• Tidak ada hasil yang ditemukan

LP Sirosis Hepatis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LP Sirosis Hepatis"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

LAPORAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPEASUHAN KEPERAWRAWAATTAN MEDIKAL BEDAAN MEDIKAL BEDAHH PADA KLIEN DENGAN SIROSIS HEPATIS DI RUANG ANTURIUM PADA KLIEN DENGAN SIROSIS HEPATIS DI RUANG ANTURIUM

RSD dr. SOEBANDI JEMBER  RSD dr. SOEBANDI JEMBER 

disusun guna memenuhi tugas Program Pendidikan Ners

disusun guna memenuhi tugas Program Pendidikan Ners (PPN)(PPN) Stase Keperawatan Medikal Bedah

Stase Keperawatan Medikal Bedah

oleh oleh

Aditya Wahyu Kurniawan S. K!" Aditya Wahyu Kurniawan S. K!"

NIM ##$%###&#&'( NIM ##$%###&#&'(

PROGRAM PENDIDIKAN PRO)ESI NERS PROGRAM PENDIDIKAN PRO)ESI NERS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNI*ERSITAS JEMBER  UNI*ERSITAS JEMBER 

$&#+ $&#+

(2)
(3)

LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN

ASUHAN KEPERAWKEPERAWAATTAN MEDIKAAN MEDIKAL BEDAH L BEDAH PAPADA KLIEN DA KLIEN SIROSISSIROSIS HEPATIS DI RUANG ANTURIUM RSD dr. SOEBANDI JEMBER  HEPATIS DI RUANG ANTURIUM RSD dr. SOEBANDI JEMBER 

O,!h - Aditya Wahyu Kurniawan S. K!". O,!h - Aditya Wahyu Kurniawan S. K!". #

#.. KKaauu

Sirosis Hepatis Sirosis Hepatis $.

$. PrPr//! ! TT!!r0r0adadininya Mya Maaa,a,ahah a.

a. AnAnatat//1i )1i )iii/i/,/,/2i2i

• Anat/1i HatiAnat/1i Hati

Hepar adalah organ intestinal terbesar dengan berat antara 1,21,! kg atau Hepar adalah organ intestinal terbesar dengan berat antara 1,21,! kg atau kurang lebih 2"# berat badan orang dewasa $ang menempati sebagian besar  kurang lebih 2"# berat badan orang dewasa $ang menempati sebagian besar  kua

kuadradran n kankanan an atas atas abdabdomomen en dan dan mermerupaupakan kan puspusat at metmetaboabolismlisme e tubtubuhuh dengan %ungsi $ang sangat kompleks (&miruddin, 2'') Hepar menempati dengan %ungsi $ang sangat kompleks (&miruddin, 2'') Hepar menempati daerah hipokondrium

daerah hipokondrium dextradextra tetapi lobus tetapi lobus sinistra sinistra dari hepar meluas sampai ke dari hepar meluas sampai ke epigas

epigastrium Hepar trium Hepar berbatberbatasan dengan asan dengan dia%radia%ragma pada gma pada bagian superiobagian superior r dandan  bagian

 bagian in%erior in%erior hepar hepar mengikuti mengikuti bentuk bentuk dari dari batasbatas costa dextracosta dextra Batas atas Batas atas he

hepapar r beberarada da sese*a*a*a*ar r dedengnganan  spatium  spatium intercostalisintercostalis ++ dextradextra dadan n babatatass  bawahn$a men$erong ke atas dari

 bawahn$a men$erong ke atas dari costacosta - - dextradextra ke ke costacosta + + sinistra sinistra Hepar se.ara anatomis hepar terdiri dari lobus

Hepar se.ara anatomis hepar terdiri dari lobus dextradextra $ang berukuran lebih $ang berukuran lebih  besar dan lobus

 besar dan lobus sinistra sinistra $ang berukuran lebih ke.il /obus $ang berukuran lebih ke.il /obus dextradextra dan dan sinistra sinistra di

dipipisasahkhkan an ololeheh ligamligamentum entum falcifalciformeforme  PaPadda a ddaeaerarah h anantatarara ligamentumligamentum  falciforme

 falciforme dengdengan kandung empean kandung empedu di du di lobulobus kanan dapat ditemukans kanan dapat ditemukan lobuslobus quadratus

quadratus  d  daann lobulobus s caudacaudatustus $a$ang ng tertertuttutup up oleoleh h 0en0ena a .a0.a0a a in%in%erierior or dandan ligamentum venosum

ligamentum venosum  pada permukaan posterior Hepar sendiri terbagi lagi  pada permukaan posterior Hepar sendiri terbagi lagi dal

dalam am ! ! segsegmen men berberdasdasarkarkan an alialiran ran .ab.abang ang pempembulbuluh uh dardarah ah dan dan salusaluranran empedu $ang dimiliki oleh masingmasing segmen (Put  Pabst, 2'') empedu $ang dimiliki oleh masingmasing segmen (Put  Pabst, 2'') Permukaan hepar diliputi oleh peritoneum 0iseralis, ke.uali daerah ke.il pada Permukaan hepar diliputi oleh peritoneum 0iseralis, ke.uali daerah ke.il pada  permukaan

 permukaan posterior posterior $ang $ang melekat melekat langsung langsung pada pada dia%ragma dia%ragma BeberapaBeberapa ligamentum $ang merupakan peritoneum membantu men$okong hepar 3i ligamentum $ang merupakan peritoneum membantu men$okong hepar 3i  bawah

 bawah peritoneum peritoneum terdapat terdapat *aringan *aringan ikat ikat padat $ang padat $ang disebut disebut sebagaisebagai kapsulakapsula Glisson

Glisson, $ang meliputi permukaan seluruh organ , bagian paling tebal kapsula, $ang meliputi permukaan seluruh organ , bagian paling tebal kapsula ini terdapat pada porta hepatis, membentuk rangka untuk .abang 0ena porta, ini terdapat pada porta hepatis, membentuk rangka untuk .abang 0ena porta, arteri hepatika, dan saluran empedu Porta hepatis adalah %isura pada hepar  arteri hepatika, dan saluran empedu Porta hepatis adalah %isura pada hepar 

(4)

tem

tempat pat masmasuknukn$a $a 0en0ena a porporta ta dan dan artearteri ri hephepatikatika a sertserta a temtempat pat kelkeluaruarn$n$aa duktus hepati.a (&miruddin, 2'')

duktus hepati.a (&miruddin, 2'')

4ambar 1 &natomi hati 4ambar 1 &natomi hati

Hepar memiliki dua sumber suplai darah, dari saluran .erna dan limpa Hepar memiliki dua sumber suplai darah, dari saluran .erna dan limpa melalui 0ena porta hepatika dan dari aorta melalui arteri hepatika &rteri melalui 0ena porta hepatika dan dari aorta melalui arteri hepatika &rteri hep

hepatikatika a kelkeluar uar dardari i aoraorta ta dan dan memmemberberikaikan n !'# !'# dardarahnahn$a $a kepkepada ada hephepar,ar, darah ini masuk ke hepar membentuk *aringan kapiler dan setelah bertemu darah ini masuk ke hepar membentuk *aringan kapiler dan setelah bertemu den

dengan gan kapkapiler iler 0en0ena a akaakan n kelkeluar uar sebsebagaagai i 0en0ena a hephepati.ati.a a ++eena na hephepatiati.a.a men

mengemgembalbalikaikan n dardarah ah dardari i hephepar ar ke ke 0en0ena a ka0ka0a a in%in%erierioror  ++eena na porporta ta $a$angng terbentuk dari 0ena lienalis dan 0ena mesenterika superior, mengantarkan terbentuk dari 0ena lienalis dan 0ena mesenterika superior, mengantarkan 2'# darahn$a ke hepar, darah ini mempun$ai ke*enuhan oksigen han$a 5' # 2'# darahn$a ke hepar, darah ini mempun$ai ke*enuhan oksigen han$a 5' # sebab beberapa 62 telah diambil oleh limpa dan usus 3arah $ang berasal sebab beberapa 62 telah diambil oleh limpa dan usus 3arah $ang berasal dari 0ena porta bersentuhan erat dengan sel hepar dan setiap lobulus dilewati dari 0ena porta bersentuhan erat dengan sel hepar dan setiap lobulus dilewati oleh sebuah pembuluh sinusoid atau kapiler hepatika Pembuluh darah halus oleh sebuah pembuluh sinusoid atau kapiler hepatika Pembuluh darah halus $ang ber*alan di antara lobulus hepar disebut 0ena interlobular 

$ang ber*alan di antara lobulus hepar disebut 0ena interlobular  +e

+ena porta membawa na porta membawa darah $ang ka$a dengan bahan darah $ang ka$a dengan bahan makanan dari saluranmakanan dari saluran .erna, dan arteri hepatika membawa darah $ang ka$a oksigen dari sistem .erna, dan arteri hepatika membawa darah $ang ka$a oksigen dari sistem arteri &rteri dan 0ena hepatika ini ber.abang men*adi pembuluhpembuluh arteri &rteri dan 0ena hepatika ini ber.abang men*adi pembuluhpembuluh

(5)

$ang lebih ke.il membentuk kapiler di antara selsel hepar $ang membentik  lamina hepatika 7aringan kapiler ini kemudian mengalir ke dalam 0ena ke.il di bagian tengah masingmasing lobulus, $ang men$uplai 0ena hepatika Pembuluhpembuluh ini menbawa darah dari kapiler portal dan darah $ang mengalami deoksigenasi $ang telah dibawa ke hepar oleh arteri hepatika sebagai darah $ang telah deoksigenasi Selain 0ena porta, *uga ditemukan arteriol hepar didalam septum interlobularis &nterior ini men$uplai darah dari arteri ke *aringan *aringan septum diantara lobules $ang berdekatan, dan  ban$ak arterior ke.il mengalir langsung ke sinusoid hepar, paling sering pada

sepertiga *arak ke septum interlobularis

4ambar 2 Pembuluh darah hati

Hepar terdiri berma.amma.am sel Hepatosit meliputi '# sel hepar, sedangkan sisan$a terdiri atas selsel epithelial sistem empedu dalam *umlah $ang bermakna dan selsel non parenkimal $ang termasuk di dalamn$a endothelium, sel  Kuppfer dan sel Stellata $ang berbentuk seperti bintang Hepatosit sendiri dipisahkan oleh sinusoid $ang tersusun melingkari e%eren 0ena hepatika dan du.tus hepatikus Saat darah memasuki hepar melalui arteri hepati.a dan 0ena porta menu*u 0ena sentralis maka akan didapatkan

(6)

 pengurangan oksigen se.ara bertahap Sebagai konsekuensin$a, akan didapatkan 0ariasi penting kerentanan *aringan terhadap kerusakan asinus Membran hepatosit berhadapan langsung dengan sinusoid $ang mempun$ai  ban$ak mikro%ili Mikro%ili *uga tampak pada sisi lain sel $ang membatasi saluran empedu dan merupakan penun*uk tempat permulaan sekresi empedu Permukaan lateral hepatosit memiliki sambungan penghubungan dan desmosom $ang saling bertautan dengan di sebelahn$a (7un8ueira, 1995)

Sinusoid hepar memiliki lapisan endothelial berpori $ang dipisahkan dari hepatosit oleh ruang Disse (ruang perisinusoidal) Selsel lain $ang terdapat dalam dinding sinusoid adalah sel %agositik Kupp%er $ang merupakan bagian  penting dalam sistem retikuloendotelial dan sel Stellata (*uga disebut sel to, liposit atau perisit) $ang memiliki akti0itas mio%ibriblastik $ang dapat membantu pengaturan aliran darah sinusoidal disamping sebagai %aktor   penting dalam perbaikan kerusakan hepar Peningkatan akti0itas selsel

Stellata tampakn$a men*adi %aktor kun.i pembentukan %ibrosis di hepar 

(7un8ueira, 1995)

(7)

• )ii/,/2i Hati

Hepar merupakan kelen*ar terbesar dalam tubuh dan memiliki %ungsi $ang kompleks (4anong, 2''2) Hepar *uga merupakan organ 0enosa $ang mampu beker*a sebagai tempat penampungan darah $ang bermakna di saat 0olume darah berlebihan dan mampu men$uplai darah ekstra di saat kekurangan 0olume darah Selain itu, hepar *uga merupakan suatu kumpulan  besar sel reaktan kimia dengan la*u metabolisme $ang tinggi, saling

memberikan substrat dan energi dari satu sistem metabolisme ke sistem $ang lain, mengolah dan mensintesis berbagai at $ang diangkut ke daerah tubuh lainn$a, dan melakukan berbagai %ungsi metabolisme lain ;ungsi metabolisme $ang dilakukan oleh hepar adalah sebagai berikut (4u$ton  Hall, 2''<)

1 Metabolisme karbohidrat

3alam metabolisme karbohidrat, hepar melakukan %ungsi sebagai  berikut=

• Men$impan glikogen dalam *umlah besar 

• Kon0ersi galaktosa dan %ruktosa men*adi glukosa • 4lukoneogenesis

• Pembentukan ban$ak sen$awa kimia dari produk antara

metabolisme karbohidrat

Hepar terutama penting untuk mempertahankan konsentrasi glukosa darah normal Pen$impanan glikogen memungkinkan hepar mengambil kelebihan glukosa dari darah, men$impann$a, dan kemudian mengembalikann$a kembali ke darah bila konsentrasi glukosa darah rendah ;ungsi ini disebut %ungsi pen$angga glukosa hepar

• Metabolisme lemak 

;ungsi spesi%ik hepar dalam metabolisme lemak antara lain =

• 6ksidasi asam lemak untuk men$uplai energi bagi %ungsi tubuh $ang

lain

• Sintesis kolesterol, %os%olipid, dan sebagian besar lipoprotein • Sintesis lemak dari protein dan karbohidrat

Hepar berperan pada sebagian besar metabolisme lemak Kirakira !'# kolesterol $ang disintesis didalam hepar diubah men*adi garam empedu

(8)

$ang kemudian disekresikan kembali ke dalam empedu, sisan$a diangkut dalam lipoprotein dan dibawa oleh darah ke semua sel *aringan tubuh ;os%olipid *uga disintesis di hepar dan ditranspor dalam lipoprotein Keduan$a digunakan oleh sel untuk membentuk membran, struktur  intrasel, dan berma.amma.am at kimia $ang penting untuk %ungsi sel

• Metabolisme protein

;ungsi hepar $ang paling penting dalam metabolisme protein adalah sebagai berikut =

• 3eaminasi asam amino

• Pembentukan ureum untuk mengeluarkan ammonia dari .airan tubuh,

dikeluarkan lewat urin dan %eses

• Pembentukan protein plasma (protrombin, %ibrinogen, %aktor

 pembekuan +,+,- dan -)

• nterkon0ersi beragam asam amino dan sintesis sen$awa lain dari

asam amino, termasuk mensintesis albumin dan globulin

3iantara %ungsi hepar $ang penting adalah kemampuan hepar untuk  membentuk asam amino tertentu dan *uga membentuk sen$awa kimia lain $ang penting dari asam amino >ntuk itu, mulamula dibentuk asam keto $ang mempun$ai komposisi kimia $ang sama dengan asam amino $ang akan dibentuk Kemudian suatu radikal amino ditrans%er melalui beberapa tahap transaminasi dari asam amino $ang tersedia ke asam keto untuk  menggantikan oksigen keto

• Hepar merupakan tempat pen$impanan 0itamin Hepar mempun$ai

ke.enderungan tertentu untuk men$impan 0itamin dan telah lama diketahui sebagai sumber 0itamin tertentu $ang baik pada pengobatan  pasien +itamin $ang paling ban$ak disimpan dalam hepar adalah 0itamin

&, tetapi se*umlah besar 0itamin 3 dan 0itamin B12 *uga disimpan se.ara

normal

• Hepar men$impan besi dalam bentuk %erritin Sel hepar mengandung

se*umlah besar protein $ang disebut apoferritin, $ang dapat bergabung dengan besi baik dalam *umlah sedikit ataupun ban$ak 6leh karena itu,  bila besi ban$ak tersedia dalam .airan tubuh, maka besi akan berikatan

(9)

dengan apo%erritin membentuk %erritin dan disimpan dalam bentuk ini di dalam sel hepar sampai diperlukan

• Metabolisme steroid, $aitu terkait inakti0asi dan sekresi aldosteron,

glukokortikoid, estrogen, progesterone, dan testosteron

• 3etoksikasi sehingga to?in $ang masuk ke tubuh dapat disekresi lewat

gin*al

Hepar memiliki aliran darah $ang tinggi dan resistensi 0askuler $ang rendah Kirakira 1'"' milimeter darah mengalir dari 0ena porta ke sinusoid hepar setiap menit, dan tambahan :'' mililiter lagi mengalir ke sinusoid dari arteri hepatika dengan total ratarata 1:"' ml@menit 7umlah ini sekitar 25  persen dari sisa *antung Aatarata tekanan di dalam 0ena porta $ang mengalir 

ke dalam hepar adalah sekitar 9 mmHg dan ratarata tekanan di dalam 0ena hepatika $ang mengalir dari hepar ke 0ena .a0a normaln$a hampir tepat ' mmHg Hal ini menun*ukkan bahwa tahanan aliran darah melalui sinusoid hepar normaln$a sangat rendah namun memiliki aliran darah $ang tinggi  Namun, *ika selsel parenkim hepar han.ur, selsel tersebut digantikan oleh  *aringan %ibrosa $ang akhirn$a akan berkontraksi di sekeliling pembuluh darah, sehingga sangat menghambat darah porta melalui hepar Proses ini ter*adi pada sirosis hepatis Sistem porta *uga kadangkadang terhambat oleh suatu gumpalan besar $ang berkembang di dalam 0ena porta atau .abang utaman$a Bila sistem porta tibatiba tersumbat, kembalin$a darah dari usus dan limpa melalui s$stem aliran darah porta hepar ke sirkulasi sistemik  men*adi sangat terhambat, menghasilkan hipertensi portal (4u$ton  Hall, 2''<)

3. D!4inii ir/i hati

Sirosis hepatis adalah %ase lan*ut dari pen$akit hati kronis $ang menggambarkan stadium akhir %ibrosis hepatik $ang berlangsung progresi%, ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regenerati% Sirosis hepatis ditandai oleh proses keradangan di%us menahun

(10)

 pada hati, nekrosis sel hati, usaha regenerasi dan proli%erasi *aringan ikat di%us (%ibrosis) di mana seluruh kerangka hati men*adi rusak disertai dengan  bentukanbentukan regenerasi nodul (Mans*oer, 2''1) Sirosis hepatis merupakan pen$akit kronis pada hepar dengan in%lamasi dan %ibrosis hepar  $ang mengakibatkan distorsi struktur hepar dan hilangn$a sebagian besar  %ungsi hepar Perubahan besar $ang ter*adi karena sirosis adalah kematian sel sel hepar, terbentukn$a selsel %ibrotik  (sel mast), regenerasi sel dan *aringan  parut $ang menggantikan selsel normal Perubahan ini men$ebabkan hepar 

kehilangan %ungsi dan distorsi strukturn$a (Baradero, 3a$rit  Siswadi, 2''!)

5. Eti/,/2i ir/i hati

Hasil penelitian di ndonesia men$ebutkan pen$ebab terban$ak dari sirosis hepatis adalah 0irus hepatitis B (:'<'#), 0irus hepatitis  (:'<'#), dan  pen$ebab $ang tidak diketahui (1'2'#) Selain itu pen$ebab hepatitis adalah

sebagai berikut (Sudo$o, 2''5)=

• Pen$akit in%eksi

Pen$akit in%eksi $ang dapat men$ebabkan sirosis adalah bruselosis, ekinokokus, skistosomiasis, toksoplasmosis, dan hepatitis 0irus (hepatitis B, , 3, sitomegalo0irus)

• Pen$akit keturunan dan metabolik

Pen$akit keturunan dan metabolik $ang dapat men$ebabkan sirosis adalah de%isiensi C1 antitr$psin, sindrom %an.oni, galaktosemia, pen$akit gau.her, pen$akit simpanan glikogen, hemokromatosis, intoleransi %luktosa herediter, dan pen$akit Dilson

• 6bat dan toksin

6bat atau toksin $ang dapat men$ebabkan sirosis adalah alkohol, amiodaron, arseni., obstruksi bilier, pen$akit perlemakan hati non alkoholik, sirosis bilier primer, dan kolangitis sklerosis primer 

• Malnutrisi

Kekurangan asupan nutrisi terutama protein akan men$ebabkan timbuln$a sirosis hati Hal tersebut dikarenakan asupan beberapa asam

(11)

amino seperti metionin $ang ber%ungsi untuk men.egah perlemakan hati dan sirosis hati kurang sehingga men$ebabkan pen.egahan perlemakan hati men*adi tidak optimal

d. K,ai4i6ai ir/i hati

Berdasarkan mor%ologi, Sherlo.k membagi sirosis hepatis atas : *enis, $aitu= (Sutadi, 2'':)

P!13!da K,ai4i6ai 3!rdaar 1/r4/,/2i

Mi6r/n/du,ar Ma6r/n/du,ar 7a1"uran >kuran Nodul E :

mm

F : mm

4abungan (ada $ang  berukuran E : mm dan ada

$ang berukuran F : mm) Se.ara %ungsional, sirosis hepatis terbagi atas (Sutadi, 2'':)=

1 Sirosis Hepatis Kompensata

Sering disebut dengan latent cirrhosis hepar  Pada stadium kompensata ini  belum terlihat ge*alage*ala $ang n$ata Biasan$a stadium ini ditemukan  pada saat pemeriksaan s.reening

2 Sirosis Hepatis 3ekompensata

3ikenal dengan active cirrhosis hepar , dan stadium ini biasan$a ge*ala ge*ala sudah *elas, misaln$a asites, edema dan ikterus

&da tiga *enis sirosis hepatis, $aitu=

• Sirosis /aenne.

Sirosis /aenne. disebabkan oleh alkoholisme kronis Perubahan pertama pada hati $ang ditimbulkan alkohol adalah akumulasi lemak se.ara bertahap di dalam selsel hati (in%iltrasi lemak) dan alkohol menimbulkan e%ek toksik  langsung terhadap hati &kumulasi lemak men.erminkan adan$a se*umlah gangguan metabolik $ang men.akup pembentukan trigliserida se.ara  berlebihan, menurunn$a pengeluaran trigliserida dari hati dan menurunn$a oksidasi asam lemak (Pri.e  Dilson, 2''") Sirosis alkohol memiliki tiga stadium=

1 Perlemakan hati alkoholik 2 Hepatitis alkoholik

(12)

Sirosis /aenne. ditandai dengan lembaranlembaran *aringan ikat $ang tebal terbentuk pada tepian lobulus, membagi parenkim men*adi nodulnodul halus  Nodul ini dapat membesar akibat akti0itas regenerasi sebagai upa$a hati mengganti sel $ang rusak Pada stadium akhir sirosis, hati akan men.iut, keras dan hampir tidak memiliki parenkim normal $ang men$ebabkan ter*adin$a hipertensi portal dan gagal hati Penderita sirosis /aenne. lebih  beresiko menderita karsinoma sel hati primer (hepatoselular) (Pri.e 

Dilson, 2''")

• Sirosis Pas.anekrotik

Sirosis pas.anekrotik ter*adi setelah nekrosis berber.ak pada *aringan hati, sebagai akibat lan*ut dari hepatitis 0irus akut $ang ter*adi sebelumn$a Hepatosit dikelilingi dan dipisahkan oleh *aringan parut dengan kehilangan  ban$ak sel hati dan di selingi dengan parenkim hati normal, biasan$a

mengkerut dan berbentuk tidak teratur dan ban$ak nodul (Pri.e  Dilson, 2''")

• Sirosis biliaris

Pen$ebab tersering sirosis biliaris adalah obstruksi biliaris pas.ahepatik Statis empedu men$ebabkan penumpukan empedu di dalam massa hati dan kerusakan selsel hati Gerbentuk lembarlembar %ibrosa di tepi lobulus, hati membesar, keras, bergranula halus dan berwarna kehi*auan kterus selalu men*adi bagian awal dan utama dari sindrom ini Gerdapat dua *enis sirosis  biliaris= primer (statis .airan empedu pada duktus intrahepatikum dan

gangguan autoimun) dan sekunder (obstruksi duktus empedu di ulu hati) (Pri.e  Dilson, 2''")

!. Tanda 2!0a,a ir/i h!"ati

Stadium awal sirosis hepatis $aitu stadium kompensata, sering tanpa ge*ala sehingga kadang ditemukan pada waktu pasien melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau karena kelainan pen$akit lain sehingga kebetulan memeriksakan %aal hepar Keluhan sub*ekti% baru timbul bila sudah ada kerusakan selsel hati, umumn$a berupa (Konthen, 2''!)=

(13)

• Penurunan na%su makan dan berat badan

• Mual

• Perasaaan perut kembung

• Perasaan mudah lelah dan lemah, kelemahan otot ter*adi akibat kekurangan

 protein dan adan$a .airan dalam otot

• Kegagalan parenkim hati ditandai dengan protein $ang rendah, gangguan

mekanisme pembekuan darah, gangguan keseimbangan hormonal (eritemapalmaris, spider ne0i, ginekomastia, atro%i testis, dan gangguan siklus haid)

• kterus dengan air kemih berwarna seperti teh pekat, ter*adi pada proses

akti% dan sewaktuwaktu dapat *atuh ke koma hepatikum *ika tidak dirawat intensi%

• Hipertensi portal (tekanan sistem portal F 1' mmHg), ditandai

splenomegali, as.ites, dan kolateral Penderita akan dirawat inap karena adan$a pen$ulit seperti perdarahan saluran .erna atas akibat pe.ahn$a 0arises esophagus, asites $ang hebat, serta ikterus $ang dalam

Gabel 22 4e*ala Kegagalan ;ungsi Hepar  Hipertensi Portal K!2a2a,an )un2i H!"ar Hi"!rt!ni P/rta,

 kterus

 Spider nae0i  4inekomastia  Hipoalbumin dan

malnutrisi kalori protein  Bulu ketiak rontok   &s.ites

 ritema Palmaris  Iwhite nail J

 +arises [email protected]  Splenomegali

 Pelebaran 0ena kolateral  &s.ites

 Haemoroid  aput medusa

(14)
(15)

4ambar  Ganda ge*ala sirosis hepatis

4. Pat/4ii/,/2i ir/i h!"ati

Sirosis hepatis dibagi men*adi tiga *enis, $aitu sirosis laenne., sirosis  pas.anekrotik, dan sirosis biliaris Sirosis /aenne. disebabkan oleh konsumsi alkohol kronis, alkohol men$ebabkan akumulasi lemak dalam sel hati dan e%ek  toksik langsung terhadap hati $ang akan menekan akti0asi dehidrogenase dan menghasilkan asetaldehid $ang akan merangsang %ibrosis hepatis dan terbentukn$a *aringan ikat $ang tebal dan nodul $ang beregenerasi Sirosis  pas.anekrotik disebabkan oleh 0irus hepatitis B, , in%eksi dan intoksiti%ikasi at kimia, pada sirosis ini hati mengkerut, berbentuk tidak teratur, terdiri dari nodulus sel hati $ang dipisahkan oleh *aringan parut dan diselingi oleh *aringan hati Sirosis biliaris disebabkan oleh statis .airan empedu pada duktus intrahepatikum, autoimun dan obstruksi duktus empedu di ulu hati 3ari ketiga ma.am sirosis tersebut mengakibatkan distorsi arsitektur sel hati dan kegagalan %ungsi hati

3istorsi arsitektur hati mengakibatkan obstruksi aliran darah portal ke dalam hepar karena darah sukar masuk ke dalam sel hati Sehingga meningkatkan aliran darah balik 0ena portal dan tahanan pada aliran darah portal $ang akan menimbulkan hipertensi portal dan terbentuk pembuluh darah kolateral portal (eso%agus, lambung, rektum, umbilikus) Hipertensi portal meningkatkan tekanan hidrostatik di sirkulasi portal $ang akan mengakibatkan .airan  berpindah dari sirkulasi portal ke ruang peritoneum (asites) Penurunan 0olume darah ke hati menurunkan inakti0asi aldosteron dan &3H sehingga aldosteron

(16)

dan &3H meningkat di dalam serum $ang akan meningkatkan retensi natrium dan air, dapat men$ebabkan edema

Kerusakan %ungsi hati ter*adi penurunan metabolisme bilirubin (hiperbilirubin) menimbulkan ikterus dan *aundi.e Gerganggun$a %ungsi metabolik, penurunan metabolisme glukosa meingkatkan glukosa dalam darah (hiperglikemia), penurunan metabolisme lemak peme.ahan lemak men*adi energi tidak ada sehingga ter*adi keletihan, penurunan sintesis albumin menurunkan tekanan osmotik (timbul edema@asites), penurunan sintesis plasma  protein terganggun$a %aktor pembekuan darah meningkatkan resiko perdarahan,  penurunan kon0ersi ammonia sehingga ureum dalam darah menigkat $ang akan mengakibatkan ense%alopati hepatikum Gerganggun$a metabolik steroid $ang akan menimbulkan eritema palmar, atro%i testis, ginekomastia Penurunan  produksi empedu sehingga lemak tidak dapat diemulsikan dan tidak dapat

diserap usus halus $ang akan meingkatkan peristaltik 3e%isiensi 0itamin menurunkan sintesis 0itamin &,B,B12 dalam hati $ang akan menurunkan  produksi sel darah merah

2. K/1",i6ai ir/i h!"ati

Komplikasi sirosis hepatis adalah sebagai berikut=

• +arises so%agus

Saluran kolateral penting $ang timbul akibat sirosis dan hipertensi portal terdapat pada eso%agus bagian bawah Pirau darah melalui saluran ini ke 0ena ka0a men$ebabkan dilatasi 0ena0ena tersebut (0arises eso%agus) +arises ini ter*adi pada sekitar 5'# penderita sirosis lan*ut Perdarahan ini sering men$ebabkan kematian Perdarahan $ang ter*adi dapat berupa hematemesis (muntah $ang berupa darah merah) dan melena (warna %e.es@kotoran $ang hitam) (Pri.e  Dilson, 2''")

• Peritonitis ba.terial spontan

airan $ang mengandung air dan garam $ang tertahan di dalam rongga abdomen $ang disebut dengan asites $ang merupakan tempat sempurna untuk   pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri Se.ara normal, rongga abdomen

(17)

 *uga mengandung se*umlah .airan ke.il $ang ber%ungsi untuk melawan  bakteri dan in%eksi dengan baik Namun pada pen$akit sirosis hepatis, rongga abdomen tidak mampu lagi untuk melawan in%eksi se.ara normal Maka timbullah in%eksi dari .airan asites oleh satu *enis bakteri tanpa ada bukti in%eksi sekunder intraabdominal Biasan$a pasien tanpa ge*ala, namun dapat timbul demam dan n$eri abdomen (Sudo$o, 2''5)

• Sindrom hepatorenal

Kerusakan hati lan*ut men$ebabkan penurunan per%usi gin*al $ang mengakibatkan penurunan %iltrasi glomerulus Pada sindrom hepatorenal ter*adi gangguan %ungsi gin*al akut berupa oliguria, peningkatan ureum, kreatinin tanpa adan$a kelainan organik gin*al (Sudo$o, 2''5)

• nse%alopati hepatikum

ntoksikasi otak oleh produk peme.ahan metabolisme protein oleh ker*a  bakteri dalam usus Hasil metabolisme ini dapat memintas hati karena terdapat pen$akit pada sel hati NH: diubah men*adi urea oleh hati, $ang merupakan salah satu at $ang bersi%at toksik dan dapat mengganggu metabolisme otak (Pri.e  Dilson, 2''")

Gabel 2 Pembagian stadium ense%alopati hepatikum

Stadiu1 Mani4!tai K,ini

' Kesadaran normal, han$a sedikit ada penurunan da$a ingat, konsentrasi, %ungsi intelektual, dan koordinasi

1 4angguan pola tidur  

2 /etargi

: Somnolen, disorientasi waktu dan tempat, amnesia

< Koma, dengan atau tanpa respon terhadap rangsang n$eri

• Karsinoma hepatoselular

Gumor hati primer $ang berasal dari *aringan hati itu sendiri Sirosis hati merupakan salah satu %aktor resiko ter*adin$a karsinoma hepatoselular 4e*ala $ang ditemui adalah rasa lemah, tidak na%su makan, berat badan menurun drastis, demam, perut terasa penuh, ada massa dan n$eri di kuadran kanan atas abdomen, asites, edema ekstremitas, *aundi.e, urin berwarna seperti teh dan melena (Di*a$akusuma, 2''!)

(18)

h. P!1!ri6aan "!nun0an2 ir/i h!"ati

Pemeriksaan laboratorium $ang bisa didapatkan dari penderita sirosis hepatis antara lain (Setiawan, 2''5)=

a S46G (serum glutamil oksalo asetat) atau &SG (aspartat aminotrans%erase) dan S4PG (serum glutamil piru0at trans%erase) atau &/G (alanin aminotrans%erase) meningkat tapi tidak begitu tinggi &SG lebih meningkat dibanding &/G Namun, bila enim ini normal, tidak mengen$ampingkan adan$a sirosis hepatis

 b &lkali %os%atase (&/P), meningkat kurang dari 2: kali batas normal atas Konsentrasi $ang tinggi bisa ditemukan pada pasien kolangitis sklerosis  primer dan sirosis bilier primer

. 4amma 4lutamil Granspeptidase (44G), meningkat sama dengan &/P  Namun, pada pen$akit hati alkoholik kronik, konsentrasin$a meninggi karena al.ohol dapat menginduksi mikrosomal hepati. dan men$ebabkan  bo.orn$a 44G dari hepatosit

d Bilirubin, konsentrasin$a bisa normal pada sirosis kompensata dan meningkat pada sirosis $ang lebih lan*ut (dekompensata)

e 4lobulin, konsentrasin$a meningkat akibat sekunder dari pintasan, antigen  bakteri dari sistem porta masuk ke *aringan lim%oid $ang selan*utn$a

menginduksi immunoglobulin

% Daktu protrombin meman*ang karena dis%ungsi sintesis %a.tor koagulan akibat sirosis

g Na serum menurun, terutama pada sirosis dengan asites, dikaitkan dengan ketidakmampuan ekskresi air bebas

h Pansitopenia dapat ter*adi akibat splenomegali kongesti% berkaitan dengan hipertensi porta sehingga ter*adi hipersplenisme

Selain itu, pemeriksaan radiologis $ang bisa dilakukan, $aitu =

a  Barium meal , untuk melihat 0arises sebagai kon%irmasi adan$a hipertensi  porta

 b >S4 abdomen untuk menilai ukuran hati, sudut, permukaan, serta untuk  melihat adan$a asites, splenomegali, thrombosis 0ena porta, pelebaran 0ena  porta, dan sebagai skrinning untuk adan$a karsinoma hati pada pasien sirosis 4ambaran >S4 tergantung pada tingkat berat ringann$a pen$akit

(19)

Pada tingkat permulaan sirosis akan tampak hati membesar, permulaan irregular, tepi hati tumpul Pada %ase lan*ut terlihat perubahan gambar >S4, $aitu tampak penebalan permukaan hati $ang irregular Sebagian hati tampak membesar dan sebagian lagi dalam batas nomal

. Peritoneoskopi (laparoskopi)

Se.ara laparoskopi akan tampak *elas kelainan hati Pada sirosis hati akan  *elas kelihatan permukaan $ang berben*olben*ol berbentuk nodul $ang  besar atau ke.il dan terdapatn$a gambaran %ibrosis hati, tepi biasan$a

tumpul Seringkali didapatkan pembesaran limpa

Gabel : 3iagnosis Sirosis Hepatis

P!1!ri6aan Hai, yan2 1un26in dida"at 1 &namnesis /esu, BB turun, anoreksiadispepsia,

n$eri perut, sebah, ikterus (B&K .oklat dan mata kuning), perdarahan gusi,  perut membun.it, libido menurun, konsumsi alkohol, riwa$at kesehatan $ang lalu (sakit kuning, dll), riwa$at muntah darah dan %eses kehitaman 2 Pemeriksaan ;isik  Keadaan umum  nutrisi

 Ganda gagal %ungsi hati  Ganda hipertensi portal : Pemeriksaan /aboratorium

 3arah Gepi

 Kimia 3arah

 Serologi

&nemia, leukopenia, trombositopenia, PPG

Bilirubin, transaminase (hasil  ber0ariasi), alkaline %os%atase, albumin globulin, elektro%oresis protein serum, elektrolit (K, Na, dll) bila ada as.ites

 HBs&g dan anti H+  C ;P

(20)

" >S4@G s.an >kuran hati, kondisi 0 Porta, splenomegali, as.ites,dll

 /aparoskopi 4ambaran makroskopik 0isualisasi langsung hepar 

5 Biopsi hati 3ilakukan bila koagulasi

memungkinkan dan diagnosis masih  belum pasti

i. P!nata,a6anaan ir/i h!"ati

tiologi sirosis mempengaruhi penanganan sirosis Gerapi ditu*ukan untuk  mengurangi progresi%itas pen$akit, menghindarkan bahanbahan $ang bisa menambah kerusakan hati, serta pen.egahan dan penanganan komplikasi Gatalaksana pasien sirosis $ang masih kompensata ditu*ukan untk mengurangi  progresi kerusakan hati Bila tidak terdapat koma hepatikum, berikan diet $ang mengandung protein 1gr@kgBB dan kalori seban$ak 2''':''' kkal@hari (Nurd*anah, 2'')

1 Penatalaksanaan Sirosis Kompensata

Bertu*uan untuk mengurangi progresi kerusakan hati, meliputi =

• Menghentikan penggunaan alkohol dan bahan atau obat $ang

hepatotoksik 

• Pemberian asetamino%en, kolkisin, dan obat herbal $ang dapat

menghambat kolagenik 

• Pada hepatitis autoimun, bisa diberikan steroid atau imunosupresi% • Pada hemokromatosis, dilakukan %lebotomi setiap minggu sampai

konsentrasi besi men*adi normal dan diulang sesuai kebutuhan

• Pada pen$akit hati non alkoholik, menurunkan berat badan akan

men.egah ter*adin$a sirosis

• Pada hepatitis B, inter%eron al%a dan lami0udin merupakan terapi

utama /ami0udin diberikan 1'' mg se.ara oral setiap hari selama satu tahun nter%eron al%a diberikan se.ara suntikan subkutan :M>, :?1 minggu selama < bulan

(21)

• Pada hepatitis  kronik, kombinasi inter%eron dengan riba0irin

merupakan terapi standar nter%eron diberikan se.ara subkutan dengann dosis " M>, :?1 minggu, dan dikombinasi riba0irin !'' 1''' mg@hari selama  bulan

3iberikan anti%ibrotik, dalam hal ini lebih mengarah untuk keradangan dan tidak terhadap %ibrosis 3iberikan nter%eron untuk mengurangi akti0itas sel stelata, kolkisin untuk antiradang dan .egah pembentukan kolagen, metotreksat, 0itamin &, dan obatobatan sedang dalam penelitian

2 Penatalaksanaan Sirosis 3ekompensata

&sites

 Girah baring

 3iet rendah garam = seban$ak ",2 gram atau 9' mmol@hari

 3iureti. = spiroolakton 1''2'' mg@hari Aespon diureti. bisa dimonitor dengan penurunan BB '," kg@hari (tanpa edem kaki) atau 1,' kg@hari (dengan edema kaki) Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat, dapat dikombinasi dengan %urosemide 2'<' mg@hari (dosis ma?1' mg@hari)

 Parasentesis dilakukan bila asites sangat besar (< liter), diikuti dengan pemberian albumin

Peritonitis Bakterial Spontan (PBS)9

3iberikan antibiotik golongan .ephalosporin generasi  seperti .e%ota?ime se.ara parenteral (2 ? 2 gr@hari) selama lima hari@e0aluasi .airan as.ites ulang Pengobatan selan*utn$a berdasar hasil kultur dan tes kepekaan antibiotik .airan as.ites 6bat pilihan $ang sering dipakai=

 e%tria?one

 Kombinasi amoksisilinas Kla0ulamat  ipro%lo?a.in

Sedangkan untuk pro%ilaksis terhadap PBS ulang (terutama *ika albumin E 1g@dl)=

(22)

 ipro%lo?a.in 5"' mg@1?@minggu  otrimo?aole 2?2 gr@" hari@minggu

+arises so%agus

 Sebelum dan sesudah berdarah, bisa diberikan obat pen$ekat beta (propanolol)

 Daktu perdarahan akut, bisa diberikan preparat somatostatin, diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi

nse%alopati Hepatik 

 /aktulosa untuk mengeluarkan ammonia

  Neomisin, untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia

 3iet rendah protein '," gr@kgBB@hari, terutama diberikan $ang ka$a asam amino rantai .abang

Sindrom Hepatorenal

Sampai saat ini belum ada pengobatan $ang e%ekti% untuk SHA 6leh karena itu, pen.egahan ter*adin$a SHA harus mendapat perhatian utama  berupa hindari pemakaian diureti. agresi%, parasentesis asites, dan

restriksi .airan $ang berlebihan

Pada sirosis hepatis $ang berat dapat dilakukan transplantasi hepar   0. Pr/2n/i

Prognosis sirosis hepatis sangat ber0ariasi dipengaruhi oleh se*umlah %aktor, meliputi etiologi, beratn$a kerusakan hepar, komplikasi, dan pen$akit lain $ang men$ertai sirosis Klasi%ikasi hildPugh *uga untuk menilai  prognosis pasien sirosis $ang akan men*alani operasi, 0ariabeln$a meliputi konsentrasi bilirubin, albumin, ada tidakn$a asites, ense%alopati, dan status nutrisi Klasi%ikasi hildPugh berkaitan dengan kelangsungan hidup &ngka kelangsungan hidup selama satu tahun untuk pasien dengan hild &, B, dan   berturutturut 1''#, !'#, dan <"# (Nurd*anah, 2'')

(23)
(24)

%. Auhan K!"!rawatan a. P!n26a0ian )/6u

• Ana1n!a

a 3ata demogra%i

3apat dilakukan pengka*ian nama, umur, *enis kelamin, agama,  pendidikan, alamat, peker*aan, dan status perkawinan

 b Keluhan utama

Pada umumn$a pada klien sirosis hepatis, klien mengatakan n$eri  pada perut, ter*adi pembesaran hati, perut bengkak, ter*adi pendarahan  pada ikterus, berat badan menurun se*ak sebulan terakhir, dan tidak 

mampu berakti0itas . Aiwa$at pen$akit dahulu

Pada umumn$a klien sirosis memiliki riwa$at pen$akit $ang dapat mengganggu %ungsi hati seperti hepatitis (&,B,, dan 3), bruselosis, ekinokokus, skistosomiasis, dan toksoplasmosis

d Aiwa$at pen$akit keluarga

>mumn$a dapat ditemukan keluarga $ang mengalami pen$akit gau.her, pen$akit simpanan glikogen, hemokromatosis, intoleransi %luktosa herediter, dan pen$akit Dilson

e Aiwa$at konsumsi obatobatan

3apat ditemukan konsumsi at hepatotoksik $aitu alkohol, amiodaron, dan arseni.

• P!1!ri6aan )ii6 

Pada pemeriksaan %isik dapat ditemukan tanda ge*ala sebagai berikut=

a &kti0itas = rasa .epat lelah, kelemahan, kehabisan tenaga karena asupan makanan kurang dan *uga ketidakseimbangan elektrolit tubuh, letargi,  penurunan masa otot@tonus

 b Sirkulasi = riwa$at gagal gin*al kronik, H;, distensi 0ena abdomen, hipertensi@hipotensi, disritmia *antung

(25)

. liminasi = %latus, melena (%eses berwarna hitam), urin pekat berwarna seperti teh, oliguria akibat retensi natrium dan air, distensi abdomen,  penurunan@tidak ada bising usus

d Nutrisi = anoreksia, mual, muntah, berat badan menurun, asupan alkohol, malnutrisi

e airan dan elektrolit = de%isit 0olume .airan, muntah, perdarahan, kulit kering, turgor kulit buruk, kelebihan 0olume .airan akibat retensi natrium dan air (asites dan edema)

% Neurosensori = sadar, gelisah, disorientasi, letargi, stupor, koma, perubahan mental, berbi.ara perlahan

g Ken$amanan = rasa kurang enak pada abdomen, gatalgatal pada seluruh tubuh (pruritus), rasa n$eri pada daerah hepar, ikterik, n$eri tekan pada daerah hepar (kuadran kanan atas) atau pembesaran hepar, dilatasi 0ena 0ena periumbilikus (kaput medusae)

h Perna%asan = dispnea, takipnea, bun$i na%as tambahan, ekspansi paru terbatas karena asites

i Keamanan = pruritus, deman, *aundi.e, ekimosis, peteki, spider angioma,  palmar eritema

 * Seksualitas = gangguan menstruasi, atro%i testis, ginekomastia, hilangn$a rambut dada dan aksila pada lakilaki, impotensi, in%ertil

k Pen$uluhan@pembela*aran = riwa$at kontak dengan at toksik, pa*anan dengan obatobatan $ang berpotensial men$ebabkan hepatoksik, kebiasaan mengkonsumsi alkohol, pola sekarang dan masa lampau (durasi dan  *umlah

Selain itu dapat mun.ul tandatanda $ang dapat dtemukan pada saat dilakukan  pemeriksaan $aitu seperti pada gambar

(26)

4ambar 5 Ganda ge*ala sirosis hepatis

• P!1!ri6aan P!nun0an2

Pemeriksaan laboratorium $ang bisa didapatkan dari penderita sirosis hepatis antara lain =

a S46G (serum glutamil oksalo asetat) atau &SG (aspartat aminotrans%erase) dan S4PG (serum glutamil piru0at trans%erase) atau &/G (alanin aminotrans%erase) meningkat tapi tidak begitu tinggi &SG lebih meningkat dibanding &/G Namun, bila enim ini normal, tidak mengen$ampingkan adan$a sirosis hepatis

 b &lkali %os%atase (&/P), meningkat kurang dari 2: kali batas normal atas Konsentrasi $ang tinggi bisa ditemukan pada pasien kolangitis sklerosis  primer dan sirosis bilier primer

(27)

. 4amma 4lutamil Granspeptidase (44G), meningkat sama dengan &/P  Namun, pada pen$akit hati alkoholik kronik, konsentrasin$a meninggi karena al.ohol dapat menginduksi mikrosomal hepati. dan men$ebabkan  bo.orn$a 44G dari hepatosit

d Bilirubin, konsentrasin$a bisa normal pada sirosis kompensata dan meningkat pada sirosis $ang lebih lan*ut (dekompensata)

e 4lobulin, konsentrasin$a meningkat akibat sekunder dari pintasan, antigen  bakteri dari sistem porta masuk ke *aringan lim%oid $ang selan*utn$a

menginduksi immunoglobulin

% Daktu protrombin meman*ang karena dis%ungsi sintesis %a.tor koagulan akibat sirosis

g Na serum menurun, terutama pada sirosis dengan asites, dikaitkan dengan ketidakmampuan ekskresi air bebas

h Pansitopenia dapat ter*adi akibat splenomegali kongesti% berkaitan dengan hipertensi porta sehingga ter*adi hipersplenisme

Selain itu, pemeriksaan radiologis $ang bisa dilakukan, $aitu =

a  Barium meal , untuk melihat 0arises sebagai kon%irmasi adan$a hipertensi  porta

 b >S4 abdomen untuk menilai ukuran hati, sudut, permukaan, serta untuk  melihat adan$a asites, splenomegali, thrombosis 0ena porta, pelebaran 0ena  porta, dan sebagai skrinning untuk adan$a karsinoma hati pada pasien sirosis 4ambaran >S4 tergantung pada tingkat berat ringann$a pen$akit Pada tingkat permulaan sirosis akan tampak hati membesar, permulaan irregular, tepi hati tumpul Pada %ase lan*ut terlihat perubahan gambar >S4, $aitu tampak penebalan permukaan hati $ang irregular Sebagian hati tampak membesar dan sebagian lagi dalam batas nomal

. Peritoneoskopi (laparoskopi)

Se.ara laparoskopi akan tampak *elas kelainan hati Pada sirosis hati akan  *elas kelihatan permukaan $ang berben*olben*ol berbentuk nodul $ang  besar atau ke.il dan terdapatn$a gambaran %ibrosis hati, tepi biasan$a

tumpul Seringkali didapatkan pembesaran limpa d Pemeriksaan airan &sites

(28)

3ilakukan dengan pungsi asites Melalui pungsi asites dapat di*umpai tanda tanda in%eksi (peritonitis bakterial spontan), sel tumor, perdarahan dan eksudat Pemeriksaan $ang dilakukan terhadap .airan pungsi antara lain  pemeriksaan mikroskopis kultur .airan, dan pemeriksaan kadar protein,

amilase dan lipase

Selain itu *uga dapat ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut

P!1!ri6aan Hai, P!1!ri6aan

Biopsi hati Billirubin serum Bilirubin terkon*ugasi Bilirubin tak terkon*ugasi >robilinogen urin >robilinogen %ekal &lbumin serum

4lobulin (g & dan g 4)  Natrium serum S46G dan S4PG &lkali %os%atase 44G (4ammaglutamil transpeptidase)

 Nitrogen urea darah (B>N)

Kadar ammonia darah 3arah lengkap Masa protombin@ PG &PPG so%agoskopi >ltrasonogra%i (>S4)

Mendeteksi in%iltrat, %ibrosis kerusakan *aringan hati Meningkat karena gangguan seluler etidakmampuan hati mengkon*ugasi atau obstruksi billier

Meningkat pada pen$akit hepatoselular dan obstruksi  bilier

Meningkat pada pen$akit hepatoselular dan emolisis eritrosit

Menurun pada obstruksi bilier dan meningkat pada  pen$akit hepatoselular

Gidak ada sterkobilin pada obstruksi bilier dan meningkat pada hemolisis eritrosit

Menurun karena penurunan sintesis Meningkat, peningkatan sintesis

Menurun, ketidakmampuan ekskresi air bebas pada asites

Meningkat karena kerusakan seluler dan mengeluarkan enim

Meningkat karena penurunan ekskresi

Meningkat pada pen$akit hati alkoholik kronik Menurun pada pen$akit hepatoselular berat dengan obstruksi sirkulasi portal

Meningkat pada pen$akit hepatoselular berat dengan obstruksi sirkulasi portal

Hb@Ht dan S3M mungkin menurun karena perdarahan, kerusakan S3M dan anemia terlihat dengan hipersplenisme dan de%esiensi besi, leukopenia mungkin ada sebagai akibat hipersplenisme

Meman*ang (penurunan sintesis protombin) 3apat menun*ukan 0arises eso%agus

Memeriksa sudut hati, permukaan hati, ukuran, homogenitas adan$a massa 3apat melihat asites,

(29)

&ngiogra%i

0enaporta serta skrining adan$a karsinoma hati

>ntuk melihat sirkulasi portal, mendeteksi tumor@kista

3. Dia2n/a K!"!rawatan

3iagnosa keperawatan $ang mungkin mun.ul adalah sebagai berikut

1 Kelebihan 0olume .airan berhubungan dengan terganggun$a mekanisme  pengaturan (penurunan plasma protein)

2 Pola na%as tidak e%ekti% berhubungan dengan menurunn$a ekspansi paru akibat asites, distensi abdomen serta adan$a .airan dalam rongga toraks

: Ketidakseimbangan nutrisi= kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan inade8uate diet ketidakmampuan men$erap nutrisi ketidakmampuan men.erna makanan %aktor psikologis

< Aisiko ter*adin$a perdarahan berhubungan dengan gangguan %ungsi hati (sirosis, hepatitis) dan adan$a perubahan %aktor pembekuan darah (penurunan  produksi prothrombin %ibrinogen trombosit, gangguan metabolisme 0itamin

K dan pelepasan tromboplastin)

" Perubahan proses berpikir berhubungan dengan kemunduran %ungsi hati dan  peningkatan kadar ammonia

 Aisiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan PN>MP>K&N garam empedu di bawah kulit

5 4angguan .itra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan tubuh akibat pen$akit $ang dialami

! Kurang pengetahuan berhubungan dengan kondisi pen$akit $ang dialami 9 &nsietas berhubungan dengan respon %isiologis terhadap pen$akit

(30)

5. Int!r8!ni K!"!rawatan

N/ Dia2n/a Tu0uan Krit!ria hai, Int!r8!ni Rai/na,

1 Kelebihan 0olume .airan  berhubungan dengan terganggun$a mekanisme  pengaturan (penurunan  plasma protein) +olume .airan tubuh klien akan seimbang dalam 2 ? 2<  *am setelah  perawatan dan terapi diberikan Keseimbangan .airan ndikator=

1 &sites tidak ada 2 dema peri%er  tidak ada : 3istensi  pembuluh darah leher   tidak ada Mana*emen .airan

1 Pantau tandatanda 0ital klien

2 Pantau hasil laboratorium $ang rele0an dengan retensi

.airan (penurunan

hemtokrit, peningkatan osmolalitas urin)

: Ka*i lokasi dan keberadaan edema

< atat pemberian diuretik  sesuai resep

" Pertahankan pen.atatan intake dan output se.ara akurat

 Batasi intake .airan

5 Kolaborasikan dengan tim media lain *ika tanda dan ge*ala dari kelebihan 0olume .airan menetap atau  bertambah buruk 

1 memantau GG+ untuk mengetahui adan$a perubahan $ang abnormal akibat retensi .airan pada klien 2 memantau status hemodinamika

untuk mengidenti%ikasi kondisi klien

: hasil laboratorium dipantau guna mengetahui adan$a nilai abnormal  beserta kemungkinan komplikasi

$ang akan timbul

< mengka*i edema untuk mengetahui  per*alanan dan karakteristik   pen$akit

" diuretik digunakan untuk  mengeluarkan .airan $ang  berlebihan dalam tubuh

 intake dan output dipantau untuk  mengetahui keseimbangan .airan tubuh klien

5 pembatasan intake .airan untuk  mengatasi asites

(31)

kondisi klien memburuk akibat retensi .airan

2 Ketidakseimbangan nutrisi= kurang dari

kebutuhan tubuh  berhubungan dengan inade8uate diet ketidakmampuan men$erap nutrisi ketidakmampuan men.erna makanan %aktor psikologis ntake nutrisi klien akan seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh klien dalam : ? 2<  *am setelah  perawatan Status nutrisi= intake at nutrisi ndikator= 1 asupan kalori adekuat 2 asupan protein adekuat : asupan karbohidrat adekuat < asupan mineral dan 0itamin adekuat Gerapi nutrisi

1 Ka*i status nutrisi klien se.ara lengkap

2 Hitung kebutuhan kalori harian

: &n*urkan klien untuk  mengonsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi  protein

< Beri klien dan keluarga .ontoh diet tertulis $ang sesuai dengan kondisi klien " Bantu klien memilih

makanan $ang halus dan lunak 

 Pantaukesesuaian diet dengan kebutuhan nutrisi harian klien

5 Kolaborasikan dengan ahli gii terkait *umlah kalori dan tipe at gii (nutrient) sesuai dengan kebutuhan

1 Status nutrisi dipantau guna mengetahui keseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi klien

2 Mengetahui apakah nutrisi dapat diserap se.ara adekuat atau tidak  dan apakah kebutuhan kalori klien terpenuhi

: 3iet GKGP penting untuk   memulihkan kondisi klien

< Pemasangan N4G *ika pemberian nutrisi enteral tidak dapat dilakukan

" ontoh diet dapat membantu keluarga memilih makanan $ang tepat bagi klien

 Makanan halus dan lunak untuk  menghindari perlukaan pada saluran pen.ernaan

5 Kesesuaian diet sangat penting untuk men*amin keberhasil terapi

(32)

klien nutrisi pada klien

! Kolaborasi digunakan untuk  memilih tipe makanan $ang sesuai dengan kebutuhan klien

: Pola na%as tidak e%ekti%   berhubungan dengan

asites dan restriksi  pengembangan toraks akibat asites, distensi abdomen serta adan$a .airan dalam rongga toraks Pola na%as men*adi e%ekti%  setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 ? 2<  *am  N6=  Respirator  status ndikator= 1 ;rekuensi  perna%asan dalam rentang normal 2 Kedalaman  perna%asan dalam rentang normal  N= !irwa "anagement  1 Ka*i %ungsi pernapasan,

.atat ke.epatan pernapasan, dispnea, sianosis dan  perubahan tanda 0ital 2 Ka*i pengembangan dada

dan posisi trakea : &uskultasi bun$i napas < denti%ikasi etiologi@%aktor 

 pen.etus (kolaps spontan, trauma, keganasan, in%eksi, komplikasi 0entilasi mekanik)

" Pertahankan posisi n$aman

(biasan$a dengan

meninggikan kepala tempat tidur)

 Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi

1 3istres pernapasan dan  perubahan tanda 0ital dapat ter*adi sebagai akibat stres %isiologi atau dapat menun*ukkan ter*adin$a s$ok  akibat hipoksia

2 kspansi paru menurun pada area kolaps 3e0iasi trakea ke arah sisi $ang sehat pada tension  pneumothora?

: Bun$i napas dapat menurun@tak  ada pada area kolaps

< Pemahaman pen$ebab kolaps  paru penting untuk memilih

tindakan terapeutik lainn$a " Meningkatkan inspirasi minimal,

meningkatkan ekspansi paru dan 0entilasi pada sisi $ang sehat  Pemberian obat untuk  

mengurangi mengurangi keluhan klien

(33)

< Aisiko ter*adin$a  perdarahan berhubungan dengan gangguan %ungsi hati (sirosis, hepatitis) kelainan gastrointestinal (polip, tukak lambung, 0arises) perubahan %aktor pembekuan darah (penurunan produksi  prothrombin %ibrinogen gangguan metabolism 0itamin K dan pelepasan tromboplastin) Perdarahan  pada klien dapat dihindari Keparahan kehilangan darah ndikator= 1 kehilangan darah se.ara n$ata tidak ada 2 hematemesis tidak ada : kulit dan membran mukosa tampak   pu.at tidak ada < keluar darah dari

anus atau melena tidak ada

Pen.egahan perdarahan 1 Pantau GG+ klien

2 Pantau tingkat risiko ter*adin$a perdarahan pada klien

: atat hemoglobin dan hematokrit klien se.ara rutin < /indungi klien dari trauma

$ang men$ebabkan

 perdarahan seperti kondisi konstipasi

" &n*urkan klien untuk  meningkatkan asupan makanan ka$a 0itamin K   Kolaborasi dengan tim

medis lain terkait pemberian obat sesuai indikasi

1 memantau GG+ untuk   mengetahui adan$a perubahan $ang abnormalakibat retensi .airan pada klien

2 untuk men.egah ter*adin$a  perdarahan akibat sebab tertentu : untuk mengetahui adan$a de%isit

hemoglobin akibat perdarahan < melindungi klien dari trauma

agar perdarahan dapat di.egah " status koagulasi dipantau untuk 

mengetahui adan$a abnormalitas dalam darah klien

 men.egah ter*adin$a perdarahan hemoroid

5 0itamin K berguna dalam proses  pembekuan darah

! pemberian obat dilakukan untuk  men.egah komplikasi akibat  perdarahan maupun untuk 

(34)
(35)

d. Di5har2! P,annin2

Perawat memberikan edukasi kepada pasien sirosis hepatis, sebagai berikut (HS, 2'12)=

 Mengan*urkan pasien makan makanan rendah garam dan rendah lemak,  6lahraga se.ara teratur,

 Menghindari atau berhenti mengkonsumsi alkohol,

 Minum obat se.ara teratur sesuai dengan resep $ang diberikan,

 Menghindari 0alsa0a maneu0er seperti menge*an dan mengangkat barang  berat,

 Menggunakan sikat gigi $ang halus untuk men.egah perdarahan gusi,  Men.iptakan lingkungan $ang aman di rumah,

 Memberikan in%ormasi terkait kondisi $ang mengharuskan pasien dibawa ke pela$anan kesehatan, $aitu muntah darah, urin sedikit, gangguan  berpikir, B&B hitam, peningkatan berat badan lebih dari 2," kg, penurunan  berat badan $ang tidak disenga*a lebih dari " kg

Referensi

Dokumen terkait

Cangkang berwarna coklat muda dengan manik-manik yang berurrarna lebih gelap' Hidup pada substrat pasir berlumpur dan permukaan karang, sehingga termasuk

Lebih lanjut, Anoraga (2002: 232), Kemitraan merupakan suatu bentuk jalinan kerjasama dari dua atau lebih pelaku usaha yang saling menguntungkan. Terjadinya kemitraan adalah bila

Diah

Segala Puji Syukur yang tidak ada hentinya penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat, bimbingan dan penyertaanNya yang selalu baru setiap pagi, sampai pada

Hasil dari penelitian ini secara bivariat maupun multivariat memperlihatkan bahwa usia, riwayat ASI, paparan rokok dan kepadatan rumah tidak merupakan faktor risiko dari

• Analyst/ Assistant analyst, Assistant officer/ Junior officer Bertugas mengurus administrasi SDM.. • Assistant analyst/

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas X MIA SMAN 1 Margahayu setelah diterapkan

Tujuan pembelajaran PAI di SMPLB-B Wantu Wirawan sesuai yang dipaparkan Hasbi Ash-Shidiqi tentang lapangan pembelajaran PAI, diantaranya: 1) tarbiyah jismiyyah ,