Pembahasan Soal
Tjipto Juwono, Ph.D.
May 14, 2016
Warming Up
1 Berikan contoh untuk skala rasio, skala interval, skala ordinal,
skala nominal.
2 Dapatkah kita melakukan analisa regresi jika variabel
independen-nya berupa variabel dengan skala nominal? Mengapa?
3 Berikan contoh dari kehidupan nyata data yang berupa data
cross-section. Jelaskan!
4 Berikan contoh dari kehidupan nyata data yang berupa data time
series. Jelaskan!
5 Berikan contoh variabel stokastik. Jelaskan!
6 Berikan contoh variabel tetap/non-stokastik. Jelaskan! 7 Berikan contoh analisa korelasi, berikan pula contoh analisa
regresi. Jelaskan apa perbedaan antara kedua analisa itu.
1 Diketahui data pada Tabel (3) X Y 0.000 1.505 1.000 2.604 2.000 2.733 3.000 3.461 4.000 4.323 5.000 4.827 6.000 4.832 7.000 5.124 8.000 5.911 9.000 6.505
Tabel 1: Tabel data XY-1 Tentukan koefisien korelasi
Dapatkah kita menyimpulkan bahwa korelasi pada populasi adalah lebih dari nol? Tulis hipotesanya, dan ujilah pada significance level 0.05.
Tentukan persamaan regresi (SRF), dan buatlah scatter plot dan SRL plot pada grafik yang sama.
2 Diketahui data pada Tabel (4) X Y 0.000 -2.453 1.000 3.438 2.000 0.598 3.000 3.149 4.000 6.907 5.000 7.441 6.000 3.485 7.000 2.115 8.000 5.203 9.000 6.549
Tentukan persamaan regresi (SRF), dan buatlah scatter plot dan SRL plot pada grafik yang sama.
Tentukan standard error untuk ˆβ2, kemudian bandingkan dengan
standard error untuk ˆβ2 pada soal (1). Mengapa terdapat
perbedaan? Jelaskan.
Jelaskan perbedaan nilai suku stokastik ui pada soal (1) dan soal
3 Suatu sample terdiri atas 36 data dipilih dari suatu populasi yang
normal. Sample mean adalah 49, dan standard deviasi populasi adalah 5. Lakukan pengujian hipotesa berikut dengan
menggunakan 0.05 significance level.
H0 : µ= 48
4 Jelaskan apa yang dimaksud dengan income multiplierM.
Bagaimana cara menghitung M jika kita mempunyai data
GDP vs P CE?
5 Jelaskan apa arti koefisien korelasi: r <0
r= 0 r >0
6 Jelaskan perbedaan antara korelasidan regresi!
7 Di dalam suatu analisa regresi variabel yang manakah yang
merupakan variabel tetap? Variabel manakah yang merupakan variabel random? Jelaskan!
8 Dapatkah kita menggunakan analisa regresi pada data-data yang
dinyatakan dalam skala nominal? Mengapa?
9 Jelaskan apa perbedaan antara conditional meandan population mean!
10 Jelaskan bagaimana cara memperoleh PRL! Jelaskan bagaimana
cara memperoleh SRL! Apa hubungan antara PRL dan SRL?
1 Diketahui data sebagai berikut: X Y 0.000 1.505 1.000 2.604 2.000 2.733 3.000 3.461 4.000 4.323 5.000 4.827 6.000 4.832 7.000 5.124 8.000 5.911 9.000 6.505
(a) Tentukan koefisien korelasi
(b) Dapatkah kita menyimpulkan bahwa korelasi pada populasi adalah lebih dari nol? Tulis hipotesanya, dan ujilah pada significance level 0.05.
(c) Tentukan persamaan regresi (SRF), dan buatlah scatter plot dan SRL plot pada grafik yang sama.
2 Diketahui data sebagai berikut: X Y 0.000 -2.453 1.000 3.438 2.000 0.598 3.000 3.149 4.000 6.907 5.000 7.441 6.000 3.485 7.000 2.115 8.000 5.203 9.000 6.549
(a) Tentukan persamaan regresi (SRF), dan buatlah scatter plot dan SRL plot pada grafik yang sama.
(b) Tentukan standard error untuk ˆβ2 kemudian bandingkan
dengan standard error untuk ˆβ2 pada soal no (1).
Mengapa terdapat perbedaan? Jelaskan!
(c) Jelaskan perbedaan nilai-nilai suku stokastikui pada soal
Hasil minimalisasi
P
u
2i ˆ Yi = βˆ1+ ˆβ2Xi (1) ˆ β2 = r sy sx (2) ˆ β1 = Y¯ −β2X¯ (3)Dengan sx dan sy adalah Standard Deviasi Sample:
sx= s P (X−X¯)2 n−1 (4) sy = s P (Y −Y¯)2 n−1 (5)
Dan r adalah koefisien Korelasi:
r =
P
(X−X¯)(Y −Y¯) (n−1)sxsy
(6)
Presisi atau Standard Error dari Estimator OLS
Nilai estimator ( ˆβ1, βˆ2) berbeda-beda untuk sample yang berbeda
yang diambil dari populasi yang sama. Karena itu kita perlu alat ukur untuk menentukan apakah estimator dari sampel yang satu lebih bagus daripada estimator dari sampel yang lain. Alat ukur itu adalah presisi atau standard error, yang rumusnya adalah:
se( ˆβ2) = ˆ σ pP (X−X¯)2 ˆ σ = s P (Y −Yˆ)2 n−2 (7)
Presisi atau Standard Error dari Estimator OLS
se( ˆβ1) = "s P X2 i nP (Xi−X¯)2 # ˆ σ (8)-2 0 2 4 6 8 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Y X
-3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Y X
-2 0 2 4 6 8 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Y X -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Y X Data βˆ1 βˆ2 r se( ˆβ2) t Tabel 1 1.872 0.513 0.985 0.032 16.275 Tabel 2 0.848 0.621 0.621 0.284 2.188
PRF: Yi = 2.0 + 0.5Xi+ui (9) SRF(1): Yi= 1.872 + 0.513Xi+ ˆui (10) SRF(2): Yi= 0.848 + 0.621Xi+ ˆui (11)
Prosedur Uji Hipotesa
Langkah 1. Penentuan Hipotesa Pada prinsipnya kita membuat
dua hipotesa.
1 Hipotesa pertama (disebutNull Hypothesis)
menyatakan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan. Null Hypothesis biasanya ditulis dengan simbol H0
2 Hipotesa kedua (disebut Alternate Hypothesis)
menyatakan bahwa ada perubahan yang signifikan. Alternate Hypothesis biasanya ditulis dengan simbol H1
Prosedur Uji Hipotesa
Tujuan dari prosedur uji hipotesa adalah untuk menentukan apakah (1) kita tidak menolak Null Hypothesis, atau (2) kita menolak Null Hypothesis.
Catatan: Pada nomor (1) di atas, kita tidak mengatakan ”menerima Null Hypothesis”, melainkan ”tidak menolak Null Hypothesis”
Prosedur Uji Hipotesa
Simbol Yang Digunakan Untuk Hipotesa
1 H0→=, ≤, ≥ 2 H1→6=, >, <
Prosedur Uji Hipotesa
Contoh: Two-tailed H0 :ρ = 0 H1 :ρ 6= 0 (12) One-tailed H0 :µ ≤ 20 H1 :µ > 20 (13) One-tailed H0 :µ ≥ 50 H1 :µ < 50 (14)Prosedur Uji Hipotesa
Langkah 2: Menentukan level of significance. Pada slide
sebelumnya, kita sudah membahas bahwa kita perlu menentukan di mana lokasi titik kritis. Lokasi titik kritis ini ditentukan berdasarkan level of significance.
Prosedur Uji Hipotesa
Langkah 3: Menentukan Statistik. Tergantung dari problemnya,
kita dapat menggunakanZ, t, χ2
, dll
Langkah 4: Menentukan aturan pengambilan keputusan
Aturan ini diperoleh setelah kita menghitung statistiknya (misalkan nilaiZ), dan lalu menghubungkannya dengan hipotesa yang telah kita tulis.
Langkah 5: Mengambil keputusan dan menafsirkan hasilnya
Uji Hipotesa: Contoh
Contoh
Suatu sample terdiri atas 36 data dipilih dari suatu populasi yang normal. Sample mean adalah 49, dan standard deviasi populasi adalah 5. Lakukan pengujian hipotesa berikut dengan menggunakan 0.05 significance level.
H0 : µ= 48
H1 : µ6= 48
Uji Hipotesa: Contoh
Langkah 1: Penentuan Hipotesa
H0:µ = 48
H1:µ 6= 48 (15)
Langkah 2: Tentukan level of significance
α= 0.05 (16)
Uji Hipotesa: Contoh
Langkah 3: Tentukan Statistik Gunakan distribusi-Z, karenaσ
diketahui.
Uji Hipotesa: Contoh
Langkah 4: Menentukan aturan pengambilan keputusan Berdasarkan level of significance, diperoleh:
Zα/2= 1.96 (17)
Maka aturan pengambilan keputusan adalah:
H0 ditolak jika Z <−1.96 atauZ >1.96.
Uji Hipotesa: Contoh
Langkah 5: Mengambil keputusan dan menafsirkan hasilnya
Hitung Z: Z = X¯−µ σ/√n = 49−48 5/√36 (18) = 0.03 (19)
Diperoleh hasilZ = 0.033, sedangkanH0 ditolak jika
Z <−1.96 atauX >1.96. Karena 0.033 tidak berada pada daerah ditolak, maka keputusannya adalahH0 tidak
ditolak.
Uji Hipotesa Untuk Koefisien Korelasi
1 Tulis Hipotesa:
H0 :ρ = 0
H1 :ρ 6= 0 (20)
2 Tentukan level of significance: α= 0.05 3 Tentukan statistik: Distribusi-t.
4 Tulis aturan pengambilan keputusan.
H0 ditolak jika t <−2.306 atau t >2.306.
Uji Hipotesa Untuk Koefisien Korelasi
5 Hitungt, ambil keputusan, dan jelaskan.
t = r √ n−2 1−r2 = 0.985 √ 10−2 1−0.9852 = 16.275 (21)
KesimpulanH0 ditolak. Artinya, koefisien korelasi berbeda secara
signifikan dengan 0.
M
Misalkan tingkat investasi meningkat, apa efeknya bagi ekonomi? Misalkan diketahui M P C = 0.7. Pengaruh perubahan investasi pada income dapat dihitung dengan rumus income multiplier, M, sebagai berikut: M = 1 1−M P C = 1 1−0.7 (22) = 3.33
Hasil perhitungan income multiplier ini menunjukkan bahwa peningkatan (penurunan) investasi sebesar $1 akan menghasilkan peningkatan (penurunan) income sebesar $3.33. Lebih dari 3 kali lipat. Perlu dicatat bahwa efek multiplier ini membutuhkan waktu untuk memperlihatkan efeknya.
Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi
Ukuran seberapa kuatnya hubungan linear antara dua variabel
Karakteristik Koefisien Korelasi
Karakteristik Koefisien Korelasi
1 Koefisien Korelasi sample dinyatakan dalam huruf kecil r 2 Koefisien korelasi r menunjukkan arah dan kekuatan hubungan
linear antara dua variabel, baik itu skala interval maupun skala ratio.
3 −1≤r≤1
4 Jikar →0 maka ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua
variabel itu lemah atau tidak ada.
5 Jikar →1 maka ini menunjukkan hubungan langsung atau positip
antara kedua variabel.
6 Jikar → −1 maka ini menunjukkan hubungan berlawanan
(inverse) atau negatip antara kedua variabel.
PRF vs SRF
Apa Perbedaan PRF dan SRF
Population Regression Function Diperoleh dari populasi dengan dengan cara menghubungkan semuaconditional mean.
Sample Regression Function Diperoleh dari sample dengan cara metodeleast squares
BLUE
BLUE
Best Linear Unbiased Estimator 1 Linear
2 Unbiased: Nilai ekspektasi dari estimator sama dengan nilai
sesungguhnya
3 Minimum variance dari estimator
Tugas Kelas X Y .000 -14.338 1.000 4.929 2.000 -5.873 3.000 1.891 4.000 13.812 5.000 14.631 6.000 -.017 7.000 -5.759 8.000 3.854 9.000 7.470
1 Buat analisa regresi dan plot
2 Uji hipotesa tentang ˆβ2 apakah ˆβ2 <1?
-20
-15
-10
-5
0
5
10
15
20
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Y
X
SRF
Yi = βˆ1+ ˆβ2Xi+ ˆui (23)
= −2.969 + 1.118Xi+ ˆui (24)
Uji Hipotesa Untuk
β
21 Tulis Hipotesa:
H0 :β2 ≥ 1
H1 :β2 < 1 (25)
2 Tentukan level of significance: α= 0.05 3 Tentukan statistik: Distribusi-t.
4 Tulis aturan pengambilan keputusan.
H0 ditolak jika t <−1.86.
Uji Hipotesa Untuk Koefisien Korelasi
5 Hitungt, ambil keputusan, dan jelaskan.
t = βˆ2−β2 se( ˆβ2) (26) = 1.118−1 0.978 (27) = 0.12 (28)
KesimpulanH0 tidak ditolak. Artinya, kita tidak dapat
mengatakan bahwa ˆβ2 adalah kurang dari satu.
Uji Hipotesa Untuk Koefisien Korelasi
1 Tulis Hipotesa:
H0 :ρ = 0
H1 :ρ 6= 0 (29)
2 Tentukan level of significance: α= 0.05 3 Tentukan statistik: Distribusi-t.
4 Tulis aturan pengambilan keputusan.
H0 ditolak jika t <−2.306 atau t >2.306.
Uji Hipotesa Untuk Koefisien Korelasi
5 Hitungt, ambil keputusan, dan jelaskan.
t = r √ n−2 √ 1−r2 = 0.375 √ 10−2 √ 1−0.3752 = 1.143 (30)
KesimpulanH0 tidak ditolak. Artinya, koefisien korelasi tidak
berbeda secara signifikan dengan 0.