69
Uji coba pemakaian
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan bidang pendidikan.
Produk yang dikembangkan adalah modul system sirkulasi darah yang berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berprikir kritis peserta didik.
Penelitian dan pengembangan ini menurut Borg and Gall (Sugiyono, 2017), merupakan penelitian yang menghasilkan suatu produk yang layak dan efektif digunakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bagan alur penelitian disajikan dalam gambar 3.1.
.
Gambar 3.1. Langkah-langkah metode RnD menurut Borg and Gall
Sesuai pada gambar 3.1, prosedur penelitian dan pengembangan terdiri atas sepuluh tahap, yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi ahli, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, dan 10) produksi masal.
Potensi dan
masalah 1
B. Prosedur Penelitian
1. Potensi dan Masalah
Pencarian potensi dan masalah pada lingkungan atau lokasi penelitian.
Menurut (Sugiyono, 2017), potensi merupakan segala sesuatu yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya untuk meningkatkan kualitas. Masalah yaitu suatu penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Pencarian petensi dan masalah digali dari:
a. SNP SMA Batik 1 Surakarta
b. nilai rata-rata UN Biologi SMA Batik 1 tahun 2016-2019, c. analisis butir soal UN Biologi tahun 2016-2019
d. observasi buku ajar yang digunakan e. tes keterampilan berpikir kritis, dan f. Analisis kebutuhan
2. Pengumpulan Data
Pengumpulan data-data untuk memecahkan masalah yang ditemukan dapat dilakukan dengan:
a. Studi literatur
Suatu usaha mengumpulkan informasi untuk memecahkan masalah yang ditemukan. Mempelajari penelitian-penelitian terdahulu guna memecahkan masalah. Mengaitkan informasi-informasi dari berbagai sumber dan penelitian terdahulu dengan temuan–temuan di lokasi penelitian, sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan.
b. Menyusun data temuan di lokasi penelitian Data-data yang terkumpul dianalisis, yaitu:
1) nilai rata-rata UN Biologi SMA Batik 1 tahun 2016-2019,
2) butir soal UN Biologi tahun 2016-2019 di SMA Batik 1 Surakarta, 3) gap SNP SMA Batik 1 Surakarta,
4) tes keterampilan berpikir kritis,
5) Observasi buku ajar yang digunakan, dan 6) Analisis kebutuhan.
Hasil observasi penyebab rendahnya rata-rata hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik, menentukan jenis materi yang dibuat modul dari analisis ketercapaian butir indikator kompetensi. Dari hasil analisis diperoleh bahwa materi yang dapat dijadikan materi modul adalah sel, sistem gerak, sistem pencernaan, sistem reproduksi, jaringan hewan, jaringan tumbuhan, sistem sirkulasi, transportasi pada sel dan sistem imun. Pada penelitian ini memilih sistem sirkulasi sebagai materi pengembangan modul karena nilai persentase capaian kompetensi dari tahun 2016 sampai 2019 mengalami penurunan hingga separoh nilai, yaitu dari 85,54% pada tahun 2016, dan 49,66%
pada tahun 2019. Observasi lapangan, yaitu observasi bahan ajar yang digunakan dan wawancara dengan guru.
3. Desain Produk
Produk yang dihasilkan pada penelitian ini adalah modul peserta didik dan modul guru. Modul yang dikembangkan diberi judul Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing. Sebelum menyusun produk, diawali dengan menyusun matrik modul sesuai dengan sintaks inkuiri terbimbing dan menyusun matrik penilaian. Menentukan jenis-jenis fitur dalam modul, yaitu sebagai berikut:
a. Pendahuluan: deskripsi modul yang berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi,, tujuan, petunjuk penggunaan dan tahap inkuiri terbimbing .
b. Penelitian: berisi waktu pembelajaran, aktivitas penelitian, materi, tes sumatif.
c. Aktivitas penelitian berisi kegiatan: open dengan istilah “Yuk Terbuka”, emmerse dengan istilah “Yuk Menyelam”, explore dengan istilah “Yuk Luaskan”, identify dengan istilah “Yuk Tentukan”, gather dengan istilah
“Yuk Bersama”, create dengan istilah “Yuk Berkarya”, share dengan istilah
“Yuk Berbagi”, dan evaluate dengan istilah “Yuk Evaluasi”.
d. Teori yang mendukung dengan istilah “Yuk Membaca”.
e. Rangkuman: berisi rangkuman dari materi kegiatan.
f. Soal-soal untuk uji pemahaman konsep tiap tema penelitian dengan istilah
“Cek Kemampuan”, “Cek Kompetensi” untuk tes uji pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis.
g. Kunci jawaban.
Modul guru yang berjudul Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing berisi bab pendahuluan dan bab inti. Bagian pendahuluan berisi pentunjuk penggunaan modul peserta didik, pembelajaran abad 21, standar proses dan sintaks inkuiri terbimbing. Bagian inti berisi tentang silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, peta konsep, pembahasan soal dan rubrik penilaian.
4. Validasi Desain
Penelitian ini dihasilkan suatu produk, yaitu Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing. Validasi desain adalah kegiatan menilai produk agar diperoleh produk yang layak, yaitu mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Validasi produk dilakukan oleh beberapa ahli penilai modul.
hasil penilaian ini dapat diketahui kelemahan dan kekekuatan modul.
Validatornya meliputi ahli materi, ahli model, ahli bahasa dan praktisi (guru).
Guna validasi Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing diperlukan instrumen kevalidan modul yang berupa lembar validasi untuk ahli materi, ahli media, ahli bahasa dan praktisi. Indikator validasi modul oleh ahli materi disajikan pada tabel 3.1. Indikator validasi modul oleh ahli bahasa disajikan pada tabel 3.2. Indikator validasi modul oleh ahli pembelajaran disajikan pada tabel 3.3. Instrumen validasi berisi pernyataan-pernyataan yang dinilai dengan skor skala Likert serta memuat kolom komentar dan saran dari para ahli guna perbaikan modul.
Tabel 3.1. Indikator validasi ahli materi
No Aspek Indikator
1 Kelayakan Isi
Kesesuaian materi dengan KI dan KD
Keakuratan materi Kemutahiran materi Kegiatan pembelajaran 2 Kelayakan Penyajian
Teknik penyajian Kelayakan penyajian Penyajian pembelajaran
3 Inkuiri terbimbing Karakteristik inkuiri terbimbing Sistem penilaian
Tabel 3.2. Indikator validasi ahli bahasa
No Aspek Indikator
1 Kelayakan Kegrafisan
Ukuran modul
Desain sampul modul Desain isi modul
2 Kelayakan Bahasa
Lugas Komunikatif Interaktif
Kesesuaian dengan perkembangan peserta didik
Kesesuaian dengan kaidah bahasa Penggunaan istilah, symbol, lambang
Tabel 3.3. Indikator validasi ahli pembelajaran
No. Aspek Indikator
1 Kelayakan kegrafisan Ukuran modul
Desain sampul modul Desain isi modul 2 Kelayakan Bahasa Lugas
Komunikatif Interaktif
Kesesuaian dengan peserta didik
Lanjutan tabel Kesesuaian dengan kaidah bahasa Penggunaan istilah, symbol, maupun lambang
3 Kelayakan pembelajaran Pendukung dasar pembelajaran Rencana pembelajaran
Data yang diperoleh dari angket lembar validasi ahli berupa skor dihitung dengan rumus berikut :
𝑥𝑥 =𝑚𝑚1 ×∑ 𝑥𝑥𝑛𝑛
Keterangan :
𝑥𝑥 = rerata perolehan skor
∑ 𝑥𝑥 = jumlah skor yang diperoleh 𝑛𝑛 = banyaknya butir pernyataan 𝑚𝑚 = banyaknya validator
Hasil perhitungan rerata perolehan skor kevalidan di atas, selanjutnya skor rerata diubah menjadi kualitas berdasarkan kriteria penilaian acuan patokan (PAP).
Pada lembar validasi, skor maksimal adalah 4 dan skor minimal adalah 1.
Kemudian dicari rentang tiap kelas dengan cara 4−1
5 = 0,6, sehingga diperoleh rentang kriteria sesuai yang disajikan tabel 3.4. Indikator kevalidan produk dalam kriteria minimal sangat baik.
Tabel 3.4. Pedoman pengubahan data kuantitatif ke kualitatif
Nilai Rentang skor Kriteria
A 3,4 < 𝑥𝑥 ≤ 4 Sangat Baik
B 2,8 < 𝑥𝑥 ≤ 3,4 Baik
C 2,2 < 𝑥𝑥 ≤ 2,8 Cukup
D 1,6 < 𝑥𝑥 ≤ 2,2 Kurang
E 1 < 𝑥𝑥 ≤ 1,6 Sangat Kurang
(diadaptasi dari Eko Putro Widoyoko ( Sari, Farida, & Syazali, 2016)
…….. Persamaan 3.1
5. Revisi Desain
Suatu kegiatan memperbaiki draft Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing yang sudah divalidasi oleh ahli media, ahli materi , ahli bahasa jika ada masukan dari para ahli. Setelah draft Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri diperbaiki, modul dicek kembali oleh para ahli.
6. Uji Coba Produk
Melakukan uji coba Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing yang valid pada perorangan sebanyak 10 orang, dengan tinjaun segi keterbacaan dan keterpahaman bahasa modul. selanjutnya dilakukan revisi modul berdasarkan masukan dari 10 orang tersebut.
Langkah selanjutnya dilakukan uji kelompok kecil pada satu kelas sebanyak 34 peserta didik SMA Batik 1 Surakarta. Peserta didik diberi pembelajaran sesuai dengan RPP yang disusun menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing dan menggunakan Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing yang dikembangkan. Pada pertemuan terakhir diberi tes dan angket respon peserta didik. Uji coba produk ini digunakan untuk mengukur kepraktisan modul. Selain itu, modul yang dikembangkan ini diberikan kepada guru Biologi dan angket respon guru. Data yang diperoleh dari uji coba produk adalah angket respon peserta didik, angket respon guru, dan saran perbaikan modul.
Penilaian keterampilan berpikir kritis menggunakan rubrik penskoran yang dimodifikasi dari Ronis (2011) disajikan dalam tabel 3.5 di bawah ini.
Tabel 3. 5. Rubrik penskoran keterampilan berpikir kritis.
Aspek keterampilan berpikir kritis
Pemula 1-belum
Dasar 2-ya, tapi
Mahir 3-ya
Canggih 4-ya plus Rumusan
masalah
Belum tersusun rumusan masalah
Tersusun rumusan masalah, tetapi belum sesuai topic.
Rumusan masalah utama yang sesuai tema.
Rumusan masalah utama, dan rumusan masalah pendukung yang lengkap dan terpirinci sesuai tema .
Pengumpulan data
Belum terkumpul data
Ada data tetapi ada yang tidak sesuai
dengan kebutuhan
Terkumpul
data sesuai dengan
kebutuhan
Terkumpul data yang lengkap, terperinci dan sesuai dengan kebutuhan.
Analisis data Belum tersusun hasil analisis data.
Tersusun hasil analisis data, tetapi kurang
sesuai
petunjuk atau banyak yang belum
diselesaikan.
Tersusun
analisis data yang sesuai petunjuk, ada analisis yang tertinggal/belu m selesai.
Analisis sudah dikembangkan
untuk memperjelas masalah.
Simpulan Belum/
tidak tersusun simpulan
Tersusun simpulan tetapi belum sesuai
rumusan masalah .
Simpulan menjawab beberapa rumusan
masalah dan sesuai data.
Simpulan menjawab
rumusan masalah, sesuai data yang diperoleh, jelas.
Memberikan alasan
Tidak memberika n alasan
Memberikan alasan tetapi tidak tepat.
Memberikan alasan dengan tepat
Memberikan
alasan dengan tepat, lengkap dan jelas
Tabel 3.6. Rentang skor keterampilan berpikir kritis No. Kemampuan
berpikir kritis
Skor Rentang skor
Rentang Nilai
1 Pemula 1 1,0 – 1,7 25 – 42,5
2 Dasar 2 1,8 – 2,5 45 – 62,5
3 Mahir 3 2,6 - 3,3 65 – 82,5
4 Canggih 4 3,4 - 4,0 85 – 100
(Ronnis, 2011)
Instrumen kepraktisan/keterbacaan modul berupa lembar angket respon untuk peserta didik dan lembar angket untuk guru biologi. Lembar angket respon peserta didik dan guru berisi pernyataan-pernyataan yang dinilai dalam skor skala Likert dan kolom keterangan yang memuat komentar dan saran dari peserta didik dan guru untuk perbaikan modul. Hasil dari pengisian angket tersebut, diperoleh data kepraktisan/keterbacaan modul di kelas uji coba produk. Data yang diperoleh dari angket respon peserta didik dan angket guru biologi berupa skor dihitung dengan rumus berikut :
𝒙𝒙� = 𝒎𝒎𝟏𝟏 x ∑ 𝒙𝒙
𝒏𝒏 …….. Persamaan 3.3 Keterangan :
𝑥𝑥̅ = rerata perolehan skor
∑ 𝑥𝑥 = jumlah skor yang diperoleh 𝑛𝑛 = banyaknya butir pertanyaan 𝑚𝑚 = banyaknya validator
Perhitungan rerata perolehan skor kepraktisan di atas, selanjutnya diubah menjadi kualitas berdasarkan kriteria sesuai pada konversi kevalidan modul pada tabel 3.4. Indikator kepraktisan modul yang dikembangkan ini dalam kriteria min- imal cukup.
7. Revisi Produk
Bila pengujian kepraktisan Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing pada sampel yang terbatas menunjukkan hasil yang signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing, maka modul tersebut dapat diberlakukan pada kelas yang lebih luas kepada peser- ta didik tempat pengambilan sampel.
8. Uji Coba Pemakaian
Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing yang diujicobakan pada sampel kecil direvisi, maka modul diujicobakan pemakaiannya
pada lingkup yang luas/lebih luas. Tujuan uji coba pemakaian modul ini untuk menguji keefektifannya. Harapannya modul yang dikembangkan dapat mening- katkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
a. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian di SMA Batik 1 Surakarta kelas XI-MIPA.
Penelitian dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan atau selama 3 minggu. Uji coba ini untuk mengukur keefektifan Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing.
b. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah SMA Batik 1 Surakarta yang terletak di Jl. Slamet Riyadi no.445 Surakarta. Sampel penelitian yaitu peserta didik kelas XI-MIPA. Tehnik pengambilan sampel secara Simple Randome Sam- pling. Sampel sebanyak 160 peserta didik. Kemudian dipilih kelas eksperi- men dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberi perlakuan dengan Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing. Kelas kontrol adalah kelas yang tidak diberi Modul Sistem Sirkulasi Darah Ber- basis Inkuiri Terbimbing atau pembelajaran seperti yang dilakukan guru sebelumnya.
c. Instrumen dan Data Keefektifan Modul
Instrumen untuk mengambil data keefektifan modul menggunakan tes hasil belajar dan tes keterampilan berpikir kritis. Instrument tes berupa soal uraian. Sebelum digunakan soal ini divalidasi oleh ahli dan peserta didik yang pernah menerima materi sistem sirkulasi darah. Validasi oleh
ahli pada aspek materi, konstruksi dan bahasa. Validasi soal kepada peserta didik yang pernah menerima materi sistem peredaran darah sebanyak 32 pe- serta didik. Hasil penskoran validasi soal ini dianalisis validitas, realibitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran.
Validitas (Singarimbun dan Effendi (2011)), yaitu angka indeks yang menunjukkan bahwa suatu alat ukur dapat untuk mengukur apa yang semestinya diukur (Susanto, Rinaldi, & Novalia, 2015). Instrumen yang valid berarti instrumen itu dapat digunakan untuk mengukur apa yang semestinya diukur (Sugiyono, 2017). Uji validitas soal keterampilan ber- pikir kritis menggunakan persamaan 3.4 (Yusup, 2018).
…. Persamaan 3.4
Keterangan:
rxy = koefisien korelasi Product Moment n = jumlah responden
xi = skor setiap item pada percobaan pertama yi = skor setiap item pada percobaan selanjutnya
Untuk mengetahui kevalidan item soal dengan cara membanding- kan nilai r hitung dengan r tabel untuk α = 0.05. Jika nilai r hitung > r tabel, Pearson Corelation bernilai positif, maka item soal dinyatakan val- id (Yusup, 2018). Jika r hitung < r tabel dan Pearson Corelation bernilai negatif, maka item soal dinyatakan tidak valid. Kategori validitas dan kriteria butir soal disajikan pada tabel 3.7.
Tabel 3.7. Kriteria product moment No. Nilai produk moment kriteria
1 0.8 ≤ rxy ≤ 1.0 Sangat tinggi/valid 2 0.6 ≤ rxy < 0.8 Tinggi/valid 3 0.4 ≤ rxy < 0.6 Cukup 4 0.2 ≤ rxy < 0.4 Rendah 5 0,0 ≤ rxy < 0.2 Sangat rendah
( Son, 2019)
Reliabilitas adalah angka indeks yang menunjukkan bahwa suatu alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan (Susanto, Rinaldi, & Novalia, 2015). Suatu instrument mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi bila instrumen tersebut memberikan hasil yang tetap (Arikunto, 1996). Untuk uji reliabilitas soal menggunakan persamaan 3.5 (Yusup, 2018). Nilai Alfa Cronbach’s (Hinton, 2004) dan kriteria reliabilitas soal dapat dilihat pada tabel 3.8 ( Son, 2019)
….. Persamaan 3.5
Keterangan:
ri = koefisien reliabilitas Alfa Cronbach k = jumlah item soal
Σsi2 = jumlah varians skor tiap item st2 = varians total
Tabel 3.8. Kriteria reliabilitas butir soal No. Koefisien reliabilitas Kriteria
1 0,00 ≤ ri < 0,50 Derajat reliabilitas rendah 2 0,50 ≤ ri < 0,70 Derajat reliabilitas sedang 3 0,70 ≤ ri < 0,90 Derajat reliabilitas tinggi 4 0,90 ≤ ri≤ 1,00 Derajat reliabilitas sangat tinggi
( Son, 2019).
Uji tingkat kesukaran butir soal dilakukan untuk mengetahui indeks kesukaran butir soal.Uji tingkat kesukaran butir soal menurut Nitko (2011) menggunakan persamaan 3.6 (Arifin, 2017). Kriteria indeks kesukaran butir soal keterampilan berpikir kritis disajikan pada tabel 3.9.
Kriteria butir soal ada 3 jenis, yaitu soal sukar, sedang dan mudah.
𝑷𝑷 =𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓−𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓 𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒓𝒓−𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒓𝒓 𝒎𝒎𝒎𝒎𝒏𝒏𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎
𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒓𝒓 𝒎𝒎𝒓𝒓𝒔𝒔𝒔𝒔𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒏𝒏−𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒔𝒓𝒓 𝒎𝒎𝒎𝒎𝒏𝒏𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎𝒎 … Persamaan 3.6
P = Indeks Kesukaran
Tabel 3.9. kriteria indeks kesukaran (Difficult Index) No. Indeks kesukaran butir soal Kriteria
1 P < 0,30 Sukar
2 0,30 ≤ P ≤ 0,70 Sedang
3 P > 0,7 Mudah
(Arifin, 2017)
Daya beda (DP) suatu soal adalah kemampuan suatu soal dapat membedakan antara peserta didik yang mampu dengan peserta didik yang tidak mampu ( (Arifin, 2017). Lebih lanjut Arifin (2017) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan peserta didik yang mampu adalah peserta didik yang mampu menjelaskan materi yang sudah diajarkan. Sedang peserta didik yang tidak mampu adalah peserta didik yang belum mampu menjelaskan materi yang sudah diajarkan. Cara menentukan indeks daya pembeda (DP) soal uraian sebagai berikut. 1) Data yang diperoleh diurutkan dari nilai yang tinggi ke rendah. 2) Dipilih sebanyak 50%
peserta kelompok bawah dari total sampel. 3) Dipilih sebanyak 27% dari sisa kelompok bawah sebagai kelompok atas. Sisanya adalah peserta didik kelopok sedang. 4) Menghitung indeks daya pembeda dengan persamaan 3.7. Kriteria soal berdasarkan Daya Pembeda disajikan pada tabel 3.10.
𝐷𝐷𝐷𝐷 =𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟 𝑘𝑘𝑟𝑟𝑘𝑘𝑘𝑘𝑚𝑚𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑎𝑎 − 𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟 𝑘𝑘𝑟𝑟𝑘𝑘𝑘𝑘𝑚𝑚𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝑏𝑏𝑟𝑟𝑏𝑏𝑟𝑟ℎ
𝑎𝑎𝑘𝑘𝑘𝑘𝑟𝑟 𝑚𝑚𝑟𝑟𝑘𝑘𝑎𝑎𝑚𝑚𝑚𝑚𝑚𝑚𝑛𝑛 .. Persamaan 3.7
Nitko (2011) sumber (Arifin, 2017)
Tabel 3.10. Kriteria soal berdasarkan Daya Pembeda
Indeks DP Keputusan
≥ 0,3 Diterima
0,1 – 0,29 Direvisi
< 0,10 Ditolak
Supranata (2009) sumber (Arifin, 2017)
d. Analisis Keefektifan Modul
Pada analisis data keefektifan modul dilakukan pada hasil tes keterampilan berpikir kritis pada pretest dan posttest di kelas eksperimen (kelas yang menggunakan Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuir Terbimbing). Tujuan analisis data keefektifan modul untuk mengetahui adanya peningkatan nilai hasil pretest dengan posttest pada kelas ekspemen.
Kelas eksperimen sebelumnya diberi tes keterampilan berpikir kritis.
Kemudian diberi pembelajaran menggunakan Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing. Selanjutnya diberi tes keterampilan berpikir kritis. Kelas kontrol dilakukan pretest, diberi pembelajaran tanpa menggunakan Modul Sistem Sirkulasi Manusia Berbasis Inkuiri Terbimbing, seperti pembelajaran yang biasa diberikan oleh guru.
Kemudian kelas kontrol diberi posttest keterampilan berpikir kritis. Siklus tersebut dapat dilihat pada gambar 3.2. Selanjutnya nilai posttest kelas ek- sperimen dibandingkan dengan nilai posttest kelas kontrol.
Gambar 3.2. Siklus uji keefektifan
Sebelum ditetapkan kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka dilakukan uji prasarat, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas dan homogenitas menggunakan program SPSS statistik version
17. Uji normalitas (Kumaidi & Manfaat, 2016) untuk mengetahui kondisi sampel berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Maka dari hal ini muncul hipotesis, yaitu :
H0: sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
H1: sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Untuk taraf signifikansi, α = 0,05.
Uji Homogenitas untuk mengetahui bahwa kondisi sampel yang diambil dari populasi bervariansi sama. Dari hal ini muncul hipotesis, yaitu:
H0: σ12 = σ22 (populasi homogen) H1: σ12≠ σ22 (populasi tidak homogen) Untuk taraf signifikansi, α = 0,05.
Proses selanjutnya dilakukan uji keefektifan Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing. Uji ini untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis. Analisis statistik untuk mengetahui keefektifan modul menggunakan uji Z karena jumlah sampel lebih dari 30. Langkah- langkah melakukan uji Z sebagai berikut (Kumaidi & Manfaat, 2016):
1) Menentukan hipotesis dan taraf signifikan
H0: tidak ada perbedaan rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen
H1: ada perbedaan rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis peserta
didik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen Taraf Signifikansi, yaitu α = 0,05
2) Menentukan batas kritis (BK)
Untuk menentukan batas kritis (BK) dengan persamaan 3.8
BK = �𝒏𝒏𝒔𝒔−𝟏𝟏𝑺𝑺𝒔𝒔𝟐𝟐 +𝒏𝒏𝑺𝑺−𝟏𝟏𝑺𝑺𝑺𝑺𝟐𝟐 …. Persamaan 3.8
Keterangan
Sk = standar deviasi kelas kontrol Se = standar deviasi kelas eksperimen nk = jumlah sampel kelas kontrol ne = jumlah sampel kelas eksperimen
3) Menentukan distribusi normal tabel (Z tabel)
Menentukan nilai 0,05 di kolom 3 pada tabel distribusi normal standar, kemudian ditarik garis ke kiri dan ke kanan, sehingga ketemu angka
±1,96. Sehingga diperoleh grafik distribusi normal pada gambar
4) Menentukan Z hitung
Menentukan Z hitung dengan persamaan 3.9.
Gambar 3.3. Distribusi normal uji Z
Z hitung = (𝑿𝑿�𝒔𝒔−𝑿𝑿�𝑺𝑺)−(𝝁𝝁𝒔𝒔−𝝁𝝁𝑺𝑺)
𝑩𝑩𝑩𝑩 ………Persamaan 3.9
Keterangan:
𝑋𝑋�𝑘𝑘 = rata-rata nilai kelas control 𝑋𝑋�𝑟𝑟 = rata-rata nilai kelas eksperimen BK = batas kritis
(𝜇𝜇𝑘𝑘 − 𝜇𝜇𝑟𝑟) = 0
5) Menentukan keputusan
Keputusan distribusi normal Z adalah jika nilai Z hitung < Z tabel dengan nilai α = 0,05, maka Ho ditolak.
6) Menentukan kesimpulan
Jika Ho ditolak, maka H1 diterima, yaitu ada perbedaan nilai rata- rata keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sehingga dapat dikatakan bahwa Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing dikatakan efektif jika memberi efek meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen.
9. Revisi Produk
Revisi Modul Sistem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing dilakukan, bila terdapat kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan pada
saat penggunaan modul dilingkup luas. Hal ini digunakan untuk penyempurnaan modul tersebut. Penelitian ini ditetapkan sampai pada tahap ini. Bila Modul Sis- tem Sirkulasi Darah Berbasis Inkuiri Terbimbing terbukti efektif dapat digunakan dalam lingkup luas.