• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Hak Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pelaksanaan Hak Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Perbedaan Bentuk Reparasi Kepada Korban  Berdasarkan Instrumen
Tabel 2:
Tabel 3:

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan hukum Pidana Materil oleh hakim terhadap pelaku Percobaan Tindak Pidana Perdagangan Anak dan pertimbangan hukum hakim dalam

Dalam KUHP dan Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 berkaitan tentang "pertanggungjawaban pidana" bagi pelaku tindak pidana perdagangan orang mempunyai

Permasalahan: Bagaimanakah pelaksanaan putusan hakim yang mencantumkan restitusi dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang terhadap putusan nomor 1633/PID/B/2008/PN TK dan

21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dimana para terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan

Sikap hakim sebagai pemutus perkara dipengaruhi oleh alam fikiran positivis atau legalistik, artinya suatu hukum baru dinyatakan sebagai hukum apabila terumus dalam

Aturan tersebut memberikan keleluasaan kepada hakim untuk tidak menjatuhkan pidana penjara terhadap pelaku untuk perbuatan-perbuatan tertentu yang dianggap oleh

Anak sebagai korban tindak pidana harus menerima putusan pengadilan bagi pelaku yang tidak adil baginya karena tanpa ganti rugi (Restitusi) atas apa yang

Dalam pasal-pasal KUHAP tersebut tidak ada perintah kepada penuntut umum untuk memberitahukan kepada korban atas ganti rugi dan diajukan sebelum tuntutan, atau