WORKSHOP PENINGKATAN
KETERAMPILAN IT BAGI STAF
ADMINISTRASI PTS DI LINGKUNGAN
KOPERTIS WILAYAH IV TAHUN 2018
Perkembangan Dunia Teknologi
dan Informasi
SDM Berkualitas di Era Industri 4.0
Tentang saya
Pendidikan:
•
Tahun 2011-2015 : S3 ITB - STEI (Teknik Elektro dan Informatika)•
Tahun 2013-2014 : Sandwich Program di Ionnina University, Athens, Greece.•
Tahun 2008-2010 : S2 UI – Magister Ilmu Komputer.•
Tahun 2002-2004 : S2 Univ Budi Luhur – Magister Manajemen.•
Tahun 1989-1994 : S1 Universitas Sriwijaya- FMIPA Matematika Organisasi:•
Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) sebagai Pengurus Pusat – Bendahara.Outline
•
Tren Teknologi 2018 (Industri 4.0)
•
Tantangan Global dan Jaman Now
•
Inovasi Ekosistem Pendidikan
5 Teknologi Kunci pada Industri 4.0
Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing
genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.
1. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
59 % organisasi sedang mengumpulkan informasi untuk membangun kecerdasan buatan mereka sendiri.
Harapannya, teknologi ini bisa meningkatkan pengambilan keputusan, pengalaman pelanggan, dan menemukan model bisnis lain.
Diprediksi akan lebih banyak mesin pintar, robot, kendaran mandiri, dan smart advisors. (Gartner, firma riset global)
Ilustrasi kecerdasan buatan. Clearbridge Mobile
• Robot Sophia yang diciptakan Hanson Robotics.
• Kecerdasan buatan yang ditanamkan pada robot ini diklaim sebagai yang paling canggih. • Sophia dapat berbicara sekaligus menanggapi lawan bicaranya, serta mengeluarkan beragam
ekspresi.
• Sophia pun diberi kehormatan sebagai Robot pertama yang diberi kewarganegaraan oleh Pemerintah Arab Saudi.
2. Aplikasi Pintar dan Analisis
Berkaitan dengan kecerdasan buatan.
Setiap perangkat pintar, baik itu smartphone, laptop, maupun wearable device, diprediksi akan disematkan aplikasi pintar yang menggunakan chipset artificial intelligence.
Aplikasi pintar ini mungkin akan menjadi bagian dari hidup manusia. Keberadaan sederet aplikasi pintar berpotensi mengubah kultur kantor
dan pekerjaan sehari-hari.
3. Perangkat Pintar
Drone untuk layanan taksi terbang terlihat di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin 25 September 2017. Kredit: Reuters
Speaker pintar, drone, mobil swakemudi dan smart television merupakan contoh dari perangkat pintar (intelligence things).
Seperti aplikasi pintar, teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran (machine learning) untuk pengoperasiannya.
Perangkat pintar tampaknya akan semakin populer. Bahkan, banyak analis teknologi meramalkan kelahiran perangkat yang bisa beroperasi tanpa
4. Paduan Komputasi Cloud-Edge
Diprediksi pada 2020 akan ada 26 miliar perangkat teknologi yang akan terhubung melalui jaringan Internet.
Namun, di satu sisi, komputasi awan (cloud) sudah tak mampu lagi mengatasi beban pusat data, khususnya soal kecepatan, keamanan, kapasitas, jaringan, dan manajemen data.
Dibutuhkan pengembangan baru, yakni edge computing.
Teknologi ini merupakan gabungan dari cloud dan sistem pengiriman (edge).
Paduan ini akan memberikan model pengiriman data lebih efisien dan menjadikannya lebih aman.
5. Admin Virtual
Conversational System. converge.xyz
Pernahkah Anda bingung saat menemui masalah pada ponsel tapi layanan call center 24 jam tidak ada yang mengangkat?
Teknologi ini dibangun untuk memecahkan masalah tersebut.
Teknologi tentunya berbasis kecerdasan buatan, yang berarti akan memangkas biaya dan jauh lebih efisien.
Dan, mungkin saja, ke depannya "admin virtual" ini bukan sekadar teks, tapi berbentuk avatar yang bisa diajak berbicara langsung.
• Tren asisten suara banyak diterapkan tahun 2017.
• Sejumlah perusahaan seperti teknologi sepeti Alexa dari Amazon,
Cortana dari Microsoft dan Siri dari Apple mewarnai pasar asisten
suara tahun lalu.
• Seperti asisten pada umumnya, asisten suara mampu membantu
pengguna perangkat melakukan banyak hal sesuai dengan
kebutuhannya.
• Dapat membantu mengatur jadwal, membuat panggilan, serta menulis
pesan singkat berasarkan perintah suara dari pemilik perangkat.
6. Pengambil Keputusan Bisnis
Dengan majunya kecerdasan buatan ditambah sistem jaringan yang luas, banyak perusahaan yang memanfaatkannya untuk mengambil keputusan binis (event-driven). T
Teknologi kecerdasan buatan kerap digunakan untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih akurat.
7. Blockchain
Blockchain. circleup.com
Anda bisa membayangkan blockchain sebagai buku besar yang ditempatkan di sebuah ruang terbuka dan bisa dibuka oleh siapa saja.
Blockchain biasanya digunakan untuk mencatat transaksi di dalam jaringan bitcoin.
Tahun ini blokchain diprediksi akan mencakup database, keamanan, analisis, manajemen moneter, dan identitas.
Namun, lantaran legalitasnya masih dipertanyakan, bisa saja teknologi ini belum dipakai di banyak negara.
• Blockchain adalah sebuah konsep teknologi yang dapat membukukan transaksi data melalui catatan yang disebut block.
• Teknologi ini diklaim sebagai sistem yang paling aman karena tidak dipegang satu organisasi, melainkan ribuan komputer publik. Tahun 2017, Blockchain menjadi populer lantaran mata uang kripto sejenis Bitcoin mengalami lonjakan dengan nilai yang fantastis.
• Meski begitu, banyak negara yang belum melegalkan transaksi melalui mata uang digital yang satu ini.
• Tetapi, itu belum seberapa. Sebab, tahun 2018 digadangkan sebagai tahun mata uang kripto mulai dilirik.
• Selain bitcoin, alternatif mata uang digital lainnya mulai berani unjuk gigi, salah
satunya adalah Etherum dan Litecoin. Era Digital Ekonomi
Mungkin BlockChain mengganti Sentralisasi Sistem seperti Bank
8. Keamanan Berbasis Kecerdasan Buatan
Pengembangan teknologi kecerdasan buatan harus diimbangi dengan sistem keamanan cerdas pula.
Kalau tidak, nama saja bunuh diri.
Teknologi continous adaptive risk and trust assasment (CARTA) bisa jadi salah satu jalan.
Tingkat keamanan kecerdasan buatan ini bahkan bisa memantau dan menganalisis keamanan dalam waktu sepersekian detik
• Adopsi teknologi digital pada setiap aspek kehidupan berpengaruh pada keberadaan keamanan digital.
• Pasalnya, naiknya jumlah transaksi data melalui jalur digital berdampak pada naiknya ancaman digital yang mengintai dari setiap sudut.
• Sejumlah perusahaan telah melakukan investasi untuk meningkatkan sistem keamanan sibernya.
• Tujuannya, agar data perusahaan yang tersimpan tetap aman dan jauh dari tangan hacker.
• Pada 2018, keamanan siber menjadi teknologi yang digadang bakal melaju. Sebab, jumlah pengguna teknologi digital diprediksi terus meningkat tahun ini.
9. Digital Twins
Digital Twin. beyondplm.com
Kecerdasan buatan juga bisa lahir secara kembar.
Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah operasional digital yang memuat miliaran lalu lintas data dalam tiap detiknya.
10. Gabungan Virtual Reality dan Augmented Reality
Kedua hal ini sudah populer sejak awal 2017.
Contoh augmented reality (realitas tertambah) yang paling umum ialah game Pokemon Go dan live streaming Snapchat.
Sedangkan virtual reality alias realitas maya ialah perangkat Oculus Rift besutan Facebook dan Hololens dari Microsoft.
Namun, gabungan keduanya diprediksi akan menjadi teknologi baru yang akan booming pada 2018.
“Dulu pas SD, kalo istirahat jajan Mie Krip-Krip sambil main Kelereng. Atau jajan Balon Sabun, terus dimainin adonannya sambil main di selokan
belakang gedung SD”
Sekarang, Anak-anak SD mainannya mencari Easter Egg di Oasis 😝 pake perangkat VR yang disewain Mamang-Mamang pelapak depan SD.
Mobil Anda akan parkir sendiri, sistem lalu lintas akan memonitor arus lalu
lintas dengan ketat untuk meminimalkan waktu berhenti dan berlalu di lampu lalu lintas.
Menggunakan informasi dari kendaraan Anda tentang tujuan Anda, telepon
seluler Anda akan berbicara dengan bus Anda (atau tanpa sopir otomatis pakai bersama) atau latih untuk membawa Anda dari titik A ke B dengan jejak
karbon minimum dalam waktu minimum.
Di AS, departemen transportasi
membentuk smart cities challenge atau “kota cerdas yang menantang” dan
mendapat respons yang cukup antusias. Semua ini akan membutuhkan banyak komunikasi nirkabel dan manajemen jaringan tentunya.
Desain Website Tahun 2018: Era Notifikasi &
Bots
Mengapa menjadi tren website?
• Yang utama, karena ini notifikasi dikirim dari website dan
tidak tergantung pada aplikasi untuk mengirim pesan ke
pengunjung website.
• Update Terbaru, dapat digunakan untuk menarik perhatian
pengunjung website dengan pemberitahuan terbaru tentang
produk, berita, promo terbaru yang berhubungan dengan
website.
• Segmentasi Push Notification, kita juga melakukan
segmentasi audience berdasarkan pola perilaku mereka yang
bisa kita dapatkan jika menggunakan tool analisa Push
Konsep interaksi mikro pada desain website sudah banyak diterapkan sejak beberapa tahun lalu.
Namun, salah satu interaksi mikro yang akan menjadi trend di tahun 2018 penggunaan Bots atau Robot.
Pengaplikasian yang paling banyak dan mudah dipahami adalah Chat Bots.
Chat Bot adalah program yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan.
• Beralih dari berbasis
sumber daya alam ke
kompetisi berbasis
pengetahuan
• Hubungan antara pengembangan pengetahuan dan ekonomi
saling bergantung dan saling meningkatkan.
• Penelitian, inovasi, kualitas sumber daya manusia akan
menentukan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa
Jaman Now?!
• Zaman Destruktif
• Industry 4.0 menggantikan tradisional ke algorithm kerja dengan menyediakan intelegen, peralatan manufaktur dan lingkungan.
Disruptif (disruptive innovation)
• Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang
membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak
pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi
terdahulu tersebut.
Istilah inovasi disruptif (disruptive innovation) - Profesor di Harvard Business School of Harvard University, Clayton M. Christensen ( The Innovator’s Dilemma) 1997.
PT di Indonesia
PT dari Luar
Pengabdian Pada Masyarakat Penelitian Pendidikan S3 H-indexUniversitas yang sangat baik: penelitian yang tinggi, kualitas per staf,
publikasi tinggi dan paten per staf, kutipan tinggi per anggota staf, jumlah profesor, Produktivitas profesor dalam
publikasi Universitas/ PT di Indonesia akan
memainkan peran yang sangat vital dalam menentukan daya saing Indonesia
• Ekosistem: kumpulan beberapa komponen yang saling bekerja sama
dalam suatu sistem. Esensi dari pembangunan inklusif dan
berkelanjutan adalah adanya sinergi yang solid di antara seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders).
• Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut yaitu dengan mengoptimalkan
sinergi peran di antara keempat komponen Quadruple Helix yang
terdiri dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
• Pemerintah sebagai regulator sebaiknya mampu bersikap cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat segera merumuskan regulasi-regulasi baru yang sesuai dan mampu melindungi hak serta kewajiban seluruh anggota masyarakat tanpa merugikan anggota masyarakat lainnya.
Apa saja prinsip yang harus
dipegang SDM di era disruptive?
1.Push Beyond Comfort Zone
(Keluar dari zona nyaman)
2.Works Toward Well Defined, Specific Goals
(Bekerja dengan target atau capaian yang jelas)
3.Focus Intently on Impactful Activities
(Fokus memberikan aktivitas yang bermakna dan berdampak)
4. Receive and Respond High Quality Impact
(Menerima dan Memberikan feedback berkualitas)
5. Develop Mental Model of Expertise
(Membentuk mental model seorang expert)
1. Petakan bisnis kita dalan industry 4.0
2. Buat proyek awal sebagai contoh novasi digital pada pekerjaan
anda
3. Tentukan kemampuan yang Anda butuhkan untuk mencapai visi. 4. Menjadi ahli dalam analitis data
5. Berubah menjadi perusahaan digital.
6. Secara aktif merencanakan pendekatan ekosistem.
Kembangkan solusi produk dan layanan lengkap untuk
pelanggan Anda.
• Dampak sosial. Terimalah bahwa setiap organisasi memiliki kekuatan untuk
mempengaruhi, dalam berbagai cara, janji Revolusi Industri 4.0 untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan stabil.
• Strategi. Mengambil pendekatan holistik untuk perencanaan strategis,
mengeksplorasi bagaimana kemampuan inti dapat ditingkatkan dengan yang baru untuk mengembangkan produk dan layanan baru, dan menciptakan nilai baru untuk berbagai pemangku kepentingan yang lebih luas.
• Bakat dan tenaga kerja. Jadikan prioritas untuk mempersiapkan pekerja untuk menavigasi Industri 4.0 dengan menciptakan budaya pembelajaran dan kolaborasi, dan menciptakan peluang pelatihan — baik di dalam organisasi maupun di
komunitas yang kurang terlayani.
• Teknologi. Lihat teknologi sebagai pembeda yang paling kuat di dunia Industri 4.0, dan berinvestasi dalam mengintegrasikan aplikasi baru yang dapat mendukung model bisnis baru. Dan — yang paling penting — memahami bahwa teknologi Industri 4.0 seharusnya tidak terbatas hanya pada satu bagian dari organisasi; mereka harus terintegrasi di seluruh organisasi untuk lebih mendukung spektrum tanggung jawab yang luas dan para pemangku kepentingan yang diperlukan untuk berkembang di dunia Industri 4.0
.
Kesimpulan
1.
Terus – menerus belajar hal – hal baru di bidang yang kita lakukan
agar kita sebagai SDM menjadi expert.
2. Lapangan-lapangan pekerjaan yang hilang karena tergantikan oleh teknologi dapat segera tergantikan pula dengan munculnya lapangan-lapangan kerja baru seiring dengan hadirnya ide-ide baru di dunia bisnis.
3. Dukungan seluruh anggota masyarakat pun mutlak diperlukan. Masyarakat diharapkan dapat bersikap terbuka dan tidak anti terhadap perubahan agar seluruh sinergi tersebut dapat berjalan dengan baik dalam mewujudkan
komitmen dan kepentingan bersama mencapai kehidupan yang lebih baik. 4. Perubahan adalah suatu keniscayaan yang tak terelakkan bagi seluruh umat
manusia. Hasil dari sinergi tersebut mungkin tidak dapat diraih secara instan, namun kerja keras untuk mewujudkannya harus dimulai dari sekarang.
5. Jangan membeli mimpi. Beli kenyataan. Industri 4.0 akan menjadi anugerah besar bagi perusahaan yang sepenuhnya memahami apa artinya bagi cara mereka berbisnis. Perubahan sifat ini akan melampaui batas-batas
perusahaan dan mungkin batas-batas nasional negara-negara tempat Anda berbisnis.
Referensi
1. Deloitte’s Shift Index aims to help executives understand and take advantage of the long-term trends, driven by public policy and the exponential rate of change in the digital infrastructure, that are causing significant changes around them.
https://www2.deloitte.com/us/en/pages/center-for-the-edge/topics/deloitte-shift-index-series.html
2. John Hagel, John Seely Brown, Maggie Wooll and Andrew de Maar, “The paradox of flows: Can hope flow from fear? 2016 Shift Index,” Deloitte Insights, Dec. 13, 2016.
3. “Pro-business,” but expecting more, The Deloitte Millennial Survey 2017.
4. Marcus Shingles, Bill Briggs and Jerry O’Dwyer. “Social impact of exponential technologies: Corporate social responsibility 2.0,” Deloitte Insights, February 24, 2016.
5. https://www2.deloitte.com/content/dam/Deloitte/global/Documents/About-Deloitte/gx-deloitte-millennialsurvey-2017-executive-summary.pdf
6. https://dupress.deloitte.com/dup-us-en/focus/tech-trends/2016/social-impact-of-exponential-technologies. html
7. Geissbauer, et all. Industry 4.0: Building the digital enterprise, 2016. 8. Data Analytics Applications in Education, 2018.
9. Digital Smart City, 2018.
10. Making_Indonesia_Socialization, 2016
11. Klas Håkan Alm, ASEAN e-Commerce Trends from a Swedish / European Perspective, 2018. 12. The Fourth Industrial Revolution is here—are you ready?, 2018.