MUSIK GEREJAWI DAN SEJARAH
Beatrix Theodora Saudale
Abstrak
Musik gerejawi sudah ada sejak dahulu yang di mana musik itu sendiri mengiringi puji-pujian kepada Allah dalam bentuk melodi dan irama yang bernada merdu. Musik gerejawi sendiri berkembang dengan sangat cepat,Perkembangan musik gerejawi memberi pengaruh positif bagi para pelayan musik dalam rangka membawa umat Tuhan untuk bersekutu denganNya secara akrab di tengah peribadatan melalui puji-pujian atau nyanyian. Musik gerejawi sendiri bermanfaat untuk mengantar para jemaat untuk masuk ke dalam hadirat Allah lebih dalam lagi dan dengan begitu mereka dapat mengekspresikan apa yang mereka rasakan saat sedang beribadah.
Musik gereja wes sendiri menjadi benar maknanya bila dipahami berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam firman Allah. Dengan memiliki pemahaman yang benar akan makna tujuan siapa dan bagaimana serta kapan musik gerejawi itu dilakukan maka penyembahan kita kepada Allah melalui musik dan nyanyian akan membangun iman dan memuliakan Allah musik dan nyanyian gerejawi mutlak didasarkan oleh kehendak Allah.
Kata kunci: Musik Gerejawi,perkembangan musik gerejawi
PENDAHULUAN
Musik gereja merupakan bagian integral dari suatu tata ibadah di gereja manapun. Musik gereja baik dengan instrumen musik maupun tanpa instrumen adalah musik gereja itu sendiri dengan segala permasalahannya. pada dasarnya dalam tata ibadah gereja dalam setiap kebaktian Minggu dan hari raya gereja terdapat 6 sampai dengan 8 nyanyian yang dinyanyikan bersama. Tentu saja nyanyian tersebut akan menjadi alat pembaharu secara langsung yang dirasakan oleh jemaat karena bagian bernyanyi tentu melibatkan jemaat sebagai subjek bernyanyi terlebih kalau kita nyanyikan secara musikal teoretis baik dan benar.
Menurut Soumokil(2001) sebagaimana Kristus yang adalah kepala, dari padaNyalah seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu demikianlah gereja juga mempunyai organisasi yang baik, aturan-aturan, tatanan, pemahaman ajaran-ajaran gereja yang terarah maka musik pun tidak terlepas dari aturan dan tatanan yang rapi dan teratur. Dari pernyataan ini kita tentu ingin tatanan dan sajian musik gereja akan lebih baik menurut keinginan nyanyian dan teori musik itu sendiri dan pemain organ serta pemandu lagu akan mampu berkolaborasi dengan jemaat dalam bernyanyi. Musik akan menjadi alat respons yang dapat membuat umat menghayati arti pertemuan dengan Tuhan, musik akan menyemangati atau menjadi garam dalam pertemuan umatdengan Tuhan.
PEMBAHASAN
Musik terus berkembang hingga saat ini ada banyak jenis musik yang dikenal di kalangan masyarakat. Musik menjadi kebutuhan dari manusia-manusia sehingga pada masyarakat secara keseluruhan musik dalam perkembangan diperkenalkan oleh seniman seniman yang mencintai keindahan hingga dipopulerkan banyak orang.
Seorang tokoh music gereja,Mawene (seorang teolog perjanjian lama dari Indonesia,tetapi juga memberi perhatian dalam music Gereja),dalam bukunya yang Bernyanyi menyebutkan music gereja merupakan ungkapan isi hati orang percaya (kristen) yang diungkapan oleh bunyi-bunyian yang bernada dan berirama secara harmonis,antara lain dalam bentuk lagu dan nyanyian.
Sama dengan musik secara umum,dua unsur,vocal dan instrumental harus diperhatikan,dan terkhusus dalam bermusik di gereja yang sarat dengan makna teologis dan berkenan dengan bantuan musik.
Dari sejarah perkembangan musik yang telah dikemukakan yang menjadi salah satu dasar untuk memahami musik yang sebenarnya di sini ada dua prinsip yang pertama adalah musik tidak hanya sebatas bunyi tetapi mengandung beberapa makna yang penting di dalamnya misalnya musik yang dimainkan dalam perayaan atau pesta memuat sebuah makna yang membuat suasana kegembiraan atau musik menjadi sebuah simbol tertentu dalam budaya saat itu. Kedua musik merupakan hiburan dalam hal rasa nyaman sehingga musik dapat menemani siapapun dalam melakukan aktivitas agar merasa lebih bersemangat. Ini berarti bahwa musik disesuaikan dengan konteks yang sedang dialami.
Musik gereja seringkali didefinisikan dengan musik yang dimainkan dengan tujuan yang berbeda atau musik gereja adalah musik yang ada dalam gereja ataupun musik gereja adalah musik yang mengiringi lagu-lagu yang berbau rohani yang ada kata-kata ketuhanannya.
Musik gerejawi dipahami sebagai sebatas instrumen yang digunakan untuk mengiringi nyanyian jemaat dan paduan suara di gereja tetapi harus dipahami bahwa musik gerejawi adalah baik musik instrumental nyanyian maupun paduan suara yang menjadi bagian dari dalam sebuah ibadah. Ini berarti bahwa tidak semua musik dapat disebut musik gerejawi jika tidak menjadi bagian dari ibadah atau liturgi yang ada karena musik membantu seseorang untuk menghayati perasaannya termasuk perasaan tentang Tuhan maka musik gerejawi dapat diartikan sebagai musik yang berkembang di kalangan Kristen untuk mengungkapkan isi hati orang percaya dalam bentuk bunyi-bunyian.
Musik secara umum
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi atau suara yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan.
Kata musik berasal dari bahasa Yunani mousikos melambangkan dewa keindahan yang menguasai bidang seni dan keilmuan.
Dalam buku sejarah musik dan apresiasi di Asia tahun 2012 karya sila Widyatama musik adalah penghayatan isi hati manusia yang diungkapkan dalam
bentuk bunyi yang teratur dengan melodi atau ritme serta mempunyai unsur atau keselarasan yang indah.
Dalam sejarahnya secara keseluruhan dapat dipahami bahwa musik ada sebagaimana mestinya digunakan pada zamannya. Musik tidak dibatasi oleh kemajuan teknologi melainkan terus berkembang dan berevolusi hingga pada zaman yang sekarang karena musik adalah penghayatan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk bunyi yang teratur dengan melodi atau ritme serta mempunyai unsur atau keselarasan yang indah.
Dalam metodologi Yunani kuno mempunyai arti suatu keindahan yang terjadi berasal dari kemurahan hati para dewa-dewa yang diwujudkan sebagai bakat.
Kemudian pengertian itu ditegaskan oleh phytagoras bahwa musik bukanlah sekedar hadiah atau bakat dari dewa-dewi tetapi musik terjadi karena akal budi manusia dalam membentuk teori-teori.
Musik Gerejawi
Musik yang digunakan untuk mengiringi jemaat masuk kedalam hadirat Allah untuk menyembah Allah lebih dalam,musik juga menjadi sarana komunikasi dengan Allah yakni melalui musik atau nada yang mengiringi dan juga lirik yang dinyanyikan oleh jemaat.
Menurut Naomi Pasaribu dalam pandangan Teologi HKBP bahwa musik zaman dahulu adalah sarana yang digunakan untuk:
Pertama, memuji Tuhan di bait Allah. Kedua mengkomunikasikan perintah atau pengumuman dari raja dengan menggunakan terompet atau. Ketiga musik juga digunakan dalam upacara ritual keagamaan. Keempat musik juga digunakan untuk alat penghibur atau hiburan baik dalam suasana sukacita dan suasana duka. Kelima menyembuhkan hati orang dari gangguan iblis contohnya seperti Saul yang menjadi sembuh dengan petikan kecapi Daud. Keenam meminta pertolongan Tuhan agar nabinya (Elisa) memperoleh kekuatan untuk menolong raja Yosafat.
Melalui uraian perkembangan musik gerejawi dari masa ke masa maka akan membawa manfaat secara keilmuan hal ini akan memperluas ilmu dan pengetahuan dalam bidang teologi Kristen dan memahami pelayanan musik secara teologis secara khusus hal orientasi memahami arti bermusik dan sikap pelayanan musik yang sesuai dalam konteks hubungan antara keseluruhan Allah yang dilayani sebagai yang Tuhan kehendaki dalam diri manusia.
Musik gerejawi menjadi benar maknanya bila dipahami berdasarkan prinsip- prinsip yang terkandung dalam firman Allah. Dengan memiliki pemahaman yang benar akan makna, tujuan, siapa, dan bagaimana serta kapan musik gerejawi itu dilakukan, maka penyembahan kita kepada Allah melalui musik dan nyanyian akan membangun iman dan memuliakan Allah.
Musik dan nyanyian gerejawi mutlak didasari oleh kehendak Allah. Musik gerejawi bukan merupakan pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap gereja sebagai respon atas karya penebusan Allah dalam hidupnya. Musik dan nyanyian gerejawi bukan dalam rangka sebagai pengantar antar unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam sebuah susunan acara liturgi, dan bukan pula dalam rangka suatu aktifitas kegiatan bersama yang menyenangkan untuk menyanyikan lagu-lagu kesayangan.
KESIMPULAN
Musik memiliki relasi yang sangat erat dengan Alkitab relasi tersebut tidak boleh diabaikan karena musik mampu mengungkapkan sifat perasaan kebenaran.
Musik juga sebagai sarana komunikasi dan musik juga dapat mengantar jemaat untuk menyembah Allah, musik juga sebagai salah satu sarana pendekatan yang digunakan dalam membawa pengenalan umat Tuhan.
Pemahaman pelayanan musik tentang perkembangan musik gerejawi dari masa ke masa akan menginspirasi dan memotivasi untuk setia dan bersemangat dan melayani Tuhan di bidang musik serta yang berdampak pada religius umat.
Melalui musik dapat mengekspresikan adanya suka cita ibadah makna daripada pujian yang disembahkan seperti kesedihan karena terharu akan kasih Tuhan atau saat memiliki pergumulan kekesalan bahkan perasaan cinta kasih terhadap sesama selain itu musik juga sangat berperan penting dalam liturgi ibadah. Ibadah secara liturgi dilengkapi dengan alat-alat musik yang digunakan dan yang sudah menjadi kebiasaan dari gereja pada sejarahnya.
Musik gereja terus berkembang dan selalu menyesuaikan konteksnya.Seperti yang listya katakan dalam jurnalnya kesegaran dalam memuji Tuhan dalam ibadah memang diperlukan untuk setiap jemaat. Maka dari itu gereja tidak boleh membatasi ataupun nyanyian ini ataupun itu yang baik atau pantas,karena jika kita masih memikirkan dalam hal tersebut,kita secara tidak langsung bukan ingin memuji Allah dalam ibadah (Listya.1999,p.143).
DAFTAR PUSTAKA
Memahamia perkembangan musik Gerejawi dan signifikannya bagi pelayan musik https://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/psalmoz/article/view/653
Perkembangan musik gereja dan interpretasi pemusik gereja terhadap nyanyian jemaat di gereja Sinta Kuala Kapuas
https://ejournal.iaknpky.ac.id/index.php/pambelum/article/view/40/33