PENGEMBANGAN APLIKASI PENOLAKAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR (SPM) KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA (KPPN) PELAIHARI
BERBASIS WEBSITE
Siti Sa’adah1), Rabini Sayyidati, M.Pd2)
Jurusan Teknik Informatika, Politeknik Negeri Tanah Laut Jl. A Yani Km 6 Pelaihari Tanah Laut Kalimantan Selatan
Telp. (0512) 21537, Faks. (0512) 21537
ABSTRAK
Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar merupakan aplikasi yang digunakan untuk mendata dokumen-dokumen Surat Perintah Membayar yang ditolak karena tidak memenuhi syarat. Aplikasi tersebut dapat melakukan pendataan penolakan Surat Perintah Membayar,serta pencetakan laporan. Pencetakan laporan tentang pendataan tersebut sangat diperlukan untuk menunjang aktifitas kantor terutama untuk petugas pada bagian front office dimana petugas tersebut nantinya harus menyerahkan laporan penolakan Surat Perintah Membayar pada Kepala Kantor. Tetapi pencetakan laporan pada aplikasi tersebut masih belum memenuhi format laporan yang diinginkan. Pada aplikasi tersebut juga hanya dapat diakses oleh admin dan juga petugas pada bagian front office. Oleh sebab itu penulis mengembangkan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar yangdapat membantu pihak petugas dalam pencetakan laporan penolakan Surat Perintah Membayar, serta menambahkan akses user seperti kepala kantor beserta kepala seksi.
Kata Kunci : Pengembangan, Aplikasi, Surat Perintah Membayar (SPM), Website
1. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi yang semakin
pesat, mendorong manusia untuk berlomba
memanfaatkan teknologi informasi sesuai dengan tujuannya. Pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu perusahan atau instansi tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dari desain sistem di perusahaan atau instansi tersebut. Teknologi tidak lagi dipandang hanya sebagai pelengkap, tetapi sudah menjadi salah satu penentu atas terlaksananya sasaran dan strategi dari perusahaan atau instansi tersebut. Seperti halnya pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari. Pada KPPN Pelaihari pada tiap bagian/seksi telah memanfaatkan teknologi informasi berupa aplikasi ataupun sistem informasi yang berasal dari Kementerian Keuangan dan juga dari Ditjen Perbendaharaan. Aplikasi ataupun sistem
tersebut seperti Sistem Perbendaharaan dan
Anggaran Negara (SPAN), Sistem Aplikasi
Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI),
Perbendaharaan Open (PbnOpen) dan Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA). Aplikasi yang ada pada KPPN Pelaihari ada yang berbasis desktop dan berbasis web.
Selain dari Kementerian Keuangan dan juga dari Ditjen Perbendaharaan, KPPN Pelaihari memiliki sebuah aplikasi yang bernama Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM). Aplikasi tersebut berisi tentang penolakan terhadap dokumen SPM dimana dokumen tersebut telah direkam di dalam SPAN.
Aplikasi tersebut telah digunakan, walaupun masih memiliki kekurangan seperti dalam hal pencetakan laporan yaitu hasil cetakan belum sesuai dengan format yang digunakan pada kantor tersebut, serta pada aplikasi tersebut hanya dapat dioperasikan oleh admin dan juga petugas pada bagian front office sementara itu para pegawai pada bagian back office seperti kepala kantor beserta kepala seksi belum dapat mengakses aplikasi tersebut.
Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar yang sebelumnya belum dapat melakukan pencetakan laporan penolakan Surat Perintah Membayar sesuai dengan format yang digunakan pada Kantor
Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari.
Sementara itu, laporan penolakan Surat Perintah Membayar tersebut sangat dibutuhkan karena digunakan sebagai hasil pendataan dari dokumen-dokumen Surat Perintah Membayar yang ditolak dan akan diserahkan ke kepala kantor.
Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar yang sebelumnya hanya memiliki 2 level user untuk masuk ke dalam aplikasi tersebut yaitu sebagai admin dan juga petugas yang berada pada front office. Ada penambahan level user dimana kepala kantor beserta kepala seksi dapat masuk ke dalam aplikasi tersebut. Kepala kantor beserta kepala seksi hanya memiliki kewenangan untuk memantau serta melihat dan mencetak hasil laporan penolakan Surat Perintah Membayar.
pencetakan laporan, penambahan level pada user yaitu level untuk kepala kantor serta para kepala seksi karena sebelumnya aplikasi tersebut hanya digunakan oleh admin serta petugas konversi yang berada pada front office.
Adapun judul dari laporan yang akan dibuat
penulis adalah “Pengembangan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari Berbasis Website”.
2. LANDASAN TEORI
Bagian ini memuat teori-teori pendukung untuk Pengembangan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN) Pelaihari Berbasis Website
menggunakan PHP yang telah dirancang
menggunakan Data Flow Diagram (DFD), meliputi Entity Realtionship Diagram, Diagram Context, Diagram Dekomposisi, dan Flowchart.
2.1 Pengembangan
Pengembangan berarti proses menterjemahkan atau menjabarkan spesifikasi rancangan kedalam bentuk fitur fisik. Pengembangan secara khusus
berarti proses menghasilkan bahan-bahan
pembelajaran (Seto, 2012) .
Metode penelitian dan pengembangan adalah
metode penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan menguji
keefektifan produk tersebut. Agar dapat
menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan (digunakan metode survey atau kualitatif) dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keektifan produk tersebut (digunakan metode eksperimen) (Sugiyono, 2009).
2.2 Aplikasi
Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan, lamaran, penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah: program siap pakai yang direka untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain dan dapat digunakan oleh sasaran yang dituju (arif dkk, 2013).
Perangkat lunak aplikasi (bahasa Inggris:
application software) adalah suatu subkelas
perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan berbagai kemampuan komputer, tapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang menguntungkan pengguna. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata, lembar kerja, dan pemutar media (Juniansyah, 2016).
Aplikasi berasal dari kata application yaitu bentuk benda dari kata kerja to apply yang dalam
bahasa Indonesia berarti pengolah. Secara istilah, aplikasi komputer adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang menggunakan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pemakai. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah program pengolah kata, lembar kerja, dan pemutar media (Alhamri, 2016).
2.3 Surat Perintah Membayar (SPM)
Surat Perintah Membayar adalah dokumen yang
diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan. SPM diproses menggunakan Aplikasi SPM yang dikembangkan oleh Direktorat Sistem Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan. SPM berlaku sebagai surat perintah kepada KPPN sebagai Kuasa BUN di daerah untuk mencairkan dana APBN.
Penyampaian SPM beserta dokumen
pendukung yang dilengkapi dengan Arsip Data Komputer (ADK) SPM disampaikan kepada KPPN oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau pejabat yang ditunjuk paling lambat dua hari kerja setelah SPM diterbitkan. Pelaksanaan ketentuan tersebut dikecualikan untuk satker yang kondisi geografis dan transportasinya sulit, dengan memperhitungkan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan (PMK No 190/PMK.05/2012). melakukan link ke halaman yang lain disebut dengan
Hyperlink (Syachbana, 2013).
Website adalah keseluruhan halaman-halaman
web yang terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi (Prayitno, 2015)
2.5 ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD (entity relationship diagram) adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan
antara penyimpanan. ERD digunakan untuk
memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD, model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang dilakukan (Setiawan, 2012).
ERD adalah suatu model jaringan kerja (network) yang menguraikan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak (Yuhendra dkk, 2015).
Entity relationship diagram merupakan salah satu model yang digunakan untuk mendesain
database dengan tujuan menggambarkan data
ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, karena hal ini relatif kompleks (Irfan dkk, 2015).
2.6 DFD (Data Flow Diagram)
DFD (data flow diagram) adalah suatu grafik
yang menjelaskan sebuah sistem dengan
menggunakan bentuk-bentuk dan simbol-simbol untuk menggambarkan aliran data dari proses-proses yang saling berhubungan. DFD adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks daripada data yang dimanipulasi oleh sistem (Setiawan, 2012).
Data flow diagram (DFD-DAD/Diagram Alir Data) memperlihatkan hubungan fungsional dari nilai yang dihitung oleh sistem, termasuk nilai masukan, nilai keluaran, serta tempat penyimpanan internal. DAD adalah gambaran grafis yang memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam objek kemudian melewai proses yang mentransformasinya ke tujuan yang lain, yang ada pada objek lain (Widianti, 2012). DFD adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur dan jelas (Heldiansyah dkk, 2015).
DFD digunakan untuk mengembangkan alur kerja dari sistem yang akan dibangun atau sistem yang sedang berjalan (Irfan dkk, 2015).
2.7 Flowchart
Flowchart adalah penggambaran secara grafik
dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analyst dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong
dalam menganalisis alternatif–alternatif lain dalam
pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut (Setiawan, 2012).
Flowchart merupakan urutan-urutan langkah kerja suatu proses yang digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol yang disusun secara sistematis (Iswandy, 2015).
Flowchart (diagram alur) atau gambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan dari program aplikasi (Wardhani dkk, 2013).
3. KERANGKA PENELITIAN
Gambar 1. Kerangka Penelitian
Penjelasan kerangka penelitian :
A. Problem (Masalah)
Merupakan masalah yang diperoleh dan
digunakan sebagai alasan pengembangan
Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar karena aplikasi tersebut digunakan untuk menunjang pekerjaan kantor tetapi masih
memiliki kekurangan seperti dalam hal
pencetakan laporan. Pencetakan laporan tersebut menjadi hal yang penting, karena laporan yang telah dicetak berisi keterangan dokumen-dokumen Surat Perintah Membayar dari Satker mana yang ditolak. Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar tersebut hanya memiliki 2 level user yaitu admin dan petugas yang berada pada bagian front office. Pengembang diminta untuk menambahkan level user tersebut dengan memasukkan kepala kantor beserta kepala seksi.
B. Approach (Pendekatan)
Merupakan pendekatan untuk mencapai tujuan atau hasil, dengan mengembangkan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar dimana aplikasi tersebut dapat mencetak laporan penolakan Surat Perintah Membayar yang sesuai
PROBLEM
Telah Tersedia Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar, Namun Masih Memiliki Kekurangan Seperti Dalam Hal Pencetakan Laporan, Penambahan Level User Dimana Pada Aplikasi Sebelumnya
Hanya memiliki 2 Level User
DEVELOPMENT
ERD, DFD, Flowchart | PHP dan MySQL | Metode Prototype
RESULT
Ketersediannya Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari
Berbasis Website Dengan Penambahan Level User dan Pencetakan Laporan
IMPLEMENTATION
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari
APPROACH
Bagaimana Pengembangan Aplikasi Penolakan Surat Perintah
dengan format yang ada pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari.
C. Development (Pengembangan)
Aplikasi Penolakan Surat Perintah
Membayar akan dikembangkan dengan
menggunakan bahasa pemrograman PHP, untuk rancangan sistem menggunakan ERD, DFD, Flowchart dan database yang digunakan adalah MySQL. Metode pengembangan sistemnya menggunakan metode atau model prototype.
D. Implementation (Kesempatan / Peluang)
Merupakan tempat yang disarankan dalam penerapan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar ini yaitu di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari.
E. Result (Hasil)
Merupakan tujuan atau solusi terhadap masalah yang ada yaitu dengan mengembangkan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar untuk membantu pegawai dalam menunjang pekerjaan kantor pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari. Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar dapat menghasilkan laporan penolakan Surat Perintah Membayar yang sesuai dengan format pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari serta penambahan level user yaitu sebagai kepala kantor dan juga sebagai kepala seksi.
4. ANALISIS SISTEM
Analisis sitem yang dilakukan dalam
Pengembangan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari Berbasis Website dibagi menjadi 2 (dua) tahap, yaitu analisis sistem yang berjalan dan analisis sistem yang diusulkan.
4.1 Analisis Sistem yang Berjalan
Gambar 2. Sistem yang Berjalan menjelaskan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar dimana admin dan petugas hanya dapat memasukkan data tolakan, data satker, data kantor dan data user. Pada sistem sebelumnya belum dapat melakukan cetak laporan. User hanya dapat memasukkan data ke dalam sistem.
Gambar 2. Sistem yang Berjalan
4.2 Analisis Sistem yang Diusulkan
Gambar 3. Sistem yang diusulkan
menjelaskan Aplikasi Penolakan SPM memiliki penambahan level user yaitu kepala kantor beserta kepala seksi dimana kepala kantor ataupun kepala seksi menerima cetakan laporan penolakan Surat Perintah Membayar.
Gambar 3. Sistem yang Diusulkan
5. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
5.1 Perancangan Sistem
Pengembangan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari Berbasis Website dirancang menggunakan ERD (Entity
Relationship Diagram) untuk merancang
databasenya, serta menggunakan DFD (Data Flow Diagram) yang terdiri dari Diagram Context dan
Diagram Dekomposisi. Serta Flowchart untuk
merancang aplikasinya.
ERD (Entity Relationship Diagram)
Entity Relationship Diagram menggambarkan data dan hubungan antar data secara global dengan
menggunakan Entity Relationship Diagram.
db_user
Gambar 4. Entity Relationship Diagram Rancangan tentang ERD (Entity Relationship Diagram) dimana terdapat 8 entitas, yaitu entitas pertama db_user yang memiliki atribut id_user, nip, nm_lengkap, nm_user, pass_user, akses, dan aktif.
Entitas kedua ref_tolak_rpd yang memiliki atribut
id_tolak dan jen_tolak. Entitas ketiga ref_spm yang memiliki atribut id_spm dan tipe_spm. Entitas keempat ref_tolak_manual yang memiliki atribut id_tolak dan jen_tolak. Entitas kelima db_satker yang memiliki atribut id_satker, kd_satker, nm_satker, mail, telp_satker dan aktif. Entitas keenam ref_tolak_dok yang memiliki atribut id_tolak dan jen_tolak. Entitas ketujuh id_kantor yang memiliki atribut kd_kantor, nm_kantor, alamat_kantor, kota, tlp, fax dan logo. Entitas kedelapan data_tolak yang memiliki atribut id_tolakan, kd_satker, no_spm,
tgl_spm, jen_spm, tolak_dok, tolak_benar,
tolak_manual, tolak_patuh, tolak_rpd, tolak_unggah, ket_lain dan hukum.
Diagram Konteks
Diagram konteks memaparkan bagaimana aliran masukan dan keluaran dari aplikasi yang dibangun. Diagram ini adalah diagram Level tertinggi dari Data Flow Diagram yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya, dapat dilihat pada gambar 5.
Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar
Admin Petugas
Kepala kantor Data login, data satker, data
kantor, data user, data monitoring spm, data laporan
tolak spm
Data login, data satker, data monitoring spm, data laporan
tolak spm
Data login, data monitoring spm, data laporan tolak spm Info login, info satker, info
kantor, info user, info monitoring spm, info laporan
tolak spm
Info login, info monitoring spm, info laporan tolak spm
Info login, data satker, info monitoring spm, info laporan
tolak spm
Gambar 5. Diagram Konteks
Pada aplikasi ini terdapat 3 user, yaitu admin, petugas dan kepala kantor. Admin dapat mengelola data login, data satker, data kantor, data user, data monitoring spm, data laporan tolak spm dan
mendapatkan info login, info satker, info kantor, info user, info monitoring spm dan info laporan tolak spm. Petugas dapat mengelola data login, data satker, data monitoring spm, data laporan tolak spm dan mendapatkan info login, info satker, info monitoring spm dan info laporan tolak spm. Kepala kantor hanya dapat mengelola data login, data monitoring spm, data laporan tolak spm serta mendapatkan info login, info monitoring spm dan info laporan tolak spm.
Diagram Dekomposisi
Diagram dekomposisi merupakan aktivitas mendekomposisikan proses utama yang lebih rinci. Dalam mendekomposisikan proses dengan model ini ada 4 (empat) kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada proses, terkait dengan input dan output, yaitu : 1 input dan 1 output, 1 input dan banyak output, banyak input dan 1 output, banyak input dan banyak output. Aliran data yang ada pada sistem digambarkan dengan lebih rinci menggunakan diagram dekomposisi seperti pada gambar 6.
Aplikasi
Gambar 6. Diagram Dekomposisi
Flowchart Menu Utama Admin
Flowchart menu utama Pengembangan
Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari Berbasis Website dapat dilihat pada Gambar 7.
Admin
Tampil menu
Beranda
SPM
Laporan tolak spm
Data Ma ster
Selesai
Tampil beranda
SPM Ya
Ya Tidak
Tidak
Laporan tolak spm Ya Tidak
Logout
Data Ma ster Ya
Tidak
Tidak A
Ya
A Tidak
Gambar 7. Flowchart Menu Utama Admin
Merupakan rancangan yang menjelaskan
flowchart menu utama admin, akan tampil form menu admin yang berisi beranda, spm, laporan tolak spm, data master dan logout. Apabila memilih beranda maka akan tampil form beranda, apabila memilih
form spm maka akan kehalaman spm. Begitupun
dengan menu laporan tolak spm, dan data master.
4.2 Implementasi Sistem
Implementasi Pengembangan Aplikasi
Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari Berbasis Website.
4.2.1Form Login
Form Login ini menampilkan nama Username dan password yang harus diisi terlebih dahulu agar dapat mengakses Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari Berbasis Website.
Gambar 8. Form Login
4.2.2 Halaman Menu Admin
Halaman utama admin menampilkan beberapa menu yang terdiri dari beranda, spm, laporan, data master dan logout. Tampilan halaman untuk user lain sama seperti tampilan halaman admin, hanya saja ada beberapa menu yang berbeda.
Gambar 9. Halaman Menu Admin
4.2.3 Halaman Monitoring
Halaman Monitoring dapat diakses oleh semua user, pada halaman ini hanya dapat melakukan aksi lihat data.
Gambar 10. Halaman Monitoring
4.2.4 Halaman Data Satker
Halaman ini hanya dapat diakses oleh admin dan petugas. Admin dan petugas dapat melakukan aksi tambah, ubah, hapus, dan lihat data satker.
4.2.5 Halaman Data Kantor
Halaman ini hanya dapat diakses oleh admin saja, dimana admin dapat melakukan aksi lihat dan ubah data kantor.
Gambar 12. Halaman Data Kantor
4.2.6 Halaman Data User
Halaman ini hanya dapat diakses oleh admin, admin dapat melakukan aksi lihat, tambah, ubah serta hapus data user.
Gambar 13. Halaman Data User
4.2.7 Halaman Laporan Penolakan SPM
Halaman ini dapat diakses oleh semua user, dimana pada halaman ini dapat dilakukan aksi tambah, cetak serta hapus.
Gambar 14. Halaman Laporan Penolakan SPM
6. PENUTUP 6.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari Pengembangan Aplikasi Penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan penyimpanan database di MySQL. Aplikasi ini memiliki 3 level user, yaitu admin, petugas dan kepala kantor. Admin dapat mengelola semua data yang terdapat di dalam aplikasi. Petugas juga dapat mengelola beberapa data. Sedangkan kepala hanya
dapat melihat data monitoring tolakan serta laporan penolakan SPM.
DAFTAR PUSTAKA
Alhamri, R.Z., 2016. Aplikasi Data Pokok
Pendidikan Kota Kediri Dengan
Mengimpletasian CSS Bootstrap. Jurnal Informatika dan Multimedia, 8(2), pp.38-49. Arif, S.N., Wanda, A.P. and Masudi, A., 2013.
Aplikasi Administrasi Perpustakaan
Berbasis Web SMK Swasta Brigjend Katamso Medan. Jurnal SAINTIKOM Vol, 12(1).
Heldiansyah, R.I., Aditya, P.A.O. and Fajar, S., 2015. Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Alat Kesehatan Berbasis Web Pada PT. Alfin Fanca Prima. Jurnal Positif, 1(1), pp.37-45.
Irfan, M. and Nurpianti, A., 2015. PEMBUATAN
APLIKASI ANBIYAPEDIA
ENSIKLOPEDI MUSLIM ANAK
BERBASIS WEB. JURNAL ISTEK, 7(1). Iswandy, E., 2015. Sistem Penunjang Keputusan
Untuk Menentukan Penerimaan Dana
Santunan Sosial Anak Nagari Dan
Penyalurannya Bagi Mahasiswa Dan Pelajar
Kurang Mampu Di Kenagarian Barung–
Barung Balantai Timur. Jurnal TeknoIf ISSN 2338-2724, 3(2).
Juniansyah, A., 2016. APLIKASI PENENTUAN RUTE TERPENDEK UNTUK BAGIAN PEMASA-RAN PRODUK ROTI SURYA
DENGAN METODE BEST FIRST
SEARCH. Media Infotama, 12(1).
Prayitno, A. and AMIK BSI Jakarta, Y.S., 2015. Pemanfaatan Sistem Informasi Perpustakaan Digital Berbasis Website Untuk Para
Penulis. IJSE-Indonesian Journal on
Software Engineering, 1(1).
Setiawan, J., 2012. Implementasi Customer
Relationship Management (CRM) pada Sistem Reservasi Hotel berbasisi Website dan Desktop. Jurnal Sistem Informasi, 6(2). Seto Suryo, A., 2012. PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR TEKNIK DASAR BOLABASKET UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH
PERTAMA (Doctoral dissertation,
UNIVERSITAS NEGERI
YOGYAKARTA).
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta.
Syachbana, A.Z., 2013. Perancangan Website
Menggunakan Responsive Web
Design. Jurnal Sigmata, 2.
Wardhani, R. and Yaqin, M.H., 2013. Game
Dasar-Dasar Hukum Islam Dalam Kitab Mabadi’ul
Widianti, U.D., 2012. Pembangunan Sistem
Informasi Aset Di PT. Industri
Telekomunikasi Indonesia (Persero)
Berbasis Web. Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA), 1, pp.57-64. Yuhendra, Y. and Yulianto, R.E., 2015. REKAYASA