• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN MENGIKUTI KEGIATAN KEPRAMUKAAN DI LUAR NEGERI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN MENGIKUTI KEGIATAN KEPRAMUKAAN DI LUAR NEGERI"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN

MENGIKUTI KEGIATAN KEPRAMUKAAN

DI LUAR NEGERI

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

Pelepasan Kontingen Jambore Dunia ke-24 Amerika Serikat 2019 oleh Presiden RI Jokowi selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka di Istana Negara, Jakarta.

(2)

KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

“PRAMUKA ADALAH ORGANISASI DUNIA”

Salam Pramuka !

K

egiatan kepramukaan di luar negeri, seperti World Scout Jamboree atau Jambore Dunia bagi golongan anggota Penggalang, juga World Rover Moot atau Raimuna Dunia bagi Penegak dan Pandega, maupun World Scout Conference atau Konferensi Dunia bagi para Pembina dan Pengurus Kwartir, merupakan kegiatan berdaya tarik tinggi bagi anggota Pramuka. Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan kepramukaan lainnya di luar negeri.

Daya tarik kegiatan-kegiatan tersebut adalah karena Gerakan Pramuka merupakan organisasi dunia yang anggotanya terdapat di 171 negara atau teritori di 6 kawasan, yang bertujuan mendidik anggotanya untuk turut membangun persahabatan luas dan perdamaian dunia melalui persaudaraan Pramuka dan pemahaman atas keberagaman sosial dan budaya.

Setiap anggota Pramuka memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam berbagai program dan kegiatan internasional, sebagai ajang mengasah diri menjadi warga negara yang berwawasan global.

Saya merasa bersyukur dan berterima kasih karena Petunjuk Penyelenggaraan Pengiriman Utusan Gerakan Pramuka ke Luar Negeri yang diterbitkan tahun 2007 telah berhasil disempurnakan pada penghujung tahun 2020 ini menjadi Pedoman Mengikuti Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri.

(3)

Ini sejalan dengan program Kwartir Nasional dalam turut mendukung Misi WOSM (World Organization of the Scout Movement), yaitu berkontribusi bagi pendidikan kaum muda melalui sistem nilai berdasarkan Scout Promises and Laws (Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka), sehingga para anggota Gerakan Pramuka dapat mengembangkan potensi dirinya menjadi warga yang mampu berperan aktif dan konstruktif dalam masyarakat dan turut serta mewujudkan dunia yang lebih baik, sesuai moto WOSM: Creating a Better World (mewujudkan dunia yang lebih baik).

Rencana dan program kerja Gerakan Pramuka juga mendukung dalam turut mewujudkan kader bangsa yang tangguh, memiliki jiwa patriotisme dan siap menolong serta berbakti kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negaranya. Diperkuat Dasa Karya ke-10 yang menginginkan agar Gerakan Pramuka berwawasan dan merupakan bagian dari gerakan global.

Kepada Kelompok Kerja Penyusunan Perumusan Pedoman Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dibawah arahan Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka / Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri, Kak Ahmad Rusdi, dan Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka / Ketua Komisi Organisasi dan Hukum, Kak Chairul Huda, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi.

Semoga penyempurnaan Petunjuk Penyelenggaraan ini dapat memperlancar dan menyukseskan keikutsertaan Gerakan Pramuka dalam berbagai kegiatan Kepramukaan di luar negeri yang telah diprogramkan di tahun-tahun mendatang, sehingga dapat turut mengharumkan citra dan nama baik bangsa dan negara Indonesia.

Salam Pramuka!

Jakarta, 15 Desember 2020 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua,

(4)

WAKIL KETUA KWARTIR NASIONAL/

KETUA KOMISI KERJASAMA LUAR NEGERI

GERAKAN PRAMUKA

“SEMOGA MAKIN BANYAK YANG BERPERAN

DI TINGKAT REGIONAL DAN DUNIA”

Salam Pramuka !

M

elalui Buku Pedoman ini kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Kwartir Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang telah membentuk Kelompok Kerja Penyusunan Perumusan Pedoman Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri dengan tugas menyempurnakan Petunjuk Penyelenggaraan Pengiriman Utusan Gerakan Pramuka ke Luar Negeri yang diterbitkan tahun 2007.

Kelompok Kerja pada akhir tahun 2020 telah bekerja secara sungguh-sungguh untuk menampung dan menerima masukan serta saran dalam menyempurnakan Pedoman ini. Proses ini dilakukan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh Kwartir Daerah, Pembina, dan Pramuka Dewasa yang telah berpengalaman mengikuti dan mendampingi berbagai kegiatan Anggota Pramuka di luar negeri.

(5)

Kepada semua pihak, termasuk Kelompok Kerja, yang telah membantu dan berkontribusi dalam hal pemikiran dan saran maupun meluangkan waktu untuk menyempurnakan Pedoman ini, saya ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Saya berharap melalui Pedoman ini akan semakin banyak Anggota Muda dan Dewasa dari Gerakan Pramuka yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di manca negara. Hal ini merupakan wujud nyata bagi Gerakan Pramuka untuk turut melakukan soft diplomacy dan meningkatkan people-to-people contact. Dengan demikian diharapkan para Anggota Pramuka Indonesia dapat mengembangkan wawasan internasional dan menunjukkan kepemimpinan di berbagai forum regional maupun global. Dengan demikian, pada akhirnya para Anggota Pramuka dapat memajukan Gerakan Pramuka Indonesia sehingga semakin diperhitungkan di kancah internasional. Terima kasih.

Jakarta, 15 Desember 2020

Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka/ Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri

(6)

a.

Bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir Nasional.

b.

Berkoordinasi dengan Majelis Pembimbing Nasional Bidang Luar Negeri.

c.

Pengembangan Pramuka berwawasan global.

d.

Penguatan dan pengembangan kerja sama dengan NSO dan negara lain.

e.

Partisipasi kegiatan luar negeri baik untuk peserta didik maupun anggota

dewasa.

f.

Pelibatan Gerakan Pramuka terhadap organisasi kepramukaan ASEAN, Regional dan Internasional.

g.

Penguatan dan pengembangan Gugus Depan RI di luar negeri.

h.

Perintisan menjadi tuan rumah Jambore dunia.

URAIAN TUGAS DAN TARGET PENCAPAIAN

WAKIL KETUA KWARNAS/KETUA KOMISI KERJA SAMA

LUAR NEGERI 2018-2023

(7)

DAFTAR ISI

Sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 2 Sambutan Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka /

Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri 4

Uraian Tugas dan Target Pencapaian Waka Kwarnas 6 Daftar Isi 7

Dasa Karya Gerakan Pramuka 2018-2023 9 Visi, Misi dan Rencana Strategis Gerakan Pramuka 2019-2024 11 Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 171 tahun 2020 tentang Pedoman Mengikuti Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri 17

Lampiran BAB I - Pendahuluan 20

1.

Umum 20

2.

Maksud dan Tujuan 21

3.

Dasar 22

BAB II - Pengertian 23

BAB III - Landasan dan Tujuan Pengiriman Utusan 32

1.

Landasan Pengiriman 32

2.

Tujuan Umum Pengiriman 33

3.

Tujuan Khusus Pengiriman 33

(8)

BAB V - Pengorganisasian Utusan 39

1.

Seleksi dan Pendaftaran Utusan 39

2.

Contingent Management Team 43

3.

International Service Team 50

4.

Pembekalan dan Orientasi 52

BAB VI - Dukungan Pengiriman Utusan 57

1.

Dukungan Sumber Daya Manusia 57

2.

Dukungan Sumber Daya Keuangan 58

3.

Dukungan Fasilitas, Akses, Material dan Perlengkapan 59

4.

Dukungan lain-lain hingga Informasi dan Pemikiran atau Saran 60

BAB VII - Pelaksanaan Pengiriman Utusan 61

1.

Pelepasan Kontingen/Delegasi 61

2.

Keberangkatan 62

3.

Transit 64

4.

Ketibaan 65

5.

Arena Kegiatan 66

6.

Kepulangan 69

7.

Pembubaran 70

BAB VIII - Laporan dan Evaluasi 71

1.

Laporan 71

2.

Evaluasi 71

3.

Penyampaian Laporan dan Evaluasi 72

4.

Tugas dan Kewajiban di Tanah Air 72

BAB IX - Penutup 73

(9)

DASA KARYA GERAKAN PRAMUKA

I.

LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

S

eiring berakhirnya Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka X Tahun 2018 yang telah dilaksanakan pada tanggal 25-28 September 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara serta dengan salah satu keputusannya adalah menetapkan Kak Komjen Pol. (Purn) Drs. H. Budi Waseso, S.H. sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023.

Semangat “Dasa Karya Gerakan Pramuka” dengan platform “Bangga

Pramuka, Bangga Indonesia” harus digulirkan secara terus menerus dengan

penuh Komitmen, Konsekuen dan Konsisten yang selalu berlandaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 disertai semangat Bela Negara guna menguatkan eksistensi Gerakan Pramuka yang handal dan sebagai pilihan generasi muda Indonesia khususnya di era globalisasi saat ini sesuai perkembangan “Masa

Hidup” mereka menghadapi revolusi industry 4.0.

Kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 memiliki Visi: Mewujudkan anggota Gerakan Pramuka yang relevan sesuai

kebutuhan zaman mereka untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi dalam kehidupannya dengan Misi: Mengarahkan dan menjadikan kaum muda “agent of change” (pelopor pembaharu) yang lebih inovatif, relevan, dan berguna bagi bangsa, negara, masyarakat Indonesia sesuai marwah Gerakan Pramuka yang berkarakter, berkebangsaan dan memiliki kecakapan hidup.

Oleh karenanya, amanat Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka Tahun 2018 berupa Rencana Strategis Gerakan Pramuka 2019-2024 harus dilaksanakan serta direalisasikan dalam program-program yang berkesinambungan sesuai tuntutan perubahan masa kini dan tantangan ke depan bagi Gerakan Pramuka dengan tetap memperhatikan kebijakan program kepengurusan Kwartir Nasional sebelumnya serta APR (Asia-Pacific Regional) WOSM (World Organization of the Scout Movement) Vision 2023.

(10)

Dasa Karya Gerakan Pramuka 2018-2023 hadir sebagai solusi yang tepat dalam rangka merevitalisasi Gerakan Pramuka serta lebih mendorong pendidikan kepramukaan yang lebih berdayaguna dan penuh manfaat.

II. DASA KARYA GERAKAN PRAMUKA 2018-2023

1. Penguatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2. Pengembangan Pusdiklat dan Puslitbang. 3. Penguatan Kehumasan.

4. Pelaksanaan Sentra Perkemahan Modern.

5. Manajemen Aset Gerakan Pramuka yang lebih baik dan Mandiri secara finansial.

6. Pramuka sebagai agen perubahan dengan Pendidikan Sesosif (Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual, Fisik).

7. Pramuka yang Kreatif dan Inovatif. 8. Pramuka Wirausaha.

9. Pramuka Bermasyarakat.

10. Pramuka Berwawasan dan Gerakan Global.

Karya 10

Pramuka Berwawasan dan Gerakan Global

M

engembangkan peran aktif Gerakan Pramuka di dunia kepanduan

internasional, Gerakan Pramuka Indonesia harus berusaha tampil terdepan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa di mata internasional, Gerakan Pramuka harus tampil optimal baik di tingkat ASEAN, Asia-Pasifik, dan Internasional yang mampu menempatkan wakil-wakil terbaiknya duduk di jajaran Komisioner Kepanduan ASEAN, Asia-Pasifik dan Dunia, Mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah Jambore Asia-Pasifik, Jambore Dunia maupun konferensi Kepanduan Asia-Pasifik dan Dunia.

(11)

VISI, MISI, DAN RENCANA STRATEGIS

GERAKAN PRAMUKA 2019 - 2024

VISI

dalam Rencana Strategis adalah turunan dan penjabaran lima tahunan dari visi dalam Arah Kebijakan Gerakan Pramuka 2014-2045 yaitu GERAKAN PRAMUKA WADAH UTAMA PEMBENTUKAN KADER PEMIMPIN BANGSA.

Dalam rangka mendapatkan kader-kader pemimpin bangsa dari kalangan Pramuka dengan kualifikasi berkarakter, berkecakapan, belanegara, dan berkerelawanan sebagaimana yang telah diterapkan dalam Satya dan Darma Pramuka, maka diperlukan sub-visi atau visi turunan yang mendukung tercapainya Arah Kebijakan Gerakan Pramuka tersebut.

Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang berjalur pendidikan nonformal, Gerakan Pramuka akan fokus memaksimalkan kedudukan tersebut dan menjadikannya sebagai wahana untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia di masa mendatang. Untuk itu visi lima tahun ke depan dirumuskan sebagai berikut: “Terdepan

dalam pendidikan nonformal bagi kaum muda agar berkarakter dan berkecakapan hidup”.

MISI

dalam Rencana Strategis adalah tugas seumur hidup sebagai mandat yang diberikan oleh konstitusi atau keputusan-keputusan organisasional, atau kemauan publik yang idealis dan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan agar seorang individu dan kelompok atau organisasi tetap diakui keberadaan dan kegunaannya bagi realitas pada umumnya.

Misi harus tunduk dan mengabdi kepada visi di atas, agar visi itu tercapai dan terwujud dalam alam kenyataan. Misi dan pelaksanaannya harus dilakukan apapun keadaan yang dihadapi dengan tetap mempertimbangkan berbagai faktor agar efektif. 1. Mewujudkan sistem keorganisasian dan kepengelolaan Gerakan Pramuka yang

menyeimbangkan volunterisme dan profesionalisme, modern, dan melayani seluruh pemangku kepentingan Gerakan Pramuka.

2. Mewujudkan sistem dan tata laksana Pendidikan kepramukaan sebagai pendidikan nonformal yang unggul dan mampu menjawab tantangan lingkungan strategis

(12)

bangsa, menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas sesuai Satya dan Darma Pramuka, dan menjadi pilihan utama kaum muda Indonesia dalam mengembangkan potensi dirinya.

3. Mewujudkan kapasitas keuangan, usaha, dan asset Gerakan Pramuka yang memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dan memiliki kemandirian minimum bagi keberlanjutan Gerakan Pramuka.

4. Mewujudkan kiprah dan pengabdian Gerakan Pramuka kepada masyarakat, bangsa dan negara secara maksimal melalui pendekatan informatika, komunikasi publik dan semangat kerelawanan yang berkelanjutan.

Misi diterjemahkan ke dalam agenda-agenda pokok atau program prioritas sebagai instrument pelaksanaan suatu misi dan pencapaian sebuah visi.

Program prioritas ditetapkan dengan sangat ketat, relevan dan yang benar-benar dinyatakan sebagai suatu kebutuhan strategis organisasi. Dengan mempertimbangkan analisis objektif, regulasi, dan kehendak tertinggi dari para pemangku kepentingan Gerakan Pramuka, maka program prioritas ditetapkan sedemikian rupa sebagai patokan pelaksanaan program lanjutan yang lebih rinci.

TUJUH PROGRAM PRIORITAS

P

rogram prioritas adalah agenda pokok, program basik yang paling diutamakan

untuk dilaksanakan segera karena tuntutan kebutuhan strategis organisasi. Program prioritas merupakan alat ukur kunci dalam menilai keterlaksanaan misi dan ketercapaian visi yang mustahil untuk diabaikan.

Tujuh program prioritas akan dipertajam dengan sasaran/target yang

aplikabel.

Program Prioritas 1

Menginovasi Pendidikan kepramukaan sebagai Pendidikan nonformal yang unggul dan menarik bagi peserta didik dan kaum muda, serta mampu menjawab tantangan zaman untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa.

(13)

Program Prioritas 2

Menjadikan anggota dewasa sebagai teladan kunci bagi kaum muda dan para pemangku kepentingan Gerakan Pramuka melalui peningkatan kapasitas, tata kelola, dan sebaran yang proporsional di seluruh Indonesia.

Program Prioritas 3

Mewujudkan perencanaan, pengembangan dan kerjasama program yang berkualitas, sistematis, partisipatif, dan terkendali.

Program Prioritas 4

Meningkatkan kapasitas, koordinasi dan efektivitas kelembagaan, organisasi, dan ke penyelenggaraan pada semua tingkatan dan instansi terkait.

Program Prioritas 5

Mewujudkan kemandirian finansial minimum dengan menggerakkan sumber-sumber pendanaan yang wajib, produktif dan berkelanjutan serta menegakkan tata kelola keuangan yang modern dan berintegritas.

Program Prioritas 6

Membangun citra positif Gerakan Pramuka dengan mewujudkan kapasitas informatika, integritas dan kompetensi komunikasi publik di era digital. Program Prioritas 7

Menciptakan Gerakan kerelawanan dan kepedulian yang kuat, terpercaya, dan massif sebagai bukti positif keberadaan Gerakan Pramuka bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

(14)

STRATEGI PENCAPAIAN

D

engan memperhatikan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), Visi dan Misi, serta Tujuh Program Prioritas yang dijadikan sebagai Rencana Strategis Gerakan Pramuka 2019-2024, ditetapkan 10 (sepuluh) strategi dasar perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, dan pencapaian rencana tersebut, yaitu:

1. Strategi Inovasi, Ideologisasi, dan Kaderisasi

Strategi ini diarahkan kepada peserta didik/anggota muda agar militansinya tumbuh kuat dan siap dididik menjadi calon pemimpin bangsa.

2. Strategi Re-orientasi dan Figurasi

Strategi ini diarahkan kepada anggota dewasa, baik yang aktif dalam pembinaan Pendidikan kepramukaan maupun karena posisi publiknya aktif sebagai pengurus Kwartir Gerakan Pramuka.

3. Strategi Penguasaan Data

Strategi ini diarahkan terutama bagi pembuat keputusan di kalangan kepengurusan Gerakan Pramuka, terutama menyangkut data anggota, kekuatan-kekuatan fisikal, hingga persepsi publik yang terukur tentang Gerakan Pramuka. Penguasaan data diperlukan sebagai cara untuk membuat keputusan yang tepat dan berdampak positif bagi pengembangan organisasi. 4. Strategi Kolaborasi

Strategi ini diarahkan kepada pengelola kegiatan kepramukaan maupun non kegiatan kepramukaan agar membiasakan diri untuk mampu berkolaborasi secara proporsional, tidak egois-sektoral, atau semata-mata demi mencapai kejayaan pribadi. Diarahkan juga bagi para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di luar organisasi kwartir agar berkolaborasi secara konstitusional dan berkeadilan demi tercapainya visi dan misi Gerakan Pramuka yang terkendali dan terukur.

(15)

5. Strategi Infrastruktur dan Disiplin Organisasi

Strategi ini diarahkan untuk tercapainya minimum essential force-nya Gerakan Pramuka. Strategi bertahan hidup, berketahanan, survive, dan responsive terhadap lingkungannya maupun persoalan apapun yang dihadapi. Disiplin organisasi harus ditegakkan dan menjadi tradisi yang positif.

6. Strategi Akselerasi Finansial

Strategi ini diarahkan bagi pengelola kwartir yang bertanggung jawab atas jalannya penyelenggaraan Pendidikan kepramukaan. Ketergantungan sepenuhnya kepada pihak eksternal, termasuk Pemerintah untuk pembiayaan kegiatan kepramukaan dalam jangka panjang tidak lagi memadai karena dinamika keorganisasian yang semakin kompleks.

Strategi ini juga diarahkan pada percepatan pendanaan melalui optimalisasi asset yang dilakukan dengan benar, transparan, dan tidak merugikan Gerakan Pramuka, serta usaha-usaha komersial atas hak kekayaan intelektual yang dilakukan dengan legal, transparan, dan berkeadilan.

7. Strategi Komunikasi dan Apresiasi

Strategi ini diarahkan untuk mengantisipasi arus deras informasi melalui media sosial yang melahirkan anarkisme-digital terutama dengan akun-akun anonim yang menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian, bahkan tokoh atau badan yang bereputasi baguspun tak luput dari serangan-serangan negatif. Strategi inipun sekaligus secara aktif positif menyampaikan konten-konten yang bermakna bagi pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Strategi ini menegaskan sekali lagi bahwa pentingnya komunikasi, banyak masalah yang muncul dan juga bisa diselesaikan dengan komunikasi yang jujur, elegan, dan efektif. Komunikasi organisasional dimaksudkan untuk menjaga nama baik dan citra positif terhadap suatu lembaga.

8. Strategi Gerakan Kerelawanan

Strategi ini diarahkan pada transformasi dari semangat kerelawanan individual menjadi Gerakan kerelawanan yang melembaga, sistematis, dan bersumber daya besar.

(16)

9. Strategi Keunggulan Internasional

Strategi ini diarahkan kepada komunitas Pramuka internasional, bilateral maupun multilateral, dimana Indonesia harus berperan aktif dalam pengembangan kepramukaan sedunia. Kegiatan pendidikan kepramukaan maupun kegiatan keorganisasian dalam berbagai forum internasional harus menjadi unjuk prestasi bangsa.

10. Strategi Advokasi

Strategi ini diarahkan kepada pihak-pihak eksternal yang melanggar ketentuan-ketentuan sehingga dapat mengatur penyelenggaraan pendidikan kepramukaan. Secara internal, kwartir akan secara aktif melakukan upaya-upaya pembelaan hukum atas masalah hukum yang dihadapi anggotanya sejauh dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Sebagai turunan dari strategi dasar, maka dikembangkan strategi operasional agar lebih membumi.

(17)

KEPUTUSAN

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

NOMOR: 171 TAHUN 2020

TENTANG

PEDOMAN MENGIKUTI KEGIATAN KEPRAMUKAAN

DI LUAR NEGERI

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Menimbang : a. bahwa Gerakan Pramuka merupakan anggota Organisasi Gerakan Pandu Dunia/World Organization of the Scout Movement (WOSM), sehingga perlu mengutus anggotanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan kepramukaan di luar negeri.

b. bahwa Kwartir Nasional telah mengatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan Pengiriman Utusan Gerakan Pramuka Ke Luar Negeri dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 228 Tahun 2007.

c. bahwa guna menertibkan dan memperlancar pengiriman utusan ke luar negeri diperlukan Pedoman mengikuti kegiatan kepramukaan di luar negeri.

d. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan dengan surat keputusan.

(18)

Mengingat : 1. Undang Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.

2. Keputusan Munas Gerakan Pramuka X Nomor 07/ Munas/2018 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

3. Keputusan Munas Gerakan Pramuka X Nomor 09/ Munas/2018 tentang Rencana Strategik Gerakan Pramuka Tahun 2019-2024.

4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 228 Tahun 2007, tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pengiriman Utusan Gerakan Pramuka Ke Luar Negeri.

5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 129 Tahun 2020, tentang Kelompok Kerja Penyusunan Perumusan Pedoman Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri Tahun 2020.

Memperhatikan : Saran Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Usulan Kelompok Kerja.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

Pertama : Pedoman Mengikuti Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri, sebagaimana tercantum dalam Lampiran keputusan ini.

Kedua : Menginstruksikan kepada Kwartir dan Satuan Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia serta Gugus Depan di Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri untuk melaksanakan isi Keputusan ini.

(19)

Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.

Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Pada tanggal

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua,

Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso

: Jakarta

(20)

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN

KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

NOMOR: 171 TAHUN 2020

TENTANG

PEDOMAN MENGIKUTI KEGIATAN KEPRAMUKAAN

DI LUAR NEGERI

BAB I

PENDAHULUAN

1.

UMUM

G

erakan Pramuka, menurut Undang-Undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, bertujuan mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan keunggulan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik (sesosif) agar menjadi:

a. Manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur.

b. Warga Negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

c. Dasa Karya ke-10 memperkuat keinginan agar anggota Gerakan Pramuka lebih berwawasan luas dan menjadi bagian dari gerakan global, melalui peran aktif, serta mampu tampil dan turut berkontribusi sebagai utusan Gerakan Pramuka dalam proses penyusunan kebijakan maupun program dan kegiatan kepramukaan di tingkat ASEAN, maupun Asia-Pasifik dan Dunia.

d. Memiliki jejaring persahabatan dan persaudaraan internasional yang setara, agar mampu turut menghapus segala bentuk penjajahan serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, adalah harapan kepada para anggota Gerakan Pramuka sesuai isi Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia.

(21)

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menyempurnakan buku pedoman yang mampu membantu memberi arah, serta memudahkan dan memastikan partisipasi anggota sebagai utusan Gerakan Pramuka dalam berbagai pertemuan dan kegiatan kepramukaan di luar negeri serta berinteraksi dengan anggota National Scout Organization (NSO) atau Organisasi Kepramukaan Nasional di negara-negara lain.

Dengan kata lain, Pedoman ini bertujuan meningkatkan animo anggota Gerakan Pramuka, sebagai anggota WOSM (World Organization of the Scout Movement), dalam mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di luar negeri melalui akses informasi serta peluang dan kesempatan yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah.

Pedoman mengikuti Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri ini membantu memberi arah, serta memudahkan dan memastikan partisipasi anggota sebagai utusan Gerakan Pramuka.

2.

MAKSUD dan TUJUAN

a.

Tujuan Umum

T

ujuan umum penyempurnaan Pedoman mengikuti Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri adalah membantu memberi arah, serta memudahkan dan memastikan partisipasi anggota sebagai utusan Gerakan Pramuka dalam mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di luar negeri secara terencana, sistematis, dan sukses hingga utusan kembali ke tanah air dengan tetap sehat dan selamat. Gerakan Pramuka berharap agar pandemi

coronavirus segera berakhir sehingga kegiatan kepramukaan dapat

digelar kembali di seluruh dunia, termasuk perkemahan di alam terbuka.

b.

Tujuan Khusus

Tujuan khusus penyempurnaan Pedoman Mengikuti Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri, antara lain:

1) Membantu memberi arah, serta memudahkan dan memastikan partisipasi anggota sebagai utusan Gerakan Pramuka dalam berbagai pertemuan dan kegiatan kepramukaan di luar negeri untuk membangun

(22)

persahabatan luas dan perdamaian dunia melalui persaudaraan Pramuka dan pemahaman atas keberagaman sosial dan budaya, melalui interaksi dan komunikasi dengan anggota National Scout Organization (NSO) atau Organisasi Kepramukaan Nasional negara-negara lain.

2) Meningkatkan animo anggota Gerakan Pramuka dalam mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di luar negeri melalui akses informasi serta peluang dan kesempatan yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah, agar anggota lebih berwawasan luas dan menjadi bagian dari gerakan global, melalui peran aktif, serta mampu tampil dan turut berkontribusi dalam bertukar pengetahuan, keterampilan dan pengalaman.

3) Pedoman Mengikuti Kegiatan Kepramukaan di Luar Negeri ini membantu partisipasi anggota sebagai utusan Gerakan Pramuka dalam mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di luar negeri secara terencana, sistematis dan sukses hingga utusan kembali ke tanah air dengan tetap sehat dan selamat, dengan rasa cinta tanah air serta kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia yang lebih kuat, juga semangat lebih tinggi untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

3.

DASAR

a. Undang-Undang nomor 12 tentang Gerakan Pramuka tahun 2010.

b. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

c. Dasa Karya Gerakan Pramuka 2018-2023.

d. Visi, Misi, dan Rencana Strategis Gerakan Pramuka 2019-2024. e. Constitution of the World Organization of the Scout Movement.

f. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 228 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pengiriman Utusan Gerakan Pramuka ke Luar Negeri.

(23)

BAB II

PENGERTIAN

1. Utusan Gerakan Pramuka adalah anggota Gerakan Pramuka yang mendapat mandat tertulis dan diutus oleh Kwarnas untuk mengikuti kegiatan di luar negeri.

2. Delegasi adalah kelompok utusan Gerakan Pramuka untuk mengikuti kegiatan di dalam-ruangan bagi anggota Muda atau anggota Dewasa, termasuk conference, summit, atau youth forum.

3. Kontingen adalah kelompok utusan Gerakan Pramuka untuk mengikuti kegiatan di luar ruangan bagi anggota Muda, termasuk Jamboree, Moot, atau Cuboree.

P

engertian atas istilah-istilah dalam kegiatan kepramukaan tingkat regional dan dunia yang digunakan dalam Pedoman ini adalah sebagai berikut:

(24)

4. Anggota Gerakan Pramuka, menurut Pasal 26 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, adalah perseorangan WNI yang secara sukarela dan aktif mendaftarkan diri sebagai anggota Gerakan Pramuka, telah memenuhi persyaratan tertentu serta telah dilantik sebagai anggota. Selanjutnya menurut Pasal 36 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, anggota biasa Gerakan Pramuka terdiri atas (titik 1) Anggota Muda berusia 7 hingga 25 tahun dan disebut peserta didik, dan (titik 2) Anggota Dewasa berusia di atas 26 tahun.

5. National Scout Organization (NSO) adalah Organisasi Kepramukaan Nasional di sebuah negara atau teritori, yang tercatat sebagai anggota World Organization of the Scout Movement (WOSM). Gerakan Pramuka adalah NSO Indonesia. 6. World Organization of the Scout Movement (WOSM) adalah Organisasi

Gerakan Pramuka Dunia yang beranggotakan 171 NSO. Dalam mengelola kegiatannya, WOSM membagi ke-171 NSO anggotanya dalam 6 regional atau kawasan, yaitu kawasan Asia-Pasifik dimana Gerakan Pramuka Indonesia bernaung, serta Eropa, Eurasia, Arab, Afrika, dan Inter-Amerika.

7. World Scout Committee atau Komite Pramuka Dunia adalah badan eksekutif tertinggi dalam WOSM yang beranggotakan 12 orang, mewakili 6 regional atau kawasan WOSM (masing-masing 2 orang), yang dipilih dalam World Scout Conference atau Konferensi Pramuka Dunia setiap 3 tahun, dan dapat dipilih kembali 1 kali dalam Konferensi berikutnya. Ketua World Scout Committee saat ini adalah Mr. Craig Turpie (46 tahun) berkewarganegaraan Skotlandia (UK).

8. World Scout Bureau (WSB) atau Biro Kepramukaan Dunia adalah kantor operasional WOSM yang sejak 18 Juni 2014 berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia. WOSM mempertahankan kantor kecil di Jenewa, Swiss, karena WOSM tercatat sebagai badan hukum di Swiss.

9. Secretary General of WOSM atau Sekretaris Jenderal WOSM adalah pemimpin kegiatan operasional WSB, saat ini dijabat Mr. Ahmad Alhendawi (36 tahun) berkewarga-negaraan Jordania, yang berstatus profesional, berkantor di WSB Kuala Lumpur, dibantu beberapa direktur dan staf operasional. Sekjen WOSM dipilih, diangkat, dan dinilai kinerjanya oleh World Scout Committee.

(25)

10. World Scout Foundation (WSF) atau Yayasan Dana Pramuka Dunia adalah organisasi nirlaba internasional yang bertujuan memperkuat Kepramukaan Dunia melalui dukungan dana kepada WOSM berkantor di Jenewa. WSF didirikan pada 1969 dengan modal USD 10 ribu (sekitar Rp 145 juta), dan sejak 1977 hingga sekarang WSF telah menyumbang lebih dari USD 73 juta (Rp 1 triliun lebih) dalam bentuk bantuan dana (grant) kepada WOSM maupun NSO. Anggota atau penyumbang dana WSF disebut World Baden-Powell Fellow (Sahabat Baden-Powell Dunia) atau disingkat “BP Fellow”. Setiap anggota harus menempatkan dana seumur hidup minimal USD 10 ribu di WSF untuk menjadi BP Fellow. Anggota Muda dapat bergabung sebagai Young Baden-Powell Fellow, dengan menempatkan dana USD 1.000 (sekitar Rp 14,5 juta). WSF mengelola dana dalam sejumlah skema investasi. Rapat pengurus dan pertemuan anggota WSF diselenggarakan setiap tahun atas biaya mandiri. Saat sekarang yang menjadi Ketua Kehormatan WSF adalah Raja Swedia YM

Carl Gustaf XVI.

11. World Scout Parliamentary Union (WSPU) atau Persatuan Pramuka Anggota Parlemen Se-Dunia adalah organisasi internasional yang mewadahi Scout-Oriented Parliamentarians, yaitu anggota parlemen di setiap negara yang juga anggota Pramuka atau anggota parlemen yang sangat menyukai dan mendukung kepramukaan. Tujuannya adalah menguatkan Kepramukaan Kak Ahmad Rusdi diterima sebagai Anggota Yayasan Dana Pramuka Dunia oleh YM Raja Swedia Carl Gustaf ke-16

(26)

Dunia dan NSO melalui pengaruh sebagai anggota parlemen yang memiliki keyakinan bahwa Kepramukaan adalah wadah pendidikan non-formal yang tepat. WSPU mendorong dibentuknya National Scout Parliamentary Association (NSPA) atau di Indonesia dapat diberi nama Gugus Darma Pramuka Parlementer Indonesia (Pasal 40 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka), sebagai mitra WSPU dalam membuka akses kepada para pembuat kebijakan dan keputusan yang terkait dengan pendidikan non-formal bagi kaum muda. WSPU mengadakan General Assembly (Sidang Umum) setiap 4 tahun, dan Sidang Umum ke-9 diselenggarakan di Bangkok tahun 2018. WSPU saat ini diketuai Dr. Thamrong

Dasananjali, anggota Parlemen Kerajaan Thailand.

12. Asia-Pacific Regional (APR) WOSM atau Pramuka Kawasan Asia-Pasifik WOSM beranggotakan 29 NSO termasuk Gerakan Pramuka Indonesia, yang dikelola dan dilayani oleh Support Center atau Pusat Layanan APR-WOSM, yang berkantor di Makati City, Filipina, dipimpin Direktur Regional, saat ini

Mr. JRC Pangilinan (57 tahun) berkewarga-negaraan Filipina.

13. Pacific Regional Scout Committee atau Komite Pramuka Kawasan Asia-Pasifik adalah badan eksekutif tertinggi di Asia-Pacific Regional (APR) WOSM atau Pramuka Kawasan Asia-Pasifik yang beranggotakan 10 orang dan dipilih dalam Asia-Pacific Scout Conference atau Konferensi Pramuka Asia-Pasifik untuk masa bakti 6 tahun. Konferensi diselenggarakan setiap 3 tahun untuk memilih 5 orang (separuh) anggota Komite yang habis masa baktinya. Ketua Asia-Pacific Regional Scout Committee saat ini adalah Kak Ahmad Rusdi (63

tahun) yang juga Wakil Ketua Kwarnas / Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri.

Ketua Komite Pramuka Asia-Pasifik otomatis menjadi anggota ex-officio Komite Pramuka Dunia namun tanpa hak voting.

(27)

14. Asia-Pacific Regional Scout Foundation (APRSF) atau Yayasan Dana Pramuka Asia-Pasifik adalah organisasi penghimpun dan pengelola dana yang bertujuan memperkuat Kepramukaan di Asia-Pasifik melalui dukungan dana kepada APR-WOSM dan NSO. APRSF didirikan tahun 1992 dengan bantuan modal USD 10 ribu (sekitar Rp 145 juta) dari Pramuka Taiwan. APRSF, yang pada tahun 2017 memperingati ulang tahun ke 25 atau Silver Jubillee, kini diketuai Dr.

Chao Shou-Po (Taiwan) dan telah berhasil mengelola dana lebih dari USD 2

juta melalui dana anggota yang ditempatkan seumur hidup secara sukarela maupun hasil penggalangan dana dan sumbangan. Keanggotaan APRSF dikategorikan menjadi Associate Member bila menempatkan dana USD 500 ke atas, Donor Member USD 1.000 ke atas, Bronze Member USD 3.000 ke atas, Silver Palm Member USD 5.000 ke atas, Gold Palm Member USD 10.000 ke atas, Platinum Palm Member USD 25.000 ke atas, dan Diamond Palm Member USD 50.000 ke atas.

Anggota Muda dapat menjadi anggota APRSF dengan sukarela menempatkan dana untuk seumur-hidup, dan dikategorikan sebagai Associate Youth Member bila menempatkan dana USD 50 ke atas, Donor Youth Member USD 100 ke atas, Bronze Palm Youth Member USD 300 ke atas, Silver Palm Youth Member USD 500 ke atas, dan Gold Palm Youth Member USD 1.000 ke atas. APRSF mengelola dana dengan sejumlah skema investasi, termasuk kerja sama dengan WSF.

Sebagian hasil investasinya digunakan untuk mendukung kegiatan Pramuka di kawasan Asia-Pasifik seperti memberikan modal untuk kegiatan Scout Bazaar. APRSF mengadakan rapat pengurus dan pertemuan anggota atau penggalangan dana di sela-sela kegiatan Konferensi APR-WOSM.

15. ASEAN Scout Association for Regional Cooperation (ASARC) atau Asosiasi Kerjasama Pramuka se ASEAN dideklarasikan pada 5 September 2007 dalam 1st ASEAN Scout Conference atau Konferensi Pramuka se ASEAN ke-1 di Kuala Lumpur, Malaysia, oleh utusan 6 NSO pendiri ASARC, termasuk Ka Kwarnas Gerakan Pramuka saat itu, (Almarhum) Kak Prof. Dr. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H. ASARC bersekretariat tetap di kantor Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta.

(28)

16. Scout Conference atau Konferensi Pramuka adalah pertemuan para pimpinan NSO setiap 3 tahun, yang masing-masing diwakili oleh maksimum 6 orang utusan, termasuk Ketua Kwartir Nasional (Chief Commissioner) serta Sekretaris Jenderal (Chief Scout Executive) dan Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri (International Commissioner), untuk membahas dan menentukan arah kebijakan dan kegiatan kepramukaan, serta memilih anggota Komite dan Sub-Komite untuk masa bakti berikutnya.

World Scout Conference diadakan di tingkat dunia, APR Scout Conference di tingkat kawasan Asia-Pasifik, dan ASARC Conference di tingkat ASEAN. 17. Cuboree adalah perkemahan bagi golongan anggota Pramuka Siaga berusia

7-10 tahun yang diisi kegiatan bermain serta lomba ringan yang menyenangkan. 18. Jamboree adalah pertemuan dan perkemahan besar bagi golongan anggota

Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan. Sebagian besar program jamboree dikemas sebagai kegiatan permainan di alam terbuka yang menarik, menyenangkan dan edukatif. World Scout Jamboree diadakan di tingkat dunia, APR Scout Jamboree di tingkat kawasan Asia-Pasifik, ASEAN Scout Jamboree di tingkat ASEAN, dan Jambore Nasional di tingkat nasional.

(29)

19. Moot atau Gerakan Pramuka menyebutnya: Raimuna, adalah perkemahan yang diselenggarakan oleh dan untuk golongan anggota Pramuka Penegak dan Pandega, dan menitikberatkan pada program dan kegiatan persaudaraan yang dikemas secara menarik, menyenangkan dan edukatif.

World Scout Moot diadakan di tingkat dunia, APR Scout Moot di tingkat kawasan Asia-Pasifik, dan Raimuna Nasional di tingkat nasional.

20. Youth Forum adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega untuk membahas topik tertentu.

World Scout Youth Forum diadakan di tingkat dunia, APR Scout Youth Forum di tingkat kawasan Asia-Pasifik, dan ASEAN Youth Forum di tingkat ASEAN. 21. APR Scout Leaders’ Summit adalah Pertemuan Pimpinan Pramuka se

Asia-Pasifik adalah pertemuan para pimpinan NSO yang diselenggarakan antara 2 Konferensi Pramuka se Asia-Pasifik untuk membahas dan mengevaluasi kinerja paruh waktu masa bakti Komite dan Sub-Komite guna menemukan solusi atas kendala yang ditemui. Gerakan Pramuka adalah tuan rumah 9th APR Scout Leader Summit di Bali 22-25 April 2017.

22. Basic Management Course for Professional Scout and Scout Executive (BMC) adalah kursus manajemen kepramukaan tingkat dasar yang diselenggarakan WOSM dan diperuntukan bagi pengelola Kwartir.

23. Advanced Management Course for Professional Scout and Scout Executive

(AMC) adalah kursus manajemen kepramukaan tingkat lanjutan yang

diselenggarakan WOSM dan diperuntukkan bagi pengelola kwartir yang telah mengikuti Basic Management Course.

24. Course for Assistant Leader Trainers (CALT) atau Gerakan Pramuka menyebutnya: Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) adalah kursus tingkat pertama yang diselenggarakan WOSM bagi Pelatih Pembina Pramuka.

25. Course for Leader Trainers (CLT) atau Gerakan Pramuka menyebutnya: Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL) adalah kursus tingkat lanjutan yang diselenggarakan WOSM bagi Pelatih Pembina Pramuka.

(30)

26. Invitation Program adalah kegiatan kepramukaan yang rekreatif dan edukatif di sebuah NSO dengan mengundang peserta dari NSO lain.

27. Agoonoree atau Gerakan Pramuka menyebutnya: Perkemahan Pramuka Luar Biasa (PPLB) adalah pertemuan/perkemahan para anggota Pramuka luar biasa (penyandang cacat).

28. Border Jamboree atau Perkemahan/Kunjungan Muhibah adalah pertemuan para pimpinan dan anggota NSO dari negara-negara yang teritorialnya berbatasan langsung.

29. Camporee adalah perkemahan kecil untuk putera atau puteri dalam lingkup dan peserta sedikit di wilayah tertentu.

30. Exchange Program adalah kegiatan saling kunjung anggota muda, atau dewasa dengan NSO atau organisasi lain di luar negeri.

31. Internship atau magang adalah penugasan anggota Gerakan Pramuka untuk belajar sambil bekerja di NSO atau WOSM atau organisasi lain di luar negeri berdasarkan kesepakatan atau kerja sama kedua belah pihak.

32. Expedition adalah kegiatan perjalanan yang bersifat penjelajahan dan/atau penelitian bagi anggota Gerakan Pramuka ke suatu tempat di luar negeri. 33. ATAS atau Association of Top Achievers Scouts adalah kelompok pertemanan

yang tidak mengikat (hanya bersifat fellowship) bagi para anggota Pramuka yang telah berhasil mencapai peringkat tertinggi dalam golongannya, seperti Pramuka Garuda atau Eagle Scout atau President’s Scout atau Queen’s Scout dan lain-lain.

34. APES atau Asia-Pacific Evergreen Scouts kadangkala disebut ESAP atau Evergreen Scouts of Asia-Pacific, adalah kelompok pertemanan yang tidak mengikat (hanya bersifat fellowship) bagi para pengurus Komite dan Sub-Komite Pramuka Asia-Pasifik yang masih aktif maupun yang sudah purna, agar dapat terus berkomunikasi dan berkontribusi dalam bentuk sumbangan pemikiran dan perspektif bagi kemajuan Pramuka di kawasan Asia-Pasifik.

35. Perwakilan RI di Luar Negeri, yang dipimpin oleh Pejabat Dinas Luar Negeri karir dari Kemlu (Kementerian Luar Negeri) RI atau WNI lain yang ditunjuk dan diangkat oleh Presiden RI melalui persetujuan DPR-RI, menurut UU nomor

(31)

37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri berkewajiban memberikan pengayoman, perlindungan, dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional.

36. Gugus Depan Gerakan Pramuka di Perwakilan RI di Luar Negeri, menurut Pasal 31 AD-ART Gerakan Pramuka, adalah satuan pendidikan dan satuan organisasi yang dikoordinasikan langsung oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan sebagian besar (dari sekitar 20-an Gugus Depan Gerakan Pramuka Luar Negeri saat ini) berbasis satuan pendidikan yang berpangkalan di Sekolah Indonesia di Luar Negeri.

37. Diaspora Indonesia adalah warga negara Indonesia (WNI), atau yang sudah melepas kewarganegaraan Indonesia-nya, dan menetap di luar negeri. Termasuk mereka yang lahir di Indonesia, atau dilahirkan dari orangtua WNI, yang telah menjadi warga negara tetap atau sementara di luar negeri.

38. SHE atau Safety and Health Environment atau lingkungan yang terjamin kesehatan dan keselamatannya serta bebas dari kecelakaan dan penyakit, merupakan kondisi mutlak bagi utusan Gerakan Pramuka, termasuk disiplin penerapan protokol kesehatan WHO atau World Health Organization maupun otoritas kesehatan setempat dan SfH atau Safe from Harm.

WORLD SCOUTING - SCOUTISME MONDIAL

MEMBERS OF THE WORLD ORGANIZATION OF THE SCOUT MOVEMENT - MEMBRES DE L’ORGANISATION MONDIALE DU MOUVEMENT SCOUT

(32)

1.

LANDASAN PENGIRIMAN

a. Landasan Filosofis dan Historis

Pengiriman utusan Gerakan Pramuka ke luar negeri sebagaimana tercantum dalam pendahuluan Pedoman ini, dilandasi semangat Persaudaraan Pramuka Sedunia sebagaimana tertulis dalam buku “Scouting for Boys” (Memandu untuk Putera), karangan Chief Scout of the World (Bapak Pramuka Sedunia), Baden Powell of Gilwell, yang menyerukan bahwa melalui jambore dunia, persaudaraan antara sesama pandu/pramuka sedunia dapat dijadikan modal untuk mencapai cita-cita perdamaian dunia. b. Landasan Operasional

1) WOSM Calendar Of Events.

2) Edaran atau undangan dari APR-WOSM dan/atau NSO penyelenggara kegiatan.

BAB III

LANDASAN dan TUJUAN

PENGIRIMAN UTUSAN

(33)

3) Edaran Kwarnas ke Kwarda/Kwarcab/Gudep/Saka tentang kegiatan.

4) Surat Rekomendasi / Referensi Kwarda perihal keikutsertaan Anggota.

5) Surat Keputusan Kwarnas mengikuti kegiatan.

2.

TUJUAN UMUM PENGIRIMAN

Tujuan umum pengiriman utusan Gerakan Pramuka ke luar negeri adalah memberikan kesempatan kepada anggota Gerakan Pramuka untuk mengembangkan potensi diri dan wawasan internasional.

3.

TUJUAN KHUSUS PENGIRIMAN

Tujuan khusus pengiriman utusan Gerakan Pramuka luar negeri, antara lain:

a. Memupuk rasa persahabatan, persaudaraan, dan perdamaian dengan anggota NSO maupun organisasi lainnya.

b. Menambah dan saling bertukar pengetahuan dan pengalaman melalui komunikasi dan interaksi dengan anggota NSO lain guna meningkatkan kualitas Gerakan Pramuka.

c. Memupuk dan memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.

d. Mempelajari sambil mengenalkan negara, bangsa, budaya dan keunggulan Indonesia kepada masyarakat internasional.

* * *

(34)

BAB IV

KETENTUAN UMUM

1. Pengiriman utusan Gerakan Pramuka mengikuti kegiatan kepramukaan di luar negeri hanya dapat dilakukan atas rekomendasi dan referensi dari Kwartir Nasional (yang dikoordinasikan oleh Komisi Kerja Sama Luar Negeri), berdasarkan surat rekomendasi dan referensi dari Kwartir Daerah, yang diberikan sebagai jaminan bahwa utusan telah menjalani seleksi dan memenuhi persyaratan sebagaimana tertulis dalam Pedoman ini. Berdasarkan rekomendasi dan referensi Kwartir Nasional, selanjutnya utusan dapat memesan tiket keberangkatan dan kepulangan ke dan dari tanah air.

2. Surat rekomendasi dan referensi Kwartir Daerah diberikan berdasarkan surat edaran Kwartir Nasional perihal suatu kegiatan kepramukaan di luar negeri, sebagai tindak lanjut atas surat undangan (atau edaran) dari suatu NSO atau WOSM atau APR-WOSM atau ASARC.

3. Apabila inisiatif atau ide untuk mengikuti (atau menyelenggarakan) kegiatan kepramukaan di luar negeri berasal dari Kwartir Daerah, maka komunikasi dan korespondensi sejak awal (saat masih berupa gagasan) harus melibatkan Kwartir Nasional (melalui Komisi Kerja Sama Luar Negeri) yang selanjutnya akan terlibat dalam komunikasi dan korespondensi dengan NSO atau APR-WOSM atau ASARC.

4. Utusan Gerakan Pramuka harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. Anggota yang telah aktif sedikitnya 1 tahun, atau minimum;

1) Siaga Mula untuk golongan Siaga.

2) Penggalang Ramu untuk golongan Penggalang. 3) Penegak Bantara untuk golongan Penegak.

4) Lulus KMD (Kursus Mahir Dasar) untuk Pembina atau anggota Dewasa. 5) Pramuka Garuda diprioritaskan.

(35)

b. Memiliki Kartu Tanda Anggota Gerakan Pramuka yang masih berlaku. c. Mampu berkomuniasi dalam Bahasa Inggris, baik tulisan maupun lisan. d. Memiliki Paspor bertanggal kadaluarsa paling cepat 6 bulan setelah

tanggal ketibaan di negara tuan rumah kegiatan.

e. Memiliki surat rekomendasi dan referensi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

f. Berbadan sehat, serta tidak mengidap penyakit bawaan, yang dinyatakan dalam Surat Keterangan Sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan, serta telah mendapat vaksin relevan yang diharuskan, termasuk Coronavirus, Meningitis, dan lain-lain. Ukuran kacamata tidak melebihi 2 (+) atau 2 (-), serta ukuran BMI (Body Mass Index) tidak kurang (>) dari 18,5 serta tidak lebih (<) dari 30.

Tinggi badan minimal, sesuai data Food and Agriculture Organizations of the United Nations (FAO) tentang rata-rata tinggi badan anak di Indonesia dibawah ini:

Usia Tinggi Badan Anak Laki-laki Tinggi Badan Anak Perempuan

7 tahun 113,0 cm 111,8 cm 8 tahun 118,1 cm 116,9 cm 9 tahun 122,9 cm 122,1 cm 10 tahun 127,7 cm 127,5 cm 11 tahun 132,6 cm 133,5 cm 12 tahun 137,6 cm 139,8 cm 13 tahun 142,9 cm 145,2 cm 14 tahun 148,8 cm 148,7 cm 15 tahun 155,2 cm 150,5 cm 16 tahun 161,1 cm 151,6 cm

(36)

g. Memiliki surat ijin dari orang tua, kepala sekolah, pimpinan perguruan tinggi dan/ atau kantor tempat bekerja.

h. Sanggup menyelesaikan semua biaya yang diperlukan sesuai jadwal pelunasan yang ditetapkan.

i. Memenuhi persyaratan umum dan khusus yang ditetapkan Kwartir Nasional dan panitia penyelenggara kegiatan.

j. Semua persyaratan dipenuhi dan disampaikan ke Kwartir Nasional sesuai jadwal yang ditetapkan.

k. Bersedia melengkapi seluruh syarat pengurusan visa sebagaimana ketentuan dari kedutaan besar negara tuan rumah kegiatan.

l. Bersedia mengikuti pembekalan, baik di Kwartir Daerah maupun Kwartir Nasional.

m. Bersedia menandatangani surat pernyataan/pakta integritas berisi janji dan kesediaan untuk mematuhi dan melaksanakan tugas yang diberikan Pimpinan Kontingen/Delegasi.

5. Proses tindak lanjut undangan kegiatan kepramukaan di luar negeri yang diterima oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka:

(37)

a. Kwartir Nasional, setelah menerima surat undangan atau pengumuman tentang kegiatan kepramukaan di luar negeri, akan menyiapkan surat edaran guna meneruskan/menyebarluaskan undangan tersebut ke Kwartir Daerah paling lambat dalam 7 hari kerja.

b. Kwartir Nasional juga akan memposting surat edaran tersebut dalam website: www.pramuka.id/internasional paling lambat dalam 2 hari kerja setelah surat edaran selesai, serta mengedarkan rencana kegiatan kepramukaan di luar negeri tersebut melalui media sosial maupun media cetak dan elektronik.

c. Kwartir Daerah dimohon untuk meneruskan surat edaran Kwartir Nasional tersebut ke seluruh Kwartir Cabang di daerahnya paling lambat 7 hari kerja setelah surat diterima dari Kwartir Nasional.

d. Kwartir Cabang dimohon meneruskan surat edaran tersebut ke seluruh Kwartir Ranting di cabangnya paling lambat 7 hari kerja setelah surat diterima dari Kwartir Daerah.

e. Kwartir Ranting dimohon meneruskan surat edaran tersebut ke seluruh Gugus Depan di ranting paling lambat 7 hari kerja setelah surat diterima dari Kwartir Cabang.

f. Anggota Gerakan Pramuka yang berminat dan memenuhi persyaratan sebagai utusan dapat mendaftarkan-diri ke Kwartir Ranting, setelah calon utusan menjalani seleksi-administrasi di tingkat Gugus Depan.

g. Kwartir Ranting meneruskan pendaftaran ke Kwartir Cabang, setelah calon utusan menjalani seleksi berikutnya di tingkat Kwartir Ranting. h. Kwartir Cabang meneruskan pendaftaran ke Kwartir Daerah, setelah

calon utusan menjalani seleksi selanjutnya di tingkat Kwartir Cabang. i. Kwartir Daerah memberikan surat rekomendasi dan referensi bagi calon

utusan kepada Kwartir Nasional selambat-lambatnya 14 hari kerja sebelum tanggal pendaftaran kegiatan ditutup, dan setelah calon utusan menjalani seleksi akhir di tingkat Kwartir Daerah.

j. Kwartir Nasional memproses dan mendaftarkan calon utusan Gerakan Pramuka guna mengikuti kegiatan di luar negeri.

k. Berdasarkan proses tersebut diatas, maka surat undangan atau pengumuman tentang suatu kegiatan kepramukaan di luar negeri yang

(38)

diikuti oleh kontingen anggota muda Gerakan Pramuka, paling lambat harus diterima oleh Kwartir Nasional sejak 120 hari (atau 4 bulan) sebelum tanggal pendaftaran kegiatan ditutup.

l. Kwartir Nasional mendesain logo kontingen/delegasi dalam mengikuti setiap kegiatan di luar negeri dengan corak dan unsur sebagai berikut: 1) Menampilkan gambar-utama, misalnya hewan, atau bangunan, atau

simbol. Logo kontingen/delegasi Gerakan Pramuka beberapa tahun lalu pernah menampilkan secara konsisten gambar burung elang. 2) Mencantumkan logo cikal dan logo WOSM sesuai petunjuk atau

peraturan.

3) Mencantumkan tulisan Indonesia Contingent atau Indonesia Delegation. 4) Mencantumkan nama kegiatan (bisa menuliskan versi pendek, misalnya World Scout Jamboree bisa ditulis WSJ), disertai kota/lokasi, negara, dan waktu penyelenggaraan.

5) Latar belakang warna merah dan putih, merefleksikan bendera nasional Indonesia.

6) Bentuk logo dapat diselaraskan dengan bentuk logo yang dibuat oleh penyelenggara, misalnya bulat, lonjong, segi 4, dan lain-lain. 7) Ukuran badge diselaraskan dan diseimbangkan dengan baju seragam,

umumnya berdiameter 6 sampai 8cm, atau panjang dan lebar antara 6 dan 8cm.

(39)

BAB V

PENGORGANISASIAN UTUSAN

1.

SELEKSI dan PENDAFTARAN UTUSAN

a. Bagi calon utusan kegiatan kepramukaan di luar negeri yang diikuti oleh kontingen Anggota Muda, termasuk jamboree, moot, cuboree atau kegiatan lain yang setara;

1) Utusan harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana tertulis pada BAB IV Ayat 4, Ketentuan Umum Pedoman ini.

2) Seleksi administrasi dilakukan oleh Gugus Depan, terhadap Anggota Gerakan Pramuka yang berminat menjadi utusan dalam kegiatan kepramukaan di luar negeri. Calon yang memenuhi persyaratan mendaftarkan diri ke Kwartir Ranting.

3) Seleksi berikutnya dilakukan oleh Kwartir Ranting. Calon yang memenuhi persyaratan diteruskan ke Kwartir Cabang.

4) Seleksi lanjutan dilakukan oleh Kwartir Cabang. Calon yang memenuhi persyaratan diteruskan ke Kwartir Daerah.

5) Seleksi tahap akhir dilakukan oleh Kwartir Daerah sebelum memberikan surat rekomendasi dan referensi bagi calon utusan kepada Kwartir Nasional selambat-lambatnya 14 hari kerja sebelum tanggal pendaftaran kegiatan ditutup.

6) Kwartir Nasional memproses dan mendaftarkan anggota kontingen Gerakan Pramuka berdasarkan Surat Keputusan/Surat Tugas dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

7) Kwartir Nasional memberikan pembekalan dan orientasi secara daring (virtual) atau luring (tatap muka) sebelum keberangkatan.

(40)

b. Bagi calon utusan kegiatan kepramukaan di luar negeri yang diikuti oleh delegasi anggota Muda dan Dewasa, termasuk youth forum, conference, summit atau kegiatan lain yang setara, serta untuk anggota regional committee dan sub-committee atau posisi lain yang setara;

1) Calon utusan harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana tertulis pada BAB IV Ayat 4, Ketentuan Umum Pedoman ini, serta persyaratan khusus lainnya.

2) Delegasi Anggota Muda yang akan mengikuti youth forum atau kegiatan lain yang setara;

a) Minimum Penegak Laksana dan Pandega, diutamakan anggota Dewan Kerja Nasional atau Dewan Kerja Daerah.

b) Kwartir Nasional menginformasikan kepada Kwartir Daerah untuk menyeleksi dan mencalonkan utusan dari Kwartir Daerah (apabila Kwartir Nasional memutuskan untuk membuka peluang ini), dan Kwartir Nasional mengadakan seleksi tahap berikutnya paling lambat 14 hari sebelum pendaftaran ditutup oleh penyelenggara. c) Calon yang dinilai cakap dan berpotensi oleh Pimpinan Kwartir

Nasional (atau oleh Pimpinan Kwartir Daerah untuk Dewan Kerja Daerah) serta memiliki pengetahuan dan wawasan memadai tentang kepramukaan, termasuk aspek sosial, budaya, dan diplomasi dalam kepramukaan.

3) Delegasi Anggota Dewasa atau Muda yang mengikuti conference atau summit atau kegiatan lain yang setara, serta untuk anggota regional committee dan sub-committee atau posisi lain yang setara; Delegasi Gerakan Pramuka terdiri atas Ketua Kwartir Nasional, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional, Wakil Ketua Kwartir Nasional, dan/atau Pimpinan/Pengurus Kwartir Nasional lainnya, serta Andalan Nasional, Anggota Majelis Pembimbing Nasional, Anggota Dewan Kerja Nasional, dan/atau Pembina/Anggota Dewasa dan Muda Gerakan Pramuka lainnya yang diminta/ditunjuk oleh Pimpinan Kwartir Nasional melalui Surat Keputusan atau Surat Tugas dari Kwartir Nasional.

(41)

4) Kwartir Nasional mendaftarkan delegasi kepada penyelenggara berdasarkan Surat Keputusan/Surat Tugas dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, serta memberikan pembekalan secara daring (virtual) atau luring (tatap muka) sebelum keberangkatan.

c. Bagi calon utusan kegiatan kepramukaan di luar negeri yang diikuti oleh utusan anggota Muda atau Dewasa, termasuk management course, leader trainers, invitation program, internship program, exchange program, regional workshop atau kegiatan lain yang setara;

1) Calon utusan harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana tertulis pada BAB IV Ayat 4, Ketentuan Umum Pedoman ini, serta persyaratan khusus lainnya.

2) Apabila seluruh atau sebagian biaya mengikuti kegiatan ditanggung oleh Kwartir Nasional, atau WOSM, atau sponsor, maka utusan berjanji membuat laporan kegiatan dan keuangan (berikut bukti-bukti pengeluaran) secara lengkap kepada pihak penanggung biaya (sponsor) sesuai jadwal yang ditetapkan atau 14 hari setelah kegiatan selesai dan utusan telah tiba kembali di tanah air.

3) Seleksi utusan dilakukan langsung oleh Pimpinan/Pengurus Kwartir Nasional serta Komisi dan/atau pemangku kepentingan yang terkait dengan kegiatan, berdasarkan persyaratan khusus dan jadwal yang

(42)

ditetapkan, serta sesuai dengan latar belakang, maksud dan tujuan, serta karakteristik kegiatan. Sebagai contoh: seleksi bagi calon utusan mengikuti Course for Leader Trainers (CLT) dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Nasional bersama Komisi Pembinaan Anggota Dewasa, dan seleksi bagi calon utusan mengikuti Management Course for Professional Scout and Scout Executive dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional bersama Sekretaris Pelaksana.

4) Kwartir Nasional mendaftarkan utusan kepada penyelenggara atau sponsor berdasarkan Surat Keputusan/Surat Tugas dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, serta memberikan pembekalan secara daring (virtual) atau luring (tatap muka) sebelum keberangkatan. d. Pendaftaran

1) Kwartir Nasional melakukan pendaftaran utusan Gerakan Pramuka, didahului korespondensi dan komunikasi intensif dengan APR-WOSM atau NSO atau organisasi mitra luar negeri penyelenggara kegiatan, agar proses pendaftaran berjalan lancar serta sesuai dengan persyaratan dan jadwal yang ditetapkan.

2) Untuk kegiatan-kegiatan tertentu, misalnya invitation program, internship program, exchange program, atau kegiatan lain yang setara/sejenis, maka Kwartir Nasional terlebih dahulu membuat Nota Kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) dengan NSO atau organisasi mitra luar negeri penyelenggara.

3) Dasar hukum melakukan pendaftaran sebuah kegiatan kepramukaan di luar negeri adalah: surat undangan atau edaran tentang suatu kegiatan, atau MoU dengan sebuah NSO, dan Surat Keputusan/Surat Tugas dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang memutuskan/ menetapkan nama-nama utusan.

(43)

2. CONTINGENT MANAGEMENT TEAM (CMT)

TIM PENGELOLA KONTINGEN

a. Untuk mengelola kontingen yang akan mengikuti kegiatan di luar ruangan dan terdiri utusan Anggota Muda dalam jumlah banyak seperti jamboree, moot, cuboree, Kwartir Nasional membentuk Tim Pengelola Kontingen (CMT), yang tugasnya memimpin, mengurus, mengatur, menjalankan, mengarahkan, mengendalikan serta membantu utusan dalam kontingen guna mencapai tujuan umum maupun khusus pengiriman utusan ke luar negeri (BAB III Pedoman).

b. CMT ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional, dengan komposisi serta perangkat pendukungnya bergantung pada kebutuhan dan anggaran yang tersedia, termasuk jumlah utusan dalam kontingen serta jenis dan tingkat program dan kegiatan yang diikuti.

c. Apabila dipandang perlu, sebelum pelaksanaan kegiatan, Kwartir Nasional dapat mengirim utusan dari unsur CMT untuk mengadakan survei lokasi kegiatan dan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait di negara penyelenggara.

(44)

d. CMT harus memenuhi syarat-syarat;

1) Syarat-syarat sebagaimana tertulis pada BAB IV Ayat 4, Ketentuan Umum Pedoman ini, serta persyaratan khusus lainnya.

2) Calon CMT (juga IST, Pembina Pendamping Pasukan dan Pembina Pendamping) harus memahami Jamboree Code of Conduct.

3) Tingkat kesehatan dan kebugaran jasmani dan rohani yang paripurna. 4) Fasih berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara lisan dan tulisan. 5) Memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai tentang

kepramukaan, termasuk aspek sosial, budaya, dan diplomasi dalam kepramukaan.

6) Memiliki kompetensi, kapabilitas, komitmen, pengalaman dan kecakapan sesuai dengan fungsi/bidang tugasnya.

7) Bersedia untuk bekerja bagi kontingen, sejak perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga membuat laporan dan evaluasi. e. CMT terdiri atas fungsi sebagai berikut;

1) Pimpinan Kontingen.

2) Pembina Pendamping Pasukan dan Pembina Pendamping Regu. 3) Sekretariat dan Administrasi.

4) Keuangan dan Kebendaharaan. 5) Perlengkapan dan Logistik. 6) Komunikasi, Informasi dan Humas. 7) Kesehatan dan Keselamatan. 8) Pameran dan Pagelaran. f. Deskripsi Tugas Pokok

1) Pimpinan Kontingen

a) Bertanggungjawab kepada Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

b) Memimpin kontingen sejak perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga laporan dan evaluasi.

(45)

c) Berkomunikasi secara berkesinambungan dengan Wakil Ketua Kwartir Nasional/Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri dan Wakil Ketua Kwartir Nasional/Ketua Komisi Pembinaan Anggota Muda, panitia penyelenggara kegiatan, para pendukung kontingen, termasuk Kementerian/Lembaga Pemerintah Republik Indonesia, Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, Gugus Depan Gerakan Pramuka di Luar Negeri, Diaspora Indonesia, mitra dan sponsor,

d) Membangun kerja sama dan integritas bersama CMT, IST serta Pembina Pendamping Pasukan dan Pembina Pendamping. 2) Pembina Pendamping Pasukan dan Pembina Pendamping Regu

a) Sebagai jembatan dan ujung tombak komunikasi dan informasi setiap saat antara CMT dengan seluruh anggota regu,

b) Mengarahkan, memotivasi dan mendampingi agar seluruh anggota regu berpartisipasi dalam semua mata kegiatan.

c) Berkomunikasi dan berkolaborasi dengan fungsi lainnya secara berkesinambungan untuk mendukung PinKon.

d) Membuat laporan dan evaluasi. 3) Sekretariat dan Administrasi

a) Merencanakan, melaksanakan dan mengelola korespondensi dan tata laksana administrasi.

b) Merencanakan, menyiapkan dan mengelola Contingent Headquarter, buku saku dan piagam penghargaan dibantu fungsi Kominfo. c) Merencanakan, memesan dan mengelola tiket pesawat dari biro

perjalanan yang dipilih dan ditunjuk Kwartir Nasional, dibantu Keuangan dan Logistik.

d) Merencanakan dan melaksanakan pelunasan jamboree fee dan biaya-biaya lain terkait dengan panitia penyelenggara, dibantu oleh Keuangan dan Kebendaharaan.

(46)

e) Menyelesaikan semua permintaan dan persyaratan administratif dari panitia penyelenggara maupun pihak lain, termasuk memastikan kelancaran proses pengurusan visa.

f) Berkomunikasi dan berkolaborasi dengan fungsi lainnya secara berkesinambungan untuk mendukung Pimpinan Kontingen. g) Membuat laporan dan evaluasi.

4) Keuangan dan Kebendaharaan

a) Merencanakan, menyusun dan mengawasi pelaksanaan Rencana Anggaran Belanja.

b) Membantu Sekretariat dalam menyelesaikan pembayaran jamboree fee dan biaya-biaya lain terkait dengan panitia penyelenggara. c) Membantu Sekretariat dalam menyelesaikan pembayaran biaya

pembelian tiket pesawat dari biro perjalanan.

d) Berkolaborasi dengan Logistik dan Perlengkapan dalam menyelesaikan pembayaran biaya perlengkapan dan logistik kepada pemasok atau mitra Kwartir Nasional.

e) Menatalaksanakan uang dan menyelesaikan pembayaran, termasuk biaya pengurusan visa.

f) Berkomunikasi secara berkesinambungan dan bekerja sama bersama fungsi lainnya dalam mendukung Pimpinan Kontingen. g) Membuat laporan dan evaluasi.

5) Perlengkapan dan Logistik

a) Merencanakan, mengadakan, melaksanakan dan mengelola kebutuhan perlengkapan dan logistik, termasuk untuk Contingent Headquarter, kesehatan dan keselamatan, Indonesia Day, Pameran, Global Development Village, Cultural Day, Carnival Day, dan pagelaran budaya sehari-hari di Camp Site.

b) Memastikan agar semua perlengkapan tersedia secara utuh dan dalam kondisi baik, sejak keberangkatan hingga kepulangan.

(47)

c) Membantu Keuangan dalam menyelesaikan pembayaran untuk pembelian perlengkapan dan logistik kepada pemasok atau mitra Kwartir Nasional.

d) Berkomunikasi dan bekerja sama dengan biro perjalanan untuk mengatur seluruh perjalanan kontingen, termasuk transportasi bagasi dan perlengkapan kontingen.

e) Berkomunikasi dan bekerja sama dengan fungsi lainnya secara berkesinambungan untuk mendukung Pimpinan Kontingen. f) Membuat laporan dan evaluasi.

6) Komunikasi, Informasi, dan Humas

a) Merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, dan mengelola strategi komunikasi, informasi, publikasi, dan kehumasan, dengan memanfaatkan media sosial maupun media cetak dan elektronik, dengan melibatkan dan memberdayakan seluruh potensi anggota kontingen.

(48)

b) Sasaran dan targetnya adalah internal maupun eksternal Gerakan Pramuka, melalui kerja sama dengan media arus utama (mainstream) di Indonesia maupun di negara tempat kegiatan, panitia penyelenggara, pendukung kontingen termasuk Kementerian/ Lembaga Pemerintah Republik Indonesia, Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, Gugus Depan Gerakan Pramuka di Luar Negeri, Diaspora Indonesia, mitra dan sponsor, juga orang tua, untuk memelihara citra positif Gerakan Pramuka.

c) Selain pembuatan akun media sosial, dikelola pula standar postingan, hashtag, tema, dan buku saku dan piagam penghargaan bersama fungsi Sekretariat.

d) Mempublikasikan kegiatan kontingen yang layak siar sejak perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga laporan dan evaluasi.

e) Merencanakan dan menyiapkan agar Contingent Headquarter, Camp Site dan Indonesia Day menjadi ramah pengunjung dan komunikatif.

f) Mendokumentasikan seluruh kegiatan baik foto maupun video. g) Berkomunikasi dan berkolaborasi secara berkesinambungan

dengan fungsi lainnya untuk mendukung Pimpinan Kontingen, serta atas arahan dan instruksi Pimpinan Kontingen bertindak sebagai juru bicara kontingen.

h) Membuat laporan dan evaluasi, termasuk menerbitkan buku laporan perjalanan.

7) Kesehatan dan Keselamatan

a) Merencanakan, menyiapkan, dan mengelola langkah aksi dan kebutuhan untuk menjaga kesehatan, kebugaran dan keselamatan kontingen, serta meminimalisir kecelakaan dan gangguan penularan penyakit, berdasarkan pengumpulan informasi dan analisa atas risiko dan potensi gangguan kesehatan dan keselamatan.

(49)

b) Merencanakan dan menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi yang memiliki mitra/agen pelayanan di negara tempat kegiatan.

c) Turut mengawasi disiplin penerapan protokol kesehatan dari WHO (World Health Organization) maupun dari otoritas kesehatan setempat, serta penerapan SfH (Safe from Harm).

d) Berkomunikasi dan berkolaborasi dengan fungsi lainnya secara berkesinambungan untuk mendukung Pimpinan Kontingen. e) Membuat laporan dan evaluasi.

8) Pameran dan Pagelaran

a) Menyusun konsep, merencanakan dan menyiapkan kegiatan khusus, termasuk Indonesia Day, Pameran, Global Development Village, Cultural Day, Carnival Day, dan pagelaran budaya sehari-hari di Camp Site, untuk mempromosikan Gerakan Pramuka dan Indonesia.

b) Bekerja sama dengan fungsi komunikasi, informasi dan hubungan masyarakat dalam membuat arena Pameran, serta Contingent Headquarter dan Camp Site menjadi ramah pengunjung dan komunikatif, dengan melibatkan pendukung kontingen termasuk Kementerian/Lembaga Pemerintah Republik Indonesia, Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, Gugus Depan Gerakan Pramuka di Luar Negeri, Diaspora Indonesia, mitra dan sponsor.

c) Unsur-unsur penampilan pada arena Pameran, serta Contingent Headquarter, Camp Site dan Indonesia Day:

• Identitas Republik Indonesia: bendera Merah Putih, lambang negara dan foto Kepala dan Wakil Kepala Negara, peta wilayah RI dan tujuan wisata Indonesia.

• Identitas Gerakan Pramuka: bendera dan lambang, infografis profil, visi dan misi (dalam Bahasa Inggris), seragam dan tanda pengenal, foto-foto berbagai kegiatan termasuk Aksi Pramuka Peduli, dan lain-lain.

(50)

• Gelar seni, budaya dan kuliner Indonesia: baju adat, makanan, minuman, cemilan, pagelaran seni, permainan tradisional, alat musik tradisional, dimana pengunjung dapat menikmati, mencoba, atau memainkan.

• Menyediakan souvenir atau giveaways cuma-cuma atau melalui permainan, misalnya brosur, gantungan kunci, badge, alat tulis, dll.

• Menyiapkan buku tamu, berisi: nama lengkap, posisi/jabatan, NSO, e-mail, akun sosial media, pesan dan kesan terhadap Indonesia.

d) Berkomunikasi dan berkolaborasi dengan fungsi lainnya secara berkesinambungan untuk mendukung Pimpinan Kontingen. e) Membuat laporan dan evaluasi.

3. INTERNATIONAL SERVICE TEAM (IST)

TIM PELAYANAN INTERNASIONAL

a. Peranan IST

D

alam kegiatan di luar ruangan seperti jamboree atau moot yang diikuti puluhan ribu peserta, maka panitia penyelenggara selalu merekrut ribuan sukarelawan anggota Muda dan Dewasa dari mancanegara menjadi IST, sebagai ujung tombak pelayanan kepada para peserta.

IST melayani peserta di semua bidang kegiatan, termasuk mengelola program dan kegiatan, fasilitas perkemahan, sarana-prasarana di bumi perkemahan, mengatur transportasi, serta mengelola perlengkapan umum dan khusus. Bagi seorang IST, ini merupakan pengalaman dan pelajaran hidup yang sangat bermanfaat, walaupun bekerja secara relawan, bahkan harus membayar jamboree fee dan membeli tiket pesawat sendiri. Para IST harus siap dan ikhlas untuk bekerja dengan sangat keras dan melelahkan, kadangkala hingga larut malam, serta bersedia berperan dalam memberikan semangat dan motivasi para peserta, yaitu peserta didik dalam kepramukaan.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mengetahui fluktuasi perubahan bobot serasah lantai hutan selama proses dekomposisi dan kecepatan dekomposisi serasah lantai

maka pada penelitian ini dilakukan ekstraksi senyawa bioaktif inhibitor tirosinase dari kulit batang Artocarpus heterophyllus Lamk menggunakan pelarut air dan campuran air :

Zirconia merupakan bahan keramik yang mempunyai sifat mekanis baik dan banyak digunakan sebagai media untuk meningkatkan ketangguhan retak bahan keramik lain diantaranya

Turbin pelton atau biasa disebut turbin impuls adalah suatu alat yang bekerja untuk merubah energi kinetik air yang diakibatkan karena adanya energi potensial yang dimiliki oleh

untuk mengetaui nilai arus# tegangan# !an ambatan &#34;a!a rangkaian. Pra Prakti ktikka kkan n )ug )uga a mem memba$ ba$a a nil nilai ai am&#34; am&#34;erem eremeter eter

Agenda Clustering Requirement untuk clustering Tipe data dalam cluster analysis Interval-scale variable Binary variable Nominal variable Ordinal variable Ratio-scaled

16 Tombol Cari Dapat menampilkan thread dari kata yang dicari 17 Textbox pencarian kata Member dapat mengetikkan kata yang ingin dicari 18 Hyperlink Judul thread Dapat

Menurut Mulyani (2016:55) menyatakan bahwa “Activity Diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur kerja (aktivitas) pada use case (proses), logika,