Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
BAB IPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Dalam penjelasan umum Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ditegaskan bahwa Pemerintah Daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi dan tugas pembantu diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Dari pengertian tersebut maka kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan merupakan kewajiban seluruh jajaran Pemerintah Daerah secara komprehensif meliputi pemberdayaan masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan dengan prioritas program yang sesuaikan dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan secara berkesinambungan.
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 20 Tahun 2011, dan memiliki tugas pokok, fungsi, uraian tugas dan tata kerja unsur-unsur organisasi yang diatur dalam Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor Tahun 2012 yaitu sebagai unsur penunjang Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu yang bertugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan sebagian tugas Pemerintah Daerah di bidang Pemberdayaan masyarakat dan Pemerintahan Desa.
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah dengan paradigma Pemberdayaan Masyarakat di antara hal-hal yang ditegaskan adalah mendorong untuk memberdayakan masyarakat, menumbuhkan prakarsa, swadaya gotong royong, dan kreatifitas, serta meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Oleh Karena itu, Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan upaya pembinaan,
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
perumusan, kebijakan dan memfasilitasi proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan apa yang mejadi misi, visi, tugas pokok dan fungsi pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu.Sejalan dengan itu, etika pembangunan yang harus ditegakkan oleh aparat pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat meliputi :
a. Memahami dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat.
b. Membangun kepercayaan dan memberikan peluang kepada masyarakat untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan pemenuhan kebutuhan secara mandiri.
c. Melakukan dialog dan memberikan informasi yang tepat dan terbaik bagi masyarakat.
d. Menciptakan kebijakan dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan yang berpihak kepada masyarakat miskin.
Dengan demikian dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, maka penyusunan Rencana Stratejik Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2012 – 2015 akan menjadi acuan dan strategi bagi pelaksanaan program prioritas dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu. Ini meliputi perumusan kebijakan dan memfasilitasi pelaksanaan Pemerintahan Desa, Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat
1.2. Landasan Hukum
Landasan normatif sebagai kerangka dasar hukum dalam penyusunan Rencana Stratejik Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Badan
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2012 – 2015 adalah sebagai berikut :1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 antara lain mengenai Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1106);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaandan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006-2025;
12. Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 17 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011-2015;
13. Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 17 tahun 2007 tentang pembentukan, kedudukan, tugas pokok dan susunan organisasi lembaga teknis daerah Kabupaten Tanah Bumbu.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
1.3. Maksud dan TujuanRencana stratejik Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu merupakan program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan untuk mencapai visi, misi dan tujuan yang akan dilaksanakan berdasarkan ketepatan strategi dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki organisasi.
1.3.1 Maksud
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra–SKPD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu adalah menetapkan program dan kegiatan yang menjadi acuan dan pelaksanaan tugas dan fungsi setiap unit kerja yang diemban oleh seluruh aparatur yang dilaksanakan secara terkoordinatif dan terpadu dengan instansi terkait, lembaga swadaya masyarakat, kalangan dunia usaha, dan masyasarakat agar terwujud keberhasilan kolaboratif secara sinergisitas.
1.3.2 Tujuan
a. Menetapkan visi dan misi sebagai citra masa depan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu.
b. Menetapkan strategi dan arah kebijakan sebagai landasan pelaksanaan tugas dan fungsi untuk mencapai visi dan misi.
c. Menetapkan tujuan dan sasaran sebagai penjabaran visi dan misi dan merupakan keadaan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu.
d. Menetapkan program dan kegiatan prioritas sebagai rencana aksi (action plan) dalam rangka mencapai sasaran, tujuan, visi dan misi.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
1.4. Sistematika PenulisanSistematika penulisan rencana strategis Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2012 – 2015 adalah sebagai berikut:
BAB.I PENDAHULUAN
Berisi uraian tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan.
BAB.II GAMBARAN PELAYANAN BPMPD KABUPATEN TANAH BUMBU
Berisikan uraian tentang Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi BPMPD, Sumber daya BPMPD, Kinerja Pelayanan BPMPD dan Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan BPMPD.
BAB.III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Memuat dan mengungkapkan Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan BPMPD, telaahan visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan penentuan isu-isu strategis.
BAB.IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN
Berisikan uraian tentang visi dan misi BPMPD, tujuan dan sasaran jangka menengah BPMPD serta strategi dan kebijakan.
BAB.V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF.
Berisikan rumusan kebijakan-kebijakan dan serangkaian program yang ditetapkan untuk mencapai tujuan dan sasaran program-program yang akan dilakukan tahun 2012 – 2015.
BAB.VI INDIKATOR KINERJA BPMPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD.
Berisikan indikator-indikator kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dalam pencapaian target capaian setiap tahun yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
BAB IIGAMBARAN PELAYANAN BPMPD KABUPATEN TANAH BUMBU 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu perangkat daerah baru yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2011. Sedangkan sebelumnya BPMPD ini mempunyai nomenklatur Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 17 Tahun 2012 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Unsur-Unsur Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu bahwa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang pemberdayaan masyarakat, pemerintahan desa dan di bidang usaha ekonomi keluarga dan masyarakat.
Uraian tugas tersebut adalah sebagai berikut :
a. Menyusun program bidang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan pemerintahan desa dan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
b. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis bidang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan pemerintahan desa dan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
c. Menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis bidang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan pemerintahan desa dan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat ;
d. Melaksanakan kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan pemerintahan desa dan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
e. Melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat;
f. Melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan kegiatan bidang pemberdayaan pemerintahan desa;
g. Melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan kegiatan bidang usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
h. Membina dan mengkoordinasikan unit pelaksana teknis badan; i. Mengendalikan pengelolaan kegiatan ketatausahaan;
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.Untuk melaksanakan tugas tersebut Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh bupati berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
2. Fasilitasi dan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan pemerintahan desa dan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat;
3. Perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi pemberdayaan masyarakat;
4. Perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi pemberdayaan pemerintahan desa;
5. Perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi usaha ekonomi keluarga dan masyarakat; dan
6. Pengelolaan kegiatan kesekretariatan.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut BPMPD dilengkapi dengan unsur-unsur organisasi yang terdiri dari :
A. SEKRETARIAT;
Sekretariat BPMPD Kabupaten Tanah Bumbu dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi yang meliputi pembinaan, penyusunan program dan rencana kerja Badan, keuangan, umum dan kepegawaian, keprotokolan, evaluasi, dokumentasi dan pelaporan serta memberikan pelayanan teknis administratif kepada semua unsur organisasi.
Selain itu Sekretaris juga mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Menyusun program kerja sekretariat.
b. Melaksanakan fasilitasi pengumpulan data dalam rangka penyusunan program badan.
c. Menyusun petunjuk teknis kegiatan sekretariat.
d. Melaksanakan kegiatan umum yang meliputi ketatausahaan rumah tangga dan protokol, kehumasan, ketatalaksanaan perlengkapan dan lain-lain. e. Melaksanakan pengelolaan kepegawaian.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
g. Melaksanakan pengelolaan keuangan.h. Melaksanakan fasilitasi evaluasi kegiatan.
i. Melaksanakan pengelolaan dokumentasi kegiatan Badan. j. Melaksanakan fasilitasi pelaporan Badan.
k. Melakukan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka melaksanakan tugas sekretariat.
l. Mengevaluasi pelaksanaan tugas.
m. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan atasan sesuai bidang tugasnya.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi-fungsi dimaksud sekretariat BPMPD dilengkapi dengan 3 (tiga) sub bagian, yaitu :
1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan kegiatan urusan surat menyurat, pengadaan, rumah tangga, perlengkapan, pendistribusian, keprotokolan kehumasan dan ketatalaksanaan serta pengelolaan kepegawaian.
Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menyusun Rencana Kerja sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan kerja tahunan.
b. Melaksanakan kegiatan surat menyurat, pengetikan dan penggandaan
c. Menyiapkan bahan dan menyusun rencana tahunan barang unit (RKBU dan RTBU).
d. Melaksanakan urusan pengadaan dan urusan rumah tangga yang berkenaan dengan penyediaan sarana alat kantor dan keperluan kantor.
e. Melaksanakan penataan administrasi pendistribusian sarana alat kantor dan keperluan kantor terhadap unsur-unsur organisasi unit.
f. Menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi, pemeliharaan, penghapusan barang/aset unit.
g. Melaksanakan pelayanan administrasi, perjalanan dinas, akomodasi tamu, humas dan keprotokolan.
h. Melaksanaan penataan administrasi kepegawaian yang meliputi budgeting, formasi, DUK, data pegawai, pengarsipan berkas pegawai dan rekapitulasi absensi pegawai.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
i. Menghimpun bahan usulan mutasi kepegawaian, meliputi pengusulan,kepangkatan dalam jabatan, kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pemindahan, pemberhentian dan pensiun.
j. Menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait dibidang tugasnya.
k. Mengevaluasi pelaksanaan tugas.
l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
2) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan.
Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas pokok melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan program dan rencana kerja kegiatan Badan dan penyelenggaraan kegiatan pengelolaan keuangan Badan.
Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan pengumpulan, pengelolaan, analisa, dan penyajiaan data.
b. Menghimpun, menyiapkan bahan dan menyusun program dan rencana kerja Badan.
c. Menghimpun, menyiapkan bahan dan menyusun rencana strategis serta laporan akuntabilitas Badan.
d. Menyusun rencana anggaran bulanan dan triwulan Badan.
e. Menghimpun, menyiapkan bahan dan menyusun para dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sebagai bahan rapat koordinasi pembangunan (Rakorbang) dan penyusunan anggaran pendapatan belanja daerah dan anggaran pendapatan belanja negara (APBD dan APBN).
f. Menghimpun, menyiapkan bahan dan menyusun rencana anggaran Badan.
g. Menyiapkan bahan dan mengelola administrasi pembayaran belanja Badan.
h. Melakukan pengelolaan pembayaran gaji pegawai dan keperluan/kebutuhan kantor.
i. Menyiapkan bahan dan membuat pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
j. Melaksanakan pengumpulan dan pengelolaan data keuangan sebagaivahan perhitungan anggaran.
k. Menyiapkan dan menyusun laporan keuangan dan memelihara pengarsipan administrasi keuangan.
l. Mengevaluasi pelaksanaan tugas.
m. Melaksankan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
3) Sub Bagian Evaluasi, Dokumentasi dan Pelaporan.
Sub Bagian Evaluasi, Dokumentasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengumpulan, pengelolaan data, dalam rangka pelaksanaan kegiatan evaluasi, pendokumentasian dan pelaporan kegiatan unsur-unsur organisasi Badan daerah
.
Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan program evaluasi pengembangan kinerja kegiatan dan rencana kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.
b. Menyiapkan bahan dalam rangka melaksanakan program evaluasi pengembangan kinerja kegiatan dan rencana kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.
c. Menyiapkan bahan dalam rangka evaluasi terhadap sistem pelaksanaan kegiatan.
d. Menyiapkan bahan dalam rangka pemantauan pelaksanaan tata naskah dan tata kearsipan agar diperoleh surat menyurat dan kearsipan/dokumentasi yang benar, tertib dan rapi sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku.
e. Menghimpun dan menyiapkan bahan untuk mendokumentasikan hasil kegiatan administrasi keuangan, kepegawaian maupun kegiatan masing-masing bidang.
f. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan laporan pelaksanaan tugas untuk dilaporkan kepada atasan atau satuan kerja yang membutuhkan perkembangan kinerja SKPD.
g. Mengevaluasi pelaksanaan tugas.
h. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
B. BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT;
Bidang Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pusat dan daerah bidang pemberdayaan masyarakat.
Dengan demikian bidang pemberdayaan masyarakat mempunyai fungsi :
a. Merencanakan operasional, mengatur dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
b. Merencanakan operasional, mengatur dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dibidang sarana dan kelembagaan masyarakat.
c. Mengatur dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dibidang sarana dan kelembagaan masyarakat.
d. Mengatur dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
e. Mengevaluasi pelaksanaan tugas.
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.
Untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi dimaksud bidang pemberdayaan masyarakat mempunyai 2 (dua) sub bidang yaitu :
1) Sub Bidang Sarana dan Kelembagaan Masyarakat ;
Sub Bidang Sarana dan Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana kelembagaan masyarakat.
Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Mengumpulkan dan mengolah data tentang penyelenggaraan dan pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat.
b. Menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi kegiatan pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat.
c. Menyiapkan bahan pengintegrasian program pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat.
d. Menyiapkan bahan informasi dan sosialisasi pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat.
e. Menyiapkan bahan dan mengembangkan kerjasama antar lembaga terkait dalam pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat.
f. Menyiapkan bahan dan penyusunan laporan pelaksanaan pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidangtugasnya.
2) Sub Bidang Kompetensi Masyarakat.
Sub Bidang Kompetensi Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pendataan potensi masyarakat.
Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menyiapkan bahan dan mengumpulkan data, mengolah serta menganalisa data pembinaan dan potensi masyarakat.
b. Menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi dan permasalahan pembinaan dan pendataan potensi masyarakat.
c. Menyiapkan bahan, menyusun dan melaksanakan petunjuk teknis, pembinaan dan pendataan potensi masyarakat.
d. Menyiapkan bahan dan mengembangkan kerjasama antar lembaga terkait dalam pembinaan dan pendataan potensi masyarakat.
e. Menyiapkan bahan, memberikan fasilitasi dan mengembangkan kerjasama pembinaan dan pendataan potensi masyarakat.
f. Menyiapkan bahan informasi dan sosialisasi pembinaan dan pendataan potensi masyarakat.
g. Menyiapkan bahan dan menyusun laporan pembinaan dan potensi masyarakat.
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan yang sesuai dengan bidang tugasnya.
C. BIDANG PEMERINTAHAN DESA;
Bidang Pemberdayaan Pemerintahan Desa dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Pemerintahan Desa.
Untuk itu bidang Pemerintahan Desa mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis pemerintahan desa sesuai dengan kebijakan yang ditetap oleh Bupati berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Merumuskan dan menetapkan kenijakan operasional, memfasilitasi dan memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan desa.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
c. Merumuskan dan menetapkan kebijakan mengkoordinasikan,mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program pemerintahan desa. d. Merumuskan dan menetapkan kebijakan, mengkoordinasikan dan
mengendalikan pelaksanaan program pemerintahan desa.
e. Merumuskan dan menetapkan kebijakan, mengendalikan pelaksanaan program dibidang manajemen pemerintahan desa.
f. Mengevaluasi pelaksanaan tugas .
g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tanggung jawabnya.
Untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi dimaksud bidang Pemerintahan Desa mempunyai 2 (dua) sub bidang yaitu :
1) Sub Bidang Lembaga Pemerintahan Desa;
Sub Bidang Lembaga Pemerintahan Desa mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penyusunan program, petunjuk teknis dan koordinasi penyelenggaraan kegiatan pembinaan kelembagaan pemerintahan desa.
Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menyiapkan bahan dan penyusunan program penyelenggaraan kegiatan dibidang pembinaan aparatur pemerintahan desa.
b. Menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis kegiatan pembinaan aparatur pemerintahan desa .
c. Menyiapkan bahan dan melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daaerah dibidang pembinaan aparatur pemerintahan desa.
d. Menghimpun dan mengolah data kegiatan pembinaan aparatur pemerintahan desa.
e. Menyiapkan bahan dan melaksanakan kegiatan di bidang pembinaan aparatur pemerintahan desa.
f. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan kepala desa dan aparatur pemerintahan desa.
g. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan serta fasilitasi pelaksanaan pemilihan kepala desa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala desa terpilih.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
h. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan peningkatankemampuan sumberdaya aparatur pemerintah desa.
i. Menyiapkan bahan, menginventarisasi dan mengidentifikasi permasalahan penyelenggaraan kegiatan pembinaan aparatur pemerintahan desa.
j. Menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah kabupaten di bidang pembinaan aparatur pemerintahan desa.
k. Menyiapkan bahan pembinaan dan pelayanan administratif kepada seluruh aparatur pemerintahan desa di bidang aparatur pemerintahan desa.
l. Menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis administrasi pencalonan, pengusulan, pengangkatan dan pemberhentian aparatur pemerintah desa.
m. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait di bidang tugas nya n. Mengevaluasi pelaksanaan tugas .
o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuan dengan bidang tugasnya.
2) Sub Bidang Manajemen Pemerintahan Desa.
Sub Bidang Manajemen Pemerintahan Desa mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penyusunan program, petunjuk teknis dan koordinasi penyelenggaraan kegiatan manajemen pemerintahan desa. Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menyiapkan bahan dan menyusun program penyelenggaraan kegiatan di bidang pembinaan administrasi desa.
b. Menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis kegiatan pembinaan administrasi desa.
c. Menyiapkan bahan dan melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah di bidang pembinaan administrasi desa.
d. Menghimpun dan mengolah data kegiatan pembinaan administrasi desa e. Menyiapkan bahan dan melaksanakan kegiatan di bidang pembinaan
administrasi desa.
f. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan dalam hal pengisian buku-buku administrasi desa.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
g. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan serta fasilitasipembuatan produk hukum desa.
h. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan pembuatan laporan pelaksanaan tugas aparatur pemerintahan desa.
i. Menyiapkan bahan menginventarisasi dan mengidentifikasi.
permasalahan penyelenggaraan kegiatan pembinaan administrasi desa j. Menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
pemerintah kabupaten di bidang pembinaan administrasi desa. k. Menyiapkan bahan pembinaan dan pelayanan administrative kepada
seluruh perangkat daerah di bidang pembinaan administrasi desa. l. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait di bidang tugasnya m. Mengevaluasi pelaksanaan tugas .
n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
D. BIDANG USAHA EKONOMI KELUARGA dan MASYARAKAT;
Bidang Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan bahan koordinasi dan pembinaan bidang usaha ekonomi keluarga dan masyarakat.
Untuk itu bidang Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Menyusunan program, Mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha ekonomi keluarga dan masyaraka;
b. Menyusunan program, mengaturan, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana ekonomi pedesaan;
c. Menyusunan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksananan program usaha ekonomi keluarga dan masyarakat
d. Menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat serta peningkatan pendayagunaan teknologi tepat guna dan pemanfaatan SDA pedesaan
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuaibidang tugasnya
Untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi dimaksud bidang Usaha Ekonomi Masyarakat mempunyai 2 (dua) sub bidang yaitu :
1) Sub Bidang Usaha Ekonomi Keluarga, Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan.
Sub Bidang Usaha Ekonomi Keluarga, Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan usaha ekonomi keluarga, masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menghimpun, mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data usaha ekonomi keluarga dan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. b. Menyiapkan bahan, menghimpun dan melaksanakan pengkajian
kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengembangan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
c. Menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait dalam pengembangan dan penyajian informasi di bidang pengembangan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
d. Menyiapkan bahan dan kerjasama dengan instansi terkait dalam sosialisasi dan penyuluhan tentang pengembangan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
e. Menyiapkan bahan dan melaksanakan fasilitasi dan bimbingan teknis pengembangan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
f. Menyiapkan bahan dan melaksanakan analisa kegiatan pengembangan usaha ekonomi keluarga dan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
g. Mengevaluasi pelaksanaan tugas.
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan sesuai bidang tugasnya.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
2) Sub Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna dan Pemanfaatan SDAPedesaan.
Sub Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna dan Pemanfaatan SDA Pedesaan menyiapkan bahan dan melaksanakan pengelolaan pendayagunaan teknologi tepat guna dan pemanfaatan SDA pedesaan. Penjabaran tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut :
a. Menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan dan pendayagunaan teknologi tepat guna
b. Menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan SDA pedesaan
c. Menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanan program bidang SDA dan teknologi tepat guna
d. Menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan dan pendayagunaan teknologi tepat guna dan pemanfaatan SDA pedesaan e. Mengevaluasi pelaksanaan tugas
f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
E. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL;
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa sesuai dengan keahlian dan kebutuhan SKPD ini.
Struktur organisasi dan tata kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Tanah Bumbu terdiri dari :
1. Kepala Badan 2. Sekretaris
3. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat 4. Kepala Bidang Pemerintahan Desa
5. Kepala Bidang Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat
Selanjutnya Sekretariat membawahi sub bagian dan Kepala Bidang membawahi sub-sub bidang sebagai berikut :
1. Sekretariat :
a. Sub bagian Umum dan Kepegawaian. b. Sub bagian Perencanaan dan Keuangan.
c. Sub bagian Evaluasi, Dokumentasi dan Pelaporan 2. Bidang Pemberdayaan Masyarakat :
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
b. Sub bidang Kompetensi Masyarakat3. Bidang Pemberdayaan Pemerintahan Desa : a. Sub bidang Lembaga Pemerintahan Desa b. Sub bidang Manajemen Pemerintahan Desa 4. Bidang Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat :
a. Sub Bidang Usaha Ekonomi Keluarga, Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan.
b. Sub Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna dan Pemanfaatan SDA Pedesaan.
Berikut adalah Struktur Organisasi BPMPD Berdasarkan Peraturan
Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 20 Tahun 2011: dapat dilihat
pada table lampiran .1,
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
2.2 Sumber DayaJumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut :
1. Jabatan Eselonering:
Eselon II.b : 1 orang
Eselon III.a Eselon III.b : : 1 orang 3 orang
Eselon IV.a : 9 orang
2. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) BPMPD menurut golongan :
Gol./Ruang IV.c : 1 orang
Gol./Ruang IV.b : 2 orang
Gol./Ruang IV.a : 1 orang
Gol./Ruang III.d : 2 orang Gol./Ruang III.c : 6 orang Gol./Ruang III.b : 12 orang Gol./Ruang III.a Gol./Ruang II.d Gol./Ruang II.c Gol./Ruang II.b Gol./Ruang II.a : : : : : 10 orang 1 orang 5 orang 1 orang 2 orang
3. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) BPMPD menurut tingkat pendidikan : S.2 : 2 orang
S.1 : 31 orang
D.3 : 6 orang
SLTA / Sederajat : 4 orang
4. Jumlah Pegawai Tidak Tetap (PTT) menurut tingkat pendidikan BPMPD :
S.1 : 36 orang
D.3 : 6 orang
SLTA / Sederajat : 11 orang
Jumlah PNS BPMPD Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan diklat penjenjangan struktural dan fungsional adalah sebagai berikut :
A. Struktural
Diklat Pim II : 1 orang
Diklat Pim III : 3 orang
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
B. Fungsional Kursus Manajemen Proyek (KMP) : Orang
Kursus Bendaharawan/Pemegang Kas : Orang Manajemen Pengelolaan Barang dan Jasa : Orang Penjenjangan Pranata Komputer Tingkat
Terampil : orang
Penyetaraan Arsiparis Tingkat Terampil : Orang
Adapun data asset milik daerah yang ada dilingkungan Badan pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, sampai dengan ahir Desember 2012, disajikan pada table Lampiran .2.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
2.3. Kinerja PelayananDalam rangka pelaksanaan tugas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa diperlukan berbagai layanan teknis kepada instansi terkait dengan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Selatan. Bentuk jenis layanan tersebut adalah sebagai berikut :
a) Konsultasi/koordinasi antar petugas SKPD mitra kerja dan stakeholders terkait perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan pemantapan dan pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa;
b) Konsultasi/koordinasi antar SKPD kabupaten dan kota terkait perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan pemantapan dan pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa;
c) Konsultasi/koordinasi antar masyarakat, dunia usaha, dan akademisi peminat data pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu;
d) Fasilitasi antar instansi pusat terkait koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan pemantapan dan pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa;
e) Pengumpulan data dan informasi pelaksanaan kegiatan pemantapan dan pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa dan Kelurahan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
Tingkat capaian kinerja BPMPD Kabupaten Tanah Bumbu sampai Desember 2012 melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan, yaitu :1. Bidang Pemerintahan Desa
a. Realisasi program dan kegiatan :
Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa.
Kegiatan Penyelenggaraan proses pemilihan dan pelantikan Kepala Desa dan pelantikan BPD
Alokasi APBD Kabupaten : Rp. 99.400.000,-
Realisasi fisik : 65 %
Realisasi Keuangan : Rp. 56.550.000,- ( 56,89%) Program Peningkatan partisipasi Masyarakat dalam membangun
desa.
Kegiatan Pembinaan kelompok masyarakat membangun desa Alokasi APBD Kabupaten : Rp. 103.755.000,-
Realisasi fisik : 95 %
Realisasi Keuangan : Rp.56.015.000,- ( 53,99%)
b. Tingkat pencapaian standard pelayanan minimal : Terpilihnya Kepala Desa defniitif dan BPD
Pembinaan kelompok masyarakat pembangunan desa
c. Proses Program dan Kegiatan yang dilaksanakan. Proses Pemilihan Kades
Rapat Pembentukan Panitia Pilkades oleh BPD meliputi : Penerbitan SK Panitia.
Pembentukan / Penyusunan Tatatertib Pilkades. Rapat waktu Pendaftaran.
Pengumuman waktu pendaftaran dan penutupan berakhirnya masa pendaftaran calon kades.
Pembukaan Pendaftaran calon dan penutupan.
Penjaringan dan penyaringan jumlah calon yang mendaftar. Verivikasi berkas bakal calon oleh panitia.
Rapat pemantapan calon dari hasil veripikasi berkas calon oleh panitia.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
Penerbitan keputusan panitia pilkades tentang jumlah calonyang berhak dipilih sekaligus pencabutan surat suara. Rapat panitia tentang penetapan hari “H”.
Pelaksanaan Pilkades. Proses pelantikan kades.
Keputusan panitia tentang calon pemenang dari pilkades. Berita acara pemenang pilkades oleh panitia.
Keputusan BPD tentang penetapan calon kades terpilih. Panitia pilkades / BPD menyerahkan kekecamatan untuk
mendapatkan rekomendasi atas penetapan calon kades terpilih.
Penyusunan draf SK Bupati tentang pengesahan atas penetapan kades terpilih.
Pelantikan kades oleh Bupati Tanah Bumbu.
Proses pelantikan BPD, Rapat pembentukan panitia pemilihan BPD oleh kades meliputi :
Penerbitan SK Paniti,Pembuatan tata tertib dan rapat penentuan pendaftaran BPD.
Pengumuman waktu pendaftaran dan penutupan calon BPD. Pembukaan Pendaftaran.
Penjaringan / penyaringan calon BPD tentang keterwakilan masing – masing RT.
Verifikasi berkas calon oleh Panitia.
Rapat Pelaksanaan pemilihan BPD oleh Panitia berdasarkan keterwakilan masing-masing RT.
Keputusan kades tentang susunan kepengurusan BPD terpilih. Penetapan/rapat penetapan ketua,wakil ketua,dan seterusnya
oleh calon BPD terpilih.
Pengajuan ke kecamatan untuk mendapatkan rekomendasi camat tentang penetapan ketua,wakil ketua dan seterusnya. Penyusunan draf SK Bupati tentang pengesahan atas
pengangkatan ketua,wakil ketua,dan seterusnya. Pelantikan BPD oleh Bupati atau yang ditunjuk.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
Melakukan pengawasan mengenai pelaksanaan penggunaanalokasi dana desa ( ADD ) dan bantuan keuangan kepada desa
Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan penggunaan alokasi dana desa (ADD) dan bantuan keuangan kepada desa Melaporkan pelaksanaan,dan pertanggungjawaban
penggunaan add dan bantuan keuangan kepada desa
Kegiatan Aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang Manajemen Pemerintahan Desa, meliputi :
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa. Pelatihan Produk Hukum Desa.
Pelatihan Administrasi Desa. Pelatihan Kelembagaan Desa. Pelatihan Propil Desa.
Program Peningkatan partisipasi Masyarakat dalam membangun desa.
Kegiatan Pembinaan kelompok masyarakat membangun desa. Pemberian stimulant pembanguan desa.
2. Bidang Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat a. Realisasi Program dan Kegiatan.
Program Pengembangan Ekonomi Pedesaan.
Kegiatan Pelatihan ketrerampilan manajemen Badan Usaha Milik Desa.
Alokasi APBD Kabupaten : Rp. 25.325.000,- Realisasi fisik : 99 %
Realisasi Keuangan : Rp.21.030.000,- (53,99%) Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan.
Kegiatan pelatihan Keterampilan Usaha Industri Kerajinan Alokasi APBD Kabupaten : Rp. 45.675.000,- Realisasi fisik : 100%
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
b. Tingkat Pencapaian standard pelayanan minimal. Meningkatkan kemampuan masyarakat pedesaan dalam membangun desa khususnya meningkatkan pendapatan masyarakat desa
Penggunaan TTG dapat melembaga di masyarakat
c. Proses Program dan Kegiatan yang dilaksanakan.
Program Pengembangan Ekonomi Pedesaan
Kegiatan Pelatihan ketrerampilan manajemen Badan Usaha Milik Desa.
Melaksanakan Pembinaan di setiap kecamatan dan desa. Melaksanakan pelatihan manajemen pen gelolaan keuangan
BUMDES.
Melaksanakan Monitoring dan evaluasi.
Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan. Kegiatan pelatihan Keterampilan Usaha Industri Kerajinan.
Melaksanakan Pembinaan disetiap kecamatan dan desa Melaksanakan pelatihan keterampilan
Melksanakan lomba
Melksanakan monitoring dan evaluasi
3. Bidang Pemberdayaan masyarakat (PEMMAS) a. Realisasi Program dan Kegiatan
Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
Kegiatan Fasilitasi Kemitraan Swasta dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di perdesaan.
Alokasi APBD Kabupaten : Rp. 576.900.000,-
Realisasi fisik : 6%
Realisasi Keuangan : Rp.272.240.000 (47,19%) Program Peningkatan keberdayaan Masyarakat Perdesaan
Kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
Realisasi fisik : 75%
Realisasi Keuangan : Rp.42.825.000 (57,91%)
b. Tingkat Pencapaian standard pelayanan minimal.
Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Desa
Terpenuhinya Kebutuhan Masyarakat dalam daerah menuju desa mandiri, sejahtera dan terlaksananya kegiatan bimbingan manajemen Usaha bagi perempuan dalam mengelola usaha.
c. Proses Program dan Kegiatan yang dilaksanakan. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
Kegiatan Fasilitasi Kemitraan Swasta dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di perdesaan
Program Peningkatan keberdayaan Masyarakat Perdesaan
Kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan
Berikut adalah table 2.1. tentang pencapaian kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Dan Table 2.2. tentang Anggaran Kinerja Pelayanan BPMPD Kabupaten Tanah Bumbu sebagai Berikut;
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPDAdapun peluang yang dapat dikembangkan dalam pembangunan perdesaan yang ditangani Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa antara lain :
1. Potensi sumber daya alam yang belum dikembangkan; 2. Kualitas sumber daya manusia yang mulai membaik;
3. Masih kuatnya budaya gotong royong dikalangan masyarakat perdesaan; 4. Meningkatnya mobilitas dan lancarnya transportasi yang menyangkut
masyarakat perdesaan, sehingga memudahkan pemasaran hasil pertanian, perkebunan dan lain-lain;
5. Adanya kepedulian pemerintah secara khusus terhadap kondisi masyarakat miskin dalam segala aspeknya.
Adapun tantangan dalam pelaksanaan kegiatan BPMPD dalam upaya mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat antara lain :
1. Masih besarnya jumlah penduduk miskin, karena kurang berkembangnya usaha ekonomi produktif keluarga miskin, yang disebabkan oleh terbatasnya akses keluarga miskin terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan berusaha;
2. Kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal, pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam kelestarian lingkungan;
3. Belum memadainya kelembagaan (Pemerintah Desa/Kelurahan, BPD, LKMD atau sebutan lain, TPPKK) yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal;
4. Keterbatasan sarana dan prasarana, sumber dana serta rendahnya kemampuan masyarakat dalam memelihara hasil-hasil pembangunan;
5. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
6. Sulitnya kondisi geografis lokal sehingga menyebabkan banyaknya wilayah tertinggal belum tertangani oleh program-program pembangunan.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
BAB III
ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Tanah Bumbu adalah merupakan perangkat daerah yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa di Kabupaten Tanah Bumbu. Tantangan untuk mensejahterakan masyarakat saat ini tidaklah ringan mengingat ada semacam fenomena dimana sementara bangsa-bangsa lain sudah saling berkompetisi untuk terus maju dalam rangka meningkatkan daya saingnya, bangsa kita justru terpuruk dalam pembenahan masalah-masalah ekonomi, sosial maupun politik di dalam negeri. Dibalik itu semua ada permasalahan yang paling mendesak untuk dicari pemecahannya saat ini adalah masalah kemiskinan. Mengingat permasalahan kemiskinan ini seakan beranjak di tempat terlebih bila kita melihat kondisi kemiskinan bangsa Indonesia terkini. Terungkap dari kajian terbaru dari Bank Dunia yang menyimpulkan bahwa kemiskinan di negara kita bukan sekadar 10-20% penduduk yang hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). Tapi ada kenyataan lain yang membuktikan bahwa kurang lebih tiga per lima atau 60%3 penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.
Kondisi di atas jelas memprihatinkan mengingat realita kemiskinan di atas jelas bukanlah permasalahan yang mudah diatasi mengingat kondisi kemiskinan yang harus ditanggulangi mencakup banyak segi. Pemilikan sumber daya yang tidak merata, kemampuan masyarakat yang terbatas dan ketidaksamaan kesempatan dalam menghasilkan akan menyebabkan keikutsertaan dalam pembangunan tidak merata. Ini semua pada gilirannya menyebabkan perolehan pendapatan tidak seimbang dan selanjutnya menimbulkan struktur masyarakat yang timpang.
Dalam pelaksanaannya upaya pengentasan kemiskinan melalaui program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu telah dilaksanakan secara intensif dalam kurun waktu terakhir ini. Implementasi program pembangunan yang menerapkan strategi pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan suatu konsekuensi dari pergeseran paradigma pembangunan nasional yang mengarah kepada tercapainya upaya pembangunan yang berpusat pada manusia (people centered development). Perubahan paradigma pembangunan tersebut mau tak mau menuntut adanya perubahan strategi pembangunan yang top-down ke pembangunan yang bottom-up yaitu dengan memberikan kesempatan dan akses
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
yang sama kepada masyarakat melalui kebijakan pemihakan dan pemberdayaan (demokratisasi pembangunan).Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya penanggulangan kemiskinan.
Pelaksanaan PNPM Mandiri di Kalimantan Selatan pada tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di perdesaan beserta program pendukungnya seperti PNPM Generasi; Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan; dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) untuk pengembangan daerah tertinggal, pasca bencana, dan konflik.
PPK merupakan program pemerintah yang telah dioperasionalkan sejak tahun anggaran 1998/1999 dengan cakupan pelaksanaan di hampir seluruh propinsi di Indonesia. PPK dirancang sebagai bagian dari program pembangunan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan khususnya di wilayah perdesaan. Program diimplementasikan melalui pengelolaan di tingkat kecamatan dalam bentuk pemberian dana bergulir untuk usaha ekonomi produktif dan penyediaan prasarana dan sarana yang menunjang kegiatan ekonomi, yang kesemuanya itu diarahkan sebagai upaya peningkatan kemampuan masyarakat (capacity building investment). Strategi pemberdayaan masyarakat dalam bantuan PPK ini diwujudkan dalam bentuk : 1) partisipasi masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan melestarikan pembangunan ; 2) pemberian kepercayaan kepada masyarakat untuk memilih kegiatan yang dibutuhkan ; 3) pemihakan pada penduduk miskin ; 4) pemberian akses informasi kepada setiap penduduk desa mengenai peluang, kebebasan memilih, dan memutuskan ; 5) penciptaan suasana kompetisi yang sehat dalam pengajuan usulan kegiatan ; 6) penerapan teknologi tepat guna dan padat karya ; dan 7) penggalakkan swadaya masyarakat dalam pelaksanaan dan pelestarian pembangunan.
Khusus berbicara tentang pemberian bantuan langsung dana bergulir (revolving block grant) maka dalam PPK telah diciptakan mekanisme perguliran dana
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
itu melalui wadah/lembaga keuangan milik masyarakat yang disebut unit pengelola keuangan (UPK). UPK merupakan institusi pengelola dana yang dibentuk di kecamatan yang mempunyai peranan untuk memfasilitasi program dana bergulir yang berputar di masyarakat. UPK pada nantinya diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga keuangan alternatif milik masyarakat (LKM) yang tumbuh dari masyarakat sendiri. LKM ini merupakan embrio lahirnya lembaga keuangan yang mengikuti prinsip-prinsip perbankan dan di dalam penyelenggarannya menerapkan prinsip kebersamaan (kooperatif). Diharapkan nantinya UPK ini dapat berperan sebagai lembaga keuangan milik masyarakat yang dapat menampung dan mengelola berbagai program pembangunan yang masuk ke daerah. Sehingga berbagai program pembangunan yang masuk ke daerah, dananya dapat langsung dikontrol dengan mudah oleh masyarakat itu sendiri. Dengan demikian kebocoran-kebocoran dana bantuan program pembangunan dapat diminimalisir bahkan dapat dihilangkan. Kontrol publik ini merupakan upaya yang sangat efektif dalam mengantisipasi segala kemungkinan kebocoran dalam pengelolaan program-program pembangunan di daerah.Selanjutnya mulai tahun 2008 PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya. PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen/sektor dan pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga akan diprioritaskan pada desa-desa tertinggal.
Dengan pengintegrasian berbagai program pemberdayaan masyarakat ke dalam kerangka kebijakan PNPM Mandiri, cakupan pembangunan diharapkan dapat diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil dan terisolir. Efektivitas dan efisiensi dari kegiatan yang selama ini sering berduplikasi antar proyek diharapkan juga dapat diwujudkan. Mengingat proses pemberdayaan pada umumnya membutuhkan waktu 5-6 tahun, maka PNPM Mandiri akan dilaksanakan sekurang-kurangnya hingga tahun 2015. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). Pelaksanaan PNPM Mandiri yang berdasar pada indikator-indikator keberhasilan yang terukur akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target-target MDGs tersebut.
Kemudian untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan dan pengembangan pemerintahan desa dan kelurahan pemerintah melalui kebijakan nasional telah mengangkat para sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil sebagai bagian dari perangkat daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dalam Pasal 202 ayat (3) mengamanatkan Sekretaris Desa diisi
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
dari PNS yang memenuhi persyaratan, sehingga sekretaris desa yang ada selama ini yang bukan PNS, secara bertahap diangkat menjadi PNS sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ini bertujuan meningkatkan kinerja pelayanan administrasi pemerintahan kepada masyarakat yang selama ini tidak optimal.Untuk Provinsi Kalimantan Selatan pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil dilakukan secara bertahap. Saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat 1958 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut terdapat sebanyak sebanyak 911 orang sekretaris desa yang memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Pada tahap pertama tahun 2007 telah direalisasikan pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil sebanyak 416 orang. Kemudian tahap kedua yaitu pada tahun 2009 telah direalisasikan dan diserahkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil untuk 246 orang sekretaris desa. Direncanakan sisanya yaitu sebanyak 249 orang akan bisa diangkat sebagai pegawai negeri sipil pada tahap ketiga yang akan dilaksanakan pada tahun 2010.
Selain itu untuk meningkatkan pengembangan pemerintahan desa dan kelurahan Pemerintah Kabupaten khususnya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu membuat peraturan daerah kabupaten tentang desa baik itu mengenai penyelenggaraan, kelembagaan, keuangan maupun kerjasama antar desa. Pemerintahan Desa merupakan lembaga perpanjangan pemerintah pusat memiliki peran yang strategis dalam pengaturan masyarakat desa/kelurahan dan keberhasilan pembangunan nasional. Karena perannya yang besar, maka perlu adanya Peraturan-peraturan atau Undang-Undang yang berkaitan dengan pemerintahan desa yang mengatur tentang pemerintahan desa, sehingga roda pemerintahan berjalan dengan optimal.
Peraturan Desa (Perdes), merupakan bentuk peraturan perundang-undangan yang relatif baru, dalam kenyataan di lapangan belum begitu populer dibandingkan dengan bentuk peraturan perundang-undangan yang lain. Karena masih relatif baru dalam praktek-praktek penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa, seringkali Perdes ini diabaikan. Bahkan masih banyak dari pemerintah dan bahkan masyarakat desa mengabaikan Perdes ini sebagai dasar penyelenggaraan urusan kepemerintahan di tingkat desa. Kenyataan seperti itu berdampak pada kurangnya perhatian pemerintahan desa dalam proses penyusunan sampai pada implementasi suatu Perdes.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
Adapun kendala dalam pelaksanaan kegiatan BPMPD dalam upaya mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat antara lain :1. Masih besarnya jumlah penduduk miskin, karena kurang berkembangnya usaha ekonomi produktif keluarga miskin, yang disebabkan oleh terbatasnya akses keluarga miskin terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan berusaha;
2. Kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal, pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam kelestarian lingkungan;
3. Belum memadainya kelembagaan (Pemerintah Desa/Kelurahan, BPD, LKMD atau sebutan lain, TPPKK) yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal;
4. Keterbatasan sarana dan prasarana, sumber dana serta rendahnya kemampuan masyarakat dalam memelihara hasil-hasil pembangunan;
5. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
6. Sulitnya kondisi geografis lokal sehingga menyebabkan banyaknya wilayah tertinggal belum tertangani oleh program-program pembangunan.
3.2 Telahaan visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih
3.2.1 Visi kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Pembangunan Kalimantan selatan pada RPJM Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011-2015, merupakan tahapan kedua dari pelaksanaan RPJP Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2005-2025 yang fokus pada pemantapan fondasi pembangunan daerah tentunya akan menuntut perhatian lebih, karena tidak hanya untuk melanjutkan hal-hal yang belum terselesaikan, juga dalam rangka melaksanakan rencana pembangunan tahapan kedua dari RPJP Daerah, dan juga untuk mengantisipasi perubahan yang muncul dimasa yang akan datang.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011-2015 ini, selain menyelesaikan isu yang bersifat lokal, juga mempertimbangkan isu-isu yang bersifat nasional dan global. Seperti pertumbuhan dan pemerataan, kemiskinan, pengangguran, lingkungan hidup dan penataan ruang.
Adapun Visi Kabupaten Tanah Bumbu yang hendak dicapai pada tahun 2011-2015 adalah:
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
“Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu sebagai pusat pelabuhan, perdagangan dan pariwisata terdepan di Kalimantan berbasis ekonomi kerakyatan menuju Tanah Bumbu yang Maju, Unggul, Mandiri, Sejahtera, Aman, Religius dan Berakhlak Mulia serta Berintelektual Tinggi”.Penjabaran makna dari visi Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut: `Maju mengandung makna:
semua lapisan masyarakat maju dan berkembang dengan kemampuan dan fondasi ekonomi, sosial dan budaya lokal yang kokoh serta mandiri dengan jati diri yang kuat untuk dapat bertahan dari segala terpaan krisis yang melanda baik bersifat lokal, daerah dan nasional maupun global.
Unggul mengandung makna :
kokohnya ketahanan pilar-pilar pembangunan dan daya saing daerah yang tinggi, baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan politik, maupun kualitas sumber daya manusia; agar tercipta sumber daya manusia yang kreatif dan mampu berinovasi dalam meningkatkan produktivitas yang kompetitif dalam persaingan global.
Mandiri mengandung makna :
daerah yang mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif yang bersumber dari sumber daya alam dan sumber daya manusia akan dapat mendorong tumbuhnya daya saing daerah, sehingga daerah akan mampu mewujudkan kemandirian daerah dalam pembiayaan pembangunannya.
Sejahtera mengandung makna :
Masyarakat dapat menikmati hasil-hasil pembangunan secara merata, adil dan berkesinambungan menuju masyarakat yang maju dalam aspek pendidikan dan ilmu pengetahuan, kehidupan ekonomi , kemandirian bekerja dan berusaha untuk mencapai kehidupan yang sejahtera baik lahir maupun bathin (material dan spiritual).
Aman mengandung makna :
terciptanya kondisi keamanan yang kondusif, tidak terlepas dari tatanan masyarakat yang terbentuk baik secara individual dan kolektif maupun secara kelembagaan yang menyadari kewajiban dan haknya sebagai warga masyarakat dan secara sadar mematuhi peraturan dan norma yang berlaku sesuai dengan posisi dan peran sosial nya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
suasana kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi norma-norma dan nilai-nilai agama, merupakan tatanan sosial dan budaya yang religius yang dapat dijadikan sebagai modal dasar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan.Berakhlak mulia mengandung makna :
pembangunan daerah yang dilaksanakan pada hakekatnya merupakan pembangunan manusia seutuhnya yang didasarkan pada iman dan takwa sebagai perwujudan masyarakat yang berakhlak mulia.
Berintelektual tinggi mengandung makna :
Pembangunan daerah yang dilaksanakan pada hakekatnya merupakan pembangunan manusia seutuhnya yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan YME.
Dalam upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011-2015 tersebut, maka misi pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan penataan ruang wilayah yang mendorong pembangunan berkelanjutan dengan peningkatan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas.
2. Meningkatkan daya saing daerah yang berbasis ekonomi kerakyatan melalui peningkatan jaringan jasa distribusi lokal, regional dan nasional. 3. Mengembangkan Wisata Unggulan yang selaras dengan Pembangunan
Kehidupan Beragama, Sosial dan Budaya.
4. Pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang berkelanjutan.
5. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing dengan peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau.
6. Menyelenggarakan tata kelola birokrasi yang baik dan bersih.
3.3 Telaan Rentra BPMPD dengan RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu
Dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ditegaskan bahwa Pemerintah Daerah, yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi dan tugas pembantuan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
masyarakat. Dari pengertian tersebut maka kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan merupakan kewajiban seluruh jajaran Pemerintah Daerah secara komprehensif meliputi pemberdayaan masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan, dengan prioritas program yang disesuaikan dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan secara berkesinambungan.Satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan adalah partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam pasal 53 UU No. 10 / 2004 yang menyatakan bahwa masyarakat berhak memberi masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penetapan maupun pembahasan rancangan undang-undang dan rancangan peraturan daerah. Dari ketentuan ini kita dapat melihat bahwa apakah ruang bagi partisipasi masyarakat hanya terbuka bagi penyusunan dan penetapan Undang-undang dan peraturan daerah.
Salah satu ukuran keberhasilan pelaksanaan Otonomi Desa adalah Pemerintahan Desa semakin mampu memberikan pelayanan kepada masyarakatnya dan mampu membawa kondisi masyarakat ke arah kehidupan yang lebih baik. Dengan terselenggaranya Otonomi Desa, maka hal itu akan menjadi pilar penting Otonomi Daerah. Keberhasilan Otonomi Daerah sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya Otonomi Desa. Namun demikian, realitas yang terjadi pada era otonomi dan desentralisasi yang muatannya sarat akan nilai-nilai demokrasi dan transparansi ini cenderung sering menghadirkan permasalahan yang kompleks di desa.
Selain itu dalam bidang kelembagaan masyarakat perdesaan telah terbentuk lembaga-lembaga pemasyarakatan ditingkat desa dan keluarahan seperti BPD (Badan Permusyawaratan Desa), LKMD atau sebutan lain TPPKK, RT, RW, Karang Taruna dan lain sebagainya, sedangkan pemerintahan desa dan kelurahan pada umumnya telah berjalan berdasarkan UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, serta akan lebih ditingkatkan lagi dengan telah di keluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah RI nomor 73 tahun 2005 tentang Kelurahan;
Sesuai dengan tujuan dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011-2015, maka tugas pokok dan fungsi dari Badan Pemberdayaan Masyarakat termasuk kedalam misi kelima dan ke enam yaitu:
Renstra BPMPD Kab. Tanah Bumbu
Page
( Misi Kelima ) Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas danberdaya saing dengan peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau.
(Misi Ke enam) Menyelenggarakan tata kelola birokrasi yang baik dan bersih.
3.4 Penentuan isu-isu strategis
ISU-ISU STRATEGIS BERKAITAN DENGAN TUGAS DAN FUNGSI BPMPD
Isu-isu strategis lain yang dapat dihimpun sesuai dengan bidang-bidang yang ada pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut :
1. Bidang Pemerintahan Desa
a. Banyaknya Kabupaten/Kota yang belum melaksanakan tata administrasi sesuai Permendagri Nomor 32 Tahun 2006;
b. Masih adanya pemahaman yang salah tentang kedudukan BPD dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa (terutama dalam pengelolaan ADD dan LPPD);
c. Perlunya peningkatan pemahaman tentang Permendagri Nomor 37 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Desa dan masih banyaknya pengelolaan ADD yang belum sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 serta adanya ketergantungan dengan Pemerintah Kabupaten dalam pengelolaan keuangan desa;
d. Pengelolaan kekayaan dan asset desa yang belum teradministrasi dengan baik dan belum sesuai dengan ketentuan;
e. Masih adanya membuat Peraturan Daerah tentang urusan/ kewenangan desa sehingga menghambat peningkatan kapasitas dan kemandirian desa.
f. Minimnya dana pembangunan untuk kelurahan sehingga banyak kelurahan yang berkeinginan mengubah statusnya menjadi desa kembali;
g. Belum tertatanya batas desa secara baik dan benar sehingga rawan muncul konflik antar desa;
h. Standar penghasilan aparat pemerintahan desa yang masih minim bahkan dibawah standard UMR;
i. Data profil dan monografi desa belum tercatat dan teradministrasi dengan baik;
j. Kualitas sumber daya manusia yaitu aparatur pemerintahan desa masih rendah baik dari segi pendidikan maupun pengetahuan dan wawasan,