• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyadapan Sebagai Instrumen Hukum Dalam Menjerat Pelaku Tindak Pidana Korupsi (Studi Pustaka)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyadapan Sebagai Instrumen Hukum Dalam Menjerat Pelaku Tindak Pidana Korupsi (Studi Pustaka)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana korupsi Pasal 26 menyebutkan “Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tindak pidana korupsi,

Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang memperluas alat bukti khususnya alat bukti petunjuk selain yang terdapat dalam KUHAP dimana bukti

Dalam penanganan tindak pidana korupsi oleh jaksa sebagai penyidik adalah berkaitan dengan kekuatan alat-alat bukti yang sah berdasarkan Kitab Undang-Undang

Teknik penyadapan dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dilakukan setelah terdapat bukti awal dengan cara menggunakan alat-alat elektronik sesuai

Perumusan tindak pidana dalam Bab II Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jika dihubungkan dengan subjek hukum yang dikenal dalam Undang-Undang Pemberantasan

Perluasan alat bukti penyadapan dalam tindak pidana korupsi dapat dilihat dari Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31

3 Rekonstruksi Regulasi Kewenangan Kejaksaan Melakukan Penyadapan Dalam Upaya Pembuktian Adanya Tindak Pidana Korupsi Yang Berbasis Pada Nilai Keadilan adalah dengan memberikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan audit investigatif, bagaimana tata cara pengumpulan alat bukti audit dan pengembangannya menjadi alat bukti hukum terkait Pembuktian Tindak Pidana Korupsi, dan bagaimana peran audit investigatif dalam menjadikan alat bukti audit sebagai alat bukti hukum untuk Pembuktian Tindak Pidana Korupsi oleh Pusat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan