• Tidak ada hasil yang ditemukan

A00136

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " A00136"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

6 | www.indonesianchoral.net | Sep-Okt 2014

D

isadari atau tidak, paduan suara telah menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi sebagian besar dari kita yang tergabung dalam grup IndonesianChoralNet. Berpaduansuara bahkan terkadang menjadi aktivitas utama dalam kehidupan seseorang dan bahkan menggeser aktivitas penting lainnya seperti studi atau bekerja. Tidak heran apabila ada cukup banyak kasus yang berkaitan dengan

keterlambatan studi seseorang hanya karena alasan sepele, yaitu tidak ingin kehilangan kesempatan bernyanyi bersama paduan suara mahasiswa di lingkungan kampusnya.

Tentu saja paduan suara bukan hanya semata-mata berkaitan dengan minat, antusiasme, pengetahuan musik dan ketrampilan teknis. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mengelola komunitas paduan suara menjadi sebuah aset yang berharga. Bila komunitas dikelola dengan baik, misalnya melalui perencanaan dan penyelenggaraan seminar, lokakarya dan kompetisi secara reguler, maka yang akan diuntungkan kelak bukan hanya anggota, pelatih dan pembina paduan suara, namun juga para komponis yang menjadi anggota dari komunitas itu.

Artikel ini sendiri bertujuan untuk mengaitkan fungsi dan peran IndonesianChoralNet (ICN) sebagai komunitas yang merupakan kelanjutan dari kelompok mailing list Indonesian Choral Lovers (ICL) yang telah mati, dengan New Zealand Choral Federation (Komunitas Paduan Suara Selandia Baru). Diharapkan melalui studi komparatif ini dapat memberdayakan fungsi dan peran yang dimainkan oleh komunitas ICN di masa depan.

Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan singkat penulis selama tinggal di Selandia Baru dalam 7 bulan terakhir ini.

Sekilas Tentang New Zealand Choral Federation (NZCF)

NZCF yang beranggotakan sekitar 16.500 pengabah dan anggota paduan suara dari seluruh Selandia Baru, dibentuk pada tahun 1985 dengan tujuan mempromosikan musik paduan suara di negara ini dan memastikan bahwa pengalaman bernyanyi dapat dinikmati secara luas oleh seluruh warga negara Selandia Baru dari segala lapisan usia dan latarbelakang budaya.

Dalam menjalankan roda organisasi, NZCF mengacu pada International Choral Music Federation (ICFM). Pengurus dipilih dan diangkat dari kalangan anggotanya. Mereka diberi mandat untuk bekerja dalam kurun waktu tertentu dalam menyusun, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program NZCF. Berada di bawah payung organisasi NZCF adalah Association of Choral Directors (ACD). ACD atau Ikatan Pengabah Paduan Suara dibentuk dengan tujuan mengembangkan secara profesional dan membentuk jaringan pelatihan bagi para pengabah paduan suara di negara ini.

NCZF juga mengelola beberapa kegiatan kompetisi tahunan yang meliputi:

1. he Kids Sing – ajang kompetisi tingkat nasional bagi paduan suara tingkat Sekolah Dasar dan SMP; 2. he Big Sing – ajang kompetisi

tingkat nasional bagi paduan suara tingkat SMA;

3. SingFest – ajang kompetisi tingkat regional bagi paduan suara kamar

(kecil) dan komunitas;

4. Sing Aotearoa – ajang kompetisi tingkat nasional bagi seluruh anggota NCZF.

Untuk kompetisi semacam the Big Sing misalnya, peserta yang maju ke babak Final di tingkat nasional akan diseleksi pada tahap regional. NCZF membagi Selandia Baru menjadi 11 wilayah regional. Tim juri yang terdiri dari tiga orang akan menyeleksi para inalis berdasarkan rekaman video pada saat penampilan mereka di babak seleksi serta

rekomendasi yang dibuat oleh setiap orang juri yang diutus untuk menghadiri kegiatan seleksi tersebut. Berbeda dengan sistem penjurian di Indonesia, di akhir babak seleksi para peserta akan mendapatkan penghargaan dari seorang juri dan panitia seperti: highly commended choir, commended choir, promising choir, promising choir director, dll. Pengumuman tentang ke-24 inalis baru akan diketahui setelah ketiga orang dewan juri bertemu dan mengadakan rapat beberapa waktu kemudian.

Satu hal menarik lainnya yang patut diapresiasi adalah NZCF/SOUNZ Choral Composition Competition. Kompetisi komposisi musik untuk paduan suara ini difasilitasi oleh NZCF dalam rangka mendorong para musisi muda tingkat SMP dan SMA di Selandia Baru untuk melahirkan karya-karya baru yang akan ditampilkan pada saat Babak Final. Para pemenangnya kebanyakan didominasi oleh peserta dari kota-kota besar seperti Auckland dan Wellington. Namun sungguh unik bahwa pemenang kompetisi tahun lalu berasal dari kota Dunedin (kota kecil dimana penulis berdomisili saat ini).

Tentang IndonesianChoralNet (ICN)

Apa yang dapat kita pelajari dari NZCF dan bermanfaat bagi perkembangan paduan suara di Indonesia? Satu poin penting yang penulis catat bahwa pengalaman berpaduansuara harus dapat dinikmati oleh setiap warganegara Indonesia dengan mengesampingkan usia, latarbelakang pendidikan, ekonomi dan budayanya. Pengalaman berpaduansuara seharusnya tidak menjadi sebuah pengalaman ekslusif bagi sekelompok komunitas tertentu. Dalam hal ini penulis bukan membicarakan tentang pengalaman berpaduansuara terlepas dari kaidah keindahan musikal. Pengalaman yang dimaksud haruslah menjamin terpenuhinya kaidah-kaidah baku penguasaan teknis dan musikalitas. Berdasarkan pengamatan penulis sejauh ini, perkembangan paduan suara di Indonesia berjalan timpang. Akses terhadap informasi dan kesempatan mengikuti pelatihan atau lokakarya hanya dinikmati segelintir orang saja, sementara ada banyak pelatih paduan suara yang melandaskan pengetahuan dan keterampilan berpaduansuara berdasarkan ‘modal nekad’. Menurut penulis sudah saatnya Indonesia yang baru saja merayakan hari jadinya ke-69, memiliki sebuah komunitas atau asosiasi atau ikatan atau perkumpulan paduan suara yang

dapat mewadahi minat dan bakat ini secara profesional.

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ICN, yaitu:

1. Memperkuat struktur organisasi dengan melibatkan partisipasi anggota yang lebih banyak. Pengurus yang dibentuk dari kalangan anggota berfungsi menjalankan roda organisasi. Komite Pengawas bertugas

memonitor pengelolaan organisasi. 2. Memperkuat rasa keterikatan

diantara anggota dengan organisasi melalui pengenaan iuran misalnya. NZCF dan IFCM mengenakan sejumlah biaya tertentu untuk menjadi anggota tahunan. Namun tentu saja dengan menjadi anggota aktif juga berarti ada kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh setiap anggotanya. 3. Menjalin kerjasama dengan

komunitas paduan suara atau musik yang lebih besar dalam rangka penyelenggaraan pelatihan, lokakarya, konser bersama, misalnya dengan IFCM, ANSCAP, ACDA, ANCA, NZCF, dll.

4. Lebih memberdayakan peranannya di masa depan. Saat ini kehadiran IndonesianChoralNet lebih terasa sebagai forum informasi konser dan kompetisi. ICN dapat mengoordinasi penyelenggaraan kompetisi paduan suara di Indonesia sehingga diantara satu penyelenggaraan dan lainnya tidak saling bertumbukan. Bila

memungkinkan ICN dapat menyelenggarakan kegiatan kompetisi paduan suara yang diharapkan dapat menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan kompetisi paduan suara yang ada. Satu hal yang menarik yang dapat dilakukan ICN adalah memberi ruang bagi kreatiitas para

komponis muda Indonesia melalui penyelenggaraan ajang kompetisi komposisi paduan suara. Karya-karya yang telah diseleksi dari para musisi muda ini dapat ditampilkan pada Babak Final Kompetisi Paduan Suara ICN.

5. Last but not least, ICN dapat memikirkan tentang pengelolaan komposisi paduan suara yang dapat diakses oleh setiap anggotanya.

Kehadiran IndonesianChoralNet yang masih seumur jagung ini diharapkan dapat menangkap peluang yang ada sehingga paduan suara Indonesia di masa mendatang dapat berkembang jauh lebih baik. Sehingga kita tidak akan mendengar bahwa paduan suara baik hanya berasal dari satu kota tertentu, propinsi tertentu atau pulau tertentu, melainkan dari Sabang hingga Merauke.

Dunedin, 22 Agustus 2014 Agastya Rama Listya [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan alat musik tradisional pada Paduan Suara Pemuda-Pemudi GKPI Estomihi Palas Resort Pekanbaru sangat membantu dalam penyajian koor, dimana alat musik yang

Dalam observasi ini hal yang diamati adalah strategi pembelajaran Paduan Suara pada Paduan Suara Swara Wadhana, Universitas Negeri Yogyakarta, data jumlah anggota dan

Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara telah terbentuk sejak tahun 2003 dan secara berkelanjutan tampil setiap tahun, beranggotakan perwakilan generasi

Mengacu pada fungsi dan tujuannya, Gedung Pertunjukan Musik di Semarang memprioritaskan pengguna utamanya adalah komunitas musik dan atau paduan suara, murid kursus

Paduan suara merupakan salah satu kegiatan musik dari cabang seni vokal yang.. terdiri dari sekumpulan personil yang terbagi lagi dalam beberapa kategori

4.Pelatih Paduan Suara Lansia di GPIB Salatiga 5.Pelatih Paduan Suara Wanita di GPIB Salatiga 6.Pengajar Vokal di Sekolah Musik Strinx Salatiga. 7.Pelatih dan Arranger Vokal Grup

Adapun olah raga yang dilaksanakan adalah: Tenis Meja, Catur dan Karambol, (Koord. Latihan Rutin Paduan Suara, bagi Bapak anggota PKB yang ingin bergabung dan berlatih paduan

Musik gerejawi dipahami sebagai sebatas instrumen yang digunakan untuk mengiringi nyanyian jemaat dan paduan suara di gereja tetapi harus dipahami bahwa musik gerejawi adalah baik musik