POLA KEPEKAAN BAKTERI PENYEBAB VENTILATOR-ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI ICU RSUP H. ADAM MALIK PERIODE
JULI-DESEMBER 2014
Oleh :
DASTA SENORITA GINTING 120100251
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
POLA KEPEKAAN BAKTERI PENYEBAB VENTILATOR-ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI ICU RSUP H. ADAM MALIK PERIODE
JULI-DESEMBER 2014
KARYA TULIS ILMIAH
Karya Tulis Ilmiah ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan Sarjana Kedokteran
Oleh :
DASTA SENORITA GINTING 120100251
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRAK
Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial yang
sampai saat ini masih menjadi masalah di bidang kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tingkat mortalitas dan morbiditas VAP yang tinggi, biaya pengobatan yang besar, serta banyaknya bakteri penyebab VAP yang resisten terhadap antibiotik. Pola kepekaan bakteri penyebab VAP terhadap antibiotik sangat dibutuhkan sebagai acuan pemberian terapi empiris sehingga penangangan terhadap VAP dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kepekaan bakteri penyebab VAP di ICU RSUP H. Adam Malik periode Juli-Desember 2014.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang dengan sumber data dari data rekam medis pasien yang didagnosis VAP di RSUP H.Adam Malik Periode Juli-Desember 2014 yang diisi dengan lengkap dan mempunyai data uji kepekaan terhadap antibiotik.
Didapatkan 27 isolat bakteri, 19 onset cepat dan 8 onset lambat. Dari 27 isolat, 26 isolat (96,3%) diantaranya merupakan bakteri Gram negatif. Bakteri yang paling dominan
Acinetobacter baumannii (48,1%), diikuti Klebsiella pneumonia (25,9%), Escherichia
coli (14,8%), Pseudomonas aeruginosa (3,7%), lalu Stenotrophomonas maltophilia
(3,7%). Bakteri Gram positif penyebab VAP adalah Staphylococcus aureus 1 isolat (3,7%). Berdasarkan uji kepekaan, Acinetobacter baumannii (N=13) peka terhadap amikacin (6 isolat), Escherichia coli (N=4) peka terhadap amikacin, trimethoprim/sulfamethoxazole, dan tigecycline (4 isolat), Klebsiella pneumonia (N=7) peka terhadap amikacin dan tigecycline (6 isolat), Pseudomonas aeruginosa (N=1) peka terhadap meropenem dan tigecycline (1 isolat), Stenotrophomonas maltophilia (N=1) peka terhadap tigecycline, dan Staphylococcus aureus (N=1) masih peka terhadap banyak antibiotik. Prevalensi VAP pada penelitian ini adalah 3,35%.
Kesimpulan penelitian ini adalah Acinetobacter baumannii merupakan penyebab utama VAP dan rata-rata bakteri Gram negatif peka terhadap golongan carbapenem, amikacin, tigecycline, dan trimethoprim/sulfamethoxazole.
Kata kunci : Ventilator-associated pneumonia, kepekaan, bakteri, prevalensi
iii
ABSTRACT
Ventilator associated pneumonia (VAP) is a nosocomial infection that still become a health problem until now. This is caused by high rates of mortality and morbidity of VAP, high medical expenses, as well as the number of VAP-causing bacteria that are resistant to antibiotics. Susceptibility pattern VAP-causing bacteria to antibiotics is needed as a reference so that the handling of empirical therapy for VAP can be done quickly and accurately.
The purpose of this study was to determine the prevalence and the susceptibility pattern of bacteria isolated from VAP suspected patients. This is a descriptive study with
cross sectional method. The source data is from the VAP patient’s medical record, who
were hospitalized in RSUP H. Adam Malik on July-December 2014, that were filled completely with the data of antibiotic susceptibility test.
From this study, there were 27 isolates, that consist of 19 early onset and 8 late onset. Twenty six from 27 isolates (96,3%) were Gram-negative bacteria. The most dominant bacteria was Acinetobacter baumannii (48,1%), followed by Klebsiella pneumonia (25,9%), Escherichia coli (14,8%), Pseudomonas aeruginosa (3,7%), and onether isolate was Stenotrophomonas maltophilia (3,7%). Gram-positive bacteria that found in this study is Staphylococcus aureus 1 isolate (3,7%). Based on susceptibility test, Acinetobacter baumannii (N=13) were sensitive to amikacin (6 isolates), Escherichia coli (N=4) were sensitive to amikacin, trimethoprim/sulfamethoxazole, and tigecycline (4 isolates), Klebsiella pneumonia (N=7) were sensitive to amikacin and tigecycline (6 isolates), Pseudomonas aeruginosa (N=1) was sensitive to meropenem and tigecycline (1 isolates), Stenotrophomonas maltophilia (N=1) was sensitive to tigecycline, and Staphylococcus aureus (N=1) still sensitive to most of the tested antibiotics. The prevalence of VAP in this study was 3,35% .
In conclusion, Acinetobacter baumannii is a major cause of VAP. Most of the
Gram-negative bacteria are sensitive to carbapenem class, amikacin, tigecycline, and
trimethoprim/sulfamethoxazole.
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Pola Kepekaan Bakteri Penyebab Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di ICU RSUP H. Adam Malik Periode Juli-Desember 2014”.
Dalam pengerjaan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis banyak menerima bimbingan, bantuan, dukungan serta motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1. Prof. dr. Gontar A. Siregar, Sp.PD-KGEH, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
2. dr. Dian Dwi Wahyuni, Sp.MK, selaku dosen pembimbing Karya Tulis Ilmiah saya yang telah banyak meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan bimbingan, pengarahan, serta saran dalam penulisan karya tulis ini.
3. dr. Indra Wahyudi, Sp.A dan Dr. Syafrizal Nasution, Sp.PD- KGH selaku dosen penguji saya yang banyak memberikan masukan dalam perbaikan karya tulis ini. 4. dr. Ashri Yudhistira, Sp.THT-KL, selaku dosen pembimbing akademik yang telah
banyak membimbing penulis selama menjalani perkuliahan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
5. Seluruh pegawai dan staf Bagian Pendidikan dan Rekam Medis RSUP Haji Adam Malik Medan yang memberi izin dan bantuan kepada penulis.
6. Seluruh staf pengajar dan civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
7. Kedua orangtua terkasih, yaitu Ayah dan Ibu, serta kepada saudara-saudari saya yang telah memberikan kasih sayang, dukungan doa, semangat, dan motivasi kepada saya.
8. Semua teman dan sahabat yang membantu dan memberi dukungan moril kepada penulis selama menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
v
membangun untuk membuat hasil karya tulis ilmiah ini kedepannya lebih baik lagi.
Akhir kata, penulis berharap semoga tulisan ini dapat memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi fakultas, pengembangan ilmu, dan masyarakat.
Medan, Desember 2015 Penulis
vi
2.1 Pneumonia terkait ventilator/ Ventilator associated pneumonia (VAP) ... 6
BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL . 14 3.1 Kerangka Konsep Penelitian ... 14
vii
BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 19
5.1. Hasil Penelitian ... 19
5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian ... 19
5.1.2. Deskripsi Sampel Penelitian ... 19
5.1.3. Deskripsi Karateristik Sampel ... 19
5.1.4. Deskripsi Karateristik Sampel Berdasarkan Bakteri Penyebab VAP ... 20
5.1.5. Deskripsi Pola Kepekaan Bakteri Penyebab VAP di ICU RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Juli-Desember2014 22 5.1.6. Prevalensi VAP di ICU RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Juli-Desember 2014 ... 27
5.2. Pembahasan ... 28
5.2.1. Deskripsi Karateristik Sampel Penelitian ... 28
5.2.2. Pola Bakteri Penyebab Ventilator Associated Pneumonia (VAP) ... 28
5.2.3. Bakteri Penyebab Ventilator Associated Pneumonia (VAP) . 30 5.2.4. Bakteri Multidrug Resistant (MDR) Penyebab VAP ... 33
viii
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ... 36
6.1. Kesimpulan ... 36
6.2. Saran ... 37
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Kriteria CDC untuk VAP ... 10 Tabel 2.2.Terapi antibiotik awal secara empirik untuk HAP atau VAP
pada pasien tanpa faktor risiko patogen MDR, awitan dini dan semua derajat penyakit (mengacu pada ATS, 2005)... 11 Tabel 2.3. Terapi antibiotik awal secara empirik untuk HAP atau VAP
pada pasien tanpa faktor risiko patogen MDR, awitan dini
dan semua derajat penyakit ... 12 Tabel 3.1. Tabel definisi operasional ... 15 Tabel 5.1. Karakteristik Sampel Penelitian berdasarkan Data Rekam
Medis Pasien dengan VAP di ICU RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Juli-Desember 2014 (N=29) ... 20 Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Bakteri
Penyebab VAP di ICU RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Juli-Desember 2014 ... 21 Tabel 5.3. Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Bakteri
Penyebab VAP Onset Cepat di ICU RSUP Haji Adam
Malik Medan Periode Juli-Desember 2014 (N=20) ... 21 Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Bakteri Penyebab
VAP Onset Lambat di ICU RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Juli-Desember 2014 (N=9) ... 22 Tabel 5.5. Pola Kepekaan Acinetobacter baumannii terhadap
Beberapa Antibiotik (N=14) ... 22 Tabel 5.6. Pola Kepekaan Escherichia coli terhadap Beberapa
Antibiotik (n=4) ... 23 Tabel 5.7. Pola Kepekaan Klebsiella pneumonia terhadap Beberapa
Antibiotik (n=7) ... 24 Tabel 5.8. Pola Kepekaan Stenotrophomonas maltophilia dan
x
Tabel 5.9. Pola Kepekaan Staphylococcus aureus terhadap Beberapa Antibiotik (n=1) ... 26 Tabel 5.10. Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Bakteri
Multi Drug Resistant (MDR) Penyebab VAP di RSUP
H. Adam Malik Periode Juli-Desember 2014 ... 26 Tabel 5.11. Tabel Jumlah Pemasangan Ventilator dan Jumlah
Pasien yang Mengalami VAP di RSUP H. Adam Malik
xi
DAFTAR GAMBAR/SKEMA
Halaman
Gambar 2.1. Skema terapi empirik terhadap HAP dan VAP ... 12
Gambar 2.2. Ringkasan Penatalaksanaan HAP dan VAP ... 13
Gambar 3.1. Skema kerangka konsep penelitian ... 14
xii
DAFTAR SINGKATAN
VAP = Ventilator Associated Pneumonia
ICU = Intensive Care Unit
RSAB = Rumah Sakit Anak dan Bunda RSUP = Rumah Sakit Umum Pusat
ESBLs = Expanded Spectrum Beta Lactamase