• Tidak ada hasil yang ditemukan

S SRP 1205146 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S SRP 1205146 Chapter5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Hilda Nurhanifa, 2016

ANALISIS PROSES PEMBUATAN BONEKA KAYU LAME D I KAMPUNG LEUWI ANYAR KOTA TASIKMALAYA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dmengenai “Kreativitas Perajin Dalam Membuat Boneka Kayu” yang penulis lakukan dapat disimpulkan:

Kayu merupakan karya yang tidak hanya memiliki fngsi saja, tetapi juga

memiliki berbagai bentuk ekspresi nilai estetik dan keindahan dalam karyanya.

Boneka kayu lame merupakan hasil dari CV. Atlas yang terletak di daerah

Tasikmalaya, tepatnya di kampung Leuwi Anyar No. 123, kecamatan Cipedes, kota

Tasikmalaya. Bentuk boneka kayu lame yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah

monyet, jeruk, dan ondel-ondel. Bahan utama yang digunakan adalah kayu lame yang

memiliki karakter ringan, lunak, dan mudah patah. Pada kriya ini juga menggunakan

bahan tambahan untuk memperindah visual itu sendiri, seperti kain, gantungan,

manik-manik dan kawat.

Teknik pembuatan boneka kayu lame CV. Atlas secara umum proses pembuatan

ini melalui dua tahap, pertama adalah pembentukan dan kedua adalah finishing.

Proses dari pembentukan itu sendiri secara umum ada tiga tahap, yaitu yang pertama

memotong kayu dan dibuat balok dengan membuat pola sesuai yang akan dibentuk,

yang kedua membentuk objek boneka sesuai dengan pola yang telah digambar,

kemudian yang ketiga adalah membentuk objek detail dengan menggunakan pisau

raut dan mesin amplas. Tahap finishing dikerjakan juga oleh pak Mardi yang terdiri

dari tiga tahapan, yang pertama yaitu penghalusan menggunakan mesin amplas, tahap

kedua yaitu melukis objek boneka sesuai dengan karakter, selain itu adanya bahan

tambahan seperti aksesoris, kain, pita, dan kawat (seperti bentuk boneka

ondel-ondel). Tahap ketiga yaitu memberikan pelapis kayu untuk membuat kesan lebih

mengkilat.

Bentuk boneka kayu lame secara umum berbentuk deformatif. Bentuk deformatif

ini maksudnya adalah mengubah bentuk asal yang jauh dari bentuk karakter aslinya.

(2)

Hilda Nurhanifa, 2016

ANALISIS PROSES PEMBUATAN BONEKA KAYU LAME D I KAMPUNG LEUWI ANYAR KOTA TASIKMALAYA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

lainnya, ada yang secara utuh hanya menggunakan kayu lame. Penggunaan warana

pada setiap boneka kayu lame menampilkan warna-warna yang bagus, indah, cerah.

Dari semua bentuk boneka kayu lame memiliki nilai estetis tersendiri, baik itu dari

warna, bentuk, dan sebagainya yang memiliki nilai tersendiri.

B. Implikasi dan Rekomendasi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya:

1. Bagi penulis, menambah pengetahuan tentang boneka kayu, kerajinan di

Tasikmalaya, dan proses serta pembuatan dari kriya boneka kayu lame ini yang

sangat unik, lucu dan kreatif.

2. Bagi Departemen Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia,

dapat terciptanya kerjasama antara CV. Atlas. Menambah koleksi dan juga bahan

referensi.

3. Bagi pemilik dan juga pekriya CV. Atlas, dari hasil penelitian atau penulis

sebagai kritikus mengenai kelebihan dan kekurangan dari ketiga boneka kayu

tersebut diharapkan dapat diterima dengan bijak, serta dapat menjadikan motivasi

untuk membuat boneka kayu lame menjadi lebih bagus lagi.

4. Bagi penelitian selanjutnya, khususnya yang akan mengkaji kriya kayu di Kota

Tasikmalaya. Melalui tulisan ini, agar menjadi sumber belajar atau referensi

Referensi

Dokumen terkait

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024)

Yang dimaksud teknik tradisional disini adalah menggunakan teknik menggambar secara manual menggunakan pensil, kertas dan lightbox dengan alasan karena pada film animasi

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan Kuliah Kerja Media (KKM) atau

Penulisan skripsi ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi kepada penulis dalam penyelesaikan skripsi ini, maka dari itu

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak manajemen bank bjb cabang Palabuhanratu dalam mengelola karyawannya yang merupakan

Communication Objective Dari riset penyelenggara pasca event yang dilakukan melalui 60 responden yang mengetahui Klub sepatu roda kota Semarang, sebanyak 43, yang berminat gabung

Penyiapkan lahan merupakan langkah awal yang harus dilakukan apabila akan membudidayakan suatu tanaman baik tanaman semusim maupun tanaman tahunan. Kompetensi penyiapan

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu