu hal keterbatasan dana baik yang bersumber dari pemerintah maupun swadaya masyarakat sehingga tidak dapat terlaksana, maka akan terkaver dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) tahun berikutnya.

Rumusan prioritas kebijakan program pembangunan desa Jadi secara detail dikelompokkan, sebagai berikut :

A. PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SKALA DESA TAHUN ANGGARAN 2022

1. Berdasarkan Kewenangan Hak Asal-Usul Desa

Prioritas program pembangunan skala desa merupakan program pembangunan yang sepenuhnya mampu dilaksanakan oleh desa dan berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan masyarakat Desa. Penilaian tersebut meliputi atau mempertimbangkan aspek peningkatan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa, Peningkatan kualitas dan akses terhadap pelayanan dasar, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dan lingkungan, Pengembangan Ekonomi, Pemanfaatan Teknologi tepat guna, pendayagunaan sumber daya alam, pelestarian Adat Istiadat dan

(35)

Sosial Budaya Desa, peningkatan kualitas ketertiban dan ketentraman masyarakat desa dan peningkatan kapasitas masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa. Adapun kemampuan tersebut dapat diukur dari ketersediaan anggaran desa, kewenangan desa dan secara teknis di lapangan desa mempunyai sumber daya.

2. Berdasarkan Kewenangan Lokal Skala Desa

Prioritas program pembangunan Lokal Skala Desa merupakan program dan kegiatan pembangunan yang merupakan kebutuhan riil masyarakat Desa Betumonga tetapi pemerintah desa tidak mampu melaksanakan. Hal ini disebabkan pertama kegiatan tersebut secara peraturan perundangan bukan kewenangan desa. Kedua, secara pembiayaan desa tidak mampu membiayai karena jumlahnya terlalu besar dan yang ketiga, secara sumber daya di desa tidak tersedia secara mencukupi, baik SDM maupun prasarana pendukung lainnya.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka prioritas pembangunan tersebut akan dibawa melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan (Musrenbangcam) oleh delegasi peserta Desa Jadi yang dipilih secara partisipatif pada forum musrenbang desa dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

B. PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2021

Prioritas program pembangunan Lokal Skala Desa merupakan program dan kegiatan pembangunan yang merupakan kebutuhan riil masyarakat Desa Betumonga tetapi pemerintah desa tidak mampu melaksanakan. Hal ini disebabkan pertama kegiatan tersebut secara peraturan perundangan bukan kewenangan desa. Kedua, secara pembiayaan desa tidak mampu membiayai karena jumlahnya terlalu besar dan yang ketiga, secara sumber

(36)

daya di desa tidak tersedia secara mencukupi, baik SDM maupun prasarana pendukung lainnya.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka prioritas pembangunan tersebut akan dibawa melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan (Musrenbangcam) oleh delegasi peserta Desa Jadi yang dipilih secara partisipatif pada forum musrenbang desa dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

C. PAGU INDIKATIF PROGRAM DAN KEGIATAN MASING- MASING BIDANG/SEKTOR

Perkiraan anggaran yang dipergunakan untuk membiayai program &

kegiatan pembangunan skala desa adalah perkiraan pendapatan desa yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa dan Pendapatan Transfer Tahun 2018.

Untuk Belanja Pembangunan dibiayai melalui sumber pendapatan desa yang berasal dari :

1. Pendapatan Asli Desa

2. Pendapatan Transfer (sesuai dengan ketentuan PP. 43 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati nomor 113 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa)

Penetapan perkiraan anggaran pada masing-masing bidang dalam RKP Desa Tahun 2021 ini dilakukan melalui kesepakatan saat pelaksanaan Forum Musrenbang Desa RKP Desa. Hasil kesepakatan tersebut sebagai berikut :

(37)

Belanja Pembangunan (Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan masyarakat Desa) sebesar 100% dari Total Belanja Desa.

Dengan komposisi perkiraan anggaran tersebut, diharapkan visi-misi desa terutama bagaimana mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dapat segera terwujud. Secara lebih rinci perkiraan anggaran belanja dalam APB Desa Tahun Anggaran 2021 tercantum pada Lampiran II Peraturan Kepala Desa Betumonga.

(38)

BAB V PENUTUP

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa pada dasarnya ditentukan oleh sejauh mana komitmen dan konsistensi pemerintahan dan masyarakat desa saling bekerjasama membangun desa. Keberhasilan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada monitoring evaluasi akan lebih menjamin keberlangsungan pembangunan di desa. Sebaliknya permasalahan dan ketidak percayaan satu sama lain akan mudah muncul manakala seluruh komunikasi dan ruang informasi bagi masyarakat tidak memadai.

Diharapkan proses penyusunan RKP Desa yang benar-benar partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat akan mendorong percepatan pembangunan skala desa menuju kemandirian desa. Selain itu dengan akurasi kegiatan yang dapat dengan mudah diakses masyarakat desa, maka diharapkan dalam proses penyusunan APB Desa seluruhnya bisa teranggarkan secara proporsional.

Ditetapkan di : Betumonga Pada Tanggal : 14 Maret 2022 Kepala Desa Betumonga

MAY SARLI, SH

Referensi

Dokumen terkait

Besaran Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 berlaku sepenuhnya terhadap barang impor kain yang dokumen pemberitahuan pabean

SDLC atau Software Development Life Cycle atau sering disebut juga System Development Life Cycle adalah proses pengembangan atau mengubah suatu sistem perangkat

Cropwat 8.0 merupakan aplikasi decision support system yang dikembangkan oleh Land and Water Development Division FAO pada tahun 1991 yang dapat digunakan dalam

prasarana utk mjd kls B Kebijakan khusus utk RS rujukan regional agar dapat dibukakan menu TP sesuai RS Kelas B, dg syarat tersedia SDM & Bangunan & prasarana 2

a) Di depan sakelar harus dipasang pemisah atau gawai lain yang sekurang-kurangnya sederajat untuk memastikan sakelar tersebut bebas tegangan. b) Pada pelayanan

Pada tahap analisis kamus data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu

Percobaan pertama yaitu perlakuan berupa pemberian ekstrak segar teripang yang baru diformulasikan pada media pemeliharaan larva udang galah dan percobaan kedua yaitu

Program Studi di Luar Kampus Utama Politeknik Negeri Pontianak di Kabupaten Kapuas Hulu yang selanjutnya disebut PSDKU Polnep di Kabupaten Kapuas Hulu adalah perguruan