TES DAN INTERPRETASI
TES DAN INTERPRETASI
TES DAN INTERPRETASI
TES DAN INTERPRETASI
CAIRAN ASITES
CAIRAN ASITES
CAIRAN ASITES
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Asites :
Asites :
Asites :
Asites :
Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
sebab. sebab. sebab. sebab.
Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1-Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1--
-10 ml cairan
10 ml cairan untuk membasahi lapisan atauuntuk membasahi lapisan atau
10 ml cairan
10 ml cairan untuk membasahi lapisan atauuntuk membasahi lapisan atau
tunika serosa. tunika serosa. tunika serosa. tunika serosa.
Keseimbangan cairan intraperitonealKeseimbangan cairan intraperitonealKeseimbangan cairan intraperitonealKeseimbangan cairan intraperitoneal
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
tekanan hidrostatik.
tekanan hidrostatik.
tekanan hidrostatik.
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Asites :
Asites :
Asites :
Asites :
Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang Akumulasi cairan yang berlebihan di ruang
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
intraperitoneal (rongga serosa) oleh berbagai
sebab. sebab. sebab. sebab.
Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1-Normal ruang intra peritoneal hanya berisi 1--
-10 ml cairan
10 ml cairan untuk membasahi lapisan atauuntuk membasahi lapisan atau
10 ml cairan
10 ml cairan untuk membasahi lapisan atauuntuk membasahi lapisan atau
tunika serosa. tunika serosa. tunika serosa. tunika serosa.
Keseimbangan cairan intraperitonealKeseimbangan cairan intraperitonealKeseimbangan cairan intraperitonealKeseimbangan cairan intraperitoneal
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
tergantung tekanan koloid osmotik dalam
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
kapiler, permeabilitas dinding kapiler dan
tekanan hidrostatik.
tekanan hidrostatik.
tekanan hidrostatik.
Patogenesis terbentuknya asites :
Patogenesis terbentuknya asites :
Patogenesis terbentuknya asites :
Patogenesis terbentuknya asites :
Peningg
Peninggian ian permeabilitas permeabilitas kapiler kapiler karenakarena
Peningg
Peninggian ian permeabilitas permeabilitas kapiler kapiler karenakarena
inflamasi, yang disertai kenaikan kadar protein
inflamasi, yang disertai kenaikan kadar protein
inflamasi, yang disertai kenaikan kadar protein
inflamasi, yang disertai kenaikan kadar protein
darah lebih dari 3mg/dl.
darah lebih dari 3mg/dl.
darah lebih dari 3mg/dl.
darah lebih dari 3mg/dl.
Penurun
Penurunan tekanan koloid an tekanan koloid osmotik, karenaosmotik, karena
Penurun
Penurunan tekanan koloid an tekanan koloid osmotik, karenaosmotik, karena
gangguan sintesis albumin, penurunan kadar
gangguan sintesis albumin, penurunan kadar
gangguan sintesis albumin, penurunan kadar
gangguan sintesis albumin, penurunan kadar
protein darah kurang dari 2,5mg/dl.
protein darah kurang dari 2,5mg/dl.
protein darah kurang dari 2,5mg/dl.
protein darah kurang dari 2,5mg/dl.
Peninggian tekanan hidrostatik karena peninggian
Peninggian tekanan hidrostatik karena peninggian
Peninggian tekanan hidrostatik karena peninggian
Peninggian tekanan hidrostatik karena peninggian
tekanan vena misalnya pada payah jantung
tekanan vena misalnya pada payah jantung
tekanan vena misalnya pada payah jantung
tekanan vena misalnya pada payah jantung
kongestif atau pada sirosis hepatis.
kongestif atau pada sirosis hepatis.
kongestif atau pada sirosis hepatis.
kongestif atau pada sirosis hepatis.
Hambatan alira
Hambatan aliran limn limfe karena tumor, inflamasi,fe karena tumor, inflamasi,
Hambatan alira
Hambatan aliran limn limfe karena tumor, inflamasi,fe karena tumor, inflamasi,
fibrosis, dll
fibrosis, dll
fibrosis, dll
fibrosis, dll
Perforasi organ atau ruptur pembuluh darah oleh
Perforasi organ atau ruptur pembuluh darah oleh
Perforasi organ atau ruptur pembuluh darah oleh
Perforasi organ atau ruptur pembuluh darah oleh
trauma, misalnya perforasi usus.
trauma, misalnya perforasi usus.
trauma, misalnya perforasi usus.
M
ETODE :
M
ETODE :
Pengambilan sampel cairan asites dilakukan
Pengambilan sampel cairan asites dilakukan
dengan punksi abdominal/peritoneal :
dengan punksi abdominal/peritoneal :
Indikasi punksi abdominal :
Indikasi punksi abdominal :
Indikasi Terapeutik
Indikasi Terapeutik : Untuk mengurangi
: Untuk mengurangi
tekanan intra abdominal.
tekanan intra abdominal.
Indikasi Diagnostik
Indikasi Diagnostik : Untuk menentukan
: Untuk menentukan
diagnosis dan penanganan.
Persiapan pasien :
Persiapan pasien :
±
± Jelaskan tujuan tes dan cara pengambilanJelaskan tujuan tes dan cara pengambilan
sampel. Penjelasan yang tepat mengenai tujuan sampel. Penjelasan yang tepat mengenai tujuan dan cara kerja membantu menimbulkan sikap dan cara kerja membantu menimbulkan sikap koperatif dari penderita dan memudahkan
koperatif dari penderita dan memudahkan dalam melakukan tindakan.
dalam melakukan tindakan. ±
± Buat surat persetujuan tindakan.Buat surat persetujuan tindakan. ±
± MMonitor tanda vital (tensi,nadi) penderitaonitor tanda vital (tensi,nadi) penderita
sebelum, selama dan sesudah pengambilan sebelum, selama dan sesudah pengambilan sampel.
TES
M
AKROSKOPI
TES
M
AKROSKOPI
1.
1.
Volume
Volume
2.2.
Warna dan Kejernihan
Warna dan Kejernihan
3.3.
Berat jenis
Berat jenis
4.1.
1. Volume
Volume
Pra analitik :
Pra analitik :
Persiapan sampel : tidak ada persiapan
Persiapan sampel : tidak ada persiapan
khusus
khusus
Prinsip tes : makin besar volume cairan
Prinsip tes : makin besar volume cairan
asites menunjukkan besarnya
asites menunjukkan besarnya
penekan
penekan--an organ intraperitoneal
an organ intraperitoneal
5,6,7,8
5,6,7,8
Alat : Gelas ukur .
Alat : Gelas ukur .
Analitik :
Analitik :
Cara kerja : melihat besarnya
Cara kerja : melihat besarnya
volume cairan asites pada gelas ukur
volume cairan asites pada gelas ukur
5,6,7,8
5,6,7,8
Pasca analitik :
Pasca analitik :
Interpretasi :
Interpretasi :
Volume cairan menunjukkan
Volume cairan menunjukkan
beratnya penyakit dan besarnya
beratnya penyakit dan besarnya
penekanan intra abdominal 5,6,7,8
penekanan intra abdominal 5,6,7,8
2.
2. Warna dan kejernihan
Warna dan kejernihan
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan sampel : tidak ada persiapan
Persiapan sampel : tidak ada persiapan
khusus
khusus
Prinsip tes : setiap kelainan memberi
Prinsip tes : setiap kelainan memberi
warna dan kejernihan yang berbeda.
warna dan kejernihan yang berbeda.
Alat : tabung yang jernih.
Alat : tabung yang jernih.
Analitik
Analitik
Cara kerja : lihat warna dan kejernihan
Cara kerja : lihat warna dan kejernihan
sampel 5,6,7,8
Pasca analitik
Pasca analitik
Interpretasi :
Interpretasi :
±
± Warna transudat biasanya kekuningWarna transudat biasanya
kekuning--kuningan dan jernih sedang eksudat dapat kuningan dan jernih sedang eksudat dapat berbeda
berbeda--bedabeda ±
± Bilirubin memberi warna kuningBilirubin memberi warna kuning ±
± Darah berwarna merah atau coklatDarah berwarna merah atau coklat ±
± Pus memberi warna putihPus memberi warna putih--kuning dankuning dan keruh
keruh ±
3.
3. Berat jenis (BJ)
Berat jenis (BJ)
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan sampel : tidak ada
Persiapan sampel : tidak ada
persiapan khusus
persiapan khusus
Prinsip tes : menentukan jenis cairan
Prinsip tes : menentukan jenis cairan
Alat : Urinometer bila cairannya
Alat : Urinometer bila cairannya
banyak, bila sedikit dipakai
banyak, bila sedikit dipakai
refraktometer
Analitik
Analitik
Cara kerja : Cara kerja :
BJ yang diukur dengan menggunakan hidrometer BJ yang diukur dengan menggunakan hidrometer atau urinometer, hasil pembacaan pada
atau urinometer, hasil pembacaan pada
urinometer dikoreksi dengan temperatur ruangan urinometer dikoreksi dengan temperatur ruangan seperti pada urinalisa
seperti pada urinalisa
Suhu kamar : Suhu ruangan saat pemeriksaan. Suhu kamar : Suhu ruangan saat pemeriksaan. Suhu tera : suhu yang tertulis pada alat
Suhu tera : suhu yang tertulis pada alat ~ Pengukuran BJ dengan refraktometer ~ Pengukuran BJ dengan refraktometer
Suhu kamar ± suhu tera x 0,001 + BJ pd hidrometer
BJ = ---3
Cara Kerja : Cara Kerja :
Bersihkan permukaan prisma refraktometer Bersihkan permukaan prisma refraktometer dengan kain yang lembab, kemudian dengan dengan kain yang lembab, kemudian dengan kain kering. Tutup dengan penutupnya, pegang kain kering. Tutup dengan penutupnya, pegang secara horisontal. Teteskan 1 tetes cairan
secara horisontal. Teteskan 1 tetes cairan
asites pada lekukan penutup prisma. Arahkan asites pada lekukan penutup prisma. Arahkan alat ke arah sumber sinar. Fokuskan
alat ke arah sumber sinar. Fokuskan eye piece,eye piece,
langsung baca skala dimana terlihat batas langsung baca skala dimana terlihat batas antara gelap dan terang .
antara gelap dan terang . Pasca analitik :
Pasca analitik : Interpretasi : Interpretasi :
BJ cairan ascites (transudat) umumnya BJ cairan ascites (transudat) umumnya ee
1,018. Bila >1,018 menunjukkan adanya 1,018. Bila >1,018 menunjukkan adanya proses inflamasi (eksudat) .
4.
4.
Bekuan
Bekuan
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus Prinsip tes : fibrinogen menyebabkan sampel Prinsip tes : fibrinogen menyebabkan sampel membeku.
membeku.
Alat : tabung yang jernih. Alat : tabung yang jernih.
Analitik
Analitik
Cara kerja : biarkan sampel selama 1 jam, kemudian Cara kerja : biarkan sampel selama 1 jam, kemudian lihat apakah ada bekuan atau tidak.
lihat apakah ada bekuan atau tidak.
Pasca analitik
Pasca analitik
Interpretasi : Interpretasi :
Bekuan ( + ) : eksudat : ada proses peradangan Bekuan ( + ) : eksudat : ada proses peradangan Bekuan (
B. TES KI
M
IA
B. TES KI
M
IA
Tujuan tes: Membedakan transudat dan eksudat Tujuan tes: Membedakan transudat dan eksudat Pemeriksaan Kimia mencakup :
Pemeriksaan Kimia mencakup :
Tes Rivalta (Tes Seromusin/tes protein Tes Rivalta (Tes Seromusin/tes protein kualitatif)
kualitatif)
Tes protein kuantitatif Tes protein kuantitatif Tes glukosa kuantitatif Tes glukosa kuantitatif
Tes LDH (Laktat Dehidrogenase) kuantitatif Tes LDH (Laktat Dehidrogenase) kuantitatif
1.
1. Tes Rivalta (tes seromusin/tes
Tes Rivalta (tes seromusin/tes
protein kualitatif)
protein kualitatif)
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus. Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus.
Prinsip tes:
Prinsip tes:
Penambahan asam asetat glacial pada
Penambahan asam asetat glacial pada
cairan akan menimbulkan
terjadinya
cairan akan menimbulkan
terjadinya
penggumpalan protein, yang terlihat
penggumpalan protein, yang terlihat
sebagai kekeruhan .
Alat dan bahan :
Alat dan bahan :
gelas ukur
gelas ukur
pipet tetes
pipet tetes
asam asetat glacial
asam asetat glacial
aquades.
aquades.
Analitik
Analitik
Cara kerja :
Cara kerja :
±±Campurkan asam asetat glasial 2 tetesCampurkan asam asetat glasial 2 tetes dalam aquades 100 ml.
dalam aquades 100 ml. ±
±Teteskan setetes cairan asites padaTeteskan setetes cairan asites pada permukaan larutan tersebut.
Pasca analitik
Pasca analitik
Interpretasi :
Interpretasi :
-- Positif (terbentuk awan putih kebiruan)
Positif (terbentuk awan putih kebiruan)
p
p
eksudat
eksudat
-- Negatif (tidak terbentuk awan putih)
Negatif (tidak terbentuk awan putih)
p
p
transudat 6,7,8 .
transudat 6,7,8 .
Tes Protein (Kuantitatif)
Tes Protein (Kuantitatif)
Pra analitik Pra analitik
Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus. Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus.
Metode semi otomatis
Metode semi otomatis
Prinsip tes : Protein dengan ion Cuprum (Cu) Prinsip tes : Protein dengan ion Cuprum (Cu)
dalam larutan alkalis akan dalam larutan alkalis akan
membentuk kompleks senyawa membentuk kompleks senyawa yang berwarna ungu kebiruan. yang berwarna ungu kebiruan. Absorban warna yang dihasilkan Absorban warna yang dihasilkan
dibaca pada panjang gelombang 540 dibaca pada panjang gelombang 540 nm.5,7
Alat dan bahan metode semiotomatik:
Alat dan bahan metode semiotomatik:
Fotometer Fotometer
Pipet ukur 5 ml Pipet ukur 5 ml
Pipet mikro 50 ul,250ul Pipet mikro 50 ul,250ul Inkubator 37
Inkubator 37rrCC
Pipet volumetrik 50 ml Pipet volumetrik 50 ml
Reagen : NaOH 6 mol/liter Reagen : NaOH 6 mol/liter Reagen Biuret
Reagen Biuret Larutan NaCl
Larutan NaCl--Na azideNa azide
Larutan standar Protein 100g/l Larutan standar Protein 100g/l Reagen blanko biuret
Analitik
Analitik
Cara kerja Semiotomatik
Cara kerja Semiotomatik
Pipetkan kedalam tabung
Pipetkan kedalam tabung--tabung sbb:
tabung sbb:
Larutan Blanko reagen Blanko standar standar sampel Blanko
sampel R eagen biuret 2,5 ml - 2,5 ml 2,5 ml -R eagen blanko - 2,5 ml - - 2,5 ml Biuret Protein Standar - 50 ul 50 ul - -100g/l Sampel pasien - - - 50ul 50 ul Akuades 50 ul - - -
-Perhitungan Semiotomatik :
Perhitungan Semiotomatik :
Kadar Protein :
Kadar Protein : T
T x 100 g/l
x 100 g/l
S
S
T = Absorban sampel
T = Absorban sampel -- absorban
absorban
blanko
blanko
sampel
sampel ±
± absorban
absorban
blanko reagen
blanko reagen
S = Absorban standar
S = Absorban standar ±
± absorban
absorban
blanko
blanko
standar
b. Cara otomatis
b. Cara otomatis
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan sampel : tidak ada
Persiapan sampel : tidak ada
persiapan
persiapan
khusus.
khusus.
Prinsip tes:
Prinsip tes:
Protein + Cu+
Cu
Protein + Cu+
Cu--Protein kompleks
Protein kompleks
Pembacaan dilakukan dengan
Pembacaan dilakukan dengan
fotometer
Alat dan bahan cara otomatis :
Alat dan bahan cara otomatis :
Pipet mikro 500 ul
Pipet mikro 500 ul
Tabung mikro
Tabung mikro
Rak tabung, rak reagen
Rak tabung, rak reagen
Alat otomatis Cobas
Mira
Alat otomatis Cobas
Mira
Reagen 1: Reagen Blank
Reagen 1: Reagen Blank
Reagen 2 : Reagen Biuret
Reagen 2 : Reagen Biuret
Analitik
Analitik
Cara kerja : Cara kerja :
Masukkan 500 ul sampel cairan asites
Masukkan 500 ul sampel cairan asites ke dalam tabung mikro.
ke dalam tabung mikro.
Letakkan tabung mikro pada rak tabung. Letakkan tabung mikro pada rak tabung. Siapkan reagen pada rak reagen
Siapkan reagen pada rak reagen
masukkan dalam alat otomatis Cobas masukkan dalam alat otomatis Cobas
Mira.
Mira.
Buat program untuk pemeriksaan Buat program untuk pemeriksaan protein. Selanjutnya pemeriksaan protein. Selanjutnya pemeriksaan berjalan secara otomatis.
Pasca analitik :
Pasca analitik :
Interpretasi :
Interpretasi :
Kadar protein < 3 mg/dl : transudat
Kadar protein < 3 mg/dl : transudat
Kadar protein
3. Tes glukosa kuantitatif
3. Tes glukosa kuantitatif
Pra analitik
Pra analitik
±
± Persiapan sampel : tidak ada persiapan khususPersiapan sampel : tidak ada persiapan khusus 6,7,9
6,7,9 ±
± MMetode : Heksokinase.etode : Heksokinase.
Akibat penambahan reagen terhadap sampel
Akibat penambahan reagen terhadap sampel
yang mengandung glukosa
yang mengandung glukosa
Prinsip tes :
Prinsip tes :
HK HK Glukosa + ATP
Glukosa + ATP GG--66--P + ADPP + ADP
Heksokinase mengkatalisasi fosforilase glukosa Heksokinase mengkatalisasi fosforilase glukosa menjadi glukosa
menjadi glukosa--66 --fosfatase oleh ATPfosfatase oleh ATP G
G--66--PDHPDH G
G--66--P + NADP P + NADP gluconategluconate--66--P + NADPHP + NADPH + H
+ H
Konsentrasi glukosa diukur dengan fotometer. Konsentrasi glukosa diukur dengan fotometer.
Alat dan bahan:
Alat dan bahan:
Pipet mikro 500 ul
Pipet mikro 500 ul
Tabung mikro
Tabung mikro
Rak tabung
Rak tabung
Reagen 1 : Buffer/ATP/NADP
Reagen 1 : Buffer/ATP/NADP
Reagen 2 : HK/G
Reagen 2 : HK/G--6
6--PDH
PDH
Alat otomatis Cobas
Mira.
Alat otomatis Cobas
Mira.
Analitik
Analitik
Cara Kerja : Cara Kerja :
Masukkan 500 ul sampel cairan asites ke
Masukkan 500 ul sampel cairan asites ke dalam tabung mikro.
dalam tabung mikro.
Letakkan tabung mikro pada rak tabung. Letakkan tabung mikro pada rak tabung.
Siapkan reagen pada rak reagen masukkan Siapkan reagen pada rak reagen masukkan dalam alat otomatis Cobas Mira.
dalam alat otomatis Cobas Mira. Buat program untuk pemeriksaan. Buat program untuk pemeriksaan.
Selanjutnya pemeriksaan berjalan secara Selanjutnya pemeriksaan berjalan secara otomatis.
Pasca analitik:
Pasca analitik:
Interpretasi :
Interpretasi :
Kadar glukosa = glukosa plasma:
Kadar glukosa = glukosa plasma:
transudat
transudat
Kadar glukosa > glukosa plasma :
Kadar glukosa > glukosa plasma :
eksudat
4. Tes LDH kuantitatif
4. Tes LDH kuantitatif
Pra Analitik Pra Analitik
Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus. Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus. Prinsip tes :
Prinsip tes :
Kinetik UV Pyruvate + NADH + H+ LDH L Kinetik UV Pyruvate + NADH + H+ LDH L--Laktat + NAD
Laktat + NAD++
NADH akan mengoksidasi secara langsung NADH akan mengoksidasi secara langsung dengan bantuan aktivasi LDH dan diukur dengan bantuan aktivasi LDH dan diukur dengan fotometer.
Alat dan bahan:
Alat dan bahan:
±
± Pipet mikro 500Pipet mikro 500QQll
±
± Tabung mikroTabung mikro ±
± Rak tabungRak tabung ±
± Alat otomatis Cobas Alat otomatis Cobas MMiraira ±
± Reagen 1 : Buffer/ATP/NADPReagen 1 : Buffer/ATP/NADP ±
Analitik
Analitik
Cara kerja : Cara kerja :
Masukkan 500
Masukkan 500QQl sampel cairan asites kel sampel cairan asites ke dalam tabung mikro.
dalam tabung mikro.
Letakkan tabung mikro pada rak tabung. Letakkan tabung mikro pada rak tabung.
Siapkan reagen pada rak reagen masukkan Siapkan reagen pada rak reagen masukkan dalam alat otomatis Cobas Mira.
dalam alat otomatis Cobas Mira.
Kalau terjadi kesukaran dalam membedakan Kalau terjadi kesukaran dalam membedakan eksudat dan transudat maka biasanya
eksudat dan transudat maka biasanya dilakukan tes LDH.10
Pasca analitik
Pasca analitik
Interpretasi :
Interpretasi :
Bila kadar LDH kurang dari 200IU/l
Bila kadar LDH kurang dari 200IU/l
adalah transudat
adalah transudat
Kadar LDH sama atau lebih dari 200IU/l
Kadar LDH sama atau lebih dari 200IU/l
adalah eksudat.
TES KI
M
IA TA
M
BAHAN UNTUK
TES KI
M
IA TA
M
BAHAN UNTUK
CAIRAN ASITES :
CAIRAN ASITES :
Enzim amilase
Enzim amilase
Alkali fosfatase
Alkali fosfatase
Laktat
Laktat
Ureum kreatinin
Ureum kreatinin
Amonia
Amonia
Bilirubin
Bilirubin
1.
1. Tes enzim amilase
Tes enzim amilase
Pemeriksaan rutin Pemeriksaan rutin
Dilakukan bila ada dugaan asites yang Dilakukan bila ada dugaan asites yang disebabkan pankreatitis, pseudokistik disebabkan pankreatitis, pseudokistik pankreas dan perforasi pankreas atau pankreas dan perforasi pankreas atau gastroduodenal.
gastroduodenal.
Nilai normal enzim amilase pada cairan Nilai normal enzim amilase pada cairan asites sama dengan nilai normal pada asites sama dengan nilai normal pada plasma darah.
plasma darah.
Bila terdapat peningkatan enzim amilase Bila terdapat peningkatan enzim amilase lebih tiga kali enzim amilase plasma
lebih tiga kali enzim amilase plasma
menunjukkan adanya keadaan patologis menunjukkan adanya keadaan patologis diatas.
2.
2. Tes Alkali fosfataseTes Alkali fosfatase
Dilakukan bila ada dugaan ruptur gaster, Dilakukan bila ada dugaan ruptur gaster, nilai alkali fosfatase >10 IU/l. 5
nilai alkali fosfatase >10 IU/l. 5
3.
3. Tes LaktatTes Laktat
Dilakukan bila ada dugaan peritonitis Dilakukan bila ada dugaan peritonitis bakterial. Nilai laktat pada peritonitis bakterial. Nilai laktat pada peritonitis bakterial 4,44mmol/l. 5
bakterial 4,44mmol/l. 5
4.
4. Tes Ureum KreatininTes Ureum Kreatinin
Dilakukan bila ada dugaan asites yang Dilakukan bila ada dugaan asites yang disebabkan oleh ruptur traktur urinarius, disebabkan oleh ruptur traktur urinarius, misalnya pada ruptur buli
misalnya pada ruptur buli--buli. Pada ruptur buli. Pada ruptur buli
buli--buli didapatkan nilai ureum kreatininbuli didapatkan nilai ureum kreatinin cairan asites lebih dari ureum kreatinin cairan asites lebih dari ureum kreatinin serum.
5.
5.
Tes Amonia
Tes Amonia
Dilakukan bila ada dugaan asites yang
Dilakukan bila ada dugaan asites yang
disebabkan oleh perforasi ulkus
disebabkan oleh perforasi ulkus
peptik, ruptur appendiks, strangulasi
peptik, ruptur appendiks, strangulasi
usus dan ruptur buli
usus dan ruptur buli--buli. Nilai amonia
buli. Nilai amonia
cairan asites pada keadaan tersebut
cairan asites pada keadaan tersebut
lebih dari amonia serum.
lebih dari amonia serum.
6.
6.
Tes Bilirubin
Tes Bilirubin
Dilakukan bila ada dugaan asites yang
Dilakukan bila ada dugaan asites yang
disebabkan oleh oleh ruptur vesica
disebabkan oleh oleh ruptur vesica
fellea, nilai bilirubin lebih dari 6,0mg/dl.
fellea, nilai bilirubin lebih dari 6,0mg/dl.
C. TES
M
IKROSKOPI
C. TES
M
IKROSKOPI
1.
1. Hitung Jumlah selHitung Jumlah sel
Tujuan : Membedakan transudat dan Tujuan : Membedakan transudat dan eksudat.
eksudat.
Hitung jumlah lekosit dilakukan bila Hitung jumlah lekosit dilakukan bila diduga cairan asites tersebut diduga cairan asites tersebut bersifat
bersifat eksudatif .eksudatif . Pra Analitik :
Pra Analitik :
Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus. Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus. Prinsip tes
Prinsip tes : menghitung jumlah sel lekosit: menghitung jumlah sel lekosit pada cairan asites
Alat dan bahan :
Alat dan bahan :
Larutan Turk Larutan Turk
kamar hitung Improved New Bauer kamar hitung Improved New Bauer pipet mikro ukuran 20ul, 200ul
pipet mikro ukuran 20ul, 200ul mikroskop. mikroskop. Analitik : Analitik : Cara kerja : Cara kerja :
Encerkan cairan asites dengan larutan Turk Encerkan cairan asites dengan larutan Turk dengan pengenceran 10 kali.
dengan pengenceran 10 kali.
Hasil pengenceran diteteskan pada kamar Hasil pengenceran diteteskan pada kamar hitung, kemudian dibaca di bawah mikroskop hitung, kemudian dibaca di bawah mikroskop pada empat kotak lekosit, hasil perhitungan pada empat kotak lekosit, hasil perhitungan dikali 25/mm3 .
Pasca analitik :
Pasca analitik :
Interpretasi : Interpretasi :
Lebih dari 80% transudat dan kurang dari 20 Lebih dari 80% transudat dan kurang dari 20 % eksudat menunjukkan jumlah lekosit <
% eksudat menunjukkan jumlah lekosit < 1000/mm 3
1000/mm 3
Jumlah lekosit > 10.000/mm 3 dijumpai Jumlah lekosit > 10.000/mm 3 dijumpai pada pankreatitis.
pada pankreatitis. Jumlah lekosit 25
Jumlah lekosit 25--100.000/mm3 dijumpai100.000/mm3 dijumpai pada peritonitis bacterial
pada peritonitis bacterial Jumlah lekosit 5
Jumlah lekosit 5--10.000/mm3 dijumpai pada10.000/mm3 dijumpai pada peritonitis TB
2. Hitung Jumlah Eritrosit:
2. Hitung Jumlah Eritrosit:
Pra analitik Pra analitik
±
± Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus.Persiapan sampel : tidak ada persiapan khusus. ±± Prinsip:Prinsip:
Hitung jumlah eritrosit dilakukan bila cairan asites Hitung jumlah eritrosit dilakukan bila cairan asites berwarna kemerahan.Untuk membedakan darah berwarna kemerahan.Untuk membedakan darah tersebut akibat punksi perco
tersebut akibat punksi perco--baan, maka asitesbaan, maka asites yang diambil untuk pemeriksaan mikroskopik yang diambil untuk pemeriksaan mikroskopik
terutama untuk pemeriksaan hitung eritrosit tidak terutama untuk pemeriksaan hitung eritrosit tidak diambil dari cairan yang pertama kali keluar dari diambil dari cairan yang pertama kali keluar dari drainase tetapi sebaiknya diambil saat
drainase tetapi sebaiknya diambil saat pertengahan drainase.
Alat dan bahan :
Alat dan bahan :
larutan Hayem
larutan Hayem
kamar hitung Improved New
kamar hitung Improved New
Bauer
Bauer
pipet mikro ukuran 20ul, 200ul
pipet mikro ukuran 20ul, 200ul
mikroskop.
Analitik
Analitik
Cara kerja :
Cara kerja :
Encerkan cairan asites dengan larutan
Encerkan cairan asites dengan larutan
Hayem dengan pengenceran 200 kali.
Hayem dengan pengenceran 200 kali.
Hasil pengenceran diteteskan pada kamar
Hasil pengenceran diteteskan pada kamar
hitung, kemudian dibaca di bawah
hitung, kemudian dibaca di bawah
mikroskop pada lima kotak eritrosit, hasil
mikroskop pada lima kotak eritrosit, hasil
perhitungan dikali 10.000/mm3.
Pasca analitik
Pasca analitik
Interpretasi :
Interpretasi :
~
~ jumlah eritrosit >100.000/mm3
jumlah eritrosit >100.000/mm3
menunjukkan adanya trauma atau
menunjukkan adanya trauma atau
keganasan.
keganasan.
~
~ Bila jumlah eritrosit <100.000/mm3
Bila jumlah eritrosit <100.000/mm3
kemungkinan eritrosit berasal akibat
kemungkinan eritrosit berasal akibat
punksi percobaan.
3. Hitung Jenis
3. Hitung Jenis
Pra analitik Pra analitik
Persiapan sampel : sampel disentrifus kemudian Persiapan sampel : sampel disentrifus kemudian yang diambil adalah sedimennya.
yang diambil adalah sedimennya.
Prinsip tes: Perbedaan morfologi lekosit dan Prinsip tes: Perbedaan morfologi lekosit dan daya serap masing
daya serap masing--masing jenis lekositmasing jenis lekosit
terhadap zat warna. Untuk membedakan jenis terhadap zat warna. Untuk membedakan jenis inflamasi akut atau kronis maka dilakukan
inflamasi akut atau kronis maka dilakukan pemeriksaan hitung jenis sel. Untuk
pemeriksaan hitung jenis sel. Untuk
membedakan jenis inflamasi akut atau kronis membedakan jenis inflamasi akut atau kronis maka dilakukan pemeriksaan hitung jenis sel . maka dilakukan pemeriksaan hitung jenis sel .
Alat dan bahan :
Alat dan bahan :
alat sentrifus
alat sentrifus
kaca objek,
kaca objek,
metil alkohol (fiksasi),
metil alkohol (fiksasi),
pewarnaan Giemsa,
pewarnaan Giemsa,
pengukur waktu.
Analitik
Analitik
Analitik
Analitik
Cara kerja :
Cara kerja :
Cara kerja :
Cara kerja :
Sedimen cairan asites dibuat hapusan
Sedimen cairan asites dibuat hapusan
Sedimen cairan asites dibuat hapusan
Sedimen cairan asites dibuat hapusan
kemudian biarkan kering.
kemudian biarkan kering.
kemudian biarkan kering.
kemudian biarkan kering.
Fiksasi
Fiksasi
dengan
dengan
metil
metil
alkohol
alkohol
dan
dan
setelah
setelah
Fiksasi
Fiksasi
dengan
dengan
metil
metil
alkohol
alkohol
dan
dan
setelah
setelah
kering diwarnai dengan Giemsa selama 20
kering diwarnai dengan Giemsa selama 20
kering diwarnai dengan Giemsa selama 20
kering diwarnai dengan Giemsa selama 20
menit.
menit.
menit.
menit.
Kemudian bilas dengan air mengalir.
Kemudian bilas dengan air mengalir.
Kemudian bilas dengan air mengalir.
Kemudian bilas dengan air mengalir.
Hasilnya dibaca di bawah mikroskop.6,7,8
Hasilnya dibaca di bawah mikroskop.6,7,8
Hasilnya dibaca di bawah mikroskop.6,7,8
Pasca analitik
Pasca analitik
Pasca analitik
Pasca analitik
Interpretasi :
Interpretasi :
Interpretasi :
Interpretasi :
Hitung 100 sel lekosit, bila P
Hitung 100 sel lekosit, bila P
MMN
N
Hitung 100 sel lekosit, bila P
Hitung 100 sel lekosit, bila P
MMN
N
(polimorfonukl
(polimorfonukl
ear)
ear)
>50%
>50%
(polimorfonukl
(polimorfonukl
ear)
ear)
>50%
>50%
p
p
p
p
inflamasi akut
inflamasi akut
inflamasi akut
inflamasi akut
Limfosit >50%
Limfosit >50%
Limfosit >50%
D. TES
D. TES
M
M
IKROBIOLOGI
IKROBIOLOGI
D. TES
D. TES
M
M
IKROBIOLOGI
IKROBIOLOGI
a.
a.
a.
a. PewarnaaPewarnaaPewarnaaPewarnaan n n n GramGramGramGram
Pra analitik
Pra analitik
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan sampel : sampel ditempatkan dalam
Persiapan sampel : sampel ditempatkan dalam
Persiapan sampel : sampel ditempatkan dalam
Persiapan sampel : sampel ditempatkan dalam
tabung yang steril (tabung kaca dengan sterilisasi
tabung yang steril (tabung kaca dengan sterilisasi
tabung yang steril (tabung kaca dengan sterilisasi
tabung yang steril (tabung kaca dengan sterilisasi
autoklaf, tabung plastik dengan ultraviolet, dapat
autoklaf, tabung plastik dengan ultraviolet, dapat
autoklaf, tabung plastik dengan ultraviolet, dapat
autoklaf, tabung plastik dengan ultraviolet, dapat
diperoleh di bagian mikrobiologi) tanpa
diperoleh di bagian mikrobiologi) tanpa
diperoleh di bagian mikrobiologi) tanpa
diperoleh di bagian mikrobiologi) tanpa
antikoagulan.
antikoagulan.
antikoagulan.
antikoagulan.
Prinsip tes: bakteri akan menyerap zat warna
Prinsip tes: bakteri akan menyerap zat warna
Prinsip tes: bakteri akan menyerap zat warna
Prinsip tes: bakteri akan menyerap zat warna
tertentu
tertentu yaitu yaitu kristal kristal violet. violet. Dengan Dengan penguatanpenguatan
tertentu
tertentu yaitu yaitu kristal kristal violet. violet. Dengan Dengan penguatanpenguatan
lugol, bakteri Gram positif akan tetap mengikat
lugol, bakteri Gram positif akan tetap mengikat
lugol, bakteri Gram positif akan tetap mengikat
lugol, bakteri Gram positif akan tetap mengikat
warna ungu meskipun ada penambahan alkohol
warna ungu meskipun ada penambahan alkohol
warna ungu meskipun ada penambahan alkohol
warna ungu meskipun ada penambahan alkohol
dan fuschin/safranin, sedangkan bakteri Gram
dan fuschin/safranin, sedangkan bakteri Gram
dan fuschin/safranin, sedangkan bakteri Gram
dan fuschin/safranin, sedangkan bakteri Gram
negatif
negatif akan akan melepaskan warna melepaskan warna ungu ungu dengandengan
negatif
negatif akan akan melepaskan warna melepaskan warna ungu ungu dengandengan
adanya penam
adanya penam
adanya
penam-adanya penam--bahan alkohol akan mengikat-bahan alkohol akan mengikatbahan alkohol akan mengikatbahan alkohol akan mengikat
safranin atau fuchsin menjadi warna merah.
safranin atau fuchsin menjadi warna merah.
safranin atau fuchsin menjadi warna merah.
Alat dan bahan :
Alat dan bahan :
±
± Gelas objekGelas objek ±
± MMinyak emersiinyak emersi ±
± MMikroskopikroskop ±
± Rak pewarnaanRak pewarnaan ±
± BunsenBunsen ±
Cat Gram A Cat Gram A ::
Kristal violet (warna ungu) ««« 2 gram Kristal violet (warna ungu) ««« 2 gram Alkohol 96%««««««« 20 cc Alkohol 96%««««««« 20 cc Amonium oxalat 1 % dalam aqua 80 cc Amonium oxalat 1 % dalam aqua 80 cc Cat Gram B:
Cat Gram B:
Jodium (warna coklat) «««««
Jodium (warna coklat) ««««« 1 gram1 gram Kalium jodida««««««.
Kalium jodida««««««. ««.. .2 gram««.. .2 gram Aquades ««««««««.Aquades ««««««««. «« 300 cc«« 300 cc Cat Gram C Cat Gram C :: Aceton (tdk berwarna) «««««30 cc Aceton (tdk berwarna) «««««30 cc Alkohol «««««««««««70 cc Alkohol «««««««««««70 cc Cat Gram D Cat Gram D :: Safranin ««««««««««.1 gram Safranin ««««««««««.1 gram Alkohol 96% ««««««««10 cc Alkohol 96% ««««««««10 cc Aquades ««««««««««.90 cc Aquades ««««««««««.90 cc
Analitik
Analitik
Cara kerja : Cara kerja :
Buatlah sediaan di atas kaca objek, Buatlah sediaan di atas kaca objek,
keringkan pada suhu kamar dan panaskan di keringkan pada suhu kamar dan panaskan di atas api 3
atas api 3 ± ± 4 menit. Dinginkan.4 menit. Dinginkan.
Letakkan sediaan di atas rak pewarnaan. Letakkan sediaan di atas rak pewarnaan. Preparat yang telah siap dicat digenangi Preparat yang telah siap dicat digenangi dengan cat Gram A selama 1
dengan cat Gram A selama 1-- 3 menit.3 menit. Kuman Gram (+) dan Gram (
Kuman Gram (+) dan Gram (--) akan) akan
berwarna ungu, kemudian cat dibuat dan berwarna ungu, kemudian cat dibuat dan tanpa dicuci.
tanpa dicuci.
Kemudian digenangi cat Gram B selama ½ Kemudian digenangi cat Gram B selama ½ --1 menit, kemudian dicuci dengan air
1 menit, kemudian dicuci dengan air mengalir.
Tetesi / dicelup cat Gram C sampai warna Tetesi / dicelup cat Gram C sampai warna dilunturkan
dilunturkan
Kemudian ditetesi dengan cat Gram D selama 1 Kemudian ditetesi dengan cat Gram D selama 1± ±22 menit.
menit.
Gram D merupakan warna kontras maka bakteri Gram D merupakan warna kontras maka bakteri Gram (+) yang telah mengikat cat gram A tidak
Gram (+) yang telah mengikat cat gram A tidak mampu mengikat Gram D, sehingga bakteri tetap mampu mengikat Gram D, sehingga bakteri tetap berwarna ungu, sedangkan bakteri Gram (
berwarna ungu, sedangkan bakteri Gram (--) yang) yang telah dilunturkan oleh cat Gram C (bakteri tidak telah dilunturkan oleh cat Gram C (bakteri tidak berwarna), akan mengikat warna cat Gram D berwarna), akan mengikat warna cat Gram D sehingga bakteri akan berwarna merah.
sehingga bakteri akan berwarna merah.
Cuci dengan air dan keringkan di udara. Setelah Cuci dengan air dan keringkan di udara. Setelah kering lihat di bawah mikroskop pembesaran 100 x kering lihat di bawah mikroskop pembesaran 100 x menggunakan minyak emersi.
Pasca analitik
Pasca analitik
Interpretasi :
Interpretasi :
Gram positif (+) : bakteri akan berwarna
Gram positif (+) : bakteri akan berwarna
ungu, bentuknya jelas (batang atau kokus)
ungu, bentuknya jelas (batang atau kokus)
Gram negatif (
Gram negatif (--) : bakteri akan berwarna
) : bakteri akan berwarna
merah, bentuknya jelas (batang atau
merah, bentuknya jelas (batang atau
kokus )
b. Pewarnaan Ziehl Neelsen
b. Pewarnaan Ziehl Neelsen
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan sampel : sampel ditempatkan
Persiapan sampel : sampel ditempatkan
dalam tabung yang steril (tabung kaca
dalam tabung yang steril (tabung kaca
dengan sterilisasi autoklaf, tabung
dengan sterilisasi autoklaf, tabung
plastik dengan ultraviolet, dapat
plastik dengan ultraviolet, dapat
diperoleh di bagian mikrobiologi) tanpa
diperoleh di bagian mikrobiologi) tanpa
antikoagulan.
antikoagulan.
Prinsip tes : bakteri akan mengikat
Prinsip tes : bakteri akan mengikat
warna merah sesuai sifatnya.
Alat dan bahan :
Alat dan bahan :
Gelas objek Gelas objek Minyak emersi Minyak emersi Mikroskop Mikroskop Rak pewarnaan Rak pewarnaan Bunsen Bunsen Sengkelit Sengkelit Kaca objek Kaca objek Reagen : Reagen :
-- Ziehl Neelsen AZiehl Neelsen A -- Ziehl Neelsen BZiehl Neelsen B -- Ziehl Neelsen CZiehl Neelsen C
Analitik
Analitik
Cara kerja : Cara kerja :
Buatlah sediaan di atas kaca objek, keringkan pada Buatlah sediaan di atas kaca objek, keringkan pada suhu kamar dan panaskan di atas api 3
suhu kamar dan panaskan di atas api 3± ± 4 menit.4 menit. Dinginkan. Letakkan sediaan di atas rak pewarnaan. Dinginkan. Letakkan sediaan di atas rak pewarnaan. Preparat yang telah siap, dicat dan digenangi dengan Preparat yang telah siap, dicat dan digenangi dengan cat ZN
cat ZN ± ± A, kemudian A, kemudian dipanasi dengan lampudipanasi dengan lampu sampai menguap tetapi tidak mendidih.
sampai menguap tetapi tidak mendidih. Bakteri yangBakteri yang tahan asam dan yang tidak tahan asam akan
tahan asam dan yang tidak tahan asam akan berwarna merah.
berwarna merah. Tunggu selama 5 menit kemudianTunggu selama 5 menit kemudian dicuci dengan air
dicuci dengan air
Kemudian preparat ditetesi dengan cat ZN
Kemudian preparat ditetesi dengan cat ZN ±± B.B. Bakteri yang tahan asam akan tetap berwarna Bakteri yang tahan asam akan tetap berwarna
merah, sedang yang tidak tahan asam menjadi tidak merah, sedang yang tidak tahan asam menjadi tidak berwarna.
Setelah itu preparat segera diangkat dan Setelah itu preparat segera diangkat dan dicuci dengan air.
dicuci dengan air.
Genangi preparat dengan ZN
Genangi preparat dengan ZN ± ± C selama 2C selama 2 menit, bakteri yang tahan asam tidak akan menit, bakteri yang tahan asam tidak akan mengikat warna ZN
mengikat warna ZN ± ± C, tetapi yang tidakC, tetapi yang tidak tahan asam akan mengikat warna biru. tahan asam akan mengikat warna biru. Cuci preparat dengan air dan dikeringkan Cuci preparat dengan air dan dikeringkan dalam temperatur kamar.
dalam temperatur kamar.
Keringkan dan lihat di bawah mikroskop Keringkan dan lihat di bawah mikroskop dengan pembesaran 100x meng
dengan pembesaran 100x meng--gunakangunakan minyak emersi.
Pasca analitik:
Pasca analitik:
Interpretasi:
Interpretasi:
-- Basil tahan asam
Basil tahan asam
Basil terlihat berwarna
Basil terlihat berwarna
merah.
merah.
-- Basil tidak tahan asam
Basil tidak tahan asam
Basil berwarna
Basil berwarna
biru.
E. PETANDA TU
M
OR
E. PETANDA TU
M
OR
Carcinoembryonic Antigen (CEA)
Carcinoembryonic Antigen (CEA)
~
Metode Semi otomatis
~
Metode Semi otomatis
Pra analitik
Pra analitik
Persiapan pasien : tidak ada persiapan khusus. Persiapan pasien : tidak ada persiapan khusus. Persiapan sampel : sampel yang digunakan
Persiapan sampel : sampel yang digunakan
adalah serum atau plasma, hindari sampel yang adalah serum atau plasma, hindari sampel yang hemolisis.
hemolisis.
Prinsip tes : Enzyme immunoassay berdasarkan Prinsip tes : Enzyme immunoassay berdasarkan prinsip
Alat dan bahan :
Alat dan bahan :
±
± Alat Cobas EIA Alat Cobas EIA ±
± Fotometer (panjang gelombang 450nm)Fotometer (panjang gelombang 450nm) ±
± alat pencuci ( washer )alat pencuci ( washer ) ±
± pengeram ( inkubator)pengeram ( inkubator) ±
± rak dan tabung reaksi yang dilengkapirak dan tabung reaksi yang dilengkapi adhesive foil
adhesive foil ±
± pipet mikro 50ulpipet mikro 50ul ±
Bahan :
Bahan :
manik
manik--manik ( bead )
manik ( bead )
larutan T
MB Substrate : 8 T
MB
larutan T
MB Substrate : 8 T
MB
(Tetramethylbenzidine )
(Tetramethylbenzidine )
larutan T
MB Buffer : 10 substrate buffer
larutan T
MB Buffer : 10 substrate buffer
Stopping solution : Sulphuric acid 5 %
Stopping solution : Sulphuric acid 5 %
Larutan standar 3 a
Analitik
Analitik
Cara kerja : Cara kerja : a. Otomatis (
a. Otomatis (CobCobasas Cor Cor ee®)®)
Pada prinsipnya pemeriksaan CEA cara Pada prinsipnya pemeriksaan CEA cara otomatis sama dengan cara semioto
otomatis sama dengan cara semioto--matis.matis. Perbedaannya antara lain :
Perbedaannya antara lain :
1.
1. Semua tahap reaksi pada pemeriksaanSemua tahap reaksi pada pemeriksaan
serta pengukuran dilakukan oleh alat Cobas serta pengukuran dilakukan oleh alat Cobas Core secara otomatis
Core secara otomatis
2.
2. Pada tahap reaksi enzimatik tidakPada tahap reaksi enzimatik tidak
dibutuhkan stopping solution dibutuhkan stopping solution
3.
3. Alat Cobas Core akan mengeluarkan hasil Alat Cobas Core akan mengeluarkan hasil
berupa lembar
b. Semiotomatis b. Semiotomatis
Reaksi imunologi : Reaksi imunologi :
pipet sesuai skema di bawah ini (volume dalam
pipet sesuai skema di bawah ini (volume dalam L)L) Spesimen Spesimen /sampel /sampel Tabung reaksi Tabung reaksi S1 S1 S2S2 S3S3 S4S4 S5S5 S6S6 CC PP RBRB Standar 3a Standar 3a 5050 Standar 3b Standar 3b 5050 Standar 3c Standar 3c 5050 Standar 3d Standar 3d 5050 Standar 3e Standar 3e 5050 Standar 3 f Standar 3 f 5050 Kontrol Kontrol 5050 Sampel pasien Sampel pasien 5050 Anti CEA Anti CEA Conyugate Conyugate 200 200 200200 200200 200200 200200 200200 200200 200200 Manik Manik 11 11 11 11 11 11 11 11
Tutup tabung reaksi dan inkubasi pada inkubator Cobas EIA Tutup tabung reaksi dan inkubasi pada inkubator Cobas EIA 37 0 C
37 0 C
30 menit kemudian kocok. Hindari dari cahaya terang 30 menit kemudian kocok. Hindari dari cahaya terang
Angkat tutup tabung dan cuci dengan menggunakan Cobas Angkat tutup tabung dan cuci dengan menggunakan Cobas
EIA Washer EIA Washer
Reaksi enzimatik : Reaksi enzimatik :
10 menit sebelum akhir reaksi imunologik, siapkan larutan kerja 10 menit sebelum akhir reaksi imunologik, siapkan larutan kerja substrate
substrate
tambahkan 250 L larutan kerja substrat pada semua tabung reaksi, tambahkan 250 L larutan kerja substrat pada semua tabung reaksi, termasuk RB dan inkubasi selama 15 menit pada 37 0 C pada
termasuk RB dan inkubasi selama 15 menit pada 37 0 C pada inkubator Cobas EIA .
inkubator Cobas EIA .
Selanjutnya kocok dan jauhkan dari cahaya terang. Selanjutnya kocok dan jauhkan dari cahaya terang. Tambahkan
Tambahkan st st oo ppi ppi ng sng soluolut t i i oonn 1 ml pada semua tabung reaksi, campur 1 ml pada semua tabung reaksi, campur
dengan baik. dengan baik.
Setelah 1 jam, baca absorban dari standar, kontrol dan sampel pasien, Setelah 1 jam, baca absorban dari standar, kontrol dan sampel pasien, serta reagen blank pada fotometer 450 nm.
serta reagen blank pada fotometer 450 nm. ~ Nilai rujukan CEA14 : < 2,5 ng/ml
~ Nilai rujukan CEA14 : < 2,5 ng/ml ~ Nilai range alat Cobas Core : 0
Pasca analitik
Pasca analitik
Interptretasi : Interptretasi :
±
± Jika nilai > 50 ng/ml, sampel harusJika nilai > 50 ng/ml, sampel harus
diencerkan 1:10 dan 1:100, sebagai berikut : diencerkan 1:10 dan 1:100, sebagai berikut : Pengenceran 1 : 10
Pengenceran 1 : 10 pp 20 l sampel + 180 l20 l sampel + 180 l
diluent I Cobas Core diluent I Cobas Core Pengenceran 1 : 100
Pengenceran 1 : 100pp 20 l dari20 l dari pengenceran
pengenceran
I:10 + 180 l diluent I Cobas Core I:10 + 180 l diluent I Cobas Core ±
± Pada penyakit neoplasma, dijumpai kadar Pada penyakit neoplasma, dijumpai kadar CEA hingga 5 ng/ml.
CEA hingga 5 ng/ml. ±
± Pada keganasan umumnya dijumpai kadar Pada keganasan umumnya dijumpai kadar CEA lebih 10 ng/ml.
CEA lebih 10 ng/ml. ±
±
± Nilai >20 ng/ml preoperasi berprognosisNilai >20 ng/ml preoperasi berprognosis kurang baik, oleh karena menun
kurang baik, oleh karena menun--jukkan jukkan tingkat keganasan yang tinggi dan
tingkat keganasan yang tinggi dan adanya metastase.
adanya metastase. ±
± Dalam klinik untuk mendiagnosis, nilaiDalam klinik untuk mendiagnosis, nilai CEA ditunjang dengan tes lain dan
CEA ditunjang dengan tes lain dan keterangan klinis pasien
Ciri transudat dan eksudat sbb :
Ciri transudat dan eksudat sbb :
Transudat
Transudat EksudatEksudat Warna Warna Bau Bau Kejernihan Kejernihan Berat jenis Berat jenis Bekuan Bekuan Protein Protein Glukosa Glukosa LDH LDH Tes Rivalta Tes Rivalta Sel Sel--selsel Bakteriologik Bakteriologik (mikroskopik (mikroskopik /kultur) /kultur) kuning muda kuning muda Tidak berbau Tidak berbau encer, jernih encer, jernih kurang dari 1,018 (1,005 kurang dari 1,018 (1,005--1015) 1015) tidak ada tidak ada kurang dari 3mg/dl kurang dari 3mg/dl +
+ sama dengan plasmasama dengan plasma kurang dari 200IU/l
kurang dari 200IU/l negatif negatif kurang dari1000/mm3 kurang dari1000/mm3 negatif negatif muda purulen, muda purulen, mengandung darah mengandung darah Chyloid (bervariasi). Chyloid (bervariasi).
lebih atau sama dengan 1,018 lebih atau sama dengan 1,018 Bekuan spontan oleh adanya Bekuan spontan oleh adanya Fibrinogen
Fibrinogen
sama atau lebih dari 3mg/dl sama atau lebih dari 3mg/dl kurang dari glukosa plasma kurang dari glukosa plasma sama atau lebih dari 200IU/l sama atau lebih dari 200IU/l Positif
Positif
>1000/mm3(netrofil pada infeksi >1000/mm3(netrofil pada infeksi
akut, limfosit pada infeksi kronik) akut, limfosit pada infeksi kronik) positif