• Tidak ada hasil yang ditemukan

KajianEkonomiRegionalTwIV2009ProvinsiSulawesiTenga.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KajianEkonomiRegionalTwIV2009ProvinsiSulawesiTenga."

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KAJIAN EKO N O M I REGIO N AL

PRO VIN SI SU LAW ESI TEN GAH

TRIW U LAN IV 2009

(3)

Visi Bank Indonesia

maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta

M isi Bank Indonesia

moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan jangka panjang Negara Indonesia yang ber

Tugas Bank Indonesia

1. M enetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter 2. M engatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran 3. M engatur dan mengaw asi bank

Kritik, saran, masukan dan komentar dapat disampaikan kepada :

Redaksi :

Kelompok Kajian, Statistik dan Survei Kantor Bank Indonesia Palu

Jl. Dr. Sam Ratulangi No.23 Palu

Telp : 0451 - 421181

Fax : 0451 - 421180

Email : [email protected]; [email protected]; [email protected]

(4)

i

KATA PEN GAN TAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya

sehingga penyusunan buku Kajian Ekonomi Regional (KER) Provinsi Sulaw esi Tengah

triw ulan IV-2009 ini dapat diselesaikan. Tujuan dari penyusunan buku KER adalah untuk

memberikan informasi kepada stakeholders tentang perkembangan ekonomi dan

perbankan di Sulaw esi Tengah, dengan harapan informasi tersebut dapat dijadikan

sebagai salah satu sumber referensi bagi pembuat kebijakan, akademisi, masyarakat dan

pihak-pihak lainnya yang membutuhkan dan memiliki perhat ian terhadap perkembangan

ekonomi di Sulaw esi Tengah.

Cakupan kajian di dalam buku KER ini relatif luas, yaitu meliputi kajian

perkembangan makroekonomi regional, perkembangan inflasi, perkembangan

perbankan, perkembangan sistem pembayaran, perkembangan ketenagakerjaan dan

kesejahteraan masyarakat, perkembangan keuangan daerah serta perkiraan ekonomi dan

inflasi ke depan.

Kami menyadari bahw a publikasi ini masih belum sempurna. Dalam rangka

penyempurnaan dan peningkatan kualitas kajian di w aktu yang akan datang, sangat

diharapkan saran, masukan dan tentunya supply data terkini dari berbagai pihak.

Selanjutnya, pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih dan

penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu

penerbitan buku ini.

Palu, Februari 2010

BANK INDONESIA PALU

TTD

(5)

ii Boks 1 : Kontraksi Produksi Sektor Pertanian Prop. Sulaw esi Tengah

Boks 2 : Pemerintah Akan M embangun 5 Pembangkit Listrik Baru di Sulaw esi Tengah

D AFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Tabel ... v

Daftar Grafik ... vii

Ringkasan Eksekutif ... 1

BAB 1. PERKEM BANGAN M AKROEKONOM I REGIONAL ... 6

1.1. Permintaan Daerah ... 7

1.1.1 Konsumsi ... 8

1.1.2 Investasi ... 11

1.1.3 Ekspor ... 12

1.1.4 Impor ... 14

1.2. Penaw aran Daerah ... 15

1.2.1 Sektor Pertanian ... 16

1.2.2 Sektor Jasa-jasa ... 20

1.2.3 Sektor Perdagangan, Hotel , dan Restoran ... 21

1.2.4 Sektor Angkutan dan Komunikasi ... 21

1.2.5 Sektor Pertambangan dan Penggalian ... 23

1.2.6 Sektor Industri Pengolahan ... 24

1.2.7 Sektor Bangunan ... 25

1.2.8 Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih ... 26

(6)

iii Boks 3 : Lonjakan Harga Semen di Aw al Tahun 2010

2.1. Inflasi Tahunan dan Triw ulanan ... 28

2.2. Inflasi Bulanan ... 33

2.3. Tim Pengendali Inflasi Daerah ... 35

BAB 3. PERKEM BANGAN PERBANKAN ... 36

3.1. Perkembangan M oneter ... 36

3.2. Jumlah Jaringan Kantor Bank ... 37

3.3. Kinerja Perbankan Sulaw esi Tengah ... 38

3.3.1 Kinerja Bank Umum ... 38

3.3.2 Kinerja BPR ... 39

3.3.3 Aset Perbankan ... 39

3.3.4 Penghimpunan Dana ... 40

3.3.4.1 Penghimpunan Dana Bank Umum ... 41

3.3.4.1 Penghimpunan Dana BPR ... 42

3.3.5 Penyaluran Kredit ... 43

3.3.5.1 Kredit M enurut Jenis Kelompok Bank ... 43

3.3.5.2 Kredit M enurut Jenis Penggunaan ... 43

3.3.6 Kualitas Kredit ... 45

3.3.6.1 Kualitas Kredit Bank Umum ... 45

3.3.6.1 Kualitas Kredit BPR ... 46

3.3.7 Tingkat Efisiensi Perbankan... 47

3.3.8 Fungsi Intermediasi Bank ... 48

3.3.8 Kredit Untuk UM KM ... 48

BAB 4. PERKEM BANGAN SISTEM PEM BAYARAN ... 50

4.1. Perkembangan Uang Kartal (inflow /Outflow ) ... 50

4.2. Perkembangan Uang Palsu Yang Ditemukan ... 52

4.3. Perkembangan Kliring Lokal ... 53

(7)

iv

KESEJAHTERAAN M ASYARAKAT ... 56

5.1. Ketenagakerjaan ... 56

5.2. Indeks Pembangunan M anusia (IPM ) ... 61

5.3. Gini Ratio ... 62

5.4. Kemiskinan ... 63

BAB 6. PERKEM BANGAN KEUANGAN DAERAH ... 65

6.1. Realisasi APBD Sulaw esi Tengah ... 65

6.2. Realisasi Belanja APBD ... 65

6.3. Realisasi Pendapatan APBD ... 66

BAB 7. PROSPEK PEREKONOM IAN DAERAH ... 69

7.1. Prospek Pertumbuhan Ekonomi ... 69

7.2. Prospek Inflasi ... 70

7.3. Prospek Perbankan ... 71

(8)

v D AFTAR TABEL

Tabel 1.1. PDRB M enurut Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 (miliar

Tabel 1.2. Laju Pertumbuhan PDRB M enurut Penggunaan

ADH Konstan 2000 (% ;y-o-y)... Tabel 1.3. Realisasi Belanja Pemerintah Propinsi Sulteng... Tabel 1.4. Perkembangan Aktivitas M uat Barang M elaui Pelabuhan Pantoloan... Tabel 1.5. PDRB M enurut Lapangan Usaha ADH 2000 (miliar rupiah)... Tabel 1.6. Laju Pertumbuhan PDRB M enurut Lapangan Usaha ADH 2000 (% ).... Tabel 1.7. Perkembangan Stok Beras BULOG Divre Sulteng... Tabel 1.8. Perkembangan Jumlah Penumpang Kapal Laut

M elalui Pelabuhan Pantoloan... Tabel 2.1. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q) Kelompok Bahan M akanan... Tabel 2.2. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q) Kelompok

M akanan Jadi, M inuman, Rokok dan Tembakau... Tabel 2.3. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q) Kelompok

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar... Tabel 2.4. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q) Kelompok Sandang... Tabel 2.5. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q) Kelompok Kesehatan... Tabel 2.6. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q) Kelompok Pendidikan,

Rekreasi dan Olahraga ... Tabel 2.7. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q) Kelompok Transpor,

Komunikasi & Jasa Keuangan ... Tabel 2.8. Komoditas Utama Penyumbang Inflasi di Triw ulan IV 2009 ... Tabel 3.1. Jumlah Kantor Bank M enurut Kelompok Bank di Sulteng. ... Tabel 3.2. Kinerja Bank Umum di Sulaw esi Tengah... Tabel 4.1. Jumlah Uang Palsu Yang

Tabel 4.2.

7

7 10 14 15 16 19

23 29

30

30 31 31

32

(9)

vi Ekonomi... Tabel 5.2. Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja... Tabel 5.3. Perkembangan Jumlah Pencari Kerja di Sulaw esi Tengah... Tabel 5.4. Perkembangan Gini Ratio Sulaw esi Tengah... Tabel 5.5. Perkembangan Indikator-Indikator Kemiskinan di

Provinsi Sulaw esi Tengah... Tabel 5.6. Realisasi Penyaluran KUR oleh Perbankan Sulteng... Tabel 6.1. Kinerja Belanja Daerah Provinsi Sulaw esi Tengah... Tabel 6.2. Kinerja Pendapatan Daerah Provinsi Sulaw esi Tengah... Tabel 7.1. Perkiraan Curah Hujan di Wilayah Sulaw esi Tengah ...

59 59 60 62

(10)

vii

D AFTAR GRAFIK

Grafik 1.1. Laju Pertumbuhan PDRB (y-o-y) Sulaw esi Tengah atas Dasar

Harga Konstan ...

Grafik 1.2. Perkembangan Kredit Konsumsi menurut Lokasi Proyek

Di Sulaw esi Tengah...

Grafik 1.3. Perkembangan Jumlah Penumpang melalui Pelabuhan

Pantoloan...

Grafik 1.4. Jumlah Pendaftaran Kendaraan Baru pada Kantor Samsat

Kota Palu...

Grafik 1.5. Konsumsi BBM Retail di Sulaw esi Tengah...

Grafik 1.6. Perkembangan NTP...

Grafik 1.7. Hasil Survei Konsumen KBI Palu...

Grafik 1.8. Perkembangan Jumlah Kredit Investasi menurut Lokasi Proyek...

Grafik 1.9. Realisasi Pengadaan Semen di Propinsi Sulteng...

Grafik 1.10. Volume Ekspor menurut Negara Asal Pembeli...

Grafik 1.11. Perbandingan Ekspor Non M igas Sulaw esi Tengah (Jan-Des)...

Grafik 1.12. Perkembangan Volume Ekspor Kakao, dan Harga Internasional...

Grafik 1.13. Perkembangan Arus Barang Keluar melalui Bandara M utiara Palu...

Grafik 1.14. Perkembangan Volume Bongkar Barang melalui Pelabuhan Pantoloan

Grafik 1.15. Perkembangan Arus Barang M asuk melalui Bandara

Bandara M utiara Palu...

Grafik 1.16. Perkembangan Produksi Padi dan Jagung di Sulteng...

Grafik 1.17. Perkembangan Luas Panen Tanaman Padi dan Jagung di Sulteng...

Grafik 1.18. Prompt Indikator Perkembangan Ekspor Komoditas

Pertanian Sulteng...

Grafik 1.19. Perkembangan Realisasi Pengadaan Beras ...

Grafik 1.20. Perkembangan Stok Beras Pada BULOG Divre Sulteng...

Grafik 1.21. Perkembangan Kredit Sektor Jasa menurut Lokasi Proyek

di Sulaw esi Tengah... 7

8

8

9

9

10

10

12

12

13

13

13

13

15

15

17

17

17

19

19

20

(11)

viii Grafik 1.23. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Sulteng....,...

Grafik 1.24. Perkembangan Jumlah Tamu Hotel Berbintang di Sulteng....,...

Grafik 1.25. Perkembangan Jumlah Arus Penumpang melalui Bandara

M utiara Palu...

Grafik 1.26. Produksi Bahan Galian C Kab. Donggala...

Grafik 1.27. Perkembangan Produksi M ineral Tambang PT INCO M orow ali...

Grafik 1.28. Volume Ekspor Kayu Olahan Sulaw esi Tengah...

Grafik 1.29. Perkembangan Kredit Sektor Industri menurut

Lokasi Proyek di Sulaw esi Tengah...

Grafik 1.30. Konsumsi BBM Industri di Sulaw esi Tengah...

Grafik 1.31. Perkembangan Ekspor M inyak Nabati Sulaw esi Tengah...

Grafik 1.32. Realisasi Pengadaan Semen di Provinsi Sulaw esi Tengah ...

Grafik 1.33. Perkembangan Kredit Pemilikan Rumah di Provinsi Sulaw esi Tengah...

Grafik 1.34. Perkembangan Konsumsi Listrik di Kota Palu...

Grafik 1.35. Perkembangan Volume Penjualan Air PDAM Kota Palu

dan Kab. Donggala...

Grafik 1.36. Perkembangan Kredit, DPK dan NTB Bank Umum di Sulteng...

Grafik 2.1. Perkembangan Inflasi Tahunan (y-o-y) ....

Grafik 2.2. Perkembangan Inflasi Triw ulanan (q-t-q)

Grafik 2.3. Inflasi per kelompok Pengeluaran (q-t-q)

Grafik 2.4. Perkembangan Inflasi Bulanan Palu

(m-t-Grafik 2.5. Perkembangan Inflasi Bulanan Palu (m-t-m) kota Palu per

Grafik 3.1. Perkembangan

Grafik 3.2. Distribusi Jaringan Kantor Bank di Sulaw esi Tengah

pada Triw ulan IV 2009

Grafik 3.3.

Grafik 3.4. Perkembangan Jumlah Aset Perbankan M enurut Kelompok Bank...

Grafik 3.5. Perkembangan Aset, DPK dan Kredit Bank Umum...

Grafik 3.6. Jumlah DPK M enurut Kelompok Bank... 21

21

22

24

24

23

23

23

23

25

25

26

26

27

28

28

29

32

34

36

37

39

39

40

(12)

ix Grafik 3.7. Perkembangan Dana Pihak Ketiga Bank Umum M enurut

Kelompok Pemilik...

Grafik 3.8. Perkembangan Dana Pihak Ketiga Bank Umum M enurut

Jenis Simpanan... ..

Grafik 3.9. Perkembangan Dana Pihak Ketiga pada BPR ...

Grafik 3.10. Perkembangan Jumlah Kredit M enurut Kelompok Bank...

Grafik 3.11. Perkembangan Kredit M enurut Jenis Penggunaan

Di Sulaw esi Tengah...

Grafik 3.12. Penyaluran Kredit BPR...

Grafik 3.13. Perkembangan Tingkat NPL Nominal dan NPL Netto Perbankan

Sulaw esi Tengah ...

Grafik 3.14. Perkembangan Tingkat NPL dan PPAP pada Bank Umum...

Grafik 3.15. Perkembangan Tingkat NPL dan PPAP pada BPR...

Grafik 3.16. Perkembangan BOPO Bank Umum di Sulaw esi Tengah...

Grafik 3.17. Perkembangan Rasio BOPO Bank Umum...

Grafik 3.18. Tingkat LDR M enurut Kelompok Bank...

Grafik 3.19. Perkembangan Kredit UM KM M enurut Kelompok Kredit ...

Grafik 4.1. Perkembangan Inflow-Outflow ...

Grafik 4.2. Perkembangan ...

Grafik 4.3. Persentase Uang Palsu Tahun 2009...

Grafik 4.4. Perkembangan Uang Palsu Provinsi Sulteng...

Grafik 4.5. Perkembangan Transaksi BI-RTGS di Sulaw esi Tengah...

Grafik 5.1. Perkembangan TPAK, TPT dan Setengah Pengangguran di Sulteng ...

Grafik 5.2. TPAK dan TPT Pada Kabupaten/Kota Di SulTeng

Pada Bulan Agustus 2009 ...

Grafik 5.3. TPAK dan TPT Pada Beberapa Wilayah Di Sulaw esi dan Nasional...

Grafik 5.4. Perkembangan UM P di Sulaw esi Tengah

Grafik 5.5. Perkembangan Indeks Pembangunan M anusia (IPM )...

Grafik 6.1. Realisasi Belanja M odal (sd Tw IV 2009)...

Grafik 6.2. Proporsi Realisasi Belanja M odal...

Grafik 6.3. Realisasi Pendapatan Transfer (sd Tw IV 2009)...

(13)

x Grafik 6.5. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (sd Tw IV 2009)...

Grafik 6.6. Proporsi Realisasi Pendapatan Asli Daerah...

Grafik 7.1. Laju Inflasi Bulanan Kota Palu dan Indeks Ekspektasi

Perubahan Harga ...

Grafik 7.2. Proyeksi Inflasi Kota Palu (Tw I 2010)...

67

67

70

(14)

1

RIN GKASAN EKSEKU TIF

KAJIAN EKO N O M I REGIO N AL

PRO VIN SI SU LAW ESI TEN GAH TRIW U LAN IV-2009

PERKEM BANGAN M AKROEKONOM I REGIONAL

Pertumbuhan ekonomi Sulaw esi Tengah pada triw ulan IV-2009 diperkirakan

sebesar 3,47% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan triw ulan yang sama tahun

sebelumnya sebesar 8,99% (y-o-y). Dari sisi permintaan, pertumbuhan masih akan

bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi

pemerintah. Walaupun masih tumbuh negatif (y-o-y), ekspor Sulaw esi Tengah pada

triw ulan laporan diperkirakan sudah mengalami pembalikan arah (recovery). Demikian

halnya dengan konsumsi lembaga nirlaba yang pada triw ulan laporan sudah

menunjukkan adanya pembalikan yang ditandai dengan pertumbuhan positif secara

kuartalan (qtq).

M embaiknya kinerja ekspor dapat dikonfirmasi dari nilai ekspor antar provinsi

yang cenderung mengalami peningkatan seperti pada produksi bahan galian C di

Kabupaten Donggala, dan bijih nikel dari pertambangan milik PT. INCO di Kabupaten

M orow ali. Adapun kegiatan kinerja ekspor antar negara sedikit tertolong oleh

membaiknya ekspor CPO, dan komoditas perikanan ditengah kinerja ekspor kakao

Sulaw esi Tengah yang mengalami penurunan akibat penurunan produksi.

Dari sisi penaw aran, peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triw ulan IV-2009

terutama bersumber dari sektor pertanian, sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel

dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi, dan sektor bangunan. Sektor

pertanian mengalami perlambatan terkait dengan terjadinya penurunan produksi padi

dan kakao pada tahun 2009. Adapun peningkatan pertumbuhan sektor

perdagangan, hotel dan restoran pada triw ulan laporan dapat dikonfirmasi dari

peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Sementara pertumbuhan sektor

angkutan lebih disebabkan oleh meningkatnya kegiatan sektor tersebut selama masa

(15)

2

PERKEM BANGAN INFLASI

Secara triw ulanan, pada triw ulan IV-2009 Kota Palu mengalami inflasi cukup tinggi

yang diakibatkan oleh adanya pengaruh faktor musiman Hari Raya Idul Adha, Natal

dan Tahun Baru. Pada triw ulan laporan Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,87%

(q-t-q), lebih rendah dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya yang juga mengalami

inflasi sebesar 3,35% (q-t-q). Seluruh kelompok pengeluaran memberikan

sumbangan inflasi pada triw ulan IV-2009 dengan sumbangan terbesar bersumber

dari kelompok bahan makanan, kelompok sandang, dan makanan jadi. Secara

tahunan, laju inflasi Kota Palu pada akhir triw ulan IV-2009 mencapai 5,73% (y-o-y)

atau lebih tinggi dibandingkan laju inflasi pada akhir triw ulan III-2009 sebesar 4,16%

(y-o-y), dan laju inflasi nasional sebesar 2,78% (y-o-y).

PERKEM BANGAN PERBANKAN

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kinerja perbankan Sulaw esi Tengah melampaui kinerja perbankan secara nasional. Hal ini dicerminkan dari beberapa

indikator mulai dari pertumbuhan kredit,

Loan to Deposit Ratio

(LDR), kualitas aset (NPL),

Net Interest Margin

(NIM ),

Return on Asset

(ROA) dan tingkat efisiensinya

atau yang biasa disebut dengan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO).

Aset bank umum di Sulteng mengalami peningkatan 7,45% dibanding

triw ulan ketiga tahun 2009 atau meningkat 18,6% dibanding tahun 2008. Peningkatan aset ini didorong oleh adanya peningkatan kredit sebesar 4,5% bila

dibandingkan triw ulan ketiga 2009 atau meningkat 22,2% dibanding tahun 2008 yang didominasi oleh peningkatan kredit konsumsi yang meningkat 28,5% bila dibandingkan tahun 2008.

Pada bulan Desember 2009, kinerja BPR di Sulaw esi Tengah mengalami penurunan dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya, namun tetap mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya. M eskipun mengalami

(16)

3

PERKEM BANGAN SISTEM PEM BAYARAN

Jumlah aliran uang kartal yang masuk ke Bank Indonesia Palu dari perbankan

dan masyarakat (inflow) sepanjang triw ulan IV-2009 meningkat 29,54%

dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya yaitu dari Rp132,33 miliar menjadi Rp

171,42 miliar, sedangkan aliran uang kartal yang keluar dari Bank Indonesia Palu ke

perbankan dan masyarakat (outflow) juga naik sebesar 42,89% dibandingkan

triw ulan sebelumnya yaitu dari Rp 649,75 milyar menjadi Rp 928,40 milyar. Salah satu

penyebab adanya peningkatan inflow pada triw ulan laporan adalah karena adanya

kebijakan diskresi yang dilakukan KBI Palu yang dilakukan pasca Hari Raya Lebaran.

Sementara peningkatan outflow pada triw ulan laporan (q-t-q) lebih disebabkan oleh

karena adanya kebutuhan dana untuk proyek pemerintah dan sw asta dalam rangka

realisasi anggaran APBD di akhir tahun 2009 serta adanya musim panen padi dan

kakao.

Pada triw ulan IV-2009, jumlah w arkat kliring naik 0,99% yaitu dari 33.711

lembar pada triw ulan sebelumnya menjadi 34.045 lembar. Demikian juga nominal

perputaran kliring tercatat meningkat signifikan sebesar 36,83% dibandingkan

triw ulan III-2009 sehingga menjadi Rp 1742,99 miliar. Sementara itu, kualitas kliring

di w ilayah kerja Bank Indonesia Palu pada triw ulan IV-2009 relatif menurun

dibandingkan triw ulan sebelumnya sebagaimana tercermin pada peningkatan

persentase rata-rata harian penolakan cek/BG kosong dari sisi nominal kliring.

Persentase rata-rata harian nominal cek/BG yang ditolak pada triw ulan IV-2009

tercatat 1,19% , lebih tinggi daripada triw ulan sebelumnya sebesar 0,76% . Disisi lain,

rata-rata harian lembar cek/BG yang ditolak tercatat 1,23% , memburuk

dibandingkan triw ulan III-2009 sebesar 1,16% .

PERKEM BANGAN KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

Struktur ketenagakerjaan Provinsi Sulaw esi Tengah pada Agustus 2009

mengalami perubahan yang cukup berarti jika dibandingkan pada Agustus 2008.

Pada Agustus 2009, jumlah angkatan kerja mencapai 1.215.727 orang, meningkat

sebanyak 18.739 orang dibanding pada Agustus 2008 yang berjumlah 1.196.988

orang. Sementara jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan

(17)

4 perempuan. Kondisi tersebut mengakibatkan jumlah pengangguran pada Agustus

2009 bertambah 727 orang bila dibandingkan pada Agustus 2008 menjadi 66.009

orang. Kenyataan ini menunjukkan bahw a dalam periode tersebut jumlah lapangan

kerja yang tercipta belum sebanding dengan penambahan jumlah angkatan kerja

baru.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan penurunan dari 5,45 persen

pada Agustus 2008 menjadi 5,43 persen pada Agustus 2009. Tingkat Partisipasi

Angkatan Kerja (TPAK) Sulaw esi Tengah pada Agustus 2009 mencapai 69,27 persen,

turun dibandingkan Agustus 2008 yang tercatat sebesar 69,76 persen.

PERKEM BANGAN KEUANGAN DAERAH

Perkembangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

Provinsi Sulaw esi Tengah sampai dengan triw ulan IV-2009 mengalami surplus sebesar

Rp251,80 miliar. Hal ini dapat diakibatkan oleh nilai realisasi belanja daerah yang

masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah hingga akhir

triw ulan IV-2009. Secara keseluruhan, realisasi belanja daerah Provinsi Sulaw esi

Tengah mencapai Rp972,07 miliar atau 80,68% dari total anggaran belanja daerah

tahun 2009 sebesar Rp1.204,84 miliar. Nilai ini masih dibaw ah realisasi pendapatan

daerah Provinsi Sulaw esi Tengah yang mencapai Rp1044,22 miliar atau 102,22% dari

total anggaran pendapatan daerah tahun 2009 sebesar Rp1.021,55 miliar.

PROSPEK PEREKONOM IAN DAERAH

Perekonomian Sulaw esi Tengah pada triw ulan I-2010 diperkirakan tumbuh

sebesar 4,86% (y-o-y), melambat dibandingkan triw ulan yang sama tahun

sebelumnya. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi pada triw ulan mendatang

masih akan bersumber dari konsumsi rumah tangga. M asih kuatnya konsumsi rumah

tangga tercermin dari hasil survei konsumen pada bulan Desember 2009, dimana

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencapai 126,67 atau masih berada pada level

optimis.

Aktivitas ekspor diperkirakan masih akan meneruskan trend penguatan. Ekspor

Sulaw esi Tengah pada triw ulan mendatang akan ditopang oleh ekspor antar provinsi,

terutama bahan galian C. Sementara penguatan ekspor antar negara akan ditopang

(18)

5 Kinerja sektor pertanian pada triw ulan I 2010 diperkirakan lebih baik

dibandingkan triw ulan sebelumnya seiring dengan panen raya yang akan berlangsung

di beberapa daerah dari Parigi-Poso-Luw uk. Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis

oleh BM KG tingkat curah hujan pada periode Desember Februari 2010 di sebagian

besar w ilayah Sulaw esi Tengah masih berada pada tingkatan menengah antara 101

300 mm.

Secara tahunan laju inflasi tahunan Kota Palu pada triw ulan I-2010 diperkirakan

lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. M inimalnya

kebijakan kenaikan harga (salah satunya adalah dibatalkannya kebijakan kenaikan

harga TDL yang rencananya akan dilakukan di aw al 2010), menguatnya nilai rupiah

terhadap dolar, tidak adanya momen Hari Raya Besar serta terjaganya ekspektasi

masyarakat terhadap harga-harga membuat tekanan inflasi pada triw ulan I 2010

cenderung lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada triw ulan I tahun 2009.

Inflasi tahunan pada triw ulan I 2010 diproyeksikan pada kisaran 4,73% + 1% .

Diperkirakan sumber tekanan inflasi pada triw ulan I-2010 sebagian besar berasal dari

kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman dan tembakau, serta

kelompok sandang.

Terkait dengan isu-isu penting perbankan Sulteng pada tahun 2010, perbankan

Sulteng diproyeksikan dapat tumbuh secara sustainable mengingat ketahanan

ekonomi yang ditunjukkan pada tahun 2008 dan 2009. M ulai meningkatnya harga

komoditas di tahun 2009, dan berlanjut hingga aw al 2010 akan memberikan

multiplier effect sehingga diharapkan menjadi pendorong positif kinerja perbankan

Sulteng. M eskipun mulai terdapat ancaman peningkatan inflasi pada tahun 2010,

perbankan Sulteng dinilai tetap dapat responsif menghadapi tantangan tersebut.

Perbankan syariah diharapkan semakin bergairah di tahun 2010, seiring dengan

rencana dibukanya Kantor Cabang Bank M ega Syariah di Kota Palu, sehingga di

w ilayah Sulteng akan terdapat 3 Bank Syariah yaitu Bank M uamalat, Bank Syariah

(19)

TABEL IN D IKATO R EKO N O M I

PROVIN SI SU LAW ESI TEN GAH

a. Inflasi dan PDRB

Ket :

*) Menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya tahun dasar 2002) **) Proyeksi BI

***) Data sementara s.d. Desember 2009

2008

Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV

M AKRO

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Palu 165,29 114,41 * 115,13 * 116,45 * 116,03 * 119,92 * 120,96 *

Laju Inflasi Tahunan (% ) Kota Palu 8,13 10,40 * 14,33 * 11,07 * 5,83 * 4,16 * 5,73 *

(miliar Rp) 13.683,88 14.746,02 3.911,19 3.594,94 3.807,28 4.036,40 4232,61* *

- Pertanian 5.855,73 6.128,72 1.659,95 1.482,74 1.578,24 1.644,96 1.645,88

- Pertambangan dan Penggalian 451,82 537,92 137,34 135,51 143,56 154,86 160,25

- Industri Pengolahan 886,76 943,3 239,46 243,97 257,86 271,29 274,93

- Listrik dan Air Bersih 103,29 105,38 27,03 28,60 29,92 30,28 30,35

- Bangunan 902,41 980,08 258,51 217,13 232,63 262,20 300,81

- Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.772,58 1.885,15 494,66 463,28 491,03 512,88 541,52

- Pengangkutan dan Komunikasi 977,5 1.091,01 278,89 283,99 296,51 322,76 324,76

- Keuangan, Persew aan dan Jasa

Perusahaan 624,21 691,25 184,56

175,96 185,87 197,21 208,80

- Jasa-Jasa 2.109,58 2.383,20 630,78 563,76 591,66 639,98 745,31

(miliar Rp) 13.683,88 14.746,02 3.911,19 3.594,94 3.807,28 4.036,43 4.232,61

-Konsumsi Rumah Tangga 8.009,50 8.451,57 2.205,73 2.223,65 2.308,64 2.401,05 2.426,02

-Konsumsi Lembaga Nirlaba 172,20 187,46 52,31 46,79 47,91 50,41 51,97

-Konsumsi Pemerintah 1.934,25 2.079,25 581,40 459,28 477,90 574,60 668,32

-PM TB 2.689,36 2.943,92 799,44 615,63 738,89 807,43 941,15

-Ekspor 2.159,10 2.377,72 585,55 508,88 516,48 491,15 548,02

-Impor(-) 1.280,53 1.293,89 313,24 259,29 282,54 288,21 402,87

Pertumbuhan PDRB tahunan (% ) 4,3 8,99 8,61 14,41 5,27 3,2 3,47

Nilai Ekspor Non-M igas (USD Juta) 251,58 280,02 75,35 54,83 65,72 80,69 115,83 * * *

Volume Ekspor Non-M igas (Ton) 181.356,52 171.949,87 43.074,77 108.324,04 252.217,50 115.718,69 222433,95* * *

Nilai Impor Non-M igas (USD Juta) 0,54 0,03 0,01 0,42 0 11,71 0,005* * *

Volume Impor Non-M igas (Ton) 720,87 56,11 45 13.720,00 0 4.027,09 0* * *

2009

(20)

b. Perbankan

2008

Desember Tw 1 Tw 2 Tw 3 Tw 4

PERBANKAN Bank Umum:

Total Aset (Rp juta) 7.885.152 7.854.029 8.506.129 8.705.451 9.353.677 DPK (Rp juta) 5.720.979 5.704.867 6.091.442 5.960.231 6.300.529 - Giro 1.306.357 1.606.006 1.619.184 1.452.200 1.129.083 - Deposito 1.165.207 1.403.876 1.451.951 1.406.562 1.233.967 - Tabungan 3.249.415 2.694.985 3.020.307 3.101.469 3.937.479 Kredit (Rp juta) 5.936.332 6.002.051 6.569.529 6.945.534 7.254.918 1 M odal Kerja 2.738.064 2.672.219 2.932.304 2.965.564 3.053.265 2 Investasi 331.274 359.568 417.229 451.458 518.685 3 Konsumsi 2.866.994 2.970.264 3.219.996 3.528.512 3.682.968

LDR 103,8% 105,2% 107,8% 116,5% 115,1%

% NPL GROSS 4,41% 5,92% 5,87% 6,73% 4,90%

% NPL NETT 1,68% 1,36% 1,45% 1,84% 0,83%

LDR 103,76% 105,21% 107,85% 118,41% 115,15%

Kredit UM KM (Rp juta) 5.218.093 5.355.307 5.869.775 6.276.018 6.534.069 Kredit M ikro (<Rp50 juta) 2.202.805 2.378.836 2.403.036 2.506.968 2.439.625 1 M odal Kerja 388.809 431.892 453.934 478.955 483.379 2 Investasi 49.349 57.329 66.045 75.321 87.263 3 Konsumsi 1.764.647 1.889.615 1.883.057 1.952.692 1.868.983 Kredit Kecil (Rp50 juta<x<=Rp500 juta) 1.909.425 1.916.068 2.273.551 2.536.155 2.825.396 1 M odal Kerja 787.098 800.066 864.217 876.791 888.304 2 Investasi 104.995 115.581 139.015 154.917 194.452 3 Konsumsi 1.017.332 1.000.421 1.270.319 1.504.447 1.742.640 Kredit M enengah (Rp500 juta<x<=Rp5 miliar) 1.105.863 1.060.403 1.193.188 1.232.895 1.269.048 1 M odal Kerja 922.089 875.274 1.011.156 1.034.759 1.056.550 2 Investasi 98.759 104.901 115.160 126.763 141.153 3 Konsumsi 85.015 80.228 66.872 71.373 71.345

NPL UM KM gross 3,2% 3,8% 4,0% 4,1% 3,0%

BPR:

Total Aset (Rp juta) 205.830 205.565 213.227 257.758 253.927 DPK (Rp juta) 92.755 80.535 90.042 108.270 98.800 Tabungan 16.892 15.619 20.319 13.390 25.213 Deposito 75.863 64.916 69.723 94.880 73.587 Kredit (Rp juta) 180.078 178.028 187.552 202.227 188.278 1 M odal Kerja 21.472 21.849 78.248 26.847 31.354 2 Investasi 2.173 2.621 19.301 15.975 22.139 3 Konsumsi 156.433 153.558 90.003 159.405 134.785

Rasio NPL gross (% ) 2,2% 2,7% 2,5% 2,0% 1,8%

Rasio NPL net (% ) 0,8% 1,5% 1,2% 1,1% 0,8%

LDR 194,1% 221,1% 208,3% 186,8% 190,6%

(21)

c. Sistem Pembayaran

RRH = Rata-Rata Harian

Tr IV Tr I Tr II Tr III Tr IV

Posisi Kas Gabungan (M iliar Rp) 216,72 310,11 310,11 788,07 353,50 733,93 829,79 829,79

Inflow (M iliar Rp) 1.307,38 1.215,90 433,48 477,99 159,39 132,33 171,42 941,13

Outflow (M iliar Rp) 2.535,14 2.665,20 770,35 216,74 831,63 649,75 928,40 2.626,52

Pemusnahan Uang (M iliar Rp) 464,94 268,25 33,62 26,68 30,67 39,86 43,99 141,20

Transaksi RTGS

- Inflow (M iliar Rp) 15.207,31 16.339,76 4.396,15 2.993,51 4.173,37 4.929,57 5.693,40 17.789,85

- Outflow (M iliar Rp) 16.812,22 19.603,93 4.966,96 3.309,76 4.296,78 4.746,70 6.225,83 18.579,07

Nominal Kliring (M iliar Rp) 4.500,58 4.059,09 1,26 797,84 1.064,66 1.273,85 1.742,99 4.879,34

Volume Kliring (Lembar) 121.531,00 130.279,00 1,04 30.511,00 33.388,00 33.711,00 34.045,00 131.655,00

Kliring Kredit

Nominal Kliring Kredit (M iliar Rp) 302,43 405,09 99,13 75,12 77,13 83,09 95,81 331,15

Volume Kliring Kredit (Lembar) 22.017,00 30.614,00 7.403,00 6.058,00 6.111,00 5.670,00 5.981,00 23.820,00

RRH Nominal Kliring Kredit (M iliar

Rp) 1,22 1,66 1,65 1,27 1,22 1,38 1,55

RRH Volume Kliring Kredit (Lembar)

89,14 125,47 123,38 102,68 97,00 94,50 96,47

Kliring Debet

Nominal Kliring Debet (M iliar Rp) 3.522,26 3.653,98 1.013,76 722,73 987,53 1.190,76 1.647,18 4.548,20

Volume Kliring Debet (Lembar) 76.690,00 99.664,00 24.620,00 24.453,00 27.247,00 28.041,00 28.064,00 107.805,00

RRH Nominal Kliring Debet (M iliar

Rp) 14,26 14,98 16,90 12,00 16,00 20,00 27,00

RRH Volume Kliring Debet (Lembar)

310,49 408,46 410,33 414,00 432,00 467,00 453,00

Kliring Pengembalian Nominal Kliring Pengembalian

(M iliar Rp) 20,59 39,19 20,27 21,87 8,09 12,33 35,72 78,01

Volume Kliring Pengembalian

(Lembar) 947,00 1.215,00 406,00 353,00 415,00 509,00 533,00 1.810,00

RRH Nominal Kliring Pengembalian

(M iliar Rp) 0,08 0,16 0,34 0,37 0,13 0,21 0,58

RRH Volume Kliring Pengembalian

(Lembar) 3,83 4,98 6,77 6,00 7,00 8,00 9,00

Cek/ BG Kosong

Nominal Kliring Cek/BG Kosong

(M iliar Rp) 20,92 30,09 14,08 16,57 5,04 9,71 20,77 52,09

Volume Kliring Cek/BG Kosong

(Lembar) 872,00 1.057,00 333,00 245,00 261,00 392,00 418,00 1.316,00

RRH Nominal Kliring Cek/BG

Kosong (M iliar Rp) 0,08 0,12 0,23 0,28 0,08 0,16 0,34

RRH Volume Kliring Cek/BG

Kosong (Lembar) 3,53 4,33 5,55 4,00 4,00 7,00 7,00

RRH Nominal Cek/BG Kosong (% ) 0,49 0,61 1,26 2,32 0,52 0,76 1,19

RRH Volume Cek/BG Kosong (% ) 0,69 0,67 1,04 0,80 0,81 1,16 1,23

Indikator 2007 2008 Rekap

Tahun 2009 2009

(22)

6

BAB 1

PERKEM BAN GAN M AKRO EKO N O M I REGIO N AL

Pertumbuhan ekonomi Sulaw esi Tengah pada triw ulan IV-2009 diperkirakan

sebesar 3,47% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan triw ulan yang sama tahun

sebelumnya sebesar 8,99% (y-o-y). Dari sisi permintaan, pertumbuhan masih akan

bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi

pemerintah. Walaupun masih tumbuh negatif (y-o-y), ekspor Sulaw esi Tengah pada

triw ulan laporan diperkirakan sudah mengalami pembalikan arah (recovery). Demikian

halnya dengan konsumsi lembaga nirlaba yang pada triw ulan laporan sudah

menunjukkan adanya pembalikan yang ditandai dengan pertumbuhan positif secara

kuartalan (qtq).

M embaiknya kinerja ekspor dapat dikonfirmasi dari nilai ekspor antar provinsi

yang cenderung mengalami peningkatan seperti pada produksi bahan galian C di

Kabupaten Donggala, dan bijih nikel dari pertambangan milik PT. INCO di Kabupaten

M orow ali. Adapun kegiatan kinerja ekspor antar negara sedikit tertolong oleh

membaiknya ekspor CPO, dan komoditas perikanan ditengah kinerja ekspor kakao

Sulaw esi Tengah yang mengalami penurunan akibat penurunan produksi.

Dari sisi penaw aran, pertumbuhan ekonomi pada triw ulan IV-2009 terutama

bersumber dari sektor pertanian, sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel dan

restoran, sektor angkutan dan komunikasi, dan sektor bangunan. Sektor pertanian

mengalami perlambatan terkait dengan terjadinya penurunan produksi padi dan

kakao pada tahun 2009. Adapun peningkatan pertumbuhan sektor perdagangan,

hotel dan restoran pada triw ulan laporan dapat dikonfirmasi dari peningkatan Tingkat

Penghunian Kamar (TPK). Sementara pertumbuhan sektor angkutan lebih disebabkan

oleh meningkatnya kegiatan sektor tersebut selama masa libur Natal dan libur sekolah

(23)

7

1.1. PERM INTAAN DAERAH

Pada triw ulan IV 2009 perekonomian Sulaw esi Tengah diperkirakan mengalami

pertumbuhan sebesar 3,47 % (y-o-y), yang didorong oleh pertumbuhan pada seluruh

komponennya. Konsumsi rumah tangga menjadi penggerak utama pertumbuhan

ditengah pelambatan yang terjadi pada komponen pengeluaran lainnya. Secara

agregat perekonomian Sulteng pada tahun 2009 diperkirakan tumbuh sebesar

6,17% dibanding tahun sebelumnya.

Tabel 1.1. PDRB M enurut Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 (M iliar Rupiah)

Rincian 2007 2008 2008 2009

Tw III Tw IV Tw III Tw IV*

1.Konsumsi RT 8.009,50 8.451,57 2.205.725 2.271.490 2.401.053 2.403.934

2.Konsumsi Lembaga Nirlaba 172,20 187,46 52.308 53.693 50.408 51.970

3.Konsumsi Pemerintah 1.934,24 2.079,25 581.399 654.253 574.602 662.918

4.Investasi 2.689,36 2.943,92 799.441 892.033 807.428 908.849

5.Ekspor 2.159,10 2.377,72 585.549 652.529 491.151 592.406

6.Impor 1.280,52 1.293,89 313.236 448.074 288.215 402.867

PDRB 13.683,88 14.746,02 3.911.186 4.075.924 4.036.426 4.217.210

Sumber : BPS Sulteng, diolah

Ket : * ) Angka proyeksi Bank Indonesia Palu

Tabel 1.2. Laju Pertumbuhan PDRB M enurut Penggunaan

Atas Dasar Harga Konstan 2000 (% ; y-o-y)

Rincian 2007 2008 2008 2009

Tw III Tw IV Tw III Tw IV*

1.Konsumsi RT 7,65 5,52 6,58 2,66 8,86 5,83%

2.Konsumsi Lembaga Nirlaba 6,92 8,86 6,75 8,27 -3,63 -3,21%

3.Konsumsi Pemerintah 5,57 7,50 10,87 2,75 -1,17 1,32%

4.Investasi 11,11 9,47 9,15 11,22 1,00 1,89%

5.Ekspor 7,09 10,13 2,65 24,71 -16,12 -9,21%

6.Impor 6,85 1,04 -9,12 -7,50 -7,99 -10,09%

PDRB 7,99 7,76 8,61 8,99 3,20 3,47

Sumber : BPS Sulteng, diolah

(24)

8 1.1.1.Konsumsi

Konsumsi rumah tangga pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh 5,83%

(y-o-y), tumbuh lebih besar dibandingkan triw ulan IV-2008 yang tercatat sebesar 2,66

% (y-o-y). Hal ini dapat dikonfirmasi dari perkembangan kredit konsumsi hingga

bulan Nopember 2009 yang tercatat tumbuh 58,4% (y-o-y), lebih tinggi

dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perkembangan pada beberapa indikator

menunjukkan adanya penguatan daya beli masyarakat yang akan mendukung

kegiatan konsumsi rumah tangga. Jumlah pendaftaran kendaraan baru pada triw ulan

laporan mengalami peningkatan sementara konsumsi BBM retail selama triw ulan

laporan tercatat mengalami peningkatan. Hasil survei konsumen juga mengkonfirmasi

masih relatif tingginya daya beli masyarakat. Tekanan terhadap konsumsi rumah

tangga tercermin dari penurunan pada indikator jumlah penumpang kapal laut

selama triw ulan IV 2009, dan rata-rata NTP petani yang lebih rendah dari rata-rata

pada triw ulan sebelumnya.

Sumber : PT Pelindo IV, Pantoloan

Jumlah pengguna kapal laut melalui pelabuhan Pantoloan selama triw ulan IV

2009 mengalami penurunan sebesar -85,44% (y-o-y), atau sebesar -53,06% (q-t-q).

Laju penurunan terbesar terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat

meninggalkan Pelabuhan Pantoloan dengan daerah tujuan M akassar, Surabaya, dan

Jakarta. Pengaruh libur natal dan libur sekolah akhir semester terhadap jumlah

pengguna kapal laut pada triw ulan laporan, ternyata lebih kecil dibandingkan

(25)

9

Sumber : Kantor Samsat Palu Sumber : Pertamina Region VII

Berbeda dengan jumlah penumpang kapal yang mengalami penurunan tajam,

angka pembelian kendaraan pada triw ulan laporan justru mengalami peningkatan

sebesar 18,52 % dibandingkan triw ulan sebelumnya. Selama triw ulan IV 2009 jumlah

pembelian kendaraan bermotor tertinggi terjadi pada bulan Oktober yang mencapai

3.790 unit kendaraan. Seperti pada triw ulan sebelumnya, penjualan kendaraan baru

masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang mencapai 94,24 % .

Jumlah konsumsi BBM retail selama triw ulan IV 2009 secara keseluruhan

mengalami peningkatan sebesar 5,93% dari triw ulan sebelumnya. Peningkatan

konsumsi terbesar terjadi pada BBM jenis M inyak Solar dengan kenaikan sebesar

8,50% (q-t-q). Adapun secara bulanan, konsumsi BBM retail tertinggi terjadi pada

bulan Desember 2009 dengan jumlah konsumsi BBM mencapai 35.701kilo liter.

Konsumsi minyak tanah sebagai BBM yang banyak digunakan untuk keperluan rumah

tangga tertinggi terjadi pada bulan Oktober. Sementara konsumsi premium tertinggi

terjadi pada bulan Desember 2009. Secara akumulatif konsumsi BBM retail sepanjang

2009 mengalami peningkatan sebesar 8,78% dari konsumsi tahun sebelumnya.

Nilai Tukar Petani (NTP) selama triw ulan IV mengalami sedikit penurunan dengan

rata-rata NTP pada triw ulan III. Rata-rata NTP selama triw ulan III-2009 tercatat 99,11

sementara rata-rata NTP pada triw ulan IV-2009 sebesar 98,45. Secara umum

penurunan NTP disebabkan oleh penurunan Indek Diterima Petani sebagai akibat dari

produksi pertanian yang mengalami penurunan akibat pengaruh musim kemarau

(26)

10

Sumber : BPS Sulteng Sumber : Survei Konsumen, KBI Palu

Berdasarkan hasil Survei Konsumen sepanjang triw ulan IV (Oktober-Desember)

2009, indeks keyakinan konsumen berada di atas 100 yang menunjukkan bahw a

masyarakat masih optimis terhadap kondisi ekonomi selama triw ulan laporan. Kondisi

ini menjadi indikator bahw a daya beli masyarakat masih terjaga yang diperkuat

optimisme masyarakat bahw a tingkat penghasilan masyarakat yang dianggap masih

lebih baik dibandingkan periode 6 bulan sebelumnya.

Konsumsi pemerintah pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh sebesar

2,15% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan triw ulan IV-2008 sebesar 2,75% (y-o-y).

Pelambatan tersebut didorong oleh kurangnya realisasi belanja pemerintah. Realisasi

belanja pemerintah selama triw ulan IV juga mengalami peningkatan sebesar 35,88 %

menjadi 80,68 % dibandingkan posisi akhir September 2009.

Tabel 1.3. Realisasi Belanja Pemerintah Propinsi Sulaw esi Tengah

Komponen Belanja Semester I 2009 Triw ulan III 2009 Des-09

Belanja Daerah 32,10% 44,80% 80,68%

Belanja Operasi 36,30% 52,60% 91,42%

Belanja M odal 15,80% 34,20% 69,02%

Belanja Tak Terduga 0,00% 0,00% 0,00%

Transfer Ke Kab/Kota 52,70% 13,80% 38,35%

Sumber : Biro Keuangan Propinsi Sulaw esi Tengah, data diolah.

Komponen belanja pemerintah yang memiliki tingkat realisasi tertinggi (91,42 % )

adalah pada komponen belanja operasional yang didalamnya mencakup pos belanja

pegaw ai, belanja barang, belanja bantuan sosial, dll. Sementara realisasi belanja

modal yang digunakan untuk membiayai proyek pemerintah baru mencapai 69,02 %

(27)

11 Berdasarkan data dari Bappeda Propinsi Sulaw esi Tengah, hingga bulan

Nopember 2009 tingkat realisasi anggaran melalui DIPA mencapai 66,49 % .

Beberapa permasalahan yang menghambat adalah :

a) Revisi DIPA terlambat diterima oleh daerah, sehingga pelaksanaan kegiatan

menjadi tertunda.

b) Kurangnya perhatian pengelola kegiatan yang didanai anggaran kantor daerah

dan kantor pusat untuk menyampaikan laporan pelaksanaan kegiata kepada

Gubernur selaku w akil pemerintah pusat.

c) Proses tender untuk beberapa kegiatan fisik dana kantor pusat dan kantor daerah

dilaksanakan di pusat, sehingga instansi vertikal di daerah terlambat

melaksanakan kegiatan.

d) Kurangnya perhatian instansi vertikal di provinsi maupun di Kabupaten/Kota

untuk menyampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya tepat w aktu

disampaikan kepada Gubernur cq Bappeda provinsi.

e) Kurangnya perhatian SKPD Kabupaten/Kota untuk menyampaikan laporan

kepada Bupati cq Bappeda Kabupate/Kota sehingga koordinasi mengalami

keterlambatan.

1.1.2.Investasi

Investasi pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh sebesar 1,89% (yoy),

melambat dibandingkan triw ulan IV-2008 yang tercatat sebesar 11,22 % (yoy).

Pertumbuhan kegiatan investasi pada triw ulan laporan terutama didorong oleh

investasi sw asta, dan investasi yang dilakukan oleh pemerintah pada triw ulan laporan.

Adanya pelambatan tersebut dapat dikonfirmasi dari perkembangan beberapa

indikator investasi antara lain pertumbuhan kredit investasi berdasarkan lokasi proyek,

realisasi pengadaan semen dan realisasi belanja pemerintah.

Kredit investasi berdasarkan lokasi proyek posisi Nopember 2009 tercatat

tumbuh 67,7 % (y-t-d), yang masih didominasi oleh kredit investasi di Kota Palu dan

Kabupaten Poso dimana proyek pembangunan PLTA Sulew ana masih dalam tahap

penyelesaian. Sementara itu, realisasi pengadaan semen di Sulaw esi Tengah selama

triw ulan IV-2009 tumbuh 0,23% (y-o-y) atau lebih rendah dibandingkan triw ulan

(28)

12 1.1.3.Ekspor

Ekspor1 Sulaw esi Tengah pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh -9,21% (

y-o-y), lebih rendah dibandingkan triw ulan IV-2008 sebesar 10,13% (y-o-y).

Pelambatan tersebut merupakan kelanjutan dari pelambatan ekspor yang terjadi

sepanjang 2009. Namun demikian pada triw ulan IV 2009, ekspor Sulaw esi Tengah

sudah mengalami pembalikan ditandai dengan adanya pertumbuhan sebesar 20,58%

(q-t-q) dari triw ulan sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan ekspor terutama

didukung oleh membaiknya kinerja ekspor antar provinsi, sedangkan kinerja ekspor

antar negara diperkirakan mengalami penurunan. Komoditas ekspor antar provinsi

yang mengalami peningkatan kinerja yaitu ekspor bahan galian C, dan bijih logam.

Sementara ekspor antar negara mengalami perbaikan kinerja seiring dengan

meningkatnya ekspor beberapa komoditas unggulan selain kakao seperti CPO, dan

bahan tambang.

Ditinjau dari negara pembeli, pangsa ekspor Sulaw esi Tegah masih didominasi

oleh negara-negara di Asia khususnya M alaysia, dan China. Secara agregat volume

ekspor non migas selama periode Oktober Desember 2009 meningkat sebesar

416,4% (y-o-y), sementara nilainya meningkat sebesar 53,3% (y-o-y). Relatif lebih

rendahnya peningkatan nilai ekspor dibanding peningkatan volume ekspor

dikarenakan ekspor pada triw ulan IV didominasi oleh barang tambang.

1

(29)

13 Berdasarkan data ASKINDO Sulaw esi Tengah ekspor kakao selama triw ulan IV

2009 mencapai 29.310 ton, lebih rendah dibandingkan volume ekspor kakao selama

triw ulan IV 2008 (32.355 ton) maupun triw ulan III 2009 yang tercatat sebesar 29.650

ton. Secara akumulatif ekspor kakao yang merupakan komoditas utama ekspor

Sulteng selama tahun 2009 tercatat mengalami penurunan sebesar -9,17 %

dibanding tahun 2008, menjadi 105.540 ton. Hal yang disayangkan adalah

penurunan volume ekspor kakao Sulteng justru terjadi ditengah membaiknya harga

kakao di pasar internasional sepanjang tahun 2009. Penurunan ekspor pada tahun

2009 merupakan dampak dari penurunan produksi kakao akibat serangan hama dan

lambatnya proses peremajaan tanaman.

Hal yang menonjol dalam ekspor sepanjang tahun 2009 adalah adanya

tambahan komoditas ekspor berupa bijih, kerak dan abu logam yang berasal dari

pertambangan PT. INCO di Kabupaten M orow ali. Hingga bulan Desember 2009

volume ekspor bijih logam (SITC 28) mencapai 498.047 ton.

Secara akumulatif volume ekspor luar negeri Sulaw esi Tengah sepanjang 2009

tercatat sebesar 698,69 ribu ton. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun

(30)

14 nilai ekspor pada periode yang sama hanya tumbuh sebesar 13,24 persen dari US$

280,0 juta pada tahun 2008 menjadi US$ 317,08 juta.

Tabel 1.4. Perkembangan Aktivitas M uat Barang M elalui Pelabuhan Pantoloan

Sumber : PT Pelindo IV, Cab. Pantoloan

Volume muat barang yang dilakukan melalui pelabuhan Pantoloan selama

triw ulan IV 2009 tercatat mengalami penurunan yang tajam bila dibandingkan

triw ulan sebelumnya maupun terhadap tahun sebelumnya. Penurunan ini juga terkait

dengan penurunan jumlah kapal yang sandar di Pelabuhan Pantoloan selama triw ulan

laporan baik untuk rute pelayaran dalam negeri, maupun luar negeri.

1.1.4.Impor

Impor Sulaw esi Tengah pada triw ulan IV-2009 diperkirakan mengalami kontraksi

-10,09% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan triw ulan sebelumnya sebesar -7,99% (

y-o-y). Pelambatan impor didorong oleh melambatnya kegiatan impor antar negara dan

impor antar daerah. Volume bongkar barang di Pelabuhan Pantoloan selama triw ulan

IV mengalami penurunan yang tajam dibandingkan triw ulan sebelumnya maupun

tahun sebelumnya. Namun demikian beberapa komoditas yang masuk ke Sulaw esi

Tengah berasal dari daerah di sekitar Sulaw esi Tengah seperti Gorontalo, Sulaw esi

Selatan dan Sulaw esi Barat melalui jalur darat. Volume bongkar barang melalui

Bandara M utiara Palu selama triw ulan laporan tercatat mengalami sedikit

peningkatan dibandingkan triw ulan sebelumnya yang didominasi oleh pengiriman

barang melalui jasa kargo pesaw at.

Sementara itu impor antar negara Sulaw esi Tengah sepanjang Januari

Desember 2009 mencapai sebesar 17,74 ribu ton, atau senilai US$ 12,14 juta. Jika

dilihat dari negara asalnya, sebagian besar komoditi impor berasal dari negara China,

dengan jenis barang impor berupa mesin, kendaraan dan bagian kendaraan. Aktivitas

penambangan yang menggunakan alat berat, dan pembangunan proyek PLTA

Sulew ana menjadi sumber kegiatan impor mesin, dan peralatan kendaraan sepanjang

2009.

Kegiatan Tw I-08 Tw II-08 Tw III-08 Tw IV-08 Tw I-09 Tw II-09 Tw III-09 Tw IV-09

Volume Muat Barang 423.094 797.592 1.103.297 1.482.188 380.474 814.458 263.964 198.902

Jumlah Kapal 564 1144 1585 2152 491 1037 481 490

g. Muat barang (yoy) -10,1% 2,1% -76,1% -86,6%

(31)

15

1.2. PENAWARAN DAERAH

Perekonomian Sulaw esi Tengah pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh

sebesar 3,47% (y-o-y), melambat dibandingkan triw ulan IV-2008 yang tumbuh

sebesar 8,99% (y-o-y). Sektor-sektor yang mengalami perlambatan diantaranya

adalah sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor jasa-jasa,

sektor bangunan, sektor perdagangan, sektor keuangan, persew aan dan jasa

perusahaan, serta sektor angkutan & komunikasi.

Perlambatan pada sektor pertanian terkait dengan menurunnya produksi

tanaman pangan, dan kakao. Adapun pelambatan yang terjadi pada sektor

pertambangan dan penggalian didorong oleh berkurangnya permintaan, w alaupun

apabila dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya produksi bahan galian C

mengalami peningkatan. Adanya ekspor bijih logam menjadi pendorong

menggeliatnya kegiatan pertambangan di Sulaw esi Tengah.

Tabel 1.5. PDRB M enurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 (M iliar Rupiah)

Rincian 2007 2008 2008 2009

Tw III Tw IV Tw III Tw IV*

1.Pertanian 5.858,81 6.128,72 1.659.950 1.649.442 1.644.965 1.645.880

2.Pertambangan&Penggalian 451,82 537,92 137.343 140.415 154.862 160.252

3.Industri Pengolahan 886,68 943,30 239.457 241.994 271.290 267.655

4.Listrik&Air Bersih 103,29 105,38 27.025 29.120 30.279 30.346

5.Bangunan 902,41 980,08 258.512 297.938 262.203 300.814

6.Perdag, Hotel&Restoran 1.771,58 1.885,15 494.658 528.367 512.882 541.517

7.Angkutan&Komunikasi 975,50 1.091,01 278.894 295.387 322.758 324.759

8.Keu, Sew a&Js.Perusahaan 624,21 691,25 184.562 194.479 197.206 208.801

9.Jasa-Jasa 2.109,58 2.383,20 630.783 698.781 639.981 737.185

PDRB 13.683,88 14.746,02 3.911.186 4.075.924 4.036.426 4.217.210

Sumber : BPS Sulteng, diolah

(32)

16

Tabel 1.6. Laju Pertumbuhan PDRB M enurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 (% )

Rincian 2007 2008 2008 2009

Tw III Tw IV Tw III Tw IV*

1.Pertanian 5,00 4,61 7,60 4,18 -0,90 -0,22

2.Pertambangan&Penggalian 37,63 19,06 18,67 17,16 12,76 14,13

3.Industri Pengolahan 8,22 6,39 7,43 5,60 13,29 10,60

4.Listrik&Air Bersih 5,69 2,02 2,88 -2,70 12,04 4,21

5.Bangunan 10,10 8,61 6,17 10,04 1,43 0,97

6.Perdag, Hotel&Restoran 7,98 6,41 5,74 5,43 3,68 2,49

7.Angkutan&Komunikasi 9,67 11,84 12,97 18,57 15,73 9,94

8.Keu, Sew a&Js.Perusahaan 9,34 10,74 13,08 6,52 6,85 7,36

9.Jasa-Jasa 9,54 12,97 10,26 21,73 1,46 5,50

PDRB 7,99 7,76 8,61 8,99 3,20 3,47

Sumber : BPS Sulteng, diolah

Ket : * ) Angka proyeksi Bank Indonesia Palu

1.2.1.Sektor Pertanian

Pada triw ulan IV2009, sektor pertanian diperkirakan mengalami kontraksi

-0,22% (y-o-y) atau mengalami perlambatan dibandingkan triw ulan yang sama tahun

sebelumnya. Berdasarkan angka ramalan (ARAM ) III BPS, produksi padi Sulaw esi

Tengah tahun 2009 turun 1,73% dibandingkan produksi tahun 2008, sementara

produksi jagung pada tahun 2009 diperkirakan meningkat sebesar 30,58% .

Berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Provinsi Sulteng, beberapa kendala yang

dihadapi dalam upaya pencapaian sasaran produksi pertanian tahun 2009 adalah

adanya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), distribusi pupuk yang

masih memiliki beberapa kelemahan, adanya pemeliharaan jaringan irigasi, dan

adanya anomali musim (El Nino) yang mengakibatkan pergeseran musim tanam.

El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan atmosfer yang

ditandai memanasnya suhu muka laut di Ekuator Pasifik Tengah. Fenomena El Nino

yang berpengaruh di w ilayah Indonesia dengan diikuti berkurangnya curah hujan

secara drastis, baru akan terjadi bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin.

Beberapa analisis menunjukkan bahw a fenomena El Nino akan terus

berlangsung hinga aw al tahun 2010 dengan intensitas El Nino moderat. Hal ini

memberikan indikasi, adanya peluang keterlambatan aw al M usim Hujan 2009/2010

terjadi di beberapa Zona M usim (ZOM ) di Indonesia. Curah hujan pada sebagian

(33)

17 Oktober 2009 sampai dengan M aret 2010 di w ilayah Sulaw esi Tengah berada

dibaw ah normal (BN).

Terkait dengan distribusi pupuk bersubsidi beberapa kendala yang dihadapi

diantaranya adalah ketidakmampuan bayar dari para petani untuk menebus harga

pupuk yang dialokasikan kepada mereka, sehingga ada beberapa bagian yang

akhirnya dijual kepada pihak lain. Persoalan lain adalah jumlah kebutuhan pupuk

masih jauh lebih besar dari jumlah yang dialokasikan sehingga memicu kecemburuan

dari kelompok petani yang tidak mendapatkan alokasi bantuan pupuk bersubsidi.

Akibatnya alokasi pupuk kepada kelompok sasaran menjadi berkurang dan hasil

panen yang diperolehpun menjadi tidak optimal karena pupuk yang digunakan

kurang. Secara keseluruhan progran penyaluran pupuk bersubsidi belum bisa

menjangkau seluruh masyarakat.

Sementara itu produksi kakao yang merupakan komoditas utama perkebunan

Sulteng cenderung turun akibat gangguan hama dan penyakit, serta usia tanaman

yang sudah tua akibat lambatnya upaya peremajaan tanaman. Sebagaimana

diketahui, subsektor tanaman bahan makanan dan subsektor perkebunan

merupakan subsektor dominan di sektor pertanian dengan pangsa ± 68% .

Penurunan kinerja pada kedua subsektor tersebut menyebabkan pertumbuhan sektor

pertanian sepanjang tahun 2009 lebih rendah daripada tahun 2008.

Sumber : BPS, * ARAM III 2009

Kinerja ekspor produk pertanian Sulaw esi Tengah yang meliputi kakao, kopi,

CPO, dan beberapa komoditas perikanan selama triw ulan IV menunjukkan

perkembangan yang cukup menggembirakan. Volume ekspor komoditas perikanan

pada triw ulan IV 2009 tercatat tumbuh 348,6% dari periode yang sama tahun

(34)

18 lainnya yang tumbuh di atas 100% . Sementara itu ekspor komoditas kakao dan kopi

pada bulan Oktober-Desember 2009 tercatat tumbuh sebesar 11,2 % (y-o-y), dari

periode yang sama pada tahun 2008. Secara akumulatif sepanjang tahun 2009

ekspor komoditas pertanian (kecuali kopi dan kakao) tumbuh di atas 20 persen dari

tahun sebelumnya.

Grafik 1.18. Prompt Indikator Perkembangan Ekspor Komoditas Pertanian Sulaw esi Tengah

Penurunan produksi padi Sulaw esi Tengah turut mempengaruhi volume

pengadaan beras, dan perkembangan stok beras pada BULOG Divre Sulaw esi

Tengah. Sepanjang tahun 2009 jumlah pengadaan beras oleh BULOG Divre Sulteng

hanya mencapai 10.592,2 ton atau turun sebesar 64,45 persen dari realisasi

pengadaan tahun sebelumnya. Stok beras pada akhir Desember 2009 tercatat

sebesar 10.691 ton, turun sebesar 57,13 % dibandingkan stok beras pada akhir

periode tahun lalu yang mencapai 24.939 ton. Namun demikian stok beras pada

akhir Desember 2009 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga

4,89 bulan kedepan. Penurunan stok beras dan realisasi pengadaan oleh BULOG

(35)

19

Tabel 1.7. Perkembangan Stok Beras BULOG Divre Sulaw esi Tengah

Sumber : BULOG Divre Sulteng

Kenaikan harga beras di tingkat penggilingan padi bagi petani akan berdampak

positif (memberikan insentif) bagi tingkat kesejahteraan petani dimana sektor

pertanian merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Sulaw esi

Tengah. Namun demikian disisi lain kenaikan harga beras tersebut akan memiliki

dampak negatif terhadap inflasi, mengingat beras merupakan bahan makanan

utama.

Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai perbandingan antara indeks harga yang

diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase),

merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di

pedesaan. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat

kemampuan/daya beli petani. Sepanjang tahun 2009 NTP Sulteng mengalami berada

dibaw ah 100, yang berarti indeks yang diterima oleh petani masih lebih kecil dari

indeks bayar.

Pada tahun 2008, NTP di Sulteng sempat berada di atas 100 yakni pada periode

M ei-September 2008. Relatif tingginya lebih tingginya NTP pada tahun 2008 justru

terjadi pada saat produksi padi, dan komoditas pertanian lainnya di Sulaw esi Tengah

mengalami peningkatan. Hal ini diperkuat dengan data realisasi pengadaan beras

oleh BULOG yang pada tahun lalu mencapai 29.880 ton. Kondisi tersebut

berkebalikan dengan kondisi pada tahun 2009 dimana NTP, dan produksi pertanian

mengalami penurunan.

Mar Jun Sep Des Mar Jun Sep Des

Stok (Ton) 9.834 19.679 20.386 24.939 17.028 13.129 14.274 10.691

Perubahan Stok YoY (%) 73,2% -33,3% -30,0% -57,1%

Perubahan Stok qtq (%) 100,11% 3,59% 22,33% -31,72% -22,90% 8,72% -25,10%

2008

(36)

20 1.2.2.Sektor Jasa-Jasa

Sektor jasa-jasa pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh 5,50% (y-o-y),

lebih rendah dibandingkan triw ulan IV-2008 sebesar 21,73% (y-o-y). Berdasarkan

data Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah, hingga akhir Nopember kredit sektor

jasa tumbuh 10,7 % dari posisi akhir Desember 2008. Kredit sektor jasa masih

didominasi oleh kredit untuk jasa dunia usaha. Sementara itu jumlah dana

pemerintah (pusat dan daerah) yang tersimpan di lembaga perbankan hingga bulan

Desember 2009 berjumlah Rp671,93 milyar. Jika dibandingkan akhir tahun

sebelumnya, jumlah tersebut menurun sebesar - 8,5 % (y-o-y). Adanya penurunan

jumlah dana pemerintah pada perbankan menunjukan bahw a realisasi

kegiatan-kegiatan yang dibiayai oleh anggaran pemerintah selama triw ulan laporan

mengalami peningkatan.

Berdasarkan status kepemilikan dana, w alaupun jumlah dana pemerintah pusat

yang berada pada perbankan di Sulteng mengalami penurunan dibandingkan

triw ulan sebelumnya (q-t-q), jumlah dana pemerintah pusat pada akhir tahun 2009

mengalami peningkatan sebesar Rp.68,52 milyar, atau 52,35% dari akhir 2008. Hal

ini menunjukan bahw a kegiatan/proyek yang dibiayai oleh pemerintah pusat belum

terealisasi seluruhnya. Sementara itu jumlah dana pemerintah daerah yang

ditempatkan pada perbankan di Sulaw esi Tengah pada akhir triw ulan IV 2009

mengalami penurunan bila dibandingkan posisi akhir triw ulan III 2009 maupun akhir

triw ulan IV tahun 2008.

(37)

21 1.2.3.Sektor Pedagangan, Hotel, dan Restoran

Pada triw ulan IV 2009 sektor perdagangan, hotel dan restoran diperkirakan

tumbuh 2,49% (y-o-y), melambat dibandingkan triw ulan yang sama tahun

sebelumnya yang tercatat sebesar 5,43% (y-o-y). M elambatnya kinerja sektor

perdagangan, hotel dan restoran juga tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang

(SBT) hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)2 triw ulan IV-2009 pada indikator

omzet penjualan yang mengalami penurunan dari SBT 2,32 pada triw ulan III menjadi

SBT -1,85 pada triw ulan IV 2009. Indikator dini tingkat penghunian kamar (TPK)

hotel berbintang menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kinerja pada

subsektor hotel dan restoran. Rata-rata TPK hotel berbintang selama triw ulan IV

2009 mencapai 54,77 % , lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata triw ulan IV tahun

2008 yang mencapai 39,41% . Pada saat yang bersamaan jumlah tamu hotel

sepanjang triw ulan IV 2009 mencapai 8.713 orang yang didominasi oleh tamu

domestik. Jumlah tersebut meningkat 13,5% dari jumlah tamu pada triw ulan III

2009. Adapun faktor pendorong pertumbuhan sektor ini pada triw ulan laporan

antara lain aktivitas belanja masyarakat menjelang natal dan liburan sekolah.

Sumber : BPS Sulteng

1.2.4.Sektor Angkutan dan Komunikasi

Sektor angkutan dan komunikasi pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh

sebesar 9,94% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan triw ulan IV-2008 yang tumbuh

18,57% (y-o-y). Pada subsektor angkutan, penurunan kinerja terutama terjadi

angkutan jalan raya, angkutan laut dan jasa penunjang angkutan, sedangkan

2

(38)

22 angkutan udara mengalami peningkatan kinerja seiring dengan meningkatnya

penggunaan angkutan udara. Jumlah pengguna angkutan pesaw at udara yang

datang dan berangkat melalui Bandara M utiara selama triw ulan IV 2009 tercatat

berjumlah 152.129 penumpang. Dibandingkan triw ulan sebelumnya, jumlah

penumpang pesaw at udara mengalami peningkatan sebesar 21,77 % . Jumlah

pengguna jasa angkutan udara tertinggi tercatat pada bulan Desember 2009 dengan

jumlah penumpang mencapai 52.416 penumpang yang didominasi oleh penumpang

yang datang di Bandara M utiara Palu. M eningkatnya jumlah penumpang pesaw at

udara selama triw ulan IV tidak terlepas dari adanya tambahan jadw al penerbangan

untuk angkutan jamaah haji yang diberangkatkan ke tanah suci melalui embarkasi

Balikpapan pada bulan Nopember-Desember 2009.

Sumber : PT Angkasa Pura, Bandara M utiara Palu

Sementara itu jumlah penumpang kapal laut yang berangkat dan datang

melalui Pelabuhan Pantoloan selama triw ulan IV-2009 mengalami penurunan yang

signifikan dari 44.268 penumpang pada triw ulan III 2009 menjadi hanya 20.779

penumpang selama triw ulan IV 2009. Secara akumulatif jika dibandingkan dengan

tahun sebelumnya jumlah pengguna kapal laut sepanjang tahun 2009 tercatat

berjumlah 144.363 orang mengalami atau turun sebesar 55,74 % dari tahun

sebelumnya yang mencapai 326.174 penumpang. Arus penumpang selama triw ulan

laporan didominasi oleh jumlah penumpang yang datang.

Berbeda dengan penumpang pesaw at udara, jumlah penumpang kapal laut

terbanyak selama triw ulan IV 2009 terjadi pada bulan Oktober dengan jumlah

(39)

23 tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui

Pelabuhan Pantoloan tercatat mengalami penurunan sebesar 85,44 % .

Tabel 1.8. Perkembangan Jumlah Penumpang Kapal Laut M elalui Pelabuhan Pantoloan

Jml Penumpang Tw III 2008 Tw IV 2008 Tw III 2009 Tw IV 2009

Tw IV 2009 (y-o-y)

Tw IV 2009 (q-t-q)

Turun 44.915 64.085 23.036 11.835 -81,53% -44,56%

Berangkat 55.898 78.630 21.232 8.944 -88,63% -60,98%

Jumlah 100.813 142.715 44.268 20.779 -85,44% -53,06%

Sumber : PT Pelindo IV, Cabang Pantoloan

1.2.5.Sektor Pertambangan dan Penggalian

Sektor pertambangan dan penggalian pada triw ulan IV-2009 diperkirakan

tumbuh 14,13% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triw ulan

sebelumnya yang tercatat sebesar 12,76 % (y-o-y). M eningkatnya pertumbuhan

sektor pertambangan dan galian terjadi seiring dengan meningkatnya realisasi

produksi bahan galian C dan produksi bijih logam. Hal ini dapat dikonfirmasi dari

angka realisasi produksi bahan galian C di Kabupaten Donggala triw ulan IV-2009

yang tumbuh sebesar 5,66% (y-o-y). Produksi tertinggi selama triw ulan tersebut

dicapai pada bulan Desember 2009 dengan kecenderungan adanya peningkatan

sejak dua bulan sebelumnya. Kondisi ini sejalan dengan perkiraan yang dibuat pada

triw ulan sebelumnya. Peningkatan realisasi produksi tersebut diduga terkait dengan

meningkatnya permintaan dari beberapa daerah di Kalimantan yang selama ini

menjadi tujuan pengiriman. Sementara itu kegiatan penambangan emas di w ilayah

Poboya masih terus berlangsung w alaupun masih dilakukan secara perorangan, dan

masih berstatus pertambangan rakyat.

Sebagai daerah yang memiliki kandungan mineral cukup melimpah, produksi

bijih logam (bijih nikel) yang berlokasi di Kabupaten M orow ali masih belum mencapai

kapasitas potensialnya. Pada triw ulan IV 2009 produksi bijih logam yang dikelola oleh

PT. INCO tumbuh sebesar 3,8 % (y-o-y) dibandingkan produksi pada triw ulan IV

(40)

24 Sumber : Dinas ESDM Kab Donggala Sumber : w w w .esdm.go.id

1.2.6.Sektor Industri Pengolahan

Pada triw ulan IV-2009, sektor industri pengolahan tumbuh 10,60% (y-o-y),

lebih tinggi dibandingkan triw ulan IV-2008 sebesar 5,60% (y-o-y). Hingga akhir

Nopember 2009 kredit sektor industri mengalami pertumbuhan sebesar 3,13 % dari

posisi akhir Desember 2008.

Distribusi terbesar sektor industri pengolahan masih berasal dari subsektor kayu

dan hasil hutan lainnya, dan subsektor makanan, minuman dan tembakau.

Pertumbuhan pada sektor industri pengolahan terutama didorong oleh membaiknya

(41)

25 periode Oktober Desember turun sebesar -16,99% dibandingkan periode yang sama

tahun 2008, secara akumulatif volume ekspor produk kayu olahan (SITC 63)

sepanjang 2009 tumbuh di atas 22 % dari tahun 2008. Sementara itu volume ekspor

minyak nabati dan hew ani (termasuk CPO) sepanjang 2009 mengalami peningkatan

91,85 % dari ekspor kelompok komoditas tersebut pada tahun 2008.

Konsumsi BBM untuk industri selama triw ulan IV 2009 mengalami penurunan

sebesar -8,78% dibandingkan triw ulan III 2009. Penurunan konsumsi BBM industri

pada triw ulan laporan didorong oleh penurunan konsumsi BBM jenis premium yang

mengalami penurunan sebesar 3.922 kilo liter. Secara keseluruhan konsumsi BBM

untuk industri masih didominasi oleh BBM jenis solar dengan pangsa sebesar 97,0 % .

1.2.7.Sektor Bangunan

Sektor bangunan pada triw ulan IV-2009 diperkirakan tumbuh 0,97% (y-o-y),

melambat dibandingkan triw ulan IV-2008 yang tercatat tumbuh 10,04% (y-o-y).

Pelambatan pada sektor ini dapat dikonfirmasi dari data perkembangan realisasi

pengadaan semen di Sulaw esi Tengah pada triw ulan IV-2009 yang t

Gambar

Tabel 1.5. PDRB Menurut Lapangan Usaha  Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah)
Grafik 1.18. Prompt Indikator Perkembangan Ekspor Komoditas Pertanian Sulawesi Tengah
Tabel 1.7. Perkembangan Stok Beras BULOG Divre Sulawesi Tengah
Tabel 1.8. Perkembangan Jumlah Penumpang Kapal Laut Melalui Pelabuhan Pantoloan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data Bank Indo- nesia Cirebon, DPK bank umum dan BPR di wilayah Cirebon pada 2008 sebesar Rp 9,34 triliun atau tumbuh 15,6 persen dari posisi akhir Desember 2007 sebesar

Siklus konsumsi pemerintah pada tahun 2009 sama dengan tahun sebelumnya, dimana nilai konsumsi pemerintah dalam perhitungan PDRB pada triw ulan IV-2009 merupakan

Asesmen yang dilakukan menyimpulkan bahw a pada triw ulan II-2009 risiko likuiditas maupun kondisi keuangan sektor bisnis dan rumah tangga mengalami penurunan,

Pertumbuhan konsumsi pemerintah yang lebih tinggi dibandingkan dengat triw ulan yang sama tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh terjadinya peningkatan anggaran

Untuk aset keuangan selain aset keuangan yang mengalami penurunan nilai kredit yang berasal atau berasal (yaitu aset yang mengalami penurunan nilai kredit pada saat

Kemampuan pembiayaan kredit oleh perbankan yang meningkat didukung oleh pertumbuhan aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK).Selama tahun 2012, perbankan mengalami

Untuk aset keuangan selain aset keuangan yang mengalami penurunan nilai kredit yang berasal atau berasal (yaitu aset yang mengalami penurunan nilai kredit pada saat

• Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) mencakup risiko kredit, pasar dan operasional posisi akhir tahun 2015 adalah 21,21%, meningkat dengan posisi akhir Semester