ANALISIS MODEL TRANSFER TACIT KNOWLEDGE: STUDI KASUS DIVISI PRODUCTION PLANNING CONTROL PT X

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ANALISIS MODEL TRANSFER TACIT KNOWLEDGE:

STUDI KASUS DIVISI PRODUCTION PLANNING CONTROL PT X

Augustina Asih Rumanti

Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta Jalan Jendral Sudirman 51, Jakarta 12930

augustina@atmajaya.ac.id

ABSTRACT

Transfer tacit knowledge is one way to utilize and conserve organization’s tacit knowledge. The organization must use and keep tacit knowledge because it is a competitive advantage sources. A model of transfer tacit knowlegde will help organization to manage and empower tacit knowledge. The article explains a model of transfer tacit knowledge that focussing on transfer process of tacit knowledge among individuals in one division. The model consists of six contructs: sources characteristics, receiver characteristics, tacit knowledge characteristics, organization context, media characteristics, and the effectiveness of transfer tacit knowledge. The validation model is conducted in one company that making wire in Indonesia. Respondents are the members of Production Planning Control division. Data managemaent is conducted through Structural Equation Modelling method along with Planning Control. The data result shows that the influential key factor towards the effectiveness transfer tacit knowledge process among individuals in one division is the ability of teaching sources, receiver absorbency, evidence and trust.

Keywords: tacit knowledge, transfer, individual, receiver, production planning

ABSTRAK

Transfer tacit knowledge merupakan suatu cara untuk utilisasi dan konservasi tacit knowledge organisasi. Organisasi harus memanfaatkan dan menjaga tacit knowledge yang dimiliki karena tacit knowledge adalah sumber competitive advantage. Suatu model transfer tacit knowledge akan dapat membantu organisasi untuk mengelola dan memberdayakan tacit knowledge yang dimiliki. Tulisan ini memaparkan suatu model transfer tacit knowledge yang berfokus pada proses transfer tacit knowledge antar individu dalam satu divisi. Model terdiri atas enam konstruk yaitu karakteristik sumber, karakteristik penerima, karakteristik tacit knowledge, konteks organisasi, karakteristik media, dan keefektifan transfer tacit knowledge. Validasi model dilaksanakan di satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kabel di Indonesia. Responden merupakan anggota divisi Production Planning Control. Pengolahan data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling dengan pendekatan Partial Least Square. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa faktor kunci yang berpengaruh terhadap keefektifan proses transfer tacit knowledge antar individu dalam satu divisi adalah kemampuan mengajar sumber, daya serap penerima, bukti, dan kepercayaan.

(2)

PENDAHULUAN

Latar Belakang Permasalahan

Era globalisasi yang disertai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak semakin ketatnya persaingan di dunia usaha. Ketatnya persaingan menuntut setiap organisasi untuk memiliki modal berkualitas, daya adaptasi yang tinggi, dan daya saing yang kuat demi menjamin kelangsungan hidup organisasi. Suatu organisasi akan memperoleh keuntungan yang lebih besar apabila melakukan sejumlah investasi dalam bentuk asset knowledge dibandingkan dengan asset dalam bentuk asset material dan property. Pengetahuan dipandang sebagai sebuah asset intelektual yang mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan kemajuan kinerja dari suatu organisasi. Salah satu keuntungan dari investasi dalam bentuk pengetahuan adalah pengetahuan tidak akan menyusut seiring berjalannya waktu, sebaliknya akan meningkat seiring pemanfaatan pengetahuan itu.

Secara umum knowledge dibagi menjadi dua bagian yaitu explicit knowledge dan tacit knowledge. Polanyi (1966) mendefinisikan explicit knowledge sebagai knowledge yang telah dimodifikasi menjadi manual, prosedur, peraturan dan mudah disebarkan. Sedangkan tacit knowledge merupakan knowledge yang tidak mudah diartikulasikan dan hanya terdapat dalam pikiran manusia serta terwujud melalui tindakan manusia (Stenmark, 2000). Pengelolaan tacit knowledge lebih sulit daripada explicit knowledge (Ambrosini & Billsberry, 2007). Hal ini terjadi karena tacit knowledge bersifat lebih abstrak, melekat pada individu, dan keberadaanya tidak disadari sepenuhnya (Faust, 2007; Stenmark, 2000).

Melalui studi literatur diperoleh informasi bahwa 80% dari knowledge yang terpenting, keberadaannya tidak disadari. Hanya 20% yang dapat ditemukan dalam bentuk catatan dan buku (Faust, 2007). Menurut Sanchez & Heene pada tahun 1997, tacit knowledge pada suatu organisasi dapat hilang akibat turnover anggota (Kang, 2007). Turnover dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti pengunduran diri atas permintaan sendiri, meninggal dunia, dan pensiun. Pada studi kasus ini dilakukan pengukuran keefektifan transfer tacit knowledge pada PT Kabelindo Murni Tbk. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui fakor-faktor yang mempengaruhi proses transfer tacit knowledge.

Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas dapat dilihat akar permasalahan dalam penelitian ini adalah proses transfer tacit knowledge yang belum efektif. Selain itu masalah yang umumnya ditemukan adalah tacit knowledge yang hilang begitu saja akibat pegawai yang turnover serta penggunaan tacit knowledge yang belum efektif dalam organisasi. Sehingga dibutuhkan model transfer tacit knowledge agar dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi transfer tacit knowledge dalam organisasi.

Tujuan Penelitian ialah menganalisis model transfer tacit knowledge antar individu dalam suatu divisi, menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan proses transfer tacit knowledge antar individu dalam suatu divisi, dan menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh paling besar dalam proses transfer tacit knowledge antar individu dalam satu divisi. Masalah dibatasi pada pihak yang mentransfer dan ditransfer tacit knowledge, yaitu individu yang

(3)

Tinjauan Pustaka

Knowledge

Davenport & Prusak (1998) mendefinisikan knowledge sebagai suatu campuran aliran dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, dan pemahaman ahli yang menyediakan suatu kerangka untuk evaluasi serta penggabungan pengalaman dan informasi baru. Knowledge berasal dan diterapkan pada pikiran pihak yang mengetahui. Dalam organisasi, knowledge seringkali melekat bukan hanya pada dokumen dan repositories namun juga pada rutinitas, proses, praktik, dan norma organisasi (Garcia-Perez & Mitra, 2007).

Nonaka, Toyama & Konno (2000) menggambarkan knowledge sebagai sesuatu yang bersifat dinamis, karena knowledge tercipta melalui interaksi sosial antar individu dan organisasi. Knowledge bersifat spesifik dalam konteks tertentu, bergantung pada waktu dan tempat. Menurut Davenport, de Long & Beers (1998) knowledge yang baru bagi suatu organisasi, dapat ditemukan baik secara internal, maupun yang diperoleh dari sumber eksternal (Alwis, Hartmann & Gemünden, 2004).

Nonaka, Toyama & Konno (2000) menyebutkan bahwa terdapat dua jenis knowledge, yaitu explicit knowledge dan tacit knowledge. Hall & Andriani (2002) menggambarkan explicit knowledge sebagai sesuatu yang diwujudkan dalam kode atau bahasa, sehingga dapat dikomunikasikan, ditransmisikan, dan disimpan dengan relatif mudah. Explicit knowledge dapat dibagikan misalnya dalam bentuk data, formula matematis, dan manual. Sebaliknya, tacit knowledge lebih bersifat personal dan sulit untuk diformalkan. Tacit knowledge misalnya berakar pada tindakan, prosedur, komitmen, nilai, dan emosi (Alwis, Hartmann & Gemünden, 2004). Tacit knowledge dan explicit knowledge bersifat saling melengkapi. Kedua jenis knowledge ini penting dalam proses penciptaan knowledge.

Polanyi (1966) membagi pengetahuan menjadi dua dimensi, yaitu dimensi explicit dan tacit. Pengetahuan explicit yaitu seperti dapat dikodifikasi atau formulasi, dikonversikan ke tacit dengan pemahaman dan penyerapan. Contohnya dokumen, database, materi audio visual dan lain-lain. Pengetahuan tacit yaitu tersimpan dalam pikiran manusia, sulit diformulasikan (misalnya keahlian seseorang); penting untuk kreatifitas dan inovasi, dikonversikan ke eksplisit dengan eksternalisasi. Contohnya ialah pengalaman bertahun-tahun yang dimiliki oleh seorang ahli.

Model lain dalam transfer knowledge dikembangkan oleh Gouza (2006). Dalam studi empiris, pihak sumber adalah sebuah universitas, dan pihak penerimanya adalah organisasi yang menjadi konsumen produk dari universitas tersebut. Dalam model ini, terdapat empat dimensi kunci yang memengaruhi keefektifan proses transfer, yaitu sumber, penerima, transmission channel, dan konteks organisasi. Masing-masing dimensi terdiri dari berbagai faktor, seperti terlihat pada Gambar 1 (Gouza, 2006).

Dengan demikian, software aplikasi administrasi layanan pengobatan berbasis web yang dimaksudkan tersebut, adalah penyediaan sumber daya TI yang terintegrasi dan berbasis Web, yang mengolah dan menyediakan informasi untuk melayani seseorang, yaitu pasien dengan cara-cara penyelenggaraan administrasi yang baik.

(4)

Gambar 1 Model transfer knowledge (Gouza, 2006)

METODE

Metode pengembangan software yang baik, menggunakan tahapan pengembangan Sistem Informasi. Metode ini menurut Whitten (2007) terdiri dari inisisasi, analisis, desain dan implementasi sistem. Dalam melakukan langkah inisiasi dan analisis, diperlukan pemahaman prosedur yang berhubungan dengan objek yang akan dikembangkan sistemnya dan prosedur adalah rangkaian tahapan demi tahapan dari instruksi dan logika yang digunakan untuk menyelesaikan suatu proses bisnis. Sedangkan desain sistem mencakup desain database, navigasi, tampilan dan dan rancangan keluarannya. Untuk implementasinya, menggunakan bantuan tool dalam membuat program e-klinik ini, yaitu perangkat lunak PHP dan MySql.

PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf dan Zend yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext Preprocessing'/Form Interpreter. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Sedangkan MySql, dipublikasikan Larson dan Axmark adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang open source yang saat ini dimiliki oleh Sun Microsystems, Inc.

(5)

Tabel 1. Nilai Evaluasi Outer Model

Konstruk Endogen

Konstruk Eksogen Kode AVE CR Factor

Loading Nilai T-statistik Keterangan Karakteristik sumber (A)

Motivasi Sumber (A1) A11

0.859893 0.924663 0.918588 21,69 Signifikan

A12 0.935939 33,41 Signifikan

Keandalan Sumber (A2) A21

0.698425 0.822437 0.838579 32,98 Signifikan A22 0.832848 23,26 Signifikan Kemampuan Mengajar Sumber (A3) A31 0.815650 0.898461 0.909493 20,98 Signifikan A32 0.896728 36,12 Signifikan Karakteristik

Penerima (B) Motivasi Penerima (B1)

B11

0.875623 0.933675 0.948843 12,42 Signifikan

B12 0.922466 6,026 Signifikan

Daya Serap Penerima (B2)

B21

0.708845 0.878956

0.923850 26,22 Signifikan

B22 0.768523 10,855 Signifikan

B23 0.826080 35,72 Signifikan

Daya Retensi Penerima (B3) B31 0.771617 0.871047 0.861472 16,108 Signifikan

B32 0.895042 19,17 Signifikan

Karakteristik

Tacit Knowledge

(C)

Causal Ambiguity (C1) C11 1 1 1 20,19 Signifikan

Bukti (C2) C21 0.956670 0.977855 0.979505 2,25 Signifikan C22 0.976683 16,76 Signifikan Distribusi (C3) C31 0.793912 0.885070 0.910217 18,35 Signifikan C32 0.871396 18,91 Signifikan Hak Kepemilikan (C4) C41 0.598726 0.817203 0.796330 9,94 Signifikan C42 0.734711 8,519 Signifikan C43 0.788818 3,662 Signifikan

Common knowledge (C5) C51 1 1 1 20,115 Signifikan

Karakteristik Organisasi (D) Kepercayaan (D1) D11 0.762254 0.905420 0.801134 9,578 Signifikan D12 0.947655 10,661 Signifikan D13 0.864231 8,229 Signifikan

Budaya Organisasi (D1) D21 0.758086 0.862296 0.844709 5,394 Signifikan

D22 0.844709 5,394 Signifikan

Struktur Organisasi (D3) D31 0.992126 0.996047 0.995950 12,651 Signifikan

D32 0.966160 12,908 Signifikan

Pengalaman Terdahulu (D4) D41 0.929398 0.963406 0.959570 15,23 Signifikan

D42 0.968514 15,727 Signifikan

Karakteristik Personal dan Sosial (D5) D51 0.768954 0.908853 0.833043 7,472 Signifikan D52 0.908801 11,353 Signifikan D53 0.887120 7,628 Signifikan Interaksi Personal (D6) D61 0.689781 0.868529 0.897379 11,413 Signifikan D62 0.712251 2,899 Signifikan D63 0.869914 14,837 Signifikan

Ketersediaan Waktu (D7) D71 1 1 1 10,692 Signifikan Komitmen (D8) D81 0.912975 0.954508 0.953407 1,943 Tidak Signifikan

D82 0.957583 2,066 Signifikan Identitas Kelompok (D9) D91 0.744773 0.897167 0.914543 6,947 Signifikan D92 0.876092 12,803 Signifikan D93 0.793972 3,135 Signifikan

(6)

Sistem Insentif (D10) D101 0.907636 0.951467 0.904098 0,307 Tidak Signifikan D102 0.998939 0,983 Tidak Signifikan Know-who (D11) D111 0.938127 0.968060 0.990317 3,568 Signifikan D112 0.946323 1,337 Tidak Signifikan Karakteristik

Media (E) Mekanisme Formal (E1)

E11

0.592121 0.764386

0.114833 1,26 Tidak Signifikan

E12 0.954663 7,115 Signifikan

E13 0.922928 5,895 Signifikan

Mekanisme informal (E2) E21 0.787875 0.881343 0.896748 3,786 Signifikan

E22 0.878404 2,433 Signifikan Karakkteristik Keefektifan Transfer Tacit Knowledge (F)

Perubahan Tacit Knowledge (F1)

F11

0.884159 0.938515 0.947489 25,49 Signifikan

F12 0.933050 26,138 Signifikan

Perubahan Performansi (F2) F21 0.944698 0.971562 0.969091 26,369 Signifikan

F22 0.974812 24,042 Signifikan Penyediaan Tacit Knowledge (F3) F31 0.949976 0.974346 0.975397 35,78 Signifikan F32 0.973937 30,15 Signifikan

Perolehan Tacit Knowledge (F4)

F41

0.924261 0.960640 0.959052 27,121 Signifikan

F42 0.963712 33,502 Signifikan

Tabel 2 Nilai R-square dan Korelasi

Konstruk Endogen R-Square Korelasi Terhadap Konstruk F

Karakteristik Sumber [A] 0.999952 0.593407

Karakteristik Penerima [B] 0.999958 0.659594

Karakteristik Tacit Knowledge [C] 0.999965 0.884942

Konteks Organisasi [D] 1 0.737020

Karakteristik Media [E] 0.999965 0.833458

Keefektifan Transfer Tacit Knowledge [F] 0.999965 1

Tabel 3 Pengujian Signifikansi Konstruk Eksogen dengan Konstruk Endogen

Konstruk Endogen Konstruk Eksogen Weight Nilai T-statistik Keterangan Karakteristik Sumber [A] A1 0.365640 38,161 Signifikan A2 0.351905 32,449 Signifikan A3 0.367973 46,68 Signifikan Karakteristik Penerima [B] B1 0.275443 8,473 Signifikan B2 0.536843 27,417 Signifikan B3 0.371227 18,081 Signifikan Karakteristik Tacit Knowledge [C] C1 0.174905 19,275 Signifikan C2 0.327793 22,026 Signifikan C3 0.300087 19,263 Signifikan

(7)

Konteks Organisasi [D] D1 0.196301 12,112 Signifikan D2 0.115013 5,479 Signifikan D3 0.146031 11,548 Signifikan D4 0.155115 6,782 Signifikan D5 0.177535 5,199 Signifikan D6 0.174614 10,412 Signifikan D7 0.075396 7,195 Signifikan D8 0.057580 1,763 Tidak Signifikan D9 0.167843 6,139 Signifikan D10 0.029540 0,728 Tidak Signifikan D11 0.088443 2,512 Signifikan Karakteristik Media [E] E1 0.762609 9,137 Signifikan E2 0.468250 4,85 Signifikan Keefektifan Transfer Tacit Knowledge [F] F1 0.271516 40,83 Signifikan F2 0.262267 29,36 Signifikan F3 0.265671 42,798 Signifikan F4 0.286965 28,14 Signifikan

Tabel 4 Pengujian Signifikansi Antar Konstruk Endogen

Weight T-Statistik

Karakteristik Sumber [A] -->

Keefektifan Transfer Tacit Knowledge [F]

-0,005406 2,238163

Karakteristik Penerima (B) -->

Keefektifan Transfer Tacit Knowledge [F]

-0,00488 2,430531 Karakteristik Tacit Knowledge [C] -->

Kefektifan Transfer Tacit

0,006995 2,151975 Konteks Organisasi [D] -->

Kefektifan Transfer Tacit

Knowledge [F]

0,009183 2,518782

Karakteristik Media [E] --> Keefektifan Transfer Tacit

Knowledge [F]

0,001149 0,742022

Tabel 5 Nilai Latent Variable Correlation

Konstruk Endogen Konstruk Eksogen Latent Variable Correlation

Karakteristik Sumber [A] A1 0.867809

A2 0.965489 A3 0.931825 Karakteristik Penerima [B] B1 0.649396 B2 0.939232 B3 0.853566 Karakteristik Tacit C1 0.733468

(8)

Knowledge [C] C2 0.849195 C3 0.824362 C4 0.785684 C5 0.734218 Konteks Organisasi [D] D1 0.851831 D2 0.661147 D3 0.680238 D4 0.831546 D5 0.758805 D6 0.834971 D7 0.682514 D8 0.399758 D9 0.779664 D10 0.123026 D11 0.440269 Karakteristik Media [E] E1 0.892308

E2 0.679482 Keefektifan Transfer Tacit Knowledge [F] F1 0.963770 F2 0.867235 F3 0.909149 F4 0.912466

Analisis

Validitas konstruk menggambarkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari pengukuran sesuai dengan teori yang berkaitan dengan hal yang akan diukur. Validitas konstruk dinilai dari convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity dari outer model dilihat dari nilai factor loading indikator terhadap konstruk laten (Ghozali, 2006). Suatu indikator dikatakan memiliki validitas yang baik terhadap konstruknya jika nilai factor loading ≥ 0,50 (Ghozali, 2006; Wijanto, 2008). Hasil pengolahan data dengan menggunakan PLS menunjukan bahwa terdapat pertanyaan (indikator) yang memiliki nilai factor loading dibawah 0,5. indikator tersebut adalah E11. Indikator E11 merupakan indikator yang kurang kuat untuk mengukur konstruknya, diperlukan perbaikan untuk pertanyaan (indikator) tersebut. Discriminant validity dinilai dari cross loading indikator terhadap konstruk. Jika korelasi konstruk dengan indikatornya lebih besar daripada korelasi indikator tersebut dengan konstruk lain, maka hal ini menunjukkan bahwa indikator tersebut sudah tepat mengukur konstruk (Ghozali, 2006). Dilihat dari tabel nilai cross loading, scara keseluruhan indikator dapat dikatakan valid namun terdapat beberapa indikator yang memiliki nilai cross loading lebih rendah dibandingkan dengan nilai cross loading pada konstruk lainnya.

Reliabilitas dalam PLS dapat diketahui melalui nilai Composite Reliability (CR) dan Average Variance Extracted (AVE). Composite reliability dikatakan baik bila memiliki nilai ≥ 0,70. AVE dikatakan baik bila memiliki nilai ≥ 0,50 (Ghozali, 2006; Wijanto, 2008). Pada hasil pengukuran dengan software PLS didapatkan nilai AVE ≥ 0,50 dan CR ≥ 0,70 maka dapat

(9)

tersebut memiliki pegaruh dengan konstruk endogen. Konstruk eksogen yang tidak memiliki pengaruh dengan konstruk endogen adalah komitmen (D8) dan insentif (D10) tidak berhubungan dengan konteks organisasi (D).

Sedangkan untuk pengujian signifikansi antar konstruk endogen hampir seluruhnya berpengaruh signifikan dengan konstruk keefektifan transfer tacit knowledge. Dari hasil pengolahan data karakteristik media dengan karakteristik keefektifan transfer tacit knowledge diluar daerah penerimaan, dimana T-statistik lebih kecil dari pada T-tabel (0,742<1,96) membuktikan bahwa karakteristik media tidak berpengaruh signifikan dengan karakteristik keefektifan transfer tacit knowledge. Karakteristik ini disusun oleh teori yang dikemukakan oleh Gouza (2006) yang menyatakan bahwa media yang digunakan dalam proses transfer knowledge berpengaruh terhadap keefektifan transfer knowledge.

Korelasi antara konstruk endogen dengan konstruk endogen dilihat dari nilai Latent Variable Correlation (LVC) yang dihasilkan dari pengolahan data dengan menggunakan PLS. terdapat dua konstruk eksogen yang memiliki nilai LVC kurang dari 0,5.Pertama, konstruk eksogen komitmen pada konstruk endogen organisasi memiliki nilai <0,5 yaitu sebesar 0,399. Artinya, tingkat korelasi konstruk eksogen pengalaman dengan konstruk endogen bernilai cukup . Kedua, konstruk eksogen insentif pada konstruk endogen organisasi memiliki nilai <0,5 yaitu sebesar 0,123 Artinya, tingkat korelasi konstruk eksogen pengalaman dengan konstruk endogen sangat lemah.Sedangkan untuk konstruk eksogen lainnya, berkolerasi kuat pada konstruk endogennya.

PENUTUP

Simpulan

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses transfer tacit knowledge antar individu dalam satu divisi adalah: (1) karakteristik sumber, yang terdiri dari faktor motivasi, kemampuan mengajar, dan keandalan. Dan faktor yang paling berpengaruh adalah kemampuan mengajar sumber; (2) karakteristik penerima,yang terdiri dari faktor motivasi, daya serap, dan daya retensi. Dan faktor yang paling berpengaruh adalah daya serap penerima; (3) karakteristik tacit knowledge, yang terdiri dari faktor causal ambiguity, bukti, distribusi, hak kepemilikan, dan common knowledge. Dan faktor yang paling berpengaruh adalah bukti; (4) konteks organisasi yang terdiri dari faktor kepercayaan, budaya organisasi, struktur organisasi, pengalaman terdahulu, karakteristik personal dan sosial, ketersediaan waktu, identitas kelompok, interaksi personal, dan know-who. Dan faktor yang paling berpengaruh adalah kepercayaan; dan (5) karakteristik media, yang terdiri dari mekanisme formal dan mekanisme informal. Dan faktor yang paling berpengaruh adalah mekanisme formal

Saran

Saran yang diberikan berkaitan dari penelitian ini adalah: (1) model yang dihasilkan pada penelitian ini baru diuji pada satu divisi di satu perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut pada berbagai divisi untuk membuktikan tingkat keberlakuan model; (2) penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen dan insentif tidak berpengaruh pada proses transfer tacit knowledge antar individu dalam satu divisi. Kesimpulan ini perlu diuji lebih lanjut untuk mengetahui apakah hal ini hanya berlaku pada divisi yang diteliti saja atau berlaku umum di berbagai divisi; dan (3) faktor-faktor pada model penelitian dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan transfer pengetahuan pada divisi PPC PT Kabelindo Murni Tbk agar proses transfer menjadi efektif dan efisien.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Alwis, R. S., Hartmann, E., & Gemunden, H. G. (2004). The role of tacit knowledge in innovation management. Proceedings of the 20th Annual IMP Conference in Copenhagen, 2 - 4, September.

Ambrosini, V., & Billsberry, J. (2007). Person–Organisation Fit as an Amplifier of Tacit Knowledge. 1st Global e-Conference on Fit, 19-21 November 2007.

Davenport, T. H., & Prusak, L. (1998). Working knowledge. Harvard Business Press.

Davenport, T. H., DeLong, D. W., & Beers, M. C. (1998). Successful knowledge management projects. Sloan Management Review, 39(2): 43-57.

Faust, K. (2007). Very local structure in networks. Sociological Methodology, 37(1), 209-256. Garcia-Perez, A., & Mitra, A. (2007). Tacit knowledge elicitation and measurement in research

organisations: A methodological approach. The Electronic Journal of Knowledge Management, Vol. 5, No. 4, pp 373-386.

Gouza, A. (2006). Key factors of knowledge transfer within university spin-offs. Jornada Conference, 1-22.

Ghozali, I. (2006). Structural equation modeling: Metode alternatif dengan Partial Least Square (PLS), Semarang: Badan Penerbit UNDIP.

Hall, R., & Andriani, P. (2002). Managing knowledge for innovation. Long Range Planning 35(1): 29-48.

Kang, J. (2007), Testing impact of knowledge characteristics and relationship ties on project performance. Journal of Knowledge Management Vol. 11 No. 3, Emerald Group Publishing, 126-144.

Nonaka, I., Toyama, R., & Konno, N. (2000). SECI, ba, and leadership: A unified model of dynamic knowledge creation. Long Range Planning, Vol. 33.

Polanyi, M. (1966). The tacit dimension. London :Routledge & Kegan Paul.

Sanchez, R., & Heene, A. (1997). Strategic learning and knowledge management: Strategic management society series. Chichester: John Wiley & Sons.

Stenmark, D. (2000). Turning tacit knowledge tangible. Proceedings of the 33rd Hawaii International Conference on System Sciences, Hawaii, U.S., 1-9.

Whitten, J. L., Bentley, L. D., & Dittman, K. C. (2007). System analysis and design methods (7th ed.). New York: McGraw-Hill.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :