3.1 Analisa
Seperti langkah-langkah yang dilakukan salah satu model proses reksayas preangkat lunak yaitu model waterfall, maka pada bab ini akan dibahas tentang tahap-tahap dalam membangun perangkat lunak. Proses analisa merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui rekayasa perangkat lunak karena memalui analisis definisi masalah menjadi lebih jelas kebutuhan sistem dapat dispesifikasi sehingga kriteria yang harus dipenuhi sistem dapat ditentukan agar yang dihasilkan nantinya menjadi silusi dari masalah tersebut.
3.2 Perancangan sistem
Perancangan adalah salah satu bagian dari metodologi pengembangan pembangunan suatuu perangkat lunak yang dilakukan setelah tahapan untuk memberikan gambaran secara terperinci. Agar aplikasi ini mudah dipahami penulis membuat Pemodelan Diagram UseCasee untuk menunjukkan fungsionalitas suatu sistem.. pemodelan diagram UseCase untuk menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem. Pemodelan Diagram Aktifitas untuk mengurutkan aktifitas dalam suatu proses. Pemodelan Kelas untuk memberiklan gambaran relasi antar kelas didalam sistem.
3.3 Analisa Sistem Berjalan
Pengetahuan tentang gangguan-gangguan yang terjadi pada masa kehamilan sangat penting diperlukan terutama bagi ibu-ibu yang sedang hamil. Karena mereka merasakan secara langsung gangguan-gangguan kehamilan dari awal kehamilan sampai proses persalinan. Pengetahuan tentang gangguan kehamilan wajib diketahui oleh ibu-ibu hamil.
memberika hasil diagnosapada ibu hamil, pasien mendapatkan hasil diagnosa dari dokter yang dicatat kartu periksa.
3.4 Representasi Pengetahuan
Sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan kehamilan membutuhkan basis represenasi pengetahuan dan mesin inferensi. Representasi pengetahuan dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problem dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan problema. Salah satu representasi pengetahuan yang terdapat dalam sistem pakar yaitu adalah Kaidah Produksi (Production Rule). Sedangkan mesin inferensi untuk mencari fakta sesuai dengan inputan yang ada dan mencari hubungan diantara keduanya, sehingga dapat menghasilkan keputusan.
Basis pengetahuan merupakan sekumpulan pengetahuan dengan sejumlah permasalahan yang digunakan dalam sistem terdiri dari aturan gangguan, gejala, dan penyakit. Dari macam gangguan tersebut diperoleh macam-macam gejala, setiap gejala mempunyai penyakit yang berbeda-beda
1. Tabel ini menjelaskan tentang gejala-gejala yang terjadi pada mendiagnosa gangguan kehamilan
Tabel 3.1 Gangguan
Kode
Gangguan Gangguan
GA01 Sakit kepala berlebihan
GA02 Bengkak pada muka dan tangan
GA03 Mual muntah berlebihan
GA04 Pendarahan pervaginam terjadi sebelum 20 minggu
GA05 Pendarahan pada usia kehamilan 21 minggu
2. Tabel ini menjelaskan gejala-gejala yang terjadi pada gangguan ibu kehamilan
Tabel 3.2 Gejala
Kode
Gejala Gejala
GJ01 Kenaikan berat badan yang berlebihan
GJ02 Terdapat bengkak pada betis, perut, punggung, wajah atau tanggan GJ03 Tensi darah antara 140/90 atau 160/110
GJ04 Proteinuria
GJ05 Gangguan penglihatan
GJ06 kepala bagian depan yang berat
GJ07 Muntah yang terus menerus
GJ08 Ibu merasa lemah
GJ09 Nyeri perut bagian atas
GJ10 Lidah mengering dan kotor
GJ11 Berat badan menurun
GJ12 Mata mulai ikterik (kuning)
GJ13 Susah buang air besar
GJ14 Penurunan kesadaran
GJ19 Nyeri perut terjadi sebelum ada pendarahan pervaginam
GJ20 Nyeri bahu
GJ21 Pendarahan biasanya berwarna coklat GJ22 Nyeri saat buang air besar
GJ23 Teraba benjolan di bagain pinggul belakang
GJ24 Darah berwarna merah segar
GJ25 Tidak berasa sakit
GJ26 Nyeri Perut masih ringan GJ27 Darah yang keluar masih sedikit
GJ28 Nyeri Terus menerus
GJ29 Pendarahan keluar lebih banyak GJ30 Kulit dingin dan keringetan
GJ31 Darah berwarna kehitaman
GJ32 Perut terasa agak sakit dan keram GJ33 Uterus tegang seperti papan GJ34 Syok atau tampa pendarahan
GJ35 Tidak nafsu makan
3. Tabel ini menjelaskan penyakit yang terjadi pada gangguan ibu hamil
Tabel 3.3 Penyakit
Kode
Penyakit Penyakit Definisi
KH01 Pre Eklampsia
Ringan
Pengertian: Pre eklampsia ringan adalah tekanan darah tinggi, >=140/90 dan < 160/110 mm Hg yang disertai denga proteinuria (protein dalam air kemih ) atau edema (penimbuhan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama persalinan.
Penyebab: Apa yang terjadi penyebab pre-eklampsia sampai sekarang belum diketahui telah banyak teori yang mencoba meneragkan sebab-muhasabab penyakit tersebut, akan tetapi tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan.
Pengobatan: Rawat jalan: ibu hamil dengan preeklampsia ringan dapat dirawat secara rawat jalan, dianjurkan ibu banyak istirahat (berbaring/tidur miring). Pada umur kehamilan diatas 20 minggu, tirah baring denagan posisi miring menghilangkan tekanan Rahim sehingga meningkatkan aliran darah. Rawat inap: bila tidak ada perbaikan: tekanan darah, kadar proteinuria selama 2 minggu, adanya satu atau lebih gejala dan tanda-tanda preeklampsia berat.
KH02 Pre Eklampsia Berat
Pengertian : Pre eklampsua berat adalah tekanan darah tinggi (>=160/110) yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau adema (penimbunan cairan),yang terjadi pada kehamilan 20 minggu dampai akhir minggu setelah persalinan
Penyebab: Apa yang terjadi penyebab pre-eklampsia sampai sekarang belum siketahui telah banyak teori yang mencoba meneragkan sebab-muhasabab penyakit tersebut, akan tetapi tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan.
Pengobatan: Penderita pre-eklamsi berat dirawat dirumah sakit dan menjalani tirah baring. Cairan dan magnesium sulfat diberikan melalui infus. Dalam waktu 4-6 jam, biasanya tekanan darah kembali normal dan bayi dapat dilahirkan dengan selamat. Jika tekanan darah tetap tinggi, sebelum persalinan dimulai, diberiakan obat tambahan
KH03 Hyperemesis
Gravidarum tingkat 1
Pengertian: Mual dan muntah berleihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering dijumpai pada kehamilan trismester 1.
Penyebab: Belum diketahui pasti penyebab terjadinga hyperemesis gravidarum, namun beberapa factor prediposisi, yaitu primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda. Factor organic, yaitu alergi, masuknya vili khorialis dalam siklulasi (menempelnya plasenta pada rahim ibu) , perubahan metabolic karena kehamilan, dan kekuatan tubuh ibu yang menurun.
Pengobatan:
merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan berumur 4 bulan
2. Ibu dianjurkan untuk mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering
3. Waktu bangun tidur pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tettapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biscuit dengan the hangat
4. Hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak
5. Makan makanan dan minuman yang disajikan jangan terlalu panas atau dingin
KH04 Hiperemesis
Gravidarum tingkat 2
Pengertian : Mual dan muntah berleihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering dijumpai pada kehamilan trismester 1.
Penyebab: Belum diketahui pasti penyebab terjadinga hyperemesis gravidarum, namun beberapa faktor prediposisi, yaitu primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda. Faktor organik, yaitu alergi, masuknya vili khorialis dalam siklulasi (menempelnya plasenta pada rahim ibu), perubahan metabolic karena kehamilan, dan kekuatan tubuh ibu yang menurun.
dan dokter saja yang boleh masuk.
2. Terapi psikologik : Berikan peringatan bahwa kehamilan adalah suatu hal yang wajar, normal dan fidiologik. Jadi tidak perlu takut dan khawatir 3. Terapi mental : Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolot, kabohidrat dan protein dengan gulkosa 5%, dalam cairan fidiologis sebaya 2-3 liter sehari. Bila perlu dapat ditambah dengan kalium dan vitamin khususnya vitamin B kopleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein dapdiberikan pula asam amino esensial secara intervena
KH05 Abortus Pengertian: Abortus (aborsi) pengeluaran hasil konsepsi atau pembuahan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dengan berat badan janin kurang dari 500 gram dan usia kandungan kurang dari 20 minggu
Penyebab: Yang menyebab kan terjadinya abortus antara lain: kelainan kromosom, terganggunya pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi, radiasi, virus, obat-obatan, kelainan pada plasenta (ari-ari), penyakit ibu, kelainan traktus genitalis
Pengobatan: Sebagai kemungkinan diagnosis ini harus dipikirkan kehamilan ektopik tergaggu, Mola hidatidosa. Kehamilan dengan kelainan pada serviks Kehamilan ektropik terganggu dengan hematokel retrouterina kadang-kadang agak susah dibedakan dari abortus dengan uterus dalam posisi retroversi (kondisi Rahim yang posisinya miring kebelakang), dalam keadaan tersebut ditemukan amenorea (keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut) disertai pendarahan pervaginam, rasa
nyeri dan perut bagian bawah, dan tumor belakang uterus. Tetapi, keluhan nyeri biasanya lebih hebat pada kehamilan ektopik. Apabila gejala-gejala menunjukan kehamilan ektopik terganggu, dapat dilakukan kuldosentesis (pemeriksaan apakah dalam kovum douglas ada darah) dan bila darah tua dapat dikeluarkan dengan tindakan ini, diagnosis kelainan dapat dipastikan. Pada mola hidatidosa uterus biasanya lebih besar daripada lamanya amenorea dan muntah lebih sering. Apabila ada kecurigaan terhadap mola hidatidosa perlu dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG).
KH06 Kehamilan
ektopik tergaggu
Penegertian : Adalah kehamilan di luar kavum uteri. Sebagian besar kehamilan ektopik tidak dapat berlangsung hingga sembilan bulan. Biasanya ibu akan mengalami beberapa gejala yang menyerupai kehamilan normal
Penyebab: Normalnya, sel telur dibuahi di dalam tuba falopi dan tertaman dalam Rahim. Juga tuba tersebut (misalnya karena infeksi), maka sel telur akan bergerak secara lambat atau tertahan. Sel telur yang telah dibuahi tidak pernah sampai kerahim dan terjadilah kehamilan ektropik
Pengobatab: Harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan kehamilan ektropik. Pada kehamilan tuba, biasanya dibuat sayatan kedalam tuba dan janin serta plasenta (ari-ari) diangkat. Tuba dibiarkan terbuka agar penyembuhan terjadi tanpa
tuba dan tidak dapat diperbaiki, maka tuba harus diangkat. Jika tidak terdengar denyut jantung janin,
KH07 Hematokel
retrouterina
Pengertian: Yaitu terkumpulnya darah di kavum douglasi (ruangan antara dinding belakang rahim dan saluran pelepasan) dimana darah tersebut kemudian diliputi oleh kapsul.
Penyebab: Yang paling sering adalah abortus kehamilan tuba, terutam kehamilan pars ampularis. Darah pada abortus tuba keluar melalui ostium tuba ke rongga peritoneum (yaitu titik dimana saluran tuba memenuhi rongga peritoneum yaitu ruang di dalam perut bagian bawah tetapi diluar organ internal seperti usus, perut, dan hati) dan terkumpul dalam kavum douglasi
Pengobatan: Hematokel retrouterina sebaiknya dievakuasi perabdominam drain (sungsang) melalui vagina tidak dianjurkan karena akan menyebabkan infeksi sekunder. Hematokel retouterina yang terinfeksi di drainasi melalui vagina
KH08 Plasenta previa Pengertian: Plasenta previa adalah plasenta yang tertanam diatas atau dekat serviks (leher rahim), pada Rahim bagian bawah. Di dalam Rahim, plasenta bisa menutupi lubang serviks sesara keseluruhan atau hanya sebagian.
Penyebab: Plasenta previa biasanya terjadi pada wanita yang telah hamil lebih dari 1 kali atau wanita yang pernah mengalami operasi rahim misalnya kuret akibat keguguran atau operasi untuk menghilangkan miom, wanita hamil dengan usia diatas 35 tahun dan wanita hamil yang merokok
dokter adalah memberikan obat-obatan untuk mencegah kontraksi dan obat untuk mempercepat pematangan paru-paru janin untuk kemungkinan apabila janin harus segera dilahirkan.
Karena tidak boleh sampai kontraksi, maka segera hubungi dokter jika anda merasakan kontraksi perut (perut terasa sangat keras) atau keluar bercak darah.
KH09 Solusio
plasenta ringan
Pengertian: Terdapat pelepasan sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak. Apabila terjadi perdarahan pervaginam, warnanya akan kehitam-hitaman dan sedikit sakit. Perut terasa agak sakit, atau terasa agak tegang yang sifatnya terus menerus. Walaupun demikian, bagian-bagian janin masih mudah diraba
Penyebab: Solusio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain.
Pengobatan ringan : Bila kehamilan kurang dari 35 tahun dan pendarahan berhenti, perut tidak sakit, uterus tidak tegangjanin hidup, dengan tirah baring dan observasi ketat, kemudian tunggu persalinan. Bila perdarahan berlangsung terus, gejala solusio plasenta makin jelas, pada pemantauan dengan USG daerah solusio plasenta bertambah luas, maka kehamilan harus segera diakhiri.
sedang permukaannya. Tanda dan gejala dapat timbuk perlaha-lahan seperti solutio plasenta ringan, atau mendadak dengan gejala sakit perut terus-menerus, yang tidak lama kemudian disusul dengan pendarahan peravagiam yang berasal dari sisi tempat menempelnya plasenta (ari-ari), tetapi jika darah terperangkap di belakang plasenta, maka terjadi pendarahan tersembunyi.
Penyebab : Sosulio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain.
Pengobatan ringan : Apabila kehamilan kurang dari 36 minggu dan pendarahan kemudian berhenti, perutnya tidak sakit uterusnya tidak tegang penderita dapat di rawat di rumah sakit dengan pengawasan. Apabila pendarahan berlangsung terus dan dalam pemantauan usg daerah solution plasenta bertambah luas maka dilakukan pengakhiran kehamilan.
Pengobatan sedang: Penderitaa perlu dirawat inap dirumah sakit melakukan persalinan secepatnya dan transfusi darah dapat mencegah kelainan pembekuan darah. Persalinan diharapkan terjadi dalam 6 jam sejak berlangsungnya solusio plasenta. Tetapi jika tidak
memungkinkan, walaupun sudah dilakukan
amniotomi (pemecahan selaput ketuban dilakukan bila selaput ketuban masih utuh) dan infus oksitosin, maka satu-satunya cara melakukan persalinan adalah seksio sesaria
KH11 Solusio
plasenta berat
Pengertian: Plasenta telah terlepas lebih dari 2/3 permukaannnya. Terjadi sangat tiba-tiba. Biasanya ibu telah jatuh dalam keadaan syok dan janinnya telah meninggal. Uterus sangat tegang seperti papan
dan sangat nyeri. Perdarahan pervaginam tampak tidak sesuai dengan keadaan syok ibu, Pada keadaan-keadaan di atas besar kemungkinan telah terjadi kelainan pada pembekuan darah dan kelainan/gangguan fungsi ginjal.
Penyebab: Sosulio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain.
Pengobatan ringan: apabila kehamilan kurang dari 36 minggu dan pendarahan kemudian berhenti, perutnya tidak sakit uterusnya tidak tegang penderita dapat di rawat di rumah sakit dengan pengawasan. Apabila pendarahan berlangsung terus dan dalam pemantauan usg daerah solution plasenta bertambah luas maka dilakukan pengakhiran kehamilan.
Pengobatan sedang: Penderitaa perlu dirawat inap dirumah sakit melakukan persalinan secepatnya dan transfusi darah dapat mencegah kelainan pembekuan darah. Persalinan diharapkan terjadi dalam 6 jam sejak berlangsungnya solusio plasenta. Tetapi jika tidak memungkinkan, walaupun sudah dilakukan amniotomi (pemecahan selaput ketuban dilakukan bila selaput ketuban masih utuh) dan infus oksitosin, maka satu-satunya cara melakukan persalinan adalah seksio sesarea (persalinan secara sesar)
3.4.1 Rule atau Aturan pada Gangguan dan Gejala
Aturan yang digunakan adalah dengan menggunakan kaidah produksi. Perlu diketahui bahwa aturan ini nantinya akan digunakan untuk menentukan proses pencarian atau menentukan kesimpulan.
Tabel 3.4 Rule atau aturan pada gangguan dan gejala
Kode Relasi
Kode
Gangguan Gangguan Kode Gejala
Kode Penyakit
Penyakit
KJ01 GA01 Sakit Kaepala
Berlebihan GJ01, GJ02, GJ03, GJ04, KH01 Pre Eklampsia Ringan
KJ02 GA01 Sakit kepala
berlebihan
GJ05, GJ06 KH02 Pre
Eklampsia Berat
KJ03 GA02 Bengkak pada
muka dan tangan
GJ01, GJ02 GJ03, GJ04
KH01 Pre
Eklampsia Ringan
KJ04 GA02 Bengkak pada
muka dan tangan
GJ05, GJ06 KH02 Pre
Eklampsia Berat
KJ05 GA03 Mual, muntah
berlebih GJ07, GJ08, GJ09, GJ10, GJ11 KH03 Hiperemisis graviadrum tingkat 1
KJ06 GA03 Mual, muntah
berlebihan GJ12, GJ13, GJ14, GJ15, GJ16, KH04 Hiperemisis graviadrum tingkat 2 KJ07 GA04 Pendarahan pervagianam terjadi sebelum 20 minggu GJ17, GJ18 KH05 Abortus
KJ08 GA04 pendarahan pervaginam terjadi sebelum 20 minggu GJ19, GJ20, GJ21 KH06 Kehamilan ektopik KJ09 GA04 perdarahan pervaginam terjadi sebelumn 20 minggu GJ22, GJ23 KH07 Hematokel retrouterina
KJ10 GA05 pendarahan pada
usia kehamilan 21
GJ24, GJ25 KH08 Plasenta
previa
KJ11 GA05 pendarahan pada
usia kehamilan 21 minggu
GJ26, GJ27 KH09 Solution
plasenta ringan
KJ12 GA05 pendarahan pada
usia kehamilan 21 minggu GJ28, GJ29, GJ30 KH10 Solution plasenta sedang
KJ13 GA05 pendarahan pada
usia kehamilan 21 minggu GJ31, GJ32, GJ33, GJ34 KH11 Solution plasenta berat
KJ14 GA06 Mual, muntah
berlebih (>10x perhari) GJ07, GJ08, GJ09, GJ10 GJ35 KH03 Hiperemisis graviadrum tingkat 1
KJ15 GA06 Mual, muntah
yang berlebih (>10x perhari) GJ12, GJ13, GJ14, GJ16, GJ36 KH04 Hiperemisis graviadrum tingkat 2
3.5 Pohon Diagram
3.5.1 Pohon Diagram Depth First Search
GA01 GJ04 GJ03 GJ02 GJ01 GJ06 GJ05 KH01 KH02
Gambar 3.1 Pohon Diagram Sakit Kepala berlebihan GA02 GJ04 GJ03 GJ02 GJ01 GJ05 KH01 KH02 GJ06
Gambaru 3.2 Pohon Diagram Sakit bengkak muka dan tangan
GA03 GJ09 GJ08 GJ07 GJ12 GJ11 GJ14 GJ10 GJ15 KH03 KH04 GJ13 GJ16
Gambar 3.3 Pohon Daigram Mual muntah berlebihan GA04 GJ17 GJ20 GJ19 GJ22 GJ23 GJ21 KH05 KH06 KH07 GJ18 Gambar 3.4 Pohon Diagram Pendarahan pervaginam terjadi
GA05 GJ25 GJ24 GJ27 GJ26 GJ29 GJ31 KH08 KH08 KH10 KH11 GJ28 GJ30 GJ32 GJ33 GJ34 Gambar 3.5 Pohon Diagram Pendarahan pada usia kehamilan 21
minggu GA06 GJ08 GJ07 GJ13 GJ12 GJ14 GJ16 GJ09 GA35 GA10 KH03 KH04 GJ36
Gambar 3.6 Pohon Daigram Mual, muntah berlebihan > 10 kali perhar
3.6 Use Case Berjalan
SISTEM BERJALAN
Pasien Bidan Register Hasil diagnosa Memeriksa pasien Memberikan hasil diagnosa Menerima data pasien Diperiksa Oleh BidanGambar 3.7 Use Case Berjalan
Tabel 3.5 Deskripsi Use Case Diagram Register
Nama Use Case Register
Aktor Pasien
Deskripsi Sebelum mulai di periksa oleh bidan, terlebih dahulu mengisi form register agar dapat terdata.
Tabel 3.6 Deskripsi Use Case Diagram Diperiksa Oleh Bidan
Nama Use Case Diperiksa Oleh Bidan
Aktor Pasien
Tabel 3.7 Deskripsi Use Case Diagram Hasil diagnosa
Nama Use Case Hasil diagnose
Aktor Pasien
Deskripsi Setelah di prtiksa oleh bidan pasien mendapatkan hasil diagnosa dari bidan
Tabel 3.8 Deskripsi Use Case Diagram Menerima data pasien
Nama Use Case Menerima data pasien
Aktor Bidan
Deskripsi Bidan akan mengetahui identitas dari pasien tersebut
Tabel 3.9 Deskripsi Use Case Diagram Memeriksa Pasien
Nama Use Case Memeriksa pasien
Aktor Bidan
Deskripsi Bidan akan memeriksa pasien sesuai dengan data pasien
Tabel 3.10 Deskripsi Use Case Diagram Memberikan Hasil Diagnose
Nama Use Case Memberikan hasil diagnose
Aktor Bidan
Deskripsi Setelah pasien di periksa oleh bidan lalu bidan memberikan hasil diagnosa, sesuai gejala yang dialami oleh pasien
3.7 Perancangan Sistem Usulan 3.7.1 Usecase Usulan
user (pengunjung)
SISTEM USULAN
Pakar (Bidan) Entry Data User
Melihat Bantuan
Entry Gejala
Lihat Hasil Diagnosa
Isi Data Penyakit
Login
Melihat Laporan User (Pengunjung)
Isi Data Gejala Isi Data Gangguan
Menampilkan Tabel Gangguan Menampilkan Tabel Penyakit Menampilkan Tabel Gejala <<extends>> <<extends>> <<extends >> <<include>> <<inclu de>> <<include >> << inclu de >>
Gambar 3.8 Use Case Berjalan
Tabel 3.11 Deskripsi Use Case Diagram Melihat Bantuan
Nama Use case Melihat Bantuan
Aktor User (Pengunjung)
Deskripsi Sebelum masuk halaman diagnosa terlebih dahulu untuk mengetahui tahapan-tahapan pada aplikasi diagnosa.
Pre-Kondisi Sebelum memulai diagnosa harus melihat terlebih dahulu tahapan-tahapan pada aplikasi
Post-Kondisi Jika sudah mengetahui tahapan-tahapan pada aplikasi maka boleh mencoba untuk mendiagnosa.
Tabel 3.12 Deskripsi Use Case Diagram Entry Data User
Nama Use case Entry Data User
Aktor User (Pengunjung)
Deskripsi Sebelum masuk ke menu halaman diagnosa, user di wajibkan untuk mengisi data diri terlebih dahulu
Pre-Kondisi Seluruh user(pengunjung) di wajibkan mengisi data diri terlebih dahulu
Tindakan User mengisi Nama, Umur, Alamat
Post-Kondisi Jika selesai maka dapat masuk ke halaman selanjutnya
Tabel 3.13 Deskripsi Use Case Diagram Entry Gejala
Nama Use case Entry Gejala
Aktor User (Pengunjung)
Deskripsi User mulai memilih gejala yang ada pada sistem, gangguan pada kehamilan
Pre-Kondisi
Telah melakukan entry data user, lalu masuk ke halaman entry gejala
Tindakan
1. User telah mengisi entri data user
2. Sistem akan menampilkan entry gejala yang berisi, tentang gangguan dan gejala
Post-Kondisi Jika berhasil maka akan tampil menu-menu gangguan dan gejala
Tabel 3.14 Deskripsi Use Case Diagram Lihat Hasil Diagnosa
Tindakan 1. User telah enty gejala
2. Sistem menampilkan hasil diagnose
Post-Kondisi Jika berhasil maka akan menampilkan hasil diagnosa.
Tabel 3.15 Deskripsi Use Case Diagram Login
Nama Use case Login
Aktor Pakar
Deskripsi Sebelum masuk ke menu pakar, semua pakar (bidan) akan menggunakan sistem wajib melakukan login terlebih dahulu Pre-Kondisi Sebelum masuk ke menu pakar, semua pakar (bidan) akan
menggunakan sistem wajib melakukan login terlebih dahulu
Tindakan Pakar mengisi username dan password
Post-Kondisi Jika berhasil maka akan masuk ke halaman utama
Tabel 3.16 Deskripsi Use Case Diagram Mengisi Data Gangguan
Nama Use case Mengengisi data gangguan
Aktor Pakar
Deskripsi Pakar mengisi data gangguan yang isinya nama-nama gangguan pada ibu hamil
Pre-Kondisi Telah melakukan proses login, lalu pilih menu gangguan
Tindakan Pakar mengelola data gangguan
Post-Kondisi Jika berhasil, maka akan tersimpan dalam database
Tabel 3.17 Deskripsi Use Case Diagram Mengisi Data Penyakit
Nama Use case Mengisi data penyakit
Aktor Pakar
Deskripsi Pakar mengisi data penyakit yang isinya nama-nama penyakit, pengertian, penyebab, pengobatan
Pre-Kondisi Telah melakukan proses login, lalu pilih menu penyakit Tindakan Pakar mengelola data penyakit
Tabel 3.18 Deskripsi Use Case Diagram Mengisi Data Gejala
Nama Use case Mengisi data gejala
Aktor Pakar
Deskripsi Pakar mengisi data gejala yang isinya nama-nama gejala pada ibu hamil.
Pre-Kondisi Telah melakukan proses login, lalu pilih menu gejala Tindakan Pakar mengelola data gejala
Post-Kondisi Jika berhasil, maka akan tersimpan dalam database
Tabel 3.19 Deskripsi Use Case Diagram Melihat Laporan User (Pengunjung)
Nama Use case Melihat Laporan Pakar
Aktor Pakar
Deskripsi Menampilkan laporan user (pengunjung) dari seluruh tindakan yang telah ditentukan.
Pre-Kondisi Telah melakukan proses login, memilih laporan user `(pengunjung)
Tindakan
1. Pakar memilih laporan user (pengunjung).
2. Sistem menampilkan laporan user, kemudian pakar melihat laporan dari setiap user (pengunjung).
Post-Kondisi Menampilkan laporan
Tabel 3.20 Deskripsi Use Case Diagram Menampilkan Tabel Gangguan
Nama Use case Menampilkan Tabel Gangguan
Aktor Pakar (Bidan)
Deskripsi Pakar memilih menu Gangguan
Pre-Kondisi Telah melakukan proses login, pilih menu gangguan lalu pilih lihat gangguan
Tindakan
1. Pakar memilih menu gangguan
Tabel 3.21 Deskripsi Use Case Diagram Menampilkan Tabel Penyakit
Nama Use case Menampilkan Tabel Penyakit
Aktor Pakar (Bidan)
Deskripsi Pakar memilih menu penyakit
Pre-Kondisi Telah melakukan proses login, pilih menu penyakit lalu pilih lihat penyakit
Tindakan
1. Pakar memilih menu penyakit
2. Lalu pengguna memilih lihat penyakit 3. Sistem menampilkan tabel data penyakit Post-Kondisi Menampilkan tabel data penyakit
Tabel 3.22 Deskripsi Use Case Diagram Menampilkan Tabel Gejala
Nama Use case Menampilkan Tabel Gejala
Aktor Pakar (Bidan)
Deskripsi Pakar memilih menu gejala
Pre-Kondisi Telah melakukan proses login, pilih menu gejala lalu pilih lihat gejala
Tindakan
1. Pakar memilih menu gejala
2. Lalu pengguna memilih lihat gejala 3. Sistem menampilkan tabel data gejala Post-Kondisi Menampilkan tabel data gejala
3.7.2 Activity Diagram Melihat Bantuan
User (Pengunjung)
Sistem
Pilih menu Bantuan Tampil Data Bantuan
Melihat bantuan aplikasi
Gambar 3.9 Activity Diagram Melihat Bantuan
3.7.3 Activity Diagram Entry Data User
User (Pengunjung) Sistem
Pilih menu diagnosa Tampil Form Entry Data User
Daftar Entry Data User
3.7.4 Activity Diagram Entry Data Gejala
User (Pengunjung) Sistem
Pilih menu diagnosa Tampil Form Entry Data User
Daftar Entry Data User
Menampilkan Halaman Entry Gejala
Pilih menu gangguan, gejala
Proses
Gambar 3.11 Activity Diagram Entry Data Gejala
3.7.5 Activity Diagram Lihat Hasil Diagnosa
User (Pengunjung) Sistem
Pilih menu diagnosa Tampil Form Entry Data User
Daftar Entry Data User
Menampilkan halaman Entry Gejala
Pilih menu gangguan, gejala
Memproses
Menampilkan hasil diagnosa
Melihat Hasil Diagnosa
3.7.6 Activity Diagram Login
Pakar Sistem
Login Menampilkan Menu Login
Cek Username dan Password Masukkan Username dan Password
Masuk Menu Aplikasi
Gagal
Berhasil
Gambar 3.13 Activity Diagram Login
3.7.7 Activity DiagramMengisi Data Gangguan
Pakar (bidan) Sistem
Login Menu Utama
Pilih Menu Gangguan
Tampilkan Menu gangguan Mengisi Data Gangguan
3.7.8 Activity Diagram Mengisi Data Penyakit
Pakar (bidan) Sistem
Login Menu Utama
Pilih Menu Penyakit
Tampilkan Menu Penyakit Mengisi Data Penyakit
Simpan
Gambar 3.15 Activity Diagram Mengisi Data Penyakit
3.7.9 Activity Diagram Mengisi Data Gejala
Pakar (bidan) Sistem
Login Menu Utama
Pilih Menu Gejala
Tampilkan Menu Gejala
Mengisi Data Gejala
Simpan
3.7.10 Activity Diagram Melihat Tabel Gangguan
Pakar (bidan) Sistem
Login Menu Utama
Pilih Menu Gangguan
Tampilkan Menu gangguan
Pilih Lihat Tabel Gangguan
Menampilkan Tabel Gangguan
Melihat Tabel Gangguan
Gambar 3.17 Activity Diagram Melihat Tabel Gangguan
3.7.11 Activity Diagram Melihat Tabel Penyakit
Pakar (bidan) Sistem
Login Menu Utama
Pilih Menu Penyakit
Tampilkan Menu Penyakit
Pilih Lihat Tabel Penyakit
Menampilkan Tabel Penyakit
3.7.12 Activity Diagram Melihat Tabel Gejala
Pakar (bidan) Sistem
Login Menu Utama
Pilih Menu Gejala
Tampilkan Menu Gejala
Pilih Lihat Tabel Gejala
Menampilkan Tabel Gejala
Melihat Tabel Gejala
3.8 Sequence Diagram Usulan 3.8.1 Sequence Diagram Login
Pakar (bidan)
Form Login
Isi username dan Password
User
Username Password
Pakar
Data User
Validasi Username Password Salah
Pesan Username Password Salah
Menampilkan Menu Utama Menampilkan Menu Utama
Menu Utama Tampil
3.8.2 Sequence Diagram Mengisi Data Gangguan
Pakar (bidan)
Menu Utama
Login
Login Gagal Validasi
Menu Gangguan
Pilih
Data Gangguan
Buka
Input Data Gangguan Kd_gangguan, Nm_gangguan
Edit Edit Gangguan Tambah Display Simpan Simpan Display Batal Keluar
3.8.3 Sequence Diagram Mengisi Data Penyakit
Pakar (bidan)
Menu Utama
Login
Login Gagal Validasi
Menu Penyakit
Pilih
Data Penyakit
Buka
Input Data Penyakit Kd_penyakit,Nm_penyakit, Pengertian, Penyebab, Pengobatan
Edit Edit Penyakit Tambah Display Simpan Simpan Display Batal Keluar
3.8.4 Sequence Diagram Mengisi Data Gejala
Pakar (bidan)
Menu Utama
Login
Login Gagal Validasi
Menu Gejala
Pilih
Data Gejala
Buka
Input Data Gejala Kd_gejala, Nm_gejala
Edit Edit Gejala Tambah Display Simpan Simpan Display Batal Keluar
3.8.5 Sequence Diagram Menampilkan Laporan User (Pengunjung)
Pakar (bidan)
Menu Utama
Login
Login Gagal Validasi
Menu Data Pengunjung
Pilih
Data Pengunjung
Buka
Keluar
Keluar
Gambar 3.24 Sequence Diagram Menampilkan Laporan User (Pengunjung)
3.8.6 Sequence Diagram Menampilkan Tabel Gangguan
Pakar (bidan)
Menu Utama
Login
Login Gagal Validasi
Menu Gangguan Pilih Lihat Gangguan Lihat Keluar Keluar
3.8.7 Sequence Diagram Menampilkan Tabel Penyakit
Pakar (bidan)
Menu Utama
Login
Login Gagal Validasi
Menu Penyakit Pilih Lihat Penyakit Lihat Keluar Keluar
Gambar 3.26 Sequence Diagram Menampilkan Tabel Penyakit
3.8.8 Sequence Diagram Menampilkan Tabel Gejala
Pakar (bidan)
Menu Utama
Login
Login Gagal Validasi
Menu Gejala Pilih Lihat Gejala Lihat Keluar Keluar
3.8.9 Sequence Diagram Melihat Bantuan
User (Pengunjung)
Menu Utama
Tampilan Menu Awal
Menu Bantuan
Pilih
Bantuan
Buka
Kembali
Gambar 3.28 Sequence Diagram Melihat Bantuan
3.8.10 Sequence Diagram Entry Data User
User (Pengunjung)
Menu Utama
Tampilan Menu Awal
Menu Dignosa
Daftar
Pilih
Entry Data User
Buka
Input Data Diri Kd_user, Nm_User, Umur, Alamat
Daftar Display Batal
3.8.11 Sequence DiagramEntry Gejala
User (Pengunjung)
Menu Diagnosa
Buka
Masuk Halaman Entry Gejala
Masuk Halaman Gejala
Pilih Gangguan dan Gejala
Batal Proses
Gambar 3.30 Sequence Diagram Mendiagnosa
3.8.12 Sequence DiagramLihat Hasil Diagnosa
User (Pengunjung)
Menu Diagnosa
Buka
Masuk Halaman Entry Gejala
Masuk Halaman Entry Diagnosa
Pilih Gangguan dan Gejala
Proses
Hasil Diagnosa
Tampil Hasil Diagnosa
Kembali Mendiagnosa
Nama Penyakit, Pengertian, Penyebab, Pengobatan
3.9 Class Diagram Sistem Usulan
Gambar 3.32 Class Diagram
3.10 Peramcangan database secara konseptual
ERD (Entity Relationship Diagram)
Penyakit Gejala
Gangguan ada
Pakar Mengelola ada
Memiliki1 *Kd_pakar User_name Jenkel Alamat Password *Kd_pakar *Kd_gangguan *Kd_gangguan Nm_gangguan *Kd_gangguan *Kd_gejala *Kd_gejala Nm_gejala *Kd_penyakit Nm_penyakit Pengertian Penyebab Pengobatan Ada Memiliki2 Ada Kd_gangguan Kd_relasi *Kd_relasi *Kd_gejala *Kd_gejala *Kd_penyakit *Kd_relasipenyakit *Kd_gejala *Kd_penyakit *Kd_relasipenyakit 1 M M M M M 1 1 1 1 M +tambah() +simpan() +edit() +hapus() -*Kd_relasi -Kd_gangguan -Kd_gejala Relasi Gangguan -*Kd_relasi -Kd_penyakit -Kd_gejala Relasi Penyakit +tambah() +simpan() +edit() +hapus() -*Kd_gejala -Nm_gejala Gejala +tambah() +simpan() +edit() +hapus() -*Kd_penyakit -Nm_penyakit -Pengertian -Penyebab -Pengobatan Penyakit +tambah() +simpan() +edit() +hapus() -*Kd_gangguan -Nm_gangguan Gangguan 1 1 1..* 1..* 1 1..* 1 1..* +Entry Gejala() -kd_user -tanggal -Nm_user -Umur -Alamat Pengunjung 1 1..*
3.11 Perancangan Struktur Tabel
Berikut adalah tabel-tabel yang digunakan dalam perancangan sistem pakar mendiagnosa ganggguan kehamilan dengan menggunakan metode DFS :
1. Tabel Gejala
Nama Field : Gejala Primary Key : Kd_gejala Jumlah Field : 2
Tabel 3.23 Struktur Tabel Gejala
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Kd_gejala Varchar 5 Kode gejala
2 Nm_gejala Varchar 70 Nama gejala
2. Tabel Penyakit
Nama Field : Penyakit Primary Key : Kd_penyakit Jumlah Field : 5
Tabel 3.24 Struktur Tabel Penyakit
No ama Field Type Size Keterangan
1 Kd_penyakit Varchar 5 Kode penyakit
2 Nm_penyakit Varchar 70 Nama penyakit
3 Pengertian Text - Pengertian penyakit
4 Penyebab Text - Penjelasan tentang penyakit
3. Tabel Gangguan
Nama Field : Gangguan Primary Key : Kd_gangguan Jumlah Field : 2
Tabel 3.25 Struktur Tabel Gangguan
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Kd_gangguan Varchar 5 Kode gangguan
2 Nm_gangguan Varchar 70 Nama gangguan
4. Tabel Pengunjung
Nama Field : Pengunjung Primary Key : kd_user Jumlah Field : 5
Tabel 3.26 Struktur Tabel Pengunjung
No Nama Field Type Size Keteangan
1 Kd_user Varchar 5 Kode pengunjung
2 Tanggal Datetime - Tanggal dan jam
3 Nm_user Varchar 30 Nama user
4 Umur Varchar 8 Umur
5. Tabel Pakar
Nama Field : Pakar Primary Key : Kd_pakar Jumlah Field : 6
Tabel 3.27 Struktur Tabel Pakar
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Kd_pakar Varchar 5 Kode pakar
2 User_name Varchar 30 User name pakar
3 Alamat Varchar 40 Alamat pakar
4 Jenkel Varchar 8 Jenis kelamin pakar
6 Password Varchar
10
Password pakar6. Tabel Relasi Gangguan Nama Field : Gangguan Primary Key : Kd_relasi Jumlah Field : 3
Tabel 3.28 Struktur Tabel Relasi Gangguan
No Field Type Size Keterangan
1 Kd_relasi Varchar 5 Kode relasi gangguan
2 Kd_gangguan Varchar 5 Kode gangguan
3 Kd_ gejala Varchar 5 Kode gejala
Kode Pakar
Kr-001
Kode Pakar
7. Tabel Relasi Penyakit
Nama Field : Relasi Penyakit Primary Key : Kd_relasipenyakit Jumlah Field : 3
Tabel 3.29 Struktur Tabel Relasi Penyakit
No Field Type Size Keterangan
1 Kd_relasipenyakit Varchar 5 Kode relasi penyakit
2 Kd_penyakit Varchar 5 Kode penyakit
3 Kd_gejala Varchar 5 Kode Gejala
3.12 Struktur Tampilan
3.12.1 Struktur Tampilan Menu Diagnosa
Menu Utama Home bantuan Diagnosa Pakar Diagnosa Isi Data Pengunjung Hasil Diagnosa
3.12.2 Struktur Tampilan Menu Pakar Menu Utama Gangguan Penyakit Gejala Relasi Data Pengunjung Relasi Gangguan Relasi Penyakit Pakar
Gambar 3.35 Struktur Tampilan Menu Pakar
3.13 Rancangan Layar
3.13.1 Rancangan Layar Menu Utama
3.13.2 Rancangan Layar Diagnosa
Gambar 3.37 Rancangan Layar Diagnosa
3.13.4 Rancangan Layar Pakar ( Data Penyakit)
Gambar 3.39 Rancangan Layar Pakar (Data Penyakit)
3.13.5 Rancangan Layar Pakar (Data Gangguan)
3.13.6 Rancangan Layar Pakar (Data Gejala)
Gambar 3.41 Rancangan Layar Pakar (Data Gejala)
3.13.8 Rancangan Layar Pakar (Data Relasi Gangguan)
Gambar 3.43 Rancangan Layar Pakar (Data Relasi Gangguan)
3.13.9 Rancangan Layar Pakar (Data Pakar)