• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Negatif Radiasi Bagi Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dampak Negatif Radiasi Bagi Kesehatan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

BAB 1

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Perkembangan teknologi yang sangat pesat dewasa kini, membuat Perkembangan teknologi yang sangat pesat dewasa kini, membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah dan praktis. Perkembangan ini juga kehidupan kita menjadi lebih mudah dan praktis. Perkembangan ini juga diiringi dengan munculnya perangkat elektronik yang semakin canggih. diiringi dengan munculnya perangkat elektronik yang semakin canggih. Dahulu, orang tua kita belum mengenal televisi, kini perkembangan Dahulu, orang tua kita belum mengenal televisi, kini perkembangan televisi sudah sangat canggih. Dahulu, untuk mengirimkan pesan televisi sudah sangat canggih. Dahulu, untuk mengirimkan pesan menggunakan sandi

menggunakan sandi  –  –   sandi seperti sandi Morse. Kini, hanya dengan  sandi seperti sandi Morse. Kini, hanya dengan telepon genggam kita dapat berkomunikasi dengan kerabat kita dengan telepon genggam kita dapat berkomunikasi dengan kerabat kita dengan  jarak yang sangat jauh, bahkan antar benu

 jarak yang sangat jauh, bahkan antar benua.a.

Perkembangan perangkat elektronik seperti televisi, telepon, Perkembangan perangkat elektronik seperti televisi, telepon, komputer, dan perangkat elektronik lainnya ternyata menimbulkan komputer, dan perangkat elektronik lainnya ternyata menimbulkan masalah baru. Perangkat elektronik ini melahirkan permasalahan seperti masalah baru. Perangkat elektronik ini melahirkan permasalahan seperti yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah mengenai radiasi. Radiasi yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah mengenai radiasi. Radiasi dapat di artikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel dapat di artikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang.

atau gelombang.

Dalam Ilmu Fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses dimana Dalam Ilmu Fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses dimana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Orang awam sering menghubungkan kata radiasi ionisasi oleh benda lain. Orang awam sering menghubungkan kata radiasi ionisasi misal, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir, reaktor nuklir, dan zat misal, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir, reaktor nuklir, dan zat radioaktif. Radiasi juga dapat merujuk kepada radiasi elektromagnetik radioaktif. Radiasi juga dapat merujuk kepada radiasi elektromagnetik yaitu gelombang radio, cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra yaitu gelombang radio, cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra violet, dan x-ray. Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi violet, dan x-ray. Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi memancarkan, yaitu bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah dari memancarkan, yaitu bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah dari suatu sember.

suatu sember.

Radiasi menimbulkan beberapa efek negatif bagi kesehatan Radiasi menimbulkan beberapa efek negatif bagi kesehatan manusia. Dalam jangka pendek mungkin kita tidak bisa merasakan efek manusia. Dalam jangka pendek mungkin kita tidak bisa merasakan efek

(2)

negatif dari radiasi. Dampak radiasi muncul setelah hal ini berlangsung negatif dari radiasi. Dampak radiasi muncul setelah hal ini berlangsung lama. Radiasi dapat menyerang beberapa organ tubuh manusia, salah lama. Radiasi dapat menyerang beberapa organ tubuh manusia, salah satunya otak dan ada beberapa hal lainnya yang dapat mengganggu satunya otak dan ada beberapa hal lainnya yang dapat mengganggu kehidupan manusia.

kehidupan manusia.

Oleh karena itu, kami mengharapkan setelah penyampaian makalah Oleh karena itu, kami mengharapkan setelah penyampaian makalah ini pembaca atau pendengar dapat mengetahui bahaya atau dampak negatif ini pembaca atau pendengar dapat mengetahui bahaya atau dampak negatif dari radiasi dan mengetahui cara untuk menghindari dampak negatif dari dari radiasi dan mengetahui cara untuk menghindari dampak negatif dari radiasi.

radiasi.

B.

B. Identifikasi MasalahIdentifikasi Masalah Aktifitas sehari

Aktifitas sehari  –  –   hari manusia tidak akan pernah terlepas dengan  hari manusia tidak akan pernah terlepas dengan  perangkat

 perangkat elektronik elektronik untuk untuk menjalankan menjalankan tugas tugas dan dan kewajibannya kewajibannya sepertiseperti telepon genggam, komputer dan laptop. Tidak jarang ditemui, banyak telepon genggam, komputer dan laptop. Tidak jarang ditemui, banyak orang menghabiskan waktunya di depan layar monitor televisi, telepon orang menghabiskan waktunya di depan layar monitor televisi, telepon genggam, komputer atau laptop, baik untuk mengerjakan tugas, genggam, komputer atau laptop, baik untuk mengerjakan tugas, mempelajari aplikasi baru, bermain

mempelajari aplikasi baru, bermain game, game, atau membuat desain.atau membuat desain. Disadari atau tidak, ternyata berlama

Disadari atau tidak, ternyata berlama –  –  lama menggunakan telepon lama menggunakan telepon genggam, terlalu lama di depan layar televisi, komputer atau laptop genggam, terlalu lama di depan layar televisi, komputer atau laptop memberikan dampak tertentu.

memberikan dampak tertentu.

Masih banyak orang belum mengetahui dampak negatif dari radiasi Masih banyak orang belum mengetahui dampak negatif dari radiasi terhadap penggunaan perangkat elektronik dan dari mana sumber radiasi terhadap penggunaan perangkat elektronik dan dari mana sumber radiasi tersebut berasal, serta bagaimana cara pencegahannya.

tersebut berasal, serta bagaimana cara pencegahannya.

C.

C. Rumusan MasalahRumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang makalah yang dibuat, maka kami Bertitik tolak dari latar belakang makalah yang dibuat, maka kami merumuskan permasalahan sebagai berikut :

merumuskan permasalahan sebagai berikut : 1.

1. Apakah yang disebut dengan radiasi.Apakah yang disebut dengan radiasi. 2.

2. Apa saja sumberApa saja sumber –  –  sumber dari radiasi. sumber dari radiasi. 3.

3. Dampak negatif dari radiasi perangkat elektronik terhadapDampak negatif dari radiasi perangkat elektronik terhadap kesehatan.

(3)

4. Bagaimana cara pencegahan dari bahaya radiasi perangkat elektronik.

D. Tujuan Penulisan

Pembuatan makalah ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan  –  tujuan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dalam mengetahui dampak negatif radiasi terhadap penggunaan perangkat elektronik sebagai  berikut :

1. Mengetahui apakah yang disebut dengan radiasi.

2. Mengetahui apa saja sumber  –   sumber yang menyebabkan radiasi.

3. Mengetahui dampak negatif dari radiasi perangkat elektronik terhadap kesehatan.

4. Mengetahui cara pencegahan dari bahaya radiasi perangkat elektronik.

(4)

BAB 2

DASAR TEORI

A. Definisi Radiasi

Dalam Ilmu Fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses dimana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Orang awam sering menghubungkan kata radiasi ionisasi misal, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir, reaktor nuklir, dan zat radioaktif. Radiasi juga dapat merujuk kepada radiasi elektromagnetik yaitu gelombang radio, cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra violet, dan x-ray.

Dengan kata lain radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik atau cahaya (foton)  dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, telepon genggam, dan yang lainnya. Radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan  foton  adalah jenis radiasi yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misal adalah Gamma dan sinar  –   X, dan juga termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar dan telepon genggam. Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi memancarkan, yaitu  bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah dari suatu sember.

(5)

Radiasi terdiri dari beberapa jenis dan setiap jenis radiasi tersebut memiliki panjang gelombang yang berbeda.

1. Ditinjau dari massanya radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel.

a. Radiasi elektromagnetik adalah radiasi yang tidak memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, sinar-X, sinar gamma dan sinar kosmik.

 b. Radiasi partikel adalah radiasi yang memiliki massa terukur, misalnya partikel beta, alfa, dan neutron. Partikel  beta dengan simbol -1β0 menunjukkan bahwa jumlah massa dari radiasi tersebut adalah 0 dan jumlah muatannya adalah 1 negatif. Partikel alfa dengan simbol 2α4 menunjukkan bahwa partikel ini memiliki massa sebesar 4 satuan massa atom (sma) dengan jumlah muatan sebesar  positif 2. Sedangkan partikel neutron dengan simbol 0n1 menunjukkan jumlah massa dari neutron adalah 1 sma dan  jumlah muatannya adalah 0

2. Ditinjau dari muatan listriknya, radiasi terbagi menjadi radiasi non pengion dan pengion.

a. Radiasi non-pengion adalah radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi. Termasuk ke dalam radiasi non- pengion adalah gelombang radio, gelombang mikro,

inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet.

 b. Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak suatu materi, akan muncul partikel  bermuatan listrik yang disebut ion. Peristiwa terjadinya ion ini disebut ionisasi. Ion-ion hasil ionisasi ini dapat menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan/materi, termasuk benda hidup, yang berinteraksi oleh radiasi. Radiasi pengion terkadang disebut juga sebagai radiasi

(6)

atom atau radiasi nuklir. Yang termasuk ke dalam radiasi  pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta  partikel beta, alfa dan neutron. Partikel beta, alfa dan neutron dapat menimbulkan ionisasi secara langsung. Sedangkan sinar-x, sinar gamma dan sinar kosmik, meskipun tidak memiliki massa dan muatan listrik, juga termasuk golongan radiasi pengion karena dapat menimbulkan ionisasi secara tidak langsung.

C. Sumber Radiasi

Radiasi berada di mana-mana, karena sumber radiasi tersebar di mana saja di alam semesta, baik yang terjadi secara alami (sumber radiasi alam) maupun yang terjadi karena aktivitas manusia (sumber radiasi  buatan). Sumber radiasi alam sudah ada sejak alam semesta terbentuk, dan radiasi yang dipancarkan oleh sumber alam ini disebut radiasi latar  belakang. Sedangkan sumber radiasi buatan baru diproduksi di abad 20,

tetapi telah memberikan paparan secara signifikan kepada manusia.

Setiap manusia terkena radiasi dari alam (radiasi latar belakang) yang merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak  bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif atau yang tidak menerima radiasi berkaitan dengan kedokteran atau kesehatan. Radiasi latar belakang yang diterima oleh seseorang dapat berasal dari empat sumber utama, yaitu sebagai berikut :

1. Sumber Radiasi Kosmik

Radiasi kosmik berasal dari angkasa luar, sebagian berasal dari ruang antarbintang dan matahari. Radiasi kosmik ini terdiri dari partikel dan sinar berenergi tinggi dan berinteraksi dengan nuklida-nuklida stabil di atmosfir membentuk nuklida radioaktif seperti C-14, Be-7, Na-22, dan H-3. Radionuklida yang terjadi karena interaksi nuklida dengan radiasi kosmik ini disebut radionuklida Cosmogenic .

(7)

Atmosfir bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Tingkat radiasi dari sumber kosmik ini  bergantung kepada ketinggian, yaitu radiasi yang diterima akan semakin besar apabila posisinya semakin tinggi dari permukaan laut. Karena itu seseorang akan menerima lebih banyak radiasi kosmik apabila berada di puncak gunung atau ketika berpergian dengan pesawat terbang daripada di permukaan laut. Tingkat radiasi yang diterima seseorang bergantung juga kepada garis lintangnya di bumi, karena radiasi kosmik ini dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Oleh karena medan magnet bumi kuat di daerah kutub, maka radiasi yang diterima di kutub lebih kecil daripada di daerah katulistiwa.

2. Sumber Radiasi Terestrial (Primordial)

Radiasi terestrial secara natural dipancarkan oleh radionuklida di dalam kerak bumi, dan radiasi ini dipancarkan oleh radionuklida yang disebut  primordial  dengan waktu paro  berorde milyar tahun. Radionuklida ini ada sejak terbentuknya  bumi. Radionuklida yang ada dalam kerak bumi terutama adalah Uranium-238. Peluruhan Uranium-238 menghasilkan deret nuklida turunan yang berakhir dengan nuklida stabil Pb-206 (disebut deret uranium), Uranium-235 menghasilkan deret turunan yang berakhir dengan unsur stabil Pb-207 (disebut deret actinium) dan Thorium-232 menghasilkan deret turunan yang berakhir dengan unsur stabil Pb-208 (disebut deret thorium).

Radiasi terestrial terbesar yang diterima manusia berasal dari Radon (Radon-222) dan Thoron (Radon-220). Kedua radionuklida ini berbentuk gas dan bisa merembes keluar dari  bumi atau bahan bangunan tempat tinggal.

Tingkat radiasi yang diterima seseorang dari radiasi terestrial ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain

(8)

tergantung kepada konsentrasi sumber radiasi di dalam kerak  bumi. Ada beberapa tempat di bumi yang memiliki tingkat radiasi di atas rata-rata seperti Pocos de Caldas dan Guarapari (Brazil), Kerala dan Tamil Nadu (India) dan Ramsar (Iran).

3. Sumber Radiasi Dalam Tubuh Manusia

Sumber radiasi alam yang lain adalah radionuklida yang ada di dalam tubuh manusia. Sumber radiasi ini berada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan atau masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman, pernafasan, atau luka. Radiasi internal ini terutama diterima dari radionuklida C-14, H-3, K-40, radon. Selain itu masih ada sumber lain seperti Pb-210 dan Po-210 yang berasal dari ikan dan kerang-kerangan. Buah-buahan biasanya mengandung unsur K-40. Secara alami di dalam tulang kita terdapat polonium dan radium radioaktif, otot mengandung karbon radioaktif dan kalium radioaktif, di dalam paru terdapat gas mulia radioaktif dan tritium. Zat-zat ini dan banyak zat lainnya secara terus menerus memancarkan radiasi dan menyinari tubuh kita dari dalam.

4. Radiasi Buatan

Radiasi buatan adalah radiasi yang timbul karena atau  berhubungan dengan kegiatan manusia seperti penyinaran di  bidang medis, jatuhan radioaktif, radiasi yang diperoleh pekerja radiasi di fasilitas nuklir, radiasi yang berasal dari kegiatan di  bidang industry seperti radiografi, logging, pabrik lampu, dan

sebagainya.

a. Radionuklida buatan

Dewasa ini telah banyak sekali unsur radioaktif  berhasil dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti

(9)

antara nuklida yang tidak radioaktif dengan neutron (reaksi fisi di dalam reaktor atom), aktivasi neutron, atau berdasarkan penembakan nuklida yang tidak radioaktif dengan partikel atau ion cepat (di dalam alat-alat pemercepat partikel, misalnya akselerator atau siklotron). Radionuklida buatan ini bisa memancarkan  jenis radiasi alpha, beta, gamma dan neutron. Pada saat ini radionuklida (radioisotop) buatan tersebut telah  banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, misalnya di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, industri, dan sebagainya.

 b. Pesawat Sinar –  X

Setelah ditemukannya sinar-X oleh Wilhelm Roentgen pada tahun 1895, dewasa ini pemakaian  pembangkit atau pesawat sinar-X di bidang industri maupun di bidang kedokteran semakin meningkat. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa sinar-X dihasilkan oleh tabung sinar-X yaitu tabung gelas hampa udara yang dilengkapi dengan dua buah elektroda, yaitu anoda (target) dan katoda. Sebagai akibat interaksi antara elektron cepat yang dipancarkan dari katoda ke target dihasilkan sinar-X dari permukaan target.

c. Reaktor Nuklir

Mekanisme utama yang terjadi dalam reaktor nuklir adalah pembelahan inti. Dari mekanisme proses tersebut terlihat bahwa setiap reaksi pembelahan akan menghasilkan lebih dari satu neutron baru (terjadi multiplikasi neutron) yang akan menyebabkan  pembelahan selanjutnya. jika di sekitarnya terdapat inti dapat belah yang lain. Proses demikian ini berlangsung

(10)

terus dan disebut proses Reaksi Berantai. Dalam reaktor nuklir, proses pembelahan ini tidak dibiarkan  berlangsung secara bebas seperti pada bom atau senjata

nuklir, tetapi dikendalikan. d. Radiasi Elektromagnetik

Tanpa disadari bahwa barang elektronik menghasilkan radiasi. Pada kenyataannya sekarang ini manusia tidak bias lepas dari teknologi elektronik. Hampir semua kegiatan manusia selalu berkaitan dengan barang elektronik. Komputer, laptop, telepon genggam merupakan barang barang yang menemani aktivitas manusia. Namun banyak orang yang tidak sadar bahwa barang barang tersebut juga menghasilkan radiasi.

Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Cahaya tampak adalah salah satu  bentuk radiasi elektromagnetik.

Medan elektromagnetik listrik merupakan gelombang yang dihasilkan oleh adanya sumber arus dan tegangan. Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh sumber listrik dibedakan atas medan listrik dan medan magnet. Medan listrik diberi besaran volt per meter atau kilovolt per meter, yang  bersumber dari adanya tegangan listrik; sedangkan medan magnet diberi besaran Tesla yang berasal dari sumber arus yang mengalir.

Medan listrik adalah suatu medan atau ruangan yang dapat menimbulkan gaya pada partikel di dalam medan tersebut. Medan listrik dapat timbul karena

(11)

adanya partikel yang bermuatan listrik, sehingga medan listrik mempunyai arah sesuai dengan jenis muatan listrik penyebabnya, positif atau negatif. Medan listrik dari sumber tegangan bolak-balik akan mempunyai arah  bolak-balik juga. Suatu kawat penghantar yang  bertegangan dan dialiri oleh arus listrik, akan dilingkupi medan elektromagnetik dengan garis-garis medan.

D. Dampak Radiasi

Jika radiasi mengenai tubuh manusia, ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi: berinteraksi dengan tubuh manusia, atau hanya melewati saja. Jika berinteraksi, radiasi dapat mengionisasi atau dapat pula mengeksitasi atom. Setiap terjadi proses ionisasi atau eksitasi, radiasi akan kehilangan sebagian energinya. Energi radiasi yang hilang akan menyebabkan peningkatan temperatur (panas) pada bahan (atom) yang  berinteraksi dengan radiasi tersebut. Dengan kata lain, semua energi radiasi yang terserap di jaringan biologis akan muncul sebagai panas melalui peningkatan vibrasi (getaran) atom dan struktur molekul. Ini merupakan awal dari perubahan kimiawi yang kemudian dapat mengakibatkan efek biologis yang merugikan.

Setidaknya ada dua cara bagaimana radiasi dapat mengakibatkan kerusakan pada sel. Pertama, radiasi dapat mengionisasi langsung molekul DNA sehingga terjadi perubahan kimiawi pada DNA. Kedua, perubahan kimiawi pada DNA terjadi secara tidak langsung, yaitu jika DNA  berinteraksi dengan radikal bebas hidroksil. Terjadinya perubahan kimiawi  pada DNA tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menyebabkan efek biologis yang merugikan, misalnya timbulnya kanker maupun kelainan genetik.

(12)

Pada dosis rendah, misalnya dosis radiasi latar belakang yang kita terima sehari-hari, sel dapat memulihkan dirinya sendiri dengan sangat cepat. Pada dosis lebih tinggi (hingga 1 Sv), ada kemungkinan sel tidak dapat memulihkan dirinya sendiri, sehingga sel akan mengalami kerusakan  permanen atau mati. Sel yang mati relatif tidak berbahaya karena akan diganti dengan sel baru. Sel yang mengalami kerusakan permanen dapat menghasilkan sel yang abnormal ketika sel yang rusak tersebut membelah diri. Sel yang abnormal inilah yang akan meningkatkan risiko tejadinya kanker pada manusia akibat radiasi.

Efek radiasi terhadap tubuh manusia bergantung pada seberapa  banyak dosis yang diberikan, dan bergantung pula pada lajunya, apakah diberikan secara akut (dalam jangka waktu seketika) atau secara gradual (sedikit demi sedikit).

Selain bergantung pada jumlah dan laju dosis, setiap organ tubuh mempunyai kepekaan yang berlainan terhadap radiasi, sehingga efek yang ditimbulkan radiasi juga akan berbeda.

Efek radiasi yang langsung terlihat ini disebut Efek Deterministik. Efek ini hanya muncul jika dosis radiasinya melebihi suatu batas tertentu, disebut Dosis Ambang.

Efek deterministik bisa juga terjadi dalam jangka waktu yang agak lama setelah terkena radiasi, dan umumnya tidak berakibat fatal. Sebagai contoh, katarak dan kerusakan kulit dapat terjadi dalam waktu beberapa minggu setelah terkena dosis radiasi 5 Sv atau lebih.

Jika dosisnya rendah, atau diberikan dalam jangka waktu yang lama (tidak sekaligus), kemungkinan besar sel-sel tubuh akan memperbaiki dirinya sendiri sehingga tubuh tidak menampakkan tanda-tanda bekas terkena radiasi. Namun demikian, bisa saja sel-sel tubuh sebenarnya mengalami kerusakan, dan akibat kerusakan tersebut baru muncul dalam jangka waktu yang sangat lama (mungkin berpuluh-puluh

(13)

tahun kemudian), dikenal juga sebagai periode laten. Efek radiasi yang tidak langsung terlihat ini disebut Efek Stokastik.

Efek stokastik ini tidak dapat dipastikan akan terjadi, namun  probabilitas terjadinya akan semakin besar apabila dosisnya juga  bertambah besar dan dosisnya diberikan dalam jangka waktu seketika. Efek stokastik ini mengacu pada penundaan antara saat pemaparan radiasi dan saat penampakan efek yang terjadi akibat pemaparan tersebut. Kecuali untuk leukimia yang dapat berkembang dalam waktu 2 tahun, efek  pemaparan radiasi tidak memperlihatkan efek apapun dalam waktu 20

tahun atau lebih.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Potensi Gangguan Kesehatan Akibat Radiasi

Menurut IN IRC (International Non Ionizing Radiation Committee) dari  International Radiation Protection Association (IRPA), nilai medan listrik dan medan magnet yang merupakan ciri kondisi pajanan tidak terganggu (unperturbed electric and magnetic fields) ialah medan yang apabila semua benda dihilangkan, karena medan listrik pada umumnya akan terganggu jika berada di dekat permukaan suatu benda.

1. Electrical sensitivity

Sebenarnya telah lama timbul kekhawatiran pada masyarakat akan efek negatif radiasi elektromagnetik terhadap kesehatan, terutama dengan semakin berkembangnya pemanfaatan sumber radiasi nonpengion. Sumber radiasi nonpengion buatan manusia antara lain  jaringan listrik tegangan tinggi maupun ekstra tinggi, laser, radar, microwave oven, ponsel, dan sebagainya. Jarang disadari bahwa ris iko  paling tinggi dari sumber radiasi nonpengion justru berasal dari alam,

(14)

Potensi gangguan kesehatan yang timbul akibat pajanan medan elektromagnetik dapat terjadi pada berbagai sistem tubuh, antara lain: (1) sistem darah, (2) sistem reproduksi, (3) sistem saraf, (4) sistem kardiovaskular, (5) sistem endokrin, (6) psikologis, dan (7) hipersensitivitas. Sedangkan manifestasi dari hipersensitivitas dikenal  pula dengan istilah electrical sensitivity, yang menggambarkan gangguan fisiologis berupa tanda dan gejala neurologis maupun kepekaan terhadap medan elektromagnetik, dengan gejala-gejala yang khas (Riedlinger, 2004).

Gejala-gejala yang menunjukkan adanya electrical sensitivity sebenarnya banyak sekali, tetapi yang khas antara lain berupa sakit kepala (headache), pening (dizziness), keletihan (fatigue). Tanda dan gejala lain yang dapat dijumpai, misalnya, jantung berdebar-debar (cardiac palpitations), gangguan tidur (sleep disturbances), gangguan konsentrasi (difficulty in concentrating), rasa mual dan gangguan  pencernaan lain (nausea and digestive problems) yang tidak jelas  penyebabnya, telinga berdenging (tinnitus), muka terbakar (facial  burning), dan kulit meruam (rashes), kejang otot (muscle spasme), kebingungan (confusion), serta gangguan kejiwaan berupa depresi (depression) (Rea, 1991; Bergdahl, 1995; Grant, 1995).

2. Peran Hormon Melatonin

Penyebab timbulnya gejala dan berbagai keluhan tersebut sangat kompleks dan multifaktor karena dapat menyertai berbagai penyakit. Teori terbaru tentang metabolisme hormon melatonin dan  pengaruhnya terhadap timbulnya berbagai gejala dan perubahan suasana hati diharapkan dapat menjelaskan mengapa pajanan medan elektromagnetik dapat menimbulkan berbagai gejala tersebut (Sandyk, 1993).

Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin) adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yang terletak di antara kedua sisi otak. Hanya

(15)

sebagian kecil dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon melatonin dapat dipacu oleh gelap dan hening serta dihambat oleh sinar yang terang maupun medan elektromagnetik (Zhdanova, 1995). Melatonin diproduksi dalam jumlah besar sekali pada orang muda, untuk kemudian menurun setelah usia 40 tahun. Penurunan produksi hormon ini menyebabkan berbagai keluhan yang lebih banyak dialami oleh usia tua dibandingkan dengan usia muda.

Beberapa gejala yang dapat timbul berkaitan dengan hormon melatonin, antara lain, sukar tidur (insomnia), gangguan pada irama sirkadian, jet lag, serta berbagai gejala lain. Gejala-gejala tersebut  berkaitan dengan perubahan metabolisme hormon melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal. Gejala-gejala tersebut terutama timbul bila produksi hormon melatonin berkurang (Dollins, 1994).

Produksi hormon melatonin bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga menyebabkan orang mudah tidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Cahaya maupun pajanan medan elektromagnetik dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan, termasuk sakit kepala, pening, dan keletihan.

B. Upaya Pencegahan Radiasi

Electrical sensitivity merupakan salah satu penyakit lingkungan. Bagaimana pun penyakit lingkungan yang diderita oleh manusia bukan semata-mata berasal dari radiasi elektromagnetik semata. Banyak polutan yang berupa gas buang dari kendaraan bermotor, industri, maupun aktivitas manusia yang lain berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Jadi, sulit memprediksi apakah berbagai keluhan yang timbul itu semata-mata hanya berasal dari radiasi elektromagnetik.

(16)

Meskipun demikian, di samping tetap memerhatikan prosedur tetap penggunaan berbagai peralatan yang berisiko menimbulkan radiasi elektromagnetik, ada beberapa hal yang dapat memperkecil risiko gangguan kesehatan, antara lain:

Dalam menggunakan peralatan elektronik apa pun, misalnya komputer, televisi, dan hair dryer, sebaiknya dengan membuat jarak sejauh mungkin dari sumber pajanan, sedangkan waktu kontak diusahakan seminimal mungkin. Meskipun microwave oven hanya memerlukan waktu sangat pendek untuk memanaskan makanan, dalam  prosesnya jangan ditunggu apalagi dalam jarak sangat dekat. Alat ini

menghasilkan energi foton yang sangat besar dan berisiko mengganggu kesehatan apabila tidak mematuhi prosedur penggunaannya. Khusus bagi ibu hamil pada tiga bulan pertama harus lebih waspada lagi. Kecuali microwave oven, telepon seluler juga menghasilkan energi foton yang sangat besar dan potensi radiasinya lebih besar dibandingkan dengan  peralatan elektronik maupun jaringan listrik tegangan tinggi dan ekstra tinggi. Meskipun sangat membantu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, seyogianya waktu penggunaannya dibatasi. Jangan selalu mengantonginya, terutama pada saku baju kiri, apalagi bila menggunakan alat pacu jantung

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan masalah terdapat dalam makalah ini didapat kesimpulan bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat dewasa kini, membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah dan praktis.

(17)

Perkembangan ini juga diiringi dengan munculnya perangkat elektronik yang semakin canggih.

Perkembangan perangkat elektronik seperti televisi, telepon, komputer, dan perangkat elektronik lainnya ternyata menimbulkan masalah baru yaitu radiasi. Radiasi menimbulkan beberapa efek negatif  bagi kesehatan manusia. Dalam jangka pendek mungkin kita tidak bisa merasakan efek negatif dari radiasi. Dampak radiasi muncul setelah hal ini berlangsung lama. Radiasi dapat menyerang beberapa organ tubuh manusia, salah satunya otak dan ada beberapa hal lainnya yang dapat mengganggu kehidupan manusia.

B. Saran

Mungkin banyak orang bertanya bagaimana cara mencegah dampak negatif dari radiasi agar tidak menggangu kesehatan. Dari permasalahan yang kami angkat dapat diberikan langkah  –   langkah dan upaya dalam mencegah dampak negatif dari radiasi diantaranya sebagai berikut:

1. Radon dan Thoron adalah zat radioaktif yang merupakan turunan dari Uranium dan Thorium. Radon dan Thoron yang ada didalam rumah  berasal dari dalam tanah, bahan bangunan bata, semen, pasir, dan yang

lainnya, air dan gas. Solusi untuk mengurangi dampak negatif adalah dengan mengupayakan sirkulasi udara selancar mungkin, dengan membuka jendela dan ventilasi ruangan setiap hari.

2. Sinar Matahari mengandung Ultraviolet dan Infra merah. Pada pagi hari sudut datang sinar lebar sehingga intensitasnya rendah. Dalam intensitas yang rendah tidak merusak sel - sel dalam tubuh, sebaliknya  pada siang hari, intensitasnya tinggi dapat merusak kulit. Solusi  pencegahan dari dampak negatif dengan tidak berjemur pada siang hari

(18)

dan gunakan pelindung seperti topi, payung dan cream yang mengandung tabir surya.

3. Peralatan Las, menghasilkan pancaran sinar Ultraviolet yang dapat menyebabkan penyakit katarak. Solusi pencegahan dampak negatif dari radiasi yang ditimbulkan peralatan las dengan menggunakan  pelindung mata (kacamata las) dan Jangan terus menerus bekerja

dengan alat las selama 24 jam.

4. Telepon genggam menghasilkan gelombang elektromagnetik yang dapat merusak sel otak dan sel lain dalam tubuh. Hal ini terjadi karena  perangkat ini selalu mengirim dan menerima sinyal dalam keadaan aktif. Solusi pencegahan dampak negatif dari radiasi telepon genggam salah satunya, tidak menggunakan saat sinyalnya rendah, penggunaan dibatasi pada saat usia remaja, simpanlah telepon genggam jauh dari organ reproduksi, dan membatasi penggunaan telepon genggam.

5. Pesawat Televisi menghasilkan gelombang elektromagnetik pengion dan tak pengion yang bila terpapar terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada mata dan sel tubuh lainnya. Solusi pencegahan dampak negatif dari radiasi yang dihasilkan televisi salah satunya dengan cara menonton televisi pada jarak 4 kali diagonal TV (1,5 s/d 2 meter), Direkomendasikan mengganti baru televisi setelah berusia 6 tahun masa pakai, jangan terlalu lama menonton di depan televisi dan tidak lebih dari 4 jam secara terus menerus, dan manusia tidak boleh berada di belakang tabung televisi kurang dari 0,5 meter.

6. Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) menghasilkan gelombang Elektromagnetik yang bila terpapar terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada sel tubuh. Tindakan yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif dari radiasi SUTET dengan tidak  berada di daerah SUTET dengan radius 500 meter, Tidak mendirikan  bangunan kerja dan tempat bermain anak-anak di bawah Instalasi

(19)

7. Microwave menghasilkan gelombang elektromagnetik yang bila terpapar terus menerus menyebabkan gangguan pada sel tubuh. Solusi  pencegahan dampak negatif dari radiasi yang dihasilkan microwave

dengan tidak berada di depan microwave yang sedang berfungsi pada  jarak kurang dari 1 meter dan tidak membuka microwave pada waktu

sedang berfungsi.

8. Peralatan LASER menghasilkan pancaran gelombang elektromagnetik dengan energi yang terbundel dan berkas yang padat. Pada tingkat intensitas tertentu sinar laser dapat memotong baja, mengiris tubuh, dan yang lainnya. Solusi pencegahan dampak negatif dari radiasi yang dihasilkan LASER Jangan pernah mengarahkan sinar LASER ke t ubuh manusia, terutama mata secara langsung.

9. Antenna transmisi telepon genggam atau antenna pemancar radio atau satelit dash bumi dapat menghasilkan gelombang elektromagnetik yang bila terpapar secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Tindakan yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif dari radiasi yang dihasilkan dengan tidak berada pada daerah atau area stasiun yang menghasilkan paparan radiasi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Radiasi, [Online]. Tersedia:

http://www.infonuklir.com/read/detail/523/sumber-radiasi#.UxYztoXTdfc [3 Maret 2014]

(20)

http://www.gudangmateri.com/2010/10/pengertian-dan-pengenalan-radiasi.html [3 Maret 2014]

Radiasi, [Online]. Tersedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi [3 Maret 2014]

Radiasi Elektromagnetik, [Online]. Tersedia:

http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi_elektromagnetik, 2010, Efek Radiasi Elektromagnetik [3 Maret 2014]

Efek Radiasi Proteksi, [Online]. Tersedia: www.batan.go.id, 2009,Efek Radiasi Proteksi [3 Maret 2014]

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang didapat setelah melalui proses pengolahan dan perhitungan dengan menggunakan metode launcher pada pekerjaan girder erection pada bentang tengah pembangunan

Selanjutnya pada aspek kontrol dan perhatian orang tua terhadap anak sangat kurang yaitu pada observasi pertama, tanggal 11 Juli 2016 pukul 14.20 WIB peneliti melihat

Hal itu bertujuan agar dapat digunakan pada situasi tertentu yang mana jika kelompok lesbi tersebut sedang berkumpul dan ada outsider atau orang lain yang datang

Dari data dan perhitungan, diperoleh pola pergerakan barang dan permodelan sebaran pergerakan terhadap komoditas ekspor dan impor domestik dan internasional terbesar di Terminal

Presepsi Konsumen Terhadap Kualitas Bakpao Telo Dengan Metode Importance Performance Analysis Imam Santoso, Aunur RM, Sukma Mahrani JURNAL TEKNOLOGI

Pada penelitian ini untuk variabel komplikasi kehamilan berhubungan secara negatif, dimana dalam sub hipotesis bahwa ibu yang ada memiliki komplikasi kehamilan

Dari hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,000 (ρ < 0,05), nilai median pengetahuan sebelum perlakuan sebesar 2.0 dan setelah diberi perlakuan nilai

Implementasi kebijakan penanganan banjir rob di Wilayah Pesisir Kota Pekalongan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan merupakan tugas sebagai instansi