• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERDIS – Akad Pemberian Kepercayaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PERDIS – Akad Pemberian Kepercayaan"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

Akad Pemberian

Kepercayaan

(2)

Macam Akad

Pemberian Kepercayaan

1. Wadi’ah

(titipan)

2. Rahn

(barang jaminan)

3. Wakalah

(perwakilan)

4. Kafalah

(tanggungan)

(3)

DASAR HUKUM

Al Qur’an

Hadits Rasul

Ijtihad, di Indonesia, antara lain:

UU Perbankan Syariah Pasal 19, 20, dan 21

PBI No. 10/16/PBI/2008 tt Perubahan Atas PBI No. 9/19/PBI/2007 tt Pelaksanaan Prinsi连 Syariah Dalama Ketiatan Penthima连unan Dana dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah –PBI No. 10/17/PBI/2008 tt Produk Bank Syariah dan Unit Usaha

Syariah

Fatwa-fatwa DSN

(4)

Produk dan jasa Bank Syariah

Penghimpunan Penyaluran Jasa

keuangan Prinsip wadiah  Giro  Tabungan Prinsip mudharabah  Deposito  Tabungan

Prinsip jual beli

 Murabahah

 Istishna

 Salam

Prinsip bagi hasil

 Mudharabah  Musyarakah  Wakalah  Kafalah  Hiwalah  Rahn  Qardh  Sharf Ujroh • Ijarah

• Ijarah Muntahiah

(5)

1.

Wadi’ah

(Titipan)

Secara etimologi  maenema连atkan sesuatu yant

ditema连atkan bukan 连ada 连emailiknya untuk di连elihara.

Secara terminologi:

Ulamaa Hanaf: Mentikut sertakan orant lain dalama

maemaelihara harta, baik dentan untka连an yant jelas, maelalui tindakan, maau连un maelalui isyarat.

Ulamaa Maliki, Syaf`i, dan Hamabali (Jumahur ulamaa):

Mewakilkan orant lain untuk maemaelihara harta tertentu dentan cara tertentu.

Wadi`ah : maeniti连kan sesuatu harta atau barant 连ada

orant yant da连at di连ercaya untuk maenjatanya. KHES Pasal 20 antka 17:

连eniti连an dana antara 连ihak 连emailik dana dentan 连ihak

(6)

Dasar Hukum Wadi’ah

a) Al-Qur`an

Q.S. an-Nisa (4): 58

Q.S. al- Baqarah (2): 283. b) Hadits Rasul:

Serahkanlah amanah orang yang mempercayai engkau, dan jangan kamu mengkhianati orang yang telah

mengkhianati engkau.” (HR Abu Daud, at-Tirmizi dan al-Hakim).

c) Ijtihad:

Para ulama fikih sepakat akad wadi`ah (titipan) boleh dan disunatkan, dalam rangka saling menolong antara

sesama manusia.

Sejak zaman Nabi SAW hingga generasi-generasi berikutnya, akad wadi`ah telah menjadi ijma` amali

(7)

Ketentuan

Wadi’ah

Status

wadi`ah

ditangan orang yang dititipi

bersifat amanah, sehingga seluruh kerusakan

yang terjadi selama penitipan barang tidak

menjadi tangung jawab orang yang dititipi,

kecuali kerusakannya disengaja atau atas

kelalaian orang yang dititipi

Aqad menjadi batal apabila dalam akad

wadi`ah

disyaratkan bahwa orang yang

dititipi dikenai ganti rugi atas kerusakan

barang selama dalam titipan, sekalipun

kerusakan barang itu bukan atas kesengajaan

atau kelalaiannya.

(8)

Wadi`ah amanah

menjadi adh-dhaman (ganti-rugi)

Barang itu tidak dipelihara secara tidak semestinya oleh orang yang dititipi.

Barang titipan itu dititipkan oleh penerima titipan kepada orang lain (pihak ketiga).

Barang titipan itu dimanfaatkan oleh orang yang dititipi.

Orang yg dititipi mencampurkan brg yg dititipkan dgn harta pribadinya.

Orang yang dititipi mencampurkan barang titipan dengan harta pribadinya, sehingga sulit untuk

dipisahkan.

Orang yang dititipi melanggar syarat-syarat yang telah ditentukan

(9)

Wadi’ah dalam KHES

Rukun dan Syarat Wadi’ah: Pasal

370-373

Macam Akad Wadi’ah: Pasal 374-375

Penyimpanan dan Pemeliharaan

Wadi’ah Bih: Pasal 376-384

Pengembalian Wadi’ah Bih: Pasal

(10)

2. Rahn

(Barang Jaminan)

Secara etimaoloti

teta连, kekal, dan jamainan.

Ulamaa Maliki

harta yant dijadikan 连emailiknya

sebatai jamainan hutant yant bersifat maentikat.

Ulamaa Hanaf

sebatai jamainan terhada连 hak (连iutant)

yant mauntkin dijadikan sebatai 连emabayar hak (连iutant)

itu, baik seluruhnya maau连un sebatian.

Ulamaa Syaf`i dan Hamabali

sebatai jamainan utant,

yant da连at dijadikan 连emabayar utant a连abila orant

yant berutant tidak bisa maemabayar hutantnya.

Pasal 20 antka 14 KHES: 连entuasaan barant mailik

(11)

Dasar Hukum Rahn

a) Al-Qur`an

QS. al-Baqarah (2): 283

b) Hadits

Dari Aisyah r.a menjelaskan bahwa: Rasulullah SAW

pernah membeli makanan dari orang Yahudi dan beliau

menggadaikan kepadanya baju besi beliau.(HR. Bukhari)

c) Ijtihad

Para ulama sepakat bahwa

rahn

boleh dilakukan dalam

perjalanan ataupun tidak, asalkan barang jaminan itu

bisa langsung dikuasai (

al-qabdh

) secara hukum oleh

pemberi piutang.

(12)

Rukun dan Syarat

Rahn

Syarat al-marhun bihi (utang):

hak yg wajib dikembalikan kpd orang yang berutang, boleh dilunasi dengan agunan itu,

jelas dan tertentu.

Syarat al-marhun (barang yang dijadikan agunan):

boleh dijual dan nilainya seimbang dengan utang, bernilai dan dapat dimanfaatkan,

jelas dan tertentu,

milik sah orang yang berutang,

tidak terkait dengan hak orang lain,

harta yang utuh, tdk bertebaran dalam bbrp tempat, boleh diserahkan baik materinya maupun

manfaatnya.

(13)

Rahn dalama KHES

Rukun dan Syarat Rahn: Pasal 329-332

Penamabahan dan Penttantian Harta Rahn:

Pasal 333-336

Pemabatalan Akad Rahn: Pasal 337-341

Rahn Harta Pinjamaan: Pasal 342

Hak dan Kewajiban dalama Rahn: Pasal 343-353.

Hak Rahin dan Murtahin: Pasal 354-357

Penyima连anan Harta Rahn: Pasal 358-362

(14)

Penera连an Akad Rahn

连ada Bank Syariah

a.

Safe De连osit Box

b.

Rahn Emaas: Pemaberian 连emabiayaan oleh bank

ke连ada nasabah dentan 连enyerahan jamainan

dalama bentuk emaas

c.

Leter of eredit: surat 连ernyataan akan

maemabayar oleh bank ke连ada eks连ortir yant

diterbitkan oleh bank untuk suatu 连erdatantan)

d.

Syariah eard: kartu yant berfuntsi se连erti Kartu

(15)

3. Wakalah (Perwakilan)

Secara etimologi:

Al-hifdh (连emaeliharaan) Q.S. Ali Imaron (3): 173: ..“euku连lah

Allah maenjadi 连enolont kamai dan Allah adalah sebaik-baik 连elindunt.”

Al-Tafwidh (连enyerahan), 连endeletasian, atau 连emaberian

maandat. (QS. Hud (11): 56: “Sesunttuhnya aku bertawakal ke连ada Allah Tuhanku dan Tuhanmau…”, Al Kahf (18): 19.

Menurut para fuqaha:

“Pemaberian kewenantan ke连ada 连ihak lain tt a连a yt harus dilakukannya dan 连enerimaa kuasa secara syar`i maenjadi

连enttanti 连emaberi kuasa selamaa bts wkt yant ditentukan.”

(16)

Dasar Hukum Wakalah

a) Al-Qur`an

Q.S. al-Kahf (18): 19 Q.S. at-Taubah (9): 60 Q.S. an-Nisa (4): 35 Q.S Yusuf (12): 55 b) Hadits

Dalama kehidu连an sehari-hari Nabi Muhamamaad SA 连ernah maewakilkan ke连ada 连ara sahabat untuk berbatai urusan. Misal: untuk maemabayarkan hutantnya, maeneta连kan

hukumaan-hukumaan dan maelaksanakannya. c) Ijtihad

Para Ulamaa se连akat (ijma`) di连erbolehkanya wakalah karena kebutuhan umaat terhada连nya.

Wakalah termaasuk jenis ta`awun atau tolont-maenolont atas dasar kebaikan dan taqwa. (QS. al Maidah (5): 2)

(17)

Macam Wakalah

Wakalah Muqayadah

(khusus), yaitu

pendelegasian terhadap pekerjaan

tertentu.

wakil tidak boleh keluar dari

wakalah

yang ditentukan.

(18)

Berakhirnya

Wakalah

Muwakkil mencabut wakalahnya kepada wakil. Sebaiknya wakil mengetahui pencabutan akad tsb.

Wakil mengundurkan diri dari akad wakalah.

Muwakkil meninggal dunia; akad wakalah

berakhir ketika berita kematian itu sampai kepada wakil.

Waktu kesepakatannya sudah berakhir. Tujuan wakalah terlaksana.

(19)

Wakalah dalam KHES

Rukun dan Macama akalah: Pasal 457-461

Syarat akalah: Pasal 462-464

Ketentuan Umauma tentant akalah:

Pasal 465-474

Pemaberian kuasa Untuk Pemabelian:

Pasal 475-491

Pemaberian kuasa Untuk Penjualan: Pasal 492-512

Pemaberian Kuasa untuk Gutatan:

Pasal 513-515

(20)

Skemaa akalah

Kontrak + Fee

Kontrak + Fee NASABAH

MUWAKIL

INVESTOR MUWAKIL

BANK WAKIL

Agency

Administration Collection Payment Co Arranger Dll.

TAUKIL

(21)

4. Kafalah

(Tanggungan)

Menurut bahasa al-dhaman (jamainan), hamalah (beban) dan

za`amah (tanttuntan). Menurut istilah:

 Menttabuntkan satu dzimah (tanttunt jawab) ke连ada

dzimah yant lain dalama 连enatihan, dentan jiwa, utant atau zat benda.

 Menjadikan seseort 连enjamain ikut bertanttuntjawab atas tttjwb seseort dlma 连elunasan utant.

Mazhab Hanaf  连enjamain tdk diantta连 berutant & utant 连ihak yt dijamain tdk tutur dtn jamainan tsb.

Mazhab Maliki, Syaf’i & Hamabali , keduanya diantta连 berutant.

Pasal 20 antka 12 KHES: Kafalah adalah jamainan atau taransi

(22)

Dasar Hukum Kafalah

a) Al-Qur`an

• Q.S. Yusuf (12) : 66.

Q.S Yusuf (12) : 72.

b) Hadits Rasul

• H.R. Abu Daud: ”Pinjaman hendaklah dikembalikan dan yang menjamin hendaklah membayar”

• H.R. Abu Daud, At-Tarmizi disahihkan Ibnu Hibban: ”..bahwa penjamin adalah orang yang berkewajiban membayar..”

c) Ijtihad

• Ulama sepakat dengan bolehnya kafalah, karena sangat

(23)

Macam Kafalah

a)

Kafalah

jiwa

:

kafalah

bi al-wajhi

, yaitu

adanya kesediaan pihak penjamin

(al-kafil,

al-dhamin, atau al-za`im

) untuk

menghadirkan orang yang ia tanggung

kepada yang ia janjikan tanggungan (

makful

lah).

Tdk berlaku thd hak Allah : had

b)

Kafalah

harta

: kewajiban yang mesti

ditunaikan oleh

dhamin

atau

kafil

dengan

pembayaran atau (pemenuhan) berupa

(24)

Macam

Kafalah

Harta

1.

Kafalah bi al-dayn: kewajiban maemabayar hutant yant maenjadi beban orant lain. Syaratnya:

Utant tersebut bersifat maentikat/ teta连 (mustaqir) 连ada

waktu terjadinya transaksi jamainan, se连erti utant qiradh,

u连ah dan maahar.

Barant yant dijamain diketahui.

2. Kafalah dengan penyerahan benda: kewajiban

maenyerahkan benda-benda tertentu yant ada ditantan orant lain untuk ashil (orant yt dijamain).

(25)

Kafalah dalam KHES

Rukun dan Syarat Kafalah:

Pasal 291-297

Kafalah Muthlaqah dan Muqayyadah:

Pasal 298-302

Kafalah atas Diri dan Harta:

Pasal 303-310

Pembebasan dari Akad Kafalah:

(26)

Skemaa Kafalah

dalama Perbankan Syariah

JAMINAN KEWAJIBAN

PENANGGUNG

(Lembaga Keuangan) TERTANGGUNG(Jasa/Objek)

DITANGGUNG (Nasabah)

(27)

5.

Hiwalah/ Hawalah

(Pengalihan Hutang)

Akad pemindahan utang piutang satu

pihak kepada pihak lain.

Pasal 20 angka 13 KHES: pengalihan utang

dari muhil al-ashil kepada muhal ‘alaih.

Ada tiga pihak yang terlibat;

1) Pihak yang berhutang (

Muhil

atau

madin)

2) Pihak yang memberi hutang (

muhal /da`in

)

3) Pihak yang menerima pemindahan

(28)

Macam Hiwalah

Ditinjau dari segi obyek akad, mazhab Hanafi membagi dua, yaitu:

a) Hiwalah al haq (pemindahan hak): apabila yang dipindahkan merupakan hak menuntut utang. b) Hiwalah ad dain (pemindahan utang): jika yang

dipindahkan itu kewajiban untuk membayar utang. Ditinjau dari sisi lain hiwalah terbagi dua pula yaitu: a) Hiwalah muqayyadah (pemindahan bersyarat):

Pemindahan tsb sebagai ganti dari pembayaran utang pihak pertama kepada pihak kedua.

b) Hiwalah muthlaqah (pemindahan mutlak):

(29)

Syarat utang yang dialihkan

(

al muhal bih

)

Sesuatu yang sudah dalam bentuk utang

piutang yang pasti.

Hiwalah mukayyadah

utang pihak

pertama kepada pihak kedua & utang

pihak ketiga kepada pihak pertama, harus

sama jumlah dan kwalitasnya.

Hiwalah muthlaqah

kedua utang tidak

mesti sama.

(30)

Akibat Hukum

Hiwalah

Kewajiban pihak pertama untuk membayar utang kepada pihak kedua otomatis terlepas.

Tp sbgn mazhab Hanafi berpendapat, kewajiban tersebut masih tetap ada selama pihak ketiga belum melunasi

utangnya kepada pihak kedua karena akad itu

didasarkan atas prinsip saling percaya, bukan prinsip pengalihan hak dan kewajiban.

Lahirnya hak bagi pihak kedua untuk menuntut pembayaran utang kepada pihak ketiga.

Menurut mazhab Hanafi, jika akad hiwalah muthlaqah

terjadi karena inisiatif dari pihak pertama, maka hak dan kewajiban antar pihak pertama dan pihak ketiga yang mereka tentukan sebelumnya masih tetap berlaku,

(31)

Berakhirnya Akad

Hiwalah

Salah satu pihak membatalkan akad hiwalah sblm akad berlaku secara tetap.

Pihak ketiga melunasi utang yg dialihkan itu kpd pihak kedua. Pihak kedua wafat, & pihak ketiga mrpkn ahli warisnya.

Pihak kedua menghibahkanharta yang merupakan utang dalam akad hiwalah itu kpd pihak ketiga.

Pihak kedua membebaskan pihak ketiga dari kewajibannya untuk membayar utang yang dialihkan itu.

Ulama Hanafi : Hak pihak kedua, tidak dapat dipenuhi karena pihak ketiga mengalami bangkrut, wafat dalam keadaan

bangkrut, atau dalam keadaan tidak ada bukti autentik tentang bukti hiwalah, sedangkan pihak ketiga mengingkari akad itu.

Ulama Maliki, Syafi`i, dan Hambali: selama akad hiwalah

(32)

Hiwalah/ hawalah

dalam KHES

Rukun dan Syarat Hawalah:

Pasal 318-321

(33)

Skemaa Hiwalah

Muhal ‘alaih (Bank)

Muhil Muhal

1. Transaksi 2. Invoice

3. Bayar 4. Tatih

(34)

Penera连an Akad

a.

Safe De连osit Box

b.

Rahn Emaas: Pemaberian 连emabiayaan oleh bank

ke连ada nasabah dentan 连enyerahan jamainan

dalama bentuk emaas

c.

Leter of eredit: surat 连ernyataan akan

maemabayar oleh bank ke连ada eks连ortir yant

diterbitkan oleh bank untuk suatu 连erdatantan)

d.

Syariah eard: kartu yant berfuntsi se连erti Kartu

(35)

Akad dalama Syariah eard

1.

Kafalah;

dalama hal ini Penerbit Kartu adalah

连enjamain (

kafl)

bati Pemaetant Kartu terhada连

Merchant atas semaua kewajiban bayar (

dayn)

(36)

Akad dalama Syariah eard

2. Qardh;

dalama hal ini Penerbit Kartu adalah

连emaberi 连injamaan (

muqridh)

ke连ada Pemaetant

Kartu

(muqtaridh)

maelalui 连enarikan tunai dari

bank atau ATM bank Penerbit Kartu.

3. Ijarah;

dalama hal ini Penerbit Kartu adalah

连enyedia jasa sistema 连emabayaran dan 连elayanan

terhada连 Pemaetant Kartu. Atas Ijarah ini,

(37)

WASSALAM

~ TERIMA KASIH ~

BAHAN UAS DARI SETELAH

UTS HINGGA HARI INI

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan pengabdian ini memilik tujuan yaitu: (1) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi pengusaha keripik tempe dalam menggunakan teknologi pengemasan; (2)

Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani yang berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada pembentukan pribadi dan jiwa sesuai dengan anjuran agama

[r]

Dari hasil perancangan hasil pengujian tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Sistem pada Raspberry Pi bisa memanfaatkan aplikasi aplikasi yang tersedia pada debian

Berdasarkan hasil-hasil di atas dapat disimpulkan bahwa keberhasil- an sambungan mete cukup baik (>80%) diperoleh dengan perendam- an entres dalam larutan sukrosa 0,2%

a. Ukara-ukara ing ngisor iki sing nggunakake basa Jawa ngoko alus yaiku ,... Sepurane ya dhik, aku saiki isih durung bisa maringi apa-apa marang sampeyan. Supaya luwih

Kharisma Gamaba Jaya yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan kebersihan berusaha untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik karena diharapkan hal tersebut akan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi sejarah dengan menggunakan media pengembangan komik pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN Sawojajar 3