• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Jumantik Terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur Tahun 2017 Chapter III VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peran Jumantik Terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur Tahun 2017 Chapter III VI"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

42

Universitas Sumatera Utara

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu bertujuan untuk menggambarkan peran Jumantik terhadap program PSN dan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Kayu Putih, kecamatan Pulogadung kota Adminstrasi Jakarta Timur tahun 2017.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Kelurahah Kayu Putih dengan jumlah RW sebesar 17, setiap Rw terdiri dari 1 kordinator Jumantik.

1. Banyaknya pederita DBD sebasar 42 kasus di Kelurahah Kayu Putih tahun 2015.

2. Lokasi yang mudah dijangkau, dan belum pernah dilakukan penelitian dengan rumusan permasalahan sejenis di lokasi penelitian tersebut.

3.2.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dimulai dari bulan April 2016 sampai dengan April 2017.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

(2)

Universitas Sumatera Utara

3.3.2 Sampel

Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu untuk mengetahui peran jumantik dan angka bebas jentik, untuk mengetahui peran jumantik digunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 170 orang yang berasal dari masing – masing RW dilihat dari tingkat keaktifannya, sedangkan untuk mengetahui ABJ didapAtkan dari hasil laporan kegiatan terbaru Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung kota Administrasi Jakarta Timur. 3.4 Metode Pengumpulan Data

Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder

3.4.1 Data Primer

Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner yang dibagikan kepada kader jumantik kecamatan Pulo Gadung kota adminstrasi Jakarta Timur tahun 2017.

3.4.2 Data Sekunder

Data dari Puskesmas wilyah kerja Kecamatan Pulogadung, Kementrian Kesehatan serta informasi yang relevan dari hasil penelitian lainnya.

3.5 Variabel dan Definisi Oprasional 3.5.1 Variabel Penelitian

(3)

Universitas Sumatera Utara

1. Program PSN di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung kota Adminstrasi Jakarta Timur 2017.

2. Peran Jumantik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung kota Adminstrasi Jakarta Timur 2017.

3. Angka Bebas Jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung kota Adminstrasi Jakarta Timur 2017.

3.5.2 Definisi Oprasional

Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini yaitu :

1. PSN; yaitu kegiatan untuk memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aygepti dan Aedes aibopictus dengan 3M – Plus.

2. Jumantik; yaitu warga masyarakat di kelurahan kayu putih yang direkrut, dilatih untuk melakukan proses edukasi dan memantau pelaksanaan PSN plus di setiap RW, dan dijadikan sampel penelitian.

3. Peran Jumantik; yaitu kegiatan yang dilakukan oleh kader jumantik yang bertujuan untuk menggerakan masyarkat dalam pelaksanaan PSN dan melakukan pemantauan terhadap jentik nyamuk untuk memutus perkembangan nyakuk Aedes aegypti.

4. DBD; yaitu Penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aygepti dan Aedes aibopictus.

(4)

Universitas Sumatera Utara

petugas kelurahan dalam menurunkan angka bebas jentik di lingkungan wilayah kerja.

6. Jumantik pasif; yaitu juru pemantau jentik yang tidak melaksanakan tugas – tugas berdasarkan arahan yang diberikan oleh petugas puskesmas menurut Perda no 6 tahun 2007, serta tidak berpatisipasi untuk membantu petugas puskesmas dan petugas kelurahan dalam menurunkan angka bebas jentik di lingkungan wilayah kerja.

7. Angka Bebas Jentik; yaitu ukuran yang dipakai untuk mengetahui kepadatan jentik Aedes aegypti dimana angkanya 95%.

3.6 Aspek Pengukuran

Pengukuran keaktifan Jumantik didasarkan pada jawaban responden kepada lembar observasi mengenai peran Jumantik dengan pilihan jawaban “Selalu” (bobot nilai 2), “Kadang-kadang” (bobot nilai 1), dan tidak pernah (bobot nilai 0). Nilai maksimal yang bisa didapatkan responden ialah sebanyak 14 poin.

Kemudian peran Jumantik dikategorikan kedalam 3 (tiga) kategori yaitu : 1) Aktif : > 75% apabila responden memperoleh 11 – 14 poin

2) Sedang: 56-75% apabila responden memperoleh 9 – 10 poin 3) Pasif : < 56% apabila responden hanya memperoleh 0 – 8 poin.

3.7 Metode Pengolahan dan Analisa Data 3.7.1 Metode Pengolahan Data

(5)

Universitas Sumatera Utara

1. Editing (pemeriksaan data)

Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulkan melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau ternyata masih ada data atau informasi yang tidak lengkap, dan tidak mungkin dilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tesebut di keluarkan (drop out).

2. Coding sheet (membuat lembar kode)

Merupakan pemberian kode – kode pada tiap – tiap data yang termasuk dalam kategori. Kode adalah isyarat yang dibuat dalam bentuk angka – angka atau huruf – huruf yang memberikan petunjuk atas identitas pada suatu informasi atau data yang akan dibahas.

3. Tabulasi (tabulasi data)

Membuat tabel–tabel data, sesua dengan tujuan penelitian atau yang diinginkan oleh peneliti

4. Data entry (memasukan data)

Mengisi kolom – kolom atau kotak – kotak lembar kode atau kartu kode sesuai dengan jawaban masing – masing pertanyaan.

5. Cleaning data (pembersihan data)

Data yang telah dimasukan diperiksa kembali sesuai dengan kriteria data. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan data dari kesalahan.

3.7.2 Metode Analisa Data

(6)

Universitas Sumatera Utara

(7)

48

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Kelurahan Kayu Putih adalah salah satu kelurahan dari 65 kelurahan di wilayah kota Administrasi Jakarta Timur dengan luas wilayah ± 437,15 Ha yang terdiri dari 17 Rukun Warga (RW) dan 180 Rukun Tetangga (RT). Kondisi dan peruntukan wilayah Kelurahan Kayu Putih sebagian besar merupakan kawasan pemukiman dan perdagangan serta perkantoran. Hal ini sangat terasa sekali dampak/pengaruhnya pada keadaan jumlah penduduk, di siang hari jumlah penduduk jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk pada malam hari. Adapun batas-batas wilayah Kelurahan Kayu Putih adalah sebagai berikut :

 Sebelah Utara : Jalan Perintis Kemerdekaan atau Kelurahan Kelapa

Gading Jakarta Utara

 Sebelah Barat : Jalan Ahmad Yani atau Kelurahan Cempaka Putih Jakarta Pusat

 Sebelah Timur : Jalan Kayu Putih Raya atau Kelurahan Pulogadung

 Sebelah Selatan : Jalan Kayu Putih Selatan, Jalan H. Ten, Jalan Bangunan Timut dan Jalan Bangunan Barat atau Kelurahan Rawamangun

(8)

Universitas Sumatera Utara

laki-laki sebanyak jiwa dan perempuan sebanyk 23.283 jiwa, kemudian WNA laki-laki sebanyak 35 jiwa dan perempuan sebanyak 24 jiwa. Dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 15.921 terdiri laki KK laki-laki sebanyak 12.135 jiwa dan KK perempuan sebanyak 3.786 jiwa. Kelurahan Kayu Putih terdiri dari 17 RW yang masing-masing RW terdiri dari 10 RT.

Penduduk Kelurahan Kayu Putih setiap bulan selalu berkembang dinamis,. Hal ini antara lain disebabkan peruntukan wilayah Kayu Putih yang berada di pusat kota Jakarta dan dekat dengan Kawasan Industri Pulogadung sehingga mengundang arus urbanisasi bagi pendatang baru. Selain itu juga dikarenakan masih banyak yang menumpang alamat dan Kartu Keluarga (KK) walaupun mereka tidak bertempat tinggal di wilayah Kelurahan Kayu Putih lagi.

4.2 Gambaran Umum Karakteristik Reponden

(9)

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Gambaran Umum Karakteristik Jumantik

Karakteristik Jumantik Jumlah (n) Persentase (%) Jenis Kelamin

Perguruan Tinggi (D3/S1) 17 10,0

Total 170 100

(10)

Universitas Sumatera Utara

4.3 Peran Jumantik terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik

Peran Jumantik terhadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut :

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Peran Jumantik terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik

No. Peran Jumantik Selalu Kadang- Total

kadang

(11)

Universitas Sumatera Utara

No. Peran Jumantik Selalu Kadang- Total

kadang

Tidak Pernah

n % n % n % N %

4 Memberikan peringatan dan pengarahan kepada pemilik

7 Memberikan laporan kepada kelurahan untuk hasil pemeriksaan jentik nyamuk

169 99,4 1 0,6 0 0 170 100

(12)

Universitas Sumatera Utara

memeriksa tempat – tempat penampungan air didalam maupun diluar rumah, tempat –tempat yang dapat tergenang oleh air dan menutup tempat – tempat penampungan air, kemudian pada umumnya Jumantik yakni dengan persentase sebanyak 94,1% menyatakan bahwa selalu mengecek peralatan rumah yang mungkin menampung air bersih yang dapat dijadikan media oleh nyamuk Aedes aygepti meletakan telurnya, dan pada umumnya Jumantik juga yakni dengan persentase sebanyak 92,9% menyatakan bahwa selalu memberikan peringatan dan pengarahan kepada pemilik rumah agar tidak membiasakan adanya air tergenang, penumpukan pakaian atau pakaian yang tergantung disembarang tempat didalam rumah.

Sedangkan peran Jumantik tehadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik yang dinilai masih dianggap kurang baik dan perlu ditingkat yaitu hanya 32,9% Jumantik yang menyatakan bahwa selalu menaburkan bubuk larvasida 6 bulan sekali untuk menghindari adanya jentik nyamuk, dan hanya 18,2% Jumantik yang selalu memeriksa rumah kosong atau tidak berpenghuni untuk melihat keberadaan jentik nyamuk pada tempat – tempat penampungan air yang ada.

4.4 Kategori Keaktifan Jumantik terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik

Keseluruhan indikator peran Jumantik terhadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur kemudian dikategorikan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu “Aktif”, “Sedang” dan “Pasif” yang dapat dilihat pada tabel

(13)

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kategori Keaktifan Jumantik terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik

Kategori Keaktifan

Jumantik Jumlah (n) Persentase (%)

Aktif 107 62,9

Sedang 63 37,1

Total 170 100

Berdasarkan tabel 4.3 diatas diketahui bahwa sebagian besar Jumantik yakni dengan persentase 62,9% memiliki keaktifan sebagai Jumantik terhadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur dalam kategori yang aktif, kemudian hanya 37,1% Jumantik yang memiliki keaktifan sebagai Jumantik terhadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur dalam kategori sedang, dan tidak ada satupun Jumantik yang memiliki keaktifan sebagai Jumantik terhadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur dalam kategori pasif.

4.5 Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur

(14)

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur

No Jumlah RW

(n) ABJ (%) Keterangan

1 1 98 Memenuhi syarat

2 10 99 Memenuhi syarat

3 6 100 Memenuhi syarat

Total 17 Memenuhi syarat

Sumber : Laporan Kerja Kelurahan Kayu Putih Bulan Maret 2017

(15)

56

Universitas Sumatera Utara

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Peran Jumantik terhadap Program Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Angka Bebas Jentik

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peran Jumantik terhadap program PSN dan ABJ di Kelurahan Kayu Putih diketahui bahwa sebagian besar Jumantik yakni sebanyak 107 orang Jumantik (62,9%) memiliki keaktifan sebagai Jumantik terhadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur dalam kategori yang aktif, kemudian sebanyak 63 orang Jumantik (37,1%) memiliki keaktifan sebagai Jumantik terhadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur dalam kategori sedang.

(16)

Universitas Sumatera Utara

Jumantik yakni sebanyak 168 orang Jumantik (98,8%) telah menyatakan bahwa selalu memeriksa tempat – tempat penampungan air didalam maupun diluar rumah, tempat –tempat yang dapat tergenang oleh air dan menutup tempat – tempat penampungan air, kemudian pada umumnya Jumantik yakni sebanyak 10 orang Jumantik (94,1%) menyatakan bahwa selalu mengecek peralatan rumah yang mungkin menampung air bersih yang dapat dijadikan media oleh nyamuk Aedes aygepti meletakan telurnya, dan pada umumnya Jumantik juga yakni sebanyak 158 orang Jumantik (92,9%) menyatakan bahwa selalu memberikan peringatan dan pengarahan kepada pemilik rumah agar tidak membiasakan adanya air tergenang, penumpukan pakaian atau pakaian yang tergantung disembarang tempat didalam rumah.

Sedangkan peran Jumantik tehadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik yang dinilai masih dianggap sedang dan perlu ditingkat yaitu hanya ada sebanyak 56 orang Jumantik (32,9%) yang menyatakan bahwa selalu menaburkan bubuk larvasida 6 bulan sekali untuk menghindari adanya jentik nyamuk, dan hanya ada sebanyak 31 orang Jumantik (18,2%) yang selalu memeriksa rumah kosong atau tidak berpenghuni untuk melihat keberadaan jentik nyamuk pada tempat – tempat penampungan air yang ada.

(17)

Universitas Sumatera Utara

rumah. Jumantik aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan PSN dan terus meningkatan ABJ. Sebanyak 98,8% Jumantik selalu memeriksa tempat – tempat penampungan air didalam maupun diluar rumah, tempat –tempat yang dapat tergenang oleh air dan menutup tempat – tempat penampungan air untuk memantau keberadaan jentik nyamuk di tempat-tempat tersebut, kemudian sebanyak 94,1% Jumantik selalu mengecek peralatan rumah yang mungkin menampung air bersih yang dapat dijadikan media oleh nyamuk Aedes aygepti meletakan telurnya seperti pot bunga, barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai dan sebagainya, dan sebanyak 92,9% Jumantik selalu memberikan peringatan dan pengarahan kepada pemilik rumah agar tidak membiasakan adanya air tergenang, penumpukan pakaian atau pakaian yang tergantung disembarang tempat didalam rumah yang diperiksa, kegiatan pemeriksaan inilah yang menjadikan ABJ di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung tinggi mencapai 98 – 100%.

(18)

Universitas Sumatera Utara

pakaian atau pakaian yang tergantung disembarang tempat didalam rumah, mengecek peralatan

rumah yang mungkin menampung air bersih yang dapat dijadikan media oleh nyamuk Aedes aygepti meletakan telurnya seperti tempat penampungan air dispenser,tempat penampungan air kulkas,ban bekas,pot bunga yang biasanya jarang diperhatikan oleh pemilik rumah, kemudian memeriksa rumah kosong atau tidak berpenghuni untuk melihat keberadaan jentik nyamuk pada tempat – tempat penampungan air yang ada, dan emberikan laporan kepada kelurahan berapa banyak container nyamuk aedes aygepty di setiap rumah yang diperiksa untuk mengantisipasi menurunya angka bebas jentik (ABJ) di kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung kota Administrasi Jakarta Timur.

(19)

Universitas Sumatera Utara

didalam rumah maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik rumah, sehingga Jumatik cenderung tidak memeriksa jentik didalam rumah yang kosong atau tidak ada pemiliknya.

Jumantik adalah warga masyarakat yang direkrut dan dilatih untuk melakukan proses edukasi dan memantau pelaksanaan PSN plus oleh masyarakat . Jumantik juga didefinisikan sebagai anggota masyarakat yang dipilih oleh Lurah dan dilatih oleh Dinas Kesehatan dan/atau jajarannya untuk melakukan penyuluhan dan pemantauan pelaksanaan PSN oleh masyarakat (Pergub No.36 tahun 2009). Program pemberantasan vektor DBD ditekankan pada pembersihan jentik nyamuk, hal ini membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat agar pemberantasan nyamuk dapat bersifat lebih panjang dan berkesinambungan. Model penyadaran pada masyarakat dapat lebih efektif jika dilakukan oleh kader kesehatan atau tokoh masyarakat misalnya istri Ketua RT, ketua karang taruna, istri kyai dan sebagainya karena tokoh panutan ini.

Kegiatan pengamatan jentik yang dilakukan oleh Jumantik sukarela mencakup seluruh RW (total coverage). Seorang Jumantik sukarela bertanggung jawab melakukan pengamatan jentik pada seluruh bangunan/rumah di satu RW yang dilakukan setiap bulan selama setahun. Dalam melaksanakan tugasnya Jumantik sukarela dilengkapi dengan seragam, surat tugas, identitas diri, formulir pencatatan dan pelaporan, larvasida, gayung, alat ukur volume, senter, dan lembar bantu penyuluhan.

(20)

Universitas Sumatera Utara

pentingnya PSN melalui 3M yang harus dilakukan seminggu sekali, melakukan abatisasi selektif pada tempat penampungan air bersih yang tidak dapat/ sulit untuk dikuras, mencatat hasil pengamatan jentik dan melaporkannya kepada kelurahan, serta membantu kelompok kerja DBD dalam penggerakkan masyarakat untuk melakukan PSN. Hasil pengamatan jentik oleh Jumantik ini akan direkap oleh petugas kelurahan disertai dengan ABJ (Angka Bebas Jentik) setiap 3 bulan.

Tugas Jumantik adalah memantau keberadaan jentik tiap rumah dan menghitung Angka Bebas Jentik (ABJ) berdasarkan House Indeks (HI), memberikan peringatan tentang 3M Plus kepada masyarakat dan apabila ada kejadian DBD di lingkungan sekitar maka sebagai kader melaporkan kepada puskesmas/kelurahan terdekat. Dalam hal ini Jumantik cenderung melaksanakan tugasnya dengan baik disebabkan latar belakang pendidikan mayoritas SMA dan mayoritas telah menjadi Kader selama 2 – 5 tahun. Walaupun dalam jawaban Jumantik Jumantik sebagian tidak memakai pakaian seragam Jumantik dan PIN saat bertugas tetapi mereka sudah baik dalam memberikan menyuluhan dan menganjurkan kepada warga agar menutup setiap penampungan air dan memantau jentik baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

(21)

Universitas Sumatera Utara

Tindakan Jumantik dalam melaksanakan pemeriksaan jentik yang baik di lapangan tentunya dengan usaha dan kemampuan melakukan pemeriksaan jentik, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan nyamuk dengan memberantas tempat-tempat berkembang biak nyamuk (jentik) dan mencatat serta melaporkan pengamatan ke tenaga kesehatan setiap bulan. Hal ini disebabkan Jumantik memiliki keinginan dan kemauan menjadi Jumantik secara suka rela karena pernah menjadi kader tenaga kesehatan dan memperoleh imbalan (insentif) setiap minggunya setelah melaksanakan tugas Jumantik. Tugas Jumantik seharusnya tidak hanya dilakukan oleh Jumantik namun dilakukan oleh seluruh warga yang tinggal diwilayah tersebut. Setiap warga wajib melakukan pemantauan jentik diwilayahnya (self Jumantik) terutama di lingkungan rumah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Jumantik diketahui bahwa Jumantik yang bekerja diwilayah kerja Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadang Kota Administrasi Jakarta Timur memiliki 3 (tiga) tugas pokok yaitu melaksanakan “Gerebek Jentik” atau pemeriksaan pada hari Kamis, dan bersama warga

melaksanakan PSN pada hari Jum’at setiap minggunya, Jumantik akan

menempelkan stiker yang bertuliskan “Dirumah Ini Ada Jentik” apabila rumah

(22)

Universitas Sumatera Utara

Jumantik melakukan evaluasi dan pelaporan kepada koordinator Jumantik yang nantinya akan melaporkan langsung hasil kinerja Jumantik kepada pihak Kelurahan.

Beberapa kendala atau hambatan yang dialami oleh para Jumantik dalam melaksanakan tugasnya ialah pemilik rumah yang kadang tidak membukakan pintu atau tidak mengizinkan Jumantik masuk kedalam rumah untuk melaksanakan pemeriksaan jentik, selain itu juga kurangnya partisipasi masyarakat dalam hal melakukan tindakan PSN secara mandiri yang memerlukan pendekatan tersendiri dengan masyarakat agar mau dan mampu bekerjasama dengan baik serta memberikan izin kepada Jumantik untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Kurangnya kesempatan Jumantik untuk mendukung pemeriksaan jentik dapat disebabkan pemberdayaan masyarakat kurang dilibatkan dan sosialisasi keberadaan Jumantik kepada masyarakat kurang efektif sehingga masyarakat merasa terganggu apabila Jumantik datang ke rumahnya, bahkan di saat yang punya rumah tidak berada di rumah. Bahkan apabila Jumantik tidak menggunakan pakaian seragam membuat masyarakat takut atau cemas jika seseorang yang identitasnya dirinya tidak jelas memasuki rumahnya. Memperhatikan kondisi ini perlunya diterapkan kepada Jumantik setiap melaksanakan tugas pemeriksaan jentik wajib memakai pakaian seragam sehingga masyarakat mengenali Jumantik sebagai Jumantik.

(23)

Universitas Sumatera Utara

biasanya Lurah memberikan bonus uang tunai sevesar Rp.50.000,- kepada Jumantik yang wilayah kerjanya mendapatkan nilai BJ sebesar 100%, dan memberikan piala penghargaan kepada RW dengan predikat lingkungan bebas jentik nyamuk. Hal ini boleh jadi menjadi penyemangat atu motivasi bagi Jumatik untuk bekerja secara lebih aktif dan lebih baik untuk mewujudkn ABJ 100% di wilayah kerjanya karena adanya penghargaan atau apresiasi yang didapatkan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Zamilah (2014) yang menjelaskan bahwa yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara tindakan PSN yang dilaksanakan oleh Jumantik dengan keberadaan ABJ, Jumantik yang secara aktif melaksanakn tugas diwilayah kerjanya maka semakin meningkatkan nilai ABJ di wilayah kerjanya, semakin baik tindakan PSN yang dilaksanakan oleh Jumantik maka akan semakin tinggi nilai ABJ, terbukti dengan hasil uji statistik bahwa Jumantik yang melakukan tindakan dengan baik berpeluang 9,573 kali lebih besar menurunkan keberadaan jentik di wilayah kerjanya dibandingkan dengan Jumantik melakukan pemeriksaan jentik kurang baik. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian penelitian Putra (2011) menunjukkan bahwa peran Jumantik memengaruhi pelaksanaan PSN secara signifikan. Peran Jumantik dalam melakukan pemeriksaan jentik merupakan faktor yang penting untuk mengefektifkan pelaksanaan PSN di wilayah Sawojajar, sehingga dapat mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue.

5.2 Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur

(24)

Universitas Sumatera Utara

2017 diketahui bahwa diketahui angka bebas jentik (ABJ) nyamuk Aedes aegypti seluruh RW telah memiliki nilai ABJ yang telah memenuhi persyaratan karena memiliki persentase nilai ABJ lebih dari 95%, sebagian besar RW memiliki ABJ dengan persentase 99 % yakni berada pada 10 RW (58,8%), kemudian RW yang memiliki nilai ABJ sebesar 100% yakni sebanyak 6 RW (35,2%), dan hanya ada 1 RW (6,0%) yang memiliki nilai ABJ sebesar 98%.

Lokasi yang telah memenuhi nilai ABJ Aedes aegypti sebesar 100% yaitu RW 001, RW 004, RW 011, RW 015, RW 016 DAN RW. 17, kemudian lokasi memiliki nilai ABJ sebesar 99% yaitu RW 002, RW 003, RW 005, RW 006, RW 007, RW 008, RW 009, RW 010, RW 012, dan RW 014, sertaa hanya ada lokasi yang memiliki nilai ABJ sebesar 98% yaitu RW 013. Berdasarkan tabel tersebut juga diketahui bahwa secara umum angka bebas jentik (ABJ) di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur telah memenuhi persyaratan nilai ABJ yang sudah ditentukan yakni sebesar 95%, dengan nilai dimasing-masing RW berada pada rentang 98% sampai dengan 100% dengan nilai rata-rata ABJ sebesar 99%.

(25)

Universitas Sumatera Utara

Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur telah memenuhi persyaratan nilai ABJ yang sudah ditentukan yakni sebesar 95%, dengan nilai dimasing-masing RW berada pada rentang 98% sampai dengan 100% dengan nilai rata-rata ABJ sebesar 99%.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Jumantik diketahui bahwa perencanaan untuk kegiatan PSN dibahas pada saat rapat bulanan dan minilokarya atau pelatihan kader Jumantik yang dilaksanakan di Kelurahan. Pada setiap rapat bulanan di Kelurahan selalu membahas tentang perkembangan penyakit DBD. Setiap Jumantik memberikan laporan tentang kasus DBD yang ada diwilayah kerjanya. Setelah itu Lurah dan koordinator Jumantik menginstruksikan kader Jumantik untuk menghimbau masayarakat agar melaksanakan kegiatan PSN. Bentuk kegiatan PSN yang dilaksanakan adalah Gerebek Jentik pada hari kamis dan PSN pada hari Jum’at setiap minggunya. Jumatik yang berkoordinasi dengan koordintor Jumantik dan Lurah mengumumkan agar masyarakat melaksanakan PSN pada hari Jum’at.

(26)

Universitas Sumatera Utara

lain yang menyebabkan kasus DBD terjadi, meskipun berdomisili di Kelurahan Kayu Putih.

Hasil penelitian sesuai dengan yang disampaikan Ditjen PP & PL (2014) keberhasilan kegiatan PSN DBD antara lain dapat diukur dengan Angka Bebas Jentik (ABJ), apabila ABJ lebih atau sama dengan 95% diharapakan penularan DBD dapat dicegah atau dikurangi.

Pemberantasan jentik dilakukan disesuaikan dengan stratifikasi daerah rawan dan secara berkala di rumah dan tempat-tempat umum yaitu pemeriksaan tempat-tempat penampungan air dan tempat berkembang biakan nyamuk Aedes aegypti yang dilakukan di rumah dan tempat umum secara teratur sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali untuk mengetahui populasi jentik nyamuk penular DBD dengan menggunakan indikator ABJ.

Pemeriksaan jentik dilakukan secara teratur oleh petugas kesehatan atau atau petugas pemantau jentik (Jumantik). Tujuan umum pemeriksaan jentik adalah untuk menurunkan populasi nyamuk penular demam berdarah dengue (Aedes aegypti) serta jentiknya dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam PSN DBD melalui Jumantik. Survei jentik dilakukan untuk mengukur kepadatan populasi penularan yang sebelumnya juga dilakukan survei terhadap kepadatan nyamuk. Survei jentik biasanya disebut dengan PJB.

(27)

Universitas Sumatera Utara

berkala dirumah dilakukan pemeriksaan sebanyak 100 rumah sample untuk setiap desa atau kelurahan. Hasil PJB ini diinformasikan pihak kesehatan kepada Kepala Wilayah / Daerah setempat sebagai evaluasi dan dasar penggerakan masyarakat dalam melaksanakan program PSN

Program yang dilakukan oleh kader jumantik seperti memantau masyarakat dalam pelaksanaan 3M dilingkungan sekitar tempat tinggal, PJB yang hasilnya akan dilaporkan kepada Kelurahn untuk dijadikan bahan evaluasi terhadap program – program yang telah dibuat dan dilaksanakan agar dapat mempertimbangkan program – program yang dapat dilanjutkan untuk menurunkan angka penderita DBD dan meningkatnya ABJ.

Untuk dapat mewujudkan nilai ABJ yang sesuai dengan ketentuan selain adanya Jumantik yang aktif maka perlu juga adanya partisipasi masyarakat secara baik dalam melaksanakan PSN secara mandiri untuk meminimalisir adanya jentik dirumah. Pelaksanaan kegiatan PSN merupakan kegiatan yang paling berpengaruh terhadap keberadaan jentik nyamuk di tempat penampungan air karena berhubungan secara langsung. Jika seseorang melakukan praktik PSN dengan benar, maka keberadaan jentik nyamuk di tempat penampungan air dapat berkurang bahkan hilang dan mengurangi jumlah nyamuk Aedes aygepti sebagai agent dari penyakit Demam Berdarah Dengue (Taviv, 2010).

Kegiatan yang dapat dilakukan oleh warga untu pemantauan jentik minimal dengan melakukan teknik dasar yaitu 3M Plus yang terdiri dari:

(28)

Universitas Sumatera Utara

Memberi tutup yang rapat pada tempat penampungan air seperti ember,tempayan,toren,botol air minum dan lain sebagainya.

6. Menguras

Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampugan air seperti bak mandi, kolam renang,ember penampung air,penampung air di lemari es, penampung air pada dispenser dan lain – lain.

7. Mengubur

Memendam didalam tanah untuk sampah atau benda – benda yang tidak digunakan lagi dan memiliki potensi untuk jadi tempat nyamuk. DBD bertelur dan meletakan telurnya.

8. Plus

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan yaitu :

a. Menggunakan lottion anti nyamuk pada saat beraktviitas diluar rumah. b. Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti daun pandan.

c. Memelihara ikan pada kolam ikan agar tidak dijadikan tempat nyamuk meletakan jentik.

d. Menghindari daerah gelap dalam rumah agar tidak tidak ditempati nyamuk dengan cara membuka jendela atau mengatur ventilasi dan pecahayaan. e. Memberi bubuk larvasida pada tempat yang sulit dibersihkan.

(29)

Universitas Sumatera Utara

(30)

71

Universitas Sumatera Utara

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai peran jumantik tehadap program pemberantasan sarang nyamuk dan angka bebas jentik di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Adminstrasi Jakarta Timur Tahun 2017, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Gambaran karakteristik responden, sebagian besar responden yakni sebanyak 122 orang berjenis kelamin perempuan, 76 orang responden berusia antara 51 – 60 tahun, kemudian 129 orang responden telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMA/Sederajat, dan 88 orang responden telah menjadi Jumantik selama 2 – 5 tahun.

(31)

Universitas Sumatera Utara

3. Seluruh RW di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Kota Administrasi Jakarta Timur telah memiliki nilai ABJ yang telah memenuhi persyaratan karena memiliki persentase nilai ABJ lebih dari 95%.

6.2 Saran

Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang dapat diberikan ialah :

1. Kepada pihak Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung kota Administarasi Jakarta Timur untuk meningkatkan apresiasi atau penghargaan yang lebih tinggi kepada Jumantik untuk meningkatkan semangat atau motivasi kerja kepada Jumantik, dan memberikan himbauan atau pemberitahuan kepada masyarakat untuk memiliki kerjasama yang lebih baik dalam hal memberikan izin kepada Jumantik masuk kedalam rumah untuk melaksanakan pemeriksaan jentik, serta senantiasa mempertahankan nilai ABJ yang sudah sesuai dengan ketentuan untuk meminimalisir resiko kejadian kasus DBD.

(32)

Universitas Sumatera Utara

mengenali Jumantik dan memberikan izin kepada Jumantik untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

Gambar

Tabel 4.1 Distribusi
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kategori Keaktifan Jumantik terhadap
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Angka Bebas Jentik (ABJ)  di Kelurahan

Referensi

Dokumen terkait

Tesis yang berjudul “ Efektivitas Program Pemberantasan Sarang Nyamuk, Peran Faktor Predisposisi, Pemungkin Dan Penguat Serta Juru Pemantau Jentik Dalam Pengendalian

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara praktik pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di RW

Upaya Peningkatan Angka Bebas Jentik Demam Berdarah Dengue (ABJ DBD) melalui Penggerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di RW I Kelurahan Danyang Kecamatan

Berdasarkan hasil penelitian efektifitas Kartu Pemantauan Jentik Demam Berdarah Dengue Keluarga terhadap perilaku pemberantasan sarang nyamuk penduduk Kelurahan Sumurboto

Persentase perilaku pemberantasan sarang nyamuk yang baik pada peran petugas kesehatan aktif (72,3 %) lebih besar dari pada peran petugas kesehatan tidak aktif (31,1 %). Hasil

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pendidikan kesehatan dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peran kader jumantik dalam upaya peningkatan angka bebas jentik di wilayah kerja Puskesmas

Memberikan peringatan dan pengarahan kepada pemilik rumah agar tidak membiasakan adanya air tergenang, penumpukan pakaian atau pakaian yang tergantung disembarang