• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Ilmiah dan Cara berfikir ilmiah (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karya Ilmiah dan Cara berfikir ilmiah (1)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH BAHASA INDONESIA

KARYA ILMIAH DAN CARA BERFIKIR ILMIAH

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia

Disusun oleh:

Widyastitin Hidayah (12690004)

Finda Setiani (12690011)

Fikri Addin Salimy (12690014) Alif Nury (12690020)

Rois Sobri (12690041)

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI YOGYAKARTA

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karya ilmiah merupakan suatu bentuk karya tulis yang bersifat ilmiah yang disusun secara sistematis dan logis yang dibuat oleh seorang penulis atau peneliti. Karya ilmiah mengungkapkan suatu kebenaran tentang suatu objek penelitian untuk disampaikan kepada pembaca. Maka sudah umumnya suatu karya tulis ilmiah mengangkat tema yang baru (aktual) atau belum pernah ditulis orang lain ataupun kalau sudah pernah ditulis oleh orang biasanya bersifat penelitian lanjutan.

Sebagai orang yang berkecimpung di dalam dunia sains, ilmuan ataupun mahasiswa dituntut untuk bukan hanya sekedar menerima ilmu tetapi juga memberi sumbangan ke dalam dunia ilmu. Hal tersebut diwujudkan dengan melakukan penelitian dalam berbagi bidang kehidupan kemudian menuliskan hasil penelitiannya dalam sebuah laporan yang dikenal dengan istilah karya ilmiah. Dari hal tersebut ilmuan ataupun mahasiswa secara otomatis dituntut untuk pandai dalam mengolah kata dan data sehingga penelitian dapat tersampaikan secara formal di dalam lembaran-lembaran kertas.

(3)

Hal-hal yang secara singkat diuraikan di atas melatarbelakangi terhadap penulisan makalah ini selain dari sisi lain sebagai tugas dalam mata kuliah Bahasa Indonesia yang diberikan kepada tim penulis.

B. Rumusan Masalah

Dalam makalh ini memuat rumusan makalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian dari Karya Ilmiah? 2. Apa-apa saja ciri-ciri dari Karya Ilmiah? 3. Bagaimana etika dan kode etik Karya Ilmiah? 4. Bagaimana teknik menyusun Karya Ilmiah?

5. Bagaimana sikap-sikap Ilmiah dalam penulisan Karya Ilmiah?

6. Apa-apa saja kendala dalam proses penulisan penelitian Karya Ilmiah? 7. Bagaimana menumbuhkan cara berfikir ilmiah?

C. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalh ini yaitu :

1. Membantu pembaca dalam masalah penulisan karya ilmiah 2. Melatih penulis dalam membuat karya tulis

3. Memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia

(4)

A. Pengertian Karya Ilmiah

Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Menurut Dr. Wahyu Wibowo dalam bukunya yang berjudul Tata Permainan Bahasa Karya Tulis Ilmiah, karya ilmiah didefinisikan sebagai tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian, dan perenungan dalam bidang keilmuan tertentu: disusun menurut metode tertentu dengan penulisan yang santun, baik, dan benar; atau, berdasarkan kaidah baku ragam bahasa tulis.

Berdasarkan dalam kajian permasalahnnya, karya tulis ilmiah dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk: (a) laporan penelitian, yaitu tulisan yang melaporkan hasil percobaan, peninjauan, atau observasi sementara; (b) karya tulis akademik, berupa skripsi, tesis, dan disertasi; dan (c) buku teks, yaitu diktat atau buku-buku ilmiah yang digunakan sebagai penunjang bahasa ajar (Ekosusilo, 1991; Wibowo, 2008).

B. Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Ciri Karya Ilmiah meliputi : 1. Objektif.

Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.

(5)

Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

3. Sistematis.

Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

4. Logis.

Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).

Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

6. Tidak Pleonastis

Maksudnya kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).

(6)

C. Etika dan Kode Etik Karya Ilmiah

Etika dan kode etik yang lazim ditumbuh budayakan dalam penulisan karya ilmiah harus diikuti. Hak cipta dan paten dari segi hukum harus diikuti dan difahami dengan baik. Penulis harus memahami etika penulisan karya ilmiah secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang telah diterima dan diakui oleh masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun informan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu: 1. Istilah asing dicetak miring dan dituliskan dengan benar.

Misal: downlinknya –> downlink-nya. 2. Penggunaan kata “dimana”.

Misal:

…tehnik dimana digunakan (salah) ..tehnik yang digunakan (benar)

3. Sebaiknya tidak menggunakan kata ‘kita’,’saya’ (kata ganti orang) dalam karya ilmiah. Misal: ...dapat kita asumsikan…(salah) …dapat diasumsikan …(benar) 4. Menggunakan kalimat pasif. Misal: dapat diasumsikan.

5. Persamaan diberi nomor sesuai bab dan urutan serta tidak dicetak tebal. 6. Gambar, tabel, persamaan, dan pernyataan/kutipan diberi sumber acuannya. 7. Kekonsistenan dalam penulisan.

Misal:

…perkembangan selular… (kalimat ke 2) …seluler…(kalimat ke 10) 8. Tulislah kata dengan lengkap. Misal: & –> dan yg –> yang

9. Singkatan diikuti kepanjangannya dan untuk kalimat berikutnya cukup singkatannya saja.

(7)

…perawatan perangkat MU tidaklah terlalu sulit. (kalimat ke 10) 10. Gunakan EYD

Misal: bilangan 10,000 km –> 10.000 km

…didapat… –> …diperoleh… …terdiri dari…–> …terdiri atas

11. Penggunaan huruf besar di awal kalimat. Penempatan titik (.) dan koma (,) yang sesuai.

12. Ikuti tata cara/format penulisan karya ilmiah yang berlaku (yang dikeluarkan oleh institusi)

misal:> ukuran margin> ukuran kertas> jenis huruf 13. Cek penulisan sebelum diserahkan

D. Teknik Menyusun Karya Ilmiah

Teknik penilisan karya ilmiah perlu mengikuti suatu aturan yang berlaku. Terdapat dua cara yang dapat di¬ikuti, yaitu model Turabian (1973) dan model American Psychological Association [APA] (1988). Model Turabian menggunakan catatan kaki (footnote) untuk menunjukkan referensi, dan menggunakan istilah-istilah ibid, op cit, dan loc cit. Model APA tidak menggunakan catatan kaki seperti dalam model Tura¬bian, tetapi setiap referensi ditunjukkan oleh nama penulis dan tahun penerbitan. Jika kutipan merupakan kutipan langsung, artinya kata demi kata diambil dari sumbernya, ditunjukkan juga nomor halaman sumbernya.

1. Tata Tulis

(8)

Persyaratan itu menyangkut cara mengutip, cara membuat catatan kaki, cara menyingkat catatan kaki, dan cara menyusun sumber bacaan menjadi daftar bacaan.

2. Kutipan

Mengutip dari kutipan harus dihindari. Tetapi dalam keadaan ter¬paksa, misalnya sulitnva menemukan sumber aslinya, mengutip dari kutipan bukanlah merupakan suatu pelanggaran. Apabila seorang penulis terpaksa mengutip dari kutipan, Ia harus bertanggung jawab terhadap ketidaktepatan dan ketidaktelitian kutip¬an yang dikutip. Selain itu pengutip wajib mencantumkan dalam catatan kaki bahwa Ia mengutip sumber itu dari sumber lain. Kedua sumber itu dituliskan dalam catatan kaki dengan dibubuhi keterangan "dikutip dari".

3. Catatan Kaki

Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain. Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggunakan ang-ka Arab (l, 2, dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi ca-tatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan. Namun sebaiknya untuk lebih efektif berurut untuk seluruh tulisan. Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan (catatan kaki langsung) dan diteruskan de¬ngan teks, Unsur-Unsur Catatan Kaki :

Untuk buku:

1. Nama pengarang (editor, penerjemah), ditulis dalam urutan diikuti koma (,).

(9)

3. Nama atau nomor seri, kalau ada. 5. Nomor jilid kalau perlu

6. Nomor halaman, diikuti titik (.)

Untuk Artikel dalam Majalah Berkala: 1. Nama pengarang

2. Judul artikel, di antara tanda kutip(") 3. Nama majalah, digarisbawahi. 4. Nomor majalah jika ada. 5. Tanggal penerbitan. 6. Nomor halaman.

Catatn kaki singkat menggunakan “Ibid”, (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik ( . ) dan koma ( , ) lalu nomor halaman. “op. cit.” (Singkatan dari opere citati, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya: nama pengarang, op. cit, nomor halaman. “loc, cit”. (Singkatan dari loco citati, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama: nama pengarang loc. cit. (tanpa nomor halaman).

(10)

Daftar pustaka bermaksud mentabulasi atau mendaftarlcan semua sumber bacaan baik yang sudah dipublikasikan seperti buku, majalah, surat kabar, maupun yang belum dipublikasikan seperti paper, skripsi, tesis, dan disertasi. Melalui daftar pustaka ini pembaca dapat mengetahui sumber-sumber apa saja yang dipergunakan dalam penulisan karya ilmiah itu tanpa membaca seluruh tulisan terlebih dahulu. Berdasarkan daftar pustaka itu pembaca yang berpengalaman akan dapat mengira mutu pembahasan tulisan tersebut, karena tujuan utama dari daftar pustaka adalah untuk mengidentifikasikan karya ilmiah itu sendiri.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun pustaka: a. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.

b. Nama penulis diurut menurut abjad.

c. Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis mencantumkan gelar.

d. Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir tulisan

e. Masing-masing sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi. f. Jarak masing-masing sumber bacaan dua spasi.

g. Baris pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi empat ketukan

5. Sistematika Karya Ilmiah

(11)

Daftar Isi Ringkasan Isi

b. Bagian Isi

Pendahuluan

Latar belakang masalah. Perumusan masalah.

Pembahasan/pembatasan masalah Tujuan penelitian.

Manfaat penelitian. Pembahasan teori

Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan Pengajuan hipotesis

c. Metodologi penelitian

Waktu dan tempat penelitian Metode dan rancangan penelitian Populasi dan sampel.

Instrumen penelitian.

Pengumpulan data dan analisis data.

d. Hasil Penelitian

Jabaran varibel penelitian. Hasil penelitian.

Pengajuan hipotesis.

Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

(12)

Daftar pustaka.

Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian. Daftar Tabel

E. Sikap-Sikap Ilmiah dalam Menulis Karya Ilmiah

Dalam penulisan karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

2. Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.

3. Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

4. Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

5. Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.

(13)

7. Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.

F. Kendala dalam Penulisan Karya Ilmiah

Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :

1. Salah dalam menyusun struktur pelaporan

2. Salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak

(plagiat)

3. Salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan

4. Penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar

5. Tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan

berkesan seenaknya sendiri)

6. Tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang

berubah-ubah)

G. Cara Menumbuhkan Budaya Berfikir ilmiah

Berbagai usaha dapat dilakukan utntuk memunculkan budaya ilmiah yang dapat bermanfaat dalam proses penyusunan karya ilmiah, diantaranya yaitu:

1. Meningkatkan sikap berdaya kritis dan terbuka terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungannya

(14)

3. Membangun dan meningkatkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa dapat dicapai melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

4. Meningkatkan kesedaran akan pentingnya pendidikan 5. Melestarikan lingkungan dan sumber daya alam yang ada

BAB III KESIMPULAN

Berdasarkan kepada penguraian yang ada dapat diambil kesimpulan bahwa Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang disusun secara sistematis dan logis yang memenuhi tata aturan bahasa tulis yang baik dan benar serta ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pihak tertentu.

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Definisi yang lebih kompleks dapat dikemukakan bahwa pengertian karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah berdasarkan

Karya Tulis Ilmiah biasa disingkat Karya Ilmiah (Scientific Paper )-- adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu

Karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang membahas ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang benar.. Syarat minimal dalam sebuah karya

Karya ilmiah merupakan satu di antara jenis karya tulis yang berisi berbagai informasi. Adapun informasi yang ada dalam karya ilmiah merupakan hasil dari sebuah pengamatan dan

Batasan ini didukung oleh Day (Djuroto dan Bambang (2003:12-13) yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah merupakan suatu tulisan yang memaparkan hasil penyelidikan,

Karya ilmiah adalah tulisan atau karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari dari berbagai hasil pengamatan, penelitian, dan peninjauan terhadap bidang ilmu

Konsep Karya Ilmiah Karil ✓ Karya Ilmiah Scientific Paper atau disebut juga Karya Tulis Ilmiah KTI ✓ “tulisan atau laporan tertulis yang isinya memuat hasil- hasil penelitian atau

Struktur Karya Tulis Ilmiah: Bagian Pendahuluan, Bagian Inti Pembahasan, dan Bagian Penutup Kaidah khusus dalam penulisan karya tulis ilmiah diantaranya : Penomoran,