• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas Berdirinya PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas Berdirinya PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah Ringkas Berdirinya PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk. PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk, yang berkantor pusat di Jalan JendralAhmad Yani No.2 Medan, Sumatera Utara pada mulanya adalah salah satu anakperusahaan Horrison & Crosfield, London yang beroperasi di Medan.

Sejalan dengan perkembangan sejarah bangsa Indonesia, baik masa penjajahan Belanda, Jepang sampai pada masa kemerdekaan dan masa pembangunan saat ini, perusahaan di Indonesia khususnya di kawasan Sumatra Utara yang dikenal dengan daerah perkebunan yang banyak mengalami perkembangan. Berbagai perusahaan perkebunan mengalami kesempatan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerah Sumatra Utara ini.

Kesempatan ini diambil oleh Horrison & Crossfield Ltd, yang berdiri sejak tahun1884 di London dan beroperasi di Indonesia pada tahun 1906. Pada mulanya perusahaan ini bekas hak Concessie berdasarkan perjanjian antara

Zelfbestuur Deli dengan beberapa perusahaan Rubber Company Ltd, yang

disahkan resident SumateraTimur. Dalam rangka Konfersi Undang- Undang pokok Agraria Tanggal 1 Maret1962 N0. Ka. 13/7/1.

Pada tahun 1962 perusahaan ini memperluas bidang usahanya denganmengadakan penggabungan diantara perusahaan perkebunan Inggris yang memiliki beberapa kebun di Sumatera Utara. Dengan adanya penggabungan ini di bentuklah PT.PP. London Sumatera Indonesia Tbk.

(2)

PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, didirikan dengan akte pendirian No. 93 tanggal 18 Desember 1962 dihadapkan notaris Raden Kardiman di Jakarta, dan naskah No. 20 tanggal 9 September 1963 yang dibuat dihadapkan notaris yang sama.Kemudian timbul pergolakan akibat adanya perubahan situasi antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Inggris. Pemerintah Indonesia berniat mengambil alihpengurusan perusahaan dan menyerahkannya kepada bangsa Indonesia. Pengambilan alih ini segera dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 1964 yang pengurusannya berada dalam penguasaan dan pengawasan dari suatu badan pemerintah dengan nama Badan Pengawasan Perkebunan Asing Republik Indonesia (BPPARI) dan perkebunan ini diganti namanya menjadi PT. PP. Dwikora I & II.

Kemudian berdasarkan ketetapan Presiden No.6 tahun 1967, diadakanlah suatu perjanjian antara pemerintah Republik Indonesia dengan Horrison

&Crossfield Ltddan anak perusahaanya. Persetujuan perjanjian ini berlaku mulai

tanggal 20 Maret1968.

Maksud dan tujuan dari persetujuan ini adalah:

a. Pengembangan hak milik penguasaan dari pemerintah Republik Indonesia kepada Horrison & Crossfield Ltd. Terhadap perkebunan yang pernah dikelolanya.

b. Melakukan kerja sama untuk kepentingan bersama dalam hal perkebunan karet dan kelapa sawit dan proyek-proyek pangan yang mungkin dilaksanakan oleh perusahaan.

(3)

d. Intruksi Presiden cabinet No. 28/U/1996 tertanggal 12 Desember 1996 dan semua pengaturan lain yang berkaitan dengan pengemnbalian perusahaan -perusahaan asing di Indonesia

e. Undang- undang No.1 tahun 1967 mengenai penanaman modal asing dan semua peraturan lain mengenai penanaman modal asing Indonesia. Dengan adanya perjanjian ini maka kepemilikan dan penguasan perusahaan tersebut oleh pemerintah Republik Indonesia dikembalikan kepada pemiliknya semula yaitu Horrison & Crossfield Ltd pada tanggal 1 April 1968 dan diganti kembali namanya menjadi PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, melakukan semua jenis tanaman. Pada tanggal 21 November 1991, PT.PP.London Sumatra Indonesia Tbk, melakukan marger dengan beberapa perusahan dibawah ini:

1. PT. Nagodang Plantation Company 2. PT. Seibulan Platation Company

3. PT. Perusahaan Perkebunan bajue Kidoel. 4. PT. Perusahaan Perkebunan Sulewesi

Keempat perusahan ini menggabungkan namanya menjadi PT.PP. LondonSumatra Indonesia Tbk, status PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk adalah perusahaan penanaman Modal Asing (PMA) berdasarkan surat Ketua Badan Penanaman Modal Tanggal 12 November 1991 No.794/III/PMA/1991.Pada tanggal 27 juli 1994, kepemilikan saham PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, adalah Pan London Sumatra Platation dengan komposisi sebesar47,23% Commerzbank (SEA) Ltd. Singapura sebesar 5,83% dan

(4)

sisanya sebaesar 46,94% dimilikki oleh masyarakat. Sejak tahun 1996, perusahaan ini menjadi perusahaan yang Go Public.Dengan demikian PT.PP.London Sumatra Indonesia, Tbk telah dituntut untuk menjalankan aktifitasnya secara lebih professional lagi.

B. Jenis Usaha / Kegiatan

PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk. adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan mengolah hasil produksi dari bahan mentah menjadi bahan baku. Ruang lingkup kegiatan perusahaan ini meliputi penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan dan penjualan hasil produksi. Perusahaan ini mempunyai perkebunan terbesar diwilayah Republik Indonesia yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

Setiap Estate dikepalai oleh General Manager (GM). Adapun Estate milik PT. PP.London Sumatera Indonesia, Tbk antara lain:

(5)

Tabel 2.1

Estate Milik PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk.

Nama Estate Nama Estate

GM-Serdang - Turangie - Turangie POM GM-Serdang - Pulau Rambong - Bungara - Sei Merah - Begerpang - Begerpang POM - Rambong Sialang - Kertasarie - QCTL GM-Limapuluh - Sibulan - Bah Bulian GM-Limapuluh - Bah Lias - Dolok - Dolok POM - Gunung Melayu - Gunung Melayu POM - Trebasala - Pungkol GM-Rubber - Sei Rumbia - Balombessie - Palngisang - Kubu Pakaran - Tulung Gelam GM-Kalimantan - Pahu Permai - Isuue Makmur - Pahu Makmur - Jelau Makmur - Sari Jampang

(6)

GM-Bingin Teluk

- Ketapat Bening - Sei Kepayang - Bukit Hijau - Belani Elok - Belani Elok POM - Batu Cemerlang

GM-Muara Rupit

- Sei Lakitan - Sei Lakitan POM - Rian Indah - Sei Gemang - Gunung bais GM-Lahat - Arta Kencana - Kencana Sari GM-Terawas - Terawas Indah - Terawas Indah POM - Eka Sari POM

GM-Muba

- Tirta Agung - Budi Tirta - Suka Damai

Research

- Bah Lias Research Station (BLRS-NS)

- SPS - Kalimantan

Sumber: PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk.

PT. PP. London Sumatera Indonesia menanam berbagai jenis tanaman meliputi kelapa sawit, karet dan coklat yang lokasi perkebunannya mayoritas berada di Sumatera Utara, sedangkan untuk tanaman karet dan kopi berada di daerah Jawa, yaitu Jember dan Surabaya. Tanaman lainnya yaitu kacang dan teh terletak di Ujung Pandang, Palembang, Jakarta, Samarinda, Sampit dan Kertasari.

(7)

Struktur organisasi merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Fungsi struktur organisasi diantaranya adalah untuk pembagian wewenang, menyusun pembagian kerja dan merupakan suatu sistem komunikasi. Dengan demikian, kegiatan yang dalam suatu perusahaan disusun teratur sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan baik.

Dalam penerapannya struktur organisasi dari suatu perusahaan selalu berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Untuk menetapkan suatu struktur organisasi harus dilihat sesuai perusahaan dan lingkup kebutuhan perusahaan yang menggunakannya. Struktur organisasi sangat berpengaruh dalam mencapai tujuan perusahaan. Jika struktur organisasi dapat dibentuk dengan tepat dapat mendukung pencapaian tujuan usaha. Tetapi jika sebaliknya maka akan terjadi ketidakteraturan Sumber Daya Manusia dalam melaksanakan kegiatan kantor dan usaha sehingga akan sangat berpengaruh pada hasil usaha.

Adapun struktur organisasi yang akan digunakan pada PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. adalah struktur organisasi garis yang pelimpah wewenang berlangsung secara vertikal yaitu dari pimpinan tertinggi kepada para bagian atau departemen di bawahnya dan kemudian dilanjutkan kepada unit bawah departemen yang bersangkutan. Dengan adanya struktur organisasi yang memisahkan fungsi dengan jelas, maka dapat diperoleh keuntungan sebagai berikut:

1. Terwujudnya hubungan yang harmonis antar karyawan dalam perusahaan.

(8)

2. Mendapat ketegasan fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing karyawan.

3. Terciptanya arus komunikasi yang baik dalam perusahaan. 4. Terhindarnya konflik dalam pelaksanaan proses kegiatan kerja.

(9)

President Director Corporate Secretary &

Head of Legal Affairs

Head of Internal Audit & Risk Management

Board of Commissioners Operations Director -NKRO Non Executive Director Non Executive Director Non Executive Director Human Resources Director Head of Human Resources Finance Director Head of Sales Head of Treasury Head of Financial Control Head of Information Technology Services Head of Investor Relation & Communicatons Head of Accounting & Taxation Procurement & General Services Director Head of Procurement Head of General Services Operations Director -SS Head of Jade Project Area Manager Agronomy Muba Area Manager Agronomy Bingin Teluk Area Manager Agronomy Muara Rupit Area Manager Agronomy Cengal Regional Controller Lahat Area Manager Processing B Area Manager Processing D Head of Environment & CSR Coordination Head of Engineering & Processing Head of Reseacrh Development Head of Operations Administration Head of Estates Coordination & Inspection Area Manager Agronomy Kaltim Area Manager Agronomy Serdang Area Manager Agronomy Lima Puluh Area Manager Processing A Area Manager Processing C

sumber: PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. D. Job Description

(10)

Tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian atau departemen pada PT. PP. London Sumatera Indoneesia, Tbk. dapat diketahui sebagai berikut:

1. Board of Commissioner (Dewan Komisaris)

Dewan Komisaris adalah posisi tertinggi dalam struktur organisasi di PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk.

Wewenang dan tanggung jawab dari dewan komisaris adalah sebagai berikut:

a. Mengawasi pekerjaan direksi.

b. Berhak memeriksa dokumen kantor, gedung, dan kekayaan perusahaan.

c. Meminta berbagai keterangan dari direksi yang berkenaan dengan kepentingan perusahaan.

d. Berhak atas beban perusahaan serta meminta bantuan ahli untuk melakukan pemeriksaan.

e. Mempertimbangkan serta memutuskan laporan tahunan dan program kerja tahunan yang diajukan President Direktur.

f. Menyetujui kebijaksanaan Presiden Direktur dalam penggunaan kekayaan menurut cara pandang yang baik.

(11)

Presiden direktur adalah pimpinan teringgi yang berkuasa penuh terhadap perusahaan dengan berkewajiban mengawasi pekerjaan direktur. Wewenang dan tanggung jawab dari presiden direktur adalah sebagai berikut:

a. Membuat kebijaksanaan yang diperlukan dalam pelaksanaannya. b. Mengatur stategi agar pelaksanaan operasi perusahaan dapat berjalan

dengan lancar.

c. Merencanakan dan mengendalikan kebijaksanaan keuangan yang telah dibuat oleh bagian keuangan termasuk menyetujui aggaran belanja dan biaya perusahaan.

d. Seluruh strategi dan kebijaksanaan yang dilakukan harus dapat dipertanggung jawabkan kepada Dewan Komisaris.

3. Head of Government and Community Relations (Kepala Bagian Hubungan Masyarakat)

a. Bertanggung jawab kepada President Director.

b. Memimpin dan mengelola Government & Community Relations.

c. Membuat kebijakan perusahaan mengenai Government & Community

Relations.

d. Membina hubungan antara perusahaan dengan masyarakat atau Pemerintah dengan melaksanakan kegiatan- kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat disekitar perusahaan.

(12)

e. Membawahi Community Relations Manager & Government Relations

Manager.

4. Coorporate Secretary and Head of Legal Affairs (Sekretaris Direksi) Wewenang dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut :

a. Bertanggung jawab kepada Presiden Direktur. b. Berperan sebagai Sekretaris Perusahaan.

c. Menangani masalah hukum yang ada diperusahaan.

d. Memimpin dan mengelolah pelaksanaan dan administrasi perizinan serta dokumentasi.

e. Membawahi Legal Affair Manager.

5. Head of Coorporate Communications (Kepala Bagian Komunikasi Perusahaan)

Wewenang dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut: a. Bertanggung jawab kepada Presiden Direktur

b. Memimpin dan mengelola aktivitas Corporate Communication, termasuk:

1) Mengkonsolidasi informasi tentang aktivitas perusahaan. 2) Menyediakan media komunikasi internal & eksternal. 3) Membina hubungan dengan wartawan.

c. Membawahi internal Communication Manager dan Eksternal

(13)

6. Head of Intenal Audit and Risk Management (Kepala Bagian Internal Audit dan Manajemen Resiko)

Wewenang dan tanggung jawabnya adalah: a. Bertanggung jawab kepada Presiden Direktur.

b. Memimpin dan mengelolah kegiatan Internal Audit dan

RiskManagement.

c. Membuat kebijakan Risk Management.

d. Membuat Audit dan menyiapkan laporan Audit.

e. Memastikan perusahaan telah memiliki dan menjalankan semua standar yang diperlukan.

f. Membawahi Internal Audit Manager dan Risk Management Manager.

7. Head of Human Resources (Kepala Bagian Personalia)

a. Bertanggung jawab kepada Managing Director HR (Human Resources) dan GS (General Services).

b. Memimpin, mengelola dan mengendalikan aktifitas pengembangan dan pengelola SDM guna mendukung pencapaian bisnis.

c. Mengembangkan strategi dan system pengembangan SDM serta mengelolah pelaksanaannya.

d. Membawahi HR Services Manager, HR Planning dan Recruitment

Manager.

(14)

Wewenang dan tanggung jawabnya adalah:

a. Bertanggung jawab kepada Managing DirectorHR dan GS.

b. Memimpin, mengelolah, dan mengkoordinasi keseluruhan aktifitas yang berhubungan dengan layanan umum, kesehatan, dan keamanan kerja.

c. Menyediakan sarana pendukung yang memadai dan menunjang kelancaran operasi perusahaan.

d. Membawahi Support Facilities Manager, Health and SafetyManager dan GS Administration Staff.

9. Head of Treasury (Kepala Bagian Bendahara) Wewenang dan tanggung jawabnya adalah:

a. Bertanggung jawab kepada Managing Director Finance.

b. Memimpin dan mengelola dana (Penerimaan, penempatan, dan pengeluaran) perusahaan terselenggara dengan baik.

c. Membawahi Financial Instuition Relations Manager, Cash Management, dan Payment Maneger, Pension Fund Supervisor dan Plasma Financing serta Administration Manager.

10. Head of Accounting and Tax (Kepala Bagian Akuntansi dan Perpajakan) Wewenang dan tanggung jawabnya adalah:

(15)

b. Memimpin, mengelola dan mengkoordinasi seluruh aktifitas akuntansi dan pajak perusahaan agar selalu berjalan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.

c. Melakukan semua koordinasi dengan semua regional Finance

Manager untuk pelaksanaan pencatatan akuntansi dimasing – masing

wilayah.

d. Membawahi recording and Consilidation Manager and Fixed Asset

Manager.

11. Head of Procurement and Logistic (Kepala Bagian Penerimaan dan Persediaan)

Wewenang dan tanggung jawabnya adalah:

a. Bertanggung jawab kepada Managing Director Finance.

b. Memimpin, mengelola dan mengkoordinasi selutuh kegiatan pengadaan, penyimpanan dan distribusi barang agar dapat mendukung kegiatan bisnis perusahaan secara optimal.

c. Membawahi Logistic Procurement Administration Manager, Estate

and Planting Procurement Manager, Direct Material dan General Supplies Procurement Manager, Insfastructure and Non Planting Pricyrenebt Manager, Logistic Manager.

12. Head of Information System and Business Process (Kepala Bagian Sistem dan Proses Bisnis)

(16)

Wewenang dan tanggung jawabnya adalah:

a. Bertanggung jawab tethadap Manager Director Finance.

b. Memimpin, mengelola dan mengkoordinasi seluruh kegiatan sistem informasi agar dapat mendukung seluruh kegiatan perusahaan secara optimal.

c. Memahami management Information System and Application Support

Manager, IT Quality Managerm Infrastructure, Communication and Data Center Operation Manager, Business Process dan System Prosedur Manager.

E. Kinerja Usaha Terkini

Selain perkebunan, PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk juga memilikki beberapa unit pabrik pengolahan yang berlokasi di dalam areal kebun untuk mengolah semua produk yang dihasilkan oleh kebun-kebun milik sendiri. Hal ini bertujuan untuk mencapai efisiensi kerja serta mempermudah pengolahan dan penghematan biaya khususnya biaya angkut. Lokasi unit pengolahan yang ada di Deli Serdang adalah sebagai berikut:

a. Begerpang POM untuk mengelola kelapa sawit.

b. Rambong Sialang Cocoa untuk untuk mengolah biji kakao (coklat.) c. Sei Merah Crumb & Sibulan Sheet untuk mengelola karet.

Dengan adanya pabrik pengolahan karet tersebut maka seluruh hasil perkebunan dapat diolah sendiri tanpa harus mengirimkannya ke tempat lain. Semua produk yang dihasilkan merupakan komoditi eksport seperti CPO, Latek

(17)

dan Biji cokelat kering. Oleh karena itu produk tersebut termasuk komoditi yang mutunya diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Departemen Perdagangan. Hasil produksi akan diekspor dikirimkan kenegara pengimpor khususnya Singapura dan bebebrapa negara seperti Amerika, Jerman, Belanda, Italia, Kanada dan juga India. Hasil produksi tersebut dikirimkan dengan menggunakan jasa perkapalan melalui pelabuhan Belawan. Barang-barang yang telah dipersiapkan langsung dimuat ke kapal yang akan membawanya ke negara importir.

Dari tahun ke tahun PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. mengalami perkembangan yang semakin pesat. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan telah memilikki metode pengolahan organisasi yang baik. Dengan keberhasilan yang diperoleh PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. telah banyak memberikan manfaat kepada pemerintah antara lain:

a. Penghasil Devisa Negara

b. Memberikan bantuan modal dalam pelaksanaan pembangunan

c. Menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan kerja sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran

d. Memebrikan sumbangan kepada negara dalam bidang Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Perseroan dan Pajak Ekspor.

e. Mempertahankan dan Melestarikan alam Indonesia.

Untuk memperoleh hasil produksi yang baik serta memperlancar arus perdagangan ekspor maka diperlukan orang-orang yang terampil dan menguasai bidang kegiatannya. Dalam hal ini pendayagunaan tenaga kerja PT. PP. London Sumatera Indonesia, tbk. sangat kreatif dalam mempekerjakan tenaga kerjanya.

(18)

Pada tahun 2000 PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk telah mempekerjakan lebih dari 26.000 tenaga kerja tetap da tidak tetap. Untuk kebun di Sumatera Utara, Jawa, Sulawesi, Sumatera Selatan dan Kalimantan. Jumlah tersebut terdiri dari 513 orang staff, 12.867 orang tenaga kerja tidak tetap. Pengurangan tenaga kerja tidak tetap sejumlah 8000 orang pada tahun 1999 terjadi karena efisiensi yang dilakukan perusahaan akibat dampak krisis, namun pengurangan tersebut tidak berpengaruh besar terhadap produksi perusahaan.

Untuk meningkatkan keahlian serta kemampuan para staff dan karyawan, PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk. secara terus menerus melaksanakan program pelatihan dan mengikutsertakan staff dan karyawan pada kursus dan seminar yang dilaksanakan di dalam maupun diluar perusahaan. Pelatihan yang dilaksanakan dari dalam perusahaan seperti kursus budi daya tanaman dan manajemen pengolahan tanaman. Selain itu pelatihan yang diperoleh dari luar perusahaan seperti pelatihan administrasi akuntansi, perpajakan, komputer, pengendalian hama penyakit tanaman, pengolahan dan perencanaan pabrik.

Perusahaan juga berusaha untuk tetap memerhatikan kesejahteraan pekerjannya dengan memberikan sarana-sarana seperti perumahan, keagamaan, sosial, pelayanan keamanan, kesehatan dan olahraga.

PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk juga mengelola lahan perkebunan milik masyarakat yang disebut dengan plasma. Adapun kebun pengolahan (plasma estate) tersebut antara lain:

(19)

Tabel 2.2

Estate Milik PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. No Nama Kebun Daerah Provinsi Keterangan

1 Air Bening Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

2 Bukit Hijau Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

3 Dwi Makmur Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

4 Eka Sari Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

5 Marga Sido Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

6 Muara Kelingi Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

7 Pelita Jaya Musi Rawas South Sumatera Oil Palm Estate

8 Tirta Agung Musi Banyuasin South Sumatera Oil Palm Estate

9 Suka Damai Musi Banyuasin South Sumatera Oil Palm Estate

10 Arta Kencana Lahat South Sumatera Oil Palm Estate 11 Bebah Permata Ogan Komering Ilir South Sumatera Rubber Estate

12 Kubu Pakaran Ogan Komering Ilir South Sumatera Rubber Estate

(20)

14 Tibona Ogan Komering Ilir South Sumatera Rubber Estate

Sumber: PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk.

F. Rencana Kegiatan Perusahaan

PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk melakukan buy back pada dua transaksi yang berbeda pertama pada 13 November 2008 lalu membeli 377.500 saham dengan harga Rp. 2.142,17 per saham dengan mengeluarkan dana sebesar Rp. 801,870,000 dengan Indopremier Securities, yang bertindak sebagai pelaksana buy back. Sementara aksi buy back kedua pada 16 November 2008 dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan jumlah saham yang dibeli sebanyak 2.768.000 saham yang dibeli dengan harga Rp. 2.251,31 per saham. PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. telah menggunakan dana sebesar Rp. 6,230,000,000 sehingga total saham yang dibeli sebesar 3.145.500 saham dengan nilai transaksi Rp. 7,030.000.000 dan menganggarkan dana sebesar Rp. 627,700.000.000 untuk buy back saham, dimana jumlah maksimal saham yang bakal di buy back sebanyak 20%.

PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk, mengakuisi sekaligus tiga perusahaan kelapa sawit yaitu Tani Musi Persada (20.000 Ha). Tani Andalas Persada (10.000 Ha) dan Sumatera Agri Sejahtera (16.000) senilai Rp. 48.000.000.000. pada tahun 2009 PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk, juga mengalokasikan US $100.000.000 untuk membiayai ekspansi seperti pembangunan pabrik kelapa sawit di sejumlah lokasi perkebunannya. Disamping itu perusahaan kini juga berencana mengembangkan lahan sawit di Sumatera

(21)

Selatan hingga 46.000 Ha. Pada tahun 2009 PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. menargetkan pertumbuhan produksi Crude Palm Oil (CPO) meningkat sebesar 10% dari realisasi tahun sebelumnya. Pencapaian produksi tersebut dilakukan dengan mengacu kriteria yang ditetapkan dalam Roundtable for

Suistanble Palm Oil (RSPO) atau lebih dikenal dengan minyak sawit lestari.

Berdasarkan strategi yang dilakukan, diharapkan lima tahun kedepan, PT. PP. London Sumatera Indonesia, Tbk. memperoleh dua keuntungan yaitu harga jual CPO yang tinggi dan biaya produksi yang efisien dibanding perusahaan lainnya. Rencana pengambilalihan dapat memeprkuat bisnis model perkebunan Grup Indo Agri, antara lain: mengembangkan usaha inti perkebunan, memperluas lahan dan perkebunan yang telah ditanami dengan kelapa sawit, meningkatkan produksi, memenuhi kebutuhan internal untuk CPO dan menjadi produsen atas bibit kelapa sawit unggul.

Realisasi rencana jangka panjang Grup Indo Agri memilikki 250.000 Ha perkebunan kelapa sawit. Total lahan perkebunan dan total lahan yang telah ditanami kelapa sawit meningkat sekitar 387.483 Ha dan 138.081 Ha. Secara keseluruhan luas lahan yang telah ditanami sekitar 165.000 Ha termasuk tanaman karet dan tanaman lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini penting diketahui oleh hakim karena wasiat wajibah itu mempunyai tujuan untuk mendistribusikan keadilan, yaitu memberikan bagian kepada ahli waris yang

Berdasarkan simpulan dan implikasi yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut. 1) Para guru kimia hendaknya agar mau dan berani

Dalam hal ini untuk mengurangi berbagai praktik dalam penghindaran pajak yang dilakukan oleh beberapa perusahaan, maka didalam suatu perusahaan diperlukan memiliki tata kelola

Proses pembuatan kue bakpao ada beberapa tahapan yaitu menimbang tepung terigu dan tepung labu kuning sesuai dengan perlakuan penelitian... Menambahkan putih

Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa seseorang dalam mengemukakan gagasan, perasaan, dan pikiran-pemikirannya kepada orang atau pihak lain dengan menggunakan

Anda juga dapat menambahkan logo dari cara pembayaran yang Anda gunakan dengan klik ‘ Add Files’ , lalu klik ‘Start Upload’.. Perhatian: Pastikan dimensi gambar yang Anda

Lebih lanjut dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan cara snowball sampling yaitu informan kunci akan menunjuk orang-orang yang mengetahui masalah yang akan diteliti

suggests that such an immobilized biosorbent system has the tremendous potential to be used in the industrial removal and recovery heavy metals from aqueous