• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Perkuliahan Manajemen Pemasaran - Repository UNIKAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Perkuliahan Manajemen Pemasaran - Repository UNIKAMA"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Persaingan

(2)

Persaingan adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau

jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dalam rangka meraih pelanggannya

(3)

Tujuan Persaingan :

1. Membentuk suatu positioning yang tepat

Perusahaan berusaha untuk

menunjukkan image perusahaan kepada pelanggan.

2. Mempertahankan pelanggan yang setia Biaya mempertahankan pelanggan jauh lebih murah dari pada mencari

pelanggan baru

3. Mendapatkan pangsa pasar baru Perusahaan berusaha untuk

(4)

Jenis-jenis persaingan :

1. Persaingan Merk

Produk-produk atau jasa yang bersaing secara langsung

menawarkan harga, produk,

pelanggan yang sama. Misalnya Teh Botol Sosro dan Fres Tea.

2. Persaingan Industri

Perusahaan melihat pesaingnya

(5)

3. Persaingan Bentuk

Perusahaan dapat melihat pesaingnya dengan lebih luas lagi yaitu semua

perusahaan yang menghasilkan produk yang memberikan manfaat yang sama. 4. Persaingan Umum

(6)

Konsep Industri

Industri adalah sekelompok perusahaan

yang menawarkan produk atau kelas

produk yang merupakan substitusi dekat satu sama lain

Industri – industri dikelompokkan

menurut :

1. Jumlah penjual dan tingkat diferensiasi produk

2. Ada atau tidaknya hambatan masuk, hambatan mobilitas, hambatan keluar 3. Struktur biaya

(7)

1. Jumlah penjual dan tingkat diferensiasi

Monopoli murni :

Dicirikan dengan hanya satu

perusahaan yang meyediakan

produk atau jasa tertentu negara atau wilayah tertentu.

Oligopoli :

Sedikit perusahaan ( biasanya )

besar memproduksi produk mulai dari produk yang terdiferensiasi

(8)

Persaingan monopolistik :

Banyak pesaing yang mampu

mendiferensiasikan tawaran mereka secara keseluruhan atau sebagian ( restoran, toko kecantikan ).

Para pesaing memusatkan perhatian

pada segmen pasar yang dapat mereka penuhi

Persaingan murni :

Banyak pesaing menawarkan produk

(9)

2. Hambatan Masuk

Hambatan masuk menentukan

persaingan industri

Sama halnya membuka restoran

baru lebih mudah dari pada industri pesawar

Hambatan masuk yang utama

mencakup persyaratan modal ; skala ekonomis ; persyaratan hak paten

(10)

3. Struktur Biaya

Struktur biaya menentukan persaingan,

karena setiap industri mempunyai beban biaya tertentu yang

menentukan kebijakan perusahaan

Mis, perusahaan baja banyak

melibatkan alokasi biaya manufaktur dan bahan baku, sementara industri mainan pada biaya distribusi dan

pemasaran

Perusahaan baja dengan pabrik paling

(11)

IV. Tingkat Integrasi Vertikal

Perusahaan merasa dapat bersaing

ketika melakukan integrasi vertikal

Integrasi vertikal sering dapat

menurunkan biaya dan perusahaan mendapatkan nilai tambah yang

(12)

V. Globalisasi

Tingkat keterbukaan mempengaruhi

persaingan karena :

Kebijakan pemerintah untuk

mengurangi subsidi, mengurangi atau meniadakan bea masuk

Perusahaan dapat bersaing secara

(13)
(14)

Lima kekuatan persaingan

yang

mempengaruhi laba jangka

panjang

(15)
(16)

Terdapat lima kekuatan yang

menimbulkan persaingan, yaitu: 1. Masuknya pendatang baru

2. Tingkat persaingan yang ada 3. Tekanan dari produk substitusi

4. Kekuatan tawar-menawar pembeli 5. Kekuatan tawar-menawar

(17)

I. Masuknya Pendatang Baru

Masuknya pendatang baru berakibat

peningkatan kapasitas produksi tambahan, yang dapat berakibat penurunan laba perusahaan

Pendatang baru mendesak

perusahaan lama untuk selalu efektif dan efisien

Jika terjadi kesulitan pendatang baru

masuk pasar berarti telah terjadi hambatan masuk pasar (entry

(18)

Jenis Hambatan Masuk 1. Skala Ekonomi

Sebagai peningkatan skala produksi yang dibarengi pengurangan biaya per unit

2. Diferensiasi produk

Diferensiasi produk diperoleh dari pengertian produk unik oleh konsumen karena iklan yang efektif dalam jangka panjang (coke)

3. Kebutuhan modal

Besaran dana yang akan digunakan untuk kegiatan fungsi-fungsi bisnis

4. Akses ke jaringan distribusi 5. Kebijakan pemerintah

(19)

II. Kekuatan Tawar Menawar

Pemasok

Pemasok dapat meningkatkan harga

dan mengurangi kualitas produk untuk menunjukkan pengaruhnya

terhadap perusahaan yang bersaing dalam industri

Kenaikan harga barang pemasok jika

tidak dapat diikuti oleh perubahan

(20)

II. Kekuatan Tawar Menawar suplier

(Lanj)

Sekelompok suplier mempunyai tawar menawar tinggi ketika:

Kelompok suplier didominasi oleh

perusahaan besar dan lebih terkonsentrasi dari pada industri yang dilayani

Perusahaan industri bukan pembeli penting bagi suplier, sementara bahan baku

pemasok input paling penting perusahaan • Perusahaan suplier mampu melakukan

integrating forward

Perusahaan industri hanya membeli sejumlah kecil dari barang pemasok

(21)

III. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Kekuatan tawar menawar terjadi ketika produsen

berusaha memaksimalkan laba dan pembeli menghendaki produk dengan harga serendah mungkin dengan kualitas yang lebih tinggi

Para pembeli mempunyai daya tawar yang tinggi ketika :

1. Membeli dalam jumlah besar dari output industri

2. Pembeli mempunyai kemampuan backward integration

3. Sifat produk yang dibeli tidak mempunyai diferensiasi yang membedakan dengan produk lain

4. Porsi pembelian merupakan bagian terbesar dari biaya pembeli

(22)

IV. Ancaman Produk Substitusi

Perusahaan yang berada dalam

suatu industri tertentu akan bersaing pula pada produk substitusi.

Produk substitusi adalah produk

yang berada di luar industri tertentu yang mempunyai atau melakukan

(23)

Produk substitusi secara strategik layak diperhitungkan atau bahkan menjadi

ancaman yang kuat bagi industri, bila:

Kualitasnya relatif mampu menandingi

kualitas produk industri.

Produk substitusi memberikan nilai

manfaat yang relatif sama dengan produk industri.

Produk substitusi harganya cenderung

menjadi semakin murah.

Produk substitusi dihasilkan dalam skala

besar dan sangat menguntungkan bagi perusahaan.

Biaya peralihan (switching cost) tidak

(24)

V. Intensitas Persaingan di

antara para pesaing

Sebagian besar perusahaan

dalam suatu industri satu sama lainnya saling tergantung

karena tindakan yang diambil biasanya merupakan tindakan kompetitif.

Hal ini terjadi karena di antara

perusahaan berupaya merebut posisi bersaing melalui

persaingan harga, perang iklan, maupun bersaing melalui

(25)

Tingkat persaingan di antara

perusahaan dalam industri

dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

i. Jumlah pesaing dan pesaing yang seimbang (Mc D vs Burger King) ii. Tingkat pertumbuhan industri

yang lambat.

iii. Total Biaya Tetap.

(26)
(27)

Cara memenangkan

persaingan (Kotler)

1. Penawaran yang lebih baik – memperbaiki kualitas produk terus menerus

2. Penawaran yang berbeda – melakukan banyak inovasi

3. Penawaran yang lebih murah - faktor harga murah menjadi

perhatian utama

Referensi

Dokumen terkait

Harga yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan tinggi sangat dipengaruhi oleh mutu produk yang ditawarkan, jika mutu produk tinggi dan mempunyai daya saing, unik,

Konsumen memiliki daya tawar yang tinggi karena jika konsumen tersebut merupakan pembeli besar dari produksi perusahaan maka mereka akan menawar dengan harga yang

atau Jasa antar pusat laba ditentukan berdasar harga pasarnya dikurangi dengan biaya-biaya yang dapat dihindari atau ditekan karena produk ditransfer dari pusat laba tertentu

Konsumen memiliki daya tawar yang tinggi karena jika konsumen tersebut merupakan pembeli besar dari produksi perusahaan maka mereka akan menawar dengan harga yang

Pengecer lain mempraktikkan penetapan harga “tinggi rendah” mengenakan harga yang lebih tinggi pada basis harian, disertai obral dan promosi harga lain sesering mungkin

Konsumen memiliki daya tawar yang tinggi karena jika konsumen tersebut merupakan pembeli besar dari produksi perusahaan maka mereka akan menawar dengan harga yang

Ketika perusahaan telah mengalami laba, maka dapat dikatakan bahwa manajemen telah bekerja dengan baik dalam memaksimalkan sumber daya yang dimiliki oleh

Kebijaksanaan satu harga : menentukan harga yg sama kepada pembeli dengan jumlah dan jenis barang yang sama. Kebijaksaanaan harga yang variabel : penetapan harga yang berbeda