KONSEP DASAR K3 DAN PERATURAN
PERUNDANGAN K3
SESI 1
Tim Dosen Bidang Minat K3 Kesmas UHAMKA : 1. Cornelis Novianus, SKM,. MKM
2. Arif Setyawan, SKM,. M.Kes
Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah:
"Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka.
Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Nama Mata Kuliah : Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pengajar : Cornelis Novianus, SKM, MKM
Arif Setyawan, SKM,. M.Kes Haris Muzakir,. M.KKK
Semester : 1
Jumlah SKS : 2 sks
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi
Sikap
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan hukum, agama, moral, dan etika,• Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila
• Menghargai keanekaragaman budaya, pangan, agama dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orsinil orang lain
• Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta keperdulian terhadap masyarakat dan lingkungan
• Menguasai konsep teoritis dan prinsip dasar secara mendalam untuk bidang pengetahuan
Pengetahuan
Mendukung dan mengusahakan implementasi pedoman kehidupan islami warga Muhammadiyah dalam lingkup kehidupan pribadi, keluarga, profesi, masyarakat, warga negara, dan warga dunia
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi
Keterampilan Umum
Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya
Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur
Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi dan gagasan
Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri
Keterampilan
Mampu mengaplikasikan konsep dan prinsip dasar dalam ilmu Kesehatan lingkungan dan kesehatan dan keselamatan kerja dan mampu memanfaatkan untuk melakukan analisisCapaian Pembelajaran Mata Kuliah (CP-MK)
Mahasiswa dapat memahami tentang Mampu menjelaskan konsep dasar, ruang lingkup dan sejarah K3
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan peraturan
perundangan K3
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan penyakit akibat kerja (PAK)
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan Kesehatan kerja dan keselamatan kerja
Mahasiswa dapat memahami dan Mahasiswa dapat memahami dan
menjelaskan tentang Mampu Mahasiswa dapat memahami dan
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Promosi K3, manajemen K3 dan program K3
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang Mampu menjelaskan manajemen risiko
Sub-CP-MK
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pengertian K3, ruang lingkup K3, sejarah K3, peraturan perundangan K3 Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kesehatan kerja dan peraturan terkait dengan Kesehatan kerja
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang penyakit akibat kerja (PAK) dan peraturan terkait dengan PAK
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang keselamatan kerja dan peraturan terkait dengan Keselamatan Kerja
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pencegahan kecelakaan kerja dan peraturan terkait dengan Kecelakaan kerja Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ergonomi di tempat kerja dan peraturan terkait dengan Ergonomi
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang konsep higiene industri
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang psikologi industri dan peraturan terkait dengan Psikologi Industri Mahasiswa dapat menjelaskan tentang toksikologi industri
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang manajemen K3 dan peraturan terkait dengan SMK3 Mahasiswa dapat menjelaskan tentang manajemen risiko
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang alat pelindung diri (APD) di tempat kerja dan peraturan terkait dengan APD Mahasiswa dapat menjelaskan tentang Manajemen Kebakaran dan peraturan terkait dengan kebakaran di tempat kerja
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
• Mata kuliah ini menjelaskan tentang dasar Keselamatan Kerja dan
Kesehatan Kerja yang dijalankan di tempat kerja sesuai peraturan
K3 yang terkait untuk melindungi para pekerja dari kecelakaan dan
penyakit akibat kerja (PAK), dengan mempelajari identifikasi
bahaya dan risiko dapat mencari solusi pencegahan suatu
kecelakaan kerja dan PAK melalui program-program K3 yang
sesuai.
PUSTAKA
1. Kemenaker. 2018. Kumpulan Peraturan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Jakarta
2. Iristiadi hardianto. 2016. Ergonomi Suatu Pengantar. Rosda. Bandung
3. Kuswana SW. 2014. Ergonomi dan K3. Rosda Bandung
4. Cecep Dani Sucipto, 2014. SKM,. M.Sc. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Goysen Publishing.
5. Ramli Soehatman. 2013. Sistem Manajemen K3 OHSAS. Jakarta. Dian Rakyat
6. Ramli Soehatman. 2010. Pedoman Praktis Manajemen Risiko Dalam Perspektif K3 OHS Risk Manajemen.
Jakarta. Dian Rakyat
7. Suardi Rudi. 2015. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta. Penerbit PPM
8. Suma’mur. 2013. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta. Sagung Seto
9. Suma’mur. 2011. keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. CV Haji Masagung
10. Sucipto, 2014. Keselamatan dan kesehatan kerja. Tangerang. Gosyen Publishing.
11. Tarwaka, 2012. Ergonomi untuk keselamatan dan produktivitas. Surakarta. UNIBA Press.
12. L. Meily K, 2011. Teori dan Aplikasi Kesehatan Kerja. UI Press
13. Plog Quinlan, 2010. Fundamental of Industrial Hygiene
14. Reese CD. 2011. Accident/Incident Prevention Techniques, Second Edition
15. Hughes Phil, 2015. Introduction to Health and Safety at Work. for the NEBOSH National General Certificate
MENURUT PENDAPAT ANDA
APA PENGERTIAN DARI K3 ?
✓ Kesehatan dan Keselamatan Kerja
→ iya, itu kepanjangannya…
PENGERTIN K3
❑ Menurut WHO dan ILO Kesehatan dan keselamatan kerja → bahwa kesehatan dan keselamatan kerja yaitu promosi dan pemeliharaan derajat tertinggi fisik, mental dan kesejahteraan sosial setiap pekerja disemua pekerjaan, pencegahan gangguan kesehatan terhadap pekerja yang disebabkan oleh kondisi kerja, melindungi pekerja dari risiko dan faktor risiko. (Joint safety and Committee, 1998)
❑ Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam
pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya,
perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar
pabrik atau tempat kerja tersebut (Ridley, 2006)
❑ Mangkunegara (2002) kesehatan dan keselamatan Kerja → suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan Makmur.
❑ Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan SMK3 → bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
PENGERTIN K3..
PENGERTIN K3…
❑ Dari ke empat pengertian mengenai kesehatan dan
keselamatan kerja tersebut jelas dipaparkan bagaimana
promotif dan preventif itu dilakukan untuk melindungi
kesehatan dan keselamatan khususnya bagi seluruh
pekerja dan bagi perusahaan, visitor, kontraktor,
lingkungan hidup bahkan masyarakat yang ada di sekitar
tempat kerja.
SEJARAH PERKEMBANGAN K3
SEJARAH PERKEMBANGAN K3
❑ Pada zaman pra sejarah → manusia purba melakukan aktivitas pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat bekerja tidak jarang akan ditemui berbagai macam kecelakaan dalam bentuk cidera ataupun fatality
❑ Tercatat bahwa manusia purba takut terhadap api yang berasal dari
kebakaran hutan karena dapat menimbulkan luka, penyakit dan
kematian, kemudian diketahui juga manusia purba takut akan
bencana alam lainnya seperti peledakan, gempa bumi, banjir dan
letusan gunung berapi.
SEJARAH PERKEMBANGAN K3
❑ Eksitensi K3 sebenarnya muncul bersamaan dengan revolusi industri di eropa, terutama inggris, jerman dan prancis serta revolusi industri di amerika. Pada era ini di tandai dengan besar-besaran dalam penggunaan mesin-mesin produksi menggantikan tenaga manusia dan pekerja hanya sebagai operator.
❑ Menggunakan mesin menghasilkan barang-barang dengan jumlah berlipat ganda dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia.
❑ Risiko revolusi industri pada saat itu adalah kecelakaan kerja menyebabkan cidera, cacat fisik bahkan meninggal dunia dan menyebabkan kerugian material yang besar bagi perusahaan.
❑ Revolusi industri juga ditandai dengan semakin banyaknya ditemukan senyawa-
senyawa kimia yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan fisik
SEJARAH PERKEMBANGAN K3…
Tulisan tentang penyakit akibat kerja, keracuan timbal pada pekerja pertambangan dan metalurgi. Tulisannya ini merupakan tulisan pertama dalam bidang kedokteran kerja (occupational medicine).
Mengemukakan bahwa dia meyakini menjadi perekomendasi pertama untuk pemakaian perlindung pernafasan (loose bladder/kain penutup yang terbuat dari kandung kemih binatang) ketika dia menyarankan para penambang untuk mengcover mulut dan hidung dari debu yang berbahaya.
Seorang dokter yang dikenal sebagai Father of Geology.
Terkenal dengan De Re Metallica (On the Nature of Metals), mendeskripsikan tentang penyakit-penyakit yang dialami oleh para penambang, ventilasi pada
Catatan Sejarah K3
Hippocrates
(460-370SM)
Pliny the Elder (27M-79M)
Georgius
Agricola
(1494-1555)
Seorang dokter dan ahli kimia Swiss, yang dikenal sebagai Father of Toxicology. Dia menulis tentang toksikologi yang terkait dengan pertambangan
Seorang dokter Italia yang dikenal sebagai Father of Occupational Medicine, yang terkenal karena tulisannya yakni De Morbis Artificum (Disease of Workers), hal ini yang mendorong para dokter bertanya kepada pasiennya “Apa pekerjaan mu?” pertanyaan simple untuk mengetahui hubungan penyakit dengan pekerjaan dari pasiennya.
Seorang ahli bedah Inggris, yang dikenal pertama kali menetapkan hubungan antara pekerjaan, toksik, dan kanker.
Catatan Sejarah K3
Paracelsus (1493-1591)
Bernadio Ramazzini (1633-1714)
Percival Port (1713-1788)
SEJARAH PERKEMBANGAN K3…
SEJARAH PERKEMBANGAN K3
Bagaimana Sejarah K3 Di Indonesia ?
SEJARAH PERKEMBANGAN K3..
❑ Ada keyakinan bahwa cara-cara kedokteran kuno dan pengobatan Indonesia asli sudah dipergunakan untuk menolong korban kecelakaan kerja yang terjadi pada petani, nelayan, buruh kerajinan rakyat ataupun mengobati penyakit-penyakit pekerja pada masa itu.
❑ Juga kedokteran kuno dan pengobatan herbal asli
Indonesia pada masa itu dimanfaatkan pula untuk
menolong korban perang antara kerajaan-kerajaan yang
ada di Nusantara.
SEJARAH PERKEMBANGAN K3 INDONESIA
1) Zaman Penjajahan Belanda
❑ Ketika Belanda datang ke Indonesia menjadikan Indonesia sebagai penghasil aneka ragam hasil komoditi pertanian, perkebunan, kehutanan dan pertambangan untuk kepentingan belanda dan dikirim khususnya ke negaranya. Lambat laun industri pengolahan hasil pertanian berkembang pesat sehingga membutuhkan pekerja pribumi yang banyak untuk kepentingan komoditi tersebut.
❑ Pada pertengahan abad ke 19 suatu teknologi baru sedang berkembang yakni penggunaan ketel uap dan undang-undang uap diadakan serta ditetapkan pada tahun 1853. masalah keselamatan pekerja menjadi permasalah di zaman belanda mengingat modal yang ditanam pada suatu perindustrian harus dilindungi.
❑ Bahwa K3 dijaman belanda tidak berkembang sebagaimana mestinya tidak seperti negara- negara lain yang menjadi revolusi industri, melainkan industri yang ada pun sengaja dimatikan
3) Setelah Kemerdekaan Indonesia
❑ Beberapa tahun setelah proklamasi kemerdekaan oleh Presiden RI Ir. Soekarno, UU mengenai keselematan kerja dam UU kecelakaan dibentuk dimana pada tahun 1957 didirikan lembaga kesehatan dan keselamatan kerja, dan baru sekitar tahun 1970 UU No. 1 tentang keselamatan kerja diundangkan guna mengganti “Veiligheis Reglement”.
❑ 1969 Lembaga Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja berubah menjadi Lembaga Nasional Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.
❑ 1976 berubah menjadi Pusat Bina Higiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
❑ 1983 berubah lagi menjadi Pusat Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.
❑ 1988 berubah menjadi Pusat Pelayanan Ergonomi, Higiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
❑ 1993 berubah lagi menjadi Pusat Higiene Perusahaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja.
❑ 1998 berubah lagi menjadi Pusat Hiperkes dan Keselamatan Kerja.
❑ 2001 berubah pula menjadi Pusat Pengembangan Keselamatan Kerja dan Hiperkes.