• Tidak ada hasil yang ditemukan

Minutes of Meeting The 13 th Technical Working Group Bandung, Juni 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Minutes of Meeting The 13 th Technical Working Group Bandung, Juni 2017"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Minutes of Meeting

The 13th Technical Working Group Bandung, 19 - 21 Juni 2017 Hari Pertama, Tanggal 19 Juni 2017

1. Daftar peserta rapat : a. Ibu Anandini Mayang b. Bapak D.B Aviantara c. Edward Nixon Pakpahan d. Aisyah Syafei e. Rio Deswandi f. Harri Gunawan g. F Binsar Tumindi h. Christina D i. Makna Fathana j. Aditya Febrian M

2. Pertemuan dibuka dan dipimpin oleh Bapak Edward Nixon Pakpahan.

3. Bapak E Nixon P menyampaikan bahwa PPLi telah dipilih karena mampu memenuhi semua kriteria pemilihan OE.

4. PPLI telah menyampaikan kesanggupan menyediakan lahan kurang lebih 1200m2 beserta infrastruktur.

5. UNIDO akan mensuplai kepada OE yaitu teknologi, garansi, TOT, consumable

part hingga disposal 3000 ton PCBs tercapai. UNIDO akan siap mendukung

untuk membantu mendapatkan pasar untuk pengolahan PCBs (market team

support management).

6. Bapak E Nixon P menyampaikan terkait market team support management dari UNIDO, Biro Hukum KLHK menyampaikan bahwa tidak boleh ada ekslusifitas (privilege) operasional terhadap PPLI. Diharapkan pak Rio dapat menyampaikan kepada PPLI yaitu consumable 3000 ton dan TOT Staf pelaksana pengolah PCBs. Point penting yang harus disampaikan kepada PPLI adalah dukungan dan peran masing-masing pihak terhadap pelaksanakan kegiatan pengolahan minyak trafo yang mengandung PCBs. Akan disampaikan bahwa kegiatan akan berfokus terhadap pembersihan dan pengolahan minyak trafo yang mengandung PCBs, tidak terkait dengan penjualan dan pengolahan/pemanfaatan cangkang, treated oil, besi dan kertas yang bersinggungan dengan minyak trafo.

7. Ibu A Mayang menanyakan terkait dengan tarif penetapan pengolahan PCBs, apakah akan ditetapkan oleh pemerintah dan akan ada pengawasan?

8. Bapak Nixon Pakpahan menyampaikan bahwa terkait dengan tarif pengolahan, terdapat otoritas kementerian keungan untuk menetapkan tarif, dan terkait dengan penetapan biaya sudah ada peraturan yang ada dan akan dikenakan tarif wajar dan dipandu oleh Kemenkeu dan terbuka.

9. Bapak Harri Gunawan menyampaikan terkait dengan sewa dan pemanfaatan BMN yg akan diawasi oleh pemerintah, akan ada pemantauan khusus untuk PT. PPLI. Masukan 1: market yang telah ada akan dijadikan sebagai acuan, atau kegiatan baru ini akan menjadi masukan/pedoman awal untuk penetapan tarif pengelolaan PCBs.

10. Bapak Nixon Pakpahan menyampaikan bahwa akan dilakukan penyusunan perhitungan biaya pengolahan untuk 1 kg/liter. Perhitungan biaya sewa yang

(2)

cocok akan dibahas antara KLHK dan PPLI dan kemudian akan disampaikan kepada Kementerian Keuangan.

11. Bapak Harri gunawan menyampaikan pemilihan sebagai pemanfaat BMN (OE) yang sudah dipilih berdasar pemilihan teknis (bukan ekonomis). Berdasarkan PMK, kewenangan izin untuk memberikan nilai dan hak sewa. Terkait dengan sewa, yang akan dipilih oleh DJKN yaitu mana lebih yang menguntungkan negara. Perlu dipertimbangkan jika ada perusahaan lain yang sanggup membayar sewa melebihi yang ditawarkan oleh PPLI. Apabila kita sudah meminta PPLI untuk menunjukkan nilai, akan lebih sulit. Diharapkan agar dari DJKN yang akan mengeluarkan biaya atau harga terlebih dahulu

12. Bapak Nixon menyampaikan adanya justifikasi kemenkeu bahwa urgensi pengolahan PCBs yang harus dilakukan oleh negara. Pemilihan pertama berdasarkan kriteria teknis sehingga ditetapkan PPLI sebagai OE.

13. Bapak E Nixon menyampaikan bahwa akan di susun pertemuan dimana PPLi akan diundang untuk melakukan dan mendiskusikan perhitungan skema kerjasama hingga keluar nominal yang akan disepakati.

14. Overview dari UNIDO : a. Status Project :

- Target disposal adalah 3000 ton PCBs (oli dan peralatan terkontaminasi)

- PCBs yang ditemukan adalah 500 ton (100 ton oli + 400 ton peralatan) - Durasi kegiatan yaitu selama 17 bulan (hingga 30 November 2018) b. Strategi/Kegiatan :

- Extended inventory tahap ke-2 - Instalasi lab GC-ECD

- Endorsement POG dan TcoP - Diseminasi POC dan TcoP - Instalasi Mobile technology 15. Diskusi:

a. Ibu Mayang menyampaikan bahwa;

- PLN menginginkan bila dilakukan oleh pihak ketiga, trafo yang bisa diinventory adalah trafo distiribusi bukan saja trafo transmisi.

- Sedang disusun data untuk offline trafo PLN untuk kegiatan extended

inventory. Data tersebut akan disampaikan kepada KLHK awal bulan Juli

2017.

b. UNIDO menyampaikan apabila dari data trafo offline PLN wilayah Sumatera Jawa sudah memenuhi, tidak diperlukan lagi minyak trafo dari pihak swasta.

16. Akan dilakukan pertemuan kembali pada pertengahan bulan Juli dengan agenda pembahasan extended inventory dan kriteria pemilihan perusahaan yang akan dilakukan inventory.

Hari Kedua, Tanggal 20 Juni 2017 Sesion 1:

1. Daftar Peserta rapat :

a. Direktur Pengelolaan B3 b. Perwakilan BPPT c. Perwakilan PPLI d. Ibu Anandini Mayang e. Bapak D.B Aviantara

(3)

f. Edward Nixon Pakpahan g. Aisyah Syafei h. Rio Deswandi i. Harri Gunawan j. F Binsar Tumindi k. Christina D l. Makna Fathana m. Aditya Febrian M

2. Pertemuan dibuka dan dipimpin oleh Ibu Yun Insiani.

3. Ibu Yun menyampaikan peralatan untuk pengelolaan PCBs akan dijadikan sebagai BMN, sehingga akan ada tim khusus yang akan mengevaluasi besaran sewa. Semoga bisa dilaksanakan secepatnya dan dibahas secepatnya dengan DJKN.

4. Pak Rio menyampaikan :

a. Budget yang disediakan tahun 2017 adalah sebesar 815,883.

b. UNIDO akan mencoba purpose ke GEF untuk extended 1 tahun untuk project ini hingga 2019

c. Defisit target disposal PCBs sebesar 2500 ton PCBs

d. Target sumatera jawa trafo offline PLN untuk extended inventory phase 2. e. Bidding hibah GC akan dilaksanakan secepatnya.

f. Strategi kegiatan seperti pada point 14 hari pertama

g. Terkait dengan migrasi website, PT. Hatfiled telah menerima account password untuk login website dari pihak IT Pusdatin KLHK dan saat ini sedang diproses oleh IT PT. Hatfield.

5. PPLI secara formal telah menyampaikan kesanggupan keikutsertaannya dalam pemilihan OE.

6. Bu yun menyampaikan :

a. Urgensi disposal PCBs pada tahun 2020 b. Pemilihan OE

c. Besaran biaya sewa yang akan ditentukan oleh DJKN Kemenkeu

d. Selain bantuan mobile technologi, akan ada bantuan hibah alat GC ECD yang akan diserahkan kepada BPPT

7. Bapak Rio menyampaikan:

a. OE akan berperan penting dalam disposal PCBs dengan kriteria izin dan lisensi.

b. Organogram implementasi kegiatan

c. OE akan bertanggungjawab untuk memberikan laporan tanggungjawab kepada KLHK

d. Ketika barang sampai UNIDO  BAST KLHK  OE e. Peran OE : pelaksana ESM of PCBs

f. Kontribusi OE : skill, pengalaman, izin pengelolaan PB3, lahan, tenaga kerja, fasilitas dan utilitas pendukung (co-financing).

g. Peran UNIDO : menyediakan teknologi oemusnah, mendukung maintenance (spare part dan konsumsi bahan kimia seperti reagen selama 2 tahun) memberikan technical assistant (sustainabel bisnis plan, technical-operational, dll).

h. Kunjungan Carmela ke Indonesia untuk koordinasi dengan KLHK dan akan melakukan kunjungan ke PPLI untuk meninjau kesediaan lahan.

(4)

8. Diskusi :

a. Pak Syarif : mekanisme sewa yang telah diperhitungkan oleh PPLI untuk disposal PCBs di Indonesia, dan telah menyiapkan skema yng telah disampaikan ke KLH. PPLI sedang melakukan plot area untuk penempaatan area disposal PCBs. Lokasi yang ada sekitar 3000 m2 yang

direncanakan digunakan sebagai recycling building (digunakan untuk e-waste). Penghentian pengolahan pcb 5thn yg lalu secara thermal, sehingga PPLI mengirimkannya ke negara lain.

b. Yoshimura menanyakan apakah betul UNIDO akan menyediakan sustainable bussiness plan/design include dalam 3000 ton, seberapa lama UNIDO akan menyediakan bisnis plan?

c. Pak Rio menyampaikan bahwa PPLI harus menyediakan sustainable plan terkait dengan pengolahan PCBs, apabila PPLI telah memiliki bisnis plan hal itu tidak menjadi masalah, akan tetapi unido akan menyediakan expert untuk membantu sustainable busnis plan. Unido akan membantu menyediakan expert apabila PPLI willing to use expert for sustainable

bussiness plan.

d. Pak Rio Deswandi menyampaikan bahwa paket yang akan di sediakan oleh UNIDO adalah deklorinasi unit, unit refinery dan dekontaminasi unit (untuk karkas). Untuk mobile membutuhkan 3 orang operator. Akan diprovide training trouble shooting (manual dalam bahasa indonesia). e. Ibu Yun menanyakan berapa lama pendampingan UNIDO terhadap

peralatan ini?

f. Rio Deswandi menyampaikan 2 Tahun dari proses awal hingga install di PPLI akan berlangsung selama 10 bulan termasuk testing dan operation dan commisioning dalam hal sparepart (2 tahun), technical advise. Formal akan sampai 2018.

g. Pak Aan menyampaikan dekontaminasi unit yang akan digunakan untuk karkas trafo berukuran 6m3,

h. PPLI tidak bisa melakukan sampai scrap logam, dan akan dilakukan landfill apabila konsentrasi masih berkisar 500 ppm. Apabila sampai konsentrasi 2 ppm, bagaimana dengan daur ulangnya?

i. Pak Harri menyampaikan terkait loading dan unloading muatan harus dipertimbangkan.

j. PPLI akan mengirimkan sampel ke BPPT untuk memastikan bahwa pengujian sudah melewati 2 ppm.

k. Pak Nixon menyampaikan pertemuan dan kunjungan untuk tanggal kesiapan dari PPLI. Pak Hari akan menyiapkan surat dan layout yang telah disusun.

l. Pertemuan untuk memformulasikan perhitungan sewa, agar dapat disampaikan kepada DJKN Kemenkeu untuk mengusulkan opsi perhitungan sewa. Keputusan akan diambil oleh Kemenkeu.

m. Ibu Yun menyampaikan gambaran besaran dan detail activity yang kemudian akan keluar cost yang akan diusulkan oleh PPLI. Semua harus dalam kerangka kebijakan dan tidak melanggar peraturan dan dapat dilaksanakan seefisien mungkin untuk dapat dijadikan pedoman pelaksanaan.

n. Bapak Rio menyampaikan untuk teknis kunjungan dari unido akan dikonfirmasikan kepada UNIDO pusat.

(5)

o. BPPT telah siap untuk proses penerimaan hibah GC-ECD selanjutnya dan menerima hibah.

p. Pak Rio menyampaikan:

- bidding peralatan akan berlangsung selama 3 minggu.

- Diharapkan dapat segera disusun kriteria penilaian untuk assessment peralatan.

- Diharapkan akhir juli dapat dilaksanakan assessment.

q. Pak Binsar menyampaikan bahwa fasilitas pemusnahan akan di BAST kemudian dicatatkan terlebih dulu sebagai BMN.

KESIMPULAN

1. Akan dilaksanakan pertemuan pada bulan Juli dengan PPLI dengan agenda : - pembahasan perhitungan biaya sewa yang akan di bulan Juli.

- pembahasan layout antara KLHK dan PPLI

2. Akan dilaksanakan kunjungan ke PT. PPLI oleh Tim KLHK dan UNIDO untuk peninjauan fisik lokasi penempatan peralatan ke PPLI dengan mengundang biro hukum, biro umum, biro perencanaan.

Sesion 2

1. Pak Nixon menyampaikan Inti dari kegiatan untuk rapat telah disampaikan ke Ibu Direktur. Hari ini akan didiskusikan mengenai Mou untuk mobile alat pengolahan PCB, dan mengenai PKS mengenai GC-ECD.

2. Pak Hari menyampaikan skema hibah barang GC-ECD bahwa memulai dengan membuat PKS, fungsi PKS hanya memperkenalkan dan menjelaskan fungsi masing-masing pihak dan batas-batas yang diperbolehkan bagi tiap pihak, kemudian penempatan barang, sebelum peletakkan barang harus diverifikasi barang untuk mengecek apakah alat ini berfungsi, kemudian dilakukan training oleh UNIDO, kemudian serah terima alat antara UNIDO dan KLHK.

3. Peran dan fungsi akan dijelaskan secara rinci di PKS, dimana masing-masing pihak yaitu UNIDO dan BPPT memeliki peran masing-masing. Dalam PKS, BPPT akan secara langsung mengopersikan alat ini, dan kemudian akan menyediakan biaya opersional berkaitan listrik, air dll untuk kebutuhan alat GC-ECD. Adiministrasi pelaksanaan hibah yang akan dilakukan adalah perjanjian kerja sama KLHK, UNIDO dan BPPT, kemudian penerimaan alat, dan pemanfaatan fasilitas

4. Skema hibah fasilitas pemusnah PCB adalah harus tercatat terlebih dahulu sebagai BMN. Kemudian untuk pemanfaatan akan ditentukan sendiri oleh Kemenkeu, apakah bisa masuk opsi sewa atau tidak, jika masuk opsi sewa dilakukan, tim kemenkeu akan membuat tim untuk penentuan harga sewa. Setelah harga sewa ditetapkan kemudian akan dipilih OE apakah bersedia dengan harga sewa yang telah dilakukan kajian analisa ekonomi oleh Kemenkeu atau tidak. Jika bersedia maka OE akan terpilih sebagai penerima barang untuk fasilitas pemusnah PCB. Stelah kontrak harga sewa berakhir maka barang hibah akan kembali ke KLHK sebagai barang milik negara.

5. Berkaitan dengan tugas fungsi masing-masing pihak akan dijelaskan di MoU fasilitas pemusnahan PCB. Mengenai administrasi pelaksanaan hibah yang dilakukan adalah prapengiriman fasilitas, penerimaan alat, dan pemanfaatan fasilitas.

(6)

6. Untuk pencatatan BMN ketika pemberian alat, masih BMN tercatat atas nama UNIDO, sedangkan untuk BMN milik KLHK akan dibuat ketika setelah kontrak kerjasama selesai yaitu 2019. KLHK tidak berkewajiban membuat pelaporan untuk BMN, karena BMN masih atas nama barang UNIDO.

7. Perlu diketahui bahwa BPPT tidak boleh memperoleh keuntungan PNPB dari alat yang telah diberikan karena alat GC-ECD statusnya bukan milik BPPT (sudah sesuai peraturan yang telah ada).

8. Untuk GC-ECD status masih pinjam pakai. Untuk skema pinjam pakai akan di atur dalam PKS yang telah dibuat antara UNIDO, BPPT, dan KLHK. Untuk setelah 2019 akan dibuat PKS yang berbeda antara KLHK dan BPPT dengan tidak melibatkan UNIDO.

9. Selama project untuk analisa sampel dengan GC-ECD akan di support oleh UNIDO. untuk biaya cash (langsung) hanya diberikan untuk operator pengopersian, sedangkan untuk support bahan kimia dalam bentuk barang. 10. Pengiriman bahan kimia akan diberikan secara berahap sesuai permintaan

BPPT. Hal ini akan diatur/ disetujui oleh vendor.

11. Apakah bisa didalam PKS tidak dicantumkan tahun 2019, sehingga kata yang diganti adalah sampai kegiatan ini berlangsung. Sebaiknya dipilih antara 1000 sampel atau tahun, karena dalam PKS harus jelas. Tahun atau target sampel bertujuan untuk OE dapat bekerja dengan serius dan berkomitmen dengan hal pencapaian tersebut.

12. Target analisis sampel untuk 1000 sampel yang diberikan oleh KLHK dan UNIDO adalah paling lambat Juni 2018.

13. Perlu diketahui untuk BPPT bahwa ketika penerimaan alat harus bisa memiliki akreditasi secepatnya.

14. Target BPPT untuk penyelesaian Analisa 1000 sampel adalah 9 bulan. Setelah 9 bulan baru KLHK akan berupaya secepatnya bertukar BMN ke BPPT.

15. Perlu disepakati bahwa dalam PKS akan dibuat penyelesaian analisa sampel pertengahan tahun 2018, dan setelah pertengahan tahun 2018 BMN akan menjadi milik BPPT.

16. Pertemuan akan dilakukan akhir bulan agustus untuk pembahasan TOR PKS, dan diharapakan tim akan fokus untuk pembahasan TOR ini.

17. Hasil pembahasan draft PKS akan disampaikan kepada Tim TWG. 18. Perlu adanya penambahan anggaran/ rincian biaya dalam pasal

19. Pak Binsar menyampaikan skema Mekanisme barang hibah mobile teknologi pengolahan PCBs pada minyak trafo. Dimana vendor akan melakukan verifikasi alat oleh Tim KLHK dan akan membuat kerjasam dengan UNIDO untuk alat mobile teknologi.

20. Pak Binsar menyampaikan draf MoU antara KLHK dan UNIDO, dimana dalam draft tersebut menjelaskan fungsi masing-masing pihak antara pihak KLHK dan UNIDO.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pengamatan RPP yang telah dibuat guru, diperoleh bahwa ketiga RPP (Qur’an Hadist, Aqidah Akhlaq dan Fiqih) yang menjadi subyek penelitian ternyata masih terdapat banyak

4. Seorang wanita, 38 tahun, sedang dirawat di sebuah bangsal rumah sakit. Wanita tersebut adalah pasien yang menggunakan kartu kesehatan gratis yang diberikan

Diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat memonitoring kecelakaan lalu lintas, meningkatkan keamanan dan keselamatan berkendara, serta memantau apabila terjadi

Kendatipun pemerintah melalui Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri (kini berubah nama menjadi Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri) telah menerbitkan Peraturan

Rancangan halaman utama adalah halaman yang akan muncul pertama kali ketika pengguna membuka sistem penunjang keputusan pembelian motor second. Pada rancangan

Pada penelitian ini akan dilakukan pengembangan dari penelitian terdahulu yaitu mendapatkan kondisi optimum pembuatan glukosamin hidroklorida dari kitin atau kitosan

Pre-Eklamsi Adalah Penyakit dengan tanda-tanda Hipertensi, Oedema, dan Proteinuria yang timbul karena kehamila. Penyakit ini biasanya timbul pada.. Triwulan ke-3

distal klem. Klem berfungsi sebagai pegangan atau tali kendali. 3) Lakukan juga penjahitan pada arah pk. 4) Tambahkan jahitan bila masih terdapat luka yang terbuka. 5) Gunting