• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN DISCOVERY LEARNING (DL) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI HIMPUNAN DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) SISWA | Wicaksana | 8574 18078 1 SM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN DISCOVERY LEARNING (DL) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI HIMPUNAN DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) SISWA | Wicaksana | 8574 18078 1 SM"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama
Tabel 5 Hasil Uji Komparasi Ganda Antar Sel pada Kolom yang Sama
Tabel 6 Hasil Uji Komparasi Ganda Antar Sel pada Baris yang Sama

Referensi

Dokumen terkait

pada masing-masing tingkat AQ, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik pada materi sistem persamaan linier dua variabel antara model pembelajaran

pendekatan saintifik berbasis discovery learning dan problem based learning ditinjau dari komunikasi matematika terhadap hasil belajar.Sehingga perlu dilakukan uji komparasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, STAD, PBL atau klasikal dengan pendekatan saintifik;

Serta siswa tipe AQ campers memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa tipe AQ quitters; (3) Pada masing-masing tipe AQ, model pembelajaran Jigsaw II

yang sama baik; (4) Untuk siswa dengan kemandirian belajar tinggi, penggunaan model. DL maupun PBL dengan pendekatan saintifik menghasilkan kemampuan

(4)(a) Pada masing-masing kategori AQ, untuk AQ tinggi dan rendah, siswa yang dikenai model pembelajaran PBL, Jigsaw maupun STAD, ketiganya mempunyai pemahaman

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.(1) Model PBL dengan pendekatan saintifik menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih

bersama-sama terhadap prestasi belajar Matematika, yang diartikan semakin balk ndaersity ryrctient dan kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin baik. Pcngaruh