Interaksi Simbolik Masyarakat Adat Ammatoa dalam Penerapan Ajaran Patuntung - Repositori UIN Alauddin Makassar
Teks penuh
Dokumen terkait
Penulis berharap agar penelitian ini dapat memberi pemahaman terhadap pembaca khususnya tentang Proses Interaksi Sosial Komunitas Adat Kajang di Desa Tana Toa Kecamatan
sehingga di harapkan Integrasi Islam Dalam Panggadakkang Pada Sistem Pemerintahan Adat Kajang Ammatoa dapat dilihat dari sudut pandang manusia sebagai salah
Ketaatan masyarakat adat Ammatoa Kajang kepada pemerintah dalam hal pelestarian hutan itu terlihat jelas pada penentuan pall batas yang dibuat dan di tepati oleh Dinas kehutanan,
pengelolaan hutan adat oleh masyarakat Ammatoa sangat erat kaitannya dengan persepsi masyarakat Ammatoa tentang hutan dan prinsip hidup sederhana yang dijalankan
Masyarakat Kajang sangat patuh dengan perintah Ammatoa sehingga apabila ada masyarakat luar yang melakukan komunikasi dengan masyarakat Kajang Dalam dengan tujuan mempengaruhi
Implementasi Komunikasi Antarbudaya pada Tari Pa’bitte Passapu Di Tanah Adat Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba dijelaskan melalui gerakan seperti Salonreng
Hal ini menjadi faktor penghambat interaksi antara masyarakat Kampung Kajang dengan masyarakat Tamangapa karena masyarakat Kampung Kajang lebih sering menggunakan bahasa Konjo
Pada umumnya penutur bahasa di Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba berdialok konjo atau menggunakan bahasa Makassar berdialok konjo dalam percakapannya, akan