• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum L1 ULFA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Praktikum L1 ULFA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PRAKTIKUM FISIKA – LISTRIK

PERCOBAAN L1 – RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA

I. TUJUAN

1. Mempelajari hukum Ohm dan Kirchoff pada rangkaian listrik sederhana. 2. Mampu merangkai rangkaian listrik sederhana

3. Mampu mengukur tegangan dan arus setiap komponen pada rangkaian listrik 4. Memahami hubungan seri dan paralel resistor

5. Memahami hubungan seri dan paralel sumber tegangan II. ALAT-ALAT

1. Baterai ukuran D (2 buah) 2. Sakelar SPST

3. Lampu 2,5 V, 0,5 V

4. Multimeter digital (2 buah) 5. Dudukan lampu

6. Jepit buaya bersoket ( 2 buah) 7. Dudukan baterai (2 buah) 8. Kabel penghubung (9 buah) 9. Resistor 50 Ω 5W (2 buah) 10. Resistor 100 Ω 5W (2 buah) 11. Resistor 500 Ω 5W

III. TEORI

Rangkaian listrik adalah hubungan antara elemen-elemen listrik seperti resistor, kapasitor, sumber tegangan, sumber arus, dioda, dll., dimana minimal terdapat satu arus loop yang mengalir. Berikut contoh gambar rangkaian listrik sederhana.

Susunan komponen-komponen listrik dapat disusun dengan berbagai macam cara, dua cara hubungan komponen listrik atau rangkaian listrk yang paling dasar adalah seri dan paralel,

(2)

seperti dicontohkan pada gambar berikut.

Untuk rangkaian seri, resistansi total (RT) dirumuskan sebagai berikut:

RT=R1+R2+R3 (1)

Sedangkan pada rangkaian resistor paralel, resistansi total (RT) dirumuskan sebagai berikut: 3 1 2 1 1 1 1 R R R Rt    (2)

Dalam setiap rangkaian listrik berlaku hukum Ohm dan hukum Kirchoff. Hukum OHM

Hukum Ohm menyatakan bahwa: tegangan (v) pada material-material penghantar adalah berbanding lurus terhadap arus (i) yang mengalir melalui material tersebut. Secara matematika ditulis sebagai berikut:

V=i .R (3)

Gambar 3 menunjukkan penerapan Hukum Ohm pada rangkaian sederhana, dimana konstanta proporsionalitas atau kesebandingan R disebut sebagai resistansi. Suatu resistansi adalah ohm, yaitu 1 Volt/Ampere, atau yang biasa disingkat menggunakan huruf besar

omega, Ω.

Hukum Korchoff Arus

Hukum ini juga disebut hukum pertama Kirchoff, aturan Kirchoff titik, persimpangan aturan Kirchoff (atau nodal aturan),dan aturan pertama Kirchoff.

(3)

Pada setiap node (persimpangan) dalam sebuah sirkuit listrik, jumlah arus mengalir ke node sama dengan jumlah arus yang mengalir keluar dari simpul tersebut.

atau

Jumlah aljabar arus dalam jaringan konduktor bertemu di sebuah titik adalah nol.

Dari gambar 4 dapat kita tuliskan persamaan hukum Kirchoff arus pada sebuah node sebagai berikut:

I1 + I2 = I3 + I4 I1 + I2 - I3 - I4 = 0

I

Ʃ = 0

Hukum Kirchoff Tegangan

Hukum ini juga disebut hukum kedua Kirchoff, loop Kirchoff (atau mesh) aturan, atau aturan kedua Kirchoff.

Prinsip ini menyatakan bahwa:

Jumlah perbedaan potensial (tegangan) sekitar setiap sirkuit tertutup adalah nol.

Dari gambar 5 dapat kita tuliskan persamaan hukum Kirchoff tegangan pada rangkaian

listrik sederhana tersebut sebagai berikut: -Vs + V2 + V3 + V4 = 0

(4)

V

Ʃ = 0

Untk mengetahui berapa besarnya arus dan tegangan pada suatu komponen listrik dalam suatu rangkaian listrik digunakan alat ukur yaitu amperemeter dan voltmeter.

Pengukuran Arus

Untuk mengukur arus yang melalui sebuah komponen, misalnya resistor, maka amperemeter disisipkan ke dalam rangkaian, dihubungkan secara seri dengan komponen yang akan diukur seperti pada gambar 6.

Pengukuran Tegangan

Untuk mengukur tegangan antara dua titik pada sebuah rangkaian atau komponen, maka voltmeter dihubungkan secara paralel dengan rangkaian ataukomponen yang diukur tegangannya seperti pada gambar 7.

(5)

IV. TUGAS PENDAHULUAN

1. Manakah dari rangkaian-rangkaian berikut sesuai dengan definisi rangkaian listrik? Jelaskan!

Jawab :

Rangkaian yang sesuai dengan definisi rangkaian listrik dimana sebuah rangkaian listrik harus memiliki minimal sumber tegangan, komponen pasif dan minimal satu arus loop yang mengalir adalah rangkaian C dan D.

2. Sebutkan klasifikasi komponen listrik serta berikan contohnya! a. Komponen aktif

Komponen yang mempunyai sumber tegangan sendiri. Contohnya transistor, Dioda, SCR (Silicon Control Rectifier), IC (integrated Sirkuit)

b. Komponen Pasif

Komponen yang tidak mempunyai sumber tegangan sendiri. Contohnya Induktor, Kapasitor, resistor.

3. Bagaimanakah cara melakukan pengukuran arus dan tegangan pada resistor 3 di rangkaian berikut? Jelaskan dengan menggunakan gambar bagaimana pemasangan amperemeter dan voltmeternya!

Jawab :

(6)

dipasang seri terhadap resistor R3, sedangkan untuk menghitung tegangan, voltmeter dipasang paralel terhadap R3.

4. Berapakah resistansi total dari titik A-B pada gambar berikut :

Jawab : a. Rangkaian a Rs.a = R1 + R2 = 50 + 50 = 100 Ω Rs.b = R4 + R5 = 50 + 50 = 100 Ω 3 1 . 1 1 1 R a Rs Rt   = 100 1 100 1  = 100 2 = 2 100 = 50 Ω 6 1 . 1 2 1 R a Rs Rt  

(7)

= 100 1 100 1 = 100 2 = 2 100 = 50 Ω Rtotal = Rt1 + R7 + Rt2 = 50 + 50 + 50 = 150 Ω b. Rangkaian b 3 1 2 1 1 1 1 R R R Rp    = 150 1 150 1 150 1 = 150 3 = 3 150 = 50 Ω Rs1 = R4 + R5 = 100 + 100 = 200 Ω Rs1 = R6 + R7 = 100 + 100 = 200 Ω 2 1 1 1 2 1 Rs Rs Rp   = 200 1 200 1  = 200 2 = 2 200 = 100 Ω Rtotal = Rp + Rp2 = 50 + 100 = 150 Ω

(8)

Rtotal = R1 + R2 + R3 = 10 + 10 + 10 = 30 Ω Itotal = R V = 30 20 = 0,67 A

I1= I2= I3= Itotal = 0,67 A V1= Itotal x R1 = 0,67 x 10 = 6,7 Volt V2= Itotal x R2 = 0,67 x 10 = 6,7 Volt V2= Itotal x R3 = 0,67 x 10 = 6,7 Volt V. PROSEDUR PERCOBAAN

A. Rangkaian Resistor Seri dan Paralel 1. Catat keadaan ruang sebelum praktikum

2. Rangkailah rangkaian (a) seperti gambar berikut! Pastikan sakelar dalam keadaan terbuka!

(9)

3. Tutuplah sakelar, kemudian ukur tegangan dan arus di setiap komponen (R1, R2, R3, dan baterai)! Lakukan pengamatan beruang sebanyak 3 kali serta catatlah pada tabel pengamatan 1!

4. Lakukan langkah IV.A.2 dan IV.A.3 untuk rangkain seri (b), juga rangkaian paralel (a) dan (b)!

B. Sumber Tegangan Seri dan Paralel

1. Susunlah rangkaian seperti gambar berikut! Pastikan sakelar dalam keadaan terbuka! 2. Baca tegangan (E) pada rangkaian saat sakelar terbuka!

3. Tutup sakelar kemudian catat tegangan (V)! 4. Catat arus (I) yang mengalir pada rangkaian

5. Lakukan IV.B.2 s.d IV.B.4 sebanyak 3 kali! Catat hasil pengamatan pada table pengamatan 2!

6. Lakukan langkah IV.B.1 hingga IV.B.5 untuk dengan sumber tegangan yang telah dirangkai seperti gambar-gambar berikut

(10)

C. Hukum Kirchoff Arus (HKA) dan Hukum Kirchoff Tegangan (HKT) 1. Rangkailah rangkaian seperti gambar berikut!

2. Ukurlah arus Is, I1, I2, I3 dan I4 sebanyak 3 kali dengan menggunakan amperemeter! Sesuaikan polaritas amperemeter dengan arah arus pada gambar

3. Ukurlah tegangan Vs, V1, V2, V3, dan V4 sebanyak 3 kali! Sesuaikan polaritas voltmeter dengan polaritas tegangan pada gambar!

4. Catat hasil pengamatan pada tabel pengamatan 3!

5. Lakukan angkah IV.C.1 hingga V.C.4 untuk rangkaian pada gambar (b) (pengukuran dilakukan hanya untk V3 dan I3 saja)!

6. Catat keadaan ruang setelah percobaan!

Gambar (a)

Gambar (b) VI. TABEL PENGAMATAN

Tabel Keadaan Ruang

Awal Akhir

Temperatur (°C) (2,70 ± 0,05) 10 (2,70 ± 0,05) 10 Tekanan (mmHg) (7,3950 ± 0.0038) 102 (7,3950 ± 0.0038) 102

Kelembaban (%) (6,80 ± 0,05) 10 (7,00 ± 0,05) 10 Tabel Pengamatan 1

(11)

Susunan resistor Tegangan (volt)

Baterai R1 R2 R3

Resistor seri (a) 2.85±0.00 (6.20±0.00)10-1 (6.30±0.00)10-1 1.25±0.00 2.85±0.00 (6.20±0.00)10-1 (6.30±0.00)10-1 1.28±0.00 2.85±0.00 (6.20±0.00)10-1 (6.20±0.00)10-1 1.25±0.00 Resistor seri (b) 2.78±0.00 (6.20±0.00)10-1 (6.20±0.00)10-1 1.28±0.00 2.78±0.00 (6.20±0.00)10-1 (6.20±0.00)10-1 1.26±0.00 2.78±0.00 (6.20±0.00)10-1 (6.20±0.00)10-1 1.27±0.00 Resistor paralel (a) 2.74±0.00 2.11±0.00 2.22±0.00 2.16±0.00 2.74±0.00 2.11±0.00 2.23±0.00 2.18±0.00 2.74±0.00 2.11±0.00 2.23±0.00 2.17±0.00 Resistor paralel (b) 2.71±0.00 2.4±0.00 2.43±0.00 2.42±0.00 2.71±0.00 2.4±0.00 2.43±0.00 2.42±0.00 2.71±0.00 2.4±0.00 2.43±0.00 2.42±0.00

Susunan resistor Arus (mA)

Baterai R1 R2 R3

Resistor seri (a) (1.20±0.00)101 (1.23±0.00)101 (1.28±0.00)101 (1.29±0.00)101 (1.27±0.00)101 (1.18±0.00)101 (1.28±0.00)101 (1.27±0.00)101 (1.23±0.00)101 (1.29±0.00)101 (1.28±0.00)101 (1.29±0.00)101 Resistor seri (b) (1.25±0.00)101 (1.25±0.00)101 (1.25±0.00)101 (1.28±0.00)101 (1.25±0.00)101 (1.31±0.00)101 (1.26±0.00)101 (1.26±0.00)101 (1.26±0.00)101 (1.31±0.00)101 (1.26±0.00)101 (1.22±0.00)101 Resistor paralel (a) (6.83±0.00)101 (4.20±0.00)101 (2.32±0.00)101 (4.70±0.00)101 (6.85±0.00)101 (4.20±0.00)101 (2.32±0.00)101 (4.70±0.00)101 (6.85±0.00)101 (4.20±0.00)101 (2.32±0.00)101 (4.70±0.00)101 Resistor paralel (b) (7.32±0.00)101 (4.65±0.00)101 (2.24±0.00)101 (4.30±0.00)101 (7.31±0.00)101 (4.65±0.00)101 (2.24±0.00)101 (4.30±0.00)101 (7.31±0.00)101 (4.65±0.00)101 (2.24±0.00)101 (4.30±0.00)101 Tabel Pengamatan 2

Susunan Baterai GGL/E (volt) V (volt) I (A) 1 baterai

1.20±0.00 (7.90±0.00) 10-1 (2.00±0.00) 10-1 1.19±0.00 (8.50±0.00) 10-1 (2.20±0.00) 10-1 1.18±0.00 (8.80±0.00) 10-1 (2.20±0.00) 10-1 Dua baterai seri (a) 2.41±0.00 1.50±0.00 (3.00±0.00) 10-1 2.39±0.00 1.55±0.00 (3.10±0.00) 10-1 2.38±0.00 1.54±0.00 (3.10±0.00) 10-1 Dua baterai seri (b) (5.00±0.00) 10-2 (5.00±0.00) 10-2 (2.00±0.00) 10-6 (5.00±0.00) 10-2 (5.00±0.00) 10-2 (2.00±0.00) 10-6 (5.00±0.00) 10-2 (5.00±0.00) 10-2 (2.00±0.00) 10-6 Dua baterai paralel (a) 1.25±0.00 1.08±0.00 (2.40±0.00) 10-1 1.25±0.00 1.08±0.00 (2.50±0.00) 10-1 1.24±0.00 1.07±0.00 (2.50±0.00) 10-1 Dua baterai paralel (b) (6.70±0.00) 10-1 (5.90±0.00) 10-1 (1.70±0.00) 10-1 (6.70±0.00) 10-1 (5.80±0.00) 10-1 (1.70±0.00) 10-1 (6.60±0.00) 10-1 (5.80±0.00) 10-1 (1.70±0.00) 10-1

(12)

Tabel Pengamatan 3

Susunan Resistor Tegangan (volt)

Vs V1 V2 V3 V4 Rangkaian A 2.55±0.00 1.24±0.00 1.24±0.00 -1.25±0.00 -2.42±0.00 2.55±0.00 1.24±0.00 1.24±0.00 -1.25±0.00 -2.42±0.00 2.55±0.00 1.24±0.00 1.24±0.00 -1.25±0.00 -2.42±0.00 Rangkaian B 2.55±0.00 1.24±0.00 1.24±0.00 1.25±0.00 -2.42±0.00 2.55±0.00 1.24±0.00 1.24±0.00 1.25±0.00 -2.42±0.00 2.55±0.00 1.24±0.00 1.24±0.00 1.25±0.00 -2.42±0.00 Susunan Resistor Arus (A) Is I1 I2 I3 I4 Rangkaian A (6.81±0.00)101 (1.21±0.00)101 (1.24±0.00)101 (2.46±0.00)101 (4.41±0.00)101 (6.76±0.00)101 (1.21±0.00)101 (1.24±0.00)101 (2.46±0.00)101 (4.41±0.00)101 (6.76±0.00)101 (1.21±0.00)101 (1.24±0.00)101 (2.43±0.00)101 (4.40±0.00)101 Rangkaian B (6.81±0.00)101 (1.21±0.00)101 (1.24±0.00)101 (-2.45±0.00)101 (4.41±0.00)101 (6.76±0.00)101 (1.21±0.00)101 (1.24±0.00)101 (-2.44±0.00)101 (4.41±0.00)101 (6.76±0.00)101 (1.21±0.00)101 (1.24±0.00)101 (-2.43±0.00)101 (4.40±0.00)101

VIII. TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN

1. Berapakah resistansi total tiap percobaan berdasarkan hasil percobaan? Bandingkan hasil tersebut dengan hasil perhitungan berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan

(13)

(dengan toleransi 5%) Jawab :

 Resistansi total rangkaian seri a adalah Rtotal = R1 + R2 + R3

= 50,27 + 48,958 + 98,182 = 197.4104 Ω

Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 200 Ω  Resistansi total rangkain seri b adalah

Rtotal = R1 + R2 + R3

= 48,062 + 49,337 + 101,329 = 198.7287 Ω

Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 200 Ω  Resistansi total rangkaian paralel a adalah

Rtotal = 3 1 2 1 1 1 R R R   = 50,23811 95,1977461,17021 = 30.77844 Ω

Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 31,25 Ω  Resistansi total rangkaian paralel b adalah

Rtotal = 3 1 2 1 1 1 R R R   = 51,61291 108,14821562,17907 = 32.92727Ω

Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 31,25 Ω

2. Pada rangkaian seri. Bagaimana nilai resistansi total dibandingkan R1, R2, dan R3, apakah selalu lebih besar atau lebih kecil? Bagaimana dengan rangkaian paralel?

Jawab :

 Pada rangkaian seri perbandingan nilai Rtotal terhadap nilai R1, R2, R3 adalah selalu lebih besar Rtotal, hal ini karena arus tidak terbagi hanya melewati satu rangkaian. Dan juga prinsip dari rangkaian seri sendiri yaitu Rtotal merupakan penjumlahan dari semua tahanan yang diserikan.

 Pada rangkaian paralel perbandingan nilai Rtotal terhadap nilai R1, R2, R3 adalah selalu lebih kecil Rtotal di banding R1, R2, R3, hal ini karena arus terbagi melewati

(14)

beberapa rangkaian, dan juga prinsip dari rangkaian paralel sendiri yaitu Rparalel tidak akan lebih besar dari tahanan yang diparalelkanya.

3. Tuliskan rumus untuk menghitung resistansi total untuk hambatan-hambatan yang terhubung seri dan paralel! Bagaimana persamaan tersebut dapat diperoleh? Jelaskan! Jawab :

Gambar rangkaian paralel gambar rangkaian seri  Cara menghitung hambatan total rangkaian seri

V = VR1 + VR2 + VR3 I.Rt= (I.R1)+(I.R2)+(I.R3) I.Rt = I(R1+R2+R3) Rt = R1 + R2 + R3

 Cara menghitung hambatan total rangkaian paralel

I= IR1 + IR2 + IR3

V/Rt = V/R1 + V/R2 + V/R3 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

4. Bandingkan hasil pengukuran untuk rangkaian seri a terhadap rangkaian seri b, dan rangkaian paralel a dan rangkaian paralel b! Apakah terdapat perbedaan (dengan toleransi 5%)? Jelaskan! Jawab : Rangkaian seri a = 197.4104 Ω Rangkaian seri b = 198.7287 Ω Rangkaian paralel a = 30.77844 Ω Rangkaian paralel b = 32.92727Ω

Dari kedua pembanding tersebut, terdapat sellisih yang tidak berbeda jauh. Dalam artian bahwa masih dibawah toleransi 5%

(15)

Jawab :

Gambar rangkaian seri (a) Gambar rangkaian seri (b)

Gambar rangkaian paralel (a) Gambar rangkaian paralel (b)

6. Pada rangkaian seri, berapakah besarnya arus yang melalui setiap komponen? Jelaskan! Jawab : Baterai R1 R2 R3 Rangkaian seri a 0,01233 A 0,01233 A 0,0128 A 0,01283 A Rangkaian seri b 0,01253 A 0,0129 A 0,01257 A 0,01253 A

Pada rangkainn seri, nilai arus pada setiap komponen sama, walaupun ada perbedaan tetapi hanya sedikit yang bisa diabaikan, karena dalam rangkaian seri, arus yang mengalir besarnya sama setiap komponen

7. Pada rangkaian paralel, berapa besarnya tegangan setiap komponen? Jawab : Baterai R1 R2 R3 Rangkaian paralel a 2,74 V 2,11 V 2,227 V 2,17 V Rangkaian paralel b 2, 71 V 2,4 V 2,43 V 2,42 V

Pada rangkaian paralel nilai tegangan pada setiap komponen sama, walaupun ada yang berbeda tetapi hanya sedikit dan bisa diabaikan, karena dalam rangkaian paralel, tegangan setiap komponen akan sama.

(16)

terhubung secara seri terhadap komponen tersebut? Jelaskan! Jawab :

Karena arus mengalir dalam satu loop dan amperemeter memiliki hambatan yang sangat kecil, jika dipasang paralel arus akan melewati amperemeter langsung dan tidak bisa dibaca berapa besarnya arus

9. Mengapa untuk mengukur tegangan suatu komponen listrik, voltmeter harus terhubung secara paralel terhadap komponen tersebut? Jelaskan!

Jawab :

Karena voltmeter memiliki hambatan yang sangat besar, jika dipasang seri arus tidak akan bisa lewat dan tegangan tidak diketahui besarnya.

10. Perubahan apakah yang terjadi dengan mengubah polaritas alat ukur? Jelaskan! Jawab :

Hasil ouput yang keluar akan berlawanan dengan hasil yang sebelumnya (dari positif ke negatif atau dari negatif ke positif)

11. Adakah arus yang mengalir pada susunan baterai seri b dan paralel b? Jelaskan! Jawab :

Seharusnya tidak ada, karena pada rangkaian baterai seri b dan paralel b dalam dua baterai tersebut dipasang searah (positif bertemu positif dan negative bertemu negatif) maka arus yang mengalir saling meniadakan.

Namun dalam percobaan kali ini ternyata ada namun hanya kecil sekali, hal ini disebabkan karena perbedaan tegangan yang tersimpan pada dua battrai.

12. Hitung resistansi total dari titik A B pada gambar berikut : Jawab : Rangkaian A : Rtotal 1 = 3 1 1 1 R R

(17)

= 100 1 50 1 = 100 3 = 3 100 = 33,33 Ω Rtotal = R2 + Rtotal1 = 50 + 33,33 = 83,33 Ω Rangkaian B RAB = (100//100)+(50//0)+(100//100)  (100//100) = (100)(100)/(100+100)= 50  (50//0) = 0 RAB = 50+0+50= 100 Ohm

13. Susunan baterai manakah yang mempunyai hambatan dalam besar? Berikan penjelasan!

Jawab :

Dua baterai seri a dan dua baterai seri b, hal ini karena jumlah hambatan dalam dari dua baterai seri a dan seri b adalah jumlah hambatan dalam dua baterai tersebut. 14. Susunan baterai manakah yang mempunyai hambatan dalam terkecil? Berikan

penjelasannya! Jawab :

Dua baterai paralel a dan dua baterai paralel b, hal ini karena jumlah hambatan dalam dari dua baterai paralel a b adalah hambatan paralel dua baterai tersebut.

15. GGL (E) terbesar dihasilkan oleh susunan baterai yang mana? Jelaskan! Jawab :

Rangkaian dua baterai seri a yaitu 2,393 V, karena pada rangkaian dua baterai seri a jumlah GGL (E) merupakan penjumlahan dari dua GGL (E) pada kedua baterai. 16. Penurunan tegangan terbesar (E-V) terjadi pada susunan baterai yang mana?

Jelaskan! Jawab :

Dua baterai seri (a), karena hambatan dalam di rangkaian tersebut besar, menyebabkan tegangan berkurang.

(18)

17. Apakah HKA dam HKT tetap berlaku pada saat mengubah polaritas alat ukur? Jawab :

Berlaku IX. ANALISIS

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan literatur teori. Pada percobaan rangkaian seri dan paralel, nilai arus yang terbaca pada rangkaian seri seharusnya sama, tetapi pada kenyataannya tidak, walaupun hanya beda sedikit. Hal ini dikarenakan pada pemasangan kabel-kabelnya yang longgar sehingga arus yang terbaca tidak tetap (berganti-ganti). Begitupun juga dengan besarnya tegangan yang terbaca pada rangkaian paralel. Nilai yang seharusnya sama, pada kenyataannya tidak. Hal ini juga dikarenakan pada saat merangkai alat, kabelnya tidak tersambung dengan baik/longgar sehingga tegangan yang terbaca tidak tetap.

Nilai resistansi total pada rangkaian seri a dan b serta rangkaian paralel a dan b secara berturut-turut adalah 197.4104 Ω, 198.7287 Ω, 30.77844 Ω, 32.92727 Ω. Nilai literatur untuk rangkaian seri a dan b adalah sebesar 200 Ω, dan untuk rangkaian paralel adalah sebesar 31,25 Ω. Nilai yang didapat dalam pengukuran memiliki perbedaan yang masih dalam toleransi 5%. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya sumber tegangan yang dipakai tidak full, artinya sudah terpakai sebelumnya sehingga nilai tegangan yang masih tersimpan berkurang dan itu mempengaruhi juga terhadap nilai yang didapat didalam percobaan dan pemasangan kabel longgar sehingga pembacaan tidak tepat

Pada percobaan ketiga, hukum kirchoff arus dan hukum kirchoff tegangan terbukti. Walaupun polaritas diubah, hal ini tidak akan mengubah hukum kirchoff arus dan hukum kkirchoff tegangan. Walaupun nilai yang didapat tidak sama dengan nol tetapi mendekati dan dalam toleransi 5%. Saat polaritas alat ukur dibalik nilai yang terbaca oleh alat ukur menunjukan nilai yang berlawanan hal ini disebabkan oleh terbaliknya aliran arus yang memasuki alat ukur tersebut sehingga nilai yang terbaca adalah berlawanan. Hal ini dikarenakan oleh pembacaan arus dan tegangan yang tidak tepat. Dan sumber tegangan yang dipakai tidak penuh.

X. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan L1 dapat disimpulkan sebagai berikut :

 Rangkaian Listrik adalah suatu kumpulan komponen atau elemen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu minimal mempunyai satu rangkaian tertutup.

(19)

 Klasifikasi komponen pada rangkaian listrik dibagi menjadi 2 yaitu, komponen aktif dan komponen pasif.

 Pada Rangkaian seri i1 = i2 = i3 sehingga didapat nilai Rtotal = R1 + R2 + R3  Pada Rangkaian paralel v1 = v2 = v3 Sehingga didapat nilai Rtotal

1/Rt=1/R1 + 1/R2 + 1/R3

 Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus yang melewatinya.

 Nilai resistansi total pada rangkaian seri a dan b serta rangkaian paralel a dan b secara berturut- turut adalah 197.4104 Ω, 198.7287 Ω, 30.77844 Ω, 32.92727Ω

 Hukum kirchoff arus adalah banyaknya arus yanng masuk sama dengan jumlah arus yang keluar

 Hukum kirchoff tegangan adalah banyaknya tegangan yang masuk sama dengan jumlah tegangan yang keluar.

 Arus yang mengalir pada sebuah rangkaian alan berbanding lurus dengan tegangan pada material penghantar.

XI. DAFTAR PUSTAKA

1. Andar, Soeprapto dan Muhammad Ridwan. 2015. Modul praktikum fisika dasar I. Institut Teknologi Nasional: Bandung.

Gambar

Gambar   3   menunjukkan   penerapan   Hukum   Ohm   pada   rangkaian   sederhana,   dimana konstanta proporsionalitas atau kesebandingan R disebut sebagai resistansi
Tabel Pengamatan 3
Gambar rangkaian paralel gambar rangkaian seri
Gambar rangkaian seri (a)      Gambar rangkaian seri (b)

Referensi

Dokumen terkait

Komponen pasif elektronika yang berfungsi untuk menahan arus listrik baik arus AC maupun DC.. Berikut ini macam sumber listrik kecuali

- Hukum tegangan kirchhoff yaitu tegangan yang diberikan pada suatu rangkaian tertutup sama dengan penjumlahan tegangan jatuh. - Hukum arus kirchhoff yaitu penjumlahan arus yang

Gejala Hukum Kirchoff ada dua, yaitu Kirchoff tegangan dan Kirchoff arus, Kirchoff tegangan dijumpai pada konfigurasi rangkaian hubungan seri dan Kirchoff arus dijumpai pada

Gambar 4 menunjukkan sebuah rangkaian listrik arus bolak-balik dengan susunan seri terdiri sebuah sumber tegangan arus bolak-balik, bangku kapasitor ( C ), induktor ( L )

Kedua teorema negara bahwa setiap jaringan dua-terminal linearrumit dengan pasokan listrik dapat disederhanakan rangkaian ekivalen yang mencakup sumber tegangan yang sebenarnya

Prinsip dasar teori superposisi adalah pengaruh semua sumber tegangan/arus pada suatu titik / cabang dalam suatu rangkaian listrik adalah sama dengan jumlah

 berubahanya penunjukkan tegangan pada setiap tahanan adalah arus yang an tegangan pada setiap tahanan adalah arus yang melewati sumber tegangan berubah dari positif (+) ke negatif

Dengan hubungan seri tersebut, arus listrik pada kumparan medan adalah sama dengan arus listrik pada kumparan angker karena karakteristik dari rangkaian seri adalah arus sama