• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Pembuatan Batik - BAB II INDITA RARA PARUMSARI BIOLOGI'17

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Pembuatan Batik - BAB II INDITA RARA PARUMSARI BIOLOGI'17"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1 Zat warna dan zat pembantu untuk pewana batik
Tabel 2.2. Karakteristik air limbah pabrik batik
Gambar 2.1 Reaksi pembentukan garam natrium naftolat
Gambar 2.2 Reaksi pembentukan pewarna naftol
+2

Referensi

Dokumen terkait

Apabila limbah ini dibuang keperairan maka akan tercemar oleh bahan organik dalam jumlah yang besar, sehingga kebutuhan oksigen untuk proses penguraiannya lebih

kandungan amoniak dan senyawa nitrogen yang teradapat pada air limbah, diperlukan proses nitrifikasi dan denitrifikasi dalam proses pengolahan air limbah yang mana

Senyawa fosfor organik umumnya berupa padatan yang telah bereaksi dengan bahan-bahan organik, sedangkan bentuk fosfor anorganik yang ada dalam air terutama dalam air limbah

Menurut Barus (2004) faktor-faktor yang mempengaruhi BOD adalah jumlah senyawa organik yang akan diuraikan, tersedianya mikroorganisme aerob yang mampu menguraikan

Sebab jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa organik semakin banyak, sehingga menurunkan nilai oksigen yang terlarut, dengan demikian kondisi air menjadi

Digestasi anaerobik merupakan proses kompleks dalam penguraian senyawa organik menjadi metana (CH 4 ) dan karbon dioksida (CO 2 ) oleh berbagai jenis mikroorganisme anaerobik.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, digester aneorobik ini merupakan proses degradasi dari senyawa organik tanpa adanya oksigen, dengan aktivitas enzimatik

pinnata akan menyerap hasil dekomposisi senyawa organik dalam limbah tahu yang didekomposisi oleh mikroorganisme dari protein berupa karbon, hidrogen, dan nitrogen melalui akar