• Tidak ada hasil yang ditemukan

Babul Haq Kitab Barencong

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Babul Haq Kitab Barencong"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Babul haq kitab barencong

Inilah suatu rahasia,bahwa engkau itu sampai kpd AKU hai hambaku.Adalh ini jika kau brada dlm...Mka engkau itu lenyaplah di dlm kosong yg berisi.Kalimat tauhid itu ialah maqam Ruh yg tiada lupa ia kpd yg menjdikn alam semesta ini,itu lh yg di sebut engkau itu bertubuh...Engkau dengarkan bunyi di dlm tubuhmu..!,itu berbunyi ...Mka oleh itu hanya dirinyaNYAlh yg ada,yg tahu serta meliht dan yg mendengar,dan yg hidup.Mka itu lh yg di sebut engkau itu lenyap dengan AKU(fana).

Di atas adalh sbagian isi dr kitab barencong ilmu tasawuf.

Kitab Barencong,Datu Sanggul/Datu muning Bismillahirahmanirahiim

Rakam yaitu Mengenal,

1.Maksudnya mengenal yang sebenar-benarnya diri/mengetahui asalnya diri supaya tahu yang sebenarnya agar mengenal akan Tuhan,

2.Ini agar meng-Esa-kan yang sebenar-benarnya diri kepada Allah Ta'Ala agar jangan sampai Murakabah yang bersusunan pada Ilmu-Nya..

Adapun jua maksud Rakam yang 1&2 itu menerangkan keadaan perkakas isi tubuh yang dzahir & yang bathin,maka jika sudah pula diketahui seperti ini hendaknya di fana-kan agar tetap ke-Esa an-Nya dan tidak siapa pun jua yang dapat menduakan-Nya/Allah saja yang Tunggal/Esa,Demikianlah maksudnya..

Kemudian daripada itu disinilah saya mulai menerangkan,yang bernama Diri itu ada 2 Bagian:

--Diri yang Dzahir, --Diri yang Bathin.

adapun diri yang Dzahir itu asal daripada unsur Adam,Adam unsurnya memiliki 4 perkara,yaitu :

1.Api, 2.Angin, 3.Air, 4.Tanah

Dan berikut ini penjabaran/makna dari tulisan/huruf ALLAH yang sering kita lihat dalam kaligrafi,

--ALIF ---> Api,

--LAM AWAL --> Angin, --LAM AKHIR --> Air, --HA --> TANAH/BUMI

1. adapun Api itu terbit dari Diri yang Bathin jua yang berhuruf ALIF bernama DZAT yang menjadi rahasia hurufnya pada kita,

(2)

2. adapun Angin itu terbit dari Diri yang Bathin jua yang berhuruf LAM AWAL bernama SIFAT yang menjadi nyawa pada kita/Nafas kita,

3. adapun Air itu terbit jua dari Diri kita yang Bathin,berhuruf LAM AKHIR bernama ASMA yang menjadi HATI pada kita (Air Nuthfah&Air Liur),

4. adapun Tanah/Bumi itu pula terbit dari Diri yang Bathin jua berhuruf HA bernama AF'AL menjadi tingkah Laku pada kita..

Jadi,demikianlah Diri kita yang Dzahir ini terbit dari bayang-bayang kita yang Bathin jua dan adanya Huruf yang bertuliskan ALLAH,tapi jangan sampai saudara mengakui bahwa saudara adalah Tuhan karena Diri kita yang Dzahir ini hanyalah Tulisan (Ingat,hanya sebatas

Huruf/Tulisan) yang berlafadz ALLAH,untuk itulah Allah Ta'Ala menciptakan tulisan/huruf tersebut agar kita mengenal Diri kita yang Dzahir..

Kemudian daripada itu setelah kita mengetahui Diri kita yang Dzahir hendaklah kita ketahui Diri kita yang Bathin pula,agar dapat kita kenal akan Tuhan melalui Diri yang Bathin

sebagaimana seperti sebuah sabda yang sangat dikenal oleh para kaum sufi "Man Arafa Nafsahu Fa Qad Arafa Rabbahu" barang siapa mengenal sebenar-benarnya Diri Niscaya Diri akan mengenal Tuhannya...tetapi sebelum kita mengenal akan Diri kita yang

Bathin,hendaklah mati dahulu sebelum mati Diri kita yang Dzahir tadi,seperti Sabda Nabi SAW "Mutu Kabla Anta Mutu" jikalau telah kita matikan Diri yang Dzahir tadi,barulah nyata dari kita yang Bathin yang bernama sebenar-benarnya DIRI..

Simbol pemahaman Datu Sanggul/Datu Muning/Syekh Abdus Samad/Ahmad Sirajul Huda/Syekh Jalil,tentang keTuhanan ialah dari Bumi Naik ke Langit maksudnya beliau mengenal Hakikat Tuhan berdasarkan apa-apa yang telah diciptakan-Nya (Alam Semesta) sehingga dari pemahaman terhadap alam semesta itulah menghantarkan pada kebenaran sejati yakni ALLAH SWT,karena memang dari alam dan bahkan pada Diri sendirilah (manusia) terdapat tanda-tanda kekuasaan-NYA bagi yang mentafakurrinya..dengan kata lain ilmu Tasawuf Datu Sanggul adalah ilmu Laduni yang telah di karuniakan oleh ALLAH SWT kepada beliau,karena itu orang yang mempelajari Tasawuf pada dasarnya bisa

menggabungkan 2 sumber acuan pokok,yakni : 1.berdasarkan Wahyu (Qauliyah),

2.berdasarkan tanda-tanda ayat-NYA (Qauniyah) yang terpampang jelas pada alam atau makhluk ciptaan-NYA..

"Tidak memakai ilmu atau bacaan tertentu,hanya menjaga keluar masuknya Nafas kapan ia keluar dan kapan ia masuk" sehingga secara rutin dapat melaksanakan sholat ke masjidil haram setiap hari jum'at...(kira-kira seperti itulah beberapa patah kata yang pernah di katakan Datu Sanggul kepada Datu Kalampayan/Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari)

adapun yang mematikan diri yang berhuruf dan bernama ALLAH itu demikian caranya : 1. menafikan huruf Alif,

2. Lam Awal, 3. Lam Akhir, 4. Ha

(3)

adapun huruf-huruf yang demikian ; 1. Alif = Allahusamma wati wal Ardh,

2. Lam Awal = Lillah husamma wati wal Ardh, 3. Lam Akhir = Lahulmulku samma wati wal Ardh, 4. Ha = Wal awallu wal akhirru Wal Dzahiru wal Batiinu

jadi jikalau demikian diri kita yang dzahir itu nyata fana sekali2 tiada mempunyai apa-apa lagi (min adami ila wujdin,wamin wujdin ila Adami) jadi maksudnya dari pada kita diri yang dzahir walau sehelai rambut pun telah tiada mempunyai lagi apa-apa..

tiada boleh dikatakan ada lagi pada ilmu-nya,hanya diri yang bathin jua ialah yang bernama Muhammad..seperti firman Allah ta'ala dalam hadits Qudsi : Ku jadikan semesta sekalian alam ini karenamu yaa Muhammad,Ku jadikan akan dikau karenaKu yaa Muhammad.. Adapun dzat mutlak yang dinamakan oleh kaum ahli sufi akan Dia 'Asyiq itu ialah Ta'yin Hakikat,Ta'yin hakikat ke duanya adanya jua bukan dari padanya jua,maka tatkala hendak menyatakan IradatNya dari kodratNya maka asal Ta'yin hakikat itu dinamakan A'yan sabitah,yaitu ibarat cermin maka limpahlah wujd mutlak itu seperti yang di dalam cermin.. ahmad muhammad allah

I . O allah

titik namanya ; Ahdiat

adapun pertama,titik pindah wadah semata-mata maka ilmu A'yan sabitah hakikat tubuh Muhammad yaitu asal sekalian Nyawa adanya..kitab ini adalah dabitan dari kitab Babul haqq dan jadi kitab berencong..dengan perkataan perkenalan kepada Allah jangan susah mencari Allah,Allah telah lenyap menjadi nyawa sekalian batang tubuh..

--jangan susah mencari billah, --billah ada didalam tubuh, --jangan susah mencari Allah, --Allah ada di dalam tubuh

yaitu Nur Allah,dimana ada Nur-nya tentu tiada terputus dari yang punya Nur tersebut..bersatu tetapi tiada sekutu itulah antaranya kita dengan Allah..

jadi firman Allah : tafakur seketika itu dengan berhadap terlebih baik daripada kebaktian seribu tahun..adapun yang terhimpun di dalam tubuh kita ini ada 2 ruh,yang tidak diketahui yaitu ruh yang dinamakan ruhul quds dan yang kedua dinamakan ruhani..

adapun sebutan ruh itu atau ucapannya "ALLAH", dan yang satu lagi ucapannya "HU"

(4)

jikalau mau diketahui hendaklah di cari guru / mursyid yang tahu ilmu hakikat jikalau tiada,jangan dibuka karena tiada tahu jalan rahasia tuhan yang tersembunyi dalam diri kita..ketahuilah olehmu hai talib yang beroleh pertolongan dari pada nabi kita SAW dengan syafa'at pada yaumil akhir..

bermula jalan yang sempurna dari pihak dzahir dan bathin ada jalan musahadah,mukaballah,mukarammah dan musahallah..adapun arti dari: -musahadah = berpandangan,

-mukaballah = berhadapan, -mukarammah = menyertakan, -musahallah = menyempurnakan

jika ditanya apa arti di pandang dan apa arti berhadapan dan juga arti dari menyertakan? Adapun yang berhadapan itu Ajim artinya Cita-cita yang amat tangkas,dan adapun yang dipandang itu itikat,yang menyertakan itu yakin karna nyata tiada syak dan was-was dalamnya,menyempurnakan itu Tauhid menyampaikan segala penglihatan mata batin dari pada meng-Esa-kan..

adapun Nakitah dan tanajul pun segala asyaita yin awal itu ilmu namanya kuat jua tiada lainnya,adapun wadah itu wujd mutlak pun namanya jua,ilmu pun namanya jua..

Lam : wujd,kidam,baqa,muhalafatulil hawadis,kiyamuhu binafsih

adapun yang dikatakan nyawa muhammad itu sebenarnya tiada lain kedzahiran 4 sifat Allah Ta'ala yang dinamakan kalimah ILLA = kodrat,iradat,ilmu,hayat

adapun yang dikatakan tubuh muhammad sebenar-benarnya dari 5 =

kadirrun,muriddun,aliimun,hayyun,dan wahdaniyyat..jadi yang bernama Muhammad tiada lain ialah sifat tuhan jua..

LA = Wujd,kidam,baqa,muhalafatulil hawadis,kiyamuhu binafsih ---> Diri/dzat, ILAHA = Sama,basar,kalam,sami'un,basirun,mutakalimun---> Nyawa/Sifat, ILLA = kodrat,iradat,ilmu,hayat---> Hati/asma,

ALLAH = kadirun,muridun,aliimun,hayyun,Wahdaniyyat---> Tubuh/Af'al pengenalan ilmu marifat

Alhamdulillahirabbil Alamin wasalatu wassalamu ala sayiddina mursaliin wa'ala alihi wa'ashabihi aj'main..

adapun kemudian daripada itu ketahui olehmu hai salik bahwasanya tiada sempurna bagi seseorang mengenal diri melainkan mengetahui akan asal kejadian diri,yang mula-mula diciptakan oleh Allah Ta'ala..pasal pada menyatakan asal yang mula-mula di jadikan oleh Allah seperti pada sabda Abdullah ibn Abbas (ra) dari junjungan kita Nabi SAW : yang mula-mula di jadikan oleh Allah Ta'ala yaitu Nur NabiMu..

(5)

> laya rulahu ilallah = tiada yang melihat Allah hanya Allah,

>laya budullahu ilallah = tiada yang menyembah Allah hanya Allah

seperti firman Allah di dalam hadits qudsi : dzahir tuhan didalam bathin hamba-nya,manusia itu rahasiaku dan aku pun rahasianya(insanu sirri wa ana sirrahu) bermula insan itu rahasiaku dan rahasiaku itu sifatku dan sifat-ku tiada lain dari padanya(al insanu sirri wassirri wa sifatun,wasifatin laghoiri) , pada hakikatnya bagi Allah katanya Allah kepada Muhammad..ini di dalam Al-Adzhim.. (jistumul insanu

wanafsuhu,wakalbuhu,warkuhu,wassamahu,wabsarrahu warruha

walisanuhu,wayajiduhu,lahuahila ana walla ana gairuhu : tubuh manusia dan hatinya dan nyawanya,pendengarannya,penglihatannya,tangan dan kakinya sekalian itu aku nyatakan dengan diriku bagi dirinya,dan insan itu tiada lain dari pada aku dan aku pun tiada lain dari padanya...maka tiada engkau berani akan di aku selama engkau masih tiada fana di

dalamku,syahtiada ayal,terhila dan yaitu rupaku padamu..

maka yaitulah yang dipegang oleh orang arif'billah,firman Allah : wa huwa ma'akum Ainama kuntum " ada tuhan kamu serta kamu",wa fi'an fusikum affala tafsiruun "dan didalam dirimu pun Aku maka tiadalah kamu lihat akan di Aku,karena Aku terlebih hampor dekat pada alat matamu yang putih,terlebih Aku hampir padamu.."

maka memadailah keterangan dan nash Quran maka sampai disinilah keterangan-keterangan ajesamm andrakul idrakul fahwa idrak,bermula lemah dari pada pendapat maka yaitulah yang di dapat La Illaha Ila Allah,Ana...tiada tuhan melainkan Aku...

Adapun La Illaha --> isyarat wujd makhluk, Ila Allah --> isyarat Qadim

pengenalan ilmu marifat

Alhamdulillahirabbil Alamin wasalatu wassalamu ala sayiddina mursaliin wa'ala alihi wa'ashabihi aj'main..

adapun kemudian daripada itu ketahui olehmu hai salik bahwasanya tiada sempurna bagi seseorang mengenal diri melainkan mengetahui akan asal kejadian diri,yang mula-mula diciptakan oleh Allah Ta'ala..pasal pada menyatakan asal yang mula-mula di jadikan oleh Allah seperti pada sabda Abdullah ibn Abbas (ra) dari junjungan kita Nabi SAW : yang mula-mula di jadikan oleh Allah Ta'ala yaitu Nur NabiMu..

(6)

> laya rulahu ilallah = tiada yang melihat Allah hanya Allah,

>laya budullahu ilallah = tiada yang menyembah Allah hanya Allah

seperti firman Allah di dalam hadits qudsi : dzahir tuhan didalam bathin hamba-nya,manusia itu rahasiaku dan aku pun rahasianya(insanu sirri wa ana sirrahu) bermula insan itu rahasiaku dan rahasiaku itu sifatku dan sifat-ku tiada lain dari padanya(al insanu sirri wassirri wa sifatun,wasifatin laghoiri) , pada hakikatnya bagi Allah katanya Allah kepada Muhammad..ini di dalam Al-Adzhim.. (jistumul insanu

wanafsuhu,wakalbuhu,warkuhu,wassamahu,wabsarrahu warruha

walisanuhu,wayajiduhu,lahuahila ana walla ana gairuhu : tubuh manusia dan hatinya dan nyawanya,pendengarannya,penglihatannya,tangan dan kakinya sekalian itu aku nyatakan dengan diriku bagi dirinya,dan insan itu tiada lain dari pada aku dan aku pun tiada lain dari padanya...maka tiada engkau berani akan di aku selama engkau masih tiada fana di

dalamku,syahtiada ayal,terhila dan yaitu rupaku padamu..

maka yaitulah yang dipegang oleh orang arif'billah,firman Allah : wa huwa ma'akum Ainama kuntum " ada tuhan kamu serta kamu",wa fi'an fusikum affala tafsiruun "dan didalam dirimu pun Aku maka tiadalah kamu lihat akan di Aku,karena Aku terlebih hampor dekat pada alat matamu yang putih,terlebih Aku hampir padamu.."

maka memadailah keterangan dan nash Quran maka sampai disinilah keterangan-keterangan ajesamm andrakul idrakul fahwa idrak,bermula lemah dari pada pendapat maka yaitulah yang di dapat La Illaha Ila Allah,Ana...tiada tuhan melainkan Aku...

Adapun La Illaha --> isyarat wujd makhluk, Ila Allah --> isyarat Qadim

pengenalan ilmu marifat

Alhamdulillahirabbil Alamin wasalatu wassalamu ala sayiddina mursaliin wa'ala alihi wa'ashabihi aj'main..

adapun kemudian daripada itu ketahui olehmu hai salik bahwasanya tiada sempurna bagi seseorang mengenal diri melainkan mengetahui akan asal kejadian diri,yang mula-mula diciptakan oleh Allah Ta'ala..pasal pada menyatakan asal yang mula-mula di jadikan oleh Allah seperti pada sabda Abdullah ibn Abbas (ra) dari junjungan kita Nabi SAW : yang mula-mula di jadikan oleh Allah Ta'ala yaitu Nur NabiMu..

(7)

> laya rulahu ilallah = tiada yang melihat Allah hanya Allah,

>laya budullahu ilallah = tiada yang menyembah Allah hanya Allah

seperti firman Allah di dalam hadits qudsi : dzahir tuhan didalam bathin hamba-nya,manusia itu rahasiaku dan aku pun rahasianya(insanu sirri wa ana sirrahu) bermula insan itu rahasiaku dan rahasiaku itu sifatku dan sifat-ku tiada lain dari padanya(al insanu sirri wassirri wa sifatun,wasifatin laghoiri) , pada hakikatnya bagi Allah katanya Allah kepada Muhammad..ini di dalam Al-Adzhim.. (jistumul insanu

wanafsuhu,wakalbuhu,warkuhu,wassamahu,wabsarrahu warruha

walisanuhu,wayajiduhu,lahuahila ana walla ana gairuhu : tubuh manusia dan hatinya dan nyawanya,pendengarannya,penglihatannya,tangan dan kakinya sekalian itu aku nyatakan dengan diriku bagi dirinya,dan insan itu tiada lain dari pada aku dan aku pun tiada lain dari padanya...maka tiada engkau berani akan di aku selama engkau masih tiada fana di

dalamku,syahtiada ayal,terhila dan yaitu rupaku padamu..

maka yaitulah yang dipegang oleh orang arif'billah,firman Allah : wa huwa ma'akum Ainama kuntum " ada tuhan kamu serta kamu",wa fi'an fusikum affala tafsiruun "dan didalam dirimu pun Aku maka tiadalah kamu lihat akan di Aku,karena Aku terlebih hampor dekat pada alat matamu yang putih,terlebih Aku hampir padamu.."

maka memadailah keterangan dan nash Quran maka sampai disinilah keterangan-keterangan ajesamm andrakul idrakul fahwa idrak,bermula lemah dari pada pendapat maka yaitulah yang di dapat La Illaha Ila Allah,Ana...tiada tuhan melainkan Aku...

Adapun La Illaha --> isyarat wujd makhluk, Ila Allah --> isyarat Qadim

pengenalan ilmu marifat

Alhamdulillahirabbil Alamin wasalatu wassalamu ala sayiddina mursaliin wa'ala alihi wa'ashabihi aj'main..

adapun kemudian daripada itu ketahui olehmu hai salik bahwasanya tiada sempurna bagi seseorang mengenal diri melainkan mengetahui akan asal kejadian diri,yang mula-mula diciptakan oleh Allah Ta'ala..pasal pada menyatakan asal yang mula-mula di jadikan oleh Allah seperti pada sabda Abdullah ibn Abbas (ra) dari junjungan kita Nabi SAW : yang mula-mula di jadikan oleh Allah Ta'ala yaitu Nur NabiMu..

(8)

> la yaskuluhul lahu'illah = tiada yang menyebut Allah hanya Allah, > laya rulahu ilallah = tiada yang melihat Allah hanya Allah,

>laya budullahu ilallah = tiada yang menyembah Allah hanya Allah

seperti firman Allah di dalam hadits qudsi : dzahir tuhan didalam bathin hamba-nya,manusia itu rahasiaku dan aku pun rahasianya(insanu sirri wa ana sirrahu) bermula insan itu rahasiaku dan rahasiaku itu sifatku dan sifat-ku tiada lain dari padanya(al insanu sirri wassirri wa sifatun,wasifatin laghoiri) , pada hakikatnya bagi Allah katanya Allah kepada Muhammad..ini di dalam Al-Adzhim.. (jistumul insanu

wanafsuhu,wakalbuhu,warkuhu,wassamahu,wabsarrahu warruha

walisanuhu,wayajiduhu,lahuahila ana walla ana gairuhu : tubuh manusia dan hatinya dan nyawanya,pendengarannya,penglihatannya,tangan dan kakinya sekalian itu aku nyatakan dengan diriku bagi dirinya,dan insan itu tiada lain dari pada aku dan aku pun tiada lain dari padanya...maka tiada engkau berani akan di aku selama engkau masih tiada fana di

dalamku,syahtiada ayal,terhila dan yaitu rupaku padamu..

maka yaitulah yang dipegang oleh orang arif'billah,firman Allah : wa huwa ma'akum Ainama kuntum " ada tuhan kamu serta kamu",wa fi'an fusikum affala tafsiruun "dan didalam dirimu pun Aku maka tiadalah kamu lihat akan di Aku,karena Aku terlebih hampor dekat pada alat matamu yang putih,terlebih Aku hampir padamu.."

maka memadailah keterangan dan nash Quran maka sampai disinilah keterangan-keterangan ajesamm andrakul idrakul fahwa idrak,bermula lemah dari pada pendapat maka yaitulah yang di dapat La Illaha Ila Allah,Ana...tiada tuhan melainkan Aku...

Adapun La Illaha --> isyarat wujd makhluk, Ila Allah --> isyarat Qadim

Yaitu sifat kebenaranNya,kesempurnaanNya,keelokanNya,kekerasanNya jua ialah yang dinamakan kalimah tauhid yang mulia itu Lailahaillallah..

Kemudian daripada itu hendaklah diketahui pula maksudnya yang mulia itu supaya jangan syak dan waham lagi pada pengetahuan tauhid pada marifat,adapun kalimah Lailahaillallah terbagi 2 ;

1. LAILAHA itu sifatnya kaya tiada kekurangan yaitu Allah Ta'ala,

(9)

maka jika sudah demikian hendaklah diketahui pula apa yang bernama Muhammad oleh Allah Ta'ala,dan bernama Allah Ta'ala itu apa oleh Muhammad supaya menjadi Tauhid pada kalimah yang mulia itu jua hendaknya..

Adapun ilmunya dan rahasianya oleh Allah Ta'ala,karena Allah Ta'ala itu nama bagi dzat wajibbal wujd dan mutlak..yaitu; Bathin Muhammad dan Allah Ta'ala itu nama bagi sifat dzahir Muhammad..jadi dzahir dan bathin Muhammad itulah yang bernama Allah,jikalau demikian patut kalimah yang mulia inilah pertemuan hamba dengan Tuhannya dan lagi kalimah yang mulia ini di umpamakan,sebesar gunung tempat perhimpunan segala rahasia dan segala ruh,nyawa dan segala hati,tubuh,nama,ilmu dan segala isi-isinya dan segala islam,iman,segala tauhid,segala marifat,habis terhimpun semua dikalimah ini..maka yang penting diamalkan supaya mahir seperti kata Yaumul Mesra,mesra pada siang dan

malam,terutama diwaktu dalam sembahyang 5 waktu karna diwaktu itulah Tuhan

menurunkan petunjuk yang baik adanya..jadi yang mengatakan kalimah Lailahaillallah tiada lain Dia sendiri jua,memuja diriNya sendiri jua..LAYASRIFULLAHU ILLALLAH = tiada mengenal Allah hanya ALLAH..

Jadi yang sebenar-benarnya Muhammad,benar-benar diri dan jangan saudara syak dan waham lagi karna tubuh,hati,nyawa,rahasia..Muhammad itulah yang mempunyai insan yakni Syariat namanya,adapun nyawanya itu dinamai Alam Mitsal Hakekat namanya,adapun rahasia itulah yang bernama Alam Ruh yakni Marifat namanya..maka sesudah demikian hendaklah Muhammad itu pula yang mengenal akan Tuhannya.

ALLAH(dzat) ---> Alif(sifat)---> * (asma)---> Af'al<--->(dzat wajibbal wujd) muhammad--->HU ALLAH

tetapi belum lagi Muhammad mengenal akan Tuhannya sebelum fana

tubuhnya,hatinya,nyawanya,rahasianya,dzatnya,sifatnya,af'al nya seperti firman Allah Ta'ala dalam Quranul Kariim ; Qul Huwallahhu Ahad artinya katakan wahai muhammad ALLAH itu ESA..ESA pada dzatnya,sifatnya,asmanya,af'alnya seperti dalam Quran kariim ; serahkan dirimu yaa Muhammad kepada Tuhanmu yang hidup tiada mati..maka keterangan

Muhammad mengEsakan,menyerahkan diri kepada Allah Ta'ala seperti yang tersurat didalam kitab ini jangan syak dan waham lagi dengan perkataan ini..

ALIF --- adapun bathin Muhammad Dzat kepada Allah Ta'ala rahasia kepada hambanya, LAM AWAL --- adapun Awal Muhammad itu sifat kepada Allah Ta'ala Nyawa kepada hambanya,

LAM AKHIR --- adapun akhir Muhammad Asma kepada Allah Ta'ala Hati kepada hambanya, HA --- adapun dzahir Muhammad Af'al kepada Allah Ta'ala tubuh kepada hambanya..

JANGAN DISANGKA HAMBA ITU KITA,ITU SALAH KARENA KITA ITU PADA ILMUNYA SUDAH TIADA ADA LAGI...

jadi rahasia,nyawa,hati,tubuh Muhammad itupun tiada ada padanya jua..tiada lagi kepada sifat,kepada asma,kepada Af'al nya seperti firmanNya ; Wal awaalu wal akhiiru,wal dzahirru wal batiinu..jadi Muhammad itu sekedar nama jua/keterangan yang lebih terang lagi

(10)

menentukkan Muhammad itu sebenar-benarnya tiada lain kedzahiran 5 sifat Allah Ta'ala jua yang dinamakan kalimah LAILAHAILLALLAH..

AKU

AWALUDIN MA’ARIFATULLAH Diambil di Dalam Diri

Aku…. siapa Aku, perlukah kita mencari Aku…pentingnya AKU “AKU”

AKU adalah diri yang sebenar-benar diri (diri sejati). AKU adalah ROHULLAH yang datangnya dari Zatullah. Menyatakan akan Ujudullah, AKU lah yang dinamakan AMAR ROBBI iaitu urusan Tuhan.

AKU yang hidup datangnya dari Yang Maha Hidup yang bersifat ghaib ( nagetif ) yang datang dari Yang Maha Ghaib. Tatkala Zatul Haq ingin menyatakan akan diriNya maka DIA (Zatul Haq) mentajallikan akan Nur-Nya yang dinamakan kini Rohullah atau AKU. Kini AKUlah yang nyata dan AKU merupakan sifatNya.

Sebagaimana firman nya… Kulli rohi min amri robbi (setiap roh itu adalah urusanku)

Ramai yang mencari AKU namun jarang yang ketemu. Ini kerana AKU berada jauh didalam RASA iaitu dialam rasa yang mendalam. Dimanakah AKU berada tentunya pada badan iaitu didalam badan diri.

Kalau ada yang mahu mencari AKU maka katakanlah AKU ada tetapi tiada, AKU tiada tetapi ada. Ada pada hakikat namun tiada pada rupa. AKU yang tidak berupa merupakan sumber atau daya-daya Qudratullah yang hidup lagi menghidupkan kerana AKU adalah Hayatullah yang asal berasal dari Zatullah.

Bila kita membicarakan “ILMU MENGENAL DIRI” tentu ramai dari kita yang akan

menyangka bahawa yang akan di bicarakan ialah Diri yang kelihatan iaitu jasad kasar kita ini atau yang di kenali dengan panggilan Badan, tapi sebenarnya tidak. Diri yang di maksudkan itu ialah Diri Sebenar Diri, yang duduknya di dalam Jasad atau badan kasar kita ini. Untuk itu kita haruslah memahami yang mana jasmani dan yang mana rohani, yang mana diri terdiri dan diri terperi, yang mana jiwa dan yang mana raga dan yang selalu jadi sebutan orang ya itu yang mana zahir dan yang mana batin. Kita harus nya faham perbezaan dua kata kata ini, sebelum kita lafaskannya.

(11)

Jasmani tentunya berbeza dari Rohani, Jiwa berbeza dari Raga dan pastinya zahir berbeza dari batin, Jika tidak mengapa ada dua perkataan tersebut yang sentiasa menjadi sebutan kita? Kita semua tahu dan selalu menyebut akan kalimah ini, tapi tahukah kita perbezaan antara keduanya?? Perbezaan ini lah yang ramai antara kita tidak dapat menerangkan dengan jelas apa lagi untuk dapat merasakan perbezaannya.

Kebanyakan dari kita berangapan bahawa jasad kasar kita ini atau badan kita ini lah di panggil “Diri” dan dapat hidup sendiri sendiri, tetapi sebenarnya Jasad atau Badan kasar kita ini yang kita jaga dan perindahkan ini, sebenarnya ialah benda mati, yang tidak dapat berbuat apa apa jika tidak ada “Penghidupnya” yang duduk nya didalam jasad itu sendiri. Penghidup ini lah yang dipanggil Diri Sebenar Diri. Diri yang berdiri dengan sendiri dan yang ujud apabila Roh memasuki Jasad , oleh itu faham lah kita bahawa Diri sebenar Diri ujud sesudah Roh berada di dalam Jasad.

Perlulah di ketahui bahawa kita ini secara amnya terbahagi kepada 2, iaitu yang dipanggil Jasmani (Jasad) dan Rohani.Atau ada juga orang memanggil Jiwa dan Raga dan banyak lagi nama nama yang di beri kepada Diri dan jasad untuk mudah di fahami dan mengikut

perguruan tertentu.

Renung kembali kesah ujudnya Adam

Setelah Malaikat menyiapkan Jasad Adam dan Jasad Adam terbaring kaku, maka Allah pun memerintahkan Roh untuk masuk ke dalam Jasad Adam, dan bertanyalah akan Roh kepada Allah ” Ya Allah melalui jalan mana harus aku masuk?” maka Allah pun menjawab, ”

Masuklah melalui mana mana yang kau senangi” dan seterusnya Roh memasuki Jasad Adam melalui Hidung. Dan seterusnya kita bernafas melalui hidung.

Jadi di sini dapatlah kita fahami bahawa bila Roh masuk ke dalam jasad Adam, barulah Adam hidup dan seterusnya bangun dan berdiri, ini jelas menunjukkan bila Roh masuk kedalam Jasad barulah Jasad hidup atau juga di panggil Bernyawa.

Diri sebenar Diri

Setelah Roh memasukki Jasad, baharulah ujudnya “Diri” atau jelasnya “Diri” ini mendatang kemudian setelah Roh memasuki jasad.

Keterangan ringkasnya ialah, Roh itu adalah Cahaya dan bila ia memasukki jasad maka cahaya tadi memenuhi ruang jasad di dalam dan akan menjadi saperti jasad nya sendiri. Maka dengan sebab ini lah “Diri” itu rupanya sama dengan jasadnya sendiri, tapi ianya ghaib. Dan harus diingat hanya yang ghaib sahaja dapat menghubungi yang ghaib.

Cahaya (Diri) tadi mengalir ke seluruh jasad di dalam, dan dia lah yang menjadi “Penghidup” kepada Jasad. Dia lah hidup sebenar benar hidup, lagi menghidupkan.

BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA NESCAYA KENALLAH IA AKAN TUHANNYA

(12)

Saperti yang telah di terangkan diatas Diri ini rupa nya saperti kita cuma ia nya ghaib dan duduknya di dalam jasad kasar kita ini, dan tugas nya menghidupkan jasad kita dan dia juga di panggil nyawa dan macam macam nama lagi mengikut Aliran Perguruan yang mengajar Ilmu Mengenal Diri ini. Walau bagaimana pun perlu di tegaskan disini semua Aliran Perguruan adalah benar dan mempunyai kelebihan kelebihan tersendiri.

Ini lah Diri Sebenar Diri yang harus di kenal dengan rasa dan perasaan, dan dengan geraknya yang tersendiri. Bagaimana kah cara untuk mengenalnya?

Diri sebenar Diri yang duduk nya dalam jasad itu, dimana tugas nya menghidupkan jasad, dengan cara mengalirkan pancaran cahaya kehidupan di dalam jasad, dan kalau ingin mengenalnya dengan erti kata kenal sebenar benar kenal tentulah kita perlu melahirkan Diri itu.

Kelahiran pertama kita ialah bila Ibu kita melahirkan kita, dan kelahiran kali kedua ialah bila kita berjaya melahirkan Diri Sebenar Diri yang diamnya di dalam jasad kita sendiri dan dengan tugas dan rahsia nya yang tersendiri……….menghidupkan kita, tapi sayang jasad tidak pernah terfikir untuk memikirkan siapakah yang menghidupkan nya.

Dengan itu kenali lah Diri sebenar Diri kita itu, Diri yang banyak daya guna dan banyak menyimpan rahsia, Bukankah dia berasal dari sana……….dari Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Besar.

Untuk itu lahirkan lah itu Diri Sebenar Diri, yang maksud nya dengan membuka pintu bagi nya untuk keluar, (jalannya) dan cara melahirkan nya ada 3:

1. Terbuka Sendiri.

2. Membuka dengan Sendiri.

3. Dibuka kan oleh Guru yang Berpengalaman. Apa Maksud Dibuka ( dilahirkan ).

1. Terbuka Sendiri.

Mengikut pengalaman saya sendiri. saya telah berjumpa dengan 5 insan yang terbuka (terlahir) Diri Sebenar Diri nya, dan keterbukaan Diri ini diperdapatkan nya pada satu hari mereka berdoa dan tiba tiba jari jemari mereka mula menimbulkan satu rasa, di dalam badan mereka terdapat satu rasa dan perasaan, dan tangan mereka seolah menolak atau bergerak perlahan lahan.

Mereka mereka yang mendapatkan nya dengan cara ini selalunya tidak mengetahui dan faham apakah yang terjadi sebenarnya. Mereka perlukan penerangan dan penjelasan dari orang orang yang lebih mengetahui akan ilmu ini.

Mereka mereka yang mendapat cara ini selalunya yang beramal dengan kaedah Tarikat. 2. Membuka dengan sendiri.

(13)

Ini boleh dilakukan dengan berdoa untuk di lahirkan Diri Sebenar Diri itu, dan ada juga yang berjaya di izinkan Allah

3. Dibukakan oleh Guru yang berpengalaman

Untuk ini pelajar atau mereka yang ingin di buka perlu duduk dihadapan guru dan akan berzikir bersama sama sehingga Diri itu lahir, dengan izin Allah

Kebanyakan orang akan mempelajarinya mengikut cara ke 3 ia itu dengan di bukakan atau dilahirkan Diri sebenar Diri itu melalui Guru yang membukakannya.

Selalu kita mendengar orang berkata zahir dan batin, luar dan dalam jiwa dan raga, tapi cuba kita renungkan, adakah kita faham apa yang kita katakan?

Kita sebenarnya mempunyai 2 aliran: 1. Aliran Zahir atau Jasmani

Aliran ini bertitik tolak dari bekerjanya Jantung kita. Dan ianya mengaliri keseluruh batang tubuh kita, dan isi kepada aliran zahir ini ialah Darah.

2. Aliran Batin atau Rohani

Aliran ini berisikan daya hidup yang pangkalnya dari “Hidup” yang mengaliri aliran tertentu saperti aliran Jasmani, cuma beza nya aliran ini ialah cahaya kehidupan dan ianya berupa arus letrik. Ini telah di buktikan oleh ahli sain dari Cina dimana mereka berjaya mengambil gambar arus letrik yang mengalir dalam badan manusia ini.

DIRI

Ianya duduk didalam jasad

Rupa nya sama saperti jasad tapi ghaib Dia lah yang Menghidupkan kita Punca tenaga

Ia serba tahu kerana datang dari yang Maha Tahu

Dialah yang mengenal Allah kerana dia berasal dari sana KEHIDUPAN KITA DI DALAM

“Diri” ini lah sebenarnya kehidupan kita yang hidup di dalam jasad dan sememangnya kehidupan kita bermula dari dalam badan kasar kita ini, dia mengisi kehidupan kita dan meliputi keseluruhannya, dan di tutup serta di batasi dengan bulu dan kulit kita, dimana bagi orang luar atau orang nyata, kehidupan di dalam ini nagetif kerana tidak nyata. Tetapi kalau kita mau tau dan mau cuba memahami bahawa sebenarnya, perbetulkan lah kehidupan dalaman kita ini dahulu dan dengan sendirinya kehidupan luaran kita akan

sempurna….Insyaallah

Oleh itu kenalilah Diri Sebenar Diri anda dan insyaallah kenal lah ia akan Tuhannya saperti Sabda Nabi junjungan kita” Barang siapa mengenal Diri nescaya kenal lah ia akan Tuhannya”

(14)

Di sini penulis persembahkan pula bicara berkenaan Rahsia Ma’rifat. Sebahagian daripada ilmu “petunjuk” daripada Allah Ta’ala kepada hambanya yang terpilih. Pegangilah dan hayatilah ianya di dalam setiap amalan. Sebagai panduan dan persediaan menghadapi-Nya. Insya-Allah….

Adapun Rahsia Ma’rifat itu adalah rahsia bagi diri, tiada siapa pun boleh menghuraikan di atas rahsia diri masing-masing melainkan orang-orang ahli Sufi dan Wali sahaja yang boleh menghuraikan.

Seperti kata Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani r.a. sesudah beliau menunaikan solat sunnat hajat, lalu ia berkata :

“Ya Tuhanku! Di manakah maqam yang yang lima itu di dalam diri hamba? Iaitu yang pertama Subuh, kedua Dzohor, ketiga ‘Asar, keempat Maghrib dan kelima Isya’.”

Maka tatkala itu bergerak-geraklah seluruh anggotanya maka diketahuilah beliau tentang kedudukan maqam yang lima itu. Maka berzikirlah ia tiada berhenti-henti daripada satu waktu kepada satu waktu.

1. Pada waktu Subuh maka bergerak-geraklah perumahan hatinya maka berkatalah ia, “Ya Tuhanku! Telah nyatalah hamba bahawasanya Subuh itu bermaqam di hati hamba.” Maka berzikirlah ia tiada berhenti-henti sampailah pada waktu Dzohor.

2. Apabila sampai pada waktu Dzohor, maka berdenyut lagi hatinya. Tatkala itu terasalah ia suatu benda yang pahit mengalir di batang lehernya. Maka berkatalah ia, “Ya Tuhanku! Telah nyatalah aku bahawasanya waktu Dzohor itu bermaqamnya pada hempedu ku.” Maka

berzikirlah ia tiada berhenti-henti sampailah ia pada waktu ‘Asar.

3. Apabila sampai pada waktu ‘Asar maka bergeraklah berhampiran dadanya sebelah kiri. Maka katanya lagi, “Ya Allah! Ya Tuhanku! Ketahuilah hamba bahawasanya waktu ‘Asar itu bermaqamnya pada paru-paru hamba.” Maka berzikirlah lagi ia sampailah pada waktu Maghrib tiada ia berhenti-henti.

4. Setelah sampai pada waktu Maghrib berdenyut-denyutlah di dalam dadanya. Setelah diperhatikan denyutan itu, maka ia berkata lagi, “Ya Allah! Ya Tuhanku! Telah nyatalah hamba bahawasanya waktu Maghrib itu bermaqam pada jantung hamba.” Maka berzikirlah ia daripada Maghrib sampailah ia pada waktu Isya’.

5. Setelah sampai pada waktu Isya’, maka berdenyut-denyutlah dadanya di sebelah kanan. Tatkala itu maka nyatalah ia waktu Isya’ itu pada limpanya. Maka bersyukurlah ia ke Hadhrat Allah Ta’ala. Katanya, “Ya Allah! Ya Tuhanku! Dengan kerana Mu aku mengetahui akan segala-galanya.” Maka berzikirlah ia tiada berhenti-henti sehingga sampai pada waktu Subuh. Maka kedengaranlah pada telinganya, “Ya Abdul Qadir! Di dalam lima waktu itu

bahawasanya terhimpun ia di dalam waktu Subuh.”

Maka telah nyata kedudukan maqam lima waktu itu pada diri kita oleh itu tiada boleh

(15)

mengisbatkan kepada kita. Hanya pada diri kita sahaja yang boleh menandakan suatu itu di alam ini.

Maka berkata seorang ahli Sufi (Syeikh Kiryani r.a.) kepada sahabat-sahabatnya

bahawasanya, “Hamba dapat mengetahui akan maqam yang lima ini adalah wujudnya pada lima haqiqat. Yang dinamai ia pada tiap-tiap waktu ini.”

1. Waktu Subuh menyatakan wujudnya Allah.

2. Waktu Dzohor menyatakan wujudnya Af’al Allah. 3. Waktu ‘Asar menyatakan wujudnya Qauli.

4. Waktu Maghrib menyatakan wujudnya Insani. 5. Waktu Isya’ menyatakan wujudnya Rasuli.

Maka berkata sahabat-sahabatnya kepada Syeikh Kiryani r.a., “Ya tuan hamba! Bolehkah tuan hamba terangkan lagi bagaimana cerita lagi di atas maqam yang lima itu? Kerana tidak sekali-kali hamba memahami dengan kata-kata tuan hamba itu!”

Maka berkatalah Syeikh Kiryani r.a. kepada sahabatnya, “Ya sahabat ku! Tiliklah keadaan diri mu senyata dahulu agar kamu dapat ketahui akan maqam yang lima itu.”

Adapun tatkala asalnya maqam yang lima waktu itu adalah diambil daripada cerita baginda Saiyidina Ali Karamallahu wajhahu. Tertulis di dalam kitabnya yang bernama “Darul ulum addeen”. Bahawasanya datang seorang hamba Allah mengadap baginda Saiyidina Ali Karamallahu wajhahu dengan berkata, “Ya Khalifah Amirul Mu’minin! Kenapakah waktu subuh itu tidak disamakan lima rakaat tiap-tiap waktu? Mengapakah waktu Subuh dua rakaat sahaja dan Maghrib tiga rakaat, sedangkan waktu lainnya empat rakaat?”

Maka jawab oleh baginda Saiyidina Ali Karamallahu wajhahu, “Ya tuan hamba Sa’idah! Sebab-sebabnya waktu itu tidak sama akan rakaatnya, kerana mengikut kejadian alam ini. Tiada ia dijadikan oleh Tuhan dengan serentak. Melainkan dengan berperingkat-peringkat.” Seperti sabda Rasulullah s.a.w. kepada ku, mafhumnya :

“Ya Ali! Ketahuilah oleh mu bahawasanya tatkala asal waktu itu, diibaratkan tatkala embun tunggal setitik gugur ke bumi menandakan adanya satu waktu dua rakaat yakni Subuh. Maka tatkala asal manusia pun daripada satu yakni Adam. Inilah sebabnya Subuh itu dua rakaat. Menyatakan ia rakaat pertama itu kalimah Tauhid, yang kedua kalimah Rasul. Kalimah Tauhid itu asal daripada ibu sekalian amalan dan kalimah Tauhid juga asal daripada bapa, yakni bapa sekalian ilmu Laduni.”

“Inilah sabda Rasulullah s.a.w. kepada ku”! Maka bertanya lagi hamba Allah itu kepada baginda Saiyidina Ali Karamallahu wajhahu, “Ya tuan hamba Amirul Mu’minin! Apakah terkandungnya di dalam kalimah Tauhid dan kalimah Rasul?” Maka jawab baginda Saiyidina

(16)

Ali Karamallahu wajhahu, “Ya Sa’idah! Adapun kalimah Tauhid itu nyata ia adanya Nur Muhammad iaitu Dzat Wajibal Wujud Kholiqul’alam.”

“Maka inilah sabda Rasulullah s.a.w. kepada ku!” Maka bertanya lagi Sa’idah, “Ya Amirul Mu’minin! Bagaimana pula dengan waktu-waktu yang lain itu?” Maka berkatalah baginda Saiyidina Ali Karamallahu wajhahu, “Ya Sa’idah! Adapun waktu-waktu yang lain itu mengikut cerita Rasulullah s.a.w. kepada ku adalah seperti berikut ini :

Waktu Dzohor 4 rakaat :

1. Rakaat pertama menandakan wujudnya Dzat Allah. 2. Rakaat kedua menandakan wujudnya Sifat Allah. 3. Rakaat ketiga menandakan wujudnya Asma’ Allah. 4. Rakaat yang keempat menandakan wujudnya Af’al Allah. Waktu ‘Asar 4 rakaat, menyatakan kepada 4 alam :

1. Rakaat pertama menyatakan kedudukan di Alam Roh. 2. Rakaat kedua menyatakan kedudukan di Alam Mithal. 3. Rakaat ketiga menyatakan kedudukan di Alam Ajsam. 4. Rakaat keempat menyatakan kedudukan di Alam Insan. Waktu Maghrib 3 rakaat, menyatakan kepada 3 diri : 1. Rakaat pertama menyatakan hal keadaan Diri Azali. 2. Rakaat kedua menyatakan hal keadaan Diri Terperi. 3. Rakaat ketiga menyatakan hal keadaan diri terdiri.

Waktu Isya’ 4 rakaat, menandakan 4 nama bagi diri yang batin :

1. Rakaat pertama menyatakan bersifat Wujud, mengesakan Dzat Allah. 2. Rakaat kedua menyatakan bersifat Ilmu, mengetahui akan Sifat Allah. 3. Rakaat ketiga menyatakan bersifat Nur, menyatakan ia akan Asma’ Allah. 4. Rakaat keempat menyatakan bersifat Syuhud, ma’rifat akan Af’al Allah.

(17)

Maka inilah yang dinamakan Rahsia Ma’rifat. Maka bertanya lagi hamba Allah itu kepada Baginda Saiyidina Ali Karamallahu wajhahu, “Ya Amirul Mu’minin! Sekiranya jikalau hamba beramal dengan tiada ketahui jalan ini, apa hukumnya?”

Maka jawab Saiyidina Ali Karamallahu wajhahu, “Ya Sa’idah! Siapa yang mengerjakan amalan dengan tiada mengetahui akan amalan itu adalah syirik semata-mata. Dan mereka ini dijatuhkan di dalam golongan orang yang fasiq. Walau bagaimana ‘alim sekalipun, fasiq jua hukumnya. Tiadalah ia berbau akan Syurga idaman.”

Rujuklah mereka yang arif billah… Kejauhan itu lupa hati.

Kedekatan itu ingat hati. Kejauhan itu hijab (tertutup). Kedekatan itu kasyaf (terbuka). Hijab itu gelap, Kasyaf itu Nur. Gelap itu jahil, Nur itu Ma’rifat.

Rasulullah SAW bersabda: “Firman Allah Ta’ala, aku ini sebagaimana yang disangka oleh hambaku, Aku bersama dia apabila ia ingat kepadaKu, apabila ia mengingatKu dalam dirinya, Akupun ingat padanya dalam diriKu, dan apabila ia mengingatKu dalam ruang yang luas, aku pun ingat padanya dalam ruang yang lebih baik.” (Hadis Qudtsi diriwayatkan oleh Bukhari).

“Guru Sufi berkata: “Hatimu sekarang bersama Tuhanmu dan Tuhanmu bersama engkau, tidak jauh dari engkau, Ia mendekatkan engkau kepadaNya, dan mengenalkan engkau denganNya.”.

“Aku adalah Kanzun makhfiyy (PERBENDAHARAAN yang tersembunyi), Aku cinta (hubb) untuk dikenal,

maka Aku ciptakan makhluk agar mereka mengenaliKu … Allah Ta’ala berfirman …

“Wahai hamba !…

Engkau tiada memiliki sesuatu pun,

kecuali apa yang Aku kehendaki untuk menjadi milikmu .. Tiada juga engkau memiliki dirimu,

Kerana Akulah Maha PenciptaNya, Tiada pula engkau memiliki jasadmu, Maka Akulah yang membentukNya, Hanya dengan pertolonganKu, engkau dapat berdiri

dan dengan “kalimah-Ku” engkau datang ke dunia ini .. Wahai hamba !…

Katakanlah TIADA NYATA HANYA ALLAH, kemudian tegaklah berdiri di jalan yang benar, maka tiada Tuhan melainkan Aku ..

(18)

dan tiada pula wujud sebenarnya wujud kecuali untuk-Ku, dan segala yang selain daripadaKu,…

adalah dari buatan tanganKu dan dari tiupan Ruh-Ku .. Wahai hamba !…

Segala sesuatu adalah kepunyaanKu, BagiKu dan untukKu,

Jangan sekali-kali engkau merebut apa yang menjadi kepunyaanKu … Kembalikan segala sesuatu kepadaKu,

niscaya akan Kubuahkan pengembalianmu dengan tangan-Ku, dan Kutambah padanya dengan kemurahanKu,

Serahkan segala sesuatu kepadaKu,

niscaya Ku-selamatkan engkau dari segala sesuatu .. Ketahuilah,…

bahawa hamba-Ku yang terpercaya adalah

yamg mengembalikan segala yang selainKu kepadaKu, Tengoklah dengan pandangan tajam kepada Ku,

bagaimana cara Ku melakukan pembagian,

niscaya engkau akan melihat pemberian dan penolakan merupakan dua bentuk yang di-asma-kan,

agar dengan demikian engkau mengenalKu .. Wahai hamba ! …

Sesungguhnya engkau telah melihat Daku sebelum dunia terhampar dan engkau mengenal siapa yang telah engkau lihat ..

dan kepadaKulah engkau akan kembali, Kemudian Aku ciptakan sesuatu untukmu dan Aku labuhkan tirai (hijab) atasmu ..

Lalu engkau pun tertutup dengan tirai dirimu sendiri

kemudian Aku menghijab engkau dengan diri-diri yang lain,

yang mana diri-diri yang lain itu menyeru kepadamu dan pada dirinya dan menjadi penghijab daripadaKu,..

Setelah semuanya itu,..

maka Aku pun kembali menyata di balik semuanya itu, dan dari belakang semuanya itu

Kuperkenankan akan diriKu; Ku katakan kepadamu …

Bahawasanya Akulah Maha Pencipta; Akulah yang menciptakan kesemuanya itu

dan bahawasanya Aku menjadikan engkau khalifah atas semuanya itu dan ketahuilah,…

bahwa kesemuanya itu adalah amanah pada sisimu,.. dan diharuskan kepada pengembalian amanah itu untuk mengembalikannya,…

Maka telitilah dirimu setelah engkau mempercayaiKu,

sudahkah engkau mengembalikan segala sesuatu itu kepadaKu dan sudahkah engkau memenuhi perjanjian yang telah engkau buat denganKu ?”

(19)

“Dan barangsiapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (Al-Fath:10).

Berkata Syeikhul Islam (rh) dalam kitab SYARAH HUKUM IBNU RUSLAN: Apa yang dimaksudkan dengan hakikat itu ialah ilmu laduni yang bercahaya (nurani) yang diajarkan oleh Allah Taala kepada segala roh sewaktu terucap perkataan Allah Taala kepada mereka itu..

اندهش ىلباولاق مكبرب تسلا

ertinya: (Allah bertanya) “bukankah Aku ini Tuhan kamu”? (maka sembah segla roh ) “bahkan,betul,Engkau Tuhan kami” ( surah Al-A raaf):172).

Dan lagi di isyaratkan kepada segala roh dengan firmaNya: اهلكءامسملا مداء ملعو….

ertinya: Dan Dia telah mengajarkan kepada Nabi Allah Adam (as) nama nama (benda benda) seluruhnya” surah AlBaqarah..31)

Tetapi rahsia itu tersembunyi dalam roh dan tertutup oleh sebab memandang wujud yang gelap dengan berasa bimbang dengan kerenah hawa nafsunya,Apabila hilang hal hal sedemikian,maka dengan taufik (kekayaan) Allah Taala,nescaya zahirlah rahsia ilmu hakikat,inilah maksud yang di sabdakan oleh Nabi kita Muhammad (saw):

ملعي مل ام ملع لا هثرو لمعامب لمع نم

ertinya: Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahui,nescaya Allah Taala mempusakakanya ilmu yang tidak diketahuinya(iaitu mendapat ilmu itu tampa dia bersusah payah belajar)….” Oleh itu Allah Taala akan membukakan dalam hatinya itu taufik sedemikian dengan

mendatangkan kepadanya segala makhluk sehingga surga pun didatangkan juga.

Oleh itu,jelaslah pada kita bahawa ada ilmu yang di suruh oleh Allah Taala dan RasulNya menyembunyikanya daripada pengetahuan orang yang bukan ahlinya degan berdalilkan Al Quran dan Hadis serta asar (bekas) sahabat dan pandangan Ulamak yang tersebut itu.Jadi terbatallah perkataan orang yang mengatakan,sesungguhnya Nabi dan Ulamak itu tidak ada menyembunyikan ilmu berdasarkan dalil tersebut.

Ilmu yang disembunyikan itu ialah ilmu haqiqat,Oleh sebab itu,tidak harus sama sekali bagi Salik membaca kitab ilmu haqiqat sebelum ia tetap dalam syariat dan tarikat dan juga

sebelum ia menerima talqi(terima ijazah) daripada guru yang pakar,yang wasil ( yang sampai kepada Allah) lagi Mursyid Kamil Mukamil,juga sebelum kuat fahamannya (cukup faham) untuk menerima ilmu haqiqat.Ini amat penting kerana hal yang demikian itu akan

menyebabkan ia terjerumus ke arah kesesatan selama lamanya.Hal ini juga menyebabkan ia tidak dapat mencari jalan keluar sehingga ia mendakwa sesuatu hal yang di ada adakannya

(20)

tampa dalil dan mengiktikadkan segala iktikad yang tidak layak pada Hal Taala.Se,uga dilindungi Allah Taala akan kita daripada perkara sedemikian.

MAKA BERBAHAGIALAH BAGI SAUDARA YANG MENUNTUT DAN BERUSAHA MENDAPATKAN RAHSIA YANG TERSEMBUNYI ITU SUPAYA DAPAT MENJADI AHLINYA DAN BEROLEH KEMENANGAN DI AKHIRAT……amin

Ketahuilah sesungguhnya segala ilmu Fakir yg tersebut dalam salinan saya adalah rahsia yg amat halus dan perkataan yg digunakan pun amat dalam.Tidak ada sesiapapun yg dapat memahaminya melainkan ulamak yg rasikh (yang dalam dan teguh ilmunya) atau pengertian lain yg tetap terdahulu cahcayanya daripada perkataanya kerana ilmu yg fakir ini adalah rahsia Nabi2 dan wali2 yg diwarisi oleh mereka yg mengelami apa2 yg diamalkan oleh nabi2 yg lain teristimewa serta mengerjakan perkara yg diketahuinya,sepertimana firman Allah

Taala:-نوملعلا لا اهلقعيامو سانلل اهبرضن لثملا كلتو

Ertinya”segala misalan itu kami misalkan kepada seluruh manusia dan tidak ada yg memahaminya melainkan orang2 yang alim ( surah Al Ankabut,ayat 43).

Tidak dibenrkan oleh undang2 syara menyatakan,membukakan,dan menzahirkannya kepada orang yg bukan ahlinya kerana akal mereka itu tidak sampai ke arah pengetahuan

tersebut,sebagaimana sabda Nabi (saw):-مهلوقعردق سانلا ملكن نأانرمأ ءايبن لارشاعم نحن

Ertinya”Kami golongan Nabi2 diperentahkan oleh Allah Taala kpd kami semua supaya berkata kpd semua manusia mengikut keupayaan penerimaan akal mereka.Lagipun kalau akal mereka tidak sampai ke arah memahaminya,maka sudah tentu mereka akan menimbukan fitnah ke atas kami”

مهلع هتتف ناك لا مهلوقع هغلبي ل ثدحب اموق دحأ ثدح ام

Sabda Nabi (saw)..Ertinya Tidak akan berkata sesuatu kaum dengan perkataan yg tidak sampai kepada akal mereka itu melainkan mereka memberi fitnah ke atas mereka (sesuatu kaum).

Sabda Nabi yg diertikan ” Sesungguhnya ilmu itu keadaanya seperti mutiara yg tersimpan dalam hidangan perut ibunya,tidak ada sesiapa yg mengetahuinya melainkan orang2 yg berilmu dgn Allah”

Orang2 yg berilmu dengan Allah ( Al-Alimuna Billah) itu ialah orang2 yg mengenal Zat Allah,Sifat2Nya,nama2Nya dan segala perbuataNya malah ilmu mereka berserta dgn Allah Taala dan mengamalkan apa yg diketahuinya tampa mencederakannya walau sedikit pun.

(21)

Menurut kata Imam Ghazali dalam kitabnya,Ihya Ulumiddin”sesungguhnya dilarang menceritakan rahsia itu kerana kecetekan fahaman (pengetahuan orang2 awam) untuk menerimanya.

Berkata Imam Ghazali (ra)”Tidak syak lagi,sesungguhnya Rahsia itu tertakluk kpd segala faedah yang ada dalam agama dan tidak terlepas daripada menzahirkanya kpd orang lain ia itu kpd.ahlinya”

Berkata Sahal bin Abdullah At-Tasturi ” Bagi orang2 yg berilmu itu ada tiga bidang

keilmuan:-1.Ilmu zahir,diberikan kpd ahlinya,

2.ilmu Batin,tidak harus menzahirkanya kpd sesiapa melainkan kpd.ahlinya. 2.Ilmu antara dia dgn Allah Taala,tidak harus menceritakanya kpd sesiapapun.

Referensi

Dokumen terkait

Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa at melainkan kepada orang yang

1) Pengetahuan, anak-anak menjadi mengenal dan mengetahui identitas diri (terkait gender, etnis, asal, maupun agama) dan identitas budaya temannya. Pengetahuan

15 Bahwa asal kita ini Jahudi, dan bukannja orang-orang berdosa dari antara orang kafir, 16 tetapi kami mengetahui, bahwa tiada seorang dibenarkan oleh sebab melakukan hukum

Dari uraian uraian di atas, bukan saja kita bisa mengenal / mengetahui yang mana diri yang sebenar – benar diri kita, UJUD ALLAH TA’ALA1. Dan kalau kita simak

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,