LAPORAN
LAPORAN
PRAKTIKUM APLIKASI TEKNIK NUKLIR
PRAKTIKUM APLIKASI TEKNIK NUKLIR
Pengukuran Isoterm Adsorbsi Langmuir dan Freundlich pada
Pengukuran Isoterm Adsorbsi Langmuir dan Freundlich pada
proses Phytoremediasi Cairan Radioaktif
proses Phytoremediasi Cairan Radioaktif
DISUSUN OLEH : DISUSUN OLEH : NAMA
NAMA : ARKADIUS ABAN: ARKADIUS ABAN NIM
NIM : 011400371: 011400371 REKAN
REKAN KERJA KERJA : : BILQIS BILQIS LATIFAHLATIFAH
RIZKY DIAN FITRIANTO RIZKY DIAN FITRIANTO SEMESTER
SEMESTER : : VIVI KELOMPOK
KELOMPOK : : 88 ASISTEN
ASISTEN : : RIKO RIKO IMAN IMAN DECAMARTA, DECAMARTA, S.STS.ST
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2017
2017
Pengukuran Isoterm Adsorbsi Langmuir dan Freundlich pada
Pengukuran Isoterm Adsorbsi Langmuir dan Freundlich pada
proses Phytoremediasi Cairan Radioaktif
proses Phytoremediasi Cairan Radioaktif
I.
I. TUJUANTUJUAN 1.
1. Memahami tentang phytoremediasi dan metode isoterm adsorbsiMemahami tentang phytoremediasi dan metode isoterm adsorbsi 2.
2. Mengetahui nilai isoterm adsorbsi pada persamaan Langmuir danMengetahui nilai isoterm adsorbsi pada persamaan Langmuir dan Freundlich
Freundlich 3.
3. Menentukan konstanta adsorbsiMenentukan konstanta adsorbsi
II.
II. DASAR TEORIDASAR TEORI
Phyto asal kata Yunani/ greek “phyton” yang berarti tumbuhan/tanaman Phyto asal kata Yunani/ greek “phyton” yang berarti tumbuhan/tanaman (plant), Remediation asal kata latin remediare ( to remedy) yaitu memperbaiki/ (plant), Remediation asal kata latin remediare ( to remedy) yaitu memperbaiki/ menyembuhkan
menyembuhkan atau atau membersihkan membersihkan sesuatu.sesuatu.
Jadi Fitoremediasi (Phytoremediation) merupakan suatu sistim dimana Jadi Fitoremediasi (Phytoremediation) merupakan suatu sistim dimana tanaman tertentu yang bekerjasama dengan micro-organisme dalam media tanaman tertentu yang bekerjasama dengan micro-organisme dalam media (tanah, koral dan air) dapat mengubah zat kontaminan (pencemar/pollutan) (tanah, koral dan air) dapat mengubah zat kontaminan (pencemar/pollutan) menjadi kurang atau tidak berbahaya bahkan menjadi bahan yang berguna menjadi kurang atau tidak berbahaya bahkan menjadi bahan yang berguna secara ekonomi.
secara ekonomi.
Fitoremediasi merupakan s
Fitoremediasi merupakan salah satu alah satu teknologi yang secara teknologi yang secara biologi yangbiologi yang memanfaatkan
memanfaatkan tumbuhan atau mikroorgtumbuhan atau mikroorganisme yang dapat anisme yang dapat berasosiasi untukberasosiasi untuk mengurangi polutan
mengurangi polutan lingkungan lingkungan baik baik pada pada air, air, tanah tanah dan dan udara udara yangyang diakibatkan oleh logam atau bahan or
diakibatkan oleh logam atau bahan organik.ganik.
Proses dalam sistem ini berlangsung secara alami
Proses dalam sistem ini berlangsung secara alami dengan enam tahap prosesdengan enam tahap proses secara serial yang dilakukan tumbuhan terhadap zat kontaminan/ pencemar secara serial yang dilakukan tumbuhan terhadap zat kontaminan/ pencemar yang berada disekitarnya
yang berada disekitarnya
1.
1. PhytoacumPhytoacumulation ulation (phytoext(phytoextraction)raction)
Proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media sehingga Proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media sehingga berakumulasi
Akar tanaman menyerap limbah logam dari tanah dan mentranslokasinya ke bagian tanaman yang berada di atas tanah.
Setiap tanaman memiliki kemampuan yang berbeda untuk menyerap dan bertahan dalam berbagai limbah logam. Terutama di tempat-tempat yang tercemar dengan lebih dari satu jenis logam. Ada spesies tertentu yang disebut hiperakumulator tanaman yang menyerap jumlah jauh lebih tinggi dari polutan dibandingkan spesies lainnya kebanyakan. Spesies ini digunakan pada banyak situs karena kemampuan mereka untuk berkembang di daerah-daerah yang sangat tercemar. Setelah tanaman tumbuh dan menyerap logam mereka dipanen dan dibuang dengan aman. Proses ini diulang beberapa kali untuk mengurangi kontaminasi ke tingkat yang dapat diterima.
Dalam beberapa kasus memungkin untuk benar-benar mendaur ulang logam melalui proses yang dikenal sebagai phytomining, meskipun ini biasanya digunakan pada logam mulia. Senyawa logam yang telah berhasil phytoextracted meliputi seng, tembaga, dan nikel. Logam kontaminan dalam tanah: diserap oleh akar (penyerapan), pindah ke tunas (translokasi), dan disimpan (akumulasi).
Tanaman yang mengandung kontaminan logam dapat dipanen atau dibuang, memungkinkan untuk pemulihan logam.
2. Rhizofiltration
Merupakan proses adsorpsi atau pengendapan zat kontaminan oleh akar untuk menempel pada akar. Rhizofiltration mirip dengan Phytoextraction tapi digunakan untuk membersihkan air tanah terkontaminasi daripada tanah tercemar. Kontaminan yang baik teradsorbsi ke permukaan akar atau diserap oleh akar tanaman.
Tanaman yang digunakan untuk rhizoliltration tidak ditanam langsung di situs tetapi harus terbiasa untuk polutan yang pertama. Tanaman hidroponik di tanam pada media air, hingga sistem perakaran tanaman berkembang. Setelah sistem akar yang besar pasokan air diganti untuk pasokan air tercemar untuk menyesuaikan diri tanaman. Setelah tanaman menjadi acclimatised kemudian ditanam di daerah tercemar di mana serapan akar air tercemar dan kontaminannya sama. Setelah akar menjadi jenuh kemudian tanaman dipanen dan dibuang. Perlakuan yang sama dilakukan berulangkali pada daerah yang tercemar sehingga dapat mengurangi polusi. Percobaan untuk proses ini dilakukan dengan menanan bunga matahari pada kolam mengandung radio aktif untuk suatu test di Chernobyl, Ukraina.
3. Phytostabilization
Merupakan penempelan zat-zat contaminan tertentu pada akar yang tidak mungkin terserap kedalam batang tumbuhan. Zat-zat tersebut menempel erat (stabil ) pada akar sehingga tidak akan terbawa oleh aliran air dalam media. Untuk mencegah kontaminasi dari penyebaran dan bergerak di seluruh tanah dan air tanah, zat kontaminan diserap oleh akar dan akumulasi, diabsorbsi akar, terjadi pada rhizosfer (ini adalah daerah di sekitar akar yang bekerja seperti laboratorium kimia kecil dengan mikroba dan bakteri dan organisme mikro yang disekresikan oleh tanaman) ini a kan mengurangi atau bahkan mencegah perpindahan ke tanah atau udara, dan juga mengurangi bioavailibility dari kontaminan sehingga mencegah penyebaran melalui rantai makanan. Teknik ini juga dapat digunakan untuk membangun kembali komunitas tanaman pada daerah yang telah benar- benar mematikan bagi tanaman karena tingginya tingkat kontaminasi
logam.
Kontaminan organik dalam tanah adalah: diserap oleh aka r tanaman dan dipecah menjadi bagian-bagian mereka dengan "eksudat" dalam sist em akar tanaman
4. Rhyzodegradetion
Rhyzodegradetion disebut juga enhenced rhezosphere biodegradation, or plented-assisted bioremidiation degradation , yaitu penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas microba yang berada disekitar
akar tumbuhan. Misalnya ragi, fungi dan bacteri.
Phytodegradation (phyto transformation) yaitu proses yang dilakukan tumbuhan untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai rantai molekul yang kompleks menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan dengan susunan molekul yang lebih sederhan yang dapat berguna bagi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri. Proses ini dapat berlangsung pada daun, batang, akar atau diluar sekitar akar dengan bantuan enzym yang dikeluarkan oleh tumbuhan itu sendiri. Beberapa tumbuhan mengeluarkan enzym berupa bahan kimia yang mempercepat proses proses degradasi.
6. Phytovolatization
Phytovolatization yaitu proses menarik dan transpirasi zat kontaminan oleh tumbuhan dalam bentuk yang telah larutan terurai s ebagai bahan yang tidak berbahaya lagi untuk selanjutnya di uapkan ke atmosfir. Beberapa tumbuhan dapat menguapkan air 200 sampai dengan 1000 liter perhari untuk setiap batang.
Jenis Tanaman Fitoremediasi
Jenis tanaman yang dapat digunakan untuk media fitoremediasi antara lain: 1. Bunga matahari/ Heliantus anuus : mendegradasi Uranium
2. Populas trichocarpa, P.deltaritas Famili sacnaceae : mendegradasi TCE (Trichloroethylene)
3. Najar graminae (tumbuhan air) : menyerap Co, Pb,Ni
4. Vetiver grass (Vetiveria zizonaides), akar wangi: mendegradasi Pb, Zn 5. Kangkung air, teratai, eceng gondok : menyerap/mengakumulasi logam
berat pada semua jaringan.
Kelebihan dan kekurangan Fitoremediasi 1. Kelebihan Fitoremediasi
a. Biaya murah karena memanfaatkan cahaya matahari b. Mudah diterima oleh masyarakat
2. Kekurangan Fitoremediasi a. Terbatas pada air dan tanah b. Cara kerjanya lambat
c. Dapat meracuni tanaman dan berpotensi masuk ke makanan d. Racun sulit diketahui jenisnya
Isoterm Adsorbsi
Isoterm adsorpsi adalah salah satu besaran yang paling karakteristik dalam proses adsorpsi. Bentuk isoterm adsorpsi menyediakan banyak informasi tentang sifat kimia dan fisik dari bahan dan bagaimana hasil proses adsorpsi. Pada prinsipnya, berbagai jenis isoterm dapat dibedakan, tergantung pada sifat bahan dan jenis interaksi.
Isoterm Adsorbsi Langmuir
Langmuir isoterm menggambarkan adsorpsi adsorbat ke permukaan adsorben, membutuhkan beberapa asumsi:
1. Permukaan adsorben berada dalam kontak dengan larutan yang mengandung adsorbat yang sangat tertarik ke permukaan.
2. Permukaan memiliki sejumlah situs tertentu di mana molekul zat terlarut dapat terserap.
3. Adsorben mempunyai permukaan yang homogen.
4. Tidak ada interaksi antara molekul-molekul yang terserap.
5. Semua proses adsorpsi dilakukan dengan mekanisme yang sama. 6. Hanya terbentuk satu lapisan tunggal saat adsorpsi
Model ini dapat dinyatakan dalam persamaan
=
1 +
Dengan :
qe : jumlah ion logam yang terserap persatuan berat adsorben, ...mg/g;
Ce : konsentrasi kesetimbangan ion logam dalam larutan, mg/l;
qma : kapasitas monolayer adsorben, mg/g; dan
b : konstanta kesetimbangan
Persamaan Langmuir di atas dapat disederhanakan menjadi persamaan linear. Sehingga persamaannya menjadi seperti di bawah ini :
1
= [
.
1
] 1 +
1
Berdasarkan Persamaan tsb diketahui bahwa 1/ qe merupakan sumbu Y dan 1/Ce
merupakan sumbu X dari kurva isoterm Langmuir.
Isoterm Adsorbsi Freundlich
Untuk rentang konsentrasi yang kecil dan campuran yang cair, isoterm adsorpsi dapat digambarkan dengan persamaan empirik yang dikemukakan oleh Freundlich. Isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan yang heterogen dan tiap molekul mempunyai potensi penyerapan
yang berbeda-beda. Persamaan ini yang paling banyak digunakan saat ini. qe = b.Ce1/n
Dengan
qe : banyaknya zat terlarut yang teradsorpsi (g)
Ce : konsentrasi dari adsorbat yang tersisa dalam kesetimbangan (g/l)
b,n : konstanta adsorben
Persamaan Freundlich diatas dapat disederhanakan menjadi persamaan linear. Sehingga persamaannya menjadi seperti di bawah ini :
log() = log() + 1log()
Berdasarkan persamaan tsb diketahui bahwa log (qe) merupakan sumbu Y dan
log (Ce) merupakan sumbu X dari kurva isoterm Freundlich. Kurva isotherm
Freundlich dapat di gambarkan seperti berikut :
III. ALAT DAN BAHAN
Alat 1. Pipet appendof 2. Pinset 3. Gunting 4. Neraca analitis 5. Penghalang Pb 6. Counter GM Bahan
1. Tanaman enceng gondok ( masih dalam pot beserta air dan tanah) 2. Zat radioaktif I-131
IV. Langkah Kerja
1. Tanaman eceng gondok ditanam dalam pot plastik yang sudah diberi air sebanyak 600 ml.
2. Tanaman eceng gondok yang telah ditanam masing-masing pot, ditetesi radioisotop I-131 dengan variasi 1 ml; 1,5 ml; dan 2 ml.
3. Tanaman dibiarkan selama 24 jam, kemudian setelah didiamkan selama 24 jam dilakukan pencacahan menggunakan detektor Geiger muller.
4. Standar dibuat dnegan meneteskan radioisotop I-131 pada kertas saring sebanyak 50 μL, kemudian didiamkan selama 24 jam dan dicacah menggunakan detektor Geiger muller pada HV 760 selama 100 detik. Sebelumnya kertas saring telah ditimbang terlebih dahulu.
5. Massa sampel yang dicacah ditimbang menggunakan neraca analitik. Massa planset yang digunakan juga ditimbang.
V. Data Pengamatan
HV GM = 760 V
Waktu = 100 detik
Jarak = 2 cm (pengukuran di slot 2)
Volume air = 500 ml Volume NaI di pot 1 = 1 ml Volume NaI di pot 2 = 2 ml Volume NaI di pot 3 = 3 ml
NaI = 3,67 g/ml
CACAHAN latar standar
58 72001
59 72413
64 72296
Rata-rata 60,33 72236,67
cps gram
daun 116 0,1428
batang 80 0,6075
akar 354 0,3762
POT 2 cacahan massa
cps gram
daun 327 0,5413
batang 181 0,9783
akar 470 0,3292
POT 3 Cacahan massa
Cps gram daun 433 0,5383 batang 265 0,6119 akar 541 0,241 VI. Perhitungan 1. Menghitung Harga qe
= 131
ℎ
Harga qe pada sampel akar 1 (1 mL)
Banyaknya I-131 yang diserap oleh akar eceng gondok pada sampel 1 :
131
131 =
ℎ
ℎ
1
=
72236,67 ℎ
354 ℎ
= 0,0049
Massa NaI-131 yang terserap :
0,0049 × 3,67
⁄ × 1000
1 = 17,9850
Sehingga, qe :
ℎ = 0,3762
= 17,9850
0,3762 = 47,8072
⁄
2. Menghitung konsentrasi kesetimbangan NaI-131 dalam larutan
= 131
Massa NaI-131 : = ×
= 1
× 3,67
⁄ × 1000
1 = 3670
Massa NaI-131 dalam larutan = massa NaI-131 – massa NaI-131 yang terjerap
= 3670 mg – 17,9850mg = 3652,01 mg
Volume larutan = 500 ml = 0,5 L
= 3652,01 mg
0,5 = 7304,03
⁄
Dengan cara yang sama, maka didapatkan data sebagai berikut :
POT 1 cacahan massa NaI terserap qe
konsentrasi NaI gram mg mg/g (Ce) mg/l daun 116 0,1428 5,8934 41,2704 7328,213 batang 80 0,6075 4,0644 6,6904 7331,871 akar 354 0,3762 17,9850 47,8072 7304,03
POT 2 cacahan massa NaI terserap qe
konsentrasi NaI cps gram mg mg/g (Ce) mg/l daun 327 0,5413 33,2266 61,3830 14613,55 batang 181 0,9783 18,3915 18,7994 14643,22 akar 470 0,3292 47,7569 145,0696 14584,49
POT 3 cacahan massa NaI terserap qe
konsentrasi NaI cps gram mg mg/g (Ce) mg/l daun 433 0,5383 65,9960 122,6008 21888,01 batang 265 0,6119 40,3902 66,0078 21939,22 akar 541 0,241 82,4569 342,1447 21855,09
3. Grafik Standar Langmuir dan Freundlich a. Persamaan adsorpsi menurut Langmuir
POT AKAR BATANG DAUN
1/ce 1/qe 1/ce 1/qe 1/ce 1/qe
1 1,3691 .104 0,0209 1,3639 .104 0,1495 1,3646 .104 0,0242 2 6,8566 .105 0,0069 6,8291 .105 0,0532 6,84297 .105 0,0163 3 4,5756 .105 0,0029 4,55805 .105 0,0151 4,56871 .105 0,0082
Dari data diatas dibuat grafik hubungan 1/Ce vs 1/qe mengikuti persamaan Langmuir. y = 199.2x - 0.0064 R² = 0.999 0.0000 0.0050 0.0100 0.0150 0.0200 0.0250
0.0000E+00 5.0000E-05 1.0000E-04 1.5000E-04
1 / q e
1/ce
Grafik hubungan 1/ce vs 1/qe (akar)
Series1 Linear (Series1) y = 1464x - 0.0495 R² = 0.9987 0.0000 0.0200 0.0400 0.0600 0.0800 0.1000 0.1200 0.1400 0.1600
0.0000E+00 5.0000E-05 1.0000E-04 1.5000E-04
1 / q e
1/ce
Grafik hubungan 1/ce vs 1/qe
(batang)
Series1
Dari grafik hubungan hubungan 1/Ce vs 1/qe didapat persamaan regresi :
y = 199,2x - 0,0064 Dari rumus sebagai berikut
1
= [
.
1
] 1 +
1
Maka, Intersep = a = -0,00641
= 0,0064
= 156,25
Slope = b = 199,21
.
= 199,2
1
× 156,25 = 199,2
=
156,25 ×199,2 = 3,213∙ 10
1
−
Dengan cara yang sama, diketahui :
AKAR BATANG DAUN
a -0,0064 -0,0493 0,0027 b 199,2 1464 163,18 y = 163.18x + 0.0026 R² = 0.9196 0.0000 0.0050 0.0100 0.0150 0.0200 0.0250 0.0300
0.0000E+00 5.0000E-05 1.0000E-04 1.5000E-04
1 / q e
1/ce
Grafik hubungan 1/ce vs 1/qe (daun)
Series1
r 2 0,999 0,9987 0,9196
q max -156,25 -20,284 370,37
k -3,213 .105 -3,4 .105 1,655 .105
b. Persamaan adsorpsi menurut Freundlich
AKAR BATANG DAUN
POT log ce log qe log ce log qe log ce log qe
1 3,8636 1,6795 3,8652 0,8255 3,8650 1,6156
2 4,1639 2,1616 4,1656 1,2741 4,1648 1,7880
3 4,3396 2,5342 4,3412 1,8196 4,3402 2,0885
Dari data diatas dibuat grafik hubungan Log Ce vs Log qe mengikuti persamaan Freundlich. y = 1.7751x - 5.1927 R² = 0.9942 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.8 4 4.2 4.4 l o g q e log ce
Grafik hubungan log ce vs log qe
(akar)
Series1
Dari grafik hubungan hubungan Log Ce vs Log qe pada akar didapat persamaan regresi :
y = 1,7751x - 5,1927 Dari rumus sebagai berikut
= .
/
log = log + 1log
Maka, Slope = b -0,0345 y = 2.0243x - 7.042 R² = 0.958 0 0.5 1 1.5 2 3.8 4 4.2 4.4 l o g q e log ce
Grafik hubungan log ce vs log qe
(batang)
Series1 Linear (Series1) y = 0.9499x - 2.086 R² = 0.9098 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3.8 4 4.2 4.4 l o g q e log ceGrafik hubungan log ce vs log qe
(daun)
Series1
1
= 1,775
= 0,563
Intersep = a = 0,4041log = 5,1927
= 6,35 .10
−
AKAR BATANG DAUN
a -5,1972 -7,042 -2,086 b 1,7751 2,0243 0,9499 r 2 0,9942 0,9581 0,9098 n 0,5633 0,4940 1,0527 k 6,35 .10-6 9,08 .10-8 0,0082 VII. Pembahasan
Praktikum ini bertujuan untuk memahami tentang fitoremediasi dan metode adsorbsi, mengetahui nilai isotherm adsorbsi pada persamaan Langmuir dan Freunlich, serta menegtahui nilai konstanta adsorbsi. Fitoremediasi secara sederhana diartikan sebagai suatu metode pengurangan kontaminan pada lingkungan dengan menggunakan bantuan tumbuhan. Tumbuhan dapat membersihkan polutan dari tanah,air maupun udara, dengan berbagai cara.Tumbuhan dapat merusak atau merombak polutan organik, maupun menyerap dan menstabilisasi logam polutan. Tumbuhan mempunyai kemampuan untuk menahan substansi toksik dengan cara biokimia dan fisiologisnya serta menahan substansi non nutritif organik yang dilakukan pada permukaan akar. Bahan pencemar tersebut akan dimetabolisme atau diimobilisasi melalui sejumlah proses termasuk reaksi oksidasi, reduksi dan hidrolisa enzimatis (Khan et al., 2000)
Dalam percobaan ini, tumbuhan yang digunakan sebagai penyerap kontaminan adalah eceng gondok yang berdasarkan tempat hidupnya tumbuhan ini hidup dengan menyerap makanan dari air dengan campuran lumpur sebagai media tumbuh. Dengan demikian tumbuhan eceng gondok dapat diteliti
penyerapan oleh akar, batang maupun daunnya dalam hal menyerap kontaminan radioaktif. Pada percobaan ini digunakan kontaminan radioaktif larutan NaI131 yang telah diencerkan.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa setelah dibiarkan selama satu hari lalu dicacah, kontaminan radioaktif pada ketiga variasi lebih banyak terakumulasi di akar dan daun eceng gondok. Sedangkan penyerapan oleh batang eceng gondok adalah yang paling kecil. Pada bagian akar penyerapan lebih besar disebabkan oleh pada saat pencacahan akar masih dalam keadaan basah oleh air yang mengandung kontaminan radioaktif, sehingga cacahan pada akar yang terukur bukan hanya yang diserap ke dalam akar tetapi juga air yang ada dipermukaan akar yang dicacah. Sedangkan cacahan yang terakumulasi di daun merupakan akibat dari kebutuhan daun yang besar dalam menyerap air sebagai bahan untuk proses fotosintesis.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dan dari hasil perhitungan dapat dicari nilai konstanta adsorpsi pada bagian batang tumbuhan dengan metode Langmuir dan Freundlich sebagai berikut:
Langmuir Freundlich
1,732 2,536
VIII. Kesimpulan
1. Fitoremediasi adalah proses bioremediasi yang menggunakan berbagai tanaman untuk menghilangkan atau mengurangi kontaminan logam dalam tanah dan air bawah tanah.
2. Dari hasil perhitungan dapat dicari nilai konstanta adsorpsi pada bagian batang tumbuhan dengan metode Langmuir dan Freundlich sebagai berikut:
1,732 2,536
3. Dari perhitungan dapat diketahui bahwa tipe penyebaran zat radioaktif I-131 dalam tanaman ecang gondok lebih cocok mengikuti pendekatan Freundlich.
IX. Daftar Pustaka
Christina, Maria. 2016. Phytoremediation. Ppt
Decamarta, Riko Iman. 2017. Petunjuk Praktikum Aplkasi Teknik Nuklir : Fitoremediasi. Yogyakarta : STTN-BATAN
Christina, Maria. 2016. Phytoremediation. Ppt
Jundiy, Anwar. 2015. Laporan Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir : Fitoremediasi.Yogyakarta : STTN-BATAN http://www.iaea.org/inis/collection/NCLCollectionStore/_Public/44/091/4409 1402.pdf http://jurnaldampak.ft.unand.ac.id/index.php/Dampak/article/view/50 Yogyakarta, 07 Juli 2017 Asisten Praktikan,