• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Profil Perusahaan

PT Superex adalah perusahaan produsen aluminum terkemuka di Indonesia yang dikenal karena kualitas produk yang dimilikinya. Sebagian besar hasil produksinya untuk di jual kedalam negeri, PT Superex juga memasarkan produknya sebanyak 30% di pasar aluminum mancanegara seperti Singapura, Jepang, Malaysia, Italia, Hongkong, Australia dan masih banyak Negara lainnya dalam rangka menunjang ekspor non migas dan meningkatkan devisa Negara.

PT Superex berdiri sejak tahun 1976 dengan badan hukum No.B411/1767/id/6/04/D/1976. Yang berlokasi di Jl. Raya Pembangunan 1, Batujaya, Batu Ceper, Tangerang, Banten. Awalnya PT Superex khusus memproduksi kunci regular dan profil alumunium solid berbagai bentuk yang digunakan sebagai komponen peralatan rumah tangga dan berbagai proyek pembangunan. Sejalan dengan semakin berkembangnya perusahaan melakukan ekspansi dengan memproduksi berbagai macam alumunium produk seperti door lock, tangga, bowl sink, Dll. Hingga saat ini total kapasitas produksi yang mampu

(2)
(3)
(4)

4.1.3 VISI dan MISI Perusahaan  VISI

Menjadi produsen bahan bangunan logam nomor 1 di Indonesia

 MISI

1. Mengutamakan kepuasan pelanggan, pemakai dan pelanggan penyalur.

2. Meningkatkan hubungan yang saling menguntungkan dengan mitra usaha (pemasok dan penyalur).

3. Mengembangkan sumber daya manusia dengan sistematis dan terencana sehingga menghasilkan karyawan yang berkualitas, saling menghargai, dan berintegritas tinggi. 4. Melakukan kegiatan secara terus menerus dengan

melibatkan seluruh karyawan guna mencapai produk yang terbaik, harga yang kompetitif dan pengiriman yang tepat waktu dan jumlah.

5. Menerapkan system manajemen mutu yang mengacu pada ISO 9001-2100 secara konsisten.

(5)

4.1.4 Struktur Organisasi

PT Superex memiliki macam-macam divisi dan masing-masing divisi tersebut memiliki fungsi yang berbeda namun satu tujuan yaitu memajukan perusahaan berlandaskan kepada visi dan misi perusahaan. Struktur organisasi PT Superex dapat dilihat pada bagan 4.1 dibawah ini.

(6)

Bagan 4.1 Struktur Organisasi PT.Superex Raya Alumunium Extruder DIRECTOR 1 MP PLAN MANAGER 1 MH MFG DL/AP/SS 1 MH MFG AL & TECHNICL1 MH NASIONAL SALES 1 MH

FINANCE & ACC 1 MH HRD 1 MH PURCHASING 1 MH FG/WH/WXP 1 MH PPC 1 MH MAINTENANCE 1 MH PRODUKSI DL 1 MH PRODUKSI AP 1 MH PRODUKSI SS 1 MH PRODUKSI AL 1 MH

TECH. SUPP & QC 1 MH

RETAIL 1 MH

COST ACC & IT 1 MH HRD 1 MH FG/WH/WXP 1 MH PPC 1 MH

DIE & TOOLING

1 MH INDUST RELATION 1 MH PURCHASING 1 MH ELECT/MECH 1 MH STP/FINISH 1 MH CAST/BUFF/ASSY 1 MH PRODUKSI AP 1 MH PRODUKSI SS 1 MH RMLT & PRESS 1 MH

ANOD & PACK 1 MH

WORKSHOP 1 MH

ENG PROS & QC 1 MH ENG PRODUK 1 MH AL PROFILE 1 MH AREA 1 1 MH AREA 2 1 MH AREA 3 1 MH

FINANCE & ACC 1 MH COST ACC 1 MH IT 1 MH ORG DEVELOP 1 MH WH AL/DIJAP/SS 1 MH FG/EXP AL 1 MH FG/EXP DLAP 1 MH FG/EXP SS 1 MH PPC AL 1 MH PPC DL/AP 1 MH PPC SS 1 MH ELECT/MECH AL 2 MH ELECT/MECH DL 1 MH ELECT/ME H SS 1 MH STAMPING 1 MH FINISHING 1 MH CHASTING 1 MH BUFFING 1 MH ASSEMBLING 1 MH PROD LOKAL 1 MH PROD EXPORT 1 MH TT/KBNT/WSHOP 1 MH DEEP DRAWING 1 MH KITCHEN SET 1 MH FINISHING & PACK

1 MH TANGKI 1 MH TANGKI 1 MH PRESS 1 1 MH PRESS 2 1 MH PRESS 3 1 MH REMELT 1 MH

ANOD & PACK 1 MH WS MACHINING 1 MH WS ASSEMBLING 1 MH WS PROJECT 1 MH DIE SHOP 1 MH DIE MTN 1 MH INTERNAL SALES 1 MH KOMPLAIN 1 MH SALES SUPPORT 1 MH FINANCE 1 MH KAS BANK 1 MH CHECKER LIMBAH 1 MH CHECKER PROD 1 MH IT 1 MH

COMPENS & BENEFIT 1 MH PAYROL 1 MH LEGAL 1 MH GENERAL AFFAIR 1 MH PURCHASING 1 MH

(7)

4.1.5 Job Description Masing-masing Divisi  Divisi Manufaktur

1. Memanage produk line alumunium dan powder coating untuk mencapai tujuan dengan mengoptimalkan fungsi departemen produksi, technical, PPIC, maintenance dan pabrikasi untuk mencapai divison policy yang telah ditentukan.

2. Menyusun program jangka pendek dan jangka panjang produk perusahaan, menyiapkan bahan yang dibutuhkanuntuk proses produksi.

3. Melakukan proses produksi yaitu mengubah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual dan dipasarkan. 4. Melakukan evaluasi pada barang produksi apakah sudah sesuai

dengan standart kualitas yang elah ditentukan perusahaan atau sesuai dengan pemesanan konsumen.

5. Dalam divisi manufaktur juga masih terdiri dari sub divisi yang mempunyai tugas berbeda-beda, yaitu: produksi alumunium, pabrikas dan tangga, door lock, dan warehouse.

 Divisi HRD dan GA

1. Merumuskan dan membuat Visi-Misi, Nilai-nilai, dan Budaya Organisasi.

2. Menciptakan corporate culture yang harmonis dalam perusahaan.

(8)

4. Membuat struktur organisasi dan peraturan perusahaan. 5. Membuat job description dan performance appraisal.

6. Mengkoordinir proses recruitment, people development dan terminating.

7. Memberikan training kepada karyawan untuk meningkatkan kualitas sumber daya karyawan.

8. Melakukan penilaian kinerja karyawan.

9. Menghitung jumlah gaji yang diterima masing-masing karyawan.

10. Memberikan kompensasi dan proteksi bagi karyawan.  Divisi Accounting dan Finance

1. Mengkoordinasi pengendalian kegiatan akuntansi manajemen, keuangan dan system informasi keuangan perusahaan,

2. Melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan laporan akuntansi manajemen perusahaan,

3. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan bidang keuangan sesuai dengan target yang ditentukan,

4. Mengkoordinasi penyusunan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan),

5. Mengusulkan system dan prosedur akuntansi dan keuangan yang memadai untuk pengembangan system informasi akuntansi dan keuangan dan bentuk-bentuk laporan,

(9)

6. Mengevaluasi dan menyampaikan laporan keuangan (neraca saldo dan laba-rugi, laporan arus kas) secara berkala beserta perinciaannya sesuai dengan kebijakan akuntansi kepada direksi.

Divisi Purchasing

1. Mengkoordinasi terhadap semua pembelian barang yang dibutuhkan,

2. Memastikan stok ketersedian bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi,

3. Mengkoordinasi layanan stok barang,

4. Mengkoordinasi dan mengevaluasi layanan distributor.  Nasional Sales

1. Melakukan penanganan order yang masuk dengan kenyataan yang ada dilapangan,

2. Melakukan monitoring dan analisa stok barang agar tidak terjadi kekosongan stok atau over stok,

3. Bertanggung jawab terhadap seluruh penjualan mulai dari penawaran, negosiasi, pengerjaan, hingga pembayaran,

4. Merencanakan strategi pemasaran produk,

5. Meningkatkan, mengkoordinir dan mengevaluasi setiap permintan atau penawaran dalam proses penjualan,

(10)

7. Memonitor dan mengevaluasi perkembangan penjualan dan pasar.

4.2 Stasiun Produksi dan Mesin Produksi

Stasiun yang menjadi objek penelitian adalah stasiun produksi yang memiliki beberapa mesin produksi diantaranya: mesin extrusion press 1, mesin extrusion press 2, sampai mesin extrusion press 4. Mesin produksi tersebut masing-masing memiliki exstrusion kapasitas yang berbeda-beda. Dalam penulisan laporan ini penulis mengambil objek penelitian pada mesin extrusion press 2 dimana mesin ini memiliki kapasitas extrusion sebesar 880 ton mesin ini terdiri dari:

1. Mesin extrusion press Asal : China Kapasitas : 880 ton 2. Mesin Oven Billet

Asal : Amerika Serikat

Type : QB 2.000KVA

Spesifikasi Mesin Extrusion Press 2 MT 880 T Adalah:

1. Mesin Extrusion Press 2 MT 880 T

Mesin Extrusion Press 2 MT 880T ini berasal dari Negara China dimana mesin ini memiliki kapasitas extrusion sebesar 880T dengan panjang mesin

(11)

berkisar + 5m dan lebar mesin berkisar + 2m. Gambar mesin Extrusion Press2 MT 880T dapat dilihat pada gambar 4.3 dibawah ini.

Gambar 4.3 Mesin Extrusion Press 2 MT 880 T

Mesin Extrusion Press 2 MT 880 T terdiri dari:

a. Billet Loader

Fungsi: menampung billet yang telah siap dipanaskan dari oven billet dan kemudian memasukkannya ke dalam mesin ekstrusi untuk dapat dipress. b. As Billet Loader

Fungsi: mengatur ketinggian dari billet loader untuk billet yang akan dipress, dimana posisi ketinggian diatur oleh besi as yang tersambung

(12)

c. Run Out Tablet

Fungsi: menjaga dan menampung profile yang siap dipress agar tetap pada posisinya (tidak bengkok) selama bagian billet masih dalam proses press. d. Cutting Profile Extrusion

Fungsi: untuk memotong profile yang telah terbentuk dari billet yang telah siap di-press sesuai dengan ukuran profile yang diinginkan oleh

konsumen. 2. Mesin Oven Billet

Mesin Oven Billet yang digunakan di PT. Superex Raya Alumunium Extruder ini berasal dari Negara Amerika Serikat dengan tipe QB 2.000KVA dengan panjang mesin berkisar + 3m dan lebar mesin berkisar + 2m. Gambar mesin Oven Billet dapat dilihat pada gambar 4.4 dibawah ini.

(13)

Gambar 4.4 Mesin Oven Billet Mesin Oven Billet terdiri dari:

a. Pintu Oven Billet

Fungsi: untuk membuka dan menutup ruang oven billet selama billet dalam proses pemanasan guna menjaga suhu billet di dalam oven billet.

(14)

Fungsi: untuk menampung billet yang telah siap dipanaskan sesuai dengan suhu yang telah ditetapkan pada oven billet untuk kemudian ditransfer ke mesin extrusion press.

c. Thermocouple Oven Billet

Fungsi: untuk pengukur suhu billet yang telah siap dipanaskan dengan waktu yang telah ditentukan untuk dapat mencapai suhu billet yang telah ditetapkan agar dapat membuka pintu oven billet yang selanjutnya ditransfer ke mesin extrusion press.

Berikut ini adalah hubungan proses kerja dari mesin oven billet ke mesin extrusion press untuk mesin extrusion kapasitas 880 T pada PT. Superex Raya Extruders Alumunium:

Pertama sekali dari monitor oven billet, main braker dibuat dalam posisi on lalu tombol furnace handling dibuat dalam posisi kerja manual. Kemudian pada panel oven billet, furnace harus dalam keadaan standby/netral/normal, lalu hidupkan control power reset, dan tombol hot jet fan ditekan dengan setting-an ± 5 detik. Dan setelah itu, purge cycle complete dihidupkan dengan keadaan blower harus dalam posisi on, lalu di monitor oven billet diganti dari posisi manual keposisi auto dengan posisi pintu oven billet harus dalam keadaan terbuka untuk dapat menghidupkan gas.

Setelah ini semua dilakukan, billet yang terdapat pada meja billet akan diangkat dengan pengangkat billet, lalu didorong oleh pusher dengan roller sebagai penyangganya, dan billet dipanaskan dengan waktu yang telah diatur yaitu

(15)

± 10 menit untuk 1 buah billet dengan suhu 405 – 468 . Billet yang telah siap dipanaskan ini sesuai dengan waktu dan suhu tersebut kemudian akan diukur suhunya dengan thermocouple yang dapat bergerak maju dan mundur karena didorong oleh piston thermocouple.

Jika suhu billet telah sesuai dengan yang ditetapkan, maka billet akan didorong keluar dan pintu oven billet akan terbuka begitu thermocouple ditarik mundur dan billet ini selanjutnya ditampung sementara di transfer billet untuk selanjutnya ditransfer ke mesin extrusion press. Sedangkan pintu oven billet tertutup kembali begitu billet yang berada di belakang billet yang telah siap dipanaskan tadi terdorong ke depan dan terdeteksi sensor yang langsung menutup pintu oven billet.

4.3 Pengolahan Data

Untuk memenuhi perhitungan, data-data yang diperlukan diambil dari kebutuhan spare part selama satu tahun dimana data tersebut diambil untuk kebutuhan spare part pada tahun 2014 yang paling vital. Data kebutuhan spare part pada tahun 2014 dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Data Kebutuhan Spare Part Mesin Aluminium Extrusion Press Selama Satu Tahun

NO NAMA BARANG SATUAN QTY HARGA/SATUAN TOTAL/TAHUN

1 KAWAT LAS GOLDWELD 782 DIA 3,2 MM KG 15 Rp 3,738,258 Rp 56,073,870 2 THERMOCONTROL DC 330E HONEY WELL PCS 3 Rp 13,525,000 Rp 40,575,000 3 OLI TURALIK 52 LITER 2004 Rp 20,028 Rp 40,136,112 TOTAL Rp 136,784,982

(16)

4.2.2 Biaya-biaya Persediaan

Biaya-biaya yang berhubungan dengan persediaan spare part adalah:

1. Biaya pemesanan spare part, biaya pemesanan spare part terdiri dari: a. Biaya administrasi = Rp 100.000

b. Biaya telepon = Rp 35.000 Biaya pemesanan = Rp 135.000 2. Biaya penyimpanan spare part

Besar biaya penyimpanan bergantung pada jumlah barang yang disimpan, jika spare part yang disimpan semakin lama, maka biaya penyimpanan semakin besar, tetapi biaya pemesanan semakin kecil. Biaya penyimpanan suku cadang terdiri atas:

a. Holding cost, yaitu biaya yang timbul akibat adanya modal yang tertanam dalam persediaan. Besarnya biaya ini disesuaikan dengan bunga uang yaitu 6 % per tahun.

b. Insurance cost, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menjamin keselamatan barang dan pajak kekayaan. Jadi biaya penyimpanan adalah:

1) Holding cost = 6 % 2) Insurance cost = 4 % Biaya penyimpanan = 10 %

(17)

3. Biaya kekurangan persediaan

Biaya kekurangan persediaan spare part mesin dianggap tidak ada karena perusahaan selalu mengantisipasi kekurangan-kekurangan persediaan, jadi biaya kekurangan persediaan adalah 0%.

4. Waktu ancang-ancang (lead time = L)

Lead time adalah waktu antara pada saat pemesanan sampai diterimanya pesanan tersebut oleh perusahaan. Lead time untuk setiap pemesanan adalah 8 minggu.

4.2.3 Perhitungan Jumlah Pemesanan Menggunakan Metode EOQ

Pemecahan masalah dalam penulisan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode EOQ. Berikut adalah perhitungan biaya persediaan dari suku cadang diatas.

a. Kawat las goldweld 782 DIA 3,2mm Data-data yang dibutuhkan adalah:

1. Jumlah kebutuhan kawat las goldweld 782 DIA 3,2mm dalam satu tahun (D = 15)

2. Biaya pemesanan suku cadang sekali pesan (S = Rp 135.000) 3. Biaya penyimpanan suku cadang (h = 10%)

4. Harga barang per unit (Rp 3.738.258)

Jumlah pemesanan ekonomis suku cadang kawat las goldweld 782 DIA 3,2mm untuk setiap kali pesan diperoleh dengan menggunakan rumus:

(18)

Q* √

√ ( )( ) ( )

3,29 4 unit/pesan

b. Thermocontrol DC 330E honey well Data-data yang dibutuhkan adalah:

1. Jumlah kebutuhan Thermocontrol DC 330E honey well dalam satu tahun (D = 3)

2. Biaya pemesanan suku cadang sekali pesan (S = Rp 135.000) 3. Biaya penyimpanan suku cadang (h = 10%)

4. Harga barang per unit (Rp 13.525.000)

Q* √

√ ( )( ) ( ) 0,77 1 unit/pesan c. Oli turalik 52

Data-data yang dibutuhkan adalah:

1. Jumlah kebutuhan Oli turalik 52 dalam satu tahun (D = 2004) 2. Biaya pemesanan suku cadang sekali pesan (S = Rp 135.000) 3. Biaya penyimpanan suku cadang (h = 10%)

4. Harga barang per unit (Rp 20.028)

(19)

√ ( )( ) ( ) 519,74 520 unit/pesan 4.2.4 Reorder Point Pemesanan

Reorder point (ROP) adalah menunjukan satu tingkatan persediaan dimana pada saat itu harus dilakukan pesanan. Rumus untuk mencari reorder pemesanan suku cadang, dimana lead time pemesanan 8 minggu adalah.

ROP =

Keterangan:

D = jumlah kebutuhan barang (unit/tahun) L = Lead time

52 = asumsi satu tahun dalam minggu

Perhitungan setiap reorder point suku cadang mesin adalah sebagai berikut.

a. Reorder point Kawat las goldweld 782 DIA 3,2mm

ROP = =

(20)

Artinya, pada waktu tingkat persediaan mencapai 3 unit, pesanan Kawat las goldweld 782 DIA 3,2mm tepat diterima, sehingga tingkat persediaan naik kembali sampai Q = 4 unit

b. Reorder point Thermocontrol DC 330E honey well

ROP =

=

= 0,4 1 unit

Artinya, pada waktu tingkat persediaan mencapai 1 unit, pesanan Thermocontrol DC 330E honey well tepat diterima, sehingga tingkat persediaan naik kembali sampai Q = 1 unit

c. Reorder point Oli turalik 52 ROP =

=

= 308,30 309 unit

Artinya, pada waktu tingkat persediaan mencapai 309 unit, pesanan Oli turalik 52 tepat diterima, sehingga tingkat persediaan naik kembali sampai Q = 520 unit

(21)

4.2.5 Total Biaya Persediaan Metode EOQ

Total biaya persediaan suku cadang kritis dihitung dengan menggunakan rumus :

1. Total biaya persediaan Kawat las goldweld 782 DIA 3,2mm, 1 kali penyimpanan selama 4 bulan, h = 3,33% adalah;

( )

= Rp 755.218

2. Total biaya persediaan Thermocontrol DC 330E honey well, 1 kali penyimpanan selama 4 bulan, h = 3,33% adalah:

( )

= Rp 630.192

3. Total biaya persediaan Oli turalik 52, 1 kali penyimpanan selama 4 bulan, h = 3,33% adalah:

( )

(22)

4.2.6 Total Biaya Persediaan Metode Period Order Quantity (POQ)

Metode POQ adalah pembelian dilakukan secara periodik dengan jangka waktu antar pemesanan selalu sama. Perhitungan total biaya persediaan untuk setiap suku cadang mesin kritis yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah:

1. Biaya total Kawat las goldweld 782 DIA 3,2mm Kebutuhan suku cadang per tahun = 15 KG

Biaya pemesanan per tahun = Frekuensi pesanan x Biaya pesan = 1 x Rp 135.000

= Rp 135.000

Biaya penyimpanan per tahun = Persediaan rata-rata x Biaya penyimpanan = (10% x Rp 3.738.258)

= Rp 2.803.695

Biaya total persediaan per tahun = Biaya pemesanan + Biaya penyimpanan = Rp 135.000 + Rp 2.803.695

= Rp 2.938.695 2. Biaya total Thermocontrol DC 330E honey well

Kebutuhan suku cadang per tahun = 3 PCS

Biaya pemesanan per tahun = Frekuensi pesanan x Biaya pesan = 1 x Rp 135.000

(23)

Biaya penyimpanan per tahun = Persediaan rata-rata x Biaya penyimpanan = (10% x Rp 13.525.000)

= Rp 2.028.750

Biaya total persediaan per tahun = Biaya pemesanan + Biaya penyimpanan = Rp 135.000 + Rp 2.028.750

= Rp 2.163.750 3. Biaya total Oli turalik 52

Kebutuhan suku cadang per tahun = 2004 LITER

Biaya pemesanan per tahun = Frekuensi pesanan x Biaya pesan = 1 x Rp 135.000

= Rp 135.000

Biaya penyimpanan per tahun = Persediaan rata-rata x Biaya penyimpanan = (10% x Rp 20.028)

= Rp 2.007.006

Biaya total persediaan per tahun = Biaya pemesanan + Biaya penyimpanan = Rp 135.000 + Rp 2.007.006

Gambar

Gambar 4.3 Mesin Extrusion Press 2 MT 880 T  Mesin  Extrusion Press  2 MT 880 T terdiri dari:
Gambar 4.4 Mesin Oven Billet
Tabel 4.1 Data Kebutuhan Spare Part Mesin Aluminium Extrusion Press  Selama Satu Tahun

Referensi

Dokumen terkait

) Dibawah ini yang termasuk 8ilum ada roto,oa Dibawah ini yang termasuk 8ilum ada roto,oa ke3uali7. Jawaban B. 'arena ara me3ium memiiki bentuk  'arena ara me3ium

Insidensi tumor pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 250 mg/kg BB mencapai 4/10 dalam waktu 16 minggu, artinya hanya 4 ekor tikus yang terkena tumor mamae (n=10).. Adapun

Ekspresi adalah pernyataan yang menghasilkan nilai dengan tipe tertentu, contoh ekspresi yang paling sederhana adalah operasi aritmatika seperti 5 + 2 (ekspresi yang menghasilkan

diharapkan para siswa tidak asing dengan fisika dan siapa tahu hal itu juga Pintar Yogya telah berusaha memasukkan sains yang semakin dirasakan relevan bagi d. Latihan akhir

11.1 Meres pon makna dalam teks fungsional pendek  (misalnya b anner, poster, pa m  phlet, dll.) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar 

Optimasi Produksi Klon Karet Melalui Sistem Eksploitasi Berdasarkan Metabolisme Lateks.. Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan

ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH. SPESIFIK LOKASI

Standar dan sasaran kebijakan, yang dimaksud dalam penelitian ini adalah yang berhak menerima kartu BPJS Subsidi tersebut sesuai dengan ukuran atau kriteria yang