• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP DASAR K3 DAN PERATURAN PERUNDANGAN K3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KONSEP DASAR K3 DAN PERATURAN PERUNDANGAN K3"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP DASAR K3 DAN PERATURAN

PERUNDANGAN K3

SESI 1

Tim Dosen Bidang Minat K3 Kesmas UHAMKA : 1. Cornelis Novianus, SKM,. MKM

2. Arif Setyawan, SKM,. M.Kes

(2)

Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah:

"Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka.

Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti

(3)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Nama Mata Kuliah : Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pengajar : Cornelis Novianus, SKM, MKM

Arif Setyawan, SKM,. M.Kes Haris Muzakir,. M.KKK

Semester : 1

Jumlah SKS : 2 sks

(4)

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi

Sikap

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan hukum, agama, moral, dan etika,

• Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila

• Menghargai keanekaragaman budaya, pangan, agama dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orsinil orang lain

• Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta keperdulian terhadap masyarakat dan lingkungan

Menguasai konsep teoritis dan prinsip dasar secara mendalam untuk bidang pengetahuan

Pengetahuan

Mendukung dan mengusahakan implementasi pedoman kehidupan islami warga Muhammadiyah dalam lingkup kehidupan pribadi, keluarga, profesi, masyarakat, warga negara, dan warga dunia

(5)

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi

Keterampilan Umum

Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya

Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur

Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi dan gagasan

Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri

Keterampilan

Mampu mengaplikasikan konsep dan prinsip dasar dalam ilmu Kesehatan lingkungan dan kesehatan dan keselamatan kerja dan mampu memanfaatkan untuk melakukan analisis

(6)

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CP-MK)

Mahasiswa dapat memahami tentang Mampu menjelaskan konsep dasar, ruang lingkup dan sejarah K3

Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan peraturan

perundangan K3

Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan penyakit akibat kerja (PAK)

Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan Kesehatan kerja dan keselamatan kerja

Mahasiswa dapat memahami dan Mahasiswa dapat memahami dan

menjelaskan tentang Mampu Mahasiswa dapat memahami dan

Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Promosi K3, manajemen K3 dan program K3

Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan manajemen risiko

(7)

Sub-CP-MK

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pengertian K3, ruang lingkup K3, sejarah K3, peraturan perundangan K3 Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kesehatan kerja dan peraturan terkait dengan Kesehatan kerja

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang penyakit akibat kerja (PAK) dan peraturan terkait dengan PAK

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang keselamatan kerja dan peraturan terkait dengan Keselamatan Kerja

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pencegahan kecelakaan kerja dan peraturan terkait dengan Kecelakaan kerja Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ergonomi di tempat kerja dan peraturan terkait dengan Ergonomi

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang konsep higiene industri

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang psikologi industri dan peraturan terkait dengan Psikologi Industri Mahasiswa dapat menjelaskan tentang toksikologi industri

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang manajemen K3 dan peraturan terkait dengan SMK3 Mahasiswa dapat menjelaskan tentang manajemen risiko

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang alat pelindung diri (APD) di tempat kerja dan peraturan terkait dengan APD Mahasiswa dapat menjelaskan tentang Manajemen Kebakaran dan peraturan terkait dengan kebakaran di tempat kerja

(8)

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

• Mata kuliah ini menjelaskan tentang dasar Keselamatan Kerja dan

Kesehatan Kerja yang dijalankan di tempat kerja sesuai peraturan

K3 yang terkait untuk melindungi para pekerja dari kecelakaan dan

penyakit akibat kerja (PAK), dengan mempelajari identifikasi

bahaya dan risiko dapat mencari solusi pencegahan suatu

kecelakaan kerja dan PAK melalui program-program K3 yang

sesuai.

(9)

PUSTAKA

1. Kemenaker. 2018. Kumpulan Peraturan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Jakarta

2. Iristiadi hardianto. 2016. Ergonomi Suatu Pengantar. Rosda. Bandung

3. Kuswana SW. 2014. Ergonomi dan K3. Rosda Bandung

4. Cecep Dani Sucipto, 2014. SKM,. M.Sc. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Goysen Publishing.

5. Ramli Soehatman. 2013. Sistem Manajemen K3 OHSAS. Jakarta. Dian Rakyat

6. Ramli Soehatman. 2010. Pedoman Praktis Manajemen Risiko Dalam Perspektif K3 OHS Risk Manajemen.

Jakarta. Dian Rakyat

7. Suardi Rudi. 2015. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta. Penerbit PPM

8. Suma’mur. 2013. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta. Sagung Seto

9. Suma’mur. 2011. keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. CV Haji Masagung

10. Sucipto, 2014. Keselamatan dan kesehatan kerja. Tangerang. Gosyen Publishing.

11. Tarwaka, 2012. Ergonomi untuk keselamatan dan produktivitas. Surakarta. UNIBA Press.

12. L. Meily K, 2011. Teori dan Aplikasi Kesehatan Kerja. UI Press

13. Plog Quinlan, 2010. Fundamental of Industrial Hygiene

14. Reese CD. 2011. Accident/Incident Prevention Techniques, Second Edition

15. Hughes Phil, 2015. Introduction to Health and Safety at Work. for the NEBOSH National General Certificate

(10)

MENURUT PENDAPAT ANDA

APA PENGERTIAN DARI K3 ?

(11)

✓ Kesehatan dan Keselamatan Kerja

→ iya, itu kepanjangannya…

(12)

PENGERTIN K3

❑ Menurut WHO dan ILO Kesehatan dan keselamatan kerja → bahwa kesehatan dan keselamatan kerja yaitu promosi dan pemeliharaan derajat tertinggi fisik, mental dan kesejahteraan sosial setiap pekerja disemua pekerjaan, pencegahan gangguan kesehatan terhadap pekerja yang disebabkan oleh kondisi kerja, melindungi pekerja dari risiko dan faktor risiko. (Joint safety and Committee, 1998)

❑ Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam

pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya,

perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar

pabrik atau tempat kerja tersebut (Ridley, 2006)

(13)

❑ Mangkunegara (2002) kesehatan dan keselamatan Kerja → suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan Makmur.

❑ Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan SMK3 → bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

PENGERTIN K3..

(14)

PENGERTIN K3…

❑ Dari ke empat pengertian mengenai kesehatan dan

keselamatan kerja tersebut jelas dipaparkan bagaimana

promotif dan preventif itu dilakukan untuk melindungi

kesehatan dan keselamatan khususnya bagi seluruh

pekerja dan bagi perusahaan, visitor, kontraktor,

lingkungan hidup bahkan masyarakat yang ada di sekitar

tempat kerja.

(15)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3

(16)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3

❑ Pada zaman pra sejarah → manusia purba melakukan aktivitas pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat bekerja tidak jarang akan ditemui berbagai macam kecelakaan dalam bentuk cidera ataupun fatality

❑ Tercatat bahwa manusia purba takut terhadap api yang berasal dari

kebakaran hutan karena dapat menimbulkan luka, penyakit dan

kematian, kemudian diketahui juga manusia purba takut akan

bencana alam lainnya seperti peledakan, gempa bumi, banjir dan

letusan gunung berapi.

(17)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3

❑ Eksitensi K3 sebenarnya muncul bersamaan dengan revolusi industri di eropa, terutama inggris, jerman dan prancis serta revolusi industri di amerika. Pada era ini di tandai dengan besar-besaran dalam penggunaan mesin-mesin produksi menggantikan tenaga manusia dan pekerja hanya sebagai operator.

❑ Menggunakan mesin menghasilkan barang-barang dengan jumlah berlipat ganda dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia.

❑ Risiko revolusi industri pada saat itu adalah kecelakaan kerja menyebabkan cidera, cacat fisik bahkan meninggal dunia dan menyebabkan kerugian material yang besar bagi perusahaan.

❑ Revolusi industri juga ditandai dengan semakin banyaknya ditemukan senyawa-

senyawa kimia yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan fisik

(18)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3…

Tulisan tentang penyakit akibat kerja, keracuan timbal pada pekerja pertambangan dan metalurgi. Tulisannya ini merupakan tulisan pertama dalam bidang kedokteran kerja (occupational medicine).

Mengemukakan bahwa dia meyakini menjadi perekomendasi pertama untuk pemakaian perlindung pernafasan (loose bladder/kain penutup yang terbuat dari kandung kemih binatang) ketika dia menyarankan para penambang untuk mengcover mulut dan hidung dari debu yang berbahaya.

Seorang dokter yang dikenal sebagai Father of Geology.

Terkenal dengan De Re Metallica (On the Nature of Metals), mendeskripsikan tentang penyakit-penyakit yang dialami oleh para penambang, ventilasi pada

Catatan Sejarah K3

Hippocrates

(460-370SM)

Pliny the Elder (27M-79M)

Georgius

Agricola

(1494-1555)

(19)

Seorang dokter dan ahli kimia Swiss, yang dikenal sebagai Father of Toxicology. Dia menulis tentang toksikologi yang terkait dengan pertambangan

Seorang dokter Italia yang dikenal sebagai Father of Occupational Medicine, yang terkenal karena tulisannya yakni De Morbis Artificum (Disease of Workers), hal ini yang mendorong para dokter bertanya kepada pasiennya “Apa pekerjaan mu?” pertanyaan simple untuk mengetahui hubungan penyakit dengan pekerjaan dari pasiennya.

Seorang ahli bedah Inggris, yang dikenal pertama kali menetapkan hubungan antara pekerjaan, toksik, dan kanker.

Catatan Sejarah K3

Paracelsus (1493-1591)

Bernadio Ramazzini (1633-1714)

Percival Port (1713-1788)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3…

(20)
(21)
(22)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3

Bagaimana Sejarah K3 Di Indonesia ?

(23)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3..

❑ Ada keyakinan bahwa cara-cara kedokteran kuno dan pengobatan Indonesia asli sudah dipergunakan untuk menolong korban kecelakaan kerja yang terjadi pada petani, nelayan, buruh kerajinan rakyat ataupun mengobati penyakit-penyakit pekerja pada masa itu.

❑ Juga kedokteran kuno dan pengobatan herbal asli

Indonesia pada masa itu dimanfaatkan pula untuk

menolong korban perang antara kerajaan-kerajaan yang

ada di Nusantara.

(24)

SEJARAH PERKEMBANGAN K3 INDONESIA

1) Zaman Penjajahan Belanda

❑ Ketika Belanda datang ke Indonesia menjadikan Indonesia sebagai penghasil aneka ragam hasil komoditi pertanian, perkebunan, kehutanan dan pertambangan untuk kepentingan belanda dan dikirim khususnya ke negaranya. Lambat laun industri pengolahan hasil pertanian berkembang pesat sehingga membutuhkan pekerja pribumi yang banyak untuk kepentingan komoditi tersebut.

❑ Pada pertengahan abad ke 19 suatu teknologi baru sedang berkembang yakni penggunaan ketel uap dan undang-undang uap diadakan serta ditetapkan pada tahun 1853. masalah keselamatan pekerja menjadi permasalah di zaman belanda mengingat modal yang ditanam pada suatu perindustrian harus dilindungi.

❑ Bahwa K3 dijaman belanda tidak berkembang sebagaimana mestinya tidak seperti negara- negara lain yang menjadi revolusi industri, melainkan industri yang ada pun sengaja dimatikan

(25)

3) Setelah Kemerdekaan Indonesia

❑ Beberapa tahun setelah proklamasi kemerdekaan oleh Presiden RI Ir. Soekarno, UU mengenai keselematan kerja dam UU kecelakaan dibentuk dimana pada tahun 1957 didirikan lembaga kesehatan dan keselamatan kerja, dan baru sekitar tahun 1970 UU No. 1 tentang keselamatan kerja diundangkan guna mengganti “Veiligheis Reglement”.

❑ 1969 Lembaga Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja berubah menjadi Lembaga Nasional Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.

❑ 1976 berubah menjadi Pusat Bina Higiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

❑ 1983 berubah lagi menjadi Pusat Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.

❑ 1988 berubah menjadi Pusat Pelayanan Ergonomi, Higiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

❑ 1993 berubah lagi menjadi Pusat Higiene Perusahaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja.

❑ 1998 berubah lagi menjadi Pusat Hiperkes dan Keselamatan Kerja.

❑ 2001 berubah pula menjadi Pusat Pengembangan Keselamatan Kerja dan Hiperkes.

SEJARAH PERKEMBANGAN K3

(26)

Menurut Mangkunegara (2002)

1. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.

2. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin

3. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya

4. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.

5. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.

6. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau

Tujuan K3..

(27)

Peran K3

❑ Peran kesehatan dan keselamatan kerja dalam ilmu kesehatan kerja → berkontribusi dalam upaya perlindungan kesehatan para pekerja dengan upaya promosi kesehatan, pemantauan dan survailens kesehatan serta upaya peningkatan daya tahan tubuh dan kebugaran pekerja.

❑ Sementara peran keselamatan kerja → menciptakan sistem

kerja yang aman atau yang mempunyai potensi risiko yang

rendah terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga asset

perusahaan dari kemungkinan loss.

(28)

SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA

❑ Berdasarkan UU Nomer 1 tahun 1970 mengenai keselamatan kerja ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja :

1) Mencegah dan mengurangi kecelakaan;

2) Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;

3) Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;

4) Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya;

5) Memberi pertolongan pada kecelakaan;

6) Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;

7) Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu,

kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar

(29)

SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA

❑ Berdasarkan UU Nomer 1 tahun 1970 mengenai keselamatan kerja ditetapkan syarat- syarat keselamatan kerja :

9) Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;

10) Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;

11) Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;

12) Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;

13) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya;

14) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang;

15) Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;

16) Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang;

17) Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;

(30)

MENGAPA PENTING

MEMPELAJARI K3 ?

(31)

KARENA

1) Dapat Melindungi keselamatan dan kesehatan kerja setiap pekerja dan orang lain di tempat kerja.

2) Dapat Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.

3) Dapat Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas

Nasional.

(32)
(33)

PELAKSANAAN K3

✓ Pelaksanaan K3 → keselamatan

kerja dapat diterapkan dalam

segala tempat kerja, baik di

darat, di dalam tanah, di

permukaan air, di dalam air

maupun di udara, yang berada di

dalam wilayah kekuasaan hukum

Republik Indonesia (UU Nomor 1

Tahun 1970 ttg Keselamatan

(34)

❑ Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 (seratus) orang atau lebih dan atau;

❑ Mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat

Wajib melaksanakan K3.

(Permenaker Nomor 5 Tahun 1996→ SMK3).

PERLU DI INGAT BAHWA:

(35)

❑ Undang-Undang Dasar 1945 mengisyaratkan bahwa hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan.

❑ Pekerjaan baru memenuhi kelayakan bagi kemanusiaan apabila terjaminnya keselamatan tenaga kerja sebagai langkah pelaksanaannya.

❑ Kematian, cacat, cidera, penyakit dan lainnya sebagai akibat kecelakaan dalam melakukan pekerjaan bertentangan dengan dasar kemanusia.

PERATURAN YANG BERKAITAN DENGAN K3

(36)

❑ Perundang-Undangan K3 ialah salah satu alat

kerja yang penting bagi para pelaksana K3 atau

Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) guna

menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan

Kerja) di tempat kerja masing-masing.

(37)

PERATURAN YANG BERKAITAN DENGAN K3

❑ Banyak sekali peraturan yang dibuat terkait dengan K3 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, seperti :

❑ Undang-Undang nomer 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja → dimana UU ini mengatur dengan jelas tentang kewajiban pimpinan tempat kerja dan pekerja dalam melaksanakan keselamatan kerja.

❑ Undang-Undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan → perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja wanita wajib memperhatikan pekerja tersebut untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya dan menyediakan ruangan, peralatan yang cukup untuk pemerasan ASI dan Terkait K3 upaya perusahaan untuk pencegahan dan perlindungan terhadap risiko pekerjaan atau tempat kerja, pemeriksaan kesehatan (MCU) dan menanggung biaya pengobatan pekerjanya bila terganggu kesehatannya akibat kerja.

❑ Undang-Undang nomer 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan → mengatur mengenai

sehaga hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan mulai dari upah kerja, jam

(38)

Urutan perundangan di Indonesia sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan pada Pasal 7 (Jenis hirarki peraturan Perundang-Undangan, sebagai berikut:

❑ UUD 1945

❑ Tap MPR

❑ UU/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang

❑ Peraturan Pemerintah

❑ Peraturan Presiden

❑ Perda Provinsi

❑ Perda Kabupaten/Kota

Peraturan Menteri dalam daftar tsb meskipun tidak ditulis langsung dalam pasal 7 di

atas, namun tetap memilki kewenangan mengikat sebagaimana disebutkan pada Pasal 8

dalam undang-undang yang sama.

(39)

Kementerian Yang Mengeluarkan Peraturan Yang Terkait K3

❑ Kementerian tenaga kerja

❑ Kementerian kesehatan

❑ Kementerian energi dan sumber daya mineral

❑ Kementerian lingkungan hidup

❑ Kementerian perdagangan

❑ dll.

(40)

STANDAR PERATURAN LAINNYA YANG TERKAIT K3

❑ Standar Nasional Indonesia (SNI)

❑ The Threshold Limit Value - American Conference Of Governmental Industrial Hygienists (TLV-ACGIH)

❑ International Organization for Standardization (ISO)

❑ OHSAS (Occupational Health and Safety Assessment Series)

❑ dll.

(41)

PERATURAN TERBARU (UPDATE) TERKAIT DENGAN K3

❑ Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2019 tentang penyakit akibat kerja

❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 tahun 2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan kerja

❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 9 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pada ketinggian

❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 37 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja bejana tekanan dan tangki timbun

❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 38 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja pesawat tenaga dan produksi

❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 6 tahun 2017 tentang tentang keselamatan dan kesehatan kerja elevator dan eskalator

❑ Peraturan Menteri Kesehatan nomer 46 tahun 2016 tentang standar K3 di areal

perkantoran

(42)

“Anda Berangkat Kerja Dengan 10 Jari Tangan, Pulang Kerja Dengan 10 Jari Tangan Juga,

Jangan Tinggalkan Jari Tangan Anda

Di Tempat Kerja”

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan surat Pejabat Pembuat Komitmen DIPA Direktorat Bina Pemagangan Nomor | 8.157llattas-l4ag/PPK/Vl/2013 tanggal 24 Juni 2013 tentang Penetapan Pemenang Pekerjaan

SUB DINAS PENYULUHAN SUB DINAS KONSERVASI TANAH DAN USAHA KEHUTANAN SUB DINAS PRODUKSI DAN USAHA PERKEBUNAN SEKSI PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT SEKSI PERLINDUNGAN

Oleh karena itu, pengembangan agroforestry seyogyanya diarahkan untuk mendukung program diversifikasi pangan non beras, khususnya kelompok pangan ubi-ubian yang tahan naungan

[r]

Pencarian rute optimum menjadi masalah yang semakin penting sehingga rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana menentukan rute optimum dari Kecamatan Ngaliyan

Pada penelitian kali ini memakai serat polypropylene yang berupa limbah pada plastik gelas air mineral, yang diharapkan dapat mengurangi masalah pada konstruksi

• Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi, menyusun laporan tertulis dalam lingkup terbatas , dan memiliki inisiatif; Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat

Seluruh Bapak dan Ibu Dosen sebagai tenaga pendidik di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah bersedia memberi ilmu dan pandangan hidup kepada Penulis