RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP PEMBERIAN ABU BOILER SAWIT DAN PUPUK KANDANG AYAM
SKRIPSI OLEH
HENDRI ANGGARA RAJAGUKGUK 13710009
Komisi Pembimbing
Dosen Pembimbing Utama
(Ir. Ferlist Rio Siahaan, M.Si)
Dosen Pembimbing Pendamping
(Drs. Samse Pandiangan, M.Sc, Ph.D)
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
2018
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
BAB. I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan salah satu negara pembudidaya tanaman kakao paling luas di dunia dan termasuk negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Ivory-Coast dan Ghana, yang nilai produksinya mencapai 1.315.800 ton/tahun.
1.2 TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian abu boiler sawit dan pupuk
kandang ayam terhadap pertumbuhan bibit kakao (
Theobroma cacao
L.)
1.2 TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian abu boiler sawit dan pupuk
kandang ayam terhadap pertumbuhan bibit kakao (
Theobroma cacao
L.)
1.3 HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis Penelitian ini adalah :
Ada pengaruh pemberian abu boiler sawit terhadap pertumbuhan bibit kakao.
Ada pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan pada bibit
kakao.
Ada pengaruh interaksi antara pemberian abu boiler sawit dan pupuk kandang ayam
1.4 KEGUNAAN PENELITIAN
Untuk memperoleh dosis optimum abu boiler sawit dan pupuk kandang
ayam untuk pertumbuhan bibit kakao yang baik.
Sebagai bahan penyusunan skripsi untuk memperoleh gelar Sarjana
Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen
Medan.
Sebagai informasi bagi berbagai pihak yang terkait dengan usaha
TINJAUAN PUSTAKA
TANAMAN KAKAO
Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) termasuk kedalam family Sterculiaceae
Morfologi Tanaman
Akar
Daun
Batang
Bunga
Buah
Biji
Syarat Tumbuh Tanaman Kakao
SUHU
KETINGGIAN TEMPAT
CURAH HUJAN
PERANAN ABU BOILER SAWIT
Abu boiler sawit merupakan hasil
pembakaran dari cangkang dan serat
buah. Abu boiler sawit mengandung
(0,78%) N, (0,81%) P
20
5,(2,02%) K20, (1,97%) CaO, dan (0,68%) MgOdimana
masing-masing hara tersebut berguna bagi
pertumbuhan tanaman (Hutahaean, 2007)
.PERANAAN PUPUK KANDANG
AYAM
Pupuk kandang merupakan sumber
organik yang cukup dikenal. Pupuk
kandang ayam yang dibenamkan ke
dalam tanah agar dapat memperbaiki
sifat fisik tanah dan meningkatkan
kemampuan tanah dalam menyerap
air
dan
dapat
memperbaiki
PEMBIBITAN KAKAO
Menurut Siregar
dkk
(2005),
BAB III .BAHAN DAN METODE
3.1 TEMPAT DAN
WAKTU PENELITIAN
TEMPAT
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun
Percobaan Fakultas Pertanian Universitas
HKBP Nommensen Medan Di Desa
Simalingkar B, Kecamatan Medan
Tuntungan. Lokasi penelitian berada pada
ketinggian sekitar ± 33 m dpl dan jenis
tanah ultisol serta pH tanah 5,5 - 6,0.
WAKTU
3.2 BAHAN dan
ALAT
PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
September sampai Desember 2017.
Biji Kakao Varietas Lindak didapat dari Pusat Penelitian Sawit dan Karet Medan, polybag ukuran 5, tanah topsoil Ultisol, Abu Boiler Sawit, Pupuk Kandang Ayam,Air,Insektisida aktif decis2,5 EC, Bambu, Daun Nipah
BAHAN
Alat
RANCANGAN PERCOBAAN
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu :
Faktor I : Perlakuan Abu boiler ( B ) terdiri dari 4 taraf, yaitu:
B0 = 0 gram/polibag ( kontrol) B1 = 50 gram/polibag (5 kg tanah) B2 = 100 gram/polibag (5 kg tanah) B3 = 150 gram/polibag (5 kg tanah)
Faktor 2: Dosis Pupuk kandang ayam (A) dengan 4 taraf, yaitu:
Diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 16 kombinasi, yaitu :
B0A0 B1A0 B2A0 B3A0
B0A1 B1A1 B2A1 B3A1
B0A2 B1A2 B2A2 B3A2
B0A3 B1A3 B2A3 B3A3
Jumlah ulangan = 3 ulangan Jumlah plot ulangan = 16 plot Jumlah plot seluruhnya = 48 plot
Jumlah tanaman per polibag = 1 tanaman Jumlah tanaman seluruhnya = 48 tanaman Jarak antar plot = 30 cm
Jarak antar ulangan = 50 cm
METODE ANALISIS
Yijk = µ + ρi + αj + βk + (αβ)jk + εijk
PELAKSANAAN PENELITIAN
Persiapan Media Tanam
Persiapan Naungan
Pengecambahan Benih
Penanaman Kecambah Ke Polibag
Aplikasi Perlakuan
Pemeliharaan Tanaman Kakao
Penyiraman
Penyulaman
Penyiangan
PEUBAH PARAMETER
TINGGI BIBIT
JUMLAH DAUN
BOBOT BASAH AKAR
HASIL PENELITIAN
Tinggi Bibit
Hasil sidik ragam tinggi tanaman menunjukkan bahwa pemberian abu boiler sawit
berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 4-14 MST. Pemberian
pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit kakao pada semua
umur pengamatan (4, 6, 8, 10, 12 dan 14 MST).
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam ( g/polibag )
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.8)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 16.07 15.57 17.03 16.40 16.27
B1(50) 16.40 16.33 17.53 17.40 16.92
B2(100) 16.23 16.83 17.10 17.43 16.90
B3(150) 16.47 17.17 17.10 17.50 17.06
Rataan (cm) 16.29 16.48 17.19 17.18
Keterangan: Tidak dilanjutkan Uji Duncan karena berpengaruh tidak nyata pada uji F
Tabel 3.Rataan Tinggi Bibit (cm) Kakao Pada Umur 6 MST Akibat Pemberian Abu Boiler
Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam (g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.8)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 16.73 16.17 17.60 17.10 16.90
B1(50) 17.03 16.97 18.03 18.00 17.51
B2(100) 16.73 17.43 17.73 18.07 17.49
B3(150) 17.10 17.80 17.70 18.23 17.71
Rataan (cm) 16.90 17.09 17.77 17.85
Tabel 4. Rataan Tinggi Bibit (cm) Kakao pada Umur 8 MST Akibat Pemberian Abu Boiler
Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam (g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 17.30 16.87 18.27 17.77 17.55
B1(50) 17.50 17.63 18.73 18.70 18.14
B2(100) 17.53 18.13 18.40 18.77 18.29
B3(150) 17.77 18.43 18.30 18.90 18.35
Rataan (cm) 17.53 17.84 18.40 18.57
Tabel 5. Rataan Tinggi Bibit (cm) Kakao pada Umur 10 MST Akibat Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam (g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3(62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 17.97 17.50 18.87 18.40 18.19
B1(50) 18.20 18.30 19.50 19.33 18.83
B2(100) 18.23 18.80 19.03 19.53 18.90
B3(150) 18.33 19.10 18.97 19.70 19.03
Rataan (cm) 18.18 18.43 19.09 19.24
Tabel 6. Rataan Tinggi Bibit (cm) Kakao pada Umur 12 MST Akibat Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam (g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 18.67 18.23 19.63 19.10 18.91
B1(50) 18.93 19.13 20.10 20.03 19.55
B2(100) 18.97 19.43 19.87 20.20 19.62
B3(150) 19.00 19.83 19.70 20.37 19.73
Rataan (cm) 18.89 19.16 19.83 19.93
Tabel 7. Rataan Tinggi Bibit (cm) Kakao pada Umur 14 MST Akibat Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit ( g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam ( g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 19.27 18.87 20.40 20.00 19.64
B1(50) 19.80 20.00 20.87 20.60 20.32
B2(100) 19.50 20.10 20.50 20.90 20.25
B3(150) 19.97 20.47 20.33 21.27 20.51
Rataan (cm) 19.64 19.86 20.53 20.69
4.2 Jumlah Daun
Hasil sidik ragam jumlah daun menunjukkan bahwa pemberian abu boiler sawit berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun pada semua umur pengamatan (4, 6, 8, 10, 12, dan 14 MST).
Tabel .8 Rataan Jumlah Daun (helai) Bibit Kakao pada Umur 4 MST Akibat Pengaruh Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam..
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam ( g/polibag )
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0 (0) 2.67 3.00 2.33 3.00 2.75
B1 (50) 2.67 3.00 3.33 3.33 3.08
B2 (100) 2.33 2.67 2.33 3.00 2.58
B3 (150) 2.33 3.33 2.67 3.33 2.92
Rataan (cm) 2.50 3.00 2.67 3.17
Tabel. 9 Rataan Jumlah Daun (helai) Bibit Kakao pada Umur 6 MST Akibat Pengaruh Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam (g /polibag)
A0 (0)
A1(20.8)
A2(41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0 (0) 5.50 6.00 5.00 6.00 5.63
B1 (50) 6.00 6.00 6.50 7.00 6.38
B2 (100) 5.00 5.50 5.50 6.33 5.58
B3 (150) 5.00 6.50 6.50 7.00 6.25
Rataan (cm) 5.38 6.00 5.88 6.58
Tabel.10 Rataan Jumlah Daun (helai) Bibit Kakao pada Umur 8 MST Akibat Pengaruh Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit ( g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam ( g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0 (0) 4.67 5.00 4.33 5.00 4.75
B1 (50) 5.00 4.67 5.33 5.67 5.17
B2 (100) 4.33 4.67 4.67 5.00 4.67
B3 (150) 4.33 5.33 5.33 5.33 5.08
Rataan (cm) 4.58 4.92 4.92 5.25
Tabel. 11 Rataan Jumlah Daun (helai) Bibit Kakao pada Umur 10 MST Akibat Pengaruh Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam (g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 5.67 6.00 5.33 6.00 5.75
B1(50) 6.00 5.67 6.33 6.67 6.17
B2(100) 5.33 5.67 5.67 6.00 5.67
B3(150) 5.33 6.33 6.33 6.33 6.08
Rataan (cm) 5.58 5.92 5.92 6.25
Tabel. 12 Rataan Jumlah Daun (helai) Bibit Kakao pada Umur 12 MST Akibat Pengaruh Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam (g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 6.67 7.00 6.33 7.00 6.75
B1(50) 7.00 6.67 7.33 7.67 7.17
B2(100) 6.33 6.67 6.67 7.00 6.69
B3(150) 6.33 7.33 7.33 7.76 7.19
Rataan (cm) 6.58 6.94 6.92 7.36
Tabel. 13 Rataan Jumlah Daun (helai) Bibit Kakao pada Umur 14 MST Akibat Pengaruh Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit ( g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam ( g/polibag)
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (cm)
B0(0) 7.67 8.00 7.67 8.00 7.84
B1(50) 8.33 8.00 8.33 8.67 8.33
B2(100) 7.33 8.33 7.67 8.33 7.92
B3(150) 7.67 8.00 8.33 9.67 8.42
Rataan (cm) 7.75 8.08 8.00 8.67
4.3 Bobot Basah Akar (g)
Hasil sidik ragam berat basah akar menunjukkan bahwa pemberian abu boiler sawit dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap berat basah akar bibit kakao . Sedangkan pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap berat basah akar bibit kakao.
Tabel. 14 Rataan Bobot Basah Akar (g) Bibit Kakao pada Umur 14 MST Akibat Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam ( g/polibag )
A0(0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (g)
B0 (0) 0.32 0.36 0.40 0.44 0.38
B1 (50) 0.65 0.45 0.54 0.37 0.50
B2 (100) 0.54 0.50 0.50 0.34 0.47
B3 (150) 0.40 0.77 0.58 0.57 0.58
Rataan (g) 0.48 0.52 0.51 0.43
4.3 Bobot Kering Akar (g)
Hasil sidik ragam berat kering akar menunjukkan bahwa pemberian abu boiler sawit dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap berat kering akar bibit kakao . Sedangkan pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap berat kering akar bibit kakao.
Tabel 15 Rataan Bobot Kering Akar (g) Bibit Kakao pada Umur 14 MST Akibat Pengaruh Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang Ayam.
Abu Boiler Sawit (g/polibag)
Pupuk Kandang Ayam ( g/polibag )
A0 (0)
A1 (20.8)
A2 (41.6)
A3 (62.4)
Rataan (g)
B0 (0) 1.20 1.32 1.30 1.42 1.31
B1 (50) 2.38 1.78 2.06 1.65 1.97
B2 (100) 2.31 1.76 1.93 1.30 1.83
B3 (150) 1.62 2.84 2.16 1.72 2.09
Rataan (g) 1.88 1.93 1.86 1.52
BAB V
PEMBAHASAN
5.1. Pengaruh Pemberian Abu Boiler terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)
5.2. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)
Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit (4, 6, 8, 10, 12, dan 14 MST, jumlah daun bibit kakao ( 4, 6, 8, 10, 12 dan 14 MST) diduga pupuk kandang ayam belum cukup menyediakan unsur hara yang dibutuhkan bibit kakao untuk pertumbuhannya, sehingga tanaman sangat sedikit memperoleh nutrisi dari dalam tanah. Hal ini karena sifat pupuk kandang atau pupuk organik yang relatif lambat direspon oleh tanaman, Lingga dan Marsono (2013),
menyatakan bahwa salah satu kelemahan pupuk organik lebih lambat, karena pupuk organik bersifat slow release. Bobot basah dan bobot kering akar tanaman kakao
berpengaruh tidak nyata. Hal ini diduga karena kepadatan tanah ultisol Simalingkar B, diakibatkan oleh pori tanah yang sangat kecil, sehingga akar tanaman sulit untuk
berpenetrasi dan mengakibatkan berat basah akar bibit kakao akibat pemberian pupuk
kandang ayam berpengaruh tidak nyata. Menurut Hakim, dkk (1986) Kepadatan tanah erat hubungannya dengan penetrasi akar dan produksi tanaman. Jika terjadi pemadatan tanah maka air dan udara akan sulit disimpan dan ketersediaannya akan terbatas dalam tanah dan menyebabkan terhambatnya pernafasan akar dan penyerapan air rendah, selain itu
5.3. Pengaruh Interaksi Pemberian Abu Boiler Sawit dan Pupuk Kandang
Ayam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)
Hasil sidik ragam interaksi pemberian abu boiler dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata diduga abu boiler belum dapat terdekomposisi dengan baik dan pupuk kandang ayam tidak dapat diserap oleh akar tanaman karena terikat oleh tanah ultisol Simalingkar B. Pemberian abu boiler sawit belum dapat bermanfaat bagi tanaman karena memerlukan waktu yang lama untuk terdekomposisi agar berpotensi sebagai penyubur tanah dan tanaman
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikesimpulan :
Pemberian abu boiler sawit berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan tinggi
bibit, jumlah daun, berat basah akar dan berat kering akar hingga umur 14 MST.
Pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan
tinggi bibit, jumlah daun, berat basah akar dan berat kering akar hingga umur 14 MST.
Interaksi antara pemberian abu boiler dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak
nyata terhadap peningkatan tinggi bibit, jumlah daun, berat basah akar dan berat kering akar hingga umur 14 MST.
6.2. Saran
SEKIAN
DAN