• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 4 Bengkayang Kelas / Semester : VII/ 1

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Tema : Klasifikasi Materi dan Perubahannya

Sub Tema : Campuran Homogen dan Campuran Heterogen Pertemuan ke : 3

Alokasi Watu : 10 Menit

A. Tujuan Pembelajaran

Dengan menggunakan pendekatan Scientific Learning melalui pengamatan diharapkan Peserta didik mampu membedakan antara campuran homogen dan campuran heterogen dengan tepat dalam kehidupan sehari – hari dan memiliki sikap mandiri, kerjasama, percaya diri dan selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B. Langkah – Langkah Pembelajaran Pendahuluan

(2 Menit)

Guru Memberi salam dan menunjuk perwakilan peserta didik untuk memimpin doa

Guru mengecek kehadiran siswa

Guru menyampaikan kepada peserta didik untuk selalu mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas

Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan diajarkan dengan materi sebelumnya

Guru menyampaikan apersepsi :

1) Apakah kalian suka minum kopi, the ataupun susu ? 2) Pernahkah kalian membuat minuman tersebut ?

Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran

Kegiatan inti (6 menit)

Mengamati

Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat dan mengamati beberapa gambar yang ditampilkan oleh guru

Gula Air

(2)

Menanya

Peserta didik menyampaikan pertanyaan terkait perbedaan yang terjadi pada Zat - zat tersebut ketika dicampurkan Mengumpulkan informasi

Peserta didik mengambil 1 gambar yang telah disediakan oleh guru kemudian mengamatinya dan berdiskusi dengan teman sebangku

Menalar

Peserta didik mencari berbagai informasi melalui berbagai sumber (buku) dalam menunjang literasi terkait campuran homogen dan campuran heterogen

Mengkomunikasian

Peserta didik maju kedepan kelas untuk menempelkan gambar yang sudah diambil ke kolom yang dianggap benar dan

memberikan penjelasan atas pilihannya

Peserta didik dibimbing guru untuk menanggapi dan mengoreksi jawaban yang diberikan oleh peserta didik lain

Penutup (2 menit)

Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar untuk mengecek pemahaman materi campuran homogen dan campuran heterogen

Guru memberikan penilaian tulis

Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya ( suhu dan perubahannya)

Guru menutup pertemuan dengan berdoa dan salam A. Penilaian

- Sikap : Observasi saat proses pembelajaran - Pengetahuan : Penugasan (Tes tertulis : Uraian/esai) - Ketrampilan : Praktik dan Portofolio

B. Sumber Belajar :

Buku siswa IPA kelas VII, Modul/bahan ajar, Internet, Perpustakaan dan Sumber lain yang relevan

Pasir Air

(3)

C. Teknik Penilaian a. Sikap

- Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

No Nama Siswa Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai

BS JJ TJ DS

1 … 75 75 50 75 275 68,7

5 C

2 … ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :

BS : Bekerja Sama

JJ : Jujur

TJ : Tanggung Jawab

DS : Disiplin Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100= Sangat Baik 75 = Baik 50 = Cukup

25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai - Penilaian Diri

Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :

No Pernyataa

n

Ya Tidak Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Selama diskusi, saya ikut serta

mengusulkan ide/gagasan.

50

250 62,50 C

2 Ketika kami berdiskusi, setiap anggota

mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

50

3 Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan

hasil diskusi kelompok.

50

4 ... 100

(4)

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya:

Nama yang diamati : ...

Pengamat : ...

No Pernyataa

n

Ya Tidak Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman. 100

450 90,00 SB 2 Memberikan solusi terhadap

permasalahan. 100

3 Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota

kelompok.

100 4 Marah saat diberi kritik. 100

5 ... 50

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00 4.Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

(5)

b. Penilaian Pengetahuan

No Indikator Butir Soal

1 Naskah Soal Kelompokkan zat dibawah ini ke dalam tabel campuran homogen dan campuran heterogen !

a. Air dengan garam b. Air dengan minyak c. Kapur dengan air d. Kopi dengan air e. Air dengan gula f. Air dengan pasir g. Tanah dengan air h. Air dengan susu i. Micin dengan air j. Sirup dengan air

No Campuran homogen No Campuran heterogen

2 Kunci Jawaban

No Campuran homogen No Campuran heterogen 1 Air dengan garam 1 Air dengan minyak

2 Air dengan gula 2 Kapur dengan air

3 Air dengan susu

3 Kopi dengan air

4 Micin dengan air 4 Air dengan pasir

5 Sirup dengan air 5 Air dengan tanah 3 Rubrik Penilaian Setiap butir soal maksimum 1

Nilai = Jumlah skor maksimal x 100 /Skor maksimum a. Keterampilan

Penilaian Unjuk Kerja

Instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian

No Aspek yang Dinilai

Sangat Baik (100)

Baik (75)

Kurang Baik

(50)

Tidak Baik

(25) 1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata

3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa 4 Pelafalan

(6)

Kriteria penilaian (skor) 100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

Cara mencari nilai (N) = Jumlah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Bengkayang, 22 April 2022 Guru Mapel

Firman Karisma, S.Pd NIP. -

Referensi

Dokumen terkait

• Penggunaan senjata moden seperti meriam besar. • kumpulan infantri yang kuat. • Kumpulan Janissari iaitu kumpulan elit yang terlatih dalam selok belok peperangan. •

Selama tahun anggaran 2016, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta telah menuntaskan berbagai agenda penting yang mempertegas arah pelaksanaan tugas pokok dan

Besi dibutuhkan untuk produksi Hb, sehingga anemia gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan Hb yang rendah. Besi juga

Kemudian melakukan analisis di titik kesetimbangan dengan teorema mengenai status penyakit kolera, juga diperoleh model penyebaran penyakit kolera dengan vaksinasi yang

kualitas jasa menyentuh kepuasan customer dengan melihat proses pelayanan, serta hasil (outcome) yang didapat, dimana bertujuan untuk meminta customer apa yang mereka

Dengan demikian maka dapat dilihat bahwa > atau 6,489075 > 2,87 artinya bahwa pengaruh variabel laju pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan tingkat

Pertunjukan musik dangdut organ tunggal adalah suatu pertunjukan musik yang menampilkan lagu-lagu dangdut dan dalam penampilannya, suara alat-alat musik seperti gitar, kendang,

Akuntabilitas kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke merupakan perwujudan kewajiban Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke untuk mempertanggungjawabkan