• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Paedagogy Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Paedagogy Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

(2)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | ii

JURNAL PAEDAGOGY

Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan

Dewan Redaksi

Pelindung dan Penasihat : Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir, MA., Ph.D Penanggung Jawab : Dra. Ni Ketut Alit Suarti, M.Pd

Ketua Penyunting : Drs.Wayan Tamba, M.Pd. Sekertaris Penyunting : 1. M. Arief Rizka, M.Pd.

2. Hariadi Ahmad, M.Pd.

Keuangan : Junain Huri

Penyunting Ahli : 1. Prof. Dr. Azis Abdul Wahab, M.Pd. 2. Prof. Dr. Gede Sedamayasa, M.Pd. 3. Prof. Dr. Wayan Maba

4. Dr. Hj. Jumailiyah, M.M. 5. Dr. Gunawan, M.Pd.

Penyunting Pelaksana : 1. Muh. Husein Baysha, S.Pd., M.Pd. 2. Mujiburrahman, M.Pd.

3. M. Ary Irawan, M.Pd.

4. Endah Resnandari Puji Astuti, S.Pd.,M.Pd. 5. Restu Wibawa, M.Pd.

6. Wiwien Kurniawati, M.Pd. Pelaksana Ketatalaksanaan : 1. Hardiansyah, S.Pd., MM.Pd.

2. Jien Tirta Raharja, M.Pd.

Distribusi : Nuraeni, M.Si.

Desain Cover : Muh. Husein Basyha, S.Pd., M.Pd. Alamat Redaksi:

Redaksi Jurnal Paedagogy

Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Gedung Dwitiya, Lt.3. Jalan Pemuda No.59 A Mataram Telp.(0370) 638991

Email: [email protected]

Jurnal Paedagogy menerima naskah tulisan penulis yang original (belum pernah diterbitkan sebelumnya) dalam bentuk soft file, office word document (CD/ Flashdisk/ Email).

Diterbitkan Oleh: Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram.

ISSN 2355-7761

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015

(3)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | iii

JURNAL PAEDAGOGY

Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan

Daftar Isi

Halaman

Hadi Gunawan Sakti

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

VERSUS PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN MOTIVASI

BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR PEMAHAMAN KONSEP

DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA ………..… 82 – 100 Zulfakar

PERANAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI DALAM

MENINGKATKAN MUTU DOSEN ………... 101 – 112

Zinnurain

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI TATA CARA SHOLAT

UNTUK KELAS II SEKOLAH DASAR ……… 113 – 121

Rudi Hariawan dan M. Faqih

DAYA TARIK PONPES YANMU NW PRAYA SEBAGAI PILIHAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN ANAK DI KABUPATEN

LOMBOK TENGAH ………...…………. 122 – 130

Yessi Yosari dan Mujiburrahman

PENGARUH TEKNIK HOMEWORK BEHAVIORISTIK TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA SMP NEGERI 1 BRANG ENE KABUPATEN

SUMBAWA BARAT ……….……… 131 – 133

Agus Fahmi

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DAN MUTU PENDIDIKAN DI

SEKOLAH ………. 134 – 141

Ni Ketut Alit Suarti

BERMAIN PUZZLE MEMUPUK SIKAP KEMANDIRIAN PADA ANAK

USIA DINI ……….. 142 – 150

Wawan Sukmawansyah dan Jien Tirta Raharja

HUBUNGAN PERGAULAN SOSIAL REMAJA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA SMA ISLAM AL-AZHAR NW KAYANGAN

………...………... 151 – 156

Made Piliani dan Anak Agung Rai Sunanjaya

HUBUNGAN MANAJEMEN HUMAS DENGAN PEMBANGUNAN CITRA SEKOLAH DI SMP IT TUNAS CENDEKIA MATARAM

……….. 157 – 163 Junaidi Zultoni dan Farida Herna Astuti

PENGARUH LAYANAN KONSELING INDIVIDU TERHADAP

PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS XI DI SMAN 2 PRINGGARATA

………. 164 – 170

ISSN 2355-7761

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015

(4)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | 151 HUBUNGAN PERGAULAN SOSIAL REMAJA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA SMA ISLAM AL-AZHAR NW KAYANGAN

Wawan Sukmawansyah dan Jien Tirta Raharja Program Studi Bimbingan dan Konseling, FIP IKIP Mataram Email: [email protected] dan [email protected]

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pergaulan sosial remaja

dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan sebanyak 206 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling dengan jumlah Sampel sebanyak 42 siswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan angket sebagai metode pokok, dokumentasi sebagai metode pelengkap. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhit

sebesar 0,621 lebih besar dari pada rtab sebesar 0,304 dengan taraf signifikansi (α) 5% yang

bermakna bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara pergaulan sosial remaja dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan”.

Kata Kunci: Pergaulan Sosial dan Motivasi Belajar.

PENDAHULUAN

Kasus kenakalan remaja kerap menjadi headline media massa. Beberapa kasus yang terjadi di kota-kota besar, salah satunya tawuran yang dilakukan oleh para pelajar atau remaja. Data di Jakarta tahun 2012 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 2013 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 2013 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus (Tambunan, 2001). Lebih jauh dijelaskan bahwa dari 15.000 kasus narkoba selama dua tahun terakhir, 46 % di antaranya dilakukan oleh remaja usia sekolah, selain itu di Indonesia diperkirakan bahwa jumlah prostitusi anak juga cukup besar.

Seharusnya dalam masa remaja usia sekolah, individu diarahkan lebih baik terutama untuk mencapai perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operation). Perkembangan kognitif tersebut seperti sudah mampu memecahkan masalah-masalah yang rumit dan abstrak dan memiliki kemampuan untuk berpikir multidimensi, sudah mampu memproses informasi yang masuk dan mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri dan mampu mengintegritasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan. Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja seharusnya sudah mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka (Piaget, 1972, dalam Santrock, 2010).

Interaksi sosial siswa yang baik akan menciptakan hubungan yang harmonis. Interaksi sosial siswa di sekolah mencakup aspek-aspek kontak

(5)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | 152 sosial dan komunikasi yang terjadi di

lingkungan sekolah baik siswa dengan siswa, siswa dengan guru. Menurunnya prestasi belajar merupakan manifestasi dari rendahnya kualitas pergaulan siswa. Pola-pola pergaulan yang negatif cenderung mengarah pada ketidakmampuan siswa dalam memotivasi diri sendiri. Kondisi ini diperparah lagi dengan berkembangnya sikap antipati dan pesimis terhadap hal-hal yang berhubungan pengembangan pribadi siswa ke arah hal-hal yang lebih positif yang kemamuan untuk terus belajar dan berprestasi.

Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar (Djamarah, 2012: 34). Motivasi bukan saja penting karena menjadi faktor penyebab belajar, namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar (Ani, 2006:157). Secara historis, guru selalu mengetahui kapan siswa perlu diberi motivasi selama proses belajar, sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan, arus komunikasi lebih lancar, menurunkan kecemasan siswa, meningkatkan kreaktivitas dan aktivitas belajar.

Hasil studi awal yang dilakukan oleh peneliti melalui observasi lapangan dan melalui wawancara dengan beberapa guru kelas di SMA Islam Al-Azhar masih ada beberapa siswa yang terlihat tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam proses pembelajaran seperti perilaku menyontek, tidak masuk sekolah tanpa izin, bolos sekolah, tidak antusias dalam pembelajaran, tidak mengerjakan PR dengan baik, dan lainnya. Siswa-siswa dengan perilaku tersebut terindikasi memiliki prestasi belajar yang rendah. Dengan demikian, dianggap penting untuk mengkaji hubungan pergaulan sosial remaja dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Tahun Pelajaran 2014/2015.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah populasi sebanyak 206 siswa yang terdiri 7 kelas. Mengingat adanya keterbatasan waktu, biaya dan tenaga, maka dalam penelitian ini besarnya sampel direncanakan 20%. Karena jumlah dalam populasi ini adalah 206 orang siswa di SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan. Karena populasi lebih dari 100 siswa maka peneliti mengambil sampel sebanyak 20% jumlah populasi, maka perhitungannya adalah 206 x 20% = 42 siswa yang dijadikan sampel.

Intsrumen adalah alat pada waktu penelitian menggunakan sesuatu metode (Arikunto, 2006). Penelitian menggunakan angket sebagai instrumen penelitian meliputi angket tentang pergaulan sosial remaja dan angket tentang motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan angket tertutup dimana pilihan jawaban sudah tersedia. Kedua angket penelitian ini menggunakan skala Likert dengan tiga alternatif pilihan jawaban yaitu: a, b, c, dan d dengan pemberian skor adalah sebagai berikut: untuk pilihan (a) Sangat Sering akan diberi skor 4, (b) Selalu diberi skor 3, (c) Kadang-kadang diberi skor 2, dan (d) Tidak Pernah (1) (Sugiyono, 2008 : 71).

Dalam penelitian ini, data yang akan diperoleh adalah data yang bersifat kuantitatif (bergejala interval) yang berupa angka-angka. Kemudian langkah-langkah pelaksanaan metode analisis statistik sebagai cara untuk mengolah data untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Untuk menganalisis, hasil eksperimen yang menggunakan analisis product moment correlation (korelasi produk moment), maka rumusnya adalah:

(6)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | 153 Keterangan:

rxy : koefisien korelasi produck moment

XY : hasil perkalian antara variabel X dengan variabel Y

X : skor variabel pergaulan sosial remaja

Y : skor variabel motivasi belajar ∑ : sigma (jumlah)

N : jumlah sampel (subyek penelitian) (Riduan, 2010 : 98). HASIL PENELITIAN

Adapun data hasil penelitian ini adalah:

No Siswa X Y XY X2 Y2 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 MR 79 57 4503 6241 3249 2 HF 65 53 3445 4225 2809 3 MZ 64 51 3264 4096 2601 4 DJ 68 58 3944 4624 3364 5 NH 80 55 4400 6400 3025 6 EH 67 52 3484 4489 2704 7 HM 76 54 4104 5776 2916 8 SM 78 55 4290 6084 3025 9 SR 68 51 3468 4624 2601 10 LH 59 49 2891 3481 2401 11 HT 74 56 4144 5476 3136 12 MZ 74 58 4292 5476 3364 13 ZA 69 52 3588 4761 2704 14 HT 75 52 3900 5625 2704 15 RJ 46 49 2254 2116 2401 16 MJ 75 53 3975 5625 2809 17 YF 62 49 3038 3844 2401 18 JA 75 55 4125 5625 3025 19 JM 61 52 3172 3721 2704 20 UH 79 54 4266 6241 2916 21 IM 76 53 4028 5776 2809 22 KH 70 52 3640 4900 2704 23 SH 43 48 2064 1849 2304 24 IF 68 53 3604 4624 2809 25 NA 68 53 3604 4624 2809 26 RS 52 50 2600 2704 2500 27 YU 55 52 2860 3025 2704 28 NA 45 46 2070 2025 2116 29 MZ 57 51 2907 3249 2601 30 SI 63 52 3276 3969 2704 31 MR 73 49 3577 5329 2401 32 NA 76 54 4104 5776 2916 33 MP 52 50 2600 2704 2500

(7)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | 154 34 HD 42 48 2016 1764 2304 35 SP 55 46 2530 3025 2116 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 36 SR 64 53 3392 4096 2809 37 SM 68 50 3400 4624 2500 38 FT 68 49 3332 4624 2401 39 HB 64 58 3712 4096 3364 40 RS 62 56 3472 3844 3136 41 MY 59 53 3127 3481 2809 42 NA 63 49 3087 3969 2401 Jumlah (∑) 2737 2190 143549 182627 114576 M 63.65 50.93

Berdasarkan tabel di atas dilakukan uji korelasi Product Moment berikut.

Berdasarkan kriteria pedoman interprestasi koefisien korelasi di atas, maka pergaulan sosial remaja dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Lombok Barat Tahun Pelajaran 2014/2015 berada pada

tingkat hubungan ”kuat” dengan nilai interval koefisien 0,60 – 0,799.

Untuk menguji signifikansi nilai r product moment hasil penelitian, setelah diperoleh nilai rhit dalam

(8)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | 155 sedangkan rtab dengan taraf signifikansi

(α) 5% pada df(n-2) = 40 menunjukkan harga rtab = 0,304. Ini menunjukan

bahwa nilai rhit > rtab yaitu 0,652 >

0,304. Hipotesis alternatif (Ha) “diterima” sedangkan hipotesis nihil (Ho) “ditolak”. Berarti ada hubungan positif yang “signifikan” antara pergaulan sosial remaja dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Lombok Barat Tahun Pelajaran 2014/2015.

Dari hasil pengujian nilai r di atas, dimana rhit sebesar 0,652 lebih

besar dari pada rtab sebesar 0,304

dengan taraf signifikan 5% maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah: ada hubungan antara pergaulan sosial remaja dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Lombok Barat Tahun Pelajaran 2014/2015.

Pergaulan suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya (Gerungan, 2004: 204). Karakteristik perkembangan terbagi menjadi perkembangan psikososial, perkembangan kognitif, perkembangan moral, perkembangan spiritual dan perkembangan sosial (Wong, 2009). Pergaulan sangat penting dalam pembentukan kepribadian siswa termasuk aspek motivasi belajar mereka. Dalam pergaulan siswa harus mawas diri karena bisa menimbulkan pengaruh baik positif maupun negatif.

Motivasi belajar adalah dorongan atau kekuatan (energi) seseorang yang dapat menggerakkan siswa untuk belajar mengarahkan aktivitas siswa kepada tujuan belajar, baik bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun

dari luar individu (motivasi ekstrinsik) untuk memperoleh suatu tujuan yang diinginkan. Salah satu aspek yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah pergaulan sosial siswa di sekolah yang meliputi pergaulan siswa dengan teman sebaya pergaulan siswa dengan guru dan seluruh elemen sekolah.

Hasil analisis korelasi Product moment (r) menunjukkan rhit sebesar

0,652 lebih besar dari pada rtab sebesar

0,304 dengan taraf signifikan 5%. Karena itu hasil penelitian ini memutuskan menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha). Dengan demikian kesimpulan dari penelitian penelitian ini adalah “Ada Hubungan Antara pergaulan sosial remaja dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Lombok Barat Tahun Pelajaran 2014/2015”.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh nilai rhit sebesar 0,652

sedangkan rtab dengan taraf signifikansi

5% pada N = 42 menunjukkan harga rtab

= 0,304. Ini menunjukan bahwa nilai rhit

> rtab yaitu 0,652 > 0,304. Hipotesis

alternatif (Ha) “diterima” sedangkan hipotesis nihil (Ho) “ditolak”, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pergaulan sosial dengan motivasi belajar siswa SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Tahun pelajaran 2014/2015. DAFTAR PUSTAKA

Anni, C. T., 2006. Psikologi Belajar. Semarang: Unnes

Arikunto S, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djamarah, S., 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Gerungan A, W, 1988. Psikologi Sosial. Jakarta : Eresco.

, 2004. Psikologi Sosial. Bandung : Refika Aditama.

(9)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | 156 Hurlock, Elzabeth. B., 2010. Psikologi

Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Riduwan, 2012. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan, Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Santrock, John W., 2003. Adolescence. Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga. Sugiyono, 2011. Metode Penelitian

Kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Tambunan, R., 2001. Remaja dan Perilaku Konsumtif. Jurnal Psikologi dan Masyarakat. [Online]. Tersedia:

http//:www.e-psikologi.com/remaja/191101. htm. (29 Januari 2009).

Walgito, Bimo, 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.

(10)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Halaman | 171

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

Jurnal Paedagogy

Gedung Dwitiya Lt.3. Jln Pemuda 59A Mataram-NTB 83125 Tlp (0370) 638991. e-mail: [email protected]

PEDOMAN PENULISAN

1. Naskah merupakan hasil penelitian atau kajian kepustakaan di bidang pendidikan, pengajaran dan pembelajaran,

2. Naskah merupakan tulisan asli penulis dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya dalam jurnal ilmiah lain,

3. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. 4. Penulisan naskah mengikuti ketentuan sebagai berikut:

Program MS Word

Font Times New Roman

Size 12 Spasi 1.0 Ukuran kertas A4 Margin kiri 3.17 cm Margin kanan 3.17 cm Margin atas 2.54 cm Margin bawah 2.54 cm Maksimum 20 halaman

5. Naskah ditulis dengan sistematika sebagai berikut: Judul (huruf biasa dan dicetak tebal), nama-nama penulis (tanpa gelar akademis), instansi penulis (program studi, jurusan, universitas), abstrak, kata kunci, pendahuluan (tanpa sub-judul), metode penelitian (tanpa sub-judul), hasil dan pembahasan, simpulan dan saran (tanpa sub-judul), dan daftar pustaka.

Judul secara ringkas dan jelas menggambarkan isi tulisan dan ditulis dalam huruf kapital. Keterangan tulisan berupa hasil penelitian dari sumber dana tertentu dapat dibuat dalam bentuk catatan kaki. Fotokopi halaman pengesahan laporan penelitian tersebut harus dilampirkan pada draf artikel.

Nama-nama penulis ditulis lengkap tanpa gelar akademis.

Alamat instansi penulis ditulis lengkap berupa nama sekolah atau program studi, nama jurusan dan nama perguruan tinggi. Penulis yang tidak berafiliasi pada sekolah atau perguruan tinggi dapat menyertakan alamat surat elektronik. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia. Panjang abstrak tidak lebih dari 200 kata.

Kata kunci (key words) dalam bahasa sesuai bahasa yang dipergunakan dalam naskah tulisan dan berisi 3-5 kata yang benar-benar dipergunakan dalam naskah tulisan.

Daftar Pustaka ditulis dengan berpedoman pada Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IKIP Mataram.

(11)

Jurnal Paedagogy

Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2015 Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini sesuai dengan pendapat Hartoyo dan Roliandi (1978), bahwa bahan perekat molases dapat menghasilkan nilai kekuatan briket yang lebih tinggi dari pada dengan

Dalam bidang eksplorasi minyak Bumi dengan teknologi yang tersedia saat ini, insinyur dapat melakukan pengeboran hingga kedalaman 15 km dari permukaan Bumi.. Bila diketahui

Menurut Az- Zarqani (t.t.:144) terjemahan dengan cara demikian mustahil dilakukan dalam penerjemahan Alquran, sebab Alquran kaya akan makna, maksud, dan rahasia

16 tahun 2009 menjelaskan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang, dengan

Beternak ayam broiler merupakan usaha yang dapat mengahasilkan keuntungan yang besar, namun ada beberapa hal yang harus di perhatikan yaitu Persiapan kandang dan peralatan,

Dapat langsung membuat rencana pemecahan masalah Dapat menjawab masalah dengan benar sesuai dengan rencana yang dibuat dan algoritma perhitungan yang digunakan

Secara aplikatif pengorganisasian tingkat Puskesmas menurut penulis adalah pengaturan pegawai Puskesmas dengan mengisi struktur organisasi dan tata kerja (SOTK)

Fransiska B 2008 studi deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional Manifestasi klinis gangguan perdarahan yang paling banyak terjadi pada leptospirosis