CHAPTER CHAPTER
17
17
Mengelola
Mengelola
kepemimpinan
kepemimpinan
dan proses2
dan proses2
penerapan
penerapan
pengaruh
Esensi dari Kepemimpinan
Esensi dari Kepemimpinan
Arti dari KepemimpinanArti dari Kepemimpinan
Kepemimpinan (ledership)a.Kepemimpinan (ledership)a.
Proses sekaligus atribut2, sebagai sebuah proses Proses sekaligus atribut2, sebagai sebuah proses
berfokus pada apa yang sebetulnya dilakukan berfokus pada apa yang sebetulnya dilakukan
pemimpin. pemimpin.
Penggunaan pengaruh tanpa paksaan utk Penggunaan pengaruh tanpa paksaan utk
membentuk tujuan2 grup /organisasi. membentuk tujuan2 grup /organisasi. PemimpinPemimpin
Individu yg mampu mempengaruhi prilaku orang Individu yg mampu mempengaruhi prilaku orang
lain tanpa harus mengandalkan kekerasan. lain tanpa harus mengandalkan kekerasan.
Individu yg diterima oleh orang lain sebagai Individu yg diterima oleh orang lain sebagai
Hj Ida Farida,MM
Hj Ida Farida,MM 33
Pendekatan antara manajemen dan
Pendekatan antara manajemen dan
Kepemimpinan
Kepemimpinan
Source: Adapted from A Force for Change: How Leadership Differs from Management by John P. Kotter. Copyright © 1990 by John P. Kotter, Inc. Reprinted with permission of The
Esensi dari Kepemimpinan
Esensi dari Kepemimpinan
Kekuasaan dan Kepemimpinan
Kekuasaan dan Kepemimpinan
Lima jenis KekuasaanLima jenis Kekuasaan
:.
:.
Kekuasaan balas jasa : Kekuasaan utk memberikan/Kekuasaan balas jasa : Kekuasaan utk memberikan/
menunda balas jasa menunda balas jasa..
Kekuasaan Paksaan : Kekuasaan utk memaksakan Kekuasaan Paksaan : Kekuasaan utk memaksakan
kepatuhan dng memakai ancaman pesikologis kepatuhan dng memakai ancaman pesikologis..
Kekuasaan Sah: Kekuasaan yg diperoleh melalui Kekuasaan Sah: Kekuasaan yg diperoleh melalui
hirarhi organisasai hirarhi organisasai..
Kekuasaan referen : Kekuasaan pribadi yg didapatkan Kekuasaan referen : Kekuasaan pribadi yg didapatkan
seseorang berbasis persamaan seseorang berbasis persamaan..
Kekuasaan ahli : Kekuasaan pribadsi yg didapatkan Kekuasaan ahli : Kekuasaan pribadsi yg didapatkan
Hj Ida Farida,MM 5
Perilaku2 Kepemimpinan
Perilaku2 Kepemimpinan
Studi MichiganStudi Michigan
Dua bentuk dasar dari prilaku pemimpin
Dua bentuk dasar dari prilaku pemimpin
Pemimpin yg berpusat pada pekerjaan,.Pemimpin yg berpusat pada pekerjaan,.
Perilaku yg berpusat pada karyawan.Perilaku yg berpusat pada karyawan.
Studi Ohio State (Likert)Studi Ohio State (Likert)
Terdapat dua perilaku/gaya kepemimpinan dasar :
Terdapat dua perilaku/gaya kepemimpinan dasar :
- Perilaku penciptaan-struktur.
- Perilaku penciptaan-struktur.
- Perilaku perhatian
- Perilaku perhatian
Peta ManajerialPeta Manajerial
Menyediakan gaya2 kepemimpinan &
Menyediakan gaya2 kepemimpinan &
kemudian melatih manajerutk
kemudian melatih manajerutk
bergerak kearah perilaku ideal
Peta
Perhatian pada produksiHigh
Pencapaian kerja didapat-Kan dr karyawan2 yg me-Miliki komitmen,saling ke Tergantungan melalui Common stake dlm tu-Juan orgs memunculkan Hubungan yg saling per-Caya &saling menghormati
Manajemen jln Tengah Kinerja orgs yg memadai
Dimungkinkan melalui penyeimbangans Kebutuhan antara penyelesaian pekerjaan Dng pemeliharaanmorel karyawan pd Level yg memuaskan
of people at a satisfactory level. Manajemen Melarat
Pengeluaran upaya minimal Utk menyelesaikan pekerjaan Dianggap tepat utk memper-Tahankan keanggotaan orgs
Wewenang Kepatuhan Efisiensi operasi muncul Dr pengaturan kondisi2 Kerja sedemikian rupa Shg gangguaan dr Elemen2 manusia interfere to a minimum degree. 5,5
Manajemen Klub Rei sosial Perhatian penuh pd memu-the Askan kebutuhan2 orang utk Memunculkan admosfir Orgs serta tempo ker-Ja yg nyaman & ramah .
pengefaluasian gaya2 kepemimpinan. Tujuan utama dr sebuah orgs yg menggunakan peta ini adh utk melatih manajer2 menggunakan tehnik2 OD agar merekasecara simultan lebih peduli pd orang maupun produksi
Source: From Leadership Dilemmas— Grid Solutions by Robert R. Blake and Anne Adams McCanse. (Formerly the Managerial Grid b5y Robert R. Blake and Jane S. Mouton.) Houston: Gulf Publishing Company, p. 29. Copyright © 1991 by Scientific Methods, Inc. Reproduced by permission of the owners.
Hj Ida Farida,MM 7
Berbagai Pendekatan Situasional
Berbagai Pendekatan Situasional
terhadap Kepemimpinan
terhadap Kepemimpinan
Model2 situasional :Model2 situasional :
Mengansumsikan bahwa perilaku pemimpin yg Mengansumsikan bahwa perilaku pemimpin yg
tepat berfariasi dari situasi satu ke situasi yg lain.
tepat berfariasi dari situasi satu ke situasi yg lain.
Dengan demikian tujuannya adalah mengidentifikasi Dengan demikian tujuannya adalah mengidentifikasi
faktor2 situasional penting & memahami bagaimana
faktor2 situasional penting & memahami bagaimana
faktor2 ini saling berinteraksiutk menentukan
faktor2 ini saling berinteraksiutk menentukan
perilaku yg tepat dr pemimpin.
perilaku yg tepat dr pemimpin.
Rangkaian Kepemimpinan (Tannenbaum and Schmidt)Rangkaian Kepemimpinan (Tannenbaum and Schmidt)
Tiap titik dipengaruhi oleh karakteristik2 dr Tiap titik dipengaruhi oleh karakteristik2 dr manajer,bawahan dan situasi.
Karakteristik2 manajerial diantaranya adalah :
Karakteristik2 manajerial diantaranya adalah :
- Sistim nilai
- Sistim nilai
- Keyakinan pada bawahan
- Keyakinan pada bawahan
- Kecenderungan pribadi
- Kecenderungan pribadi
- Rasa aman
- Rasa aman
Karakteristik2 bawahan diantaranya :
Karakteristik2 bawahan diantaranya :
- Kebutuhan bawahan akan
- Kebutuhan bawahan akan
independensi
independensi
- Kesiapan menanggung tanggung
- Kesiapan menanggung tanggung
jawab
jawab
- Toleransi terhadap ketidak pastian
- Toleransi terhadap ketidak pastian
- Ketertarikan pada masalah
- Ketertarikan pada masalah
- Pemahaman atas tujuan
- Pemahaman atas tujuan
- Pengetahuan
- Pengetahuan
- Pengalaman
- Pengalaman
- Ekspektasi
Hj Ida Farida,MM 9
Berbagai Pendekatan Situasional
Berbagai Pendekatan Situasional
terhadap Kepemimpinan
terhadap Kepemimpinan
Tannenbaum and Schmidt’s Leadership ContinuumTannenbaum and Schmidt’s Leadership Continuum
Penggunaan wewenang Oleh Manajer
Kepemimpinan yg berpusat pd bos
Manajer membuat Keputusan & me ngumumkanya
Manajer membolehkan Bawahan berfungsi Dlm batas2 yg telah Ditetapkan oleh atasan Manajer mendefi Yg bisa diubah
Manajer menyajikan Ide2 & mengundang pertanyaan
Kepemimpinan yg berpusat pd bawahan
Source: Reprinted by permission of the Harvard Business Review. An exhibit from “How to Choose a Leadership Pattern” by Robert Tannenbaum and Warren Schmidt (May–June 1973).
Berbagai Pendekatan Situasional
Berbagai Pendekatan Situasional
terhadap Kepemimpinan
terhadap Kepemimpinan
Teori LPC ” Least Preferred Coworrker ”
Teori LPC ” Least Preferred Coworrker ”
(Fred Fiedler)
(Fred Fiedler)
Dimulai dengan menggabungkan pendekatan
Dimulai dengan menggabungkan pendekatan
sifat & pendekatan perilaku.yaitu skala
sifat & pendekatan perilaku.yaitu skala
pengukuran yg meminta pemimpin
pengukuran yg meminta pemimpin
menggambarkan seseorangyaitu dng siapa dia
menggambarkan seseorangyaitu dng siapa dia
bisa bekerjasama paling buruk
Hj Ida Farida,MM 11
Fiedler mengidentifikasikan dua gaya
Fiedler mengidentifikasikan dua gaya
kepemimpinan :
kepemimpinan :
-
-
Kepemimpinan yg berorentasi pd tugas
Kepemimpinan yg berorentasi pd tugas
(analogis dengan perilaku yg berpusat
(analogis dengan perilaku yg berpusat
pada pekerjaan dan perilaku
pada pekerjaan dan perilaku
penciptaan struktur)
penciptaan struktur)
-
-
Kepemimpinan yg berorentasi
Kepemimpinan yg berorentasi
hubungan (serupa dng perilaku
hubungan (serupa dng perilaku
yg berpusat pd karyawan dan
yg berpusat pd karyawan dan
Teori Kepemimpinan LPC
Teori Kepemimpinan LPC
Faktor Kontinjensi Situasi Relasi pemimpin-anggota Baik
Struktur tugas Tinggi Kekuasaan Jabatan Strong
Buruk Rin
dak
Tinggi Rendah Weak Strong Weak Strong Weak Strong Weak
Daya tarik dari Situasi
Perilaku pemim-Pin yg tepat
Paling menarik Moderat Paling tdk menarik
Berorentasi-tugas Berorentasi-hubungan Berorentasi-tugas
Hj Ida Farida,MM 13
Teori Rute-Tujuan (Path Goal
Teori Rute-Tujuan (Path Goal
Theory)
Theory)
Path-Goal Theory (Martin Evans dan
Path-Goal Theory (Martin Evans dan
Robert House) menyatakan bahwa fungsi
Robert House) menyatakan bahwa fungsi
utama kepemimpinan :
utama kepemimpinan :
Menyediakan balas jasa yg berharga atau
Menyediakan balas jasa yg berharga atau
diinginkan didalam lingkungan kerja &
diinginkan didalam lingkungan kerja &
menjelaskan kepada bawahan tipe-tipe
menjelaskan kepada bawahan tipe-tipe
perilaku yg akan mengarah pada pencapaian
perilaku yg akan mengarah pada pencapaian
tujuan dan penerimaan balas jasa yaitu harus
tujuan dan penerimaan balas jasa yaitu harus
mengklarifikasi rute2 kearah tujuan
Empat tipe Kepemimpinan:Empat tipe Kepemimpinan:
Perilaku DirektifPerilaku Direktif—membiarkan bawahan —membiarkan bawahan
mengetahui apayg diharapkan dr mereka,
mengetahui apayg diharapkan dr mereka,
menyediakan pedoman & arah, & membuat jadwal
menyediakan pedoman & arah, & membuat jadwal
kerja
kerja
Perilaku Suportif Perilaku Suportif — bersikap bersahabat & — bersikap bersahabat &
mudah didekati, memperlihatkan kepedulian pd
mudah didekati, memperlihatkan kepedulian pd
kesejahteraan bawahan & memperlakukan
kesejahteraan bawahan & memperlakukan
bawahan sederajat
bawahan sederajat
Perilaku Partisipatif Perilaku Partisipatif — berkonsultasi dng — berkonsultasi dng
bawahan meminta saran pd mereka &
bawahan meminta saran pd mereka &
membolehkan merekaberpartisipasi dlm
membolehkan merekaberpartisipasi dlm
pembuatan keputusan
pembuatan keputusan
Perilaku berorentasi pd pencapaian Perilaku berorentasi pd pencapaian — —
menetapkan tujuan2 yg menantang,menharapkan
menetapkan tujuan2 yg menantang,menharapkan
bawahan,menampakan kinerjatinggi,mendorong
bawahan,menampakan kinerjatinggi,mendorong
bawahan & menampakan keyakinanpd emampuan
Hj Ida Farida,MM 15
The Path-Goal Theory
The Path-Goal Theory
Situational Factors:
Situational Factors:
Work
Followers Expected Results
Lack of job challenge
Improper
procedures and poor decisions
Ambiguous job
Increases self-confidence to complete task Encourages setting high but attainable goals Clarifies follower need for making suggestions and involvement Clarifies path to get rewards
Increased effort. job satisfaction, and performance; fewer grievances
Improved performance and greater job
satisfaction
Improved performance and greater satisfaction; less turnover
The Path-Goal Framework
The Path-Goal Framework
Karakteristik2’ Pribadi
Bawahan
• Perasaan ttg ke Mampuan diri •
Locus of control
Perilaku Pemimpin
• Direktur • Supportif • Partisipatif • Berorentasi pd
pencapaian
Karakteristik2 Lingkungan
• Struktur tugas • Kelompok
kerja
Motivasi bawah’ han utk bekerja
Hj Ida Farida,MM 17
Pendekatan Pohon Keputusan
Pendekatan Pohon Keputusan
Vroom
Vroom
(Vroom’s decision tree
(Vroom’s decision tree
appoach)
appoach)
Memprediksi jenis situasi seperti apa yg
Memprediksi jenis situasi seperti apa yg
membutuhkan tingkat tertentu dari
membutuhkan tingkat tertentu dari
partisipasi kelompok.
partisipasi kelompok.
Asumsi-asumsi dasar:
Asumsi-asumsi dasar:
Sejauh mana bawahan perllu didorong utk
Sejauh mana bawahan perllu didorong utk
berpartisipasi dalam pembuatan
berpartisipasi dalam pembuatan
keputusan tergantung pada karakteristik2
keputusan tergantung pada karakteristik2
dari situasi dngan kata lain tdk ada proses
dari situasi dngan kata lain tdk ada proses
pembuatan keputusan terbaik utk semua
pembuatan keputusan terbaik utk semua
Pohon Keputusan Vroom yg digerakan
Pohon Keputusan Vroom yg digerakan
oleh waktu
oleh waktu
Matrik ini direkomendasikan utk situasi dimana waktu Matrik ini direkomendasikan utk situasi dimana waktu
merupakan aspek paling penting saat pembuatan keputusan.
merupakan aspek paling penting saat pembuatan keputusan.
Bekerja seperti corongBekerja seperti corong
Anda bergerak dari kiri dengan sebuah masalah khusus di Anda bergerak dari kiri dengan sebuah masalah khusus di
kepala
kepala
Judul kolom mewakili faktor2 situasional yg mungkin terlibat Judul kolom mewakili faktor2 situasional yg mungkin terlibat
atau tdk terlibat
atau tdk terlibat
Anda bergerak maju dengan memilih tinggi atau rendah (T atau Anda bergerak maju dengan memilih tinggi atau rendah (T atau
R) bagi tiap faktor situasional
R) bagi tiap faktor situasional
Anda bergerak terus sambil mengevaluasi faktor2 situasional yg Anda bergerak terus sambil mengevaluasi faktor2 situasional yg
meminta penilaian,sampai anda mencapai gaya pembuatan
meminta penilaian,sampai anda mencapai gaya pembuatan
keutusan yg direkomendasikan
Hj Ida Farida,MM 19
Pohon Keputusan yg Digerakan oleh
Pohon Keputusan yg Digerakan oleh
Pengembangan
Pengembangan
Matik ini digunakan untuk situasi saat
Matik ini digunakan untuk situasi saat
pemimpin lebih tertarik mengembangkan
pemimpin lebih tertarik mengembangkan
keahlian2 pembuatan keputusan
keahlian2 pembuatan keputusan
karyawan,bukan pd pembuatan keputusan
karyawan,bukan pd pembuatan keputusan
secepat mungkin.supaya dng pohon
secepat mungkin.supaya dng pohon
pengambilan keputusanyg digerakan oleh
pengambilan keputusanyg digerakan oleh
waktu yg ditampilkan,faktor2 ini selanjutnya
waktu yg ditampilkan,faktor2 ini selanjutnya
mengarahkan pemimpin ke proses pembuatan
mengarahkan pemimpin ke proses pembuatan
keputusan yg direkomendasikan
Pohon
Source: Victor Vroom’s Time-Driven Model from A Model of Leadership Style, copyright Vroom, 1998.
P Rundingkan klpk
Putuskan sendiri
Hj Ida Farida,MM 21
Source: Victor Vroom’s Development-Driven Model from
A Model of Leadership Style, copyright Vroom, 1998.
Lima gaya pembuatan Keputusan
Lima gaya pembuatan Keputusan
didefinisikan sebagai berikut :
didefinisikan sebagai berikut :
Putuskan sendiri – Manajer membuat keputusan sendiri & kemudian Putuskan sendiri – Manajer membuat keputusan sendiri & kemudian
mengumumkan atau “menjualnya” kepada kelompok.
mengumumkan atau “menjualnya” kepada kelompok.
Rundingkan (orang per orang) – Manajer menyajikan masalah Rundingkan (orang per orang) – Manajer menyajikan masalah
kepada anggota2 kelompok orang per orang meminta saran mereka
kepada anggota2 kelompok orang per orang meminta saran mereka
& kemudian membuat keputusan
& kemudian membuat keputusan
Rundingkan (kelompok) - Manajer menyajikan masalah kpd Rundingkan (kelompok) - Manajer menyajikan masalah kpd
anggota2 kelompok pd saat rapat,meminta saran mereka & lalu
anggota2 kelompok pd saat rapat,meminta saran mereka & lalu
membuat keputusan
membuat keputusan
Fasilitasi – Manajer menyajikan masalah kpd kelompok selama rapat, Fasilitasi – Manajer menyajikan masalah kpd kelompok selama rapat,
mendefinisikan masalah & batas2 nya, & kemudian mengfasilitasi
mendefinisikan masalah & batas2 nya, & kemudian mengfasilitasi
diskusi kelompok sebelum membuat keputusan
diskusi kelompok sebelum membuat keputusan
Delegasikan – Manajer membiarkan kelompok mendefinisikan sendiri Delegasikan – Manajer membiarkan kelompok mendefinisikan sendiri
esensi & parameter2 dr masalah sebelum mereka membuat
esensi & parameter2 dr masalah sebelum mereka membuat
keputusan
Hj Ida Farida,MM 23
Pendekatan Hubungan
Pendekatan Hubungan
Pemimpin-Anggota (LMX)
Anggota (LMX)
Dikembangkan George Graen dan Fred Dansereau : menekankan hubungan Dikembangkan George Graen dan Fred Dansereau : menekankan hubungan
fariatif antara superfisor dng masing2 bawahan
fariatif antara superfisor dng masing2 bawahan
Kelompok Dlm (in-group): supervisor membentuk hubungan khusus dng Kelompok Dlm (in-group): supervisor membentuk hubungan khusus dng se jlh kecil bawahan terpercaya.
se jlh kecil bawahan terpercaya.
Kelompok luar (out-group) : bawahan yg bukan merupakan kelompok.Kelompok luar (out-group) : bawahan yg bukan merupakan kelompok.
Model hubungan
Model hubungan
Pemimpin-Anggota (LMK)
Anggota (LMK)
Pemimpin membentuk hubungan
Pemimpin membentuk hubungan
independen yg unik pd masing2 bawahan
independen yg unik pd masing2 bawahan
Pemimpin
Bawahan 1
Bawahan 2
Bawahan 3
Bawahan 4
Bawahan 5
Hj Ida Farida,MM
Hj Ida Farida,MM 2525
Perspektif2 Serumpun Tentang
Perspektif2 Serumpun Tentang
Kepemimpinan
Kepemimpinan
Pengganti Kepemimpinan Pengganti Kepemimpinan
(Substitutes for Leadership)
(Substitutes for Leadership)
Konsep yg mengidentifikasikan situasi2 dimana perilaku Konsep yg mengidentifikasikan situasi2 dimana perilaku pemimpin dinetralisir atau digantikan oleh karakteristik2 dr pemimpin dinetralisir atau digantikan oleh karakteristik2 dr
bawahan,tugas & organisasi. bawahan,tugas & organisasi.
Characteristics that Substitute for Leadership
Subordinate Task Organization
Ability Experience
Need for independence Professional orientation
Indifference towards organizational goals
Routineness
The availability of feedback Intrinsic satisfaction
Formalization Group cohesion
Inflexibility
Kepemimpinan Karismatik Kepemimpinan Karismatik (Charismatic Leadership) (Charismatic Leadership) : konsep yg : konsep yg
mengasumsikan bahwa karisma adh suatu karismatik individual dr
mengasumsikan bahwa karisma adh suatu karismatik individual dr
pemimpin.
pemimpin.
Tiga elemen dasar karismatik yg diakui sebagian besar dewasa Tiga elemen dasar karismatik yg diakui sebagian besar dewasa
ini:
ini:
Pemimpin harus bisa memvisualisasikan masa Pemimpin harus bisa memvisualisasikan masa
depan,menciptakan ekspetasi yg tinggi dan memperlihatkan
depan,menciptakan ekspetasi yg tinggi dan memperlihatkan
perilakuyg selaras dng pencapaian.
perilakuyg selaras dng pencapaian.
Mampu menggerakan orang lain dng cara mendemontrasikan Mampu menggerakan orang lain dng cara mendemontrasikan
antosiasme pribadi. keyakinan pribadi & pola kesuksesan
antosiasme pribadi. keyakinan pribadi & pola kesuksesan
Memberdayakan orang lain dng cara mendukung Memberdayakan orang lain dng cara mendukung
mereka,berempati pd mereka&enampakan
mereka,berempati pd mereka&enampakan
keyakinan pd mereka
Hj Ida Farida,MM 27
Perspektif2 Serumpun Tentang
Perspektif2 Serumpun Tentang
Kepemimpinan (lanjutan)
Kepemimpinan (lanjutan)
Kepemimpinan tradisional
Kepemimpinan tradisional
(Transformational Leadership)
(Transformational Leadership)
Kepemimpinan yg melampoi ekspektasi2 biasa dng cara Kepemimpinan yg melampoi ekspektasi2 biasa dng cara
menanamkan sense of mission, menstimulasi pengalaman
menanamkan sense of mission, menstimulasi pengalaman
pembelajaran dan mengilhami pola-pikir2 baru.
pembelajaran dan mengilhami pola-pikir2 baru.
Tuju kunci kesuksessan kepemimpinanTuju kunci kesuksessan kepemimpinan
Percaya pada bawahanPercaya pada bawahan
Membangun visiMembangun visi
Tetap tenangTetap tenang
Mendorong pengambilan resikoMendorong pengambilan resiko
Berlaku sebagai pakarBerlaku sebagai pakar
Mengundang perbedaan pendapatMengundang perbedaan pendapat
Pelaku politis dalam organisasi
Pelaku politis dalam organisasi
Perilaku politis
Perilaku politis
Aktivitas2 yg dilakukan untuk dapat memiliki, mengembangkan dan Aktivitas2 yg dilakukan untuk dapat memiliki, mengembangkan dan
menggunakan kekuasaan serta sumber daya lain demi memperoleh
menggunakan kekuasaan serta sumber daya lain demi memperoleh
hasil yg digunakan.
hasil yg digunakan. Perilaku2 politis umumPerilaku2 politis umum
Insentif Insentif (Inducement)(Inducement)—yg terjadi saat manajermenawarkan —yg terjadi saat manajermenawarkan
sesuatu pd seseorangutk mendapatkan dukungan individu tsb
sesuatu pd seseorangutk mendapatkan dukungan individu tsb
Persuasi (Persuasion)Persuasi (Persuasion)—yg bergantung pd emosi sekaligus logika—yg bergantung pd emosi sekaligus logika Penciptaan hutang budiPenciptaan hutang budi (Creation of an obligation) (Creation of an obligation)—sebagai —sebagai
contoh seorang manajer mungkin mendukung rekomendasi
contoh seorang manajer mungkin mendukung rekomendasi
kampanye iklan baru yg dibuat oleh manajer lain.
kampanye iklan baru yg dibuat oleh manajer lain.
Paksaan Paksaan (Coercion)(Coercion)—penggunaan kewkerasan utk meraih —penggunaan kewkerasan utk meraih
sesuatu.
sesuatu.
Manajemen kesanManajemen kesan (Impression management) (Impression management)—upaya —upaya
langsung dandisengaja oleh seseorangutk menaikan citranya di
langsung dandisengaja oleh seseorangutk menaikan citranya di
mata orang lain
Hj Ida Farida,MM 29
Pelaku politis dalam organisasi (lanjutan)
Pelaku politis dalam organisasi (lanjutan)
Mengelola perilaku politis
Mengelola perilaku politis
Manajer harus menyadari bahwa sekalipun tidakan2 Manajer harus menyadari bahwa sekalipun tidakan2 mereka tidak memiliki motif politik.
mereka tidak memiliki motif politik.
Dengan menyediakan otonomi,tanggung Dengan menyediakan otonomi,tanggung jawab,tantangan dan umpan balik kepada
jawab,tantangan dan umpan balik kepada
bawahan,manajer mengurangi kemungkinan
bawahan,manajer mengurangi kemungkinan
kemunculan perilaku polititis dr bawahan.
kemunculan perilaku polititis dr bawahan.
Manajer harus menghindari pemakaian kekuasaan.Manajer harus menghindari pemakaian kekuasaan.
Manajer harus menyelesaikan perbedaan Manajer harus menyelesaikan perbedaan
pendapatsecara tewrbuka agar bawahan tdk
pendapatsecara tewrbuka agar bawahan tdk
berpeluang menggunakan perilaku politis.
berpeluang menggunakan perilaku politis.