• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Buah Secara Partenokarpi pada Tanaman Tomat Varitas Tombatu F1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Buah Secara Partenokarpi pada Tanaman Tomat Varitas Tombatu F1"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Rerata bobot buah tomat varitas tombatu F1 akibat pemberian hormon giberelin dalam berbagai konsentrasi
Tabel 3. Rerata bobot biji tomat varitas tombatu F1 akibat pemberian hormon giberelin dalam berbagai konsentrasi
Tabel 4. Perbedaan buah tomat yang dihasilkan akibat pemberian hormon giberelin dalam berbagai konsentrasi Konsentrasi  Gambar Biji Buah Tomat  Keterangan

Referensi

Dokumen terkait

Kajian pengaruh pemberin giberelin terutama dilakukan pada pengaruhnya terhadap pertumbuhan generatif tanaman. Pemberian konsentrasi giberelin secara umum berpengaruh

Berdasarkan Tabel 1 dan Tabel 2 dapat dijelaskan bahwa, perlakuan konsentrasi dengan waktu pemberian giberelin tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah

Pengaruh Giberelin dapat terlihat pada minggu ke V (M5) dengan perlakuan pemberian giberelin G3 (Giberelin 100 ppm) menunjukkan hasil yang tertinggi dibandingkan dengan

Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi giberelin dan frekuensi pemberian giberelin berpengaruh nyata pada parameter umur berbuah dan

Hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa pemberian hormon Giberelin dengan dosis 0,10 ml dan Pupuk Kandang Kambing (PKK) sebanyak 75 gr

Parameter hasil tanaman mentimun yaitu rata-rata bobot buah dipengaruhi oleh faktor tunggal pemberian dosis pupuk organik kascing dan konsentrasi hormon giberelin, dimana

Konsentrasi giberelin berpengaruh secara efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, Frekuensi pemberian giberelin efektif pengaruhnya terhadap jumlah

Hal ini sesuai dengan pendapat Wilkins (1989) bahwa hormon giberelin bekerja pada gen sehingga membutuhkan konsentrasi yang tepat pada tanaman, konsentrasi hormon