FUNGSI ALAT TES PSIKOLOGI Oleh : Rahmad Agung Nugraha, S.Psi, M.Si Dosen : Progdi. BK Universitas Panca Sakti Tegal
Banyak sekali alat tes yang dapat digunakan untuk proses seleksi, seperti melalui proses assessment, tes pengetahuan, psiko test, battery test, maupun behavior interview. Tujuan dari proses seleksi tentunya adalah untuk benar-benar dapat memperlihatkan kapabilitas calon karyawan dan menentukan apakah kapabilitas yang dia miliki sesuai dengan jabatan. Jika belum sesuai apakah masih ada ruang untuk pengembangan, atau malah hasil test memperlihatkan bahwa kapabilitas calon karyawan di atas requirement jabatan. Kunci utama keberhasilan sebuah seleksi adalah tersedia rincian kompetensi (baik teknis maupun perilaku) yang diperlukan agar dapat berhasil. behavior interview akan dapat menampakkan kecenderungan perilaku calon karyawan apabila ia menduduki jabatan tersebut. Psiko Test akan membantu untuk melihat kecenderungan kepribadian calon karyawan.
Penggunaan psikotes (dalam hal ini tes psikologi atau psikometri) sangat bergantung dari kebijakan perusahaan. Tidak ada keharusan menggunakan atau tidak menggunakan tes tersebut. Namun demikian, dalam banyak hal menggunakan tes psikologi lebih menguntungkan karena tes ini merupakan prediktor yang valid untuk menilai aspek psikologis calon pegawai. Ada beberapa manfaat menggunakan tes psikologi:
1. Objektivitas pengambilan keputusan. Tes yang dilakukan oleh pihak independen dan didukung alat tes yang terstandar dapat meningkatkan objektivitas. Dengan demikian, keputusan menerima atau tidak calon pegawai memiliki dasar pertimbangan yang kuat. 2. Validitas alat tes. Tes-tes psikologi atau psikometri dikembangkan melalui metode ilmiah
psikologis calon pegawai. Apalagi bila metode ini dikombinasikan dengan metode lain, misalkan wawancara atau assessment centre dapat memprediksi performa calon pegawai di masa datang.
3. Biaya akibat salah rekrut. Salah dalam memilih pegawai dapat menimbulkan biaya tinggi, misalnya biaya training dan biaya iklan. Belum lagi, tenaga dan waktu yang telah dikeluarkan untuk proses rekrutmen. Tes psikologi dapat meminimalkan biaya-biaya ini karena harga yang relatif murah dibandingkan biaya kerugian jika pegawai yang dipilih tidak tepat. Di sisi lain, tes psikologi menjamin adanya kecocokan yang tinggi antara calon pegawai dan pekerjaan.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan apakah perusahaan perlu menggunakan psikotes atau tidak, yaitu:
1. Sifat pekerjaan.
Ada perusahaan yang menggunakan pegawai hanya untuk sementara, misalnya tenaga entri data, jika pekerjaan entri data selesai maka selesai pula ikatan kerja. Untuk pekerjaan jenis ini, penggunaan tes psikologi menjadi kurang bermakna karena pegawai tidak cukup lama berada di perusahaan. Namun, ada pengecualian, jika pekerjaan di posisi ini berpengaruh besar terhadap perusahaan, maka bagaimana pun tes psikologi tetap diperlukan.
2. Tanggung jawab posisi jabatan.
Pada posisi jabatan manajerial dan/atau posisi yang berdampak besar bagi kemajuan perusahaan, ada baiknya dilakukan tes psikologi. Seringkali biaya-biaya yang dikeluarkan untuk posisi ini lumayan besar sehingga jika sampai salah memilih, maka kerugiannya akan berkali lipat.
3. Pengembangan karir jangka panjang.
benar-benar fit antara jenis pekerjaan dengan karakteristik psikologis individu yang direkrut (misalnya sesuai minat dan kepribadiannya) dapat diperoleh.
4. Besaran biaya tes.
Banyak perusahaan yang memiliki anggaran besar untuk proses rekrut sehingga melakukan tes psikologi untuk posisi apapun tidak masalah. Namun banyak juga yang memiliki anggaran terbatas, untuk itu perlu dipertimbangkan juga faktor biaya yang dikeluarkan. Ada baiknya mencari tahu kebutuhan tes psikologi yang sesuai dengan posisi jabatan yang harus diisi tersebut. Jangan sampai misalnya mencari pegawai posisi senior manajer tapi tes psikologi yang dilakukan adalah tes minat, ini tentunya memberikan informasi psikologis yang kurang tepat.
5. Ketersediaan calon pegawai di pasar tenaga kerja.