Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
(Dalam Rupiah Penuh)
AKTIVA Catatan 2005 2004
(Disajikan Kembali, Catatan 31)
Rp Rp
AKTIVA LANCAR
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.f, 2.g, 3 121.656.774.797 191.062.868.857
Investasi Sementara 2.c, 2.g, 4 348.907.167.196 282.548.347.879
Piutang Usaha 2.c, 2.d, 2.e, 2.h, 5
Pihak Hubungan Istimewa 27 24.606.959.691 19.347.122.929
Pihak Ketiga
(Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 4.256.279.969 dan Rp 4.303.066.020
per 31 Desember 2005 dan 2004) 440.035.679.745 392.874.074.003
Piutang Lain-lain 2.c, 6 37.370.450.205 36.413.965.548
Persediaan - Bersih 2.i, 7 638.687.034.569 533.473.296.631
Pendapatan yang Masih Harus Diterima 2.c 2.132.743.426 894.971.446
Uang Muka 20.028.162.368 13.896.314.441
Pajak Dibayar di Muka 2.q, 8.c 1.157.459.134 378.171.027
Biaya Dibayar di Muka 2.j 13.768.824.021 6.984.138.024
Jumlah Aktiva Lancar 1.648.351.255.152 1.477.873.270.785
AKTIVA TIDAK LANCAR
Piutang Hubungan Istimewa 2.c, 2.d, 9.a, 27 10.024.275.047 7.510.480.803
Aktiva Pajak Tangguhan 2.q, 8.a 3.139.517.253 231.245.819
Investasi Jangka Panjang 2.c, 2.g, 4 -- 27.334.180.752
Aktiva Tetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 102.131.687.416 dan Rp 81.094.682.277 per
31 Desember 2005 dan 2004) 2.e, 2.k, 2.l, 10 177.176.251.910 135.221.344.878
Aktiva Tak Berwujud
(Setelah dikurangi akumulasi amortisasi masing-masing sebesar Rp 2.132.391.941 dan Rp 1.182.388.389 per
31 Desember 2005 dan 2004) 2.m 4.528.848.806 2.996.564.534
Aktiva Lain-lain 2.c 15.514.279.196 820.755.727
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 210.383.172.212 174.114.572.513
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
(Dalam Rupiah Penuh)
KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS Catatan 2005 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp Rp KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank 2.c, 11 3.552.611 506.733.585 Hutang Usaha 2.c, 2.d, 12
Pihak Hubungan Istimewa 27 550.152.383.768 490.867.794.364
Pihak Ketiga 151.907.739.697 177.867.634.472
Hutang Lain-lain 2.c 30.647.173.000 14.176.961.802
Hutang Pajak 2.q, 8.b 25.252.052.112 59.645.319.446
Beban Masih Harus Dibayar 2.c 25.948.567.334 16.032.155.824
Hutang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Hutang Bank 2.c, 13 38.800.420.408 98.086.667.041
Sewa Guna Usaha 2.l, 14 69.409.729 5.106.402.943
Jumlah Kewajiban Lancar 822.781.298.659 862.289.669.477
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang Hubungan Istimewa 2.c, 2.d, 9.b, 27 14.228.497.790 12.576.346.213
Kewajiban Pajak Tangguhan 2.q, 8.a 475.526.224 568.568.293
Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja 2.e, 2.o, 15 18.372.140.754 10.010.452.749 Hutang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Hutang Bank 2.c, 13 235.486.957.616 187.171.579.289
Sewa Guna Usaha 2.l, 14 -- 69.409.740
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 268.563.122.384 210.396.356.284
GOODWILL NEGATIF 16 439.351.988 483.582.039
HAK MINORITAS 17 3.255.525.182 2.654.415.673
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp 50 per saham, Modal Dasar 9.120 juta saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.280 juta saham 18 114.000.000.000 114.000.000.000 Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan 2.c 908.320.691 1.586.181.023 Laba belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual 2.g 8.052.277.990 11.747.544.499 Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 5.200.000.000 3.317.503.043
Belum Ditentukan Penggunaannya 635.534.530.470 445.512.591.260
Jumlah Ekuitas 763.695.129.151 576.163.819.825
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
(Dalam Rupiah Penuh)
Catatan 2005 2004
(Disajikan Kembali, Catatan 31)
Rp Rp
PENJUALAN BERSIH 2.d, 2.n, 19 5.323.992.555.593 4.496.559.166.871 BEBAN POKOK PENJUALAN 2.d, 2.n, 20 4.670.291.704.840 3.939.543.908.998
LABA KOTOR 653.700.850.753 557.015.257.873
BEBAN USAHA 2.n, 2.o
Penjualan 21 296.447.779.655 248.942.182.040
Umum dan Administrasi 22 43.681.221.293 40.782.110.167
Penyusutan dan Amortisasi 29.586.336.170 23.770.208.903
Jumlah Beban Usaha 369.715.337.118 313.494.501.110
LABA USAHA 283.985.513.635 243.520.756.763
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas Penjualan dan Kenaikan Nilai
Investasi Efek yang Diperdagangkan 2.g 13.246.390.713 13.227.746.378
Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap 2.k 4.686.885.351 8.185.948.490
Penghasilan Bunga 2.n, 23 13.877.505.566 8.010.513.011
Beban Penurunan Nilai Persediaan (2.460.184.395) (630.709.497)
Beban Bunga dan Keuangan 2.n, 24 (19.836.577.551) (10.218.857.295)
Kerugian Kurs Mata Uang Asing - Bersih (10.060.463.628) (16.262.193.145)
Lain-lain - Bersih 1.125.514.007 (89.335.510)
Jumlah Penghasilan Lain-lain - Bersih 579.070.063 2.223.112.432
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 284.564.583.698 245.743.869.195 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2.q, 8.a
Kini (84.592.529.300) (68.525.031.757)
Tangguhan 3.752.913.498 1.327.548.371
Jumlah Beban Pajak Penghasilan - Bersih (80.839.615.802) (67.197.483.386) LABA DARI AKTIVITAS NORMAL 203.724.967.896 178.546.385.809
POS LUAR BIASA 7 -- (233.575.055)
LABA SEBELUM HAK MINORITAS 203.724.967.896 178.312.810.754
HAK MINORITAS 17 420.531.729 289.864.680
LABA BERSIH 203.304.436.167 178.022.946.074
LABA PER SAHAM DASAR 2.p, 25
(Dalam Rupiah Penuh)
Catatan Modal Disetor Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan
Keuangan
Laba Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual
Saldo Laba Jumlah Ekuitas
Ditentukan Penggunaannya
Belum Ditentukan Penggunaannya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
SALDO PER 31 DESEMBER 2003 114.000.000.000 1.075.934.424 3.489.499.821 1.783.123.853 277.701.492.915 398.050.051.013
Beban Jasa Lalu atas Imbalan Kerja (lihat Catatan 31) -- -- -- -- 2.722.531.461 2.722.531.461
SALDO PER 31 DESEMBER 2003 (Disajikan Kembali, Catatan 31) 114.000.000.000 1.075.934.424 3.489.499.821 1.783.123.853 280.424.024.376 400.772.582.474
Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan 2.c -- 510.246.599 -- -- -- 510.246.599
Laba Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual 2.g -- -- 8.258.044.678 -- -- 8.258.044.678
Cadangan Umum -- -- -- 1.534.379.190 (1.534.379.190)
--Dividen Kas -- -- -- -- (11.400.000.000) (11.400.000.000)
Laba Bersih (Disajikan Kembali, Catatan 31) -- -- -- -- 178.022.946.074 178.022.946.074
SALDO PER 31 DESEMBER 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) 114.000.000.000 1.586.181.023 11.747.544.499 3.317.503.043 445.512.591.260 576.163.819.825
Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan 2.c -- (677.860.332) -- -- -- (677.860.332)
Rugi Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual 2.g -- -- (3.695.266.509) -- -- (3.695.266.509)
Cadangan Umum -- -- -- 1.882.496.957 (1.882.496.957)
--Dividen Kas -- -- -- -- (11.400.000.000) (11.400.000.000)
Laba Bersih -- -- -- -- 203.304.436.167 203.304.436.167
SALDO PER 31 DESEMBER 2005 114.000.000.000 908.320.691 8.052.277.990 5.200.000.000 635.534.530.470 763.695.129.151
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini
FINAL DRAFT
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini
(Dalam Rupiah Penuh)
2005 2004
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 5.801.533.039.754 4.413.937.161.847
Pembayaran Kas kepada Pemasok dan Karyawan (5.631.337.956.401) (4.258.824.268.862)
Penerimaan Restitusi Pajak 84.018.409 532.304.301
Pembayaran Pajak (87.077.274.888) (83.306.960.738)
Penjualan atas Investasi Efek yang Diperdagangkan 193.426.734.528 175.431.050.570 Penempatan pada Investasi Efek yang Diperdagangkan (100.503.000.000) (202.711.545.482)
Pembayaran Bunga dan Beban Keuangan (19.788.452.609) (10.232.395.116)
Pembayaran Manfaat Karyawan (1.954.316.698) (1.297.496.869)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 154.382.792.095 33.527.849.651 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan (Penempatan) Investasi Sementara (47.646.564.377) 47.147.100.849 Penurunan (Kenaikan) Piutang kepada Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa (2.168.116.715) 24.008.518.879
Hasil Penjualan Aktiva Tetap 5.265.400.289 16.034.581.330
Penerimaan Bunga 12.653.394.997 8.090.665.465
Penerimaan Penjualan Investasi Jangka Panjang -- 7.495.553.778
Penempatan pada Efek Hutang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (24.252.084.500) (26.941.131.563) Pencairan (Penempatan) pada Investasi Efek yang Tersedia untuk Dijual
-Bersih (47.193.049.040) (58.621.509.000)
Perolehan Aktiva Tetap (71.152.781.827) (58.735.288.904)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (174.493.801.173) (41.521.509.166) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan Hutang kepada Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 1.652.151.577 4.497.028.097
Pembayaran Hutang Sewa Guna Usaha (5.106.402.954) (6.099.639.099)
Pembayaran Dividen Kas (11.400.000.000) (11.400.000.000)
Pembayaran Hutang Bank (36.369.197.255) (1.384.095)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (51.223.448.632) (13.003.995.097) PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (71.334.457.710) (20.997.654.612) DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS 1.928.363.650 4.757.917.725 JUMLAH KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 191.062.868.857 207.302.605.744 JUMLAH KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 121.656.774.797 191.062.868.857
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini
(Dalam Rupiah Penuh)
2005 2004
Rp Rp
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun Terdiri dari :
Kas 10.715.045.214 5.365.615.531
Bank 95.368.613.432 73.997.361.046
Deposito Berjangka dan Investasi Lainnya 15.573.116.151 111.699.892.280
Jumlah 121.656.774.797 191.062.868.857
Aktivitas yang Tidak Mempengaruhi Arus Kas
Penambahan Aktiva Sewa Guna Usaha Melalui Hutang Sewa Guna Usaha -- 10.121.006.845 Pemindahan Investasi Jangka Panjang ke dalam Kelompok Efek yang
--1. Umum
1.a. Pendirian Perusahaan
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 64 tanggal 26 Oktober 1988 dari Rukmasanti Hardjasatya SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-2743.HT.01.01.Th.89 tanggal 1 April 1989 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal 17 Juni 1994, Tambahan No. 3251.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan diantaranya untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 1 tahun 1995. Perubahan terakhir dilakukan dengan akta No. 2 tanggal 1 Desember 2003 dari Dr. Irawan Soerodjo SH, MSi, notaris di Jakarta, mengenai perubahan nilai nominal saham dari Rp 250 per saham menjadi Rp 50 per saham. Akta tersebut telah dilaporkan kepada Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. C-28304 HT.01.04.TH.2003 tanggal 3 Desember 2003 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 23 tanggal 19 Maret 2004, Tambahan No. 228.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan, pengangkutan, industri, perwakilan dan/atau peragenan dan jasa ekspedisi. Saat ini, kegiatan utama Perusahaan adalah sebagai distributor dan pemasok produk obat-obatan, barang konsumsi, kosmetik dan barang dagang lainnya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1993.
Prinsipal utama Perusahaan dan perusahaan anak meliputi antara lain PT Kalbe Farma Tbk, PT Sanghiang Perkasa, PT Dankos Laboratories Tbk (sekarang merger dengan PT Kalbe Farma Tbk), PT Bintang Toedjoe, PT Finusol Prima Farma Internasional, PT Hexpharm Jaya Laboratories dan PT Saka Farma Laboratories (pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa), dan PT L'Oreal Indonesia, PT Eisai Indonesia, PT Mead-Johnson Indonesia, PT Kara Santan Pertama dan PT Beiersdorf Indonesia. Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan 40 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Jl. Pulo Lentut No. 10, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.
1.b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 28 Juni 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1176/PW/1994 untuk melakukan penawaran umum atas 12 juta saham Perusahaan kepada masyarakat, sehingga seluruh saham Perusahaan setelah penawaran umum menjadi sejumlah 60 juta saham.
Pada bulan Juli 1995, para pemegang saham menyetujui pembagian saham bonus melalui kapitalisasi agio saham sebanyak 54 juta saham. Sehingga jumlah saham yang ditempatkan dan disetor Perusahaan menjadi sebanyak 114 juta saham.
Pada bulan September 1997, para pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock
split) dari Rp 1.000 menjadi Rp 500. Sehingga jumlah saham yang ditempatkan dan disetor Perusahaan
juga meningkat dari 114 juta saham menjadi 228 juta saham.
Pada bulan September 1999, para pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock
split) dari Rp 500 menjadi Rp 250. Sehingga jumlah saham yang ditempatkan dan disetor Perusahaan
kembali meningkat dari 228 juta saham menjadi 456 juta saham.
Pada bulan Desember 2003, para pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock
split) dari Rp 250 menjadi Rp 50. Sehingga jumlah saham yang ditempatkan dan disetor Perusahaan
kembali meningkat dari 456 juta saham menjadi 2.280 juta saham (lihat Catatan 18).
Pada tanggal 31 Desember 2005, seluruh saham Perusahaan sejumlah 2.280 juta saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.
1.c. Struktur Perusahaan Anak
Perusahaan mempunyai perusahaan anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung sebagai berikut:
Perusahaan Anak Domisili Bidang Usaha PersentasePemilikan Tahun
Operasi Komersial
Jumlah Aktiva 2005
% 2004% 2005Rp 2004Rp
PT Tri Sapta Jaya (TSJ) Indonesia Penjualan Produk
Obat-obatan 99,99 99,99 1980 18.896.171.215 17.238.422.931 Enseval Megatrading (M) Sdn.
Bhd. (EM) Malaysia Obat-obatan dan MakananPenjualan Produk 70,00 70,00 1995 23.539.245.725 21.232.155.060 PT Millenia Dharma Insani (MDI) Indonesia Penjualan Produk
Obat-obatan dan Peralatan Kedokteran
100,00 100,00 2003 817.275.543 458.444.948
Pada tahun 2004, TSJ menurunkan modal ditempatkan dan disetor dari 20.665.700 saham menjadi 12.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Penurunan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C-00400 HT.01.04.TH.2005 tanggal 6 Januari 2005. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah menarik kembali investasi pada TSJ sebesar Rp 8.665.700.000, sejumlah Rp 8.500.000.000 telah diterima pada tahun 2004. Jumlah investasi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005 dan 2004 masing-masing sebesar Rp 11.999.999.000 dengan kepemilikan sebesar 99,99%.
Sejak tahun 2001, seluruh perjanjian distribusi TSJ berakhir dan dialihkan ke Perusahaan. Sehingga kegiatan usaha TSJ adalah menyewakan ruangan kantor dan kendaraan kepada Perusahaan.
1.d. Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Drs. Haji Soekaryo
Komisaris : Dra. Nina Gunawan
Ferdinand Aryanto Komisaris Independen : Drs. Haji Soekaryo
Dewan Direktur
Presiden Direktur : Ir. Budi Dharma Wreksoatmodjo
Direktur : Teddy Iman Soewahjo
Ridwan Arifin Djamarwie
Susunan ketua dan anggota komite audit pada tanggal 31 Desember 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut:
Ketua : Drs. Haji Soekaryo
Anggota : Drs. M. Trisno Utomo, MM, BAP
Lydia Tanudjaja, SE
Perusahaan memberikan kompensasi kepada pengurus Perusahaan berupa gaji, tunjangan dan bonus sebesar Rp 8.654.073.305 dan Rp 6.836.471.889 masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2005 dan 2004.
Pada 31 Desember 2005 dan 2004, jumlah karyawan Perusahaan dan perusahaan anak masing-masing adalah 3.882 orang dan 3.847 orang (tidak diaudit).
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
2.a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang antara lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Peraturan Bapepam serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atas Perusahaan Publik Industri Perdagangan.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas, dan menggunakan konsep harga perolehan (historical cost) kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah.
2.b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun dari Perusahaan dan perusahaan anak sebagaimana yang diuraikan dalam Catatan 1.c.
Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept). Seluruh akun, transaksi dan laba signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan.
Pada saat akuisisi, aktiva dan kewajiban perusahaan anak diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Jika biaya perolehan lebih rendah dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal transaksi, maka nilai wajar aktiva non-moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Sisa selisih lebih setelah penurunan nilai wajar aktiva dan kewajiban non moneter tersebut diakui sebagai goodwill negatif, dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan garis lurus selama 20 tahun.
Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aktiva bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan induk. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi.
2.c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.
Kurs tanggal neraca yang digunakan adalah sebagai berikut :
2005 2004 Rp Rp 1 USD 9.830,00 9.290,00 1 JPY 83,42 90,42 1 SGD 5.906,57 5.685,45 1 MYR 2.600,74 2.444,74 1 EUR 11.659,87 12.652,06
Pembukuan EM diselenggarakan dalam Ringgit Malaysia. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasi, aktiva dan kewajiban EM pada tanggal neraca dijabarkan masing-masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada akun "Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan”.
2.d. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan maupun tidak dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
2.e. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen Perusahaan dan perusahaan anak membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan pada tanggal laporan keuangan, serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan estimasi tersebut.
2.f. Setara Kas
Setara kas terdiri dari deposito jangka pendek dan investasi lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan.
2.g. Investasi
Investasi terdiri dari:
1. Deposito Berjanqka
Deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan dan/atau yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi kurang dari satu tahun sejak tanggal penempatan dinyatakan sebesar nilai nominal.
2. Surat Berharga dalam Bentuk Efek Hutang (debt securities) dan Efek Ekuitas (equity securities)
Investasi dalam efek dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok yaitu: • Diperdagangkan
Termasuk dalam kelompok ini adalah efek yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat, yang biasanya ditandai dengan frekuensi transaksi pembelian dan penjualan yang tinggi. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk memperoleh laba dari kenaikan harga surat berharga dalam jangka pendek. Efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai pasar efek tersebut pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.
• Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
Investasi dalam efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo, dicatat sebesar harga perolehan, disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto hingga jatuh tempo.
• Tersedia untuk Dijual
Investasi yang tidak memenuhi klasifikasi kelompok diperdagangkan dan dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai pasar investasi tersebut pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada Laba atau Rugi yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual, dalam bagian Ekuitas di neraca konsolidasian.
Efek hutang untuk dimiliki hingga jatuh tempo yang jatuh temponya lebih dari satu tahun disajikan sebagai investasi jangka panjang.
Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan efek ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.
3. Reksa Dana dan Dana yang Dikelola
Reksa dana dan dana yang dikelola (managed funds) dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih pada tanggal neraca. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat perubahan nilai aktiva bersih pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan
2.h. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan hasil penelaahan mendalam terhadap kondisi masing-masing debitur pada akhir tahun. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih.
2.i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan, ditentukan dengan metode masuk pertama, keluar pertama (first-in, first-out).
2.j. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.
2.k. Aktiva Tetap - Pemilikan Langsung
Aktiva tetap, kecuali aktiva tertentu yang dinilai kembali, dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan.
Aktiva tetap, kecuali tanah, disusutkan berdasarkan metode garis lurus, kecuali peralatan pengangkutan dan kantor TSJ dihitung dengan metode saldo menurun ganda, berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan Prasarana 10 - 20
Perbaikan Bangunan 8 - 10
Peralatan Pengangkutan dan Kantor 3 - 8
Peralatan Kedokteran 5
Renovasi Bangunan Sewa 5
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated
recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang
ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasian pada tahun yang bersangkutan. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing akun aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
2.l. Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi seluruh kriteria sebagai berikut:
1) Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha.
2) Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa dapat menutup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta bunganya sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha.
3) Masa sewa guna usaha minimum dua tahun.
Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria tersebut di atas dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease).
Aktiva sewa guna usaha dengan hak opsi dinyatakan dalam neraca sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva yang
diperoleh dari pembelian biasa (lihat Catatan 2.k).
2.m. Aktiva Tak Berwujud
Biaya perolehan perangkat lunak komputer meliputi seluruh biaya yang dapat dikaitkan langsung dalam mempersiapkan aktiva tersebut hingga siap digunakan dan diamortisasi selama 5 tahun dengan metode garis lurus.
2.n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan diakui pada saat barang diserahkan dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan. Seluruh beban dan penghasilan (beban) lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.o. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi.
Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Kewajiban dan beban diukur dengan menggunakan teknik aktuaria yang mencakup pula kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. Dalam perhitungan kewajiban, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, perusahaan berkomitmen untuk: (a) memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau (b) menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.
2.p. Laba per Saham Dasar
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama suatu periode.
2.q. Pajak Penghasilan
Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability). Pajak tangguhan dihitung dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.
Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Penilaian penyisihan dibentuk atas bagian aktiva pajak tangguhan yang diperkirakan tidak dapat direalisasi di masa yang akan datang. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak, yakni laba yang telah disesuaikan dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
2.r. Informasi Segmen
Informasi segmen disajikan menurut pengelompokkan segmen usaha berdasarkan jenis produk sebagai bentuk pelaporan segmen primer dan segmen geografis sebagai bentuk pelaporan segmen sekunder.
3. Kas dan Setara Kas
2005
Rp 2004Rp Kas
Rupiah 10.612.654.698 5.288.300.976
Dolar AS (2005: USD 9,598.07; 2004: USD 8,182.59) 94.349.028 76.016.260
Lain-lain 8.041.488 1.298.295 Sub Jumlah 10.715.045.214 5.365.615.531 Bank Rupiah PT Bank Danamon Tbk 42.857.957.911 27.454.494.212 PT Bank Permata Tbk8.088.309.988 8.088.309.988 5.931.855.244
PT Bank Central Asia Tbk 6.249.743.801 11.252.700.380
PT Bank Mandiri Tbk 3.291.212.134
--PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur 1.615.663.097
--PT Bank Negara Indonesia Tbk 1.451.252.595
--PT Bank DBS Indonesia 475.809.990 1.120.326.373
PT Bank Lippo Tbk 20.261.467 1.077.304.938
Lainnya (di bawah Rp 1 Milyar) 1.971.447.394 3.853.694.963
Dolar AS
PT Bank Central Asia Tbk (2005: USD 1,513,983.13;
2004: USD 223,859.15) 14.882.454.167 2.079.651.502
PT Bank Permata Tbk
(2005: USD 271,686.98; 2004: USD 1,064,756.26) 2.670.683.013 9.891.585.657 PT Bank Niaga Tbk (2005: USD 354.70; 2004: USD 440,023.61) 3.486.695 4.087.819.331 PT Bank International Indonesia Tbk (2004: USD 49,432.85) -- 459.231.222 Lainnya (2005: USD 137,266.02 ; 2004: USD 150,383.13) 1.349.325.520 1.376.159.236 Yen
PT Bank Permata Tbk (2005: JPY 111.177.980,58) 9.274.467.140
--Mata Uang Asing Lainnya
Bank Lainnya 1.166.538.520 5.391.637.988 Sub Jumlah 95.368.613.432 73.976.461.046 Deposito Berjangka Rupiah PT Bank Permata Tbk 11.573.116.151 1.507.150.680 PT Bank Mandiri Tbk 2.000.000.000 --PT Bank NISP Tbk 2.000.000.000 --PT Bank Danamon Tbk -- 40.000.000.000
Standard Chartered Bank -- 5.000.000.000
PT Bank Dagang Bali -- 5.000.000.000
Dolar AS
PT Bank Niaga Tbk (2004: USD 1,500,026.01) -- 13.935.241.600
PT Bank Danamon Tbk (2004: USD 1,250,000) -- 11.612.500.000
2005
Rp 2004Rp Investasi Lainnya
Si Dana pada Batavia Prosperindo Aset Manajemen -- 20.000.000.000
Repo Obligasi AA pada AAA Securities -- 10.000.000.000
Dana Bersama US Dolar pada AAA Securitites (2004: USD 500,000) -- 4.645.000.000
Sub Jumlah -- 34.645.000.000
Jumlah 121.656.774.797 191.041.968.857
2005
Rp 2004Rp Tingkat Bunga per Tahun:
Deposito Berjangka Rupiah 8% - 13% 6% - 7,25% Dolar AS -- 0,625% - 1% Investasi Lainnya -- 2% - 9% 4. Investasi Investasi Sementara 2005 Rp 2004 Rp Deposito Berjangka Rupiah PT Bank Commonwealth 48.500.000.000 5.000.000.000 PT Bank DBS Indonesia 35.500.000.000 22.000.000.000 PT Bank UOB 8.900.000.000 13.900.000.000 PT Bank Niaga Tbk 3.400.000.000 10.000.000.000 96.300.000.000 50.900.000.000 Dolar AS
PT Bank DBS Indonesia (2005: USD 747,275; 2004: USD 504,510) 7.345.713.250 4.686.897.900 Mata Uang Asing Lainnya
PT Bank DBS Indonesia 272.858.075 685.109.048
Sub Jumlah 103.918.571.325 56.272.006.948
Efek yang Diperdagangkan Reksadana
Unit Penyertaan Reksadana 13.651.593.479 95.083.925.646
Laba yang Belum Direalisasi atas Kenaikan Nilai Aktiva Bersih 1.129.909.444 6.819.955.532
Nilai Wajar 14.781.502.923 101.903.881.178
Efek yang Tersedia untuk Dijual Reksadana
Unit Penyertaan Reksadana 128.866.509.000 110.210.512.480
Laba yang Belum Direalisasi atas Kenaikan Nilai Aktiva Bersih 10.957.023.652 14.161.947.273
2005 Rp 2004Rp Obligasi Harga Perolehan Rupiah 35.972.500.000 --Dolar AS (2005: USD 5,479,636.74) 53.864.829.143 --89.837.329.143
--Laba yang Belum Direalisasi atas Kenaikan Nilai Wajar 546.231.153
--Nilai Wajar 90.383.560.296
--Jumlah 348.907.167.196 282.548.347.879
Tingkat Bunga per Tahun Deposito Berjangka adalah sebagai berikut:
Rupiah 6,5% - 13% 6% - 7,25%
USD 3% - 3,15% 0,625% - 0,75%
Euro 1% 1%
Seluruh deposito berjangka digunakan sebagai jaminan pembelian barang Perusahaan dari pemasok. Investasi sementara pada obligasi yang tersedia untuk dijual terdiri dari:
Nilai
Nominal Tingkat Bunga TempoJatuh PerolehanHarga 31 Des 2005Nilai Wajar Peringkat
Rp % Rp Rp
Rupiah
Panin Sekuritas II Th 2005 Seri B 3.000.000.000 11,63 15 Maret 2007 3.000.000.000 3.208.500.000 A Astra Sedaya Finance IV/Seri 2004 Seri D 1.000.000.000 12,50 24 Maret 2007 1.000.000.000 950.276.330 AA-Federal Inti Finance III Th 2003 Seri C 2.000.000.000 12,75 2 Apil 2007 2.010.000.000 1.841.796.280 A+ WOM Finance II Th 2004 seri C 500.000.000 12,75 7 Juni 07 505.000.000 469.428.830 A-Federal Inti Finance II Th 2003 Seri D 1.000.000.000 13,50 5 Agustus 2007 1.010.000.000 940.770.530 A+ Indomobil I Th 2004 Seri C 1.500.000.000 12,13 19 Okober 2007 1.500.000.000 1.350.380.000 A HM Sampoerna II Th 2000 1.000.000.000 17,50 17 Nopember 07 1.100.000.000 1.035.000.000 AA+ Adira Finance I Th 2003 Seri B 3.000.000.000 14,13 6 Mei 2008 3.030.000.000 2.791.750.320 A Adira Finance I Th 2003 Seri A 1.000.000.000 14,13 6 Mei 2008 1.010.000.000 913.641.290 A Indofood Sukses Makmur II Th 2003 5.000.000.000 13,50 10 Juni 2008 5.097.500.000 4.777.200.000 AA Indomobil Finance II Th 2005 5.000.000.000 13,25 17 Juni 08 5.000.000.000 4.405.000.000 AA ALFA Ritelindo I Th 2003 1.000.000.000 13,75 16 Juli 08 1.010.000.000 1.126.073.260 A-Panin Sekuritas I Th 2003 1.000.000.000 14,00 18 September 2008 1.000.000.000 872.500.000 A Indofood Sukses Makmur III Th 2004 5.000.000.000 12,50 13 Juli 2009 4.975.000.000 5.000.000.000 AA Jasa Marga X Seri O Th 2002 2.500.000.000 16,15 4 Desember 2010 2.725.000.000 2.281.700.000 A+ PTPN III Th 2003 Seri A 2.000.000.000 13,13 5 Agustus 2010 2.000.000.000 1.710.800.000 A+
Sub Jumlah 35.500.000.000 35.972.500.000 33.674.816.840
Dolar AS
Euro Dollar Republik Indonesia -
USY 20721AA74 29.450.000.000 7,25 10 Maret 2014 28.985.338.995 31.220.080.098 --Euro Dollar Republik Indonesia -
USY 20721AB57 24.575.000.000 6,75 20 April 2015 24.879.490.148 25.488.663.358
--Sub Jumlah 54.025.000.000 53.864.829.143 56.708.743.456
Investasi Jangka Panjang
2005
Rp 2004Rp Obligasi - Euro Dollar Republik Indonesia, Jatuh Tempo Tahun 2014
(2004: USD 3,000,000) -- 27.870.000.000
Premi yang Belum Diamortisasi -- (535.819.248)
Jumlah -- 27.334.180.752
Bunga per tahun untuk investasi dalam obligasi Euro Dollar Republik Indonesia adalah 7,25% untuk tahun 2004. Investasi sementara pada reksadana merupakan penempatan sejumlah dana pada jenis reksadana pendapatan tetap, reksadana kas dan reksadana campuran yang dikelola oleh Manajer Investasi PT Kresna Securitas, PT Danareksa Tbk, PT Bank Niaga Tbk, PT Bank Commonwealth, Portcullis Investment Adviser Ltd (British Virgin Island) dan Hongkong Shanghai Banking Corporation (HSBC).
Pada tanggal 31 Desember 2005, Perusahaan memindahkan investasi jangka panjang - Obligasi Euro Dollar Republik Indonesia ke dalam kelompok efek yang tersedia untuk dijual. Biaya perolehan pada tanggal pemindahan adalah Rp 53.864.829.143, sedangkan laba yang belum direalisasi sebesar Rp 2.843.914.313 diakui dalam kelompok ekuitas.
5. Piutang Usaha - Bersih
a. Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
2005 Rp
2004 Rp Pihak Hubungan Istimewa
PT Sanghiang Perkasa 12.665.586.434 6.090.408.608
PT Bintang Toedjoe 4.461.870.055 3.321.407.530
PT Kalbe Farma Tbk 3.009.022.074 4.914.844.244
PT Dankos Laboratories Tbk (sekarang merger dengan
PT Kalbe Farma Tbk) 2.139.451.509 2.782.614.752
PT Saka Farma Laboratories 1.306.947.808 1.315.806.217
Lain-lain 1.024.081.811 922.041.578
Sub Jumlah 24.606.959.691 19.347.122.929
Pihak Ketiga 444.291.959.714 397.177.140.023
Penyisihan Piutang Ragu-ragu (4.256.279.969) (4.303.066.020)
Bersih 440.035.679.745 392.874.074.003
b. Jumlah piutang berdasarkan mata uang: 2005 Rp 2004 Rp Rupiah 416.471.567.867 367.357.459.790
Mata Uang Asing 52.427.351.538 49.166.803.162
Jumlah 468.898.919.405 416.524.262.952
Penyisihan Piutang Ragu-ragu (4.256.279.969) (4.303.066.020)
Jumlah 464.642.639.436 412.221.196.932
c. Analisa piutang usaha menurut umur piutang berdasarkan jumlah hari terhutang adalah sebagai berikut:
2005 Rp 2004 Rp 0 - 30 hari 331.388.057.955 324.005.140.813 31 - 60 hari 95.873.584.570 74.880.488.232 61 - 90 hari 22.573.609.515 11.199.218.334 91 - 120 hari 9.268.974.001 3.556.411.310
Lebih dari 120 hari 9.794.693.364 2.883.004.263
Jumlah 468.898.919.405 416.524.262.952
Penyisihan Piutang Ragu-ragu (4.256.279.969) (4.303.066.020)
Jumlah 464.642.639.436 412.221.196.932
Mutasi Penyisihan Piutang Ragu-ragu:
2005 Rp 2004 Rp Saldo Awal 4.303.066.020 3.515.453.458 Penambahan 1.829.282.422 970.038.109 Penghapusan (1.876.068.473) (182.425.547) Saldo Akhir 4.256.279.969 4.303.066.020
Pada bulan Desember 2004, cabang Banda Aceh terkena bencana tsunami yang mengakibatkan kerusakan aktiva Perusahaan, terhentinya kegiatan operasional selama periode tertentu dan meningkatnya risiko tidak tertagihnya piutang. Manajemen telah mengevaluasi kemungkinan tidak tertagihnya piutang pada Cabang Banda Aceh dan membuat penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 665.239.000.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang pada pihak ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul atas tidak tertagihnya piutang tersebut, sedangkan terhadap piutang pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang pada pihak ketiga.
6. Piutang Lain-lain
2005
Rp 2004Rp
PT Mead-Johnson Indonesia 5.165.798.091 1.102.034.856
Karyawan 4.530.394.484 5.970.404.653
PT Kara Santan Pertama 2.783.539.079 566.442.112
Biomerieux, S.A. 2.045.377.793 1.174.468.453
PT L’oreal Indonesia Tbk 1.237.546.308
--PT Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk 775.414.854 9.521.479.518
PT Sara Lee Indonesia -- 788.811.681
Lain-lain (di bawah Rp 700 juta) 20.832.379.596 17.290.324.275
Jumlah 37.370.450.205 36.413.965.548
Piutang lain-lain merupakan pinjaman karyawan dan pembayaran lebih dahulu oleh Perusahaan atas biaya-biaya yang merupakan beban prinsipal, antara lain biaya promosi, klaim pembeli dan potongan.
7. Persediaan - Bersih
2005 Rp
2004 Rp
Obat dengan Resep 272.336.325.003 160.660.807.770
Obat Bebas 202.421.902.976 217.236.482.505
Barang Konsumsi 90.539.740.972 67.772.634.165
Peralatan Kedokteran 38.920.320.039 36.113.820.655
Bahan Baku untuk Dijual 34.269.929.779 50.895.096.496
Obat Hewan dan Ternak 2.358.815.800 1.852.955.040
Jumlah 640.847.034.569 534.531.796.631
Penyisihan Persediaan Usang (2.160.000.000) (1.058.500.000)
Bersih 638.687.034.569 533.473.296.631
Mutasi Penyisihan Persediaan Usang sebagai berikut:
2005 Rp
2004 Rp
Saldo Awal Tahun 1.058.500.000 1.202.500.000
Penambahan 2.460.184.395 630.709.497
Penghapusan (1.358.684.395) (774.709.497)
Saldo Akhir Tahun 2.160.000.000 1.058.500.000
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian karena persediaan usang.
Persediaan Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat Catatan 13).
Persediaan Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Mitra Maparya, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 760.974.309.828 dan Rp 504.237.740.985 untuk tahun 2005 dan 2004. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan.
Jumlah persediaan barang rusak pada cabang Banda Aceh yang disebabkan oleh bencana tsunami di tahun 2004 adalah sebesar Rp 233.575.055 yang dicatat sebagai bagian dari kerugian pos luar biasa .
8. Perpajakan
a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan Perusahaan dan perusahaan anak terdiri dari:
2005 Rp 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp Pajak Kini Perusahaan (83.954.853.800) (67.544.654.600) Perusahaan Anak TSJ (252.274.000) (470.367.800) MDI (385.401.500) --EM -- (510.009.357) Jumlah (84.592.529.300) (68.525.031.757) Pajak Tangguhan Perusahaan 3.944.844.942 1.445.125.895 Perusahaan Anak TSJ 97.091.310 (178.775.524) EM (289.022.754) 61.198.000 Jumlah 3.752.913.498 1.327.548.371
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2005 Rp 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp Laba Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi Konsolidasian 284.564.583.698 245.743.869.195
Pos Luar Biasa -- (233.575.055)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan Anak (3.119.893.285) (4.708.805.333)
Dividen dari Perusahaan Anak -- 4.500.000.000
Laba Penjualan Aktiva Tetap dari Perusahaan Anak -- 480.348.068
Amortisasi Goodwill Negatif (44.230.051) (44.230.051)
Laba Sebelum Pajak Perusahaan 281.400.460.362 245.737.606.824
Beda Tetap Beban Bunga 8.258.341.283 2.071.922.975 Denda pajak 620.177.540 639.422.300 Sumbangan 409.818.915 504.303.728 Beban Sewa 236.992.445 281.463.426 Beban Karyawan 22.266.535 31.461.235 Jamuan 442.050 13.722.818
Penyusutan Aktiva Sewa Guna Usaha -- (131.809.968)
Dividen -- (4.500.000.000)
Penghasilan yang Dikenakan Pajak Final:
Keuntungan atas Penjualan dan Kenaikan Nilai Investasi
Efek Diperdagangkan (13.246.390.713) (13.227.746.378)
Bunga (10.183.838.377) (6.599.817.406)
Sewa (759.906.520) (1.055.198.466)
Jumlah (14.642.096.842) (21.972.275.736)
Beda Waktu
Imbalan Pasca Kerja 10.267.127.859 4.489.840.186
Penyusutan Aktiva Sewa Guna Usaha 4.227.286.462 4.201.111.538
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan 2.460.184.395 630.709.497
Penyisihan Piutang Ragu-ragu 1.442.041.832 270.443.860
Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap (73.386.497) (22.617.451)
Penghapusan Piutang -- (143.830.303)
Pembayaran Imbalan Kerja (1.954.316.707) (1.297.496.869)
Penyusutan dan Amortisasi 3.245.633.137 188.039.749
Penghapusan Persediaan Barang Usang (1.358.684.395) (774.709.497)
Beban Sewa Guna Usaha (5.106.402.954) (6.099.639.099)
Jumlah 13.149.483.132 1.441.851.611
Laba Kena Pajak Perusahaan Sebelum Kompensasi Rugi Fiskal 279.907.846.652 225.207.182.699
Kompensasi Rugi Fiskal --
Perhitungan beban dan hutang (lebih bayar) pajak kini adalah sebagai berikut: 2005 Rp 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp Beban Pajak Kini
Perusahaan 83.954.853.800 67.544.654.600
Perusahaan Anak
TSJ 385.401.500 470.367.800
EM 252.274.000 510.009.357
Jumlah 84.592.529.300 68.525.031.757
Dikurangi Pembayaran di Muka Pajak Penghasilan Perusahaan 69.041.624.868 54.875.368.244 Perusahaan Anak TSJ 256.729.268 510.009.360 EM 252.274.000 585.551.939 MDI 6.565.234 32.826.170 Jumlah 69.557.193.370 1.128.387.469
Hutang (Lebih Bayar) Pajak Kini
Perusahaan 14.913.228.932 12.669.286.356 Perusahaan Anak TSJ 128.672.232 (115.184.139) MDI (6.565.234) (32.826.170) Pajak Tangguhan 2005 Rp 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp Aktiva Pajak Tangguhan
Perusahaan 3.139.517.253 231.245.819
Jumlah 3.139.517.253 231.245.819
Kewajiban Pajak Tangguhan Perusahaan Anak
TSJ 407.906.984 504.998.293
EM 67.619.240 63.570.000
Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan adalah sebagai berikut: 31 Des 2003 Koreksi Dikreditkan
pada Laporan Laba Rugi (Disajikan Kembali, Catatan 31) Dikreditkan pada Laporan Ekuitas 31 Des 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Dikreditkan pada Laporan Laba Rugi Dikreditkan pada Laporan Ekuitas 31 Des 2005 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Aktiva Pajak Tangguhan
Imbalan Pasca Kerja 2.471.940.914 (615.581.868) 957.702.995 -- 2.814.062.041 2.493.843.346 -- 5.307.905.387 Perbedaan Penyusutan
Komersial dan Fiskal 77.422.582 -- 931.878.562 -- 1.009.301.144 951.673.992 -- 1.960.975.136
Penyisihan Piutang Ragu-ragu 794.083.811 -- 37.984.067 -- 832.067.878 432.612.550 -- 1.264.680.428 Penyisihan Penurunan Nilai
Persediaan 360.750.000 -- (43.200.000) -- 317.550.000 330.450.000 -- 648.000.000
Kewajiban Pajak Tangguhan Laba belum Direalisasi dari
Efek Tersedia untuk Dijual -- -- -- (2.414.402.775) (2.414.402.775) -- (1.036.573.508) (3.450.976.283) Sewa Guna Usaha (1.888.092.740) -- (439.239.729) -- (2.327.332.469) (263.734.946) -- (2.591.067.415) Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 1.816.104.567 (615.581.868) 1.445.125.895 (2.414.402.775) 231.245.819 3.944.844.942 (1.036.573.508) 3.139.517.253
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak Perusahaan dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
2005 Rp 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp
Laba Sebelum Pajak Perusahaan 281.400.460.362 245.737.606.824
Beban Pajak dengan Tarif Pajak yang Berlaku
10% X Rp 50.000.000 5.000.000 5.000.000
15% X Rp 50.000.000 7.500.000 7.500.000
30% X Rp 281.300.460.362 (2004: Rp 245.637.606.824) 84.390.137.912 73.691.282.047
Jumlah 84.402.637.912 73.703.782.047
Pengaruh Pajak atas Beban (Manfaat) yang Tidak Dapat Diperhitungkan Menurut Fiskal:
Beban Bunga 2.477.502.385 621.576.893 Denda Pajak 186.053.262 191.826.690 Sumbangan 122.945.675 151.291.118 Beban Sewa 71.097.733 84.439.028 Beban Karyawan 6.679.961 9.438.371 Jamuan 132.615 4.116.845
Penyusutan Aktiva Sewa Guna Usaha -- (39.542.990)
Dividen -- (1.350.000.000)
Penghasilan yang Dikenakan Pajak Final:
Keuntungan atas Penjualan dan Kenaikan Nilai Investasi Efek
yang Diperdagangkan (3.973.917.215) (3.968.323.913)
Bunga (3.055.151.513) (1.979.945.222)
Sewa (227.971.956) (316.559.540)
Jumlah (4.392.629.053) (6.591.682.720)
Penyesuaian Perbedaan Waktu dari Tahun-tahun Sebelumnya -- (1.012.570.626)
2005 Rp 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp Beban Pajak Perusahaan Anak
TSJ 288.310.190 649.143.325 EM 541.296.753 448.811.360 MDI -- --Jumlah 80.839.615.802 67.197.483.386 b. Hutang Pajak 2005 Rp 2004 (Disajikan Kembali, Catatan 31) Rp Pajak Kini Perusahaan 14.913.228.932 12.669.286.356 Tahun 2003 -- 785.505.600 Tahun 2002 16.913.400 16.913.400 Perusahaan Anak 128.672.229 --Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) 200.333.990 6.568.489 Pasal 21 1.774.616.605 4.420.356.709 Pasal 23 392.300.775 202.030.450 Pasal 25 4.981.831.926 4.398.463.243 Pasal 26 529.224.263 91.996.225
Pajak Pertambahan Nilai 2.314.929.992 37.054.198.974
Jumlah 25.252.052.112 59.645.319.446
c. Pajak Dibayar di Muka
2005 Rp
2004 Rp Lebih Bayar Pajak Penghasilan Badan
Perusahaan Tahun 2004 1.150.893.900 --Perusahaan Anak TSJ Tahun 2004 -- 115.184.139 Tahun 2003 -- 124.663.974 MDI Tahun 2005 6.565.234 --Tahun 2004 -- 32.826.170
Pajak Pertambahan Nilai -- 105.496.744
Pada tanggal 11 Juli 2005, Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk tahun pajak 2003, dengan jumlah pajak kurang bayar sebesar Rp 1.088.968.585. Pada tanggal 9 Agustus 2005, pajak kurang bayar tersebut telah dibayar tunai Perusahaan.
9. Piutang dan Hutang Pihak-pihak Hubungan Istimewa a. Piutang
2005
Rp 2004Rp
PT Kalbe Farma Tbk 6.826.773.842 4.467.233.992
PT Hexpharm Jaya Laboratories 1.569.413.282 1.240.359.610
PT Sanghiang Perkasa 404.154.407 401.951.878
PT Tata Nutrisana 396.662.257
--PT Dankos Laboratories Tbk (sekarang merger dengan
PT Kalbe Farma Tbk) 255.214.086 880.178.472
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100 juta) 572.057.173 520.756.851
Jumlah 10.024.275.047 7.510.480.803
Piutang kepada PT Kalbe Farma Tbk merupakan piutang atas transaksi selain transaksi usaha, dimana dalam piutang tersebut terdapat jumlah piutang yang berasal dari hasil pemutusan lebih dini kontrak valuta berjangka dengan Credit Suisse First Boston (Europe Limited) pada tahun 1997 yang dilakukan atas nama PT Kalbe Farma Tbk untuk kepentingan Perusahaan sebesar USD 442,772.74 atau ekuivalen dengan Rp 4.352.456.034 pada 31 Desember 2005,dan USD 480,865 atau ekuivalen dengan Rp 4.467.233.992 pada tahun 2004. Piutang tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 5,8779% dan 3,6875% masing-masing pada tahun 2005 dan 2004.
Piutang lainnya merupakan piutang atas pembayaran dahulu oleh Perusahaan atas biaya-biaya yang merupakan beban prinsipal, antara lain biaya promosi, klaim pembeli dan potongan. Piutang tersebut tidak dikenakan bunga.
Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih, sehingga tidak dibentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang pada pihak hubungan istimewa.
b. Hutang 2005 Rp 2004Rp PT Sanghiang Perkasa 6.770.178.518 249.771.518 PT Kalbe Farma Tbk 4.493.647.306 4.060.197.793 PT Bintang Toedjoe 2.920.400.515 6.692.929.306
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100 juta) 44.271.451 1.573.447.596
Hutang pada pihak hubungan istimewa terutama merupakan pembayaran biaya-biaya terlebih dahulu tanpa jadwal pengembalian yang pasti dan atas kesepakatan bersama tidak dikenakan bunga.
10. Aktiva Tetap
2005 Saldo Awal
Rp PenambahanRp PenguranganRp ReklasifikasiRp Saldo AkhirRp Harga Perolehan atau Penilaian
Kembali Pemilikan Langsung
Tanah 26.155.746.321 20.291.174.955 -- 1.608.555.620 48.055.476.896
Bangunan dan Prasarana 36.845.284.363 11.116.524.667 163.446.300 (1.969.876.428) 45.828.486.302
Perbaikan Bangunan 193.135.030 -- -- (193.135.030)
--Peralatan Pengangkutan 88.558.813.761 14.321.526.216 5.495.210.863 10.121.006.845 107.506.135.959 Peralatan Kantor 37.481.250.271 9.483.719.775 2.392.412.693 -- 44.572.557.353
Peralatan Kedokteran 12.471.141.318 533.000.000 -- -- 13.004.141.318
Renovasi Bangunan Sewa 4.413.507.384 633.113.502 109.799.800 554.455.838 5.491.276.924 Aktiva dalam Penyelesaian 76.141.862 14.773.722.712 -- -- 14.849.864.574 Sub Jumlah 206.195.020.310 71.152.781.827 8.160.869.656 10.121.006.845 279.307.939.326 Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan Pengangkutan 10.121.006.845 -- -- (10.121.006.845)
--Jumlah 216.316.027.155 71.152.781.827 8.160.869.656 -- 279.307.939.326
Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung
Bangunan dan Prasarana 9.896.653.872 2.472.460.609 91.610.263 (249.072.870) 12.028.431.348
Perbaikan Bangunan 145.983.629 -- -- (145.983.629)
--Peralatan Pengangkutan 40.807.454.632 15.311.009.240 5.063.124.095 4.022.226.551 55.077.566.328 Peralatan Kantor 21.228.913.802 5.622.224.352 2.334.793.326 -- 24.516.344.828
Peralatan Kedokteran 5.124.738.528 2.131.232.406 -- -- 7.255.970.934
Renovasi Bangunan Sewa 1.892.911.369 1.075.205.906 109.799.796 395.056.499 3.253.373.978 Sub Jumlah 79.096.655.832 26.612.132.513 7.599.327.480 4.022.226.551 102.131.687.416 Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan Pengangkutan 1.998.026.445 2.024.200.106 -- (4.022.226.551) --Jumlah 81.094.682.277 28.636.332.619 7.599.327.480 -- 102.131.687.416 Nilai Buku 135.221.344.878 177.176.251.910 2004 Saldo Awal Rp Penambahan Rp Pengurangan Rp Reklasifikasi Rp Saldo Akhir Rp Harga Perolehan atau Penilaian
Kembali Pemilikan Langsung
Tanah 15.619.465.779 15.417.954.307 4.881.673.765 -- 26.155.746.321
Bangunan dan Prasarana 24.929.894.806 4.856.173.584 2.833.971.934 9.893.187.907 36.845.284.363
Perbaikan Bangunan 876.317.235 43.591.900 726.774.105 -- 193.135.030
Peralatan Pengangkutan 64.419.602.505 16.837.196.471 3.713.410.679 11.015.425.464 88.558.813.761 Peralatan Kantor 29.398.550.260 8.425.103.752 342.403.741 -- 37.481.250.271
Peralatan Kedokteran 7.911.965.718 4.559.175.600 -- -- 12.471.141.318
Renovasi Bangunan Sewa 1.712.188.962 2.701.318.422 -- -- 4.413.507.384
Aktiva dalam Penyelesaian 4.074.554.901 5.894.774.868 -- (9.893.187.907) 76.141.862 Sub Jumlah 148.942.540.166 58.735.288.904 12.498.234.224 11.015.425.464 206.195.020.310 Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan Pengangkutan 11.015.425.464 10.121.006.845 -- (11.015.425.464) 10.121.006.845
2004 Saldo Awal Rp Penambahan Rp Pengurangan Rp Reklasifikasi Rp Saldo Akhir Rp Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung
Bangunan dan Prasarana 8.678.073.800 1.700.889.186 482.309.114 -- 9.896.653.872
Perbaikan Bangunan 869.305.691 3.452.043 726.774.105 -- 145.983.629
Peralatan Pengangkutan 27.870.814.813 11.857.503.232 3.327.033.599 4.406.170.186 40.807.454.632 Peralatan Kantor 17.188.054.631 4.362.960.986 322.101.815 -- 21.228.913.802
Peralatan Kedokteran 3.096.313.461 2.028.425.067 -- -- 5.124.738.528
Renovasi Bangunan Sewa 1.188.641.540 704.269.829 -- -- 1.892.911.369
Sub Jumlah 58.891.203.936 20.657.500.343 4.858.218.633 4.406.170.186 79.096.655.832 Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan Pengangkutan 4.001.733.192 2.402.463.439 -- (4.406.170.186) 1.998.026.445
Jumlah 62.892.937.128 23.059.963.782 4.858.218.633 -- 81.094.682.277
Nilai Buku 97.065.028.502 135.221.344.878
Beban penyusutan adalah Rp 28.636.332.619 dan Rp 23.059.963.782 masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2005 dan 2004.
Perusahaan dan perusahaan anak memiliki beberapa bidang tanah yang digunakan oleh cabang-cabang yang tersebar di beberapa daerah berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 10-30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2006 dan 2033. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Aktiva tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran kepada DSR Insurance Broker, PT Asuransi Adira Dinamika dan PT Asuransi Mitra Maparya, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 99.304.803.088 dan Rp 91.163.603.088 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2005 dan 2004. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan.
Sebagian dari bangunan dan peralatan pengangkutan Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat Catatan 11 dan 13).
11. Hutang Bank
2005
Rp 2004Rp Perusahaan Anak - EM
Bank Alliance Bhd., cabang Malaysia 3.552.611 506.115.000
Citibank Bhd., cabang Malaysia -- 618.585
Jumlah 3.552.611 506.733.585
Fasilitas kredit dari Bank Alliance Bhd., Malaysia terdiri dari fasilitas cerukan dan L/C impor dengan maksimum kredit masing-masing RM 100,000 dan RM 900,000 dengan tingkat bunga per tahun sebesar 1,75% di atas Base
Lending Rate. Pinjaman tersebut dijamin dengan bangunan dan jaminan pribadi Direktur EM sejumlah
Fasilitas kredit dari Citibank Bhd., Malaysia terdiri dari fasilitas cerukan dan fasilitas sight/usance, fasilitas L/C dengan maksimum kredit masing-masing RM 250,000. Tingkat bunga per tahun sebesar 1,5% diatas Base
Lending Rate Citibank. Pinjaman tersebut dijamin dengan bangunan dan jaminan pribadi dari Direktur EM
sejumlah RM 500,000.
12. Hutang Usaha
a. Jumlah hutang berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:
2005 Rp
2004 Rp Pihak Hubungan Istimewa
PT Kalbe Farma Tbk 325.017.312.064 212.938.731.155
PT Sanghiang Perkasa 90.230.293.830 130.843.739.997
PT Dankos Laboratories Tbk (sekarang merger dengan
PT Kalbe Farma Tbk) 63.219.443.868 36.456.990.195
PT Bintang Toedjoe 58.424.121.227 103.570.782.249
PT Hexpharm Jaya Laboratories 8.013.130.149 5.450.823.381
PT Saka Farma Laboratories 5.116.404.552 1.139.667.581
Lain-lain 131.678.078 467.059.806
550.152.383.768 490.867.794.364 Pihak Ketiga
Pemasok Lokal 133.815.780.350 168.538.707.461
Pemasok Luar Negeri 18.099.959.347 9.328.927.011
151.915.739.697 177.867.634.472
Jumlah 702.068.123.465 668.735.428.836
b. Jumlah hutang berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut
2005 Rp 2004 Rp Rupiah 684.257.737.923 652.163.277.006 Dolar AS 16.115.538.292 5.605.303.584
Mata Uang Asing Lainnya 1.686.847.250 10.966.848.246
Jumlah 702.060.123.465 668.735.428.836
13. Hutang Bank Jangka Panjang
2005
Rp 2004Rp Perusahaan
Bank Sindikasi - Dolar AS 167.780.109.233 180.621.968.600
Bank Bilateral - Dolar AS 106.507.268.791 104.636.277.730
Jumlah 274.287.378.024 285.258.246.330
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (38.800.420.408) (98.086.667.041) Hutang Bank Jangka Panjang 235.486.957.616 187.171.579.289
Bank Sindikasi dan Bank Bilateral
Pada tanggal 22 Juli 1996, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD 40,000,000 setelah menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi dengan konsorsium bank, dimana Commonwealth Bank of Australia (CBA) Asia Limited bertindak sebagai Agen Fasilitas. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membiayai modal kerja dan refinancing atas hutang dalam mata uang asing Perusahaan. Pinjaman ini dijamin dengan piutang, peralatan pengangkutan, pengalihan hak secara fidusia atas persediaan dan perolehan dari klaim asuransi serta hak penggunaan atas “Debt Reserve Accounts”.
Sementara fasilitas pinjaman dari bank bilateral pada awalnya terdiri dari fasilitas revolving credit dari Citibank Jakarta dengan nilai pagu sebesar USD 5,000,000 yang tertuang dalam perjanjian tanggal 24 Oktober 1997, fasilitas pinjaman dari PT Indosuez Indonesia Bank sebesar USD 5,000,000 yang tertuang dalam perjanjian tanggal 1 April 1997 dan fasilitas pembukaan L/C sebesar USD 13,000,000 dari PT Bank Lippo Tbk yang tertuang dalam perjanjian tanggal 8 Desember 1998.
Pada tanggal 10 Maret 2000, pihak manajemen dan para kreditur mencapai persetujuan untuk melakukan restrukturisasi pinjaman Perusahaan, terdiri dari:
Bank Sindikasi :
- The Bank of Tokyo-Mitsubishi Ltd, Cabang Singapura; - Chase Manhattan (S.E.A) Ltd;
- Commonwealth Bank of Australia, Cabang Singapura; - The Dai-Ichi Kangyo Bank Ltd, Cabang Singapura; - Dresdner Bank AG, Cabang Singapura;
- The Industrial Bank of Japan Ltd, Cabang Singapura; - The Mitsubishi Trust and Banking Corp, Cabang Singapura; - The Royal Bank of Scotland Plc, Cabang Singapura; - The Sakura Bank Ltd, Cabang Singapura;
- The Sanwa Bank Ltd, Cabang Singapura; Bank Bilateral:
- Citibank N.A., Cabang Jakarta; - PT Indosuez Indonesia Bank, dan - PT Bank Lippo Tbk.
Beberapa hal penting yang dicakup dalam Perjanjian Restrukturisasi di atas adalah sebagai berikut:
- Peran CBA Asia Limited sebagai Agen Fasilitas digantikan oleh The Royal Bank of Scotland, Cabang Singapura;
- Jangka waktu pinjaman diperpanjang selama 5 (lima) tahun;
- Tingkat bunga pinjaman adalah SIBOR ditambah dengan margin sebesar 3% per tahun untuk periode 36 bulan sejak tanggal perjanjian dan 3,5% untuk periode sesudahnya, dan premi bunga (jika ada) sebagaimana disepakati dalam perjanjian;
- Perusahaan diwajibkan untuk menempatkan sejumlah dana dalam bentuk rekening bank yang dibatasi penggunaannya (escrow account) yang akan digunakan sebagai cadangan untuk pembayaran kepada pihak bank apabila Perusahaan tidak dapat melakukan pembayaran pokok dan bunga pada waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian;
- Tidak ada perubahan atas jaminan.
Pada bulan Desember 2001, Perusahaan mengajukan usulan perubahan dan keringanan tertentu terhadap syarat Perjanjian Restrukturisasi, termasuk perubahan jumlah pembayaran yang akan jatuh tempo dalam periode tertentu serta perubahan atas beberapa persyaratan tertentu dalam Perjanjian Restrukturisasi. Manajemen Perusahaan beralasan usulan perubahan diajukan karena proyeksi arus kas menunjukkan Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran berdasarkan program restrukturisasi sebelumnya.
Pada tahun 2003, Perusahaan dan para kreditur telah melakukan negosiasi kembali sehubungan dengan usulan Perusahaan untuk mengubah beberapa ketentuan dalam perjanjian restrukturisasi yang telah disepakati sebelumnya seperti penurunan tingkat bunga, jaminan, batasan pinjaman dan angsuran pokok pinjaman. Pada tanggal 7 Maret 2005, Perusahaan dan para kreditur, kecuali PT Bank Lippo Tbk, telah menandatangani
Supplemental Agreement (terkait dengan Perjanjian Restrukturisasi tanggal 10 Maret 2000), yang selanjutnya
disebut Perjanjian Restrukturisasi, yang memuat beberapa ketentuan penting, antara lain:
- Jangka waktu pinjaman diperpanjang sampai dengan tahun 2010, dengan tanggal pembayaran terakhir adalah 1 Mei 2010;
- Pembayaran kembali pokok pinjaman dilakukan setiap 6 bulan dengan jumlah yang disepakati dalam Perjanjian Restrukturisasi;
- Pada saat perjanjian berlaku efektif, maka seluruh pelanggaran atas Perjanjian Restrukturisasi sebelumnya dan hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran tersebut dihapuskan. Seluruh bunga yang terhutang sebelum tanggal 27 Agustus 2004 dihapuskan, sehingga bunga yang terhutang dihitung sejak tanggal 27 Agustus 2004; - Tingkat bunga per tahun SIBOR+1,5% untuk periode sejak 27 Agustus 2004 sampai 31 Oktober 2005, SIBOR+1,75% untuk periode sejak 1 Nopember 2005 sampai 31 Oktober 2006, SIBOR+2% untuk periode sejak 1 Nopember 2006 sampai 31 Oktober 2007, SIBOR+2,5% untuk periode sejak 1 Nopember 2007 sampai 31 Oktober 2008, SIBOR+3% untuk periode sejak 1 Nopember 2008 sampai 31 Oktober 2009, dan SIBOR+3,5% untuk periode setelah 31 Oktober 2009;
- Jika Perusahaan gagal melakukan pembayaran atas jumlah hutang yang jatuh tempo, Perusahaan akan dikenakan bunga 1%+SIBOR+Applicable Margin yang berlaku pada periode tersebut;
- Jumlah pengeluaran modal per tahun ditentukan sesuai dengan Perjanjian Restrukturisasi;
- Perusahaan harus menjaga agar rasio keuangan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Restrukturisasi. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, maka Perusahaan harus membayar sejumlah tertentu seperti yang disebutkan dalam Perjanjian Restrukturisasi;
Perjanjian Restrukturisasi tersebut berlaku efektif sejak Agen Fasilitas menerima dokumen yang dipersyaratkan agar Perjanjian Restrukturisasi tersebut dapat berlaku efektif. Berdasarkan surat tanggal 10 Maret 2005, Agen Fasilitas menyatakan bahwa perjanjian restrukturisasi tersebut berlaku efektif pada tanggal 9 Maret 2005. Saat pelaksanaan restrukturisasi adalah tanggal 27 Agustus 2004.
Selama pelaksanaan Perjanjian Restrukturisasi tersebut, beberapa kreditur telah mengundurkan diri dan mengalihkan haknya atas Perusahaan kepada bank dan lembaga keuangan lainnya, sehingga susunan bank sindikasi dan bank bilateral pada tanggal neraca, dengan saldo setara dalam rupiah, adalah sebagai berikut:
2005 Rp
2004 Rp Bank Sindikasi
Credit Industriel et Commercial, Cabang Singapura 58.703.187.790 63.196.319.176
UBS AG, Cabang Singapura 67.122.717.068
--Asia Debt Recovery Co. (Cayman) Ltd. (d/h --Asia Debt Recovery Co.
Ltd., Hongkong) 29.364.944.116 31.612.531.683
The Royal Bank of Scotland plc., Cabang Singapura 12.589.260.259 13.552.840.057
Credit Suisse First Boston International, London -- 13.542.062.264
PT Danpac Sekuritas -- 58.718.215.420
Sub jumlah 167.780.109.233 180.621.968.600
Bank Bilateral
Calyon, Cabang Singapura (d/h Credit Agricole Indosuez, Cabang
Singapura) 22.932.724.211 24.687.990.779
UBS AG, Cabang Singapura 83.574.544.580
--PT Bank Lippo Tbk -- 72.048.129.943
PT Danpac Sekuritas -- 7.900.157.008
Sub jumlah 106.507.268.791 104.636.277.730
Jumlah 274.287.378.024 285.258.246.330
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (38.800.420.408) (98.086.667.041) Hutang Bank Jangka Panjang 235.486.957.616 187.171.579.289
Berdasarkan surat dari The Royal Bank of Scotland plc, cabang Singapura (RBS) tanggal 23 Desember 2005, PT Bank Lippo Tbk (Lippo) telah mengalihkan semua komitmen bersama dengan hak dan kewajibannya dibawah perjanjian restrukturisasi terdahulu tanggal 10 Maret 2000 kepada Yellow Horizon Ltd, British Virgin Island (YH). Tanggal efektif pengalihan tersebut adalah 8 Desember 2005 dengan jumlah yang dialihkan USD 7,755,449.94. Selanjutnya berdasarkan surat RBS tanggal 6 Januari 2006, YH mengalihkan kembali semua komitmen bersama dengan hak dan kewajibannya tersebut kepada UBS AG, cabang Singapura (UBS). Tanggal efektif pengalihan tersebut adalah 28 Desember 2005 dengan jumlah yang dialihkan USD 7,755,449.94.
RBS juga mengkonfirmasikan bahwa UBS telah memberikan “the beneficiary accesion notice” tanggal 31 Agustus 2005 yang menyebutkan bahwa UBS memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kreditur lainnya di bawah Perjanjian Restrukturisasi tanggal 7 Maret 2005.
Selanjutnya pembayaran pokok dan bunga pinjaman untuk periode 28 Agustus 2004 sampai dengan 31 Desember 2005 kepada pihak yang sebelumnya tidak setuju restrukturisasi, telah ditampung dalam dana yang dibatasi penggunaannya (escrow account) pada PT Bank Commonwealth cabang Jakarta sebesar USD 1,225,320 atau setara dengan Rp 12.044.898.369 yang disajikan dalam akun “Aktiva Lain-lain” pada neraca per 31 Desember 2005.
Pada tanggal 2 Pebruari 2006, dana pada escrow account tersebut telah dibayarkan kepada UBS (lihat Catatan 30).
14. Hutang Sewa Guna Usaha
Perusahaan melakukan perjanjian sewa guna usaha dengan PT Dipo Star Finance pada tahun 2004 dan 2002 untuk pengadaan peralatan pengangkutan. Jangka waktu sewa guna usaha adalah 2 (dua) tahun dengan tingkat bunga efektif per tahun berkisar antara 8,14% - 9,77% untuk perjanjian tahun 2004 dan 19,86% - 23,64% untuk perjanjian tahun 2002. Hutang ini dijamin dengan aktiva tetap sewa guna usaha yang bersangkutan. Rincian hutang sewa guna usaha adalah sebagai berikut:
2005 Rp
2004 Rp Pembayaran yang Jatuh Tempo pada Tahun
2005 -- 5.349.224.400
2006 69.974.800 69.974.800
Jumlah Pembayaran Minimum Sewa Guna Usaha 69.974.800 5.419.199.200
Bunga (565.071) (243.386.517)
Nilai Tunai Pembayaran Minimum Sewa Guna Usaha 69.409.729 5.175.812.683 Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu SatuTahun (69.409.729) (5.106.402.943) Hutang Sewa Guna Usaha Jangka Panjang -- 69.409.740
Pada bulan Pebruari 2006, seluruh hutang sewa guna usaha telah dilunasi.
15. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Program Pensiun
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Program ini mernberikan imbalan pasca kerja berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.
Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Enseval (DPE) yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia tanggal 9 April 1996 dalam Surat Keputusannya No. Kep-125/KM.17/1996. DPE didirikan oleh PT Enseval (sekarang merger dengan PT Kalbe Farma Tbk) yang merupakan pemegang saham mayoritas Perusahaan. Perusahaan bertindak sebagai mitra pendiri sejak tanggal 1 Oktober 1993.
Pendanaan Dana Pensiun hanya berasal dari kontribusi Perusahaan yaitu sebesar 10,7% untuk periode 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Juli 2003 dan 14% untuk periode sejak 1 Agustus 2003.