• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

 Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat tahun 2012 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat sebesar 15,84 persen terhadap tahun 2011. Semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan 27,76 persen diikuti sektor konstruksi sebesar 12,30 persen dan sektor jasa-jasa sebesar 11,91 persen.

 Sumber utama pertumbuhan ekonomi pada tahun 2012 adalah sektor industri pengolahan 11,57 persen, sektor konstruksi 0,83 persen, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran 0,70 persen.

 Pertumbuhan PDRB tanpa migas pada tahun 2012 mencapai 7,41 persen, lebih rendah dari pertumbuhan PDRB dengan migas yang besarnya 15,84 persen.

 Besaran PDRB Papua Barat pada tahun 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 42.759,94 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 13.781,16 miliar.

 Menurut penggunaan, komponen PDRB penggunaan mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2012 kecuali komponen perubahan stok yang mengalami pertumbuhan negatif, dengan pertumbuhan tertinggi pada impor 71,64 persen, diikuti oleh ekspor 21,60 persen, pembentukan modal tetap bruto 14,86 persen, konsumsi rumah tangga 8,44 persen, konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan 5,65 persen, konsumsi lembaga nirlaba 3,97 persen. Sementara perubahan stok mengalami pertumbuhan minus 197,53 persen.  Sumber utama pertumbuhan ekonomi dari sisi penggunaan adalah komponen impor yang menunjang 19,24

persen. Diikuti oleh perubahan stok 14,60 persen, ekspor 13,64 persen, konsumsi rumah tangga 3,34 perse, pembentukan modal tetap bruto 2,80 persen. Sementara konsumsi pemerintah dan konsumsi lembaga swasta nirlaba sebesar 0,69 dan 0,02 persen.

 Secara triwulanan, PDRB Papua Barat triwulan IV/2012 tumbuh minus 2,07 persen dibandingkan dengan triwulan III/2012 (q-to-q). Bila dibandingkan dengan triwulan IV/2011 (y-on-y) perekonomian PDRB Papua Barat tumbuh sebesar 5,23 persen. Di sisi sektoral, pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor industri pengolahan yang mencapai 71,45 persen dan yang terendah terjadi di sektor pertanian yang tumbuh sebesar 0,55 persen. Sementara di sisi penggunaan, pertumbuhan tertinggi terjadi di komponen impor sebesar 61,40 persen dan yang terendah di komponen pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba yang tumbuh 3,54 persen.

 PDRB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2012 mencapai Rp 49,49 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar Rp 42,97 juta.

No. 09/02/91/Th. VII, 05 Februari 2013

(2)

I.

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2012 menurut Lapangan Usaha

Perekonomian Papua Barat pada tahun 2 0 1 2 mengalami pertumbuhan sebesar 1 5 ,8 4 persen dibanding tahun 2 0 1 1 . Nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2 0 1 2 mencapai Rp 1 3 .7 8 1 ,1 5 miliar, sedangkan pada tahun 2 0 1 1 sebesar Rp 1 1 .8 9 6 ,2 3 miliar. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDRB tahun 2 0 1 2 naik sebesar 1 8 ,1 9 persen, dari Rp 3 6 .1 7 8 ,7 8 miliar pada tahun 2 0 1 1 menjadi sebesar Rp 4 2 .7 5 9 ,9 4 miliar pada tahun 2 0 1 2 . Laju Pertumbuhan (Persen) Sumber Pertumbuhan (Persen) 2011 2012 2011 2012 2012 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pertanian 4,976.70 5,198.16 2,045.72 2,075.89 1.48 0.25

2. Pertambangan dan Penggalian 2,615.42 2,771.27 1,155.96 1,219.81 5.52 0.54 3. Industri Pengolahan 18,689.73 23,087.93 4,957.83 6,333.96 27.76 11.57 4. Listrik dan Air Bersih 110.62 126.78 37.10 40.37 8.81 0.03

5. Konstruksi 2,483.29 3,135.43 806.40 905.58 12.30 0.83

6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 2,349.08 2,825.52 833.96 916.69 9.92 0.70 7. Pengangkutan dan Komunikasi 1,699.66 1,993.71 681.66 760.51 11.57 0.66 8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perush. 669.80 813.99 220.50 233.46 5.88 0.11 9. Jasa-jasa 2,584.46 2,807.15 1,157.09 1,294.89 11.91 1.16

PDRB 36,178.78 42,759.94 11,896.22 13,781.16 15.84 15.84 PDRB Tanpa Migas 16,575.62 18,778.84 6,514.27 6,996.77 7.41

-Tabel 1

Nilai PDRB Tahun 2011-2012, Laju serta

Sumber Pertumbuhan Tahun 2012 menurut Lapangan Usaha

Lapangan Usaha

ADH Berlaku (Miliar Rupiah)

ADH Konstan 2000 (Miliar Rupiah)

Selama tahun 2012, semua sektor ekonomi yang membentuk PDRB mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor industri pengolahan yang tumbuh mencapai 27,76 persen, diikuti oleh sektor konstruksi 12,30 persen, sektor jasa-jasa 11,91 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 11,57 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 9,92 persen, sektor listrik dan air bersih 8,81 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 5,88 persen, sektor pertambangan dan penggalian 5,52 persen dan sektor pertanian 1,48 persen. Pertumbuhan PDRB tanpa migas pada tahun 2012 mencapai 7,41 persen yang berarti lebih rendah dari pertumbuhan PDRB dengan migas yang besarnya 15,84 persen

Sumbangan sektor industri pengolahan dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi selama tahun 2012 masih tetap yang terbesar. LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni meningkatkan nilai tambah sektor industri pengolahan melalui subsektor gas alam cair. NTB yang

(3)

besar dari subsektor gas alam cair masih mendongkrak kontribusi sektor industri pengolahan. Sektor industri pengolahan memberikan sumbangan sebesar 11,57 persen terhadap pertumbuhan secara total. Kemudian diikuti oleh sektor konstruksi yang memberikan kontribusi sebesar 0,83 persen serta sektor perdagangan, hotel dan restoran menyumbang 0,70 persen. Sumber-sumber pertumbuhan secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1.

Produksi LNG mempengaruhi pergeseran struktur ekonomi Papua Barat sejak tahun 2010. NTB yang tercipta mendorong sektor industri pengolahan menjadi sektor terbesar yang menyumbang nilai PDRB pada tahun 2012. Keadaan tersebut menggeser kontribusi sektor pertanian yang selama ini menjadi sektor dominan di Papua Barat. Tiga sektor utama di Papua Barat yang memiliki sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan 53,99 persen, sektor pertanian 12,16 persen, dan sektor konstruksi 7,33 persen. Dengan demikian ketiga sektor tersebut menguasai 73,48 persen perekonomian di Papua Barat.

Lapangan Usaha 2009 2010 2011 2012

(1) (2) (3) (4)

1. Pertanian 23.15 17.36 13.76 12.16

2. Pertambangan dan Penggalian 12.50 8.57 7.23 6.48

3. Industri Pengolahan 28.06 44.55 51.66 53.99

4. Listrik dan Air Bersih 0.49 0.36 0.31 0.30

5. Konstruksi 9.25 7.57 6.86 7.33

6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 9.43 7.03 6.49 6.61

7. Pengangkutan dan Komunikasi 6.88 5.32 4.70 4.66

8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perush. 2.37 2.07 1.85 1.90

9. Jasa-jasa 7.88 7.17 7.14 6.56

PDRB 100.00 100.00 100.00 100.00 PDRB Tanpa Migas 66.82 52.31 45.82 43.92

Tabel 2

Struktur PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (persentase)

Menurut Lapangan Usaha Tahun 2009-2012

II.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV/2012

Kinerja perekonomian Provinsi Papua Barat pada triwulan IV tahun 2012 yang digambarkan oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan perkembangan yang menurun menjadi sebesar minus 2,07 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Penurunan kinerja pertumbuhan pada triwulan IV tahun 2012 ini terutama karena sektor industri pengolahan mengalami kontraksi sebesar minus 9,20 persen.

(4)

Kontraksi tersebut diakibatkan oleh penurunan kinerja pada subsektor migas sebesar minus 10,75 persen. Selain itu sektor pertambangan dan penggalian juga mengalami kontraksi sebesar minus 0,15 persen yang disebabkan oleh penurunan kinerja subsektor pertambangan migas sebesar minus 0,61 persen. Sementara sektor-sektor lain memiliki pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor jasa-jasa yang mencapai pertumbuhan sebesar 8,50 persen. Sementara pertumbuhan sektor lainnya mulai dari yang tertinggi adalah sektor konstruksi 5,35 persen; sektor pengangkutan dan komunikasi 3,98 persen; sektor perdagangan, hotel dan restoran 3,87 persen; sektor pertanian 3,69 persen; sektor listrik dan air bersih 2,74 persen; dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 2,08 persen.

Selanjutnya, perekonomian Papua Barat pada triwulan IV tahun 2012 bila dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2011 (year-on-year) mengalami pertumbuhan sebesar 5,23 persen. Pertumbuhan tersebut terjadi pada hampir semua sektor ekonomi kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar minus 0,83 persen. Sektor jasa-jasa mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 16,19 persen. Selanjutnya sektor konstruksi 15,99 persen; sektor perdagangan, hotel dan restoran 12,96 persen; sektor pengangkutan dan komunikasi 11,93 persen; sektor listrik dan air bersih 9,34 persen; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 3,46 persen; sektor pertanian 3,09 persen; dan sektor industri pengolahan 1,46 persen.

Lapangan Usaha Triw II 2012 terhadap Triw I 2012 Triw III 2012 terhadap Triw II 2012 Triw IV 2012 terhadap Triw III 2012 Triw IV 2012 terhadap Triw IV 2011 Sumber Pertumbuhan (y-on-y ) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian 0.10 -0.58 3.69 3.09 0.49

2. Pertambangan dan Penggalian -3.04 -2.77 -0.15 -0.83 -0.08

3. Industri Pengolahan 2.91 -1.40 -9.20 1.46 0.65

4. Listrik dan Air Bersih 1.21 2.67 2.74 9.34 0.03

5. Konstruksi 2.91 5.41 5.35 15.99 1.03

6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 1.95 3.95 3.87 12.96 0.85

7. Pengangkutan dan Komunikasi 1.12 3.45 3.98 11.93 0.66

8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perush. 5.62 4.16 2.08 3.46 0.06

9. Jasa-jasa 4.37 5.66 8.50 16.19 1.53

PDRB 1.94 0.37 -2.07 5.23 5.23 PDRB Tanpa Migas 1.73 3.04 4.85 9.68

-Tabel 3

Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persentase)

(5)

Dilihat dari nilai nominalnya, PDRB triwulan IV tahun 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 10.749,32 miliar. Sementara nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 3.414,22 miliar. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku menurun dibandingkan nilai pada triwulan sebelumnya, yaitu sebesar Rp 59,53 juta. Demikian juga dengan nilai PDRB atas dasar harga konstan menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar Rp 72,10 juta.

Distribusi PDRB menurut sektor atas dasar harga berlaku juga menunjukkan peranan masing-masing sektor terhadap perekonomian. Peranan masing-masing-masing-masing sektor ekonomi itulah yang membentuk struktur ekonomi. Tiga sektor utama perekonomian Papua Barat pada triwulan IV tahun 2012 yaitu sektor industri pengolahan, sektor pertanian, serta sektor konstruksi mempunyai peranan sebesar 71,75 persen. Sektor industri pengolahan memberi kontribusi sebesar 50,77 persen, sektor pertanian 12,78 persen, dan sektor konstruksi 8,20 persen.

Triw III-2012 Triw IV-2012 Triw III-2012 Triw IV-2012

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian 1,296.98 1,374.26 512.89 531.79

2. Pertambangan dan Penggalian 672.99 677.72 298.41 297.98

3. Industri Pengolahan 5,833.72 5,457.96 1,620.91 1,471.86

4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 32.32 34.08 10.18 10.46

5. Konstruksi 810.68 881.52 230.77 243.13

6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 720.42 767.17 232.41 241.41

7. Pengangkutan dan Komunikasi 505.96 539.15 191.93 199.58

8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perush. 217.24 223.25 60.02 61.26

9. Jasa-jasa 718.54 794.21 328.79 356.75

PDRB 10,808.85 10,749.32 3,486.32 3,414.22 PDRB Tanpa Migas 4,777.63 5,122.83 1,761.11 1,846.46

Tabel 4

PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan III dan Triwulan IV-2012 (miliar rupiah)

(6)

Triwulan III Triwulan IV Triwulan III Triwulan IV

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian 13.00 12.16 12.00 12.78

2. Pertambangan dan Penggalian 6.83 6.55 6.23 6.30

3. Industri Pengolahan 53.80 55.60 53.97 50.77

4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0.29 0.28 0.30 0.32

5. Konstruksi 6.60 6.53 7.50 8.20

6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 6.22 6.21 6.67 7.14

7. Pengangkutan dan Komunikasi 4.51 4.35 4.68 5.02

8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perush. 1.77 1.69 2.01 2.08

9. Jasa-jasa 6.97 6.63 6.65 7.39

PDRB 100.00 100.00 100.00 100.00 PDRB Tanpa Migas 44.20 47.66 50.51 54.08

Tabel 5

Struktur PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (persentase)

Menurut Lapangan Usaha Triwulan III dan Triwulan IV Tahun 2011-2012

Lapangan Usaha 2011 2012

Dibandingkan dengan keadaan triwulan IV tahun 2011, secara umum pada tahun 2012 terjadi perubahan peranan pada empat sektor ekonomi yaitu sektor pertambangan dan penggalian; sektor konstruksi; sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor jasa-jasa. Pada tahun 2011 triwulan IV, share sektor pertambangan dan penggalian berada pada urutan tertinggi setelah jasa-jasa, namun urutannya berubah pada tahun 2012 dimana sektor perdagangan, hotel dan restoran menggeser posisi sektor tersebut. Sementara sektor kontruksi menggeser posisi sektor jasa-jasa di urutan ketiga sehingga sektor jasa-jasa menempati urutan keempat serta sektor perdagangan, hotel dan restoran naik ke peringkat kelima karena sektor pertambangan dan penggalian turun peringkat ke urutan keenam. Sektor industri pengolahan menjadi sektor paling dominan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap PDRB Papua Barat dikarenakan adanya NTB subsektor gas alam cair (LNG Tangguh). Sementara sektor pertanian turun menjadi peringkat kedua, diikuti oleh subsektor pertambangan dan penggalian. Yang patut dicermati adalah semua sektor kecuali sektor industri pengolahan menunjukkan peningkatan kontribusi. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sektor industri pengolahan semakin dominan dalam menggeser peranan sektor-sektor lainnya, namun peranannya mulai mengalami penurunan dibandingkan tahun 2011.

III. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2012 Menurut Penggunaan

Pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada tahun 2012 tercatat sebesar 15,84 persen. Dari pertumbuhan 15,84 persen, 14,60 persen bersumber dari komponen perubahan stok. Kemudian disusul oleh komponen ekspor yang menyumbang 13,64 persen terhadap pertumbuhan total.

(7)

Sementara komponen konsumsi rumah tangga menyumbang 3,34 persen, komponen pembentukan modal tetap bruto menyumbang 2,80 persen, konsumsi pemerintah 0,69 persen, dan konsumsi lembaga nirlaba 0,02 persen. Impor sebagai faktor pengurang menyumbangkan 19,24 persen.

Pertumbuhan masing-masing komponen yaitu konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 8,44 persen, konsumsi lembaga swasta nirlaba sebesar 3,97 persen, konsumsi pemerintah sebesar 5,65 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 14,86 persen. Sedangkan ekspor maupun impor barang dan jasa, masing-masing tumbuh sebesar 21,60 persen dan 71,64 persen.

Dilihat dari nilai nominalnya, PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2012 senilai Rp 42.759,94 miliar, sebagian besar digunakan untuk ekspor sebesar Rp 20.297,28 miliar. Komponen penggunaan lainnya meliputi pengeluaran untuk konsumsi konsumsi rumah tangga sebesar Rp 15.109,76 miliar, konsumsi lembaga swasta nirlaba sebesar Rp 146.47 miliar, konsumsi pemerintah sebesar Rp 6.222,00 miliar, pembentukan modal tetap bruto sebesar Rp 10.051,78 miliar, perubahan stok sebesar Rp 5.192,57 miliar, serta transaksi impor sebesar Rp 14.259,91 miliar.

Dari nilai diatas bisa dilihat struktur perekonomian Papua Barat menurut penggunaan. Komponen yang mempunyai kontribusi terbesar masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu komponen ekspor yang memberikan kontribusi 47,47 persen. Kemudian disusul oleh konsumsi rumah tangga 35,34 persen, pembentukan modal tetap bruto 23,51 persen, konsumsi pemerintah 14,55 persen, perubahan stok 12,14 persen dan konsumsi lembaga nirlaba 0,34 persen. Jika peranan tersebut dibandingkan dengan peranan tahun 2011 maka terlihat tidak adanya perubahan struktur peranan masing-masing komponen. Peranan komponen ekspor menurun dibanding tahun 2011 karena adanya penurunan ekspor LNG Tangguh yang merupan akibat dari penurunan produksinya terutama pada triwulan IV tahun 2012. Peranan komponen perubahan stok mengalami kenaikan cukup signifikan karena semakin banyaknya barang yang masuk dari luar daerah, hal ini terlihat dari bertambahnya gudang-gudang penyimpanan, dan dapat dilihat juga dari kenaikan peranan komponen impor.

(8)

Laju Pertumbuhan (Persen) Sumber Pertumbuhan (Persen) 2011 2012 2011 2012 2012 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 13,142.73 15,109.76 4,712.36 5,109.87 8.44 3.34 2. Pengeluaran Kons. Lembaga Swasta Nirlaba 131.48 146.47 49.85 51.83 3.97 0.02 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5,557.24 6,222.00 1,455.57 1,537.78 5.65 0.69 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 7,929.55 10,051.78 2,239.24 2,572.08 14.86 2.80 5. Perubahan Stok 1,725.18 5,192.57 -879.05 857.34 -197.53 14.60 6. Ekspor 18,647.40 20,297.28 7,513.15 9,135.93 21.60 13.64 7. Dikurangi Impor 10,954.79 14,259.91 3,194.89 5,483.67 71.64 19.24

PDRB 36,178.78 42,759.94 11,896.23 13,781.16 15.84 15.84

Tabel 6

Nilai PDRB Tahun 2011-2012, Laju serta Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Penggunaan Tahun 2012 (persentase)

Jenis Penggunaan

ADH Berlaku (Miliar Rupiah) ADH Konstan 2000 (Miliar Rupiah)

Jenis Penggunaan 2012 2011 2010

(1) (2) (3) (4)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 35.34 36.33 41.93 2. Pengeluaran Kons. Lembaga Swasta Nirlaba 0.34 0.36 0.44 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 14.55 15.36 17.26 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 23.51 21.92 24.52 5. Perubahan Stok 12.14 4.77 5.35 6. Ekspor 47.47 51.54 45.56 7. Dikurangi Impor 33.35 30.28 35.06

PDRB 100.00 100.00 100.00

Tabel 7

Struktur Komponen-komponen PDRB Papua Barat Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Penggunaan Tahun 2010-2012

(persentase)

IV. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Tahun 2012 Menurut Penggunaan

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2012 mencapai minus 2,07 persen. Pada PDRB menurut penggunaan, pertumbuhan tersebut terjadi karena ekspor mengalami konstraksi yang cukup besar. Ekspor tumbuh minus 7,93 persen. Hal ini terjadi karena terbakarnya train III kilang LNG Tangguh yang mengakibatkan penurunan produksi LNG. Sementara komponen penggunaan lainnya mengalami pertumbuhan positif meskipun melambat kecuali pada konsumsi rumah tangga dan konsumsi lembaga swasta nirlaba yang mengalami percepatan pertumbuhan. Komponen-komponen lainnya mengalami pertumbuhan positif yaitu konsumsi lembaga nirlaba 4,96 persen, pembentukan modal tetap bruto 4,85 persen, perubahan stok 4,07 persen, konsumsi

(9)

rumah tangga 3,92 persen, dan konsumsi pemerintah 2,14 persen. Sedangkan impor tumbuh minus 0,71 persen.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan yang sama tahun sebelumnya (2011), terdapat komponen penggunaan yang menunjukkan pertumbuhan negative, yaitu komponen ekspor dan perubahan stok. Komponen ekspor tumbuh minus 13,13 persen, dan perubahan stok tumbuh minus 142,89 persen. Tingkat pertumbuhan yang tertinggi terjadi pada komponen impor 61,40 persen, diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh 15,97 persen, konsumsi rumah tangga yang mencapai 10,55 persen, konsumsi pemerintah sebesar 5,72 persen, dan komponen konsumsi lembaga swasta nirlaba 3,54 persen.

Jenis Penggunaan Triw III 2012 terhadap Triw II 2012 Triw IV 2012 terhadap Triw III 2012 Triw IV 2012 terhadap Triw IV 2011 Sumber Pertumbuhan (y-on-y ) (1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 3.62 3.92 10.55 3.96 2. Pengeluaran Kons. Lembaga Swasta Nirlaba 3.28 4.96 3.54 0.01

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4.51 2.14 5.72 0.68

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 5.91 4.85 15.97 2.93

5. Perubahan Stok 4.81 4.07 -142.89 24.04

6. Ekspor -1.17 -7.93 -13.13 -9.90

7. Dikurangi Impor 5.19 -0.71 61.40 16.49

PDRB 0.37 -2.07 5.23 5.23

Tabel 8

Laju Pertumbuhan PDRB M enurut Penggunaan Triwulan III-IV tahun 2012 (persentase)

Dilihat dari pola distribusi PDRB penggunaan, tampak bahwa komponen ekspor masih merupakan penyumbang terbesar dalam penggunaan PDRB Papua Barat. Ekspor memberikan kontribusi sebesar 62,27 persen. Kontribusi tersebut menurun dibandingkan kontribusinya pada triwulan sebelumnya. Sementara komponen-komponen lain mengalami peningkatan dalam kontribusi terhadap PDRB Penggunaan. Komponen yang mengalami peningkatan pada triwulan IV tahun 2012 yakni komponen impor sebesar 41,19 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 39,44 persen, pembentukan modal tetap bruto 20,20 persen, konsumsi pemerintah 12,02 persen, perubahan stok 6,86 persen dan konsumsi lembaga swasta nirlaba tetap memberikan kontribusi sebesar 0,40 persen. Besar sumbangan tiap komponennya dipengaruhi oleh nilai nominal masing-masing komponen. Nilai masing-masing-masing-masing komponen dapat dilihat pada tabel 9.

(10)

Triw III-2012 Triw IV-2012 Triw III-2012 Triw IV-2012

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 3,931.65 4,193.48 1,295.77 1,346.53 2. Pengeluaran Kons. Lembaga Swasta Nirlaba 36.90 39.35 13.07 13.72 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1,678.33 1,699.31 401.93 410.52

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 2,647.36 2,771.12 657.79 689.71

5. Perubahan Stok 1,569.41 1,534.18 224.94 234.10

6. Ekspor 4,657.72 4,362.27 2,309.15 2,125.98

7. Dikurangi Impor 3,712.53 3,850.39 1,416.34 1,406.33

PDRB 10,808.85 10,749.32 3,486.32 3,414.22

Tabel 9

PDRB M enurut Penggunaan Triwulan III dan Triwulan IV-2012 (M iliar Rupiah)

Jenis Penggunaan Harga Berlaku Harga Konstan 2000

Triwulan III Triwulan IV Triwulan III Triwulan IV

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 36.37 39.01 37.17 39.44

2. Pengeluaran Kons. Lembaga Swasta Nirlaba 0.34 0.37 0.37 0.40

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 15.53 15.81 11.53 12.02

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 24.49 25.78 18.87 20.20

5. Perubahan Stok 14.52 14.27 6.45 6.86

6. Ekspor 43.09 40.58 66.23 62.27

7. Dikurangi Impor 34.35 35.82 40.63 41.19

PDRB 100.00 100.00 100.00 100.00

Tabel 10

Struktur Komponen-komponen PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

(persentase)

M enurut Penggunaan Triwulan III dan Triwulan IV Tahun 2011-2012

Jenis Penggunaan 2011 2012

V.

PDRB Per Kapita

PDRB per-kapita merupakan PDRB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Pada tahun 2 0 1 2 angka PDRB per-kapita diperkirakan mencapai Rp 4 9 ,4 9 juta. Sementara PDRB per-kapita tahun 2 0 1 1 sebesar Rp 4 2 ,9 7 juta.

(11)

Berita Resmi Statistik No.09/02/91/Th. VI, 05 Februari 2013

BPS PROVINSI PAPUA BARAT

Informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Jerison Sumual, MM

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Papua Barat

Telepon/Fax: (0986) 214119 / (0986) 214119 Email: bps9100@ bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan Meningkatnya pelaksanaan RB Tersusunnya roadmap RB Roadmap RB KemenPPPA 2020-2024 Program Dukungan Manajemen Penyusunan Perencanaan Program dan Anggaran

Optimasi yang dilakukan pada basis masker gel peel off yaitu CMC-Na dan PVA dengan parameter sifat fisis masker gel peel off meliputi Viskositas, kecepatan mengering daya

Siakad-Online (Sistem Informasi Akademik - Online) adalah suatu sistem Informasi akademik yang dibangun untuk memberikan kemudahan kepada pengguna dalam kegiatan administrasi

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah ada hubungan antara pola asuh otoriter

Pengaturan nilai kecepatan putar rotor dan torsi elektromagnetik tersebut dilalukan dengan mengatur nilai amplitudo dan frekuensi tegangan masukan pada bagian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca kelas XI MA NU Miftahul Falah Dawe Kudus Tahun Ajaran

Judul Penelitian : Optimasi Hidrolisis Selulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit menjadi Selulosa Mikrokristal dan Aplikasi sebagai Pengisi pada Komposit

Tahapan adaptasi, dalam implementasinya jumlah pengawas yang ada masih kurang untuk melakukan inspeksi kepada beberapa perusahaan tambang sehingga ada beberapa perusahaan