• Tidak ada hasil yang ditemukan

Negara Mitra Utama Bilateral Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Negara Mitra Utama Bilateral Indonesia"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Monitoring Ekonomi & Keuangan Bilateral Mingguan1 Laporan Monitoring Ekonomi & Keuangan Bilateral Mingguan1

KAWASAN ASIA

❖ Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Terhambat Karena Perlambatan Ekonomi

Goldman Sachs dan Nomura kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok 2022 menjadi 3% dan 2,8%. Proyeksi keduanya jauh di bawah target pemerintah yang mematok peningkatan produk domestik bruto tahun ini mencapai 5,5%. Ekonomi Tiongkok diperkirakan melambat setelah sejumlah berita buruk kembali terjadi. Kasus COVID-19 Tiongkok mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Penguncian wilayah dan pembatasan mobilitas berpotensi kembali diterapkan. Pasar properti juga terus melemah dalam bulan ini. Ditambah lagi, gelombang panas membuat sejumlah provinsi kekurangan energi dan memaksa penutupan pabrik-pabrik.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mendorong roda perekonomian kembali berjalan. Bank sentral (PBoC) menurunkan suku bunga pinjaman jangka menengah satu tahun (MLF) sebesar 10 basis points (bps) menjadi 2,75% senilai USD59,33 miliar. Sementara stimulus fiskal dipusatkan pada peningkatan investasi

infrastruktur dan memberikan lebih banyak sumber daya kepada pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pembangunan. Media Pemerintah Tiongkok menyampaikan bahwa pemerintah daerah dapat menjual lebih dari USD229 miliar obligasi untuk mendanai infrastruktur dan kesenjangan anggaran.

❖ Defisit Korea Selatan Naik USD16,9 Triliun pada Semester Pertama 2022

Korea Selatan mencatat defisit sebesar KRW101,9 triliun selama Januari – Juni 2022 atau naik KRW22,2 triliun (yoy). Defisit ini berasal dari peningkatan belanja bantuan sosial kepada pedagang kecil dan masyarakat rentan terdampak pandemi COVID-19 yang jumlahnya mencapai KRW62 triliun pada bulan Mei 2022.

Pemerintah menargetkan defisit hingga akhir tahun akan mencapai KRW110,8 triliun. Sedangkan posisi utang mengalami penurunan karena pemerintah baru saja melakukan pembayaran utang yang jatuh tempo.

Korsel mencatat jumlah utang pemerintah pada Juni 2022 sebesar KRW1.007,5 triliun atau turun KRW 11,2 triliun dari bulan sebelumnya.

RINGKASAN EKSEKUTIF

❖ Tiongkok mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat penguncian wilayah menyusul meningkatnya kembali kasus COVID-19 dalam tiga bulan terakhir.

❖ Wholesale Price Index (WPI) India pada bulan Juli sebesar 13,93% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 16,63% (yoy).

❖ Brazil menunjukkan tanda-tanda stabilisasi ekonomi di tengah tingginya inflasi sebagai dampak positif dari upaya pemerintah menurunkan harga listrik dan bahan bakar.

❖ Penurunan muka air Sungai Rhine dapat menyebabkan penurunan potensi pertumbuhan ekonomi Jerman sebesar 0,5% karena terhambatnya jalur distribusi barang-barang dan produk.

Afrika Selatan (Afsel) terancam masuk ke dalam daftar abu-abu (grey list) dari FATF jika tidak segera mengambil langkah untuk memerangi kegiatan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Monitoring Ekonomi & Keuangan

Negara Mitra Utama Bilateral Indonesia

Edisi 91

15 — 19 Agustus 2022

(2)

Laporan Monitoring Ekonomi & Keuangan Bilateral Mingguan2

Pemerintah menargetkan rasio defisit terhadap PDB pada tahun ini berada di level 5,1% dan dalam lima tahun ke depan berangsur-angsur turun hingga berada di bawah 3%. Sementara itu, posisi utang ditargetkan berada pada level 49,7% terhadap PDB pada akhir tahun 2022 dan hingga tahun 2027 posisi utang akan dipertahankan pada level 50% terhadap PDB. Untuk itu, pemerintah akan mengambil sejumlah kebijakan pengetatan, salah satunya adalah dengan merampingkan lembaga pemerintahan. Kementerian Keuangan sudah mengusulkan penggabungan 42 lembaga afiliasi pemerintah (31%) untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja.

❖ Ekonomi Jepang pada Q2 2022 Tumbuh Positif

Berdasarkan rilis Cabinet Office tanggal 15 Agustus, 2022, PDB riil triwulan II tumbuh 1,1% (yoy) atau 0,5%

(qoq) dibandingkan triwulan I 2022, di angka JPY132 triliun. Kontribusi tertinggi berasal dari konsumsi rumah tangga yang mencapai 1,6%, tetapi terkikis oleh kontribusi negatif dari investasi dan ekspor neto (impor lebih besar daripada ekspor). Investasi privat residen terkontraksi -6,2% sehingga kontribusinya juga negatif di angka -0,2%. Begitu pula dengan investasi publik yang mencapai -8,9% sehingga kontribusinya -0,5% atas pertumbuhan tahunan PDB triwulan II 2022.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang tanggal 17 Agustus 2022, nilai ekspor bulan Juli tumbuh 19% (yoy) dan impor tumbuh 47,2% (yoy). Kontributor terbesar ekspor adalah permesinan yang nilainya 3,3%

atas nilai pertumbuhan ekspor, sementara di impor adalah bahan bakar yang mencapai 24,6% (kontribusi lebih dari 50%). Pada bulan Januari 2022, ekspor Jepang ke Indonesia mengalami peningkatan 36,7% dan impor tumbuh 97,6%, dengan defisit perdagangan di pihak Jepang.

Inflasi Tingkat Pedagang Besar India Turun di Bulan Juli Tingkat harga di pedagang besar India (Wholesale Price Index – WPI) naik 13,93% (yoy) pada Juli. Kenaikan harga ini lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi bulan Mei yang mencapai 16,63% (yoy) yang merupakan rekor inflasi tertinggi. Harga grosir makanan, berkontribusi sekitar seperempat dari indeks WPI, naik 9,41% pada Juli dari 12,41% pada Juni. Buah dan sayuran merupakan produk makanan yang mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni 29,44% dan 18,25%. Data

terpisah yang dirilis minggu lalu menunjukkan bahwa inflasi di tingkat konsumen turun menjadi 6,71% pada Juli, lebih rendah dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, dibantu oleh lebih lambatnya kenaikan harga makanan dan bahan bakar. Mengacu pada perkembangan data inflasi terkini, Para ekonom memperkirakan Reserve Bank of India (RBI) akan menaikkan suku bunga kebijakannya setidaknya 25 bps di bulan depan karena inflasi ritel kemungkinan akan tetap di atas batas toleransinya sepanjang tahun kalender ini, meskipun tanda-tanda perlambatan inflasi mulai terlihat. Kenaikan tingkat harga konsumen telah mendorong Komite Kebijakan Moneter RBI untuk menaikkan tingkat repo (INREPO=ECI) sebesar 140 bps sejak Mei, termasuk 50 bps bulan ini, sementara pemerintah memberlakukan pembatasan ekspor tanaman, termasuk gandum dan gula, sambil memotong pajak bahan bakar.

Perdagangan Internasional Singapura Meningkat pada Bulan Juli 2022

Transaksi perdagangan internasional Singapura kembali menguat sebesar 31% (yoy) pada bulan Juli 2022, melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 30,8% (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan impor sebesar 33% (yoy) atau meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 32,5% ( yoy).

Sementara itu, pertumbuhan ekspor sedikit mengalami pelemahan menjadi 29,1% (yoy) dari bulan Juni sebesar 29,3% (yoy). Penurunan pertumbuhan ekspor pada bulan Juli lebih disebabkan oleh penurunan ekspor domestik non-minyak di sektor non elektronik menjadi 6,1% (yoy) dari bulan sebelumnya sebesar 10% (yoy).

Secara umum, neraca transaksi perdagangan internasional Singapura masih melanjutkan posisi surplus yang pada bulan Juli mencapai SGD3,4 miliar.

❖ Malaysia Optimis Dapat Mencapai Target Pertumbuhan Tahun 2022

Menteri Keuangan Tengku Zafrul Aziz menyebutkan bahwa Malaysia akan menghadapi tantangan berat di Q4 jika perang Rusia – Ukraina masih berlanjut dan kebijakan zero COVID di Tiongkok tetap diberlakukan.

Lebih lanjut Tengku Zafrul menyatakan bahwa jika ada gangguan terhadap rantai pasok dan perdagangan dengan Tiongkok yang merupakan partner dagang terbesar Malaysia, akan mengancam pertumbuhan ekonomi Malaysia. Momentum pertumbuhan Juli –

(3)

Laporan Monitoring Ekonomi & Keuangan Bilateral Mingguan3

September harus kuat, tetapi ini bisa jadi karena di tahun lalu perekonomian Malaysia terkontraksi 4,5%

pada kuartal ketiga 2021.

Terlepas dari tantangan ke depan, Zafrul tetap optimistik bahwa pertumbuhan ekonomi Malaysia tahun ini akan sesuai perkiraan pemerintah yakni antara 5,3% – 6,3%, sangat mungkin di angka 6,3%. Hal ini mengingat konsumsi domestik yang kuat dan pariwisata sudah kembali dibuka sepenuhnya. Belanja ritel untuk bulan Juni meningkat sebesar 44% (yoy) karena paket stimulus fiskal dari pemerintah dan permintaan terpendam dari pandemi telah memberikan dorongan pada pengeluaran konsumen.

Optimisme tersebut diperkuat dengan pengumuman Bank Negara Malaysia pada Jumat pekan lalu, bahwa pertumbuhan ekonomi Malaysia di Q2 2022 mencapai 8,9% (yoy).

KAWASAN AMERIKA

❖ Laju Penjualan Ritel Amerika Serikat Tidak Berubah di Bulan Juli 2022

Pada 17 Agustus 2022 Biro Sensus Amerika Serikat telah resmi menerbitkan Laporan Penjualan Ritel Bulan Juli 2022. Dilaporkan bahwa penjualan ritel secara bulanan datar di bulan Juli, dibandingkan dengan kenaikan sebesar 0,8% (mom) pada bulan sebelumnya. Laporan ini juga lebih rendah dari yang diproyeksikan para ekonom yakni naik 0,1% (mom). Namun, laporan tersebut juga menunjukkan beberapa tanda positif yaitu Penjualan Ritel (tidak termasuk kendaraan bermotor dan suku cadang) naik 0,4% (mom) dan Penjualan Ritel (tidak termasuk bensin dan kendaraan bermotor dan suku cadang) naik 0,7% (mom) di bulan Juli. Penurunan harga bahan bakar menekan penjualan di SPBU, dengan penerimaan SPBU turun 1,8% (mom).

Penjualan kendaraan bermotor dan dealer suku cadang juga turun 1,6% (mom).

Penurunan harga gas, memungkinkan konsumen untuk berbelanja barang-barang lainnya. Penjualan perlengkapan bangunan dan peralatan taman, penjualan di toko furniture, dan penjualan di toko elektronik dan peralatan mengalami sedikit kenaikan.

Pada saat yang sama, konsumen tetap waspada terhadap pengeluaran banyak untuk hal-hal yang kurang diperlukan, penjualan turun 0,6% (mom) di toko pakaian dan 0,5% (mom) di department store karena beberapa retailer seperti Target melaporkan bahwa

perusahaan telah menurunkan beberapa harga untuk menghabiskan stok hingga pendapatan kuartalannya jatuh hampir 90% dari tahun lalu. Namun beberapa hal itu diimbangi oleh peningkatan 2,7% (mom) dalam penjualan online dan kenaikan 1,5% (mom) di toko lain- lain, yang menunjukkan kemungkinan konsumen lebih banyak beralih ke belanja online. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan ritel secara keseluruhan naik 10,3% di bulan Juli (yoy). Apabila dikombinasikan dengan kenaikan upah yang kuat dari pasar tenaga kerja maka akan membantu menopang belanja konsumen di bulan-bulan mendatang dan menjaga ekonomi keluar dari wilayah resesi sehingga kemungkinan akan menjaga Federal Reserve tetap pada jalur pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

❖ Brazil Diperkirakan Tetap Stabil Meskipun Inflasi Tinggi

Presiden Bank Sentral Brazil, Roberto Campos Neto, pada Senin (15/8) menyatakan tanda-tanda stabilisasi ada di Brazil meskipun inflasi cukup tinggi. Hal ini disebabkan dampak dari upaya pemerintah menurunkan harga listrik dan BBM sudah terasa meskipun harga terus naik di sektor jasa. Pada bulan Juli, indeks konsumen acuan Brazil, IPCA, mencatat deflasi sebesar 0,68%, tingkat terendah dalam rangkaian sejarah yang dimulai pada tahun 1980.

Sejauh tahun ini, indikator yang diukur oleh IBGE, adalah 4,77% dan 10,07% dalam 12 bulan. Brazil terkena dampak inflasi global, yang memperparah kondisi krisis air dan beberapa efek inflasi yang kuat pada makanan. Salah satu faktor yang dianggap menyebabkan kenaikan harga meluas, adalah meningkatnya permintaan berbagai produk yang melebihi kapasitas produksi saat itu. Namun, rantai produksi telah menyesuaikan dengan tingkat permintaan yang baru, misalnya penyesuaian besar di sektor produksi tertentu, seperti semikonduktor.

Di sisi lain, aliran devisa (foreign exchange flow) Brazil hingga 12 Agustus (ytd) positif sebesar USD21,870 miliar, bank sentral mengumumkan Rabu (17/8). Pada periode yang sama tahun lalu, hasilnya positif sebesar USD17,763 miliar, dan sepanjang tahun 2021 , terdapat net inflow sebesar USD6,134 miliar. Arus keluar bersih melalui saluran keuangan sebesar USD7,973 miliar pada tahun 2022 hingga 12 Agustus. Hasilnya adalah arus masuk sebesar USD342,342 miliar dan arus keluar

(4)

Laporan Monitoring Ekonomi & Keuangan Bilateral Mingguan4

sebesar USD350,315 miliar. Sebagai informasi, aliran devisa ini mencakup investasi langsung dan portofolio di luar negeri, pengiriman uang keuntungan, dan pembayaran bunga.

KAWASAN AUSTRALIA

❖ Indikasi Pelemahan Ekonomi Australia

Australian Bureau of Statistics mencatat tingkat pengangguran di Australia terus menurun menjadi 3,4%

di bulan Juli namun terdapat 40.900 orang kehilangan pekerjaannya di bulan Juli. Dalam penjelasannya, penurunan tingkat pengangguran disebabkan menurunnya participation rate yang mengindikasikan penurunan jumlah tenaga kerja yang sedang bekerja atau sedang aktif mencari pekerjaan yang menurun 0,4% dari bulan sebelumnya. Beberapa sektor yang mengurangi jumlah tenaga kerjanya meliputi sektor konstruksi, perdagangan termasuk perdagangan retail, hospitality, dan pariwisata. Beberapa pengamat menilai bahwa penurunan tenaga kerja ini juga merupakan implikasi kenaikan suku bunga bank sentral yang cukup agresif untuk mengendalikan tingginya inflasi di dalam negeri. Pasar tenaga kerja di Australia juga mengalami permasalahan lain yaitu rendahnya tingkat kenaikan upah dibandingkan kenaikan inflasi. Kenaikan tingkat upah tahunan hanya meningkat 2,6% di saat inflasi mencapai 6,1% yang semakin meningkatkan biaya hidup bagi para pekerja. Asosiasi pengusaha di Australia juga meminta agar bank sentral mempertimbangkan kembali rencana peningkatan tingkat suku bunga sebesar 0,5% di bulan September.

KAWASAN EROPA

Penurunan Level Air Sungai Rhein Mengancam Ekonomi Jerman

Jerman terancam mengalami kekeringan karena suhu musim panas dan berkurangnya curah hujan yang menyebabkan tingkat air Sungai Rhine turun drastis.

Sungai Rhein merupakan rute transportasi utama bagi Jerman yang menghubungkan negara melalui berbagai saluran, dan membentuk jaringan pelayaran, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri dan perdagangan Jerman. Sekitar 300 juta ton barang dan produk dikirim dari Rhine setiap tahun, yang merupakan 80% dari transportasi air di Jerman. Kantor berita Jerman melaporkan pada Selasa (16/8) ketinggian air Rhine di salah satu titik pengukuran dekat

perbatasan Belanda telah mencapai titik terendah dalam sejarah. Permukaan air surut menjadikan jalan raya dan kereta api harus dioperasikan secara signifikan, sehingga meningkatkan biaya transportasi bagi industri dan perdagangan.

Para ekonom memperkirakan hambatan pengiriman di jalur Rhine dapat memukul setengah poin persentase dari pertumbuhan ekonomi tahun ini secara keseluruhan di Jerman. Rendahnya muka air Sungai Rhine menambah beban transportasi perusahaan kimia seperti BASF yang dapat menyebabkan pengurangan produksi. Selain itu, seiring dengan meningkatnya kembali penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik, rendahnya level air di Sungai Rhine meningkatkan risiko kekurangan pasokan batu bara yang berpotensi menurunkan produksi listrik sebesar 4%.

❖ Para Ekonom Pesimis Terhadap Outlook Ekonomi Inggris

Menguatnya risiko terjadinya resesi ditambah dengan perkiraan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi menyebabkan para ekonom semakin pesimis terhadap prospek ekonomi Inggris. Hal tersebut tercatat dalam survei Bloomberg terbaru yang dilakukan dilakukan antara 5 - 11 Agustus, beberapa hari setelah Bank of England (BoE) mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 bps, yang merupakan kenaikan terbesar dalam 27 tahun terakhir pada tanggal 4 Agustus.

Kenaikan serupa diperkirakan akan dilakukan juga pada bulan September mendatang, sebagai bagian dari kebijakan untuk memerangi inflasi. Kenaikan seperempat poin berikutnya pada bulan November akan membawa suku bunga acuan BoE menjadi 2,5%, di atas perkiraan sebelumnya sebesar 2%.

Meskipun demikian, terdapat golongan ekonom yang masih melihat Inggris akan mampu menghindari resesi, dengan kontraksi kecil diprediksi akan terjadi pada kuartal keempat tahun 2022, diikuti oleh stagnasi di bulan-bulan awal 2023, dan kemudian dimulainya kembali pertumbuhan moderat. Namun, harus diakui bahwa risiko terjadinya resesi semakin meningkat.

Probabilitas resesi sekarang diperkirakan mencapai 75%, naik tajam dari 44% pada awal Juli dan lebih tinggi dari September 2020 ketika pandemi berkecamuk.

Inggris sendiri telah melewati dua tahun tanpa

(5)

Laporan Monitoring Ekonomi & Keuangan Bilateral Mingguan5

pertumbuhan ekonomi di tiap kuartalnya, yang salah satunya disebabkan oleh krisis kenaikan biaya hidup.

❖ Risiko Kebangkrutan Massal Perusahaan Berskala Kecil di Prancis

Pada Maret 2020, pemerintah Prancis mengumumkan EUR300 miliar untuk pinjaman yang dijamin pemerintah untuk memastikan bank-bank menerima pinjaman yang diajukan oleh berbagai perusahaan.

Pada Desember 2021, sejumlah EUR137 miliar dari pinjaman tersebut telah diberikan kepada lebih dari 660.000 perusahaan yang 88% di antaranya adalah perusahaan berskala mikro. Meskipun skema tersebut membuat sektor bisnis bisa bertahan selama pandemi, sekarang banyak di antaranya yang kesulitan untuk membayar kembali bantuan negara tersebut, yang mana cicilan pertama harus dibayarkan pada bulan Mei.

Berdasarkan informasi dari Serikat Pekerja, sekitar 120.000 hingga 180.000 atau 20-30% dari bisnis mikro mengalami kesulitan.

Inflasi yang terjadi dan kenaikan upah minimum 3%

sejak awal tahun membuat perusahaan-perusahaan tersebut semakin sulit untuk melakukan pembayaran.

Antara penggantian pinjaman yang dijamin negara dan kontribusi jaminan sosial, perusahaan harus membayar rata-rata tambahan EUR900 per bulan. Kondisi ini sangat sulit dilakukan, terutama bagi perusahaan di sektor restoran dan pariwisata. Oleh karena itu, apabila pemerintah tidak mendukung perusahaan-perusahaan tersebut maka akan terjadi risiko kebangkrutan massal.

KAWASAN AFRIKA

Afrika Selatan Terancam Masuk Daftar Abu-abu FATF Gubernur Bank Sentral Afsel, Lesetja Kganyago mendesak untuk mengambil tindakan segera untuk mencegah negara masuk klasifikasi negara grey list atau daftar abu-abu Financial Action Task Force (FATF).

Daftar abu-abu diartikan bahwa suatu negara di bawah pengawasan FATF untuk memeriksa tindakan melawan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Lembaga FATF yang berbasis di Paris telah memberikan waktu hingga Oktober 2022 kepada ekonomi paling maju di Afrika tersebut untuk memperbaiki kelemahan dalam memerangi kegiatan pencucian uang dan pendanaan terorisme atau akan berisiko bergabung dengan 23 negara yang sudah terkena sanksi, termasuk Pakistan, Turki, Uganda, Maroko, dan Senegal.

Adanya pengawasan dari FATF ini akan memberikan konsekuensi negatif bagi ekonomi. Klasifikasi tersebut akan dipertimbangkan oleh Uni Eropa untuk meningkatkan due diligence pada lembaga keuangan Afsel, meningkatkan biaya pinjaman dan akan mempersulit akses modal. Gubernur Kganyago menyatakan urgensi masalah ini dan Afsel perlu menunjukkan kemajuan signifikan untuk mencegah masuk daftar abu-abu, atau jika masuk daftar abu-abu, Afsel dapat keluar dari daftar abu-abu itu dalam waktu 12 bulan.

_______________________________________________________________________________________________________

Penanggung Jawab: Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, BKF.

Penyusun: Cahya AI, Devi YB, Agung HN, Deasi TW, Adistha LW, Martin LB, Yudha P, Sepriza T, Elvega MK, Ari S, Geoniko AL, Priananda S, Titis AW Editor: Nugroho JS, Hendrawan TS

Sumber Data: CEIC, economic news, portal resmi pemerintah negara mitra, dan diolah dari berbagai sumber yang relevan.

Dokumen ini disusun hanya sebatas sebagai informasi. Semua hal yang relevan telah dipertimbangkan untuk memastikan informasi ini benar, tetapi tidak ada jaminan bahwa informasi tersebut akurat dan lengkap serta tidak ada kewajiban yang timbul terhadap kerugian yang terjadi atas tindakan yang dilakukan dengan mendasarkan pada laporan ini. Hak cipta Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian pita suara buatan yang telah dilakukan, didapatkan bahwa rentang nilai frekuensi dasar yang dihasilkan dari model biomekanik pria bernilai 151.2 Hz –

Sebagai upaya dalam perubahan perilaku dan cara pandang generasi muda, UNICEF memfokuskan pada program-program rehabilitasi psikososial dalam pendidikan perdamaian

Diisi sesuai dengan nilai bersih (netto) berkurang atau bertambahnya nilai posisi untuk setiap jenis rekening AFLN/KFLN LKNB pelapor yang bukan disebabkan oleh transaksi. Kolom

Hasil hitungan uji chi square dengan tingkat signifikan α = 0,05 dimana didapatkan ρ value = 0,014 maka ρ value = 0,014 < α = 0,05 yang artinya H 1

Mekanisme Adaptasi Kedelai (Glycine max (L) Merr) terhadap Cekaman Intensitas Cahaya Rendah.. Sekolah

Ciri-ciri Zygomycota Ascomycota Basidiomyc ota Deuteromy cota Reproduksi aseksual Membentuk konidia Membentuk konidia Membentuk konidia Membentuk konidia Reproduksi

Metode penelitian pengembangan yang mengacu pada Borg & Gall dilakukan dengan langkah-langkah prosedur pengembangan: 1) Melakukan studi pendahuluan dan

ditampilkan dengan diolah terlebih dahulu sehingga mampu mewakili ide dan gagasan yang ingin diungkap penulis.Rumah adalah simbol nyata yang juga ditampilkan