Kampanye Mempopulerkan Kembali Seni Iket Sunda Remaja di Kota Bandung.

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

KAMPANYE MEMPOPULERKAN KEMBALI SENI IKET SUNDA BAGI REMAJA di KOTA BANDUNG

Oleh

Valeria Kurniawati NRP 1064007

Seni dan budaya di Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam, dengan karakteristik yang berbeda disetiap daerahnya. Seni dan budaya di masing-masing daerah tersebut ada yang masih dikenal dan dilestarikan, ada juga yang sudah hilang terkikis perubahan jaman yang semakin modern. Salah satu jenis seni budaya yang terlupakan dan mulai dilestarikan kembali di daerahnya adalah seni iket. Semenjak dikeluarkannya program pemerintah untuk menggunakan iket, banyak orang yang menggunakannya tapi kebanyakan tidak tahu kalau ada arti dari rupa setiap iket.

Maka dari itu tujuan perancangan ini adalah menjadikan masyarakat luas khususnya kaum muda mengenal seni iket Sunda melalui video sehingga bisa dikenal lebih dalam dan menjadikan iket Sunda sebagai ciri khas berpakaian masyarakat khususnya kaum muda di Kota Bandung. Manfaat dari perancangan ini supaya para remaja bisa mempelajari cara menggunakan iket Sunda dan mau menggunakannya.

Media-media yang digunakan merupakan media yang ada sekitar lingkungan target, yaitu poster yang akan ditempel disekolah-sekolah, media sosial berupa Facebook dan Youtube, video, ambience media pada angkot. Media utama yang digunakan adalah video yang bisa di akses dengan mudah oleh para remaja melalui jejaring social Facebook yang terhubung ke Youtube.

Melalui perancangan kampanye seni iket ini, diharapkan para remaja bisa lebih mengenal iket yang merupakan salah satu kebudayaan di Indonesia yang patut untuk dilestarikan dan menjadikannya sebagai ciri khas dari masyarakat Bandung.

(2)

viii ABSTRACT

THE IKET SUNDANESE ARTS REPOPULARIZATION CAMPAIGN

for TEENS in BANDUNG

Submitted by

Valeria Kurniawati

NRP 1064007

Arts and culture in Indonesia are numerous and diverse, with different characteristics in each region. Some arts and culture in each of these areas are still known and preserved, but some others are already gone as they are eroded by the changes in the more modern era. One type of art and culture that is forgotten and started to be reconserved in it’s real in iket art. Ever the since government launcher programs to use iket, many people use it, but most of them are not aware of the existence of iket.

Thus the purpose of this design is to make the public, especially young people know about iket Sundanese art through video so that it can be known more and make iket dress as being typical Sundanese, especially for young people in Bandung. The benefits of this design are that the teens can learn how to use iket Sunda and want to use it.

The media used is an existing media in accordance with the target environment. The posters will be posted in the junior high schools, social media such as Facebook and video on YouTube, ambient media on public transportation. The main media used is a video that can be accessed easily through social networks Facebook or Youtube.

Through the design of this iket art campaign, hopefully the teenagers will know more about iket, one of Indonesia's culture that deserves to be preserved and make it as a characteristic of the people in Bandung.

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

ABSTRAK BAHASA INDONESIA... iii

ABSTRAK BAHASA INGGRIS…... iv

PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN... v

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN………. vi

KATA PENGANTAR... vii

DAFTAR ISI... ix

DAFTAR GAMBAR... xi

DAFTAR TABEL... xiii

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang ………... 1

1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup... 2

1.3 Tujuan Perancangan... 3

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data... 3

1.5 Skema Perancangan... 3

BAB II LANDASAN TEORI... 5

2.1 Definisi Kampanye... 5

2.1.1 Jenis-Jenis Kampanye... 6

2.1.2 Teknik Kampanye... 8

2.1.3 Fungsi Kampanye... . 8

2.1.4 Media Kampanye... 8

2.2 Seni dan Budaya... 9

2.2.1 Pengertian Seni... 10

BAB III DATA dan ANALISIS MASALAH... 12

(4)

x

3.1.1 Seni Iket Sunda... 12

3.1.2 Lembaga yang Terkait... 18

3.1.3 Penyebaran Kuesioner... 20

3.1.4 Analisis terhadap Permasalahan Berdasarkan Data dan Fakta……. 26

3.1.5 Tinjauan terhadap Proyek Sejenis... 27

3.1.6 STP (Segmenting, Targeting, Positioning)... 28

3.1.7 SWOT (Strength, Weakness, Opportuinity, Threats)... 29

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.7 Diagram hasil pembagian kuesioner pada remaja berumur 13-20 tahun mengenai pengetahuan tentang Seni Iket Sunda……... 20

Gambar 3.8 Diagram hasil pembagian kuesioner pada remaja berumur 13-20 tahun mengenai tahu Seni Iket Sunda darimana……….. 21

Gambar 3.9 Diagram hasil pembagian kuesioner pada remaja berumur 13-20 tahun mengenai rupa iket apa saja yang diketahui………... 22

Gambar 3.10 Diagram hasil pembagian kuesioner pada remaja berumur 13-20 tahun mengenai ketertarikan untuk menggunakan iket Sunda 23 Gambar 3.11 Diagram hasil pembagian kuesioner pada remaja berumur 13-20 tahun mengenai tahu tidaknya bahwa setiap Rabu diwajibkan menggunakan iket Sunda………... 24

Gambar 3.12 Diagram hasil pembagian kuesioner pada remaja berumur 13-20 tahun mengenai penting tidaknya iket Sunda untuk diketahui………... 24

(6)

xii

Gambar 4.4 Awareness 2………...………... 36

Gambar 4.5 Informing 1………...……….………... 37

Gambar 4.6 Informing 2………...……….………... 38

Gambar 4.7 Reminding.………...……….………... 39

Gambar 4.8 Screenshoot Video Youtube.……….………... 40

Gambar 4.9 Brosur………...……….………... 41

Gambar 4.10 Facebook………...……….………... 42

Gambar 4.11 Youtube..………...……….………... 42

Gambar 4.12 Angkot sebagai Ambience Media bagian luar………... 43

Gambar 4.13 Angkot sebagai Ambience Media bagian dalam…………... 43

Gambar 4.14 Ambience di Sekolah………..………... 44

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Timeline………. 46

(8)

Universitas Kristen Maranatha | 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seni dan budaya di Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam, dengan karakteristik yang berbeda disetiap daerahnya. Seni dan budaya di masing-masing daerah tersebut ada yang masih dikenal dan dilestarikan, ada juga yang sudah hilang terkikis perubahan jaman. Disisi lain, mudahnya budaya asing masuk ke dalam kebudayaan Indonesia ikut menjadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap eksistensi budaya Indonesia. Hal ini terjadi karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian seni dan budaya Indonesia. Salah satu jenis seni budaya yang terlupakan dan mulai dilestarikan kembali di daerahnya adalah seni iket Sunda yang berasal dari Jawa Barat.

Seni iket Sunda merupakan seni budaya yang sudah sangat lama ada di Jawa Barat. Namun baru dikenal dan dilestarikan kembali oleh budayawan dan pelaku seni sekitar tahun 2006-an. Hal ini terbukti dengan munculnya iket Sunda yang memiliki rupa baru di sekitar tahun 2006-an, dikenal dengan nama rupa iket praktis.

Pelestarian seni iket Sunda, mulai semakin dikenal dan dilestarikan dengan munculnya komunitas-komunitas pecinta iket Sunda dan program pemerintah lokal untuk memakai iket Sunda dalam kegiatan sehari-hari di kota Bandung setiap hari Rabu. Akan tetapi pemakaian dan pelestarian iket Sunda di masyarakat lebih karena faktor kewajiban dari pemerintah tanpa mengetahui nama rupa, makna, dan motif dari iket Sunda yang ada. Seni iket Sunda perlu dikenalkan lebih dalam lagi, mengingat tidak semua yang menggunakan iket mengetahui hal-hal yang mendalam tentang iket.

(9)

Dalam mempelajari cara membuat rupa iket Sunda dibutuhkan kejelian, keterampilan, ketekunan, dan kesabaran. Selain itu juga melatih daya ingat dan membantu dalam hal bersosialisasi dengan berbagi pengetahuan yang dimiliki satu sama lain. Tetapi karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang iket Sunda, tidak banyak orang yang mengetahuinya.

Fenomena ini pun semakin berkembang tanpa adanya tanggapan dari pihak pemerintahan. Generasi muda tidak terlalu peduli tentang asal dan filosofi iket Sunda dan menggunakannya hanya sebagai kewajiban semata. Maka dari itu tujuan perancangan ini adalah sebagai alat pengkomunikasian tentang pentingnya informasi iket Sunda upaya meningkatkan pengetahuan remaja di Jawa Barat. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan adanya pembelajaran mengenai seni iket Sunda. Jadi generasi muda dapat belajar dan mengetahui sejarah dan filosofinya, sehingga informasi bisa tersebar dan diketahui bagi para generasi muda lainnya.

1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup

Berikut ini akan dirumuskan pokok permasalahan yang akan diidentifikasi dan dijawab dalam perancangan, yaitu sebagai berikut:

(1) Bagaimana cara agar kaum muda mengetahui tentang informasi seputar seni iket Sunda lewat perancangan Desain Komunikasi Visual?

(2) Bagaimana cara membuat iket Sunda menjadi ciri khas di kalangan kaum muda Bandung?

Ruang lingkup masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini terbatas pada hal-hal sebagai berikut :

(1) Ditujukan kepada remaja pria, berusia 13-15tahun yang berada di kota Bandung.

(10)

Universitas Kristen Maranatha | 3 1.3 Tujuan Perancangan

Berdasarkan pokok-pokok permasalahan yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah di atas, berikut akan dijelaskan garis besar hasil pokok yang ingin diperoleh dan dicapai setelah semua permasalahan dibahas, dianalisis, dan dijawab melalui penelitian yakni sebagai berikut:

(1) Menjadikan masyarakat luas khususnya kaum muda mengenal seni iket Sunda melalui video sehingga seni iket Sunda bisa dikenal lebih dalam.

(2) Menjadikan iket Sunda sebagai ciri khas berpakaian masyarakat khusunya kaum muda di Kota Bandung.

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

1) Studi Pustaka

Data diperoleh melalui buku berjudul Mustika pada Kepala dalam Aneka Rupa dan Makna, internet juga media cetak seperti koran. 2) Wawancara

Dalam memperoleh data, dilakukan wawancara dengan menanyakan langsung kepada Kang Agus Roche Effendie selaku ketua dari Komunitas Iket Sunda(KIS) Bandung, Bapak Adi yang merupakan seorang pedagang pakaian adat Sunda dan iket, dan Kang Asep beserta Kang Igo.

3) Kuesioner

Menyebarkan daftar pertanyaan secara tertulis kepada orang tua dan remaja sekolah negeri maupun swasta.

1.5 Skema Perancangan

(11)

Berikut akan ditampilkan skema perancangan dari awal sampai dengan akhir, yaitu sebagai berikut:

(12)

Universitas Kristen Maranatha | 48

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa diambil dari data dan fakta yang telah dibahas dan dikumpulkan penulis adalah kebanyakan mengetahui tentang iket Sunda tapi mereka tidak banyak tahu tentang rupa yang ada. Ada pula beberapa remaja yang menganggap bahwa iket tidak penting. Namun dengan dibuatnya kampanye ini, penulis melihat adanya kemungkinan untuk melestarikan seni iket di kota Bandung karena adanya dukungan dari Pemerintah kota Bandung yang mengadakan program Rebo Nyunda yang mewajibkan untuk menggunakan iket. Sehingga diharapkan masyarakat khususnya remaja menjadi lebih tertarik dan mau menggunakan iket tanpa merasa malu dan bisa mengangkat kembali seni iket di kota Bandung.

5.2 Saran

Saran yang penulis terima adalah seharusnya model jangan terlalu statis dan kaku tapi bisa diambil saat model sedang melakukan aktifitasnya sehari-hari, foto yang diambil juga bisa dari bermacam sudut pandang tidak hanya dari depan saja.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Ajip Rosidi.(2000). Ensiklopedia Sunda, Alam, Manusia, dan Budaya : Pustaka Jaya

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan(1988). Pakaian Tradisional Daerah Jawa Barat

Drs. Antar Venus, M.A.(2009). Manajemen Kampanye, Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Museum Negeri Propinsi Jawa Barat, Sri Baduga(1998/1999). Mustika pada Kepala dalam Aneka Rupa dan Makna, Museum Sri Baduga

Marun, Merah, (2011). Iket Sunda

(http://merahmarunluck.blogspot.com/2011/10/iket-sunda.html, diakses pada tanggal 15 Feb 2014)

http://disparbud.jabarprov.go.id/

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Figur

Gambar 1.1 Skema Perancangan

Gambar 1.1

Skema Perancangan p.11

Referensi

Memperbarui...