Page | i
BIODATA PENULIS
Nama : SYLVIE ANUGRAHWATI SUHERMAN
Jenis Kelamin : Perempuan Tempat, Tanggal
Lahir : Jakarta, 01 Januari 1994
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Jl. Kramat Jaya RT003/01 No.51, Johar Baru, Jakarta Pusat No. Hp , e-mail : 085710054194 , [email protected]
Perguruan Tinggi : STEKPI School of Business and Management Program Studi /
Semester
: S1 Akuntansi / 3 (tiga)
NIM : 11121052
Pelatihan yang Pernah
Diikuti : MYOB v.17+ , Orientasi Mahasiswa STEKPI, Seminar Bursa Efek Indonesia, Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa STEKPI, Company Visit HIMAPI STEKPI, dll
Pengalaman Organisasi
: bendahara Paskibra PURNASHENA SMP Negeri 76 Jakarta, anggota Paskibra PURNASHENA SMP Negeri 76 Jakarta, anggota kelompok MIPA SMP Negeri 76 Jakarta, anggota Paskibra
PASSLAS SMK Negeri 14 Jakarta, anggota Paskibraka Jakarta Pusat, anggota Tari Saman SMK Negeri 14 Jakarta, anggota aktif Stekpichoir, Div. Penelitian dan Pengembangan As-salam STEKPI, Div. Keakhwatan As-salam STEKPI, Anggota IKPA BBP BAZIS DKI Jakarta
Pengalaman Kerja
: siswa prakerin di Pengadilan Pajak, Kementerian Keuangan, , siswa prakerin di PT Angkasa Pura I (PERSERO), Tellemarketing di BII cabang Manggarai, Guru privat, Tim L.O STEKPI, Tim promosi kampus STEKPI, Tellemarketing STEKPI, Surveyor Pilkada DKI Jakarta, Business Consultant PT Equity World Futures
Keterampilan
: Kemampuan akuntansi dan administrasi, Kemampuan komputer (windows XP, windows 7), Kemampuan aplikasi Microsoft Office (Ms.Word, Ms.Excel, Ms.Power Point, Ms.Visio, Ms.Project),
Kemampuan komputerisasi akuntansi (MYOB), Kemampuan Internet
Page | ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Strategi Pengembangan Industri Kecil Kerajinan Mainan Kayu Untuk Meningkatkan Perekonomian dan Taraf Hidup” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Penyusunan karya tulis ini adalah merupakan salah satu syarat untuk mengikuti lomba karya ilmiah berdasarkan hasil riset yang diselanggarakan oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jakarta. Karya ilmiah ini berisi tentang bagaimana strategi untuk mengembangkan industri kecil khususnya kerajinan mainan berbahan dasar kayu.
Terselesaikannya karya tulis ini tentunya tak lepas dari dorongan dan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, tak salah kiranya bila penulis mengungkapkan rasa terimakasih dan penghargaan kepada :
1. Bpk. Agung Nur Fajar selaku Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia.
2. Ibu Lely Dahlia, S.E., M.Ak. selaku Direktur Pelayanan Mahasiswa dan Alumni atas dukungan dan motivasi yang diberikan selama penyusunan karya ilmiah ini.
3. Ucapan terimakasih serta rasa cinta dan kasih sayang kepada kedua orang tua yakni Ayah dan Ibu penulis yang telah bersedia mendampingi, memberikan saran, serta motivasi kepada penulis.
4. Ucapan terimakasih penulis kepada semua sahabat yang telah banyak memberikan bantuan, dorongan serta motivasi sehingga karya ilmiah ini dapat terselesasikan. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu dalam kesempatan ini, yang telah memberikan bantuan moral dan materiil dalam proses penyelesaian karya ilmiah ini
Diharapkan semoga karya ilmiah ini dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang dampak industri kepada aspek kehidupan, untuk mengetahui upaya pemerintah dalam pengembangan industri kecil, serta untuk mengetahui strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan industri kecil khususnya di bidang kerajinan mainan kayu. Dan membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga dapat diperbaiki bentuk maupun isi karya ilmiah ini agar kedepannya dapat lebih baik.
Penulis juga mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan selanjutnya. Akhirnya penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten. Amin.
Jakarta, November 2012
Page | iii
DAFTAR ISI
Biodata Penulis ... i
Kata Pengantar ... ii
Daftar Isi... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Batasan Masalah... 3 1.4 Tujuan Penelitian ... 3 1.5 Manfaat Penelitian ... 4 1.6 Sistematika Penulisan ... 4
BAB II KAJIAN LITERATUR ... 6
2.1 Definisi Industri Kecil ... 6
2.2 Strategi Pengembangan ... 7
2.2.1 Definisi Strategi ... 7
2.2.2 Definisi Pengembangan ... 8
2.2.3 Definisi Strategi Pengembangan ... 8
2.3 Kerajinan Mainan Kayu ... 8
2.3.1 Kerajinan ... 8
2.3.2 Mainan Kayu ... 9
2.3.3 Kerajinan Mainan Kayu ... 9
2.4 Perekonomian ... 9
2.5 Taraf Hidup ... 10
2.6 Artikel Mengenai Industri Kecil Kerajinan Mainan Kayu di Kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan ... 11
BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 13
3.1 Analisis Data ... 13
Page | iv
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 14
4.1 Dampak Industri Kecil pada Aspek Kehidupan ... 14
4.2 Upaya Pemerintah dalam Mengembangkan Industri Kecil ... 16
4.3 Strategi yang Dapat Dilakukan Untuk Mengembangkan Industri Kecil Kerajinan Mainan Kayu ... 18
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 20
5.1 Simpulan ... 20
5.2 Saran ... 20
DAFTAR PUSTAKA ... 22
Page | 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau lebih dikenal dengan nama Kota Jakarta adalah sebuah kota administrasi yang menjadi Ibukota provinsinya sendiri sekaligus Ibukota dari Negara Indonesia. Letaknya disebelah utara Pulau Jawa, adapun batas-batasnya yakni disebelah utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat, dan sebelah barat berbatasan langsung dengan Provinsi Banten.
Karena statusnya sebagai ibukota negara maka Jakarta merupakan pusat pemerintahan negara. Namun selain menjadi pusat pemerintahan, Jakarta juga merupakan pusat bisnis dan keuangan. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya perusahaan besar yang dibangun di Kota Jakarta terutama perusahaan asing.
Jakarta adalah kota yang terkenal dengan jumlah penduduk yang banyak bahkan tidak sedikit warga tanpa ktp Jakarta tinggal di Jakarta sangat lama tanpa pembaharuan ktp, itu dilakukan karena Jakarta sangat menjanjikan dalam pemberian lapangan pekerjaan. Hal tersebut terbukti dari table dan grafik di bawah:
Tabel F-1
Page | 2 Grafik S-1
Dari table dan grafik di atas untuk harapan para pendatang mendapatkan pekerjaan di Jakarta terhambat karena peningkatan jumlah penduduk yang semakin tinggi dari tahun 2007 sampai 2011, sehingga timbullah tingkat pengangguran yang tidak sedikit dan kesempatan mendapatkan pekerjaan juga sangat kecil. Tidak hanya pendatang yang merasakan hal itu, warga lokal pun yang sudah sarjana saja sulit mendapat pekerjaan karena keterbatasan lapangan kerja tersebut.
Untuk itu diperlukan solusi yang sesuai untuk mengatasi fenomena tersebut, yaitu dengan mendirikan perusahaan industri kecil yang bisa membantu penggurangan tingkat pengangguran di Jakarta. Industri kecil tersebut didirikan selain membantu pemerintah dalam penambahan lapangan kerja, ini juga merupakan langkah awal memunculkan sikap mandiri masyarakat dari sikap ketergantungan dalam pengharapan mendapat kerja dari pihak yang berwenang.
Fenomena tersebut mendorong penulis untuk mengangkatnya dalam sebuah karya ilmiah yang berjudul “Strategi Pengembangan Industri Kecil Kerajinan Mainan Kayu Untuk Meningkatkan Perekonomian dan Taraf Hidup” dengan harapan agar mendorong masyarakat Indonesia khususnya Jakarta untuk menciptakan usaha sendiri yang berawal dari industri kecil. Dan dengan industri kecil tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru untuk mengurangi jumlah pengangguran.
Page | 3
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, masalah-masalah yang muncul dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana dampak industri kecil pada beberapa aspek kehidupan? 2. Bagaimana upaya pemerintah dalam mengembangkan industri kecil? 3. Apa strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan industri
kecil dalam hal kerajinan seperti pembuatan mainan berbahan dasar kayu?
1.3 Batasan Masalah
Pada penelitian ini preferensi pembaca dibatasi pada:
1. Pada penelitian ini hanya membahas produk kerajinan berbahan dasar kayu.
2. Pada penelitian ini dilakukan di kawasan pengrajin kayu di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
3. Pengumpulan data melalui kajian pustaka.
4. Waktu pengumpulan data dimulai pada 20 November 2012 berakhir pada 23 November 2012.
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui dampak industri kecil pada beberapa aspek kehidupan.
2. Untuk mengetahui upaya pemerintah dalam mengembangkan industri kecil.
Page | 4 3. Untuk mengetahui strategi yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan industri kecil dalam hal kerajinan seperti pembuatan mainan berbahan dasar kayu.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Pemerintah
Dapat memperoleh gambaran untuk membangun sebuah wilayah menjadi semakin maju dan mengurangi massalah-masalah yang ada di masyarakat khususnya masalah perekonomian.
2. Pengrajin (Pengusaha)
Dapat mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan untuk mengembangkan usaha.
3. Masyarakat
Dapat mengetahui pentingnya sebuah usaha khususnya dalam industri kecil.
4. Penulis
Dapat mengerti peranan industri kecil dan menerapkannya untuk membantu meningkatkan jumlah wirausahawan.
5. Peneliti selanjutnya
Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi lanjutan dalam mengukur
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan penelitian ini terdiri 6 (enam) bab, berikut penjelasannya :
Page | 5 BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini berisi mengenai latar belakang diadakannya penelitian, permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika penulisan karya ilmiah.
BAB 2 KAJIAN LITERATUR
Bab ini menguraikan mengenai tinjauan pustaka yang berisi teori-teori dan konsep industri kecil serta sebagai landasan utama dalam melakukan analisa dan pembahasan masalah.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini memaparkan metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi penjelasan tahapan penelitian atau urutan-langkah yang harus dilakukan oleh peneliti dalam menjalankan penelitian agar dapat berjalan sistematis, terstruktur dan terarah.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas hasil pengolahan data yang dilakukan untuk dianalisa dan menguraikan secara detail dan sistematis dari hasil pencapaian pengolahan data yang dilakukan.
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran yang diberikan untuk perusahaan maupun penelitian selanjutnya.
Page | 6
BAB II
KAJIAN LITERATUR
2.1 Definisi Industri Kecil
Industri didefinisikan sebagai sebuah kegiatan ekonomi dimana kegiatannya adalah mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
Industri kecil atau sering disebut Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak RP 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri.
Berikut adalah beberapa pemaparan definisi industri kecil: 1. Menurut Undang-Undang No. 9 tahun 1995
Kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp 1 milyar dan memiliki kekayaan bersih, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, paling banyak Rp 200 juta (Sudisman & Sari, 1996).
2. Menurut Peraturan Presiden No.28 Tahun 2008
Jenis usaha mikro dengan modal dibawah 500 juta dan menggunakan peralatan sederhana untuk proses produksinya.
3. Menurut Biro Pusat Statistik (BPS)
Usaha kecil identik dengan industri kecil dan industri rumah tangga. BPS mengklasifikasikan industri berdasarkan jumlah pekerjanya, yaitu: (1) industri rumah tangga dengan pekerja 1-4 orang; (2) industri
Page | 7 kecil dengan pekerja 5-19 orang; (3) industri menengah dengan pekerja 20-99 orang; (4) industri besar dengan pekerja 100 orang atau lebih (BPS, 1999).
2.2 Strategi Pengembangan 2.2.1 Definisi Strategi
Strategi adalah rencana berskala besar, dengan orientasi masa depan guna berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan perusahaan. Strategi mencerminkan pengetahuan perusahaan mengenai bagaimana, kapan, dan dimana perusahaan akan bersaing, dengan siapa perusahaan sebaiknya bersaing,, dan untuk tujuan apa perusahaan harus bersaing (Pearce/Robinson, 2008, p. 6).
Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang (Fred R. David, 2006, p. 12).
Strategi adalah rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Strategi akan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasan bersaing (Hunger and Wheelen, 2001, p. 16).
Strategi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan (Glueck, 1998, p. 12).
Strategi berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kepemimpinan (leadership), strategi adalah keseluruhan tindakan-tindakan yang ditempuh oleh sebuah organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya, dan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, sangat dibutuhkan pengambilan keputusan strategis” (Winardi, 1989, p. 46).
Page | 8 2.2.2 Definisi Pengembangan
Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan latihan (Melayu Hasibuan).
Pengembangan adalah suatu proses atau cara menjadikan sesuatu menjadi maju, baik, sempurna, dan berguna (Suwantoro, 1997: 88-89).
Richard Beckhord berpendapat bahwasannya pengembangan adalah suatuusaha menyeluruh yang memerlukan dukungan dari puncak pimpinan yangdirancang untuk meningkatkan efektifitas.
2.2.3 Definisi Strategi Pengembangan
Strategi pengembangan adalah sebuah rencana yang dirancang untuk proses meningkatkan sesuatu menjadi lebih maju, baik, sempurna, berguna, dan lebih bernilai. Strategi pengembangan sangatlah diperluka karena dapat menjadi kunci keberhasilan sebuah usaha. Namun strategi yang gagal bukan berarti strategi tersebut salah akan tetapi strategi tersebut perlu diperbaiki dan dipelajari lebih lanjut.
2.3 Kerajinan Mainan Kayu 2.3.1 Kerajinan
Kerajinan tangan atau handicraft ditandai oleh penggunaan tangan, meski terdapat penggunaan beberapa alat. Pada umumnya produk kerajinan tidak dihasilkan sepenuhnya oleh mesin. Karya-karya kerajinan dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya baik berdasarkan teknik maupun bahannya. Dari segi bahan, kerajinan dapat dibedakan antara kayu, bambu, kulit, logam, batuan, tekstil, keramik, daun-daunan, kertas, belulang, tanduk, tulang dan lainnya yang mana setiap bahan tersebut memerlukan
Page | 9 teknologi tersendiri dalam pengolahannya sebelum dibentuk. Adapun dari segi teknik pembentukannya terdapat berbagai cara seperti pahat, ukir, pewarnaan, sulam, tenun, batik, ikat, jahit, anyam, tempa, dan sebagainya. Dalam perkembangan pekerjaannya para pengrajin seringkali berkarya dengan membuat kombinasikombinasi baru, ataupun bahkan menemukan teknik-teknik baru. Penemuan ide baru tersebut diperoleh dari luar komunitinya, tetapi dapat pula berkembang dari dalam komunitinya. (Hernanda, 2006)
2.3.2 Mainan kayu
Mainan kayu adalah mainan untuk anak-anak (khususnya) yang dapat memberikan nilai kesenangan dan edukatif bagi anak yang berbahan dasar dari kayu. Nilai edukatif tersebut sangatlah diperlukan terutama untuk proses pengembangan otak sang anak. 2.3.3 Kerajinan Mainan Kayu
Kerajinan mainan kayu adalah mainan yang berbahan dasar kayu yang dibuat oleh hasil karya tangan seorang pengrajin, meskipun terdapat penggunaan alat yang dapat meberikan nilai edukatif terhadap sang anak.
2.4 Perekonomian
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, perekonomian adalah tindakan (aturan atau cara) berekonomi. Perekonomian berasal dari kata ekonomi, yang amemiliki beberapa definisi seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, ekonomi adalah salah satu bidang pengkajian yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas kehidupan manusia melalui penggemblengan segala sumber ekonomi yang ada dengan berasaskan prinsip serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.
Page | 10
Menurut Paul A. Samuelson, ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
2.5 Taraf Hidup
Taraf hidup umumnya diukur menerusi piawai seperti pendapatan benar (iaitu pendapatan terlaras inflasi) setiap orang dan kadar kemiskinan. Ukuran-ukuran yang lain seperti ketersediaan dan kualiti penjagaan kesihatan, ketaksamaan pertumbuhan pendapatan dan taraf pendidikan juga digunakan. Contoh - contohnya termasuk keupayaan memiliki sesetengah barang (misalnya bilanganpeti sejuk setiap 1,000 orang), atau ukuran kesihatan seperti jangka hayat. Taraf hidup ialah mudahnya seseorang yang hidup pada sesuatu masa dan tempat dapat memenuhi keperluan mereka.
Gagasan terhadap 'taraf' dapat dibezakan daripada mutu kehidupan yang mengambil kira bukan sahaja taraf hidup kebendaan tetapi juga aspek-aspek kehidupan yang tidak begitu ketara seperti masa lapang, keselamatan, sumber budaya, kehidupan sosial, kesihatan fizikal, isu kualiti persekitaran, dan sebagainya. Cara mengukur kesejahteraan harus digunakan untuk membuat pertimbangan, dengan ini seringnya amat bersifat politik dan justera itu, amat berkontroversi. Walaupun dua buah negara atau masyarkat mempunyai taraf hidup kebendaan yang sama, faktor-faktor mutu kehidupan boleh menjadikan sesuatu tempat lebih menarik kepada sesesuatu orang atau kelompok berbanding dengan yang lain.
Bagaimanapun, masih terdapat masalah hanya dengan menggunakan purata berangka untuk membandingkan taraf hidup kebendaan, berbanding dengan, misanya, indeks Pareto (ukuran lebar pendapatan atau pengagihan kekayaan). Taraf hidup pada dirinya bersifat subjektif. Misalnya, negara-negara yang mempunyai kelas atasan kaya yang amat sedikit dan kelas bawahan yang amat miskin boleh mempunyai
Page | 11 tahap pendapatan min yang tinggi, walaupun kebanyakan penduduk mempunyai "taraf hidup" yang rendah. Ini mencerminkan masalah pengukuran kemiskinan yang cenderung juga bersifat relatif dan menggambarkan bagaimana pengagihan pendapatan boleh menyembunyikan taraf hidup yang sebenar.
2.6 Artikel Mengenai Industri Kecil Kerajinan Mainan Kayu di Kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Mainan Kayu, Tak Lekang di Makan Jaman
Berita Satu.com Minggu, 18 November 2012 | 10:00
Aneka jenis mainan hasil karya home industri itu masih diminati oleh banyak kalangan masyarakat, baik bawah hingga gedongan.
Mainan anak-anak yang terbuat dari bahan kayu, semacam mobil-mobilan, truk dan bis, ternyata, masih mampu bertahan di tengah-tengah gempuran mainan modern, seperti playstation, pc game, dan aneka gadget.
Aneka jenis mainan hasil karya home industri itu masih diminati oleh banyak kalangan masyarakat, baik bawah hingga gedongan.
Meski terbilang mahal, yakni sebesar Rp75 ribu hingga Rp350 ribu, masyarakat, rupanya, tak keberatan untuk membeli mainan kayu. Pasalnya, mainan kayu dinilai mampu memberikan variasi lebih ketimbang mainan modern.
Erlan, pedagang mainan kayu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa saban harinya ia dapat menjual mainan kayu sebanyak 10 hingga 15 buah. Bila akhir pekan tiba, lanjutnya, jumlah mainan kayu yang laku terjual dapat lebih banyak lagi, yakni mencapai 30 buaH.
Di antara aneka mainan tersebut, mainan jenis truk merupakan yang paling laku terjual. Mainan itu lebih disukai anak-anak, karena mampu mengangkut banyak benda di belakangnya.
Page | 12 Selain truk, mainan jenis metromini dan bus transjakarta juga cukup laris di pasaran. Anak-anak cukup antusias dengan kedua mainan itu, karena sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Tak cuma anak-anak, ternyata kaum ibu pun juga banyak melirik mainan jenis kayu. Bedanya, mereka lebih menyukai mainan kayu jenis lokomotif untuk dijadikan hiasan di rumahnya.
Seperti diketahui, mainan kayu merupakan salah satu mainan populer anak-anak pada masa silam. Karena itu, patutlah dibanggakan bila mainan kayu masih dapat bertahan dan diminati oleh masyarakat modern seperti saat ini.
Page | 13
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Analisis Data
Analisis yang penulis gunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah analisis kulaitatif. Analisis kulalitatif yaitu analisis berupa penjabaran-penjabaran atas kalimat. Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penulisan.
3.2 Pengambilan Data
Jenis pengambilan yang penulis gunakan adalah studi literatur. Studi literatur adalah penulisan yang dilakukan dengan mencari data yang ada di lingkungan dan mencari fakta-fakta yang telah terjadi sebagai bukti penguat untuk suatu penulisan. Selain itu mencari data dari internet maupun bacaan-bacaan lainnya.
Page | 14
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Dampak Industri Kecil pada Aspek Kehidupan Gambar SF-1
Dampak Industri Kecil pada Aspek Kehidupan
Perhatikan gambar dampak industri kecil pada beberapa aspek kehidupan diatas. Gambar diatas menggambarkan beberapa dampak yang ditimbulkan oleh industri kecil pada beberapa aspek kehidupan, mulai dari aspek ekonomi, bisnis, citra & identitas bangsa, sumber daya, inovasi & kreatifitas, dan sosial.
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa salah satu unsur dari PDB adalah dari sektor industri, baik industri pengolahan maupun industri migas dan non migas. Industri kecil turut berkontribusi pada PDB sektor industri pengolahan, dan menambah nilai dari total PDB secara keseluruhan. Selain itu suatu industri kecil juga dapat mengurangi jumlah pengangguran karena pengangguran tersebut jadi memiliki sebuah pekerjaan yakni sebagai seorang pengusaha. Dan dengan adanya industri
INDUSTRI KECIL
Page | 15 kecil dapat menambah lapangan pekerjaan baru untuk para masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Dengan begitu semakin banyaknya industri kecil maka akan memperbaiki taraf hidup seseorang sekaligus sebuah keluarga.
Dalam aspek bisnis, industri kecil dapat meberikan suatu lapangan usaha baru dan dampak bagi sektor lain. Dalam industri kerajinan mainan berbahan dasar kayu, para pengrajin membutuhkan bahan baku seperti kayu dan triplek, maka membuka suatu peluang usaha baru yakni dalam bidang meubel. Selain itu juga para pengrajin bisa mendistribusikan kepada para penjual mainan.
Hasil dari sebuah industri kecil seperti mainan kayu ini bisa menjadi salah satu produk unggulan dan ciri khas mainan asal Indonesia. Dengan begitu produk tersebut dapat diekspor ke luar negeri untuk diperkenalkan serta diperdagangkan di luar negeri.
Industri kecil juga dapat meningkatkan kreatifitas seseorang, karena sebuah usaha dapat berasal dari sebuah hobi atau kegemaran seseorang pada sesuatu. Dari situ dapat terjadi sebuah proses penciptaan serta penambahan nilai suatu barang. Awalnya kayu tersebut hanyalah sebuah kayu namun setelah dikreasikan oleh pengrajin terdapat penambahan nilai kayu tersebut menjadi sesuatu yang lebih berharga.
Dan yang lebih penting adalah industri kecil ini dapat berdampak positif dalam aspek sosial. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa Indonesia khususnya DKI Jakarta nilai sosialnya sudah sedikit berkurang, oleh karena itu kita perlu mengembalikan nilai sosial tinggi yang dulu kita miliki yang kini telah sedikit pudar. Dan hal itu dapat melalui industri kecil, yakni dengan industri kecil maka akan tercipta interaksi sosial, dan interaksi tersebut dapat menjadi sebuah hubungan yang baik. Selain itu juga dengan semakin berkembangnya suatu industri kecil maka akan meberikan dampak sosial yang lain yakni dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan seseorang atau sebuah keluarga.
Page | 16 4.2 Upaya Pemerintah dalam Mengembangkan Industri Kecil
Pemerintah adalah salah satu unsur yang berperan penting dalam sebuah pengembangan para industri kecil karena dalam pengembangan suatu usaha harus ada dukungan serta koordinasi antara pengusaha dengan pemerintah agar usaha tersebut dapat lebih terkoordinasi. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah maupun dari pihak swasta. Saat ini pemerintah sedang mencanangkan program wirausahawan terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut telah terbukti dari beberapa tindakan yang telah dilakukan pemerintah untuk, salah satunya adalah dari Kementrian Koperasi yaitu dengan pemberian pinjaman untuk modal usaha.
Para pengusaha bisa mendapatkan pinjaman tersebut dengan mengajukan proposal bisnis yang akan mereka jalankan ke lembaga koperasi terdekat. Saat ini banyak terdengar kabar bahwa pemerintah menyulitkan untuk mendapatkan pinjaman tersebut, hal tersebut tidaklah benar. Mungkin ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi oleh pengusaha tersebut sehingga membuat pihak koperasi untuk menunda pemberian pinjaman tersebut.
Selain pemberian pinjaman modal usaha, pemerintah juga sering kali memberikan pelatihan-pelatihan kepada wirausahawan untuk membantu mereka mengembangkan jiwa kewirausahawan. Selain pelatihan pemerintah juga mengadakan talkshow dari para wirausahawan sukses untuk memberikan pengalaman kepada wirausahawan yang masih dalam tahap pembelajaran. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang ingin berwirausaha demi menciptakan masyarakat yang mandiri dan sukses dalam berwirausaha.
Program pemerintah tersebut juga didukung oleh pihak swasta, hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya pihak swasta yang mengadakan acara tentang wirausaha, seperti seminar, talkshow, kompetisi, dan sebagainya. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk dorongan dari pihak swasta kepada pemerintah untuk menyukseskan program tersebut.
Page | 17 Berikut adalah daftar nama lembaga pendukung Industri Kecil
Tabel F-2
Page | 18 4.3 Strategi yang Dapat Dilakukan Untuk Mengembangkan Industri
Kecil Kerajinan Mainan Kayu
Adapun beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh para wirausahawan adalah dari hal yang terkecil yakni dari kemauan si pengusaha itu sendiri, apakah dia mau atau tidak untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih maju. Karena jika sudah ada kemauan maka akan mudah untuk melanjutkan proses pengembangan selanjutnya.
Ada beberapa tips yang harus diperhatikan oleh pengusaha untuk dapat mengembangkan usahanya. Yang pertama adalah memilih jenis produk industri kecil yang dikuasai, karena jika tidak dikuasai kemungkinan gagalnya usaha tersebut cukup besar. Namun jika kita
Page | 19 membuka industri yang produknya sudah kita kuasai maka akan lebih mudah untuk mengembangkannya serta lebih mudah untuk memanajemen risiko yang mungkin akan terjadi. Apabila ingin industri yang tidak kita kuasai bisa saja namun kita harus pelajari lebih dahulu agar lebih mengetahui tentang usaha tersebut.
Yang kedua adalah buatlah produk industri yang unik dan khas. Sebuah produk yang unik dank has akan memiliki nilai lebih dimata konsumen karena mereka menganggap bahwa produk anda lebih berinovasi daripada produk yang sudah ada. Boleh saja menjalankan industri dengan produk yang sama namun kita harus memberikan tampilan yang berbeda dan unik agar lebih menarik hati pelanggan. Selain itu juga hal tersebut dapat mengurangi pesaing kita. Bayangkan saja jika produk kita sama dengan produk orang lain maka kemungkinan konsumen akan memilih kita adalah sama besar dengan kemungkinan konsumen akan memilih membeli di usaha lain atau bahkan lebih kecil.
Yang ketiga adalah membuat system produksi industri sendiri. Sebuah system akan mempermudah kita untuk memproses produk, oleh karena itu system produksi sangatlah dibutuhkan dalam sebuah usaha. System juga membuat suatu pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Yang berikutnya adalah menyiapkan modal. Hal ini sering kali menjadi kendala bagi para pengusaha. Modal tersebut sebenarnya bisa dari berbagai sumber salah satunya adalah dari diri kita sendiri yakni dari tabungan yang kita miliki. Selain itu juga kita bisa menggunakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah melalui pinjaman modal usaha.
Dan yang terakhir adalah membuat strategi pemasaran yang tepat. Dalam sebuah usaha unsure yang sangat dibutuhkan adalah pemasaran. Sebelum memulai sebuah usaha kita harus melakukan segmentasi pasar dan target pasar terlebih dahulu agar pemasaran produk lebih terarah dan tepat pada sasaran yang kita tuju. Dan hal tersebut juga sebagai dasar pertimbangan kita untuk menentukan keputusan-keputusan selanjutnya.
Page | 20
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Jadi, dari hasil penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa industri kecil sangat berperan penting dalam kehidupan suatu wilayah. Hal tersebut dapat terjadi karena dampak positif yang ditimbulkan oleh industri kecil tersebut, mulai dari dampak ekonomi sampai dampak sosial.
Industri kecil dan setara usaha kecil lainnya merupakan bagian terkecil dalam siklus perdagangan, namun peranannya dalam siklus tersebut sangatlah besar. Berkat industri kecil, perusahaan besar dapat berkembang. Tanpa adanya industri kecil, maka belum tentu perusahaan besar dapat berkembang.
Untuk menjadi seorang pengindustri kecil tidaklah sulit, yang dibutuhkan hanyalah kemauan serta kemampuan untuk mengelola sebuah usaha. Dan untuk memasarkan produknya juga tidak sulit, hal tersebut dikarenakan posisi para industri kecil itu dengan pasar. Industri kecil berhubungan langsung dengan konsumen akhir sehingga membuat mereka lebih mudah memasarkannya tanpa perlu perantara.
Saat ini juga pemerintah telah berupaya untuk membantu para pengindustri kecil untuk mengembangkan usahanya melalui beberapa program yang dibuat oleh pemerintah, yang salah satu diantaranya adalah pembinaan untuk para pengusaha tersebut agar dapat mengembangkan usahanya.
5.2 Saran
Adapun beberapa saran yang ingin disarankan oleh para penulis kepada beberapa pihak, yakni:
Page | 21 1. Pemerintah
Diharapkan pemerintah lebih mengupayakan pemberdayaan para pengusaha mikro kecil dan menengah.
2. Pengrajin (Pengusaha)
Diharapkan agar dapat mengimplementasikan strategi yang dapat mengembangkan usaha tersebut serta dapat menjadi lebih giat dalam berwirausaha.
3. Masyarakat
Diharapkan agar termotivasi untuk menjadi seorang pengusaha serta membantu mengembangkan para industri kecil yang sudah ada dengan cara mencintai produk dalam negeri.
4. Peneliti selanjutnya
Diharapkan agar lebih mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk lebih mengembangkan sebuah industri kecil agar dapat bersaing di dunia internasional.
Page | 22
DAFTAR PUSTAKA
Lubis,Arlina Nurbaity : 2004, Strategi Dalam Persaingan Bisnis, Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara
Universitas Kristen Petra Library
Mandiri Ardi : 2012, Mainan Kayu, Tak Lekang di Makan Jaman, Jakarta, Berita Satu.com
Gandaniati,Mira Nur: 2007, Strategi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Kerajinan Dengan Pendekatan Penelitian Aksi Aspiratif, Bogor, Institut Pertanian
Bogor
Rusli, Yus Junaedi: 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta Kuncoro, Mudrajad:2001, Usaha Kecil di Indonesia: Profil, Masalah dan Strategi
Pemberdayaan 1, Jakarta,
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2197177-pengertian-strategi-pengembangan-lembaga-pendidikan/#ixzz2D8LtWX4y
Page | 23