• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KEBIJAKAN SPEKTRUM UNTUK 5G

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KEBIJAKAN SPEKTRUM UNTUK 5G"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KEBIJAKAN SPEKTRUM UNTUK 5G

Ditjen SDPPI – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Jakarta, 10 Maret 2020

DR. Denny Setiawan, ST., MT.

Direktur Penataan Sumber Daya

(2)

PENYIAPAN INFRASTRUKTUR DAN EKOSISTEM 5G :

SPECTRUM IS NOT THE ONLY ONE (to be prepared)

(3)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

INFRASTRUKTUR PRASYARAT 5G: FIBER OPTIC

INFRASTRUKTUR BACKBONE BERBASIS FIBER OPTIC HARUS TERUS DIGENJOT

Backbone berbasis serat optik perlu terus diakselerasi penetrasinya hingga ke level residensial dan merata tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Perlu diinternalisasi semangat nasionalisme bahwa operator telekomunikasi adalahagen pembangunan, karena penetrasi FO membutuhkan kolaborasi.

3

Data Ditjen PPI Q4-2019

(4)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

INFRASTRUKTUR PRASYARAT 5G: MICROWAVE LINK

INFRASTRUKTUR BACKHAUL BERBASIS MICROWAVE LINK

Jaringan microwave link sebagai perpanjangan dari backbone berbasis serat optik (backhaul) seharusnya digeser pembangunannya jangan lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa, melainkan lebih agresif ke luar Pulau Jawa, hadir sebagai solusi temporer di daerah-daerah yang sulit dijangkau FO misalnya wilayah pegunungan tinggi di Papua atau wilayah kepulauan.

4

Data Ditjen SDPPI Q4-2019

(5)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

INFRASTRUKTUR PRASYARAT 5G: SATELIT

INFRASTRUKTUR BACKBONE/BACKHAUL BERBASIS SATELIT

Saat ini terdapat 6 satelit komunikasi eksisting (biru) dan 3 satelit pengamatan bumi (hijau) dan ke depan akan meluncur 2 satelit komunikasi baru (merah)

5

(6)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

INFRASTRUKTUR PRASYARAT 5G: COVERAGE 4G

CAKUPAN LAYANAN SELULER

2G 3G

4G DESA/KEL. LUAS PEMUKIMAN

92,99% 99,19%

DESA/KEL. LUAS PEMUKIMAN

83,75% 96,30%

DESA/KEL. LUAS PEMUKIMAN

87,44% 97,59%

Data Coverage Ditjen PPI Q2-2019

Luasnya cakupan jaringan 4G sangat mendukung penggelaran jaringan 5G, khususnya di masa-masa awal

implementasi, karena standar 5G versi Non-Stand Alone (NSA) membutuhkan coverage 4G untuk keperluan

komunikasi control plane.

6

(7)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

5G SANGAT MEMBUTUHKAN SMALL CELL

7

Kebutuhan Kapasitas

Dense Urban Urban Rural

Pita mmWave (di atas 24.25 GHz) memiliki jangkauan yang sangat rendah. Sehingga agar coverage 5G

dapat mencakup area yang cukup luas, diperlukan banyak sekali BTS 5G (gNodeB) skala Small Cell.

Bisa dalam bentuk mini-macro atau lamp-post (baik indoor maupun outdoor).

Pembangunan jaringan Base Station/BTS bertipe Small Cell yang sangat padat akan menjadi ciri dari jaringan 5G karena adanya kebutuhan kapasitas transmisi yang sangat besar dan latency yang

sangat rendah, terutama di daerah Dense Urban

Sumber : Huawei

(8)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA

< 10m < 10m

MACAM-MACAM TIPE SMALL CELL 5G

Di era 5G, penggunaan frekuensi mmWave dengan radius kecil membutuhkan cell densification melalui pembangunan small cell yang sangat rapat, khususnya di daerah urban/metropolis yang memiliki pertumbuhan trafik data sangat tinggi

Menambah extension

di tiang listrik Mengganti

tiang listrik Mengganti

tiang listrik Monopole

di area Greenfield Extension di tiang lampu jalan

(PJU)

Extension di tiang lampu lalu lintas Kemudahan akses terhadap public

utilities seperti tiang listrik, liang lampu PJU atau liang lampu lalu lintas akan sangat membantu peningkatan kualitas layanan 5G, khususnya di area urban, dengan cara membangun small cell.

Public Utilities Untuk Small Cell

8

(9)

RENCANA KEBIJAKAN SPEKTRUM 5G

(10)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

KESIAPAN PERANGKAT 5G

TDD 3300-3800 TDD 2496-2690 TDD 4400-5000 TDD 3300-4200 FDD 1920-1980//2110-2170 FDD 1710-1785//1805-1880 FDD 703-748//758-803 FDD 1710-1780//2110-2200 FDD 1850-1910//1930-1990 FDD 824 -849//869-894 FDD 832 – 862//791-821 FDD 2500 – 2570//2620-2690 TDD 37000-40000 TDD 27500-28350 FDD 633-698//617-652 FDD 880-915//925-960 FDD 699-716/729-746 TDD 26500-29500 TDD 2570-2620 TDD 2300-2400 FDD 1850-1915//1930-1995 SUL 703-748 66-71

Ekosistem perangkat 5G saat ini banyak tersedia di 3 pita frekuensi yaitu:

3.3 GHz, 3.5 GHz, 2.6 GHz

Saat ini ada 45 negara yang telah komersial menyelenggarakan layanan 5G

Sumber: GSA, Feb 2020

Sumber: Huawei, Jan 2020

10

(11)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

KANDIDAT TAMBAHAN FREKUENSI UNTUK 5G

CAPAIAN SAAT INI DAN TARGET 2024

Tambahan Spektrum Mobile

Broadband s.d.

Tahun 2024

Super Data Layer: 26/28 GHz

High Band:

to provide 5G specific capabilities (100 Mbps user data rate, 1ms latency)

Capacity Layer: 2.3/2.6/3.3/3.5 GHz

Middle Band:

umbrella network for mobility & capacity

Coverage Layer: 700 MHz

Low Band:

best for extending mobile broadband coverage especially in rural areas

RENCANA TAHUN 2020 - 2024

Capaian Saat Ini

Continuous coverage, high mobility & reliability Higher capacity & better data rate

700 MHz 2.3 GHz 2.6 GHz 3.3 GHz 3.5 GHz 26/28 GHz

Berdasarkan kajian ITB tahun 2018, disimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan total frekuensi mobile broadband sebanyak 1882 MHz hingga tahun 2024.

• Kementerian Kominfo menetapkan target tambahan frekuensi sebesar 1310 MHz hingga tahun 2024 agar secara total, spektrum yang tersedia mencapai sekurang-kurangnya 2047 MHz (melebihi kajian ITB).

11

Untuk super data layer di pita 26 GHz & 28 GHz, pada awal implementasinya akan digunakan untuk Fixed Wireless Access (FWA), tetapi pada saat ekosistem 5G sudah matang, tidak

menutup kemungkinan dapat digunakan untuk mobile broadband.

(12)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

KARAKTERISTIK 3 LAYER SPEKTRUM 5G

12

Pada kandidat pita frekuensi baru (new bands) untuk 5G, mayoritas masih terdapat pengguna

eksisting yang telah mendapatkan izin penggunaan frekuensi dari Pemerintah dan izin tersebut masih berlaku, misal: TV Analog Free-to-Air, pay-TV Satelit, Fixed Satellite Service (FSS), dan BWA.

Dibutuhkan upaya percepatan oleh Pemerintah untuk mengalihfungsikan menjadi frekuensi mobile

broadband. Dalam terminologi ITU, dinamakan metode “Spectrum Redeployment”.

(13)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

DEFINISI SPECTRUM REDEPLOYMENT

13

Spectrum redeployment (spectrum refarming) is a combination of administrative, financial and technical measures aimed at removing users or equipment of the existing frequency assignments either completely or partially from a particular frequency band. The frequency band may then be allocated to the same or different service(s). These measures may be implemented in short, medium or long time-scales.

SPECTRUM

REDEPLOYMENT

(Rec. ITU-R SM.1603-2)

(14)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

4 METODE SPECTRUM REDEPLOYMENT

14

Metode 1 : Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi Ditinggikan

BHP Frekuensi dinaikkan secara signifikan, sehingga pengguna eksisting memutuskan

mengembalikan izin frekuensinya.

Metode 2 : Menunggu Izin Frekuensi Habis

Masa Lakunya

Di akhir masa laku izin frekuensi, tidak dilakukan

perpanjangan kepada pengguna eksisting.

Metode 3 : Memberi Peringatan dan Masa Tenggang

Walau Izin Frekuensi masih lama masa lakunya,

tetapi sudah diberitahu 2 tahun sebelumnya bahwa pita tersebut harus

dikosongkan.

Metode 4 : Merealokasi dan Memberi

Kompensasi

Pengguna eksisting dipindahkan ke pita frekuensi radio lain

dengan biaya pemindahannya

ditanggung pengguna baru.

semakin powerful

(15)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN FLEKSIBILITAS SPEKTRUM

15

5G adalah teknologi yang “haus bandwidth” sehingga diperlukan adanya kebijakan untuk memungkinkan operator seluler menggabungkan frekuensi jaringannya (Spectrum Pooling) sehingga dapat menyediakan layanan “True 5G”.

Terlebih kondisi market Indonesia yang memiliki banyak operator seluler.

 5G adalah teknologi multi fungsi yang dapat dinikmati keunggulannya bukan hanya oleh operator seluler, tetapi juga private network seperti misalnya manufaktur. Diperlukan juga kebijakan spektrum yang fleksibel agar pihak manufaktur dapat memiliki akses pada frekuensi yang izinnya telah ditetapkan secara nasional kepada operator seluler. Misalnya melalui mekanisme Spectrum Leasing.

 Kebijakan-kebijakan fleksibilitas spektrum ini perlu diatur kriterianya dengan jelas mempertimbangkan aspek persaingan usaha yang sehat.

(16)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA

REKAPITULASI UJI COBA 5G TAHUN 2017-2019

16

Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019

2 kali (15 GHz & 70 GHz) 3 kali (15 GHz & 28 GHz) 5 kali (28 GHz & 3.5 GHz)

Indoor Indoor & Outdoor Indoor & Outdoor

Telkomsel & XL Telkomsel, XL, Indosat Telkomsel (2x), XL, Tri, Smart Telecom Jakarta (2x) Jakarta (3x), termasuk pada

saat Asian Games Bekasi, Jakarta (2x), Surabaya, Batam

Use Case:

Speed test Use Case:

Speed test, VR Cycling, Autonomous Vehicle, VR Driving, VR Football, Suten Robot, 5G Live Streaming, Smart City (manajemen sampah

& air), 3D Augmented Reality (AR), 4K Video Streaming

Use Case:

Speed Test, Remote industry monitoring, remote

troubleshooting di area industri, holographic call untuk virtual meeting, real time interactive e-

education (ruang kelas jarak jauh), 5G Voice Call, 5G Drone,

5G Smart Agriculture, 5G Security Monitoring, 5G AR

Remote Assistance

(17)

Indonesia 5G Ecosystems Conference – 10 Maret 2020

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Di dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Renstra Kemendikbud) Tahun 2020-2024, dijelaskan bahwa enam karakteristik ini dapat terwujud

Selanjutnya merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan nomor 21 tahun 2020 tentang Rencana Strategik Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 bahwa tingkat Eselon I

Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024 yang selanjutnya disebut RAN-PASTI Tahun 2021-2024 adalah rencana aksi nasional

Memperhatikan target yang telah ditetapkan pada Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2020-2024, Kementerian menetapkan target tingkat

Rencana Strategis P3K2 Amerop/PSKK Amerop 2020-2024 3 Sejalan dengan arah RPJMN 2020-2024 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tahun

Keberhasilan dari kegiatan Anime Festival Asia ini memberikan bukti bahwa soft power Jepang memberikan kemudahan pada soft diplomacy yang dilakukan Jepang terutama

ITU World Radiocommunication Conferences di tahun 2007 dan 2012 telah menyepakati penataan pita spektrum frekuensi radio UHF (700 MHz dan 800 MHz) yang semula digunakan untuk

SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 2020 TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2020