• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman Pengukuran Luas Daun dengan Metode Punch

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman Pengukuran Luas Daun dengan Metode Punch"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman “Pengukuran Luas Daun dengan Metode Punch”

Nama : Ario Wahyu

NIM : 115040207111027

Kelompok : Rabu. 07.30 Asisten : Mas Bayu

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

(2)

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Daun merupakan organ tubuh tanaman yang penting, karena pada daun terdapat komponen dan sekaligus tempat berlangsungnya proses fotosintesis, respirasi, dan transpirasi yang menentukan arah pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Oleh karena itu luas daun merupakan salah satu parameter penting dalam analisis pertumbuhan tanaman. Indek luas daun, laju tumbuh relatif, dan laju fotosintesis merupakan parameter yang erat terkait dengan luas daun.

Faktor yang penting untuk diperhatikan dalam mengukur luas daun adalah ketepatan hasil pengukuran dan kecepatan pengukuran. Masing-masing faktor tersebut memiliki kepentingan sendiri dalam penggunaannya, seperti pada pengukuran laju fotosintesis dan proses metabolisme lain tentunya ketepatan pengukuran yang diperlukan. Untuk pengukuran indek luas daun tentunya kecepatan pengukuran yang diperlukan. Namun demikian ketepatan dan kecepatan pengukuran sangat tergantung pada alat dan cara atau teknik pengukuran.

Pengukuran luas daun dapat dilakukan dengan memetik daun maupun tanpa memetik daun. Bilamana pengukuran harus dilakukan dengan cara memetik daun bersangkutan, maka tanaman mengalami kerusakan daun. Daun-daun tersebut kemudian diukur dengan menggunakan alat Leaf Area Meter (LAM) ataupun Metode Timbang. Sebaliknya pengukuran dengan tanpa memetik daun, maka tanaman akan tetap tumbuh baik karena daun daun tidak berkurang atau bahkan habis terpetik. Pengukuran daun dengan tidak memetik daun dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan atau rumus. Dalam laporan ini dijelaskan tentang bagaimana mencari luas daun dengan menggunakan metode Punch.

1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang bagaimana cara pengukuran luas daun dengan menggunakan metode Punch.

(3)

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kekurangan dan Kelebihan Metode Punch

Kelebihan dan kekurangan dari metode punch adalah sebagai berikut (Suhendry dan Alwi, 1987) :

Kelebihan Metode Punch

1. Prosedur pengukuran luas daun dengan metode punch cukup sederhana

2. Efektif untuk mengukur luas daun yang bentuknya relatif sederhana dan teratur, memiliki lamina yang lebar.

3. Tingkat akurasi lumayan tinggi apabila dilakukan dengan tepat. Kekurangan Metode Punch

1. Hanya bisa digunakan pada jenis daun tertentu yaitu daun yang berbentuk lembaran

2. Waktu yang digunakan untuk pengukuran lebih lama

3. Tidak praktis jika digunakan untuk sampel yang jumlahnya banyak

4. Prosedur pengukuran tergolong rumit karena harus mengetahui beratnya dan menghitung lagi sebelum diperoleh hasil akhirnya

5. Terkadang hasil yang didapat tidak akurat karena ada bagian daun yang terlanjur menjadi abu saat dioven

(4)

3. BAHAN DAN METODE 3.1 Alat dan Bahan Alat :

1. Pipa : untuk melubangi daun sawi

2. Oven : untuk mengurangi kadar air pada daun sawi 3. Amplop : sebagai wadah daun sawi saat di oven

4. Gunting : untuk menggunting daun sawi pada saat dilubangi 5. Penggaris : untuk menghitung jari – jari bulatan daun

6. Timbangan analitik : untuk menimbang berat kering daun 7. Alat tulis : untuk mencatat hasil pengamatan

8. Kamera : sebagai alat dokumentasi Bahan :

1. Daun sawi: sebagai bahan praktikum

3.2 Cara Kerja

3.3 Analisa Perlakuan

Menghitung jumlah bulatan (n) dari daun sawi Menghitung jumlah bulatan (n) dari daun sawi

Menghitung panjang jari – jari dan luas daun bulatan (c) Menghitung panjang jari – jari dan luas daun bulatan (c)

Daun bulatan dan daun terlubangi dimasukkan ke dalam amplop Daun bulatan dan daun terlubangi dimasukkan ke dalam amplop

Dioven dalam suhu 78,5o C selama 2x24 jam Dioven dalam suhu 78,5o C selama 2x24 jam Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan

Memisahkan daun sawi dari batangnya Memisahkan daun sawi dari batangnya

Menimbang berat kering bulatan (a) dan bobot kering daun terlubang (b)

Menimbang berat kering bulatan (a) dan bobot kering daun terlubang (b)

Melubangi seluruh bagian daun sawi dengan pipa Melubangi seluruh bagian daun sawi dengan pipa

Menghitung luas daun dengan rumus LD = ((a+b)/a/n) x c

Menghitung luas daun dengan rumus LD = ((a+b)/a/n) x c

(5)

Dalam praktikum pengukuran luas daun dengan menggunakan metode Punch daun sawi sebagai praktikum harus dipisahkan dati batangnya, karena yang digunakan hanyalah bagian daun. Saat melubangi daun tidak boleh mengenai tulang daun yang tebal (bagian tengah) karena akan mempengaruhi berat daun sehingga hasil yang diberikan tidak akurat. Setelah mendapatkan hasil bulatan daun dan daun terlubangi dihitung jari – jari dan luas bulatan lalu di dokumentasikan dan dimasukkan ke dalam amplop kemudian di oven selama 2 x 24 jam dengan suhu 78,5o C untuk menghilangkan kandungan air di dalam daun. Selanjutnya menimbang berat kering bulatan dan berat kering daun terlubang serta menghitung luas daun.

(6)

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil + Dokumentasi 4.1.1 Hasil Tanaman ke-Daun ke- n r c a b LD 1 1 34 0,75 1,77 0,09 0,36 300,9 2 22 0,7 1,54 0,04 0,14 169,4 3 27 0,71 1,58 0,06 0,24 213,3 4 29 0,71 1,58 0,08 0,34 229,1 5 31 0,7 1,54 0,08 0,32 238,7 6 12 0,7 1,54 0,04 0,16 92,4 7 22 0,71 1,58 0,09 0,38 173,8 Rata - rata 202,5 2 1 32 0,75 1,77 0,07 0,28 283,2 2 24 0,9 2,54 0,06 0,23 304,8 3 54 0,7 1,54 0,11 0,43 415,8 4 62 0,72 1,65 0,15 0,62 511,5 5 55 0,65 1,32 0,10 0,40 363 6 35 0,71 1,58 0,13 0,50 276,5 7 33 0,65 1,32 0,13 0,51 217,8 Rata - rata 338,9 4.1.2 Dokumentasi

(7)

4.2 Pembahasan

Pada praktikum metode punch dari data hasil pengamatan dapat diketahui jika jumlah bulatan semakin banyak maka daun tersebut semakin besar. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan data Luas Daun yang sudah didapatkan. Pada tanaman 1 daun ke 2 dan ke 7 jumlah bulatan sama, yaitu 22, namun jari – jari bulatan berbeda, pada daun 2 0,7 sedangkan pada daun 7 0,71. Hal tersebut berpengaruh pada luas daun, untuk daun ke 2 memiliki LD 169,4 sedangkan daun ke 7 lebih besar, yaitu 173,8. Hal ini bisa saja disebabkan oleh penggunaan besar diameter pipa yang tidak sama sehingga hasil yang diperoleh untuk perhitungan luas daun tidak sama atau juga bisa dikarenakan pengambilan bulatan yang kurang pada salah satu daun.

Pada tanaman 2 juga terdapat beberapa data yang tidak sesuai. Daun ke 5 jumlah bulatan 55 memiliki LD 363, sedangkan daun 3 memiliki jumlah bulatan 54 perhitungan LD jauh diatas daun ke 5, yaitu 415,8. Dengan demikian banyak faktor yang mempengaruhi hasil perhitungan luas daun.

Rata – rata luas daun tanaman 1, yaitu 202,5 sedangkan pada tanaman 2 lebih tinggi, yaitu 338,9. Hal ini menunjukkan bahwa daun pada tanaman 2 lebih besar dibanding pada tanaman 1.

Perbedaan hasil luas daun yang ditunjukkan dari hasil perhitungan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Perbedaan besar kecilnya daun yang diukur merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil luas daun. Dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan diameter bulatan daun meskipun alat yang digunakan untuk melubangi atau corkborer memiliki diameter yang sama. Hal ini mempengaruhi jumlah bulatan yang akan dihasilkan .Menurut John (1990) dan Mark (2006), proses pelubangan daun pada metode punch bisa jadi tidak selalu

(8)

akurat karena kemungkinan terlipatnya daun pada alat pelubang bisa terjadi. Pemilihan bagian daun yang dilubangi terlebih dahulu juga mempengaruhi. Apabila lubang pertama dilakukan tidak pada pangkal daun misalnya pada tengah daun akan berpengaruh ketepatan jumlah bulatan yang akan dihasilkan. Jarak antar lubang juga sangat menentukan jumlah bulatan yang dihasilkan. Apabila jarak terlalu renggang maka bulatan daun yang dihasilkan akan lebih sedikit dan mempengaruhi nilai akhir dari luas daun pada daun yang diukur.

Faktor lain yang dapat menyebabkan hasil pengukuran luas daun dengan metode punch tidak akurat adalah pengeringan sampel bulatan daun dan daun yang terlubangi. Seharusnya untuk pengeringan sampel daun hanya dalam waktu 2 x 24 jam. Namun karena pengovenan dimulai pada hari Jumat pagi yang seharusnya diambil pada Minggu pagi, namun karena tidak dapat diambil pada hari tersebut maka sampel diambil pada hari Senin sehingga waktu pengovenan lebih lama. Selain itu ukuran bulatan daun juga mempengaruhi berat kering daun. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Waidyanatha (1975) bahwa ketidak akuratan pengukuran metode punch dapat disebabkan ketika pengeringan sampel bulatan daun. Bulatan daun yang berukuran kecil menyebabkan sampel terbakar ketika pengeringan.

(9)

5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Dari data hasil pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa rata – rata luas daun tanaman 1, yaitu 202,5 sedangkan pada tanaman 2 lebih tinggi, yaitu 338,9. Hal ini menunjukkan bahwa daun pada tanaman 2 lebih besar dibanding pada tanaman 1. Dalam pengaplikasian metode punch harus hati – hati dan teliti agar data yang dihasilkan akurat. Ketidak akuratan data yang dihasilkan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu proses pelubangan sampel daun. Apabila pada saat proses pelubangan tidak sesuai dengan prosedur maka dapat dipastikan data yang dihasilkan tidak akurat.

5.2 Saran

Semoga pelaksanaan praktikum dapat selalu lebih baik dari sebelumnya dan dapat selalu memberikan manfaat.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

John. 1990. Comparison of sampling methods for determination of pesticide residue on leaf surfaces. Department of Food and Agriculture. Division of Pest Management, Enviromental Protection and Worker Safety. California. Mark. 2006. A comparison of hole punch and needle punch methods for the

measurement of seagrass productivity. University of Western Australia. School of Biology. Crawley. Australia. 24(3)

Suhendry, I. dan N. Alwi. 1987. Beberapa Metode Pengukuran Luas Daun Klon Karet. Bulletin Perkaretan. 5 (3):67-71.

Widyanatha. 1975. Some methods for determining leaf area in havea. Rubb. Res. Inst. Sri Lanka. 52:10-19.

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana cara mengenali daun TOGA berdasarkan bentuk dan ruas daun dengan menggunakan metode Pola Busur Terlokalisasi dan bagaimana metode ini dapat secara akurat melakukan

Saat pengukuran, sampel diatomisasi dengan menggunakan nyala sehingga logam yang berada di dalam larutan akan mengalami eksitasi dari energi rendah ke energi tinggi

Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menduga model pengukuran luas daun tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dengan pendekatan alometrik

Pilih gambar daun yang akan diukur luas daunnya dengan memilih File > Open > File Foto (dalam latihan ini digunakan Sampel Daun 3.jpg)2. Atur skala pada foto yang akan

Pengukuran luas daun per tanaman dilakukan setiap 3 hari sekali dengan menggunakan metode faktor koreksi berdasarkan data pengukuran panjang dan lebar daun tanaman

Standar ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pegangan dalam pengukuran aliran air pada saluran terbuka secara tidak langsung dengan metode kemiringan luas untuk perhitungan

Daun lengkap memiliki upih daun atau pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), helaian daun (lamina Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada

RESPON PERTUMBUHAN LUAS DAUN TANAMAN SRI REZEKI Aglaonema modestum TERHADAP PEMBERIAN PUPUK LIMBAH TANKOS KELAPA SAWIT S K R I P S I Oleh: DODO WIRANDA 1904290059 AGROTEKNOLOGI