• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI presentasi SEJARAH HUKUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MATERI presentasi SEJARAH HUKUM"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH HUKUM

DOSEN: Prof DR Chatamrasyid, SH

Disiapkan Oleh:

Hasudungan Manurung, SH

Bambang Widiyatmoko, SH

(2)
(3)

I. INSTITUSI-INSTITUSI TATANAN FEODAL

Pengertian Tatanan Feodal

• Vasal: Negara tertentu takluk kepada negara lain.

Sistem ini adalah ikatan pribadi didalam hubungan

dan perimbangan feodal fasal.

• Leen: Peminjaman Tanah. Merupakan ikatan

kebedaan. Tercipta melalui Beneficium atau hak

menguasai tanah yang diberikan oleh senior atau

majikan Leen kepada Vasal

• Imunitas: Kekebalan. Asalnya dari Romawi,

pembebasan pajak, sebuah daerah dimana sang

raja tidak lagi campur tangan ke pejabat2nya.

(4)

Periode Tatanan Feodal

• Abad X, XI dan Abad XII –Tatanan Feodal memperoleh bentuknya yang definitif: di

Perancis, Nederlotharingen, Burgondia dan Italia. Pada abad ini tatanan feodal memainkan

peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat dan hukum.

• Abad XII - XIII– Tatanan Feodal peranannya melemah pada abad XIII • Abad XII, XIII s.d. Abad XIV mengalami jaman emasnya feodalisme di

Jerman, Tahun

1066 Feodalisme di introdusir di Inggris, demikian juga di Spanyol, di Suriah dan Palestina

Sumber-Sumber Hukum Tatanan Feodal

• Kebiasaan (adat) adalah satu-satunya Sumber Hukum. Hukum sama sekali tidak dicatat.

• Kebiasaan setiap jejak hukum Romawi telah menghilang dari permukaan • Hukum Kanonik tetap bertahan dan diterapkan sebagai hukum tertulis

mengenai masalah

gerejawi dan hukum perdata (perkawinan)

(5)

SUMBER-SUMBER HUKUM

ABAD XIII s.d. XVIII

I. IKHTISAR UMUM SEJARAH

A. Abad Pertengahan Abad XIII-XV

1.

Organisasi Politik

- Traktat Verdun Tahun 843- Sungai Schelde

menjadi batas utara Perancis dan Romawi Suci

- Kaum bangsawan,alim ulama dan kaum kelas

menengah menikmati hak-hak istimewa,

(6)

2. Sumber-sumber hukum

Undang-undang

Dibentuk oleh raja, juga tuan tanah dan

pemerintah kota

Kebiasaan berlaku di bidang hukum perdata

Hukum Kanonik pada abad XVII dan XVIII

Hukum Romawi bangkit kembali pada abad XII di

Italia

Abad XIII pengertian Negara dan Kedaulatan

Res

Publica

mengganti tatan feodal dan pandangan

(7)

B. Zaman Modern Abad XVI dan XVIII

1. Organisasi Politik

- Perancis menjadi Monarki yang relatif kuat. Kekuasaan Raja tak terbatas, absolut pada regim Louis XIV, Lois XV dan Louis XVI

- Staten General (sejenis perwakilan rakyat) berperan pada abad XV dan abad XVI,namun tahun 1614 hilang.

- Traktat Madrid tahun 1526 kehilangan wilayah

- Abad XVI mengokupasi wilayah keuskupan Toul, Metz dan Verdun

- Magna Charta (1215) tertuang hak-hak dan kewajiban kewajiban timbal balik antara raja dan warga negaranya

- Bill of Rights (1689) Monarki Konstitusional dan tatanan parlementer

2. Perkembangan Hukum

Raja-raja absolut memperjuangkan mempersatukan hukum negara mereka - Didalam negara roma suci, perundang undangan tidak dapat memainkan

peranan dalam upaya pemersatuan hukum

Sumber-sumber hukum

1. Undang-undang menjadi sumber hukum yang terpenting 2. Kebiasaan

3. Hukum Romawi (ratio scripta (hasil pemikiran/akal yang ditulis) 4. Hukum Kanonik

(8)

II. Kebiasaan

Ahli Hukum Vlanderen dari Abad XVI Filips Wielant

Kebiasaan adalah hukum tak tertulis yang berdiri dari ketentuan sehari-hari (usance) dan perbuatan-perbuatan yang terus menerus dilakukan oleh orang-orang dalam kehidupan dan pergaulan hidup serta diwujudkan secara nyata tanpa paksaan masyarakat atau bangsa, selama kebiasaan ini diikuti secara berkesinambungan.”

Karakteristik2 Kebiasaan: 1. Hukum tak tertulis

2.

2. Dibentuk oleh kelaziman dan tindakan2 berulang2Dibentuk oleh kelaziman dan tindakan2 berulang2

3.

3. Dijadikan kelaziman dimuka umumDijadikan kelaziman dimuka umum

4.

4. Tanpa bantahan mayoritas besar kelompok sosial politikTanpa bantahan mayoritas besar kelompok sosial politik

5.

5. Waktu yang diperlukan untuk dinyatakan kadaluarsa Waktu yang diperlukan untuk dinyatakan kadaluarsa

(preskribasi)

(preskribasi)

6.

6. Kebiasaan Harus RasionalKebiasaan Harus Rasional

7.

(9)

Pembuktian Kebiasaan

Pembuktian Kebiasaan

• Abad XIV. Kebiasaan umum (“Abad XIV. Kebiasaan umum (“notoirenotoire”/”/costume costume

umum”)

umum”) adalah kebiasaan yang dikenal oleh adalah kebiasaan yang dikenal oleh hakim,apakah melalui pengalaman sendiri, apakah

hakim,apakah melalui pengalaman sendiri, apakah

melalui peradilan dari pengadilannya sendiri, atau

melalui peradilan dari pengadilannya sendiri, atau

apakah melalui pengalaman dari pembantu2nya.

apakah melalui pengalaman dari pembantu2nya.

a.

a. Pemeriksaan Turba (“Pemeriksaan Turba (“inquisition per turbam”)inquisition per turbam”)

b.

b. Daerah kebijaksanaan2 (“Daerah kebijaksanaan2 (“Record de CoutumeRecord de Coutume”)”)

c.

c. Ajaran2 (mengkonsultasi atasan) (“Ajaran2 (mengkonsultasi atasan) (“Hoogvaart”)Hoogvaart”)

d.

d. - Surat-surat Privilise Kota & PropinsiBuku2 Hukum - Surat-surat Privilise Kota & PropinsiBuku2 Hukum

(“

(“Coutumiers”, Rechtsbuchen”)Coutumiers”, Rechtsbuchen”)

e.

(10)

III. Undang-undang

A. Evolusi Umum

- Pax Dei - Treuga Deil

B.Perundang-undangan pada akhir abad pertengahan

1. Ordonansi-ordonansi Raja-raja Perancis 2. Peraturan-peraturan tuan tanah

3. Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Kota-kota

C. Perundang-undangan pada Zaman-zaman Modern

Perancis dan Inggris karena perundang-undangan Perancis yang dimasukkan ke Belgia dan Belanda selama pendudukan Perancis (1794 -1815) masih meninggal jejak-jejaknya didalam hukum kedua negara ini

1. Perancis

-La loi vive = Raja = undang-undang yang hidup

- Qui veut le roy, si vent la loy = pendapat Loysel didalam tulisannya Institution Coutumieres pada abad XVII. Semua keputusan raja yang mengenakan sebuah aturan hukum, adalah undang-undang.

- Toute la puissan legislative reside dans la personne du souverain = Raja boleh bertindak sekehendak hati; kebanyakan berakhir dengan kata-kata “Car ainsi nous plait il.”

- Princeps Legibus solutus est = raja tidak terikat pada undang-undang\ - Remonce Trance au Roy = catatan terhadap raja

- Lit de justice = suatu upacara khidmat yang didalamnya ia secara pribadi memerintahkan kepada penitera pengadilan untuk mendapatkan ordonansi tersebut.

- Didalam abad pertengahan para Paus seringkali menjatuhkan sanksi terhadap raja melalui apa yang dikenal dengan “kerkban”

a.Abad XVI

- Ordonances de reformations : reformasi pemerintahan dan peradilan b. Ordonansi-ordonansi Colbert (1667-1685)

(11)

Ordonance Criminelle tahun 1670 menjadi dasar code d Ordonance Criminelle tahun 1670 menjadi dasar code d

instruction criminelle tahun 1808, masih berlaku di

instruction criminelle tahun 1808, masih berlaku di

Belgia sampai sekarang

Belgia sampai sekarang

Ordonnance sur le Commerce tahun 1673 = code Ordonnance sur le Commerce tahun 1673 = code

Marchand= hukum dagang yang mengintrodusir

Marchand= hukum dagang yang mengintrodusir

hukuman berat bagi bankbreuk (kepailitan dengan tipu

hukuman berat bagi bankbreuk (kepailitan dengan tipu

daya). Sebagian besar diambil alih oleh Code de

Ordonannance touchant la police des iles d’Amerique Ordonannance touchant la police des iles d’Amerique

tahun 1685 juga disebut Code noir=kitab undang-undang

tahun 1685 juga disebut Code noir=kitab undang-undang

colonial,tentang perbudakan.

(12)

c. Ordonansi –ordonansi Konleir Dagusseau

-Ordonannace sur les donations tahun 1731= aturan-aturan tentang hibah, mengalami pengaruh kuat dari hukum romawi dan dijadikan satu dalam pays de droit coutumier

- Ordonnance sur les testaments tahun 1735

-Ordonnance sur les substitiones fidei commisasaires tahun 1735 dimana perkawinan secara lompat tangan telah diatur dalam

regulasi dalam bentuk yang sama untuk seluruh perancis

-Reglement Concernant la Procedure au conseil du Roy (tahun 1738) mengatur tentang hukum acara pada pengadilan yang

tertinggi/kasasi. Perundang-undangan Daguessau mempunyai

pengaruh besar dalam penyusunan kita undang-undang Napoleon. -2. Inggris

-1. Peranan besar Common law sejak akhir bad-abad pertengahan dan

-2. Pergeseran kewenangan kekuasaan legislatif dari raja ke Parlemen dalam abad XVII sehingga Parlementer Inggris telah mempengaruhi penyusunan kekuasaan pembentukan

undang-undang di sebagian besar negara-negara eropa Barat pada abad XIX -Undang-undang Quia Emptores tahun 1290 masih tetap merupakan dasar hukum tentang jual beli di negara2 Common law

(13)

3. Gerakan Kodifikasi 3. Gerakan Kodifikasi

- Ahli filsafat utilitaristis Inggris Jeremy Bentham (1748-1832). Ahli filsafat utilitaristis Inggris Jeremy Bentham (1748-1832).

Utilitarisme ini berbasikan pemikiran bahwa suatu perilaku adalah Utilitarisme ini berbasikan pemikiran bahwa suatu perilaku adalah

baik bilamana hal itu bermanfaat ditinjau dari sudut pandang ikhtiar baik bilamana hal itu bermanfaat ditinjau dari sudut pandang ikhtiar

untuk memperjuangkan kebahagiaan yang terbesar bagi jumlah untuk memperjuangkan kebahagiaan yang terbesar bagi jumlah

(orang) terbesar. (orang) terbesar.

- Kitab undang2 Modern PertamaKitab undang2 Modern Pertama

- abad XVIII di Bavaria (Codex Maximilianus Bavarius Cibil tahun - abad XVIII di Bavaria (Codex Maximilianus Bavarius Cibil tahun

1756) 1756)

- di Prusia (Allgemeines Landrecht fur die Preussischen Staaten - di Prusia (Allgemeines Landrecht fur die Preussischen Staaten

tahun 1794) tahun 1794)

- Allgemeines Burgerliche Gesetzbuch (ABGB) yang merupakan suatu - Allgemeines Burgerliche Gesetzbuch (ABGB) yang merupakan suatu

sintesis yang lebih baik lagi dari hukum kebiasaan Romawi dan sintesis yang lebih baik lagi dari hukum kebiasaan Romawi dan

sebagian kecil hukum kebiasaan Germania dengan suatu metode sebagian kecil hukum kebiasaan Germania dengan suatu metode

umum dan struktur juga sejumlah gagasan-gagasan individualistis umum dan struktur juga sejumlah gagasan-gagasan individualistis

dan egaliter (prinsip persamaan hak) yang diilhami oleh hukum alam. dan egaliter (prinsip persamaan hak) yang diilhami oleh hukum alam. - Code civil des Francais (1804) = Code Napoleon adalah lebih liberal - Code civil des Francais (1804) = Code Napoleon adalah lebih liberal

lagi dan suatu tatanan yang tersusun seluruhnya secara sistematis lagi dan suatu tatanan yang tersusun seluruhnya secara sistematis

(14)

IV. Hukum Kanonik

IV. Hukum Kanonik

A.

A.

Hal Ikhwal yang umum

Hal Ikhwal yang umum

Hukum Kanonik ini adalah hukum

Hukum Kanonik ini adalah hukum

anggota persekutuan kaum kristiani,

anggota persekutuan kaum kristiani,

lebih khusus lagi gereja katolik roma.

lebih khusus lagi gereja katolik roma.

Istilah kanonik ini berasal dari kata

Istilah kanonik ini berasal dari kata

Yunani yang berarti kanon, regula, atau

Yunani yang berarti kanon, regula, atau

aturan. Nama ini diberikan pada

aturan. Nama ini diberikan pada

keputusan2 konseli-konseli pada

keputusan2 konseli-konseli pada

(15)

• Pentingnya hukum kanonik di abad-abad pertengahan merupakan hasil Pentingnya hukum kanonik di abad-abad pertengahan merupakan hasil

beberapa faktor:

beberapa faktor:

a.

a. Karakter oikumene atau universal gerejaKarakter oikumene atau universal gereja

Gereja hanya menyatakan memiliki kebenaran dan harus

Gereja hanya menyatakan memiliki kebenaran dan harus

menyebarkan keyakinan kristiani ini ke seluruh dunia, oleh karena

menyebarkan keyakinan kristiani ini ke seluruh dunia, oleh karena

itu gereja selama berabad-abad, bahkan sampai sekarang telah

itu gereja selama berabad-abad, bahkan sampai sekarang telah

melaksanakan pengevangelisasian.

melaksanakan pengevangelisasian.

b. Hukum Kanonik adalah sebuah hukum agama

b. Hukum Kanonik adalah sebuah hukum agama

Pengertian

Pengertian ius, ius, hukum dikenal dan diakui, sedangkan pada kaum hukum dikenal dan diakui, sedangkan pada kaum hindu dan kaum muslimin, hukum agama ini bercampur dengan

hindu dan kaum muslimin, hukum agama ini bercampur dengan

aturan-aturan hidup keagamaan, kesusilaan dan ritual, yakni

aturan-aturan hidup keagamaan, kesusilaan dan ritual, yakni

dharma

dharma dan dan syari’ahsyari’ah

Hal ini karena agama Kristen lahir dan berkembang di negara

Hal ini karena agama Kristen lahir dan berkembang di negara

Romawi. Gereja hampir selalu menerima dan mengakui suatu

Romawi. Gereja hampir selalu menerima dan mengakui suatu

tatanan hukum yang bersisi ganda, yakni suatu hukum kaum

tatanan hukum yang bersisi ganda, yakni suatu hukum kaum

awam disamping hukum agama

(16)

c.

c.

Beberapa daerah betapapun juga masih saja

Beberapa daerah betapapun juga masih saja

berada dibawah kekuasaan kaum ulama

berada dibawah kekuasaan kaum ulama

gereja.

gereja.

d.

d.

Beberapa materi dari hukum perdata malahan

Beberapa materi dari hukum perdata malahan

semata-mata dijalankan oleh hukum kanonik

semata-mata dijalankan oleh hukum kanonik

e.

e.

Selama bagian terbesar abad pertengahan

Selama bagian terbesar abad pertengahan

hukum kanonik ini merupakan satu-satunya

hukum kanonik ini merupakan satu-satunya

hukum tertulis

hukum tertulis

f.

f.

Hukum kanonik masih tetap merupakan hukum

Hukum kanonik masih tetap merupakan hukum

(17)

B. Kewenangan Pengadilan-pengadilan gereja

B. Kewenangan Pengadilan-pengadilan gereja 1.

1. Yurisdiksi gereja sebelum tahun 313Yurisdiksi gereja sebelum tahun 313

Sebelum tahun 313 seringkali orang-orang kristen hidup dalam persembunyian karena

Sebelum tahun 313 seringkali orang-orang kristen hidup dalam persembunyian karena

takut akan dikejar-kejar,mereka menyelenggarakan kewajiban-kewajiban agama dan

takut akan dikejar-kejar,mereka menyelenggarakan kewajiban-kewajiban agama dan

memakamkan jenajah teman-teman mereka didalam koridor-kordior bawah tanah yang

memakamkan jenajah teman-teman mereka didalam koridor-kordior bawah tanah yang

disebut katakomben

disebut katakomben

Jadi kekuasaan hukum gereja mempunyai sumber ganda, pada satu sisi hukum tata

Jadi kekuasaan hukum gereja mempunyai sumber ganda, pada satu sisi hukum tata

tertib dan pada sisi lain hukum perwasitan (hukum arbitrase)

tertib dan pada sisi lain hukum perwasitan (hukum arbitrase)

2. Yurisdiksi gereja setelah tahun 313

2. Yurisdiksi gereja setelah tahun 313

Setelah tahun 313, yurisdiksi uskup telah memperluas diri dengan cepat; kewenangan

Setelah tahun 313, yurisdiksi uskup telah memperluas diri dengan cepat; kewenangan

intervolantes, kewenangan a clavibus, privilegium fori, kewenangan sehubungan

intervolantes, kewenangan a clavibus, privilegium fori, kewenangan sehubungan

dengan hak asil.

dengan hak asil.

Para Kaisar mengakui kewenangan pengadilan keuskupan memeriksa dan

Para Kaisar mengakui kewenangan pengadilan keuskupan memeriksa dan

memutuskan perkara-perkara hukum pidana yang secara murni menyangkut

memutuskan perkara-perkara hukum pidana yang secara murni menyangkut

kejahatan-kejahatan keagamaan.

kejahatan keagamaan.

inter volantes: diantara orang-orang yang dengan sukarela menundukkan diri pada

inter volantes: diantara orang-orang yang dengan sukarela menundukkan diri pada

peradilannya, dalam hal ini putusan uskup tidak dapat dilawan.

peradilannya, dalam hal ini putusan uskup tidak dapat dilawan.

Privilegium fori artinya hak istimewa kekuasaan hukum dalam bidang perkara-perkara

Privilegium fori artinya hak istimewa kekuasaan hukum dalam bidang perkara-perkara

hukum pidana bagi orang-orang tertentu. Malahan hak istimewa ini masih diperluas

hukum pidana bagi orang-orang tertentu. Malahan hak istimewa ini masih diperluas

lagidalam abad-abad VI, VII dan tetap ada selama sampai abad pertengahan

(18)

3. Titik Kulminasi kekuasaan gereja pada bagian akhir abad-abad pertengahan

3. Titik Kulminasi kekuasaan gereja pada bagian akhir abad-abad pertengahan

Titik kulminasi kekuasaan gereja dan oleh sebab itu pengaruh hukum kanonik Titik kulminasi kekuasaan gereja dan oleh sebab itu pengaruh hukum kanonik dicapai antara abad X dan abad XIV. Deskripsi tentang kewenangan

dicapai antara abad X dan abad XIV. Deskripsi tentang kewenangan

pengadilan-pengadilan gereja didalam periode ini memampukan penulis memahami sejauh

pengadilan gereja didalam periode ini memampukan penulis memahami sejauh

mana pengaruh ini berperan.

mana pengaruh ini berperan.

Ratione Personae artinya hal yang menyangkut orang, pengadilan-pengadilan Ratione Personae artinya hal yang menyangkut orang, pengadilan-pengadilan gereja ini berwenang semata-mata untuk:

gereja ini berwenang semata-mata untuk:

semua kaum ulama berdasarkan privilegium fori dari kaum pimpinan agama semua kaum ulama berdasarkan privilegium fori dari kaum pimpinan agama tersebut.

tersebut.

Para pejuang perang salib Para pejuang perang salib

Anggota-anggota universitas-universitas, baik para guru besar, maupun para Anggota-anggota universitas-universitas, baik para guru besar, maupun para mahasiswa.

mahasiswa.

Kaum miserabiles personae artinya orang-orang yang memerlukan bantuan Kaum miserabiles personae artinya orang-orang yang memerlukan bantuan (hulpbehoevend), seperti para janda, yatim piatu, para penderita cacat, kaum

(hulpbehoevend), seperti para janda, yatim piatu, para penderita cacat, kaum

lansia yang pada umumnya diurus oleh lembaga-lembaga amal yang didirikan

lansia yang pada umumnya diurus oleh lembaga-lembaga amal yang didirikan

dan dibiayai oleh gereja, dan oleh sebab itu memperoleh perlindungan dari

dan dibiayai oleh gereja, dan oleh sebab itu memperoleh perlindungan dari

gereja.

gereja.

Ratione materiae artinya yang menyangkut materi hukum, pengadilan-Ratione materiae artinya yang menyangkut materi hukum, pengadilan-pengadilan gereja berwenang untuk mengadili baik kaum ulama maupun kaum

pengadilan gereja berwenang untuk mengadili baik kaum ulama maupun kaum

awam mengenai perkara-perkara tertentu baik dalam bidang hukum pidana

awam mengenai perkara-perkara tertentu baik dalam bidang hukum pidana

maupun perdata.

(19)

4. Kemunduran kekuasaan hukum gereja

4. Kemunduran kekuasaan hukum gereja

Sejak abad XVI gereja kehilangan sebagian

Sejak abad XVI gereja kehilangan sebagian

besar kekuasaan hukumnya, pengaruhnya

besar kekuasaan hukumnya, pengaruhnya

secara berangsur-angsur dibatasi hanya

secara berangsur-angsur dibatasi hanya

sampai hal ikhwal yang berkaitan dengan

sampai hal ikhwal yang berkaitan dengan

urusan-urusan keagamaan murni. Sebab-sebab

urusan-urusan keagamaan murni. Sebab-sebab

kemunduran

tersebut

terletak

di

dalam

kemunduran

tersebut

terletak

di

dalam

melemahnya posisi gereja pada satu sisi dan

melemahnya posisi gereja pada satu sisi dan

sebagai akibat tumbuh kembangnya

sebagai akibat tumbuh kembangnya

negara-negara kaum awam (securaire staten), pada sisi

negara kaum awam (securaire staten), pada sisi

lain yang berupaya keras untuk mencegah turut

lain yang berupaya keras untuk mencegah turut

campurnya gereja dalam pemerintahan dan

campurnya gereja dalam pemerintahan dan

(20)

Didalam abad-abad XIX dan XX gereja telah

Didalam abad-abad XIX dan XX gereja telah

kehilangan semua kekuasaan hukum, bahkan

kehilangan semua kekuasaan hukum, bahkan

terhadap kaum ulama sekalipun. Privilegium fori

terhadap kaum ulama sekalipun. Privilegium fori

tidak ada lagi, kecuali tentang didalam

tidak ada lagi, kecuali tentang didalam

urusan-urusan internal gereja itu sendiri, misalnya

urusan internal gereja itu sendiri, misalnya

pelanggaran tata tertib gereja.

pelanggaran tata tertib gereja.

Sumber-sumber hukum Kanonik

Sumber-sumber hukum Kanonik

Sama halnya dengan tatanan keagamaan

Sama halnya dengan tatanan keagamaan

lainnya adalah kehendak ALLAH sebagaimana

lainnya adalah kehendak ALLAH sebagaimana

hal ini diwahyukanNya kepada manusia, sebagai

hal ini diwahyukanNya kepada manusia, sebagai

(21)

1.

1. Ius DivinumIus Divinum

Hukum ketuhanan ini adalah seperangkat aturan-aturan yuridis yang dapat dijabarkan dari Hukum ketuhanan ini adalah seperangkat aturan-aturan yuridis yang dapat dijabarkan dari kitab suci, baik perjanjian lama maupun perjanjian baru, dari tulisan-tulisan para rasul dan kitab suci, baik perjanjian lama maupun perjanjian baru, dari tulisan-tulisan para rasul dan bapak-bapak gereja (misalnya Augustinus dengan civitate Deinya, Heronymus, Ambrosius, bapak-bapak gereja (misalnya Augustinus dengan civitate Deinya, Heronymus, Ambrosius, Lactantius, dan lain-lain. Ajaran Patristis, yakni ajaran para bapak gereja, sedangkan kaum Lactantius, dan lain-lain. Ajaran Patristis, yakni ajaran para bapak gereja, sedangkan kaum patres adalah suatu penafsiran kitab suci yang diterima dan diakui.

patres adalah suatu penafsiran kitab suci yang diterima dan diakui.

2. Perundang-undangan Kanonik 2. Perundang-undangan Kanonik

Hal ini terdiri dari keputusan-keputusan para penguasa gereja, yang merupakan sumber Hal ini terdiri dari keputusan-keputusan para penguasa gereja, yang merupakan sumber hidup hukum kanonik. Perundang-undangan tersebut mengenai adanya suatu hidup hukum kanonik. Perundang-undangan tersebut mengenai adanya suatu perkembangan-perkembangan yang sangat pesat, setidak-tidaknya dalam abad XVI. Hal perkembangan-perkembangan yang sangat pesat, setidak-tidaknya dalam abad XVI. Hal tersebut terutama terdiri dari dekrit-dkerit konsili-konsili dari dekretal-dekretal para Paus.

tersebut terutama terdiri dari dekrit-dkerit konsili-konsili dari dekretal-dekretal para Paus.

Dekrit-dekrit ini adalah keputusan-keputusan konsili-konsili, yakni rapat-rapat para uskup. Dekrit-dekrit ini adalah keputusan-keputusan konsili-konsili, yakni rapat-rapat para uskup. Konsili-konsili ini dapat mencakup seluruh umat kristiani (konsili-konsili oikumene), akan tetapi Konsili-konsili ini dapat mencakup seluruh umat kristiani (konsili-konsili oikumene), akan tetapi masih ada juga konsili-konsili wilayah dan propinsi.

masih ada juga konsili-konsili wilayah dan propinsi.

Konsili Oikumene pertama adalah Konsili Nicea (325), yang terakhir adalah konsili Vatikan

Kebiasaan (Consuetudo ius non scriptum) tidak memainkan peranan penting dalam Kebiasaan (Consuetudo ius non scriptum) tidak memainkan peranan penting dalam pembentukan dan evolusi hukum kanonik, san dan lain karena banyaknya aturan-aturan pembentukan dan evolusi hukum kanonik, san dan lain karena banyaknya aturan-aturan hukum tertulis. Namun betapapun juga beberapa kebiasaan diakui sebagai sumber hukum tertulis. Namun betapapun juga beberapa kebiasaan diakui sebagai sumber pelengkap lokal hukum kanonik dan jarang sekali sebagai sumber umum hukum kanonik. pelengkap lokal hukum kanonik dan jarang sekali sebagai sumber umum hukum kanonik.

(22)

4. Serapan-serapan hukum Romawi 4. Serapan-serapan hukum Romawi

Oleh karena gereja pada awal berkembangnya di negara Oleh karena gereja pada awal berkembangnya di negara Romawi, maka ia telah menyerap banyak aturan-aturan Romawi, maka ia telah menyerap banyak aturan-aturan hukum dari hukum Romawi. Dengan demikian hukum yang hukum dari hukum Romawi. Dengan demikian hukum yang disebut terakhir adalah hukum pelengkap atau hukum disebut terakhir adalah hukum pelengkap atau hukum tambahan dari hukum kanonik. Setelah jatuhnya negara tambahan dari hukum kanonik. Setelah jatuhnya negara Romawi Barat, gereja tetap bertahan dalam struktur-struktur Romawi Barat, gereja tetap bertahan dalam struktur-struktur yang terbentuk dibawah kekuasaan hukum Romawi.

yang terbentuk dibawah kekuasaan hukum Romawi.

D. Kodifikasi-kodifikasi hukum Kanonik D. Kodifikasi-kodifikasi hukum Kanonik

Dijumpai paling sedikit 40 buah himpunan yang berasal dari Dijumpai paling sedikit 40 buah himpunan yang berasal dari periode antara abad IX dan pertengahan abad XII. Dalam periode antara abad IX dan pertengahan abad XII. Dalam abad-abad XI dan XII, berkat reformasi-reformasi yang abad-abad XI dan XII, berkat reformasi-reformasi yang diadakan oleh Paus Gregorius IX telah dicapai unifikasi diadakan oleh Paus Gregorius IX telah dicapai unifikasi hukum kanonik melalui pelebaran koleksi-koleksi hukum kanonik melalui pelebaran koleksi-koleksi naskah-naskah antik, Italia, Spanyol, dan Perancis bersama-sama naskah antik, Italia, Spanyol, dan Perancis bersama-sama dengan dekretal Kepausan. Setelah itu hanya dijumpai satu dengan dekretal Kepausan. Setelah itu hanya dijumpai satu hukum kanonik, yang disebut dengan hukum kanonik hukum kanonik, yang disebut dengan hukum kanonik klasik. Hukum klasik ini antara lain ditemukan didalam:

(23)

1.

1. Dekrit GratianiDekrit Gratiani

2.

2. Dekretal-dekretal Gregorius IX (1234)Dekretal-dekretal Gregorius IX (1234)

3.

3. Corpus luris CanoniciCorpus luris Canonici

4.

4. Codex luris CanoniciCodex luris Canonici

5.

5. Corpus luris Canonici yang baruCorpus luris Canonici yang baru E. Ajaran Hukum Kanonik

E. Ajaran Hukum Kanonik

Sebuah hukum kanonik yang mengenai metodenya Sebuah hukum kanonik yang mengenai metodenya sedikit banyak telah berevolusi dengan cara yang sama

sedikit banyak telah berevolusi dengan cara yang sama

dengan studi hukum romawi, pertama tama kaum

dengan studi hukum romawi, pertama tama kaum

glosator (glosatoren) kemudian kaum komentator

glosator (glosatoren) kemudian kaum komentator

(Commentatoren)

(Commentatoren)

Dokumen-dokumen

Dokumen-dokumen

Gratianus: Concordia Discordantium Canonum

Gratianus: Concordia Discordantium Canonum

Codex luris Canonici (tahun 1917)

(24)

V. Ajaran Hukum

Proses romanisasi hukum pada umumnya berlangsung dalam tempo

Proses romanisasi hukum pada umumnya berlangsung dalam tempo

yang lamban. Setelah mengalir perlahan-lahan dalam waktu yang

yang lamban. Setelah mengalir perlahan-lahan dalam waktu yang

lama pada abad XIII dan XIV maka pada abad XVI dan XVI disana sini

lama pada abad XIII dan XIV maka pada abad XVI dan XVI disana sini

diakui sebagai sumber hukum tambahan resmi. Kendatipun di

diakui sebagai sumber hukum tambahan resmi. Kendatipun di

Perancis resepsi hukum Romawi ini tidak dijumpai. Namun hal ini dipengaruhi secara langsung oleh hukum yang diajarkan di

dipengaruhi secara langsung oleh hukum yang diajarkan di

universitas-universitas.

universitas-universitas.

2.

2. Sebab-sebab bangkitnya kembali hukum Romawi pada Abad XIISebab-sebab bangkitnya kembali hukum Romawi pada Abad XII

Didalam negara Bizantium di Eropa Timur hukum Romawi tersebut

Didalam negara Bizantium di Eropa Timur hukum Romawi tersebut

tetap diterapkan pada abad-abad pertengahan dengan sumber Corpus

tetap diterapkan pada abad-abad pertengahan dengan sumber Corpus

luris Civilis Kaisar Justinianus. Beberapa bagian di Italia masih tetap

luris Civilis Kaisar Justinianus. Beberapa bagian di Italia masih tetap

terkait erat dengan Negara Bizantium, terutama Propinsi-propinsi

terkait erat dengan Negara Bizantium, terutama Propinsi-propinsi

Bagian Selatan dan timur laut sekitar wilayah Ravenda dan Venesia.

(25)

 Revival Hukum Romawi ini berbarengan dengan Revival Hukum Romawi ini berbarengan dengan

adanya kembangkitan kembali intelektual umum adanya kembangkitan kembali intelektual umum

di Italia pada akhir abad XI; revival pemikiran di Italia pada akhir abad XI; revival pemikiran

filsafat, kebangkitan kembali kesusasteraan Italia filsafat, kebangkitan kembali kesusasteraan Italia

dan lain-lain. Tambahan pula nampaknya dan lain-lain. Tambahan pula nampaknya

perkembangan ekonomi kota-kota Italia Utara perkembangan ekonomi kota-kota Italia Utara

telah menunjang perhatian yang makin besar telah menunjang perhatian yang makin besar

terhadap sebuah tatanan hukum yang lebih maju terhadap sebuah tatanan hukum yang lebih maju

daripada undang-undang dan daripada undang-undang dan

kebiasaan-kebiasaan Longobardia. kebiasaan Longobardia.

 Perembesan hukum Romawi tidak berlangsung Perembesan hukum Romawi tidak berlangsung

dengan kekuatan yang sama, dengan kata lain dengan kekuatan yang sama, dengan kata lain

derajat romanisasi bervariasi dari negara ke derajat romanisasi bervariasi dari negara ke

negara. negara.

 Pada akhir abad abad pertengahan nampaknya Pada akhir abad abad pertengahan nampaknya

unsur2 bersama tertentu masih dipertahankan unsur2 bersama tertentu masih dipertahankan

(26)

3. Dari yang irasional ke arah yang rasional

3. Dari yang irasional ke arah yang rasional

Periode abad-abad XII dan XIII

Periode abad-abad XII dan XIII

nampaknya sangat penting bagi

nampaknya sangat penting bagi

pembentukan tatanan2 hukum Eropa.

pembentukan tatanan2 hukum Eropa.

a.

a.

Tatanan hukum yang rasional

Tatanan hukum yang rasional

dikemudian hari mengganti tatanan

dikemudian hari mengganti tatanan

hukum yang irasional

hukum yang irasional

b.

b.

Bertambah kokohnya kekuasaan raja-

Bertambah kokohnya kekuasaan

raja-raja dan tuan-tuan tanah tertentu

raja dan tuan-tuan tanah tertentu

mengakibatkan sirnanya tatanan feodal.

mengakibatkan sirnanya tatanan feodal.

c.

c.

Sebuah ekonomi tukar menukar telah

Sebuah ekonomi tukar menukar telah

menggantikan ekonomi pedesaan yang

menggantikan ekonomi pedesaan yang

(27)

Organisasi Kehakiman dan Peradilan

Organisasi Kehakiman dan Peradilan

1.

1.

Organisasi Kehakiman

Organisasi Kehakiman

2.

2.

Pada akhir abad-abad pertengahan dan

Pada akhir abad-abad pertengahan dan

di Zaman-zaman Modern ini organisasi

di Zaman-zaman Modern ini organisasi

peradilan nampaknya sangat ketat.

peradilan nampaknya sangat ketat.

Sampai abad XVIII, bbanyak peradilan

Sampai abad XVIII, bbanyak peradilan

masih saja dijumpai, yang telah tumbuh

masih saja dijumpai, yang telah tumbuh

dari institusi2 negara perancis dan dari

dari institusi2 negara perancis dan dari

periode Feodalm seperti

periode Feodalm seperti

pengadilan gereja,

pengadilan gereja,

pengadilan-pengadilan feodal disamping institusi2

pengadilan feodal disamping institusi2

baru yang didirikan oleh raja-raja yang

baru yang didirikan oleh raja-raja yang

mulai memperluas kekuasaan mereka

(28)

a.

a. Institusi Pengadilan GerejaInstitusi Pengadilan Gereja

b.

b. Pada abad-abad pertengahan nampaknya Pada abad-abad pertengahan nampaknya pengadilan-pengadilan gereja mempunyai

pengadilan-pengadilan gereja mempunyai

wewenang yang luas. Uskup pada prinsipnya

wewenang yang luas. Uskup pada prinsipnya

hakim biasa dalam gereja. Sejak abad XV

hakim biasa dalam gereja. Sejak abad XV

betapapun juga ia didampingi oleh seorang

betapapun juga ia didampingi oleh seorang

atau lebih diaken keuskupan. Didalam daerah

atau lebih diaken keuskupan. Didalam daerah

keuskupan senantiasa diangkat seorang

keuskupan senantiasa diangkat seorang

official dan sebagai kekecualian kada-kadang

official dan sebagai kekecualian kada-kadang

dua orang official. Acapkali uskup mengangkat

dua orang official. Acapkali uskup mengangkat

pula seorang official untuk suatu daerah

pula seorang official untuk suatu daerah

terpencil misalnya untuk daerah Kamerijk di

terpencil misalnya untuk daerah Kamerijk di

Brussel.

Brussel.

Official ini bersidang sebagai hakim tunggal.

Official ini bersidang sebagai hakim tunggal.

Ia dapat pula dibantu oleh orang-orang yang

(29)

b. Susunan dan organisasi kehakiman pada periode b. Susunan dan organisasi kehakiman pada periode

Feodal Feodal

Dijumpai apa yang dikenal dengan

Dijumpai apa yang dikenal dengan scabini scabini yang yang pada zaman Karolinga menggantikan

pada zaman Karolinga menggantikan

rachimburgu, nampaknya tetap berlanjut pada rachimburgu, nampaknya tetap berlanjut pada diri hakim-hakim perkotaan (schepenen) pada diri hakim-hakim perkotaan (schepenen) pada

akhir abad pertengahan akhir abad pertengahan

Sebagai prinsip umum berlaku

Sebagai prinsip umum berlaku iudicium parium, iudicium parium,

vonisnya dijatuhkan oleh

vonisnya dijatuhkan oleh pares (pares (yang setingkat yang setingkat dan setara), seorang bangsawan hanya boleh dan setara), seorang bangsawan hanya boleh

diadili oleh kaum bangsawan, anggota kelas diadili oleh kaum bangsawan, anggota kelas

menengah oleh kaum kelas menengah, malahan menengah oleh kaum kelas menengah, malahan seorang budak oleh rekan-rekan golongan seorang budak oleh rekan-rekan golongan

(30)

c. Pengadilan-pengadilan Kota

c. Pengadilan-pengadilan Kota

Pengadilan-pengadilan kota adalah institusi

Pengadilan-pengadilan kota adalah institusi

peradilan yang paling tersebar luas di

peradilan yang paling tersebar luas di

daerah-daerah Belgia sejak abad XIII. Setiap kota

daerah Belgia sejak abad XIII. Setiap kota

mempunyai pengadilan kota yang biasanya

mempunyai pengadilan kota yang biasanya

terdiri dari tujuh pejabat pengadilan yang

terdiri dari tujuh pejabat pengadilan yang

disebut scabini. Mereka adalah penduduk kota

disebut scabini. Mereka adalah penduduk kota

yang pada umumnya diangkat oleh pemimpin

yang pada umumnya diangkat oleh pemimpin

kota.; jadi mereka adalah hakim-hakim rakyat

kota.; jadi mereka adalah hakim-hakim rakyat

yang tidak memperoleh pendidikan hukum

yang tidak memperoleh pendidikan hukum

secara khusus. Mereka memeriksa perkara

secara khusus. Mereka memeriksa perkara

atas perintah pemimpin kota atau wakilnya

atas perintah pemimpin kota atau wakilnya

(

(31)

d. Pengadilan-pengadilan kerajaan d. Pengadilan-pengadilan kerajaan Sebagai santiran

Sebagai santiran iudicium parium iudicium parium adalah adalah kekuasaan yudikatif sang raja. Raja

kekuasaan yudikatif sang raja. Raja

menganggap dirinya selaku wakil Tuhan dimuka menganggap dirinya selaku wakil Tuhan dimuka bumi ini dan adalah sumber segala keadilan dan bumi ini dan adalah sumber segala keadilan dan

kepatuhan (

kepatuhan ( Rex est fons omnismodi iustitae).Rex est fons omnismodi iustitae).

Namun ia biasanya mengadakan konsultasi Namun ia biasanya mengadakan konsultasi

dengan penasehat-penasehatnya malahan ia pun dengan penasehat-penasehatnya malahan ia pun

dapat melimpahkan kekuasaan hukum kepada dapat melimpahkan kekuasaan hukum kepada

mereka (Justice deleguee). Selain itu ia dapat mereka (Justice deleguee). Selain itu ia dapat menahan sebagian kekuasaan hukum ini bagi menahan sebagian kekuasaan hukum ini bagi

dirinya sendiri (justice retinue) atau melakukan dirinya sendiri (justice retinue) atau melakukan

pemeriksaan banding terhadap putusan pemeriksaan banding terhadap putusan

(32)

e. Dari hakim rakyat menuju

e. Dari hakim rakyat menuju

hakim-hakim profesional

hakim profesional

Sejak abad XIV dsmpsi XVIII jabatan hakim

Sejak abad XIV dsmpsi XVIII jabatan hakim

diselenggarakan oleh hakim-hakim

diselenggarakan oleh hakim-hakim

profesional, yaknis yuris-yuris atau

profesional, yaknis yuris-yuris atau

legis-legis yang pada umumnya lulusan

legis yang pada umumnya lulusan

universitas.

universitas.

f. Jabatan Advokat

f. Jabatan Advokat

Sejak abad XIII telah dijumpai

Sejak abad XIII telah dijumpai

advokat-advokat (dijuluki “

advokat (dijuluki “

Taelman”, avant parlier,

Taelman”, avant parlier,

ampaler)

ampaler)

. Istilah Advocatus diberi arti

. Istilah Advocatus diberi arti

pelindung atau wali. Sejak abad XV, yuris

pelindung atau wali. Sejak abad XV, yuris

yang memberikan nasehat dan mewakili

yang memberikan nasehat dan mewakili

para pihak disebut advokat

(33)

g. Notariat

g. Notariat

Notariat lahir di Italia. Sejak abad

Notariat lahir di Italia. Sejak abad

XII para notaris ini diangkat oleh

XII para notaris ini diangkat oleh

kaisar atau paus untuk dapat

kaisar atau paus untuk dapat

membuat akte-akte didaerah yang

membuat akte-akte didaerah yang

luas.. Akte-akte mereka dianggap

luas.. Akte-akte mereka dianggap

sebagai instrumen publica (akte-akte

sebagai instrumen publica (akte-akte

umum/publik) dan mempunyai

umum/publik) dan mempunyai

kekuatan pembuktian yang kuat

kekuatan pembuktian yang kuat

yang disebut

yang disebut

probatio plena (

probatio plena (

bukti

bukti

penuh)

(34)

2. Peradilan 2. Peradilan

Peradilan banyak membantu pembentukan hukum Peradilan banyak membantu pembentukan hukum moderen, pertama-tama mengenai kekuasaan

moderen, pertama-tama mengenai kekuasaan pengadilan-pengadilan memberi makna kepada pengadilan-pengadilan memberi makna kepada preseden-preseden dan kedua karena pengaruh preseden-preseden dan kedua karena pengaruh

putusan pengadilan rendah dan arest-arest putusan pengadilan rendah dan arest-arest

pengadilan tinggi terhadap yang disebut pertama pengadilan tinggi terhadap yang disebut pertama

a.

a. Peranan Preseden-presedenPeranan Preseden-preseden

Sepanjang masa preseden telah memainkan suatu Sepanjang masa preseden telah memainkan suatu peranan dalam berbagai daya kerja peranan dalam berbagai daya kerja

pengadilan-pengadilan. (dalam Common law) pengadilan. (dalam Common law)

a.

a. Arrest de ReglementArrest de Reglement

Di Perancis parlemen-parlemen dan Di Perancis parlemen-parlemen dan

pengadilan-pengadilan tinggi telah banyak membuat pengadilan tinggi telah banyak membuat

putusan-putusan yang dikenal dengan Arrest de Reglement, putusan yang dikenal dengan Arrest de Reglement,

yang mengikat setiap orang (erge omnes), yang mengikat setiap orang (erge omnes),

sedangkan arrest-arrest biasa hanya mengikat para sedangkan arrest-arrest biasa hanya mengikat para

(35)

c. Putusan tingkat banding c. Putusan tingkat banding

Didalam era pembuktian-pembuktian irasional Didalam era pembuktian-pembuktian irasional

sudah barang tentu tidak terpikirkan sudah barang tentu tidak terpikirkan

diadakannya permohonan pemeriksaan dalam diadakannya permohonan pemeriksaan dalam

tingkat banding atas putusan yang konon diambil tingkat banding atas putusan yang konon diambil oleh Tuhan sendiri. Banding dalam hal salah satu oleh Tuhan sendiri. Banding dalam hal salah satu

dari pihak yang bersengketa menuduh sang dari pihak yang bersengketa menuduh sang

hakim telah mengambil sebuah “putusan palsu” hakim telah mengambil sebuah “putusan palsu”

d. Peradilan terhadap sumber-sumber hukum lain. d. Peradilan terhadap sumber-sumber hukum lain. Ajaran hukum kebiasaan telah memanfaatkan

Ajaran hukum kebiasaan telah memanfaatkan peradilan dalam membahas hukum kebiasaan; peradilan dalam membahas hukum kebiasaan;

sesungguhnya telah ditemukan secara terus sesungguhnya telah ditemukan secara terus

menerus rujukan-rujukan terhadap vonis-vonis menerus rujukan-rujukan terhadap vonis-vonis

(36)

5. Pemberian alasan-alasan bagi vonis-vonis dan 5. Pemberian alasan-alasan bagi vonis-vonis dan

arrest-arrest arrest

Pada umumnya dibawah Ancient Regime tidak ada “la Pada umumnya dibawah Ancient Regime tidak ada “la motivation des decision de justice” (pemberian

motivation des decision de justice” (pemberian motivasi terhadap vonis-vonis pengadilan)

motivasi terhadap vonis-vonis pengadilan)

Dikhawatirkan bahwa melalui pemotivasian vonis Dikhawatirkan bahwa melalui pemotivasian vonis tersebut akan memunculkan kembali pengajuan tersebut akan memunculkan kembali pengajuan sengketa ke pengadilan.

sengketa ke pengadilan.

Pada tahun 1789 pemberian alasan-alasan melalui apa Pada tahun 1789 pemberian alasan-alasan melalui apa yang disebut Cashier de doleances dinyatakan wajib. yang disebut Cashier de doleances dinyatakan wajib. Sejak saat itu kewajiban motivering ini dianggap

Sejak saat itu kewajiban motivering ini dianggap sebuah jaminan hakiki terhadap

sebuah jaminan hakiki terhadap kesewenang-wenangan peradilan.

wenangan peradilan.

(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)

3. Pengampuan

3. Pengampuan

(Curatele, KUHPER Ps. 433 dan

(Curatele, KUHPER Ps. 433 dan

seterusnya). Orang yang telah dewasa tetapi

seterusnya). Orang yang telah dewasa tetapi

sakit ingatan, pemboros, lemah daya atau tidak

sakit ingatan, pemboros, lemah daya atau tidak

sanggup mengurus kepentingan sendiri dengan

sanggup mengurus kepentingan sendiri dengan

semestinya, disebabkan kelakuan buruk di

semestinya, disebabkan kelakuan buruk di

luar

luar

batas atau mengganggu keamanan memerlukan

batas atau mengganggu keamanan memerlukan

pengampunan

pengampunan

. Oleh sebab itu diperlukan

. Oleh sebab itu diperlukan

adanya Pengampu (Kurator), biasanya suami

adanya Pengampu (Kurator), biasanya suami

jadi pengampu atau istri atau Hakim menunjuk

jadi pengampu atau istri atau Hakim menunjuk

orang lain atau perkumpulan-perkumpulan.

(51)

4.Hukum Perkawinan menurut Hukum Perdata

4.Hukum Perkawinan menurut Hukum Perdata

Eropa (menurut KUHPER pasal 26 dan

Eropa (menurut KUHPER pasal 26 dan

(52)

2. HUKUM PERKAWINAN

2. HUKUM PERKAWINAN

Perkawinan Menurut UU No. 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan Menurut UU No. 1 tahun 1974 Tentang

Perkawinan

Perkawinan

a.

a. Definisi perkawinan adalah Ikatan lahir batin antara Definisi perkawinan adalah Ikatan lahir batin antara

seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami

seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami

istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah

istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah

tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan

tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan

Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ketuhanan Yang Maha Esa.

b.

b. Hakikat perkawinan adalah Ikatan lahir batin antara Hakikat perkawinan adalah Ikatan lahir batin antara

seorang pria dengan seorang wanita sebagai

seorang pria dengan seorang wanita sebagai

suami istri.

suami istri.

c.

(53)

d.

d. Tujuan perkawinan membentuk keluarga yang Tujuan perkawinan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Untuk itu suami dan istri perlu

bahagia dan kekal. Untuk itu suami dan istri perlu

saling melengkapi agar masing-masing dapat

saling melengkapi agar masing-masing dapat

mengembangkan kepribadiannya membantu dan

mengembangkan kepribadiannya membantu dan

mencapai kesejahteraan spiritual dan material.

mencapai kesejahteraan spiritual dan material.

e.

e. Suatu perkawinan sah bilamana dilakukan menurut Suatu perkawinan sah bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan

hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan

itu, dan tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut

itu, dan tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut

peraturan perundangan yang berlaku.

(54)

f. Syarat-syarat perkawinan : f. Syarat-syarat perkawinan :

adanya persetujuan kedua calon mempelai;adanya persetujuan kedua calon mempelai;

adanya izin kedua orang tua/wali bagi calon mempelai yang adanya izin kedua orang tua/wali bagi calon mempelai yang

belum berusia 21 tahun; belum berusia 21 tahun;

usia calon mempelai pria sudah mencapai 19 tahun dan usia calon mempelai pria sudah mencapai 19 tahun dan

calon mempelai wanita sudah mencapai 16 tahun; calon mempelai wanita sudah mencapai 16 tahun;

antara calon mempelai pria dan calon mempelai wanita antara calon mempelai pria dan calon mempelai wanita

tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan pihak lain; tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan pihak lain;

bagi suami istri yang telah cerai, lalu kawin lagi satu sama bagi suami istri yang telah cerai, lalu kawin lagi satu sama

lain dan cerai lagi untuk kedua kalinya, agama dan lain dan cerai lagi untuk kedua kalinya, agama dan kepercayaan mereka tidak melarang mereka kawin untuk kepercayaan mereka tidak melarang mereka kawin untuk

ketiga kalinya; ketiga kalinya;

tidak berada dalam waktu tunggu bagi calon mempelai tidak berada dalam waktu tunggu bagi calon mempelai

(55)

g. Larangan perkawinan :

g. Larangan perkawinan :

berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah ataupun ke berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah ataupun ke

atas;

atas;

berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara

seorang dengan saudara orang tua dan antara seorang dengan

seorang dengan saudara orang tua dan antara seorang dengan

saudara neneknya;

saudara neneknya;

berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan

ibu/bapak tiri;

ibu/bapak tiri;

berhubungan saudara dengan istri atau sebagai bibi atau kemenakan berhubungan saudara dengan istri atau sebagai bibi atau kemenakan

dari istri, dalam hal seorang suami beristri lebih dari seorang;

dari istri, dalam hal seorang suami beristri lebih dari seorang;

berhubungan susuan, yaitu orang tua susuan, anak susuan, saudara berhubungan susuan, yaitu orang tua susuan, anak susuan, saudara

susuan dan bibi/paman susuan;

susuan dan bibi/paman susuan;

berhubungan saudara dengan istri atau sebagai bibi atau kemenakan berhubungan saudara dengan istri atau sebagai bibi atau kemenakan

dari istri, dalam hal seorang suami beristri lebih dari seorang;

dari istri, dalam hal seorang suami beristri lebih dari seorang;

mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang

berlaku, dilarang kawin.

(56)

PERCERAIAN PERCERAIAN

a. Alasan-alasan a. Alasan-alasan

Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok,

pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;

disembuhkan;

Sebab satu pihak meninggalkan yang lain selama 2 (dua) Sebab satu pihak meninggalkan yang lain selama 2 (dua)

tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya; alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya;

Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun

atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;

berlangsung;

Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan

berat yang membahayakan terhadap pihak yang lain; berat yang membahayakan terhadap pihak yang lain;

Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang

mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/istri;

(57)

b. Akibat

b. Akibat

Akibat terhadap isteri dan anak-anak:

Akibat terhadap isteri dan anak-anak:

Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara

dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan

dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan

kepentingan anak, bilamana ada perselisihan

kepentingan anak, bilamana ada perselisihan

mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan

mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan

memberi keputusannya;

memberi keputusannya;

Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya

pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak

pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak

itu, bilamana bapak dalam kenyataan tidak dapat

itu, bilamana bapak dalam kenyataan tidak dapat

memberi kewajiban tersebut, Pengadilan dapat

memberi kewajiban tersebut, Pengadilan dapat

menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut;

menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut;

Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami

untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau

untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau

menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas istri

(58)

2. Hukum Sipil

2. Hukum Sipil

a. Definisi Hukum Privat (Hukum Sipil), yaitu hukum yang

a. Definisi Hukum Privat (Hukum Sipil), yaitu hukum yang

mengatur hubungan-hubungan antara orang yang satu

mengatur hubungan-hubungan antara orang yang satu

dengan orang yang lain, dengan menitikberatkan

dengan orang yang lain, dengan menitikberatkan

kepada kepentingan perseorangan.

sering mempersamakan Hukum Sipil dengan Hukum

sering mempersamakan Hukum Sipil dengan Hukum

Perdata, agar tidak membingungkan, maka perlu

Perdata, agar tidak membingungkan, maka perlu

dijelaskan bahwa:

dijelaskan bahwa:

a.

a. Jika diartikan secara luas, maka Hukum Perdata itu adalah Jika diartikan secara luas, maka Hukum Perdata itu adalah

(59)

c. Dalam bahasa asing:c. Dalam bahasa asing:

1. Hukum Sipil = Privaatrecht atau Civielrecht1. Hukum Sipil = Privaatrecht atau Civielrecht

2. Hukum Perdata = Burgerlijkrecht2. Hukum Perdata = Burgerlijkrecht

seorang anggota masyaraka warganegara) dengan masyaraka warganegara) dengan negara yang menguasai tertib

(60)

b. Perbedaan pelaksanaannya: b. Perbedaan pelaksanaannya:

1.

1. Pelanggaran terhadap norma hukum perdata baru diambil Pelanggaran terhadap norma hukum perdata baru diambil

tindakan oleh pengadilan setelah ada pengaduan oleh pihak tindakan oleh pengadilan setelah ada pengaduan oleh pihak berkepentingan yang merasa dirugikan

berkepentingan yang merasa dirugikan

2.

2. Pelanggaran terhadap norma hukum pidana, pada umumnya Pelanggaran terhadap norma hukum pidana, pada umumnya

segera diambil tindakan oleh pengadilan tanpa ada segera diambil tindakan oleh pengadilan tanpa ada pengaduan dari pihak yang dirugikan.

pengaduan dari pihak yang dirugikan.

c. Perbedaan penafsiran: c. Perbedaan penafsiran:

1.

1. Hukum Perdata memperbolehkan untuk mengadakan macam-Hukum Perdata memperbolehkan untuk mengadakan

macam-macam interpretasi terhadap Undang-undang Hukum Perdata. macam interpretasi terhadap Undang-undang Hukum Perdata.

2.

2. Hukum Pidana hanya boleh ditafsirkan menurut arti kata Hukum Pidana hanya boleh ditafsirkan menurut arti kata

dalam Undang-undang Pidana itu sendiri. Hukum Pidana dalam Undang-undang Pidana itu sendiri. Hukum Pidana hanya mengenal penafsiran authentik, yaitu penafsiran yang hanya mengenal penafsiran authentik, yaitu penafsiran yang tercantum dalam Undang-undang Hukum Pidana itu sendiri tercantum dalam Undang-undang Hukum Pidana itu sendiri (Titel IX dari buku ke I KUHP).

(61)

II.

PRINSIP-PRINSIP

(62)

1. Kebebasan Berkontrak

Dasar Hukum Pasal 1338 (1) KUH Perdata:

“Semua Perjanjian yang dibuat secara sah

berlaku sebagai undang-

undang bagi mereka yang membuatnya”

Syarat sahnya perjanjian (Pasal 1320 KUH

Perdata) :

1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya.

2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan

3. Suatu hal tertentu.

(63)

2. Persesuaian Kehendak (Penawaran dan

Penerimaan)

Anglo Saxon dikenal istilah offer and

acceptance

Indonesia – Memorandum of Understanding

3. Itikad Baik

Dasar Hukum Pasal 1338 (3) KUH Perdata:

“Suatu Perjanjian harus dilaksanakan dengan

(64)

4. Penggunaan Istilah

Harus berhati-hati dan cermat dalam

menggunakan istilah.

Dasar Hukum:

Pasal 1342 KUH Perdata:

“Jika kata-kata suatu perjanjian jelas,

tidaklah diperkenankan

(65)

5. Peralihan Resiko

Diluar perjanjian-perjanjian yang menurut

undang-undang telah mengatur sendiri

masalah peralihan resiko, maka pembuat

perjanjian perlu melakukan pengaturan sendiri

atas resiko yang mungkin timbul.

(66)

6. Ganti Kerugian

Setiap pihak yang dirugikan berhak berhak

untuk menuntutt ganti rugi atas tidak

(67)

7. Alasan Pemutusan Perjanjian

Pemutusan suatu perjanjian timbal balik hanya

dapat dilakukan atas persetujuan bersama para

pihak didalamnya. Tanpa adanya perjanjian

mengharuskan salah satu pihak yang

menginginkan pemutusan untuk untuk meminta

persetujuan pengadilan terlebih dahulu. (Pasal

1266 dan 1267)

Para pihak dalam perjanjian dapat

mencantumkan setuju untuk melepaskan

ketentuan pasal 1266 dan 1267.

(68)

3. Hukum Kriminologi 3. Hukum Kriminologi

a. Definisi Kriminologi: ilmu pengetahuan yang bertujuan a. Definisi Kriminologi: ilmu pengetahuan yang bertujuan menyelidiki gejala kejahatan seluas-luasnya (kriminologi menyelidiki gejala kejahatan seluas-luasnya (kriminologi teoritis atau murni). Kejahatan: perbuatan yang sangat teoritis atau murni). Kejahatan: perbuatan yang sangat anti-sosial yang memperoleh tentangan dengan sadar dari negara sosial yang memperoleh tentangan dengan sadar dari negara

berupa pemberian penderitaan (hukuman atau tindakan). berupa pemberian penderitaan (hukuman atau tindakan).

b.

b. Ilmu pengetahuan bagian dari kriminologi :Ilmu pengetahuan bagian dari kriminologi :

- Kriminologi teoritis atau murni:- Kriminologi teoritis atau murni:

a. Anthropologi Kriminil, adalah ilmu pengetahuan tentang a. Anthropologi Kriminil, adalah ilmu pengetahuan tentang manusia yang jahat (somatis) suatu bagian dari ilmu alam, manusia yang jahat (somatis) suatu bagian dari ilmu alam, anthropologi juga dinamai bab yang terakhir dari ilmu hewan. anthropologi juga dinamai bab yang terakhir dari ilmu hewan. Ilmu pengetahuan tersebut memberi jawaban atas pertanyaan Ilmu pengetahuan tersebut memberi jawaban atas pertanyaan seperti: seorang jahat mempunyai tanda-tanda khas apa seperti: seorang jahat mempunyai tanda-tanda khas apa dibadannya? Apakah ada hubungan antara suku bangsa dibadannya? Apakah ada hubungan antara suku bangsa

(69)

b.

b. Sosiologi Kriminil, ialah ilmu pengetahuan tentang Sosiologi Kriminil, ialah ilmu pengetahuan tentang kejahatan sebagai suatu gejala masyarakat. Intinya sampai

kejahatan sebagai suatu gejala masyarakat. Intinya sampai

dimana letak sebab-sebab kejahatan dalam masyarakat

dimana letak sebab-sebab kejahatan dalam masyarakat

(etiologi sosial). Dalam arti luas juga termasuk penyelidikan

(etiologi sosial). Dalam arti luas juga termasuk penyelidikan

mengenai keadaan keliling, phisiknya (geografis,

mengenai keadaan keliling, phisiknya (geografis,

klimatologis dan meteorologis).

klimatologis dan meteorologis).

c.

c. Psychologi Kriminil, ialah ilmu pengetahuan tentang Psychologi Kriminil, ialah ilmu pengetahuan tentang kejahatan di pandang dari sudut ilmu jiwa.

kejahatan di pandang dari sudut ilmu jiwa.

d.Psycho dan neuro-pathologi kriminil, ialah ilmu pengetahuan

d.Psycho dan neuro-pathologi kriminil, ialah ilmu pengetahuan

tentang penjahat yang sakit jiwa.

tentang penjahat yang sakit jiwa.

e. Poenalogi, ialah ilmu pengetahuan tentang timbul dan

e. Poenalogi, ialah ilmu pengetahuan tentang timbul dan

bertumbuhnya hukuman, arti dan faedahnya.

(70)

- Kriminologi yang dilaksanakan:

- Kriminologi yang dilaksanakan:

f. Hygiene kriminil dan politik kriminil.f. Hygiene kriminil dan politik kriminil.

- Kriminologi dalam arti luas:

- Kriminologi dalam arti luas:

g. Kriminalistik, ilmu pengetahuan untuk dilaksanakan g. Kriminalistik, ilmu pengetahuan untuk dilaksanakan

yang menyelidiki tehnik kejahatan dan pengusutan yang menyelidiki tehnik kejahatan dan pengusutan

kejahatan.kejahatan.

- Hubungannya dengan perbuatan pidana antara keduanya

- Hubungannya dengan perbuatan pidana antara keduanya

mempunyai hubungan timbal balik dan bergantungan

mempunyai hubungan timbal balik dan bergantungan

satu sama lain (interrelation and dependence) ;

(71)

a.

a. Ilmu hukum pidana mempelajari akibat hukum daripada Ilmu hukum pidana mempelajari akibat hukum daripada

perbuatan Ilmu Hukum Pidana yang dilarang sebagai

perbuatan Ilmu Hukum Pidana yang dilarang sebagai

kejahatan (crime).

kejahatan (crime).

b.

b. Kriminologi mempelajari kejahatan, yang lazimnya mencari Kriminologi mempelajari kejahatan, yang lazimnya mencari

sebab-sebab sampai timbul kejahatan dan cara menghadapi

sebab-sebab sampai timbul kejahatan dan cara menghadapi

kejahatan dan tindakan/reaksi yang diperlukan.

kejahatan dan tindakan/reaksi yang diperlukan.

c.

c. Kedua ilmu pengetahuan itu bertemu dalam fokus pada Kedua ilmu pengetahuan itu bertemu dalam fokus pada

kejahatan dengan prinsip-prinsip yang berbeda karena

kejahatan dengan prinsip-prinsip yang berbeda karena

objek dan tujuannya.

tujuannya untuk mendapatkan pengertian dan penggunaan

tujuannya untuk mendapatkan pengertian dan penggunaan

pidana yang sebaiknya guna mencapai keadilan hukum.

pidana yang sebaiknya guna mencapai keadilan hukum. e.

e. Kriminologi mempunyai objek manusia penjahat dibelakang Kriminologi mempunyai objek manusia penjahat dibelakang

peraturan hukum pidana dan tujuannya memperoleh pengertian peraturan hukum pidana dan tujuannya memperoleh pengertian tentang sebab kejahatan untuk memberikan pidana atau tindakan tentang sebab kejahatan untuk memberikan pidana atau tindakan yang tepat agar tidak melakukan lagi kejahatan.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan orang-orang musyrik zaman sekarang, mereka terus menerus melakukan perbuatan syirik, baik dalam bahaya maupun ketika sedang senang, hal ini sebagaimana diterangkan

Penghuni rumah susun akan terus menerus melakukan proses penyesuaian, yang menyebabkan munculnya kebiasaan berupa aktifitas dan perilaku yang berulang-ulang dalam

Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau berdiri sendiri, kewajiban mana berlaku terus menerus meskipun

Apabila hal ini terjadi pengulangan yang terus-menerus menjadi kebiasaan, maka sesuai dengan pendapat Imam al-Ghozali yang mengatakan : Akhlak atau karakter adalah suatu perbuatan

pada umumnya orang tua merupakan penutur sastra lisan banjar yang penting, di samping muda-mudi. Tak semua bentuk sastra lisan bisa disampaikan oleh setiap orang. Ada jenis

a. Perbuatan yang menimbulkan perasaan tidak enak misalnya, mendorong orang terjun ke dalam kubangan air hingga basah, menyuruh orang berdiri diterik dan

Setelah mengetahui ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orang yang belurn dewasa sehingga orang tua pelaku tersebut

Kebencian terhadap perempuan tersebut diekspresikan melalui ucapan, simbolisasi perbuatan hingga kebiasaan melecehkan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.1 Misogini sebagai salah