• Tidak ada hasil yang ditemukan

RKPD Landak 2014 b9f2d9a7c7e130a

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RKPD Landak 2014 b9f2d9a7c7e130a"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

(1)

TENTANG

RENCANA KERJA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LANDAK

TAHUN 2014

(2)

PENGANTAR

Berdasarkan Undang Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka daerah diharuskan menyusun dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai dokumen perencanaan tahunan daerah. RKPD Kabupaten Landak tahun 2014, disusun dengan maksud memberikan arah pelaksanaan pembangunan 1 (satu) tahun ke depan serta indikasi besaran dana yang diperlukan. Pengelompokan Urusan Pemerintah dalam penyusunan RKPD Kabupaten Landak pada tahun 2014 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; sedangkan sistematika dalam penyusunannya mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2014.

Pembangunan di Kabupaten Landak yang merupakan bagian integral pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam pelaksanaan pembangunannya sangat memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Propinsi, Pemerintah Pusat ataupun kalangan swasta. Oleh karena itu kami menyambut baik Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Propinsi Kalimantan Barat dan Musyawarah Perencanaan Nasional yang merupakan agenda propinsi dan nasional dalam rangka meningkatkan keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten.

Kami berharap RKPD Kabupaten Landak Tahun 2014 yang telah disusun ini dapat dijadikan sebagai masukan yang berharga guna merumuskan kebijakan yang akan diambil untuk dilaksanakan di Kabupaten Landak.

Ngabang, Mei 2014

BUPATI LANDAK,

(3)

FTAR ISI

tnntr i

ftar Isi ii

Daftar Tabel iii

Daftar Gambar v

Daftar Grafik vi

BAGIAN KESATU Peraturan Bupati Landak tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Landak Tahun 2014

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Landasan Hukum ... 3

1.3. Hubungan Antar Dokumen . 4

1.3. Maksud dan Tujuan Penyusunan RKPD... 5 1.4. Sistematika Penyusunan RKPD ... 6

BAB II CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DAN

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2012 8 2.1. Evaluasi Pencapaian Kinerja Indikator Makro

Pembangunan Daerah ... 8 2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2012 14 2.3. Isu Strategis dan Masalah Mendesak ... 104

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA

KERANGKA PENDANAAN ... 112 3.1. Kondisi Ekonomi Makro Daerah Tahun 2012 dan Perkiraan

Tahun 2013-2014... 112 3.2. Tantangan serta Arah Kebijakan dan Sasaran Ekonomi

Makro Tahun 2014 113

3.3. Arah Kebijakan Keuangan Daerah... 116

BAB IV SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2014 ... 133

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH ... 149

BAB VI PENUTUP...

6.1. Kaidah Pelaksanaan ..

6.2. Tindak lanjut ..

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Pencapaian Kinerja Indikator Makro Pembangunan Daerah

Kabupaten Landak ... 14

Tabel 2 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Sumber Daya Manusia Kab. Landak yang berkualitas, berkapasitas, kreatif dan inovatif... 15

Tabel 3 Perbandingan APK tahun 2011 - 2012... 17

Tabel 4 Perbandingan APM tahun 2011 201... 18

Tabel 5 Perbandingan Angka Pendaftaran Siswa tahun 2011 2012... 19

Tabel 6 Perbandingan Rasio Siswa terhadap Guru tahun 2011 2012... 20

Tabel 7 Proporsi Tenaga Pendidik yang Layak Mengajar tahun 2011 2012... 21

Tabel 8 NEM/UAN per Jenjang Pendidikan tahun 2011 2012... 24 Tabel 9

Pencapaian Kinerja Sasaran Terwujudnya masyarakat Kabupaten Landak yang sehat dan sejahtera... Kondisi Sumber Daya Kesehatan di Kabupaten Landak . Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel dan Transparan... Jumlah Anggaran dan Realisasi Pendapatan 2012... Jumlah Realisasi Pendapatan 2012 dan Realisasi 2011 . Pencapaian Kinerja Sasaran Mengurangi Angka Kemiskinan dan

Pengangguran Melalui Penciptaan Lapangan Pekerjaan .. Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Koperasi, Industri, Perdagangan dan UKM yang

Profesional .

Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya industri pariwisata yang

berwawasan budaya dan kearifan lokal... Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatkan Ekonomi Rakyat Berkelanjutkan melalui Pembangunan di Bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan

Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kelancaran Arus Barang dan Orang... Pencapaian Kinerja Sasaran Terbukanya daerah-daerah terisolir,

pedalaman dan tertinggal... Perbandingan Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Landak (dalam

Km) ..

Pencapaian Kinerja Sasaran Mewujudkan pembangunan Kabupaten Landak yang berwasasan lingkungan hidup... Jumlah Izin Usaha Pertambangan di Kab. Landak Tahun 2012 . Pencapaian Kinerja Sasaran Mewujudkan Tata Pemerintahan yang

Demokratis, Berkeadilan, Jujur, Bertanggung jawab, Berintegritas dan

Akuntabel ...

Pencapaian Kinerja Sasaran Menerapkan pelayanan publik, sistem

informasi terpadu, dan penjamin mutu yang berkualitas dan efisien . Jumlah Penduduk Kabupaten Landak Berdasarkan Jenis Kelamin

pada tahun 2012

Jumlah Penduduk Berdasarkan Struktur Usia

Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatkan Kepastian Hukum, Keamanan dan Perpolitikan yang Kondusif guna Mendukung Kinerja Pemerintahan

Daerah dan Iklim Investasi yang Sehat ..

(5)

Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30

Tabel 31

Tabel 32

Tabel 33

Tabel 34

Tabel 35

Jumlah PERDA yang di Undangkan/Ditetapkan Tahun 2012 .. Perkembangan Indikator Makro Ekonomi Kabupaten Landak . Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Landak Tahun

2011 2014 .

Realisasi dan Proyeksi Penerimaan Pembiayaan Daerah Kabupaten Landak Tahun 2011 2014

Realisasi dan Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Landak Tahun

2011 2014 ..

Realisasi dan Proyeksi Belanja Pengeluaran Pembiayaan Daerah Kabupaten Landak Tahun 2011 2014

Rekapitulasi Realisasi dan Proyeksi (Pagu Indikatif) Kerangka Pendanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Landak Tahun 2011 2014

Rekapitulasi Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2014 Kabupaten Landak Propinsi Kalimantan Barat .

100 113

123

125

129

130

131

(6)

DAFTAR GAMBAR

(7)

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Produk Domestik Bruto (PDRB) Menurut Harga Konstan Kabupaten

Landak Tahun 2007 2011 ... 9 Grafik 2 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Landak dan Provinsi Kalbar

Tahun 2007 2011... ... 10 Grafik 3 Sumber dan Laju PDRB Menurut Lapangan Usaha Di Kabupaten

Landak Tahun 2011... . 11 Grafik 4

Grafik 5 Grafik 6 Grafik 7

Grafik 8

Struktur Ekonomi Kabupaten Landak Tahun 2011... Grafik perkembangan APK di Kabupaten Landak (dalam %)

Grafik Perkembangan APM di Kabupaten Landak (dalam %) ... Grafik Perbandingan Target dengan Realisasi Kondisi Ruang Kelas

yang Memadai (%) .

Perbandingan Produksi Padi (Ton) Kabupaten Landak Tahun 2007

sampai dengan tahun 2012 .

12 18 19

23

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan pada hakikatnya adalah upaya sadar untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi serta untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat menuju keadaan atau kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Mengingat berbagai permasalahan pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dipecahkan dan dipenuhi dalam jangka waktu yang singkat serta ketersediaan sumber daya yang terbatas, maka pembangunan perlu dilakukan dalam beberapa tahapan. Untuk memberikan arah terhadap tahapan-tahapan pembangunan tersebut, diperlukan suatu pedoman agar capaian dari setiap tahapan benar-benar menuju kondisi sebagaimana yang diharapkan pada awal perencanaan.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa penyusunan rencana pembangunan yang mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan, menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah baik pusat maupun daerah, menjamin keterkaitan dan konsistensi antar perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasannya serta mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Perencanaan pembangunan juga dimaksudkan untuk menjamin penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Dalam rangka mewujudkan hal-hal tersebut, secara makro perencanaan pembangunan di daerah disusun menurut hirarki yaitu perencanaan jangka panjang, jangka menengah maupun tahunan.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang disusun setiap tahunnya dan memuat rancangan prioritas pembangunan, rancangan kerangka makro ekonomi daerah, arah kebijakan keuangan daerah, rencana kerja dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Penyusunan RKPD ini mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan menjadi pedoman penyusunan Rancangan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (RAPBD).

(9)

kinerja pembangunan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya, kondisi yang ada dan isu strategis yang perlu ditindaklanjuti, mempertimbangkan sinergi antar sektor dan antar wilayah, memperhatikan koordinasi antar SKPD serta berbagai pihak, baik akademisi, DPRD, lembaga non pemerintah, tokoh agama dan masyarakat. Proses penyusunan RKPD Tahun 2014 dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga tingkat provinsi, serta memperhatikan hasil Musrenbang di Tingkat Nasional. Terkait dengan mekanisme penyelenggaraan Musrenbang tersebut, juga telah dilaksanakan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) yang menghasilkan Rencana Kerja (Renja) SKPD.

Berdasarkan hasil musyawarah yang dilakukan pada tiap tingkatan pemerintahan dan Forum SKPD, maka dokumen RKPD memuat informasi rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 seperti informasi Prioritas Pembangunan Daerah, Program dan Kegiatan, Penanggung jawab program, Indikator hasil serta pembiayaan yang diperlukan untuk mencapai sasaran program tersebut. Data dan informasi yang disampaikan dalam RKPD ini, selanjutnya menjadi acuan bagi penganggaran pembangunan yang disusun dalam dokumen APBD.

Hubungan antara RKPD dengan dokumen RPJM Daerah, keterkaitan antara dokumen RKPD dengan Dokumen Perencanaan lainnya terlihat dari keterkaitan antar dokumen perencanaan dalam RPJMD Kabupaten Landak yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; dengan ketentuan sebagai berikut:

1. RPJM Kabupaten Landak mengacu pada RPJM Provinsi Kalimantan Barat dan RPJM Nasional.

2. RPJM Daerah harus memperhatikan seluruh aspirasi pemangku kepentingan pembangunan (stakeholders) melalui penyelenggaraan musrenbang RPJM Daerah.

3. RPJM Daerah dijabarkan dalam RKPD Daerah yang dijadikan pedoman dalam menyusun RAPBD dan APBD.

4. RPJM Daerah dijadikan pedoman dalam menyusun Renstra SKPD dan Renja SKPD.

5. Renja SKPD harus berpedoman pada Renstra SKPD dan mengacu pada RKPD. 6. Renja SKPD dapat dijadikan pedoman dalam menyusun RKA SKPD dan rincian

(10)

1.2. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 55 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Landak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3904) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 55 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Landak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3970);

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4567);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

(11)

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2014 (Berita Negara Repubik Indonesia Tahun 2013 Nomor 471);

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 690).

11. Peraturan Daerah Kabupaten Landak Nomor 11 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Landak Tahun 2007 2027 (Lembaran Daerah Nomor 11 Tahun 2008; Tambahan Lembaran Daerah Nomor 10);

12. Peraturan Daerah Kabupaten Landak Nomor 9 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Landak Tahun 2012-2016 (Lembaran Daerah Kabupaten Landak Tahun 2012 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Landak Nomor 23).

1.3. Hubungan Antar Dokumen

(12)

Gambar 1

Hubungan RPJP, RPJM, RKPD, Renstra SKPD dan Renja SKPD

Sedangkan konsistensi antara perencanaan dengan proses penganggaran dapat diilustrasikan sebagai berikut :

Gambar 2

Hubungan RPJP, RPJM, RKPD, Renstra SKPD dan Renja SKPD

1.4. Maksud dan Tujuan Penyusunan RKPD 1. Maksud.

a. Sebagai dokumen perencanaan tahunan dan merupakan kompilasi atas Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mendesak untuk ditangani pada Tahun 2014.

RPJM Daerah

RKP

RKP Daerah

Renstra

SKPD RenjaSKPD

RAPBD

RKA SKPD

APBD

Rincian APBD

Pedoman

Pedoman Dijabarkan

Pedoman

Pedoman

Diacu

(13)

b. Sebagai dasar dan acuan resmi bagi seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Landak, DPRD, masyarakat dan pelaku pembangunan lainnya dalam menentukan prioritas program dan kegiatan yang akan dibiayai dari APBD Kabupaten, APBD propinsi, APBN, dana-dana dekonsentrasi, bantuan luar negeri, dan sumber pendanaan lainnya;

c. Memberikan arahan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Landak dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara terpadu, terarah dan terukur pada Tahun 2014.

2. Tujuan.

a. Mewujudkan sinergi antara perencanaan, penganggaran dan pengawasan pembangunan antar wilayah, antar bidang pembangunan, dan antar tingkat pemerintahan.

b. Menjaga konsistensi perencanaan dan pemilihan program serta kegiatan prioritas dengan Visi dan Misi Daerah.

c. Menetapkan arah kebijakan, prioritas pembangunan dan plafon/pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi SKPD.

1.5. Sistematika Penyusunan RKPD

Rancangan Awal RKPD Kabupaten landak Tahun 2014 dibagi menjadi enam bab dan beberapa sub bab sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum

1.3. Hubungan Antar Dokumen

1.4. Maksud dan Tujuan Penyusunan RKPD 1.5. Sistematika Penyusunan RKPD

BAB II CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2012

2.1. Evaluasi Pencapaian Kinerja Indikator Makro Pembangunan Daerah 2.2 Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2012

2.3. Isu Strategis dan Masalah Mendesak

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN

(14)

3.2. Tantangan serta Arah Kebijakan dan Sasaran Ekonomi Daerah Tahun 2014

3.3. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

3.3.1. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah

3.4.2. Arah Kebijakan Penerimaan Pembiayaan Daerah 3.4.3. Arah Kebijakan Belanja Daerah

3.4.4. Arah Kebijakan Pengeluaran Pembiayaan Daerah

3.4.5. Rekapitulasi Realisasi dan Proyeksi Kerangka Pendanaan Pembangunan Daerah

BAB IV SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2014

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB VI PENUTUP

(15)

BAB II

CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DAN EVALUASI

PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2012

2.1. Evaluasi Pencapaian Kinerja Indikator Makro Pembangunan Daerah

(16)

Grafik 1.

Produk Domestik Bruto (PDRB) Menurut Harga Konstan Kabupaten Landak Tahun 2007 2011

0 1 23 4 5642t2s 7 8 9u9:u5529 p8r587 ; 29< 29= > ?@2t2s 6 2A2r B2r<25C 9st29D 2;up2t89

E2 9625 6 2F27 5uru9 w2 5tu G H H I G H JJ K L4F24 = > ?@ 2t2s 62A 2r B2r<2 5C 9st29 D2;up2t89 E29625 p262 t2Bu9 G HJ H A 8; 8A 2r J K602,13 milyar rupiah meningkat menjadi 1.714,09 milyar rupiah di tahun 2011. Dengan demikian, terjadi peningkatan PDRB atas dasar harga konstan sebesar 111,96 milyar rupiah yang artinya laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak tahun 2011 adalah sebesar 6,99 persen. Jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 5,00 persen, berarti secara riil terjadi pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Landak. Sementara itu, secara total pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011 juga mengalami peningkatan menjadi 5,94 persen. Dimana sebelumnya pada tahun 2009 terjadi penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi dari 5,45 persen pada tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 4,80 persen pada tahun 2009.(lihat Grafik 2)

(17)

Grafik 2.

(18)

Grafik 3.

Sumber dan Laju PDRB Menurut Lapangan Usaha Di Kabupaten Landak Tahun 2011

Walaupun semua sektor mengalami pertumbuhan pada tahun 2011, namun jika dibandingkan 2010, ada dua sektor yang mengalami perlambatan pertumbuhan yaitu: sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor jasa-jasa. Sedangkan pada tahun 2010 jika dibandingkan pada tahun 2009, ada dua sektor yang mengalami perlambatan pertumbuhan yaitu: sektor pertanian, serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Sementara sektor lainnya mengalami percepatan pertumbuhan.

Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2011 terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih yang mencapai 14,30 persen. Pertumbuhan sektor tersebut terutama didorong oleh perluasan jaringan listrik di kabupaten landak. Pada tahun 2011, seluruh sektor mengalami pertumbuhan cukup tinggi dengan pertumbuhan diatas lima persen. Sumbangan masing-masing sektor terhadap laju pertumbuhan ekonomi dapat dilihat berdasarkan besarnya sumber pertumbuhan masing-masing sektor. Sektor yang dominan menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak pada tahun 2011 adalah sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari sumber pertumbuhan terbesar yang berasal dari sektor pertanian yaitu sebesar 2,59 persen. Sektor berikutnya yang memberikan sumbangan cukup besar adalah sektor industri pengolahan yang menyumbang pertumbuhan sebesar 1,51 persen.

Walaupun dengan pertumbuhan ekonomi yang paling rendah pada tahun 2011, namun sektor pertanian tetap memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak. Kontribusi terbesar sumber pertumbuhan

6,83

(19)

mnro pq rtsr pqrtn to nt nmnunv suwpq rtsr pqrrqwutn t x y q t znt pq tot zrntnt prsmurpo dominan di Kabupaten Landak dengan peranannya sebesar 50,49 persen. Hal ini berarti bahwa naik turunnya pertumbuhan di sektor pertanian akan sangat mempengaruhi naik turunnya pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan di Kabupaten Landak. Dengan demikian, sektor pertanian masih menjadileading sector

(20)

Ž tr pŽr‘ ’“ ’”“ ’ ”• –tŽ — ‘ ’” rŽstr’” ˜ ’™š– tŽt’p ˜Ž”›’‘ š ”tršœutr tŽrœŽ ™ ’r

Ž ‘u’ ™ŽtŽ — ’– ™Žtr pŽrt ’”š ’ ” ‘ Ž ”“ ’” pŽr’” ’” ”y’ ™Ž œŽ™ ’r  ž•Ÿ  pŽr™Ž”¡ ¢š’ ‘ šœ’”‘š”“’”‘ Ž ”“’” t’–u”™Žœ Ž —u˜ ”y’• p’‘’ t’–u” ž£ £ tŽr›’‘ špŽ”uru” ’” pŽr’ ”’”

‘’rš £•¤ pŽr™Ž ” ˜Ž ”›’‘ š  ž•Ÿ   pŽ™Ž ”¡r Žtr š ”‘ustrš pŽ ”“ — ’– ’ ” ˜Žrup’’ ”

”trš œutr tŽrœ Ž ™ ’r Žš“ ’t ‘ Ž”“ ’ ” pŽr’” ’””y’ ™Ž œ Ž™ ’r £ž• 8 persen pada tahun 2011, mengalami kenaikan kontribusi dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 10,15 persen.

Sektor-sektor yang lainnya hanya memberikan kontribusi kurang dari 20 persen, yaitu sektor pertambangan dan penggalian memberikan peranan sebesar 1,68 persen; sektor konstruksi 2,81 persen; sektor pengangkutan dan komunikasi 2,45 persen; sektor keuangan,persewaan dan jasa perusahaan 4,74 persen; sektor jasa-jasa 6,16 persen.

Sedangkan sektor listrik, gas dan air minum memberikan kontribusi terkecil. Rendahnya peranan sektor ini disebabkan karena masih terdapat daerah-daerah yang belum mendapatkan pelayanan listrik dan air bersih.

Inflasi menjadi salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu daerah karena dapat menggambarkan naik turunnya harga. Keadaan ekonomi yang makin stabil ditunjukkan oleh perkembangan laju inflasi yang kecil. Suatu daerah dikatakan memiliki stabilitas ekonomi yang lebih baik jika tingkat inflasinya lebih rendah dibandingkan daerah lain dalam suatu kurun waktu tertentu. Inflasi yang lebih tinggi berarti juga terjadinya lonjakan harga yang tajam. Hal tersebut bisa menunjukkan penurunan daya beli masyarakat.

Laju inflasi Laju Inflasi Provinsi adalah angka yang menggambarkan kecenderungan umum tentang perkembangan harga dan perubahan nilai. Angka ini dapat dipakai sebagai informasi dasar untuk pengambilan keputusan, baik tingkat ekonomi mikro maupun makro, baik fiskal maupun moneter.

Angka inflasi merupakan salah satu indikator penting yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.

(21)

Tabel 1.

Pencapaian Kinerja Indikator Makro Pembangunan Daerah Kabupaten Landak

¥¦ § ¨©ª« ¬t¦r *) Kondisi Tahun 2010 Pencapaian Tahun 2011

(1) (2) (5) (6)

1. Pertumbuhan PDRB Konstan (%) 5,00 6,99

2. Laju Inflasi Provinsi 5,54 4,94

3. PDRB Berlaku 2.961.191.000.000 3.324.717.370.000

4. PDRB Konstan 1.602.125.640.000 1.714.087.660.000

5. PDRB per Kapita (Harga Berlaku)/Tahun 8.982.860,56 9.892.636,80

6. Indeks Gini 0,2131 0,2599

7. Pemerataan Pendapatan Data tdk tersedia Data tdk tersedia 8. Indeks Ketimpangan Regional Data tdk tersedia Data tdk tersedia

9. Jumlah Penduduk (Jiwa) 329.649 336.080

10. Jumlah Penduduk (KK) 72.084 73.529

11. Persentase Penduduk Miskin 14,05 13,13

12. Laju Pertumbuhan Penduduk/ LPP (%) 1,59 1,59

13. Angka Partisipasi Murni (APM)

16. Angka Rata-rata Lama Sekolah 7,07 7,26

17. Angka Kelangsungan Hidup Bayi Data tdk tersedia 0,30

18. Angka Usia Harapan Hidup 65,46 65,70

19. Jumlah Penyandang Masalah Sosial Data tdk tersedia Data tdk tersedia 20. Perentase Jumlah Tenaga Kerja diBawah Umur Data tdk tersedia Data tdk tersedia

21. Perentase Jumlah Perempuan diLembaga Pemerintah 40,84 39,29

22. Angka Partisipasi Angkatan Kerja(%) 73,36 76,57

23. Tingkat Pengangguran Terbuka(%) 4,61 3,18

2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2012

Sub Bab ini memuat uraian dari hasil evaluasi status dan kedudukan pencapaian kinerja pembangunan daerah.

(22)

­® ¯®r® °±° ±² ±®r®³ ´®° u°tu´µ ¶ ° ±° ·´®t´®° p¶r¸¹®¯®° ²®° p¶ µ¶r®t®® ° p¶ °²±²±´®°º® ¸ ¹r » ¼µ ®¸r ² ® ° °¼ ° »¼µ ®¸r y® ° · ½¶r´®¸±u t®s ²¶° ·® ° µ ¶°±°· ´®t´® ° r¶¸¶v® °¯± p¶°²±²±´® ° ²¶°·®° ´¶½utu³ ® ° t¶ °®·® ´¶rº®¾ ¿®² ® ® ´³±r°®y ¯® ¯®r® ° ± °± ²±³ ®r®p´®° ²®p®t µ¶ µ½¶r±´®° ´¼°tr±½u¯± ²®¸® µ p¶° ±° ·´®t®° ®´¯¶s µ®sy®r®´®t t¶r³® ²®p p¶°²±²±´® °

y

®°·¸¶½±³½¶r´u® ¸ ±t®¯¾

À°tu´µ ¶wuº¹² ´®°¯®¯®®°r t¶r¯¶ ½ut ²±³ ®r®p´® °²±Á®p® ±µ ¶¸® ¸u±  Ãį¶pu¸u³ Å pr¼ ·Æ® µÇ

y

®±ÈuÉ ¿r¼·Æ®µ ¿¶°²±² ± ´® ° Ê °® ´ À¯±® ˱° ± Ç ¿r¼ ·r®µ Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, Program Pendidikan Menengah, Program Pendidikan Non Formal, Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Program Manajemen Pelayanan Pendidikan, Program Pendidikan Tinggi, Program Peningkatan Peran serta Kepemudaan, Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga serta Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga. Program-program tersebut dilaksanakan melalui 63 (enam puluh tiga) kegiatan.

Alokasi anggaran dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2012 untuk mewujudkan sasaran tersebut adalah sebesar Rp 112.720.886.600,00 dengan realisasi sebesar Rp 109.816.622.752,00 atau 97,42%. Secara rinci capaian kinerja sasaran tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 2.

Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Sumber Daya Manusia Kabupaten Landak yang berkualitas, berkapasitas, kreatif dan inovatif

Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)

1 Angka Partisipasi Kasar

- SD/MI % 97,00 109,76 113,15

- SLTP/MTsn % 90,00 82,17 91,30

- SMU/MAN/SMK % 80,00 53,45 66,81

Rata-rata Angka Partisipasi Kasar % 89,00 81,79 91,90

2 Angka Partisipasi Murni

- SD/MI % 100,00 98,54 98,54

- SLTP/MTsn % 90,00 71,55 79,50

- SMU/MAN/SMK % 60,00 40,08 66,80

Rata-rata Angka Partisipasi Murni % 83,33 70,06 84,07

Sasaran 1

(23)

Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)

Rata-rata rasio siswa terhadap guru Siswa/guru 14,51 15,75 91,46 5 Rasio siswa terhadap ruang kelas

- SD/MI Siswa/kelas 23,89 25,12 105,17

- SLTP/MTsn Siswa/kelas 28,42 31,59 111,17

- SMU/MAN Siswa/kelas 28,42 33,37 117,42

Rata-rata rasio siswa terhadap ruang kelas Siswa/kelas 26,91 30,03 88,41 6 Rasio siswa terhadap sekolah

- SD/MI Siswa/Sklh 180,00 123,51 68,62

- SLTP/MTsn Siswa/Sklh 250,00 195,89 78,36

- SMU/MAN Siswa/Sklh 250,00 239,19 95,68

Rata-rata rasio siswa terhadap sekolah Siswa/Sklh 226,67 185,86 82,00 7 Angka Putus Sekolah

Rata-rata guru layak mengajar % 100,00 66,16 66,16

9 Rasio Ruang Kelas yang kondisinya baik

- SD/MI % 100,00 87,50 87,50

- SLTP/MTs % 100,00 87,40 87,40

- SMU/SMK/MA % 100,00 97,53 97,53

Rata - rata ruang kelas yang kondisinya

(24)

Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)

ÙÚ Ûuru yÜ Ý Þß àßàÝuá âãÜäâ åâ ãÜu âsæ Ùç è éêë % 55,00 31,46 57,21

13 Rasio melek huruf % 92,53 91,61 100,99

14 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) % 4,27 8,01 187,55 15 Jumlah sekolah yang menerima alat olah

raga Sekolah 5,00 3,00 60,00

16 Jumlah sarana olah raga Sarana 72,00 56,00 77,78

17 Jumlah sekolah yang mengikuti pekan olah

raga pelajar daerah Sekolah 24,00 20,00 83,33

18 Jumlah masyarakat yang ikut olah raga

masal Orang 250,00 600,00 240,00

19 Jumlah atlit yang di kirim ke tingkat provinsi Atlit 25,00 22,00 88,00

Capaian Hasil Kinerja 81,25

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Pencapaian indikator sasaran meningkatnya Sumber Daya Manusia Kabupaten Landak yang berkualitas, berkapasitas, kreatif dan inovatif dijelaskan berikut ini. Keberhasilan sasaran pendidikan dapat ditinjau dari tiga kelompok indikator yaitu Pemerataan Pendidikan, Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan serta Efisiensi Internal Pendidikan. Dalam mewujudkan sasaran ini Dinas Pendidikan Kabupaten Landak merupakan dinas yang berperan cukup besar dengan didukung oleh instansi lainnya secara sinergis.

Berkaitan dengan pemerataan pendidikan dapat ditinjau dari indikator Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM) dan angka rasio antara murid, guru serta sarana pendidikan yang digunakan.

Dalam tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Landak telah berhasil mencapai rata-rata Angka Partisipasi Kasar (APK) sebesar 81,79% atau 91,90% dari rencana 89,00%. Perbandingan APK tahun 2011 dengan tahun 2012 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.

Perbandingan APK tahun 2011 - 2012

No Angka PartisipasiKasar Tahun 2011Realisasi (%) Target (%)Tahun 2012Realisasi

1 - SD/MI 111,29 97,00 109,76

2 - SLTP/MTsn 81,70 90,00 82,17

3 - SMU/MAN/SMK 50,26 80,00 53,45

Rata-rata Angka

Partisipasi Kasar 81,08 89,00 81,79

(25)

ì írî tíï ðñ tðròðïut óípít óî òî ôpuñ õí öï í ÷wí rítí ørítíù úû pí óí tí ÷uö ü ý þ ü sðïðòír 81,79%, naik tipis sebesar 0,71% dari tahun 2011 sebesar 81,08%. APK yang tertinggi adalah pada tingkat SD/MI yaitu 109,76 % dan terendah pada tingkat SMU/MAN/SMK yaitu 53,45%. Capaian APK yang tertinggi adalah pada tingkat SD/MI menunjukkan bahwa kinerja pada tingkat SD/MI lebih baik dari tingkat pendidikan lainnya karena anak yang bersekolah di tingkat SD/MI paling banyak dibandingkan dengan tingkat pendidikan lainnya. Tingginya APK SD/MI disebabkan oleh banyaknya siswa usia di luar usia sekolah yang berada atau bersekolah pada tingkat pendidikan SD/MI.

Grafik 5.

Grafik perkembangan APK di Kabupaten Landak (dalam %)

Sedangkan rata-rata angka partisipasi murni (APM) pada tahun 2012 mencapai 70,06% atau 84,07% dari rencana sebesar 83,33%. Perkembangan APM dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.

Perbandingan APM tahun 2011 - 2012

No Angka Partisipasi Murni (APM) Tahun 2011Realisasi (%) Tahun 2012

Target (%) Realisasi (%)

1 - SD/MI 98,03 100,00 98,54

2 - SLTP/MTsn 71,35 90,00 71,55

3 - SMU/MAN/SMK 36,21 60,00 40,08

Rata Rata Angka Partisipasi Murni 68,53 83,33 70,06

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata APM pada tahun 2012 mencapai 70,06% atau naik sebesar 1,53% dibandingkan dari tahun 2011 yang mencapai 68,53%. APM yang tertinggi adalah pada tingkat SD/MI yaitu 98,54% dan terendah pada tingkat SMU/MAN/SMK yaitu 40,08%. Pada tahun 2012, APM yang tertinggi adalah pada tingkat SD/MI, hal ini menunjukkan bahwa kinerja pada tingkat SD/MI masih lebih baik dari tingkat pendidikan lainnya karena anak usia SD/MI yang

(26)

ÿ r t t p ÿ y ÿ t t p

y ut t t s u uru

Grafik 6.

Grafik Perkembangan APM di Kabupaten Landak (dalam %)

u r p tr y rup p rt syr t

p uu p tr ÿ y !" #r tu $" % dari

target sebanyak 21.800 orang. Angka pendaftaran tertinggi untuk jenjang SD/MI sebanyak 8.505 orang, SLTP/MTsn adalah sebanyak 7.499 orang, SMU/MAN sebanyak 3.984 orang dan Kejuruan sebanyak 765 orang. Sedangkan apabila dibandingkan dengan tahun 2011 jumlah angka pendaftaran siswa pada semua jenjang pendidikan relatif menurun.

Tabel perbandingan angka pendaftaran siswa tahun 2011 dengan 2012 adalah sebagai berikut:

Tabel 5.

Perbandingan Angka Pendaftaran Siswa tahun 2011 - 2012

No Angka PendaftaranSiswa

(27)

% &' () p*&+ ),t)r)&-. -/ )0% 123 t*r-*4ut 5* &u&6 7(() &-*5 )(. &5* 8 7 )s&y)(* -*5p)t)& 4 )' . 5 )sy)r)()t u&tu( 5*& .&'()t()& p*&' *t)9u)&&y) 5*8)87. p* &+.+. ()& -*:)r) ,;r5 )8 <

2*+) &' ()&+.8 .9)t +)r.r))t =r)t)) &' ()>) -.;2 . -/) t*r9)+ )p ? uru t)9u&@ A B @ r)t) =r)t) BC D EC)t)u -*t)r)+*&' )&B6 siswa untuk satu guru dari target yang ditetapkan sebesar 15 orang siswa per satu guru. Dengan demikian capaian kinerjanya sebesar 91,46%. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang rata-rata 17 siswa per satu guru realisasi Rasio Siswa terhadap Guru lebih baik . Hal ini berarti terdapat peningkatan jumlah siswa yang harus diasuh oleh seorang guru dan menunjukkan ada usaha untuk mencapai jumlah ideal atau adanya peningkatan efektifitas dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Perbandingan Rasio Siswa terhadap Guru dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6.

Perbandingan Rasio Siswa terhadap Guru tahun 2011 - 2012

No Rasio Siswa TerhadapGuru Tahun 2011Realisasi TargetTahun 2012Realisasi

1 SD/MI 15,19 25,64 14,93

2 SLTP/MTsn 18,30 8,94 12,92

3 SMU/MAN 19,48 8,94 19,39

Rata-rata 17,66 14,51 15,75

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan jumlah siswa yang harus dibimbing oleh guru pada semua jenjang pendidikan. Kondisi ini tetap perlu diantisipasi agar tidak berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan untuk masa mendatang. Ditinjau dari segi pemerataan pendidikan menunjukkan perkembangan yang positif karena masyarakat semakin tinggi kesadarannya terhadap arti pentingnya pendidikan.

(28)

F GrH IJGK H LMHGGts MHLNtGOuHP GOGw QG RH STHRUG pNr QuG V IW N XGs tNrN VMGO uVtuLTF YZ [\ Dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi penurunan sebesar 11,16% dari realisasi rata-rata sebesar 175 siswa per sekolah. Hal tersebut menunjukkan semakin efektifnya kegiatan proses belajar mengajar untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Landak.

Selain itu, Angka Putus Sekolah pada jenjang SD/MI paling tinggi dibandingkan dengan jenjang lainnya, yaitu 1,29% atau capaiannya 0,00 % dari yang ditargetkan 0,56%. Untuk jenjang SLTP/MTsn Angka Putus Sekolahnya mencapai 0,99% atau capainnya 0,00 % dari yang ditargetkan 0,41%, sedangkan untuk jenjang SMU/MA Angka Putus Sekolahnya mencapai 0,73% atau capaiannya 148,79% dari yang ditargetkan 1,43%. Tingginya capaian ini karena rendahnya realisasi menunjukkan semakin tinggi kinerjanya.

Dari jenjang pendidikan yang ada untuk tingkat SMU/MAN, Tenaga Pendidik yang Layak Mengajar menduduki peringkat tertinggi yaitu sebesar 77,94%, sedangkan terendah pada jenjang pendidikan SD/MI yang mencapai angka 55,39% dari target yang seharusnya sebesar 100%. Sedangkan dibandingkan dengan tahun sebelumnya proporsi Tenaga Pendidik yang Layak Mengajar adalah seperti tabel di bawah ini:

Tabel 7.

Proporsi Tenaga Pendidik yang Layak Mengajar tahun 2011 - 2012

No Rasio Guru LayakMengajar Realisasi (%)Tahun 2011 TargetTahun 2012 (%) Realisasi(%)

1 - SD/MI 55,39 100 55,39

(29)

k lmn opnqr

s s t u v

w x x

s s t u v v -y z{uru|}

s~tx6 100 72,06

Rata-rata guru layak

mengajar 66,16 100 66,155

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa secara umum terjadi perubahan signifikan terhadap Rasio Guru yang Layak Mengajar. Hal ini perlu mendapat perhatian dari instansi terkait untuk mendorong dan meningkatkan kompetensi dan kualitas guru yang layak mengajar.

Sebagai upaya mendorong peningkatan profesionalisme tenaga pendidik dalam tahun 2012 telah dilaksanakan kegiatan berupa Pemilihan Tenaga Pendidik dan Tenaga Fungsional yang Berprestasi yang telah diikuti oleh para guru.

Indikator lain yang berpengaruh terhadap Mutu Pendidikan adalah Kualitas dan Kuantitas Sarana Pendidikan. Ditinjau dari kondisi ruang kelasnya rata-rata sebesar 90,81% dalam kondisi yang memadai untuk proses belajar mengajar. Rasio Ruang Kelas yang Kondisinya Baik, tertinggi pada jenjang SMU/MAN sebesar 97,53% dan terendah pada tingkat SD/MI sebesar 87,50%. Kondisi sarana ruang kelas ini sangat dipengaruhi oleh faktor geografis, karena beberapa sekolah SD/MI berada di pedalaman sehingga untuk melaksanakan perawatan yang intensif cukup sulit. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs dan SMU/MA/Kejuruan berada di pusat kota sehingga untuk melaksanakan perawatan relatif cukup mudah.

(30)

Grafik 7.

Grafik Perbandingan Target dengan Realisasi Kondisi Ruang Kelas yang Memadai (%)

 €y ‚upy y ƒ„ … †‡ ˆ‰ƒ ˆ ƒ… ‡ Š t ‹ƒuŒ  ŽŒ uƒtuˆŠ ƒ†ƒ„ˆtˆƒˆu‡†s ‰rƒ

t

 ‡‹ … †‡ ˆ‰ ƒˆƒ r ‹‘†‡† ‰† „ …uƒ„ ’“ …† ”‘upt ƒ •ƒ… ˆ– ‰ ‡  † ƒ † u — ˜„ t ‡ ‹ … †‡ ˆuˆƒ p Š‘ ƒ„˜ƒ ƒ„ …ƒ„u ‘ru ’“‘rup pƒ Š‘‹ ƒ ru ƒ„ˆ ‡ s ‘ru™

“†‰ Šp†ƒ„ r‹‘†‡†‰ † … ƒ p Š‘ƒ „uƒ ƒ yƒ„ t‡  ‹ … †‡ ˆuˆƒ p … „…uƒ„ ’“ – —u„ … †‡ ˆuˆƒ p Š‘ ƒ„˜ƒ ƒ„ …ƒ„u ‘ru p… — ƒ—ƒ„’ š ™

’rƒ‡  † ƒ y ƒ„t ‡ ‹… † … ˆƒ… ‡ Š t ‹ƒuŒ ŽŒ„˜ƒŠ  ƒuƒ—ƒ„pƒ†ƒ„ ˆt ƒŠut u

p

ƒ…†…†ˆƒ  … ‡‹› œƒ„ … ƒ š ‘ ‡†u ‰ ˆž‡‹ … ‰r … ƒ ‰ ˆž‡  ‹ Šƒƒ„‹– œƒ„ … ƒ Ÿuˆu œ  ‡ —rƒ ‘ †ˆ uƒtuˆ ‰ ˆž‡ ‹ …‰r … ƒ sˆž‡‹ Š ƒ ƒ„  ‹– œƒ„ … ƒ ‡ t •‘ žrtžr†˜Š…  ƒœƒ„ … ƒ’ƒr … ƒœ ‰r rƒˆƒtžr™

 €y‡†ƒ ƒy uƒtuˆŠ ƒ…žržƒ„ ƒ† ƒ„ ˆp tƒˆu ‡ † s pƒ…†…†ˆƒ…†”‘upt ƒ• ƒ…ˆ

… ‡  ‹ … ƒ„ƒ Š ƒy ‡ ƒ„ „rˆƒ • žŠ‘ št œ  ‡—rƒ …ƒ ‘rprt†‰ † € ‰ † … ‡ Š ¡‡ †Šp†… … † t†ƒ„ˆt pržp† ƒ‰ †–…  ƒ„  ƒ‹r ƒp …pt Š  Š ¢u  ƒ ˆ… †… †ˆ‡†ƒ ƒy uƒtuˆ

Š  ƒ †ƒ„ˆtˆƒ prst‰ †ƒy ™

£ ƒ…†ˆtžr ‡  †ƒ yƒ„ … pt Š ƒuƒ—˜ˆˆ ƒŠutu p  ƒ…†…†ˆƒ… †w†‡y ‹”‘upt ƒ•ƒ… ˆ … ‡  ‹¢p †ƒ ¤†‡  †¥‘tšƒ†ur ¦¤¥ š§tu —†ƒ ˆ ‹ †¤ ‰ †žƒ ‡¦  ¤§™

¨t ‚rt ¤ ¥ š©  ¤ …† w†‡  ‹y ”‘uptƒ •ƒ… ˆ Š  ƒ¢†p ƒ †‡  † 6,79 atau 106,92%

dari target nilai rata-rata NEM/UAN sebesar 6,38. NEM/UAN per jenjang pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:

0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00

2012 2011

SD/MI 87,50 58,66

SLTP/MTs 87,40 70,22

SMU/MA 97,53 91,79

(31)

Tabel 8.

NEM/UAN per Jenjang Pendidikan tahun 2011 - 2012

No NEM/UAN Tahun 2011Realisasi Tahun 2012

Target Realisasi

ª «¬­ ®¯ 6,38 6,50 6,20

2 SLTP/MTsn 6,74 6,50 6,95

3 SMU/MAN 6,70 6,50 6,94

4 Kejuruan 7,27 6,00 7,06

Rata-rata 6,77 6,38 6,79

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata NEM/UAN pada tahun 2012 dengan nilai 6,79 meningkat tipis sebesar 0,02% dari tahun 2011 yang mencapai nilai 6,77. NEM/UAN yang tertinggi adalah pada tingkat kejuruan dengan nilai 7,06 dan terendah pada tingkat SD/MI dengan nilai 6,20. Secara umum relative tetap NEM untuk semua jenjang pendidikan, rata-rata NEM meningkat tipis. Kondisi ini belum begitu menggembirakan mengingat jenjang SD/MI merupakan jenjang awal siswa sebelum memasuki jenjang yang lebih tinggi lagi dan menuntut mutu yang tinggi dari siswa untuk menjadi siswa terbaik, walaupun sebenarnya NEM/UAN bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas hasil pendidikan.

Sedangkan Tingkat Kelulusan untuk jenjang pendidikan SD/MI mencapai 99,96% dari yang ditargetkan 100%, pada jenjang SLTP/MTsn mencapai 99,67% dan pada jenjang SMU/MAN mencapai 99,68% dari yang ditargetkan 100%.

Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV

Pencapaian indikator Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV ini digambarkan pada jumlah guru berijasah kualifikasi S1/D-IV di Kabupaten Landak tahun 2012 sebanyak 1.245 guru atau mencapai 31,46 % dari jumlah guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA sebanyak 5.957 guru.

Penduduk yang berusia >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)

(32)

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

°± ²³ ´p´µ´ ² µ ²¶µ · ´t¸r °±²¶µ ¶µ · ´² ¹ ²´· º »µ´ ¼µ ²µ ½° ¹º ¼ ¾ ¶ µ ¿ ´Àup´t±² Á´²¶ ´· t´Âu² Ã Ä Å Ã¶ µÆ´ÇÀ´r· ´ ²¶´rµÈÉ Ç Ê´Â»µ »Ë´ p´¶´È± ²È´ ²ÆÌ¿Í Î¹Í°± ²µÏµp´²¹² ´·¶ µ¿ ´Àup´t±² Á´²¶ ´· t´Âu²Ã Ä Åû±À ´²y´·ÅÐ836 anak. Jika dibandingkan dengan jumlah anak usia 4

6 tahun sebanyak 22.926 anak maka capaian kinerjanya sebesar 8,01%

Pemerintah Kabupaten Landak selama tahun 2012 dalam memberikan dan menjalankan fungsi/urusan kepemudaan dan olah raga secara ringkas ditunjukkan pada capaian kinerja yang diuraikan berikut ini:

Gelanggang/balai remaja (selain milik swasta)

Indikator ini menunjukkan perbandingan antara jumlah gelanggang / balai remaja (selain milik swasta) yang dimiliki Kabupaten Landak dengan jumlah penduduk. Sampai dengan akhir tahun 2012 Kabupaten Landak belum memiliki gelanggang / balai remaja (selain milik swasta). Apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Landak tahun 2012 sebanyak 385.102 jiwa maka capaian kinerjanya sebesar 0,00%.  Lapangan Olah Raga

Indikator ini menunjukkan perbandingan antara jumlah Lapangan Olah Raga yang dimiliki Kabupaten Landak dengan jumlah penduduk. Sampai dengan akhir tahun 2012 jumlah Lapangan Olah Raga yang dimiliki Kabupaten Landak sebanyak 56 Lapangan Olah Raga. Apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Landak tahun 2012 sebanyak 385.102 jiwa maka capaian kinerjanya sebesar 0,15%. Lapangan Olah Raga sebanyak 56 Lapangan tersebut terdiri : Lapangan Sepak Bola = 20 lap, Lapangan Basket = 1 lap, Lapangan Volley = 20 lap, Lapangan Bulu Tangkis = 6 lap, Lapangan Futsal = 4 lap, Lapangan Sepak Takraw = 3 lap, GOR = 1 lap, Kolam Renang = 1 lapangan.

Pada tahun 2012 beberapa capaian kinerja keolahragaan dapat diuraikan sebagai berikut:

(33)

Walaupun dari indikator meningkatnya Sumber Daya Manusia Kabupaten Landak yang berkualitas, berkapasitas, kreatif dan inovatif telah menunjukkan tingkat keberhasilannya, namun demikian masih dijumpai beberapa kendala dan hambatan untuk lebih mengoptimalkan pencapaian kinerja sasaran tersebut diantaranya adalah: 1. Pemerataan pendidikan yang diukur beberapa indikator, diantaranya APK dan

APM di Kabupaten Landak masih rendah. Rendahnya pemerataan ini akibat sulitnya transportasi dan ekonomi masyarakat serta keterbatasan dana pembangunan.

2. Kemampuan dan kelayakan guru dalam mengajar masih rendah untuk semua jenjang pendidikan.

3. Jumlah ruang kelas yang berada dalam kondisi baik belum maksimal terutama untuk pendidikan dasar mengingat sebagian besar sekolah tingkat dasar adalah SD Inpres yang berada di pedalaman yang sulit transportasi ke daerah tersebut. 4. Masih rendahnya rata-rata NEM/UAN sehingga berpengaruh terhadap lulusan

sekolah dalam bersaing dengan lulusan dari sekolah di luar Kabupaten Landak. 5. Masih rendahnya minat masyarakat Kabupaten Landak terhadap olahraga

menyebabkan minimnya prestasi bidang olah raga.

Sebagai upaya untuk mengoptimalkan capaian sasaran di atas akan ditempuh langkah-langkah antisipasi untuk masa yang akan datang sebagai berikut:

1. Meningkatkan penanganan khusus untuk meningkatkan APK, APM dan angka pendaftaran siswa melalui pemberian bantuan, beasiswa atau program anak asuh. 2. Mendorong peran serta masyarakat melalui komite-komite sekolah untuk

berperan aktif dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Landak.

3. Meningkatkan kemampuan guru melalui penyesuaian ijazah/penyetaraan.

4. Meningkatkan rehabilitasi ruang kelas yang rusak berat untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

(34)

6. Menggalakkan olahraga dengan sering mengadakan event olahraga dimasyarakat serta mengaktifkan kejuaraan kelompok umur u ntuk mendongkrak prestasi olah raga.

Sasaran Terwujudnya masyarakat Kabupaten Landak yang sehat dan sejahtera diarahkan melalui pengendalian penduduk dengan keluarga berencana serta pemberian pelayanan kesehatan, kesejahteraan sosial, peranan wanita, anak dan remaja yang dilakukan secara selektif dan proporsional. Pada akhirnya sasaran ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas masyarakat di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, peranan wanita, anak dan remaja sehingga tercipta masyarakat Kabupaten Landak yang berkualitas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut diharapkan dicapai melalui 22 program, yaitu (1) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan; (2) Upaya Kesehatan Masyarakat; (3) Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; (4) Perbaikan Gizi Masyarakat; (5) Pengembangan Lingkungan Sehat; (6) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular; (7) Standarisasi Pelayanan Kesehatan; (8) Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin; (9) Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/ Puskesmas Pembantu dan Jaringannya; (10) Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita; (11) Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia; (12) Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan; (13) Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak; (14) Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata; (15) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata; (16) Optimalisasi Fungsi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Landak; (17) Pembinaan Peran Serta Masyarakat dalam Pelayanan KB/KR yang Mandiri; (18) Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KRR; (19) Penguatan Kelembagaan Pengarusutaman Gender dan Anak; (20) Keluarga Berencana; (21) Penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga; (22) Peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Program-program tersebut terlaksana melalui 73 kegiatan.

Sasaran 2

(35)

Ñ ÒÓ ÔÕÖ× ÕØ Ù ÙÕrÕØ Ú Õr× ÕØÙÙ ÕrÕØ pÛØÚÕÕptÕØ ÚÕØ Ü ÛÒ ÕØ Ý Õ Ú ÕÛrÕÞ ßÑ à áâ ã tÕÞuØ ÕØÙÙÕÕØr ä å æ äç uØtuÔ èÛwuÝéÚ ÔÕØ Ö ÕÕsrÕØ tÛrÖ Û Üut ÕÚÕÒ ÕÞ Ö ÛÜ ÛÖ Õr

êpä äëìí î ëî ï6.652,00 dengan realisasi sebesar Rp 21.899.547.209,00 atau 96,07%. Secara rinci capaian kinerja sasaran tersebut dapat dilihat dari capaian Indikator-indikator sebagai berikut:

Tabel 9.

Pencapaian Kinerja Sasaran Terwujudnya masyarakat Kabupaten Landak yang sehat dan sejahtera

Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian(%)

1 Cakupan komplikasi kebidanan yg

3 Cakupan UCI % 88,72 77,56 87,43

4 Cakupan balita gizi buruk % 100,00 100,00 100,00 5 Cakupan penemuan dan

penanganan penderita TBC BTA % 60,81 100,00 164,45 6 Cakupan penemuan dan

penanganan penderita DBD % 82,22 100,00 121,62 7 Cakupan pelayanan kesehatan

rujukan masyarakat miskin % 68,20 100,00 146,63

8 Cakupan kunjungan bayi % 47,31 100,00 211,37

9 Kunjungan pasien rawat jalan umum

pada Sarana Kesehatan Puskesmas Orang 335.185,00 71.090,00 178,79 10 Kunjungan pasien rawat jalan gigi

pada Sarana Kesehatan Puskesmas Orang 2.444,00 3.800,00 44,52 11 Kunjungan KIA pada Sarana

Kesehatan Puskesmas Orang 22.905,00 5.882,00 25,68 12 Kunjungan pasien pada RSUD Orang 1.146,00 12.697,00 1.107,94 13 Banyaknya bayi lahir hidup Bayi 7.996,00 5.360,00 67,03 14 Banyaknya bayi lahir mati Bayi 43,00 16,00 162,79 15 Kader Pos Yandu Orang 1.085,00 1.865,00 171,89 16 Prosentase ketersediaan obat sesuai

kebutuhan % 95,00 90,00 94,74

17 Prosentase pengadaan obat esensial % 95,00 88,00 92,63 18 Prosentase pengadaan obat generik % 95,00 80,00 84,21 19 Persentase rumah tangga sehat % 85,00 46,04 54,16 20 Prosentase sarana air bersih % 85,00 60,00 70,59

21 Jumlah Posyandu Unit 234,00 396,00 169,23

22 Angka Kelangsungan Hidup Bayi % 1,83 0,30 183,74 23 Angka Usia Harapan Hidup Tahun 65,32 65,70 100,58 24 Persentase Posyandu Purnama dan

Mandiri % 40,00 0,00 0,00

25 Rasio tenaga kesehatan perhadap penduduk :

- Dokter ( per 100.000 penduduk ) Per100.000 12,00 5,28 44,03 - Dokter gigi (per 100.000

penduduk) Per100.000 4,00 1,58 39,62

- Apoteker ( per 100.000 penduduk ) Per100.000 2,24 1,24 55,36 - Sarjana Kesehatan Masyarakat (

(36)

Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian(%)

- Gizi ( per 100.000 penduduk ) Per100.000 9,35 4,35 46,52

26 Prevalensi KB PUS 57.112,00 45.534,00 79,73

27 Jumlah Peserta KB Baru Orang 12.926,00 10.239,00 79,21 28 Penyelesaian pengaduan

perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan

% 100,00 0,00 0,00

29 Rata-rata jumlah anak per keluarga anak 6,12 4,57 125,33

30 Cakupan peserta KB Aktif % 75,56 64,92 85,92

31 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 68,55 68,16 99,43

Capaian Hasil Kinerja 71,05

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Pemerintah Kabupaten Landak selama tahun 2012 dalam memberikan dan menjalankan fungsi/urusan kesehatan sebagaimana ditunjukkan pada capaian indikator sasaran di atas secara ringkas diuraikan berikut ini.

Cakupan komplikasi kebidanan yg ditangani

Cakupan kasus komplikasi kebidanan yang ditangani pada tahun 2012 baru mencapai 23,39% dengan target 100% atau dengan capaian indikator kinerja abru mencapai 23,39% . Pada tahun 2012 di wilayah Kabupaten Landak jumlah Ibu hamil dengan komplikasi kebidanan yang ditangani baru mencapai 36 kasus dari 381 kasus yang terjadi atau 9,45%. Hal ini dikarenakan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan belum cukup baik dan belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya kesehatan yang kompeten.

Cakupan pertolongan persalinan komplikasi oleh tenaga kesehatan yg memiliki kompetensi kebidanan

(37)

Desa /kelurahan UCI

up Universal Child Immunization p t t r p t u

r !6% dari yang ditargetkan sebesar 88,72% atau dengan tingkat

capaian indikator kienerja sebesar 87,43%. Dari 156 desa/kelurahan yang ada, sebanyak 118 desa/kelurahan telah memenuhi UCI, artinya balita yang ada di 118 desa/kelurahan tersebut telah memenuhi standar imunisasi yang dibutuhkan oleh balita. Cakupan UCI tahun 2012 sangat tergantung pada kesadaran orang tua balita untuk membawa anak anaknya ke Pos PIN terdekat pada tanggal yang telah ditentukan. Kesiapan pelayanan jajaran Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Landak sudah optimal hal ini dikarenakan dukungan logistik dan sebagian besar dana operasioanal untuk kegiatan Pos PIN ini disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Cakupan penanganan Gizi Buruk

Untuk tahun 2012 di Wilayah Kabupaten Landak cakupan penanganan Gizi Buruk terealisasi sebesar 100,00% yaitu dari 26 kasus Gizi Buruk yang ditemukan telah ditangani sebanyak 26 anak yang ditangani langsung oleh sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Landak.

Cakupan penemuan dan penanganan penderita TBC BTA+

Kasus penyakit TBC pada tahun 2012 yang dapat ditemukan dan diobati secara baik mencapai 100% dengan target 60,81% atau tingkat capaian indikator kinerja sebesar 164,45%. Jumlah penderita baru TBC BTA (+) yang ditemukan selama 2012 sebanyak 323 pasien, sedangkan perkiraan jumlah penderita yang ada di Kabupaten Landak sebanyak 701 penderita.

Penderita DBD yang ditangani

(38)

"# $ % &% ' ( &u& )u*#& #+#&y# *(&# % *#& *( ,# +#r#& ' #sy#r#*#t t(r-#+ #p .# -#y# / 0/ ,(-%&1 1# #+ # *(r)# ,# '# y# &1 .#%* #&t##r 2( ' (r% &t#- 3# .up#t( & 4# &+ # * +# & ' ##syr#*#t +#$# ' ' ('.(#&r #ts v(*t5r p(' .#w# v% 6us /0/ y# % 7u &#'y u* 8( + (s

8 (19pty:

Pelayanan kesehatan rujukan masyarakat miskin

2r5 ,(s p($#y#&#& *( ,( -#t#& y# &1 + % .(r% *# & *(p#+ # '#sy#r#*#t ' % , *% & +% 3#.up#t( & 4# &+#* p#+# t#-u& ; < =; ' (&>#p# % =< <% atau naik 45,47% bila dibandingkan tahun lalu yang baru mencapai 53,53%. Kunjungan pasien miskin di sarana kesehatan Strata 1 sebanyak 111.043 dari 207.447 orang miskin yang Kabupaten Landak. Program ini berjalan dengan adanya Jamkesmas yang secara nasional diberlakukan bagi rujukan pasien tidak mampu di seluruh Kabupaten Landak.

Cakupan Kunjungan Bayi

Kunjungan bayi pasca natal di Kabupaten Landak mencapai 100% atau naik sedikit bila dibandingkan tahun lalu yang telah mencapai 99,17% dari kelahiran hidup bayi. Data tahun 2011 menunjukkan angka kunjungan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar sebanyak 5.150 bayi dibanding bayi lahir hidup pada tahun yang sama sebanyak 5.193 bayi.

Kunjungan pasien rawat jalan umum pada Sarana Kesehatan Puskesmas

Pasien rawat jalan yang mengunjungi Puskesmas-puskesmas di Kabupaten Landak selama 2012 tercatat sebanyak 71.090, naik 11.703 orang apabila dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 59.387 orang, atau 19,71%. Sementara itu untuk pasien poli gigi selama tahun 2012 tercatat 3.800 pasien naik dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 1.094 pasien.

Kunjungan KIA pada Sarana Kesehatan Puskesmas

Kesadaran kesehatan bagi ibu dan anak di Kabupaten Landak selama tahun 2012, terlihat dari kunjungan KIA pada sarana kesehatan yang tercatat sebanyak 5.882 kunjungan, atau mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.691 kunjungan.

Kunjungan pasien pada RSUD (Pelayanan Kesehatan Rujukan & Rumah Sakit)

(39)

t

? @pAt tBCur CB ru@A D EA FB G AAtu Bed Occupancy Rate HIJKL tA DuM N O P P E?Q ? EAr R S T UR%.

Sedangkan frekuensi pemakaian tempat tidur atau Bed Turn Over (BTO) yang menunjukkan berapa kali dalam satu satuan waktu tertentu (biasanya 1 tahun) tempat tidur rumah sakit dipakai pada tahun 2011 sebesar 67 kali.

Rata-rata lama perawatan atau Length of Stay (LOS) adalah indikator yang menunjukkan rata-rata lamanya dirawat seorang pasien pada tahun 2011 sebesar 2,4 hari.

Banyaknya bayi lahir hidup dan Angka Kelangsungan Hidup

Pada tahun 2012, banyaknya bayi lahir hidup sebanyak 5.360. Kelahiran Bayi Hidup tahun 2012 masih dibawah target sebanyak 7.996 bayi atau dengan capaian indikator kinerja sebesar 67,03%. Namun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat kelahiran sebanyak 5.193 anak, sedang kasus kematiannya sebanyak 16 anak, terdapat kenaikan kelahiran bayi hidup sebanyak 167 bayi hidup. Sedangkan angka kelangsungan hidup bayi terealisir 0,30% dari 1,83% yang ditargetkan atau dengan capaian indikator kinerja 183,74%.

Angka Kematian bayi

Pada tahun 2012, Angka Kematian Bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 16,00. Kelahiran Hidup masih dibawah angka (target) tahun 2012 yaitu 43/1000 Kelahiran Hidup atau dengan capaian indikator kinerja sebesar 162,79%. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 3,08 terdapat kenaikan yang kurang menggembirakan. Namun demikian berdasarkan nilai normative AKABA kematian bayi sebanyak 16/1000 kelahiran masih masuk kategori rendah.

Adapun nilai normative AKB adalah sebagai berikut: • Lebih besar dari 100 tergolong sangat tinggi • Antara 50 99 tergolong tinggi

• Antara 20 - 49 kategori sedang • Kurang dari 20 kategori rendah

Pelayanan Posyandu dan Jumkah Kader Posyandu

(40)

t

V W XY Z p[ \YY] Y]y Z[ ^[ _YtY] XY\ `a Y ^Y ] bYt p[ ]t` ] bc ZYr[] Y X[r^`]bbd]bY] \ Y]b^ d] b e[ ] bY]WYsyYrY ZYtf

Prosentase ketersediaan obat sesuai kebutuhan

g[W[r`]tY_ hY XupYt[] iY ]eY Z t[ \ Y _ W[ W[ ]u_`Z[Xutu_Y] V XYt ^[X[ ^Yr j k ckk% dari 95% yang ditargetkan atau dengan tingkat capaian indikator kinerja sebesar 94,74%.

Prosentase pengadaan obat esensial

Kebutuhan obat esensial yang diperlukan sebanyak 88% telah dipenuhi di pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada dari target 95% atau dengan tingkat capaian indikator kinerja sebesar 92,63%.

Prosentase pengadaan obat generik

Obat generik yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Landak mencapai 80%.

Persentase rumah tangga sehat

Pada tahun 2012 di Kabupaten Landak Persentase Rumah Tangga Sehat sebesar 46,04% atau dari rumah tangga yang ada telah berprilaku hidup bersih dan sehat sebanyak 46,04%, dengan target 85% atau capaian indikator kinerjanya sebesar 54,16%.

Prosentase sarana air bersih

Penyediaan pelayanan Pemerintah Kabupaten Landak dalam penyediaan sarana air bersih belum optimal artinya belum menjangkau seluruh masyarakat atau baru mencapai 60%.

Ketersediaan Sumber Daya Kesehatan

Kondisi Sumber Daya Kesehatan di Kabupaten Landak yang menunjukkan kebutuhan dan realisasinya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 10.

Kondisi Sumber Daya Kesehatan di Kabupaten Landak

Rasio tenaga kesehatan perhadap

penduduk : Satuan Kebutuhan Relisasi %

- Dokter ( per 100.000 penduduk ) per 100.000 50 5,28 11,06 - Dokter gigi (per 100.000 penduduk) per 100.000 50 1,58 3,06 - Apoteker ( per 100.000 penduduk ) per 100.000 10 1,24 12,40 - Sarjana Kesehatan Masyarakat ( per

100.000 penduduk ) per 100.000 40 4,04 10,10

(41)

l mtm n o mtms p q rursuttmr um vwm wq pum sqrow prxyqwo n o uon mrz tqwqv mtmr p m wov wmrzmt n ouutuvtm r nmr pqr{| mnmrym pq rzm nm mr }rq truo~p q r umru€ mzmr pq{mym rm r

uru

wmrtqwqv mmrt n om uupmtq r‚m rnmtn mpmt u qrsm{mrnqrz mru m o t

Pembinaan Kependudukan dan Keluarga Berencana

ƒq p u ormmr qpqrnnuutmr nmr  q{|mrzm „qrqr…mrm€ tx xrn o rmtxr pq{m twmrmrymmn m{mv „m nmrƒq pu qrn mym m rƒqrqppumrn mrq{umz mr „qrq r…mrm ym rzn ontuurzx{qvorstmrso

{mor rym†

‡q n m rz tmr n m{mp rm rztm pqp uormmr tq{umz mr uqrq r… m rm€ ƒ qp qrortmv  muupmtq r ‚m rnmt p q{m{|o tq{m v p q{m twm rm tmr tq z omtmr  „ q{o{orz torz tmt tmuupmtq r nm r tq …m p mtm r n q rzm r px{m pq puormm r no q …m pmtmr n ouumt n m{mp uqrtut pq{mm rmry

t

qrpmnu†ˆmwo{ nmoruqrum zm ot q z omtm r tqrsq uut mn m{mvpq r orz tmtrymm twqptxr  „umru n m rp qr sm zmwqmrt pq r orz tmttm rm twqptxr  „m ttoy†

Peserta KB Baru

ƒqwqrtm „„ mru vmwo{pqryu{|v m rn m rtqwmn mrm rp msymrm tmt tm uupmtq r ‚mrn m t tmvur

‰ Š ‹ ‰ tqr…mpmo ‹ Š † ‰Œ pq wqrtm tururŽ pqwqrtmnoumrno rztm vurwquq{|prymwq u mrymt ‹ Š †Œ 8 peserta.

Prevalensi KB

Prevalensi KB dihitung dengan membandingkan PUS peserta KB dibandingkan dengan jumlah PUS pada kurun dan daerah yang yang sama. Capaian prevalensi KB tahun 2012 mencapai 45.534 PUS dengan peserta PUS aktif sebanyak 57.112 pasangan.

Angka Usia Harapan Hidup

Angka Usia Harapan Hidup di Kabupaten Landak berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat untuk tahun 2011 mencapai angka 65,70 tahun atau dengan tingkat capaian 100,58% dari yang ditargetkan 65,32 tahun.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Landak berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat untuk tahun 2011 mencapai angka 68,16 atau dengan tingkat capaian 99,43% dari yang ditargetkan 68,55.

Hambatan dan kendala yang dihadapi dalam mencapai sasaran Terwujudnya masyarakat Kabupaten Landak yang sehat dan sejahtera diantaranya adalah:

(42)

  ‘ur’ “”“y’ t• “’”’ – —˜’ “ ˜’“ t• “’ ”’ ™• š•› ’t’“ u“tu™ œ • “”—š— ž š™ •š˜ •s y’ “”

su

˜’ ›˜ —–’“”u“ 

Ÿ   • ¡¢ œš• ¡¢ru›˜• š’œ •œ —¡ —™ —žš™ •š˜•s

£ ¤• “˜’ ›“y’™ •š’ ˜’r’’“œ’sy’r’™’t ’™’“ p•“t— “” “y’› —˜up š•›’t ¥  ¦u¡ —§“’yœ •“˜ ’p’t™’“˜’t’ ¨˜ ’t’— “˜— ™’tžr ™ • š•›’t’ “ y’“”v’¡—˜

© “tu™ ¡•– —› œ •“”žpt—œ’¡™’ “ p•“ª’p’ —’“ s’š’r’“ Terwujudnya masyarakat

Kabupaten Landak yang sehat dan sejahtera , ’ ™’ “ ˜—t• œpu› ¡’“” ™’ › ¡’ “”™’›

š•– ’” ’ —–•r—™ut«

¬ •ru– ’› ’“ st’tus ¤¦© ­œ• “®’ ˜— ’ ˜’ “¯’’“’“y © œuœ° ¯© ±    ¦ž š—’ ¡ —š’ š— ¯©™ •p’˜ ’š•œu’ st’™ •›ž¡˜•rš

Ÿ  ‘ •– —®’ ™’ “˜ ’r—puš’t ˜’“˜’•r’›’t’upu“™ •–—®’™’“¡— “t’s prž”r’ œ˜’ “¡ —“t’s š•™tžr › ’rus s• ¡’r’s ˜ ’ “š— “™ž “r ˜• “”’“™•’ ˜’ ’“˜—u“ —t p• ¡’y’ “’“ 

£ ²•“ —“”™’t™’“šž š—’ ¡— š’ š—™ •p’˜ ’œ’’sy’ ™’r t œ• “” • “’—› —˜up s•›’t ¥  • “”¢’t’ “¦ —š§•œ ³“´ žrœ’š—‘ • š•› ’’ “t œ •¡’ ¡u—rž´— ¡‘ • š•› ’t’ “

¦’ š’r’ “—“ —˜—’r’› ™’“’” ’r t•r–’“” ¢“ su’tu ™ •¡ •œ–’ ”’’“™•u’“”’“ y’“”t’ “”” ¢› y’“” ˜’p’t œ • “” • ¡ž¡’ ™•u’ “”’“ š•™’ ¡ —” ¢s ™ •™’y’ ’ “ ˜’•r’› ˜ • “” ’“ œ •“”” ¢“’™’“ š—š§ •œ

y

’“” œ • œ’˜ ’ — š•su’ — ˜• “”’“ ™•t•“tu’“µ ˜ —š’œp— “” —tu –•ruš’ ›’ œ •“”” ’ ¡ — pžt• “ š—µ œ• ¡’™u™’ “•™t• “ š—´ —™’š— µ—“t•“ š—´—™’ š—suœ– •r p•“•r— œ’’ “˜ ’•r’ ›–’—™ y’“”–•rsuœ–•r ˜’r—¶­ œ’upu“˜ ’ “’˜ ’r— p• œ •r—“t’› puš’t­ ’ “ ˜—›’’rp™’“ š’š’r’“ — “—®¢ ”’˜ ’p’t œ•wu® ¢ ˜™’“ t•rt—– ’˜ œ— “— š§r’ š— ™ •u’“”’ “µ y’ “” ˜ ’p’t œ •“˜u™u“” p• “˜’p’t ’t’s

’u˜ —t ¯ ’pž’ “r ‘•u’“”’“  •œ •r— “t’ ›­’ •r’› ‘’ –up’t•“ ¯’ “˜ ’™ – ’ —™ p’ ˜’ t’ ›u“ ·¬  œ’upu“ t’›u“ ¨t’›u“ –•r—™ut“y’µ š•rt’ u“tu™ œ •“ —“”™’t™’“ p• “” • ¡ž¡’’ “ ™ •u’ “” ’ “

˜’•r’› y’ “” t•rt—–µ ª•p’tµ •´—š—• “ ˜’ “ •´•™t—´ š•rt’ š•su’ — ˜ • “”’“ ™ •t• “tu’“

p

•ru“˜ ’“” ¨u“˜’ “”’“ y’“”–•r¡’ ™u

© “tu™ œ •wu®¢˜™’“ š’š’ ’ “r t•rs•–ut ˜—› ’r’p™’ “ ˜—ª’p’ — œ • ¡ ’ ¡u— £ ° • œp’t± prž ” ¸’œ µ

y

’ — §u« rž”¸’ œ •“— “”™’’“t ˜’“ • “”•œ– ’“”’“  •“” • ¡ž¡’’ “ ‘•u’“”’“ ­ ’•r’›µ rž”¸’œ • œ– —“’’ “ ˜’ “ ¹’š—¡ —t’ š— •“” • ¡ž¡’’ “ ‘•u’“” ’“ ­ • š’ µ rž”¸’œ • “” •¡ž ¡’’ “ ‘•u’ “”’ “ ˜’“ ‘ •™’y’ ’“ ­’ •’ ›µr ˜’“ rž” ¸’œ  • “— “”™’t’“ • “” •œ–’ “”’“ š—š§ • œ

Sasaran 3

(43)

º» ¼½p¾r½ ¿ À½p½Á½ ¿ ÂÁ¿»rý Ľ ¿ »½¿ Ž¿Æu ºr¾År½ Ç Èpr¾ ÅÉ½Ç t»rÊ» Ëut ÄÁ ¼½ Ìʽ ¿½Ì½¿ Ç »¼½¼ÍÁÎ ÎÏÊ» Ç Ë Á¼½¿ pu¼uÐÊ»ÇËÁ ¼½ ¿ÑÌ» Å Á½t½ ¿Æ

Ò ¼¾Ì½ ÊÁ ½ ¿ ÅŽr½¿ ĽrÁ Ò¿ ÅŽr½¿ º» ¿ Ľ½pt½ ¿ Ľ ¿ Ó»¼½¿ ý Ô½ »½Ðr ÏÒºÓÔÑ t½Ðu¿ ½¿Å Žr½ ¿ ÕÖ ×Õ u¿tuÌ Ç »ÃÍÄ̽¿wu ʽʽr½ ¿ t»»Ërs ut ½ Ľ¼½Ð ʻ˻ʽr

Øp6.749.446.300,00 dengan realisasi sebesar Rp 5.712.766.189,00 atau 84,64%. Secara rinci capaian kinerja sasaran tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 11.

Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel dan Transparan

Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)

1 Jumlah penerimaan PAD Rp 3.995.618.516,40 27.698.132.743,98 115,43 2 Prosentase PAD terhadap

belanja pegawai/personalia % 12,00 8,86 73,83

3 Rasio PAD terhadap Belanja

Daerah % 5,00 3,97 79,40

4 Jumlah restoran yang

membayar pajak dan retribusi Buah 325,00 200,00 61,54 5 Tingkat kepatuhan hotel

membayar pajak % 100,00 80,00 80,00

6 Ketaatan Wajib Pajak PBB % 100,00 75,00 75,00

7 Tingkat kesesuaian

implementasi Sisdur Akuntansi % 80,00 70,00 87,50 8 Tingkat implementasi SIMDA

Keuangan % 100,00 80,00 80,00

9 Tingkat ketepatan waktu

penetapan APBD TA 2012 % 100,00 75,00 75,00

10 Tingkat ketepatan waktu

laporan Keuangan 2011 Opini WTP WDP 75,00

Capaian Hasil Kinerja 83,50

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Pencapaian indikator sasaran Meningkatkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan dijelaskan berikut ini :

(44)

Ù Ú ÛrÚ Ü Ý Û ÞßÚÞ àÚ ÜuÞ á â ã ã äÛå Û äÚr æp á âç642.138.260,22 mengalami kenaikan sebesar Rp 7.055.994.483,76.

Jumlah anggaran dan realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

Tabel 12.

Jumlah Anggaran dan Realisasi Pendapatan 2012

Jenis Pendapatan Anggaran Realisasi %

- Pajak Daerah 12.152.311.625,00 12.813.226.102,69 105,44 - Retribusi Daerah 5.849.975.597,70 4.971.243.183,50 84,98 - Pendapatan Hasil Pengelolaan

Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 3.235.310.474,97 3.235.310.474,97 100,00 - Lain-Lain PAD yang sah 2.758.020.818,73 6.678.352.982,82 242,14

Jumlah PAD 23.995.618.516,40 27.698.132.743,98 115,43

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Tabel 13.

Jumlah Realisasi Pendapatan 2012 dan Realisasi 2011

Jenis Pendapatan Realisasi 2012 Realisasi 2011 Naik/(turun) %

- Pajak Daerah 12.813.226.102,69 12.425.342.723,65 3,12 - Retribusi Daerah 4.971.243.183,50 1.946.580.559,12 155,38 - Pendapatan Hasil Pengelolaan

Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 3.235.310.474,97 2.934.528.707,14 10,25 - Lain-Lain PAD yang sah 6.678.352.982,82 3.335.686.270,31 100,21

Jumlah PAD 27.698.132.743,98 20.642.138.260,22 34,18

Sumber : LAKIP Kabupaten Landak Tahun 2012

Prosentase PAD bila dibandingkan dengan belanja pegawai baik belanja langsung pegawai maupun belanja tidak langsung pegawai mencapai 8,86% atau dengan tingkat capaian 73,83% dari yang ditargetkan 12,00%. Pada tahun 2012 total belanja pegawai sebesar Rp 312.679.902.193,03 sedangkan realisasi total PAD sebesar Rp 27.698.122.743,63.

Gambar

Gambar 1Hubungan RPJP, RPJM, RKPD, Renstra SKPD dan Renja SKPD
Grafik 1.Produk Domestik Bruto (PDRB) Menurut Harga Konstan
Grafik 2.
Grafik 3.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Stress yang berkenaan dengan kebingungan, frustasi dan kegelisahan bersifat sangat tinggi.. Dibutuhkan pengendalian diri

(1) Dalam rangka pelaksanaan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Menteri, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat memberikan

Mineral tembaga dari pakan biasanya didapat dari hijauan untuk ruminansia dan biji-bijian untuk unggas, tetapi jika rumput/hijauan tumbuh pada daerah yang kurang subur/rendah

Berikut adalah tampilan matriks “class_predict” yang merupakan kelas prediksi hasil training dengan NBC pada variable editor matlab, sementara data lengkapnya disertakan pada

Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi mereka yang tampak sehat seperti orang normal lainnya, status HIV tanpa munculnya gejala yang serius memberikan keyakinan

Aspek teknis meliputi proses pembangunan bisnis secara teknis dan pengoperasiannya setelah bisnis tersebut selesai dibangun sehingga pada pengembangan usaha

Tipe Alterasi dan mineralisasi yang berkembang pada daerah penelitian yaitu:  Tipe alterasi yang berkembang di daerah penelitian ada 3 yaitu alterasi propilitik

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ RISIKO KEUANGAN